Egoistic Marriage: Jonghyun’s Confession (IV)

Author : Ria QR (twitter : @riaQR)

Main Cast :

–          Choi Min Ho

–          Kim Ki Bum

–          Kim Jong Hyun

–          Lee Taemin

–          Lee Jinki

–          Kang Hye Mi (Imaginative Character)

Support Cast :

–          Nenek Goo Hara

–          Shin Min Mi (a.k.a Uthie)

–          Park Ri Rin (a.k.a Ria QRà author ikutan eksis #plaks)

–          Lee Chaerin (Taemin and Jinki’s eomma)

–          Kim Taeyeon (Key and Jonghyun’s eomma)

–          Lee Dong Hae

leght : Sequel

genre : romance, family

rating : PG 15

Egoistic Marriage—Jonghyun’s Confession

            Hyemi menatap mobil BMW warna krem yang berada tepat disampingnya. Mobil Jinki. Jinki menurunkan kaca mobil. “Naiklah.”

“Shiroh (tidak mau),” kata Hyemi.

“Tapi semua sudah berangkat. Tidak ada lagi yang akan mengantarkanmu kuliah,” kata Jinki lagi dan Hyemi masih dalam pose yang sama. berdiri angkuh dengan tangan dilipat didada.

Hyemi bergeming sebentar lalu memutuskan untuk naik mobil Jinki. “Kenapa sih semuanya selalu pergi? Kenapa selalu orang ini yang mau mengantarku? Kenapa tidak Taemin saja?” gumam Hyemi tapi terdengar oleh Jinki.

“Taemin? Sudah sejauh apa hubunganmu dngannya?” tanya Jinki membuat Hyemi menatap balik Jinki. “Kami sudah sangaaaaatt dekat.”

Jinki tersenyum sedikit. “Oh. begitu.”

Jinki turun dari kursinya lalu membukakan pintu untuk Hyemi. “Gentleman sekali. Padahal aku tidak butuh,” kata Hyemi masih sinis.

“Hari ini dia pergi bersamaku,” kata Jonghyun yang tiba-tiba sudah menarik lengan Hyemi. Jinki menatapnya bingung dan merasa sedikit terganggu.

“Aku duluan yang mengajaknya,” kata Jinki lagi lalu menarik lengan Hyemi yang satunya.

“Kau tidak lihat sikapnya padamu? Hyemi-ah tidak mau berangkat bersamamu,” kata Jonghyun lagi membuat Hyemi mendelik cepat kearahnya.            “Pokoknya, dia denganku,” kata Jonghyun sambil menunjuk Hyemi dan dirinya sendiri. Jinki kembali menarik lengan Hyemi. “Aku yang mengajaknya duluan.”

“STOOOOPPPPPPPPPPP,” pekik Hyemi membuat kedua namja yang sedari tadi sibuk menarik-narik lengannya jadi menutup telinga. “Kalian pikir aku barang??? Pokoknya hari ini aku yang menentukan pergi dengan siapa!”

“Baiklah,” kata Jinki, berusaha untuk bersikap dewasa.

Hyemi meniup poninya. “Aku pilih Jonghyun.”

“Yes,” kata Jonghyun.

“Wae?” tanya Jinki.

“Karena aku sudah sering diantar olehmu,” kata Hyemi lalu memutar ke mobil Jonghyun. “Adil kan? Kajja, Jonghyun!”

Sementara Hyemi sudah masuk ke dalam mobil, Jinki menatap Jonghyun.  merasa diperhatikan Jonghyun menatap balik. “Wae? Jangan bilang kau cemburu Hyung.”

Jinki menarik sudut bibirnya. “Cemburu? Sama sekali tidak.”

“Yah…” kata Jonghyun sambil memasukkan tangannya kedalam saku. “Ara. Ara (mengerti). Ini semua demi 80% yang diinginkan Bibi Chaerin kan?”

“Mwo? Katakan lagi,” kata Jinki mulai marah.

“Ara! Aku pergi!” kata Jonghyun lalu melesat memasuki mobilnya.

***

“Aku tahu kau memilihku karena kau menyukaiku kan?” tanya Jonghyun pede. Hyemi meniup poni depannya lalu menatap Jonghyun sinis.

