Hey, Can You See My Heart – Part 13 [END]

Title    : Hey, Can You See My Heart  part 13 END

Cast    : Choi Minho, Kim Jong Eun, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Lee Yoora, Park RaeNa

Support cast : Yong Junhyung (beast)

Genre : Romance

Rate    : PG15

Author: Mutiaadha

 

Yong Junhyung tertegun mendengar apa yang baru saja dokter itu katakan padanya. Matanya terbelalak dan nafasnya terasa sesak, ia benar-benar menginginkan apa yang ia dengar barusan hanyalah sebuah mimpi, bahan lelucon atau apapun yang jelas bukan sebuah fakta yang ada. Ia benar-benar menginginkan hal semacam itu terjadi saat ini.

Ia tidak pernah menyangka kalau sakit kepala yang menyerangnya akhir-akhir ini adalah sesuatu yang sangat serius, karena sebelumnya ia berpikir kalau itu hanya sakit kepala biasa, bukan sebuah penyakit yang gegar otak yang kini sudah cukup parah menyerang kepalanya dengan ganas.

“Uisa seosengnim, tapi anda benar-benar yakin jika saya gegar otak?” tanya Junhyung sekali lagi untuk memastikan.

“Ne, ada pendarahan disekitar kepala anda, belum begitu parah tapi cukup membahayakan. Apakah anda tidak sadar akan hal ini, Junhyung-ssi”

Junhyung menggeleng. “Ani, aku pikir hanya sakit migran biasa!”

“Mungkin kau lupa kalau kau pernah terbentur sebelumnya?”

Junhyung mencoba mengingat-ingat apa yang menyebabkan hal ini. Apakah ia pernah mengalami benturan keras sebelumnya? Rasanya iya. Tetapi dimana dan karena apa?

AHH

Junhyung ingat sekarang. Ia pernah terbentur balkon apartement Kibum ketika menghalangi Jonghyun masuk. Ia ingat betul bagaimana kepalanya di dorong hinga membentur tiang besi oleh Jonghyun. Ia juga ingat bagaimana proses perkelahian antara ia dan Jonghyun waktu itu.

“Lalu, apakah bisa dioprasi atau diobati?” tanya Junhyung kemudian. Dokter itu menggeleng yang semakin membuat harapannya pupus saat itu juga.

“Untuk oprasi risikonya besar. Memang seharusnya oprasi itu dilakukan untuk mencegah penyebaran darah ke seluruh otak, tetapi saya takut jika itu akan mengambil sebagian dari memori ingatan anda!”

“Maksud dokter, saya akan hilang ingatan?!”

“Ne atau cacat hidup dari efek oprasi itu. Sekarang tinggal saya serahkan pada Junhyung-ssi, apakah anda siap menerima konsekuensi yang akan terjadi jika anda melakukan oprasi?”

Sejenak Junhyung berpikir keras. Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya saat ini. Andai saja Kim Jonghyun tidak berkelahi dengannya, andai saja ia tidak terbentur oleh tiang besi waktu itu, tidak mungkin ia seperti sekarang ini. Ini semua memang karena Kim Jonghyun, ini semua karena nappeun namja itu. Ya, sekarang Junhyung tau apa yang harus ia lakukan pada seorang namja bernama Kim Jonghyun itu.

***

Taemin menatap seorang namja dihadapannya itu dengan tatapan sinis, ia tidak mengerti kenapa Jong Eun dan Jonghyun hyung masih bersedia menerima namja itu setelah ia menabrak Jong Eun dengan sengaja beberapa waktu yang lalu. Tapi jika mereka yakin kalau namja itu sudah berubah dan mereka juga sudah melupakan semuanya, Taemin bisa apa lagi? Bukankah semua orang seharusnya juga seperti itu, saling memaafkan?

Ia tidak menyangka kepergiannya tiga hari ke Belgia membuat ia menjadi ketingalan banyak hal. Mulai dari kecelakaan Jong Eun, kembalinya Key sampai perginya Rae Na.