“Neo Joa (menyukaimu)? kau narsis sekali, tuan Jonghyun,” kata Hyemi.

Jonghyun hanya tertawa. “Kau akan menyesalinya.”

“Menyesal kenapa?” tanya Hyemi tanpa menoleh ke Jonghyun.

“Karena dalam waktu dekat, kau akan memilihku,” kata Jonghyun sambil menoleh ke Hyemi. Hyemi ikut menoleh dan mendapati mata Jonghyun yang dengan lembut menatapnya. “memilihku untuk berdiri didepan altar bersamamu.”

Deg deg deg. Hyemi bisa merasakan jantungnya berdegup lima kali lebih kencang. Perlahan dan tanpa disadari wajah Hyemi sudah berganti warna. Jonghyun melihatnya lalu tertawa. Hyemi sudah benar-benar akan meninju namja satu ini. Hyemi mengepalkan tangan, bermaksud meninju lengan Jonghyun.

“Dapat,” kata Jonghyun begitu menangkap kepalan tangan Hyemi dengan satu tangan kirinya sementara tangan yang lain masih memegang kemudi. Jonghyun mengerem mendadak.

“Kau mau merayuku?” tanya Jonghyun setelah meminggirkan mobil. Hyemi menatapnya sambil tangannya yang satu terus meninju tangan kiri Jonghyun yang masih menggenggam tangan Hyemi yang mungil.

“Dapat lagi,” kata Jonghyun begitu tangan kanannya yang sudah bebas mendapat tangan Hyemi yang satunya lagi. kini kedua tangan Hyemi telah terbungkus oleh tangan besar Jonghyun. “Kau tahu, kau bertingkah saperti ini, kau malah terlihat menggoda.”

Hyemi menatap jonghyun yang sudah mengeluarkan evil smirknya. Hyemi makin ngeri jika mengingat cerita para pelayan betapa playboynya namja yang ada didepannya ini.

“Kau melawanku, kau harus mendapat akibatnya,” kata jonghyun lalu mendekatkan dirinya ke Hyemi. Hyemi memundurkan tubuhnya sampai menabrak di pintu mobil.

“Ka-kau mau apa?” tanya Hyemi.

“Melakukan apa yang dilakukan seorang namja jika berduaan dengan seorang yeoja,” kata Jonghyun santai.

“YA! KIM JONGHYUN PIKYEOOO(menyingkir)!”seru Hyemi.

“Wae? Kita sudah dewasa. Umurmu sudah 18 tahun dan aku 20 tahun. Lagipula kita sudah bertunangan,” kata Jonghyun santai. Hyemi tahu di setiap kalimat, Jonghyun selalu menyeringai pelan.

“Kau mau menciumku?!” tebak Hyemi.

“Ne,” kata Jonghyun sambil menyeringai lebar. Hyemi ngeri setengah mati. Dengan tangan masih digenggam Jonghyun, Hyemi menutup matanya dengan erat dan menoleh kesamping, berusaha gara bibir Jonghyun tidak bertemu bibirnya.

“SHIROH JONGHYUN!!!!” pekik Hyemi.

Cup.

Eh?Apa tadi? Suara kecupan? Tapi… Tapi Aku tidak merasakan sesuatu menyentuh bibrku, batin Hyemi. Perlahan Hyemi membuka matanya dan melihat Jonghyun mengecup lama punggung tangannya. Hyemi mengedip-ngedipkan mata. Jadi, ciuman itu… maksudnya ciuman tangan?

Jonghyun menarik wajahnya dan melepaskan kedua tangan Hyemi. “Kau pikir apa?”

Hyemi mendadak salah tingkah. Ia sudah berfikir terlalu jauh… “A-Aku…”

“Otakmu yadong (porno) sekali,” kata Jonghyun sambil menjalankan mobilnya lagi.

Hyemi berbalik kearah luar jendela. Ia benar-benar sudah dipermainkan namja ini. Sialan, batin Hyemi. Sudah terhitung banyak kali Jonghyun mempermainkannya sejak dia memasuki kediaman Goo.  Sementara Hyemi terus merutuki dirinya sendiri, Jonghyun menutup mulutnya. Berusaha menahan tawa, atau paling tidak senyumannya.

Kang Hyemi… kau memang benar-benar menarik, batin Jonghyun.

***

“Sampai,” kata Jonghyun setelah memarkir mobilnya. Jonghyun pun turun mobil. Jonghyun melirik Hyemi yang belum turun-turun juga.

Jonghyun mengetuk jendela disamping hyemi. “Kenapa tidak turun? Mau kubukakan pintu?”

Hyemi menggeleng. “Pergilah duluan. Aku tidak mau terlihat seperti diantar olehmu.”

“Wae?” tanyaJonghyun.

Hyemi menatap balik Jonghyun. “Ya! Kau populer! Kau punya banyak fans! Aku tidak mau semua penggemarmu tahu kalau aku tunanganmu!”

“Ara. Ara. Tidak usah berteriak,” kata Jonghyun lalu pergi meninggalkan Hyemi.

Sejujurnya, Hyemi memang tidak mau kalau semua orang di kampus ini tahu kelima namja putra keluarga Goo ditunangkan olehnya. Yang benar saja, mereka semua begitu terkenal!Hyemi tahu itu karena teman-teman sekelasnya selalu saja membicarakan Goo bersaudara. Apalagi Jonghyun, namja itu terkenal dengan pacarnya yang selalu berganti-ganti.

Alasan lain kenapa Hyemi tidak mau terlihat bersama Jonghyun adalah karena namja itu, Kim Jonghyun, sudah membuat jantungnya seperti mencelos. Hyemi tidak mau suara detakan jantungnya yang belum mereda didengar namja itu.

Baru saja Hyemi menutup pintu mobil, hyemi sadar akan sesuatu.

“Aishi. Jonghyun lupa kunci mobilnya!” seru Hyemi pada dirinya sendiri.

***

            Jonghyun baru selesai latihan basket sore itu. Saat sedang istirahat, Jonghyun melihat sosok seorang yeoja yang melintasi pinggir lapangan. Jonghyun sudah sangat hapal dengan sosok itu. Seorang yeoja yang tidak begitu tinggi dengan rambut panjang hitam lurus berponi. Jonghyun pun mempercepat langkahnya menuju yeoja itu.

Brak!

Jonghyun sengaja menabrak yeoja itu membuat yeoja itu meringis pelan. Jonghyun mengulurkan tangannya. “Mianhae. Mari kubantu.”

Yeoja itu menatap namja yang menabraknya. Setelah mengenali bahwa Jonghyun-lah yang menabraknya, yeoja itu mengganti pose wajah. Kali ini lebih cemberut.

“Tujuh kali kau menabrakku dalam bulan ini,” kata yeoja itu sinis. “Kau sengaja?”

Jonghyun tertawa. “Memangnya terlihat seperti disengaja?”

Yeoja itu mendengus. “Ne. Sangat seperti disengaja. ngomong-ngomong… mana yeojamu?”

“Yeoja? Yeoja siapa, Shin Min mi?” tanya Jonghyun pada Min mi, nama yeoja itu.

“Pacarmu. Seminggu lalu aku melihatmu bersama yeoja berambut panjang dan berkulit putih itu. siapa namanya?” tanya Minmi.

“Se Kyung,” jawab Jonghyun.

“Ya terserah. Yeojamu terlalu banyak,” kata Minmi bersiap untuk pergi. “Tidak ada lagi urusan lain setelah sengaja menabrakku?”

“Sinis sekali,” kata Jonghyun. “Sehari saja, bisakah kau tidak bersikap dingin begini?  Memangnya aku salah apa?”

“YA! KIM JONGHYUN!” panggil Hyemi dari belakang membuat Jonghyun berbalik kearah yeoja itu. Minmi mengintip sedikit dibalik punggung Jonghyun.

“Kenapa mencariku? Kangen?” tanya Jonghyun saat Hyemi tiba didepannya. Hyemi mengatur nafasnya setelah berlari tadi.

“Huh? Kangen??” tanya Hyemi sambil mendengus. “Kunci mobil anda tertinggal tadi pagi, Tuan Jonghyun,” kata Hyemi sambil menenkankan kata ‘kunci mobil’ dan ‘Tuan Jonghyun’.

“Yeoja baru lagi?” tanya Minmi tiba-tiba dari belakang Jonghyun membuat Jonghyun sadar bahwa yeoja itu masih ada. Tiba-tiba otak Jonghyun mendapat ide.