Syukurlah yeoja itu sudah pergi meninggalkan Korea, mungkin akhirnya ia sadar kalau apa yang selama ini dilakukannya adalah salah. Tapi jika yeoja itu pergi, mungkinkah Minho akan kembali pada Jong Eun?

Taemin menatap Jong Eun yang kini sedang tertawa mendengar beberapa lelucon yang dilontarkan oleh Jonghyun dan Kibum, ia takut kalau hal itu benar akan terjadi, ia takut jika Minho benar-benar memintanya untuk kembali padanya.

Dipandangi lagi wajah Jong Eun yang kini terlihat sedang tertawa mendengar beberapa lelucon yang dilontarkan Jonghyun. Taemin termenung, entah sampai kapan ia akan seperti ini, membiarkan perasaannya terus seperti ini tanpa pernah berusaha mengatakannya.

“Taemin~ah!!! Apa yang sedang kau lihat?!!” tanya Jonghyun dengan tatapan tajamnya. Taemin tahu namja itu pasti menangkap basah Taemin ketika sedang melihat kearah dongsaengnya.

“Ani” Taemin menggeleng pelan, tapi kemudian Jonghyun mendekatkan wajahnya ke telinga Taemin untuk membisikan sesuatu.

“Kau sedang tidak memikirkan hal kotor tentang dongsaengku kan?” tuduh Jonghyun yang langsung membuat mata Taemin terbelalak.

“YA! Andwaeyo!” Taemin menggeleng. Apa-apaan Jonghyun hyung ini, memangnya Taemin namja mesum yang suka berpikir macam-macam. “Aku tidak seperti itu, hyung!”

Taemin mengerucutkan bibirnya sambil kemudian pergi keluar meninggalkan Jonghyun, Jong Eun dan Kibum. Ia memutuskan untuk bersandar dipinggiran balkon taman belakang rumah Jong Eun, memandngi beberapa bintang yang kini bersinar dilangit. Taemin paling suka tempat ini dimalam hari, karena dari sini semuanya terlihat begitu nyata dan indah.

“Taemin~ah!” belum begitu lama Taemin berada ditempat itu, tiba-tiba saja Jong Eun sudah datang menghampirinya. Taemin menelan ludah menginggat kata-kata Jonghyun di ruang makan tadi. Entah mengapa saat ini Taemin malah terpengaruh dengan kata-kata itu, entah mengapa saat ini otak Taemin jadi memikirkan yang tidak-tidak tentang Jong Eun.

Taemin menggeleng pelan. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, mengapa tiba-tiba saja ia jadi begitu gugup ketika melihat Jong Eun mengenakan T-shirt tipis lengan panjang yang menunjukan lekuk indah tubuhnya ini dan celana hot pans super pendek yang biasa dikenakannya. Padahal sebelumnya Taemin tidak pernah merasa seperti ini sekalipun Jong Eun mengenakan bikini seperti waktu mereka liburan ke pantai beberapa waktu yang lalu.

“Kau kenapa keluar? Apa Jjong oppa membisikan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?” tanya Jong Eun ketika ia sudah berada tepat disamping Taemin

Taemin menggeleng pelan, mencoba fokus pada dirinya sendiri, tapi nyatanya tidak bisa. Taemin masih terus merasa gugup ketika berada disamping Jong Eun, padahal ia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Benarkah ia telah benar-benar memandang Jong Eun sebagai seorang yeoja?

“Kau tidak dingin?” Taemin meringis pelan. Haish kenapa ia bisa bertanya seperti itu?

“Lumayan dingin, tapi ini kan musim panas jadi tidak apa-apa jika berlama-lama diluar seperti ini” jawab Jong Eun sambil beralih menatap bintang di langit yang sebelumnya juga menarik perhatian Taemin.

“Haish, sebaiknya masuk saja, ini sudah malam, angin malam tidak baik untuk kesehatan!” Taemin ingin segera mengakhiri ini, ia tidak ingin berada disamping Jong Eun, setidaknya untuk hari ini saja. Tapi Jong Eun malah mencegahnya, ia menarik tangan Taemin untuk tetap berada ditempatnya.