“Mana kunciku?”tanya Jonghyun pada Hyemi dan tidak memperdulikan pertanyaan Minmi barusan.

“Ini,” kata Hyemi sambil menaruh kunci mobil Jonghyun ditangannya. Saat Hyemi menaruh kunci itu, Jonghyun menangkap tangan Hyemi dan menariknya hingga Hyemi sudah berada dipelukan Jonghyun.

“YA!” pekik Hyemi di dada Jonghyun sambil memukul Jonghyun. Semua orang yang ada dilapangan basket kompak memperhatikan mereka dan Minmi hanya bisa menganga.

“Kau tadi bertanya apa? Dia yeojaku?” tanya Jonghyun pada Minmi. Minmi hanya mengangguk.  “Ne. Dia yeojaku. Tepatnya, TUNANGANKU.”

Minmi membulatkan mata. Beberapa orang disekitar mereka mulai menjamkan telinga, berusaha mendengar lebih jauh lagi. Playboy seperti Jonghyun telah bertunangan? Dan siapa yeoja ini?

“Terkejut?” tanya Jonghyun pada Minmi dan masih berusaha menenangkan Hyemi yang tidak kunjung tenang di pelukannya.

“Tu-tunangan?” tanya Minmi terbata. Ia memang sudah terbiasa melihat Jonghyun berganti-ganti yeojachingu tapi kalau sampai bertunangan… Minmi belum pernah mendengar hal fantastis seperti itu dari seorang Jonghyun.

“Ne. Tunangan. Artinya, kami akan menikah,” kata Jonghyun santai. Hyemi menatap Jonghyun, cih, batin Hyemi. Ia melihat Jonghyun menyeringai tapi kenapa yeoja bernama Shin Minmi ini tidak melihatnya?

“O-oh? Chu-chukkae…” kata Minmi terbata. “Aku ada urusan. Annyeong,” kata Minmi dan mulai melangkah pergi.

“AAAAAAAAAHH!!!” pekik Jonghyun karena Hyemi menginjak kakinya. Hyemi pun melepaskan diri dari pelukan Jonghyun dan berteriak lantang pada Minmi. “KAMI TIDAK TUNANGAN EOONNN—AAAHH!!!”

Belum sempat Hyemi menyelesaikan kalimatnya, Jonghyun sudah membekap mulutnya lagi.

“APA YANG KAU LAKUKAN KIM JONGHYUN?” tanya Hyemi berusaha agar amarahnya tidak melampaui batas setelah Jonghyun melepaskan bekapannya.

“Aku hanya mengatakan hal yang benar terjadi,” kata Jonghyun santai. “SEMUANYA DENGAR!” teriak Jonghyun dari pinggir lapangan membuat semua mata tertuju kearahnya. “Apa yang kalian dengar memang benar! Aku, Kim Jonghyun, telah bertunangan dengan yeoja ini,” sambung Jonghyun lalu menaruh tangannya dipinggang Hyemi dan menarik tubuh Hyemi merapat ketubuhnya membuat Hyemi berdebar.

“YA!!!” seru Hyemi lalu menginjak kaki Jonghyun sekali lagi kemudian pergi.

“Dia hanya pemalu,” kata Jonghyun pada semua orang.

***

            Hyemi tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Jonghyun padanya hari ini. Gila, benar-benar gila. Sekarang beban Hyemi bertambah satu, fans-fans Jonghyun yang akan segera menginterogasinya.

BRAK!

Pintu toilet wanita tempat Hyemi berada sekarang dibuka paksa oleh sekelompok yeoja. Hyemi mendengus. Bahkan tidak sampai 20 menit, penggemar Jonghyun sudah datang menemuinya.

“Jadi ini tunangan Jonghyun oppa?” ujar Jessica, yang tampak seperti pemimpin sambil memperhatikan Hyemi dari atas kebawah. “JELEK!” serunya lagi.

“Kau benar-benar tunagannya atau hanya satu dari sekian yeoja yang dipacarinya?” tanya Hyoyeon, yeoja yang lain.

“Tunangan ataupun bukan, dia harus diberi pelajaran! Ambil air dan siramkan ketubuhnya! Yang lain, tahan tubuhnya!” perintah Jessica membuat Hyemi bergerak pergi tapi ditahan oleh tiga yeoja . Ketiga yeoja itu menahan tubuh Hyemi yang terus meronta-ronta dan mendorongnya ke sudut.

“Ini airnya,” kata Yuri, yeoja lain yang membawa seember air. “Sudah Kuberi es batu.”

“Bagus! Siram dia sekarang!” kata Jessica itu lagi sambil mengunci pintu toilet.

“YA!!! JANGAN LAKUKAN INI!!!” pekik Hyemi tapi terlambat. Siraman air dingin sudah membasahi seluruh tubuh Hyemi. “YAAAAA!! TOLONG!!! JEBAL!!!”

“Kau masih beruntung kami hanya melakukan hal seringan ini! Mulai sekarang, jauhi Jonghyun oppa atau kau akan mendapatkan lebih dari inI!” seru Jessica lalu menyuruh teman-temannya pergi. “Ayo pergi! Jangan sampai ada yang melihat kita!”

Sementara itu, Hyemi terduduk lemas dipojok kamar mandi. Hyemi berusaha untuk berdiri, tapi kakinya terlalu dingin sehabis disiram tadi membuatnya terjatuh kembali. Hyemi mendekap blazer seragamnya yang basah. Mulut Hyemi bergemeletuk karena kedinginan. Saat ini adalah musim gugur. Angin Seoul sangatlah dingin menambah rasa dingin pada tubuh Hyemi yang basah.

“Jebaaalllll…” seru hyemi pelan.

***

            Minho tidak ikut latihan basket sore itu karena dosennya memajukan jadwal kuis. Sekarang Minho berjalan santai bersama Key yang juga mengikuti kuis tadi.

“Kau pulang sendiri kan?” tanya Key pada saudara tirinya itu.

“Ne. Motorku sudah bagus sejak minggu lalu,” kata Minho lalu berlari kearah parkiran motor sedangkan Key ke parkiran mobil.

Tiba-tiba Minho berfikir sesuatu. Ia bermaksud untuk mengantar Hyemi pulang kalau Hyemi masih ada kuliah. Pasti saudara-saudaranya sudah pulang lebih dulu. Minho pun mengeluarkan ponsel dan menelepon nomor Hyemi. Lama… akhirnya panggilan Minho diangkat.

“Yeoboseyo?” sapa Minho tapi tidak ada balasan suara di seberang telepon.

“Je…. je… bal…. tolong….” terdengar suara Hyemi terbata-bata membuat Minho membulatkan mata. Hyemi? Dia… kenapa??

“HYEMI! Wae??? Musun irisseoseo??? Kau dimana???” tanya Minho yang mulai panik tingkat tinggi.

“T-toilet…” kata Hyemi dengan suara lemah.

Minho makin gusar. “Toilet?! Toilet dimana???”

TIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTT………….

Sambungan terputus. “AISH!” umpat Minho sambil menendang ban motornya. Minho menutup flap ponselnya dengan keras lalu melirik arlojinya. sudah hampir malam.

“Aku harus mencarinya cepat,” kata Minho lalu bergegas kembali masuk ke area kampus.

***

            “HYEMI!!” pekik Minho begitu melihat Hyemi tergeletak lemas sambil mendekap erat blazer seragamnya. Minho sudah berkeliling mencari Hyemi disemua toilet yang ada dan ini merupakan toilet ke delapan yang didatanginya.

“OMO!” kata Minho begitu menyentuh lengan Hyemi. Tubuh yeoja itu sangat dingin.

Tanpa membuang waku lagi, Minho membuka jaket kulitnya lalu memakaikannya ditubuh Hyemi. Minho membalikkan tubuhnya dan mengangkat Hyemi di punggungnya. Minho bergidik pelan begitu tubuh Hyemi menempel dipunggungnya. Tubuhnya sangat dingin. Minho merasa seperti menggendong balok es.

Minho pun menggendong Hyemi dan membawanya pulang diatas motornya.

***

            Minho berjalan membawa masuk Hyemi ke kamarnya. Saat mencapai tangga, Minho bertemu dengan Jonghyun dan Key membuat kedua namja itu cemas melihat keadaan Hyemi.

“Mana nenek?” tanya Minho pada keduanya. “Nenek pergi tadi sore ke Australia mengurus hotel,” jawab Jonghyun tanpa beralih dari Hyemi.

“Hyemi? Minho! Dia kenapa??” tanya Key lalu menyentuh dahi Hyemi. “OMO! Ini manusia atau balok es?!”

Minho menghela nafas panjang lalu menatap Jonghyun. “Kurasa Jonghyun hyung lebih tahu alasannya.”

Selesai berkata, Minho pun meneruskan perjalanannya membawa Hyemi ke kamarnya meninggalkan Key yang menatap kakaknya.

“Aku tidak tahu apapun,” kata Jonghyun.

***

            Minho duduk menghadap Hyemi yang masih belum sadar. Minho ingat, ia sangat panik begitu mendengar suara Hyemi ditelepon. Minho langsung tahu pelaku semua ini adalah penggemar Jonghyun yang tidak terima idolanya sudah bertunangan. Minho mendengar hal itu dari rekan tim basketnya yang memberitahunya soal peristiwa pengakuan pertunangan oleh Jonghyun dihadapan semua orang saat Minho tidak ikut latihan.

Minho mendesah panjang. “Hyung benar-benar tidak berfikir panjang.”

Minho terus memperhatikan wajah Hyemi yang makin lama semakin terlihat seperti ibunya. Mendadak Minho teringat lagi seorang yeoja yang pernah dikatakan mirip dengannya.

Minho menatap Hyemi dalam. Park Ririn… Tiba-tiba nama yeoja itu terlintas dibenak Minho. Dan entah apa yang menggerakkan, Minho mendekatkan wajahnya ke wajah hyemi. Minho menelusuri setiap inchi wajah Hyemi. Matanya… Hidungnya… sampai ke bibir gadis itu. Minho menarik ujung rambutnya. Kenapa ia malah teringat yeoja itu?

Tapi pikiran Minho sudah dipenuhi oleh bayangan yeoja itu. Dan… Minho menempelkan bibirnya ke bibir Hyemi. Minho bisa merasakan bibir Hyemi. Rasa strawberry yang manis. Baru saja Minho menggerakkan lidahnya untuk menelusuri lebih dalam lagi, Hyemi bergerak sedikit membuat Minho sadar dan menarik wajahnya.

Apa yang aku lakukan?!! batin Minho. Choi Minho! Sadarlah! Dia adalah Kang Hyemi bukan Park Ririn!! batin Minho.

CKLEK.

Pintu kamar Hyemi terbuka dan Key masuk diikuti Jonghyun dan Taemin. Ketiganya duduk, dan tidak berkata apa-apa. Dalam hati, Minho bersyukur karena tadi ia cepat sadar sebelum mencium Hyemi lebih jauh jadi semua orang tidak melihatnya barusan.

“Aku tahu, aku salah,” kata Jonghyun memecah keheningan. “Aku… mianhae. Jeongmal mianhae,” kata Jonghyun kepada Hyemi yang masih belum sadar.

“Bagaimana kalau kita semua tidur disini untuk menjaganya?” usul Taemin diikuti anggukan oleh semuanya.

***

            Pukul 2 malam. Jinki melangkah ke kamar Hyemi dan membuka pintunya. Jinki berjalan perlahan diantara semua adik-adiknya yang tertidur dilantai samping kiri dan kanan ranjang Hyemi. Jinki melangkah mendekati Hyemi lalu duduk ditepi tempat tidur. Jinki menjulurkan tangannya dan mengusap pipi Hyemi pelan.

“Aigo… sifat kalian benar-benar mirip,” kata Jinki pelan hampir tak terdengar. “Seharusnya kau ikut denganku. Bukan dengan Jonghyun.”

***

            Hyemi menggerakkan ujung jarinya dan hal itu tertangkap oleh Taemin.

“Ya hyung! Ireona (bangun)!! Hyemi sudah sadar!” seru Taemin dan saat semuanya sudah bangun dan mengelilingi Hyemi, yeoja itu sudah 100% membuka matanya.

Keempat namja itupun menghela nafas lega.

“Hyemi-ah… kau butuh apa? Akan kuambilkan,” tawar Taemin lembut.

“Akan kubuatkan bubur,” kata Key yang langsung membuat inisiatif dan melesat ke dapur.

“Kubantu,” kata Jonghyun lalu mengikuti Key.

“Akan kuambilkan air hangat,” kata Minho dan ikut pergi. Kini tinggal Taemin dan Hyemi yang masih pusing.

“Aku…”

“Kau sudah dirumah, Hyemi…” kata Taemin pelan. “Maafkan kami yang tidak menjagamu dengan baik. Kau di bully penggemar Jonghyun hyung. Ingat?”

“Ara..” kata Hyemi pelan.

Taemin tersenyum lembut. “Maafkan aku juga yang selalu tidak ada ketika kau menelepon untuk diantar pulang.”

“Gwaenchanha…” jawab Hyemi sambil tersenyum. “Kepalaku pusing sekali.”

“Tidurlah lagi,” kata Taemin dan Hyemi mengangguk mengiyakan. Hyemi pun kembali tertidur.

CKLEK. Pintu kamar Hyemi terbuka dan Jinki datang menghampiri Taemin dan Hyemi.

“Sudah sadar?” tanya Jinki dan Taemin hanya mengangguk. “Kalian semua perhatian sekali padanya. Padahal tidak ada satupun dari kalian yang menyetujui perjodohan ataupun menyukainya,” kata Jinki lagi.

“Aku melihatnya hyung,” kata Taemin tiba-tiba.

“Melihat apa?”

“Semalam kau kemari kan?” kata Taemin membuat Jinki menatapnya. “Dan… Hyung… Jangan melihat sifat Hyemi sama seperti noona. Sifat mereka tidak mirip dan Hyemi pasti tidak akan suka.”

Jinki mendengus. “Kau mendengarnya rupanya…”

“Kau malah yang paling mengkhawatirkannya,” kata Taemin sambil meraih tangan lentik Hyemi. Jinki melirik.

“Mulai sekarang, setuju atau tidak dengan perjodohan itu, aku yang akan melindungi Hyemi,” kata Taemin.

***

            “Makan pagi datang,” kata Key begitu masuk ke kamar Hyemi.

“Bubur lagi?”

“Shiroh.”

“Ya! Kau seharusnya bersyukur karena aku membuatkannya untukmu! Malah enak lagi…”

“Aku tidak memintamu membuatkannya.”

“Ya! Kau sudah memakan bubur buatanku selama dua hari terakhir tapi kau malah bilang begitu?? Dasar yeoja kampung. Tak ada rasa terima kasih!”

“YA! Katakan sekali lagi, Kim Ki Bum!”

“Aku keluar!” kata Key yang sudah jengkel setengah mati kemudian keluar kamar. Key sempat melihat jinki yang baru mau masuk kekamar Hyemi.

“Sudah baikan?” tanya Jinki lembut. “Seharusnya begitu. Tapi karena namja sok tadi, baikannya tidak jadi,” jawab Hyemi agak ketus.

“Jadi belum baikan… Padahal aku mau mengajakmu melihat showcase Taemin,” kata Jinki dan Hyemi mulai tertarik.

“Jinjja(benarkah)? Taemin ikut showcase? Dia bisa bernyanyi?”

“Ne. Dia sangat berbakat. Ini showcase pertamanya. Bagaimana?”

“Ayo!.”

TBC

(Jangan lupa kritik, comment dan voting couple-nya (pengennya Hyemi sama siapa). voting terbanyak maka seperti itulah endingnya^^ thank you for reading and say no to plagiat^^)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

110 thoughts on “Egoistic Marriage: Jonghyun’s Confession (IV)”

  1. tuh, kan, Minho aja udh nyuci first kiss nya Hyemi.
    Udah, Minho Hyemi couple dah
    Jd inget It Start with a Kiss by Mamotho…
    HOMI Couple…. Tp yg ini versi kalemnya….

  2. tuh, kan, Minho aja udh nyuri first kiss nya Hyemi.
    Udah, Minho Hyemi couple dah
    Jd inget It Start with a Kiss by Mamotho…
    HOMI Couple…. Tp yg ini versi kalemnya….

  3. HyeMi sepertinya tertarik pada TaeMin sejak dulu sepertinya. Hampir setiap chap, TaeMin hanya muncul sebagai orang yang ingin ditemui HyeMi
    Kerennya mendapatkan TaeMin

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s