“Disini saja, kita ngobrol banyak hal, aku kan sudah 3 hari tidak bertemu denganmu!”

Duk!

Kata-kata itu langsung membuat Taemin membeku selayaknya es di kutub. Apakah itu artinya Jong Eun merindukannya?

“YA! Kau kenapa, huh?” Jong Eun mungkin menyadari perubahan wajah Taemin, dan itu semakin membuat Taemin salah tingkah. “Apa kau merindukanku juga?!”

“Ehmmm.. sedikit!”

“Haish!” Jong Eun mencibir. “Apakah yeoja-yeoja Belgia lebih cantik sampai kau hanya merindukanku sedikit saja?!”

“Ne, mereka cantik, tapi seleraku tetap saja yeoja Korea. Haish sudahlah jangan bicarakan ini, lebih baik sekarang kita masuk!” Taemin kini kembali menarik tangan Jong Eun untuk masuk ke dalam. “Ommo.. tanganmu dingin?!”

“Gwaenchana~”

“Gwaenchana? Apanya yang baik-baik saja?! Kau pasti ke dinginan. Haish, kemari, mendekatlah!” Taemin sudah menarik Jong Eun kedalam pelukannya. Saat ini Taemin memeluk pundak Jong Eun erat sambil menumpukan dagunya diatas kepala Jong Eun.

“Ya, kenapa kau memelukku?

“Kau tidak mau?” Haish. Taemin meringis lagi. Lee Taemin pabo, sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan sih?!

“Ani, begini lebih hangat!” Sedetik setelah Jong Eun mengatakan itu, Taemin sempat tertegun, tetapi di detik berikutnya ia malah semakin mengeratkan pelukannya.

Jantung Taemin berdetak cepat, ia tahu ia gugup, tapi anehnya ia juga tidak ingin melepaskan pelukannya untuk Jong Eun.

“Taemin~ah!”

“Hmmm?”

“Apa kau sedang mencintai seseorang?”

Duk

Pertanyaan Jong Eun benar-benar mengagetkan Taemin. Sekarang, bagaimana Taemin menjawabnya? Haruskah Taemin mengakuinya sekarang? Tapi, jika Jong Eun menolaknya karena sebagian hatinya masih milik Minho bagaimana?

“Mmmh.. sebenarnya ada seorang yeoja yang menarik perhatianku..”

“Geure? Apa aku mengenalnya?” Taemin mengangguk. “Apa aku boleh tau siapa yeoja itu?”

“Belum waktunya, nanti kau juga akan mengetahuinya..” kata Taemin sambil melepaskan pelukannya. “Disini sudah semakin dingin, jadi jangan menolak lagi untuk masuk! Kajja!!!”

Mianhae Jong Eun~ah
aku rasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menyatakannya..

***

03:30

Junhyung melirik jam digital di tangannya yang sudah menunjukan waktu jam pulang sekolah Hanyoung high school. Sebentar lagi. Ia hanya tinggal menunggu sebentar lagi sebelum anak-anak Hanyoung high school keluar dari sekolah mereka, maka dengan begitu Junhyung dapat melaksanakan rencananya.

Beberapa menit kemudian anak-anak Hanyoung high school mulai berhamburan keluar sekolah, dan diantara mereka Junhyung dapat mengenali satu orang yang sejak tadi dicarinya.

Kim Jonghyun

Sepertinya sudah sangat lama ia tidak bertemu dengannya. Sepertinya sudah sangat lama sejak namja itu membuat Junhyung gegar otak seperti sekarang ini. Ternyata ia masih baik-baik saja sampai sekarang, ternyata Kibum tidak berhasil menghancurkannya.

“Kalau Key tidak berhasil membunuhnya, maka biar aku saja yang melakukannya!” seru Junhyung sambil bersiap di atas motornya. “Namja itu harus mendapatkan ganjaran yang setimpal karena telah membuatku seperti ini!”

Junhyung mengenakan helmnya. Menutup rapat kaca helmnya dan bersiap mengas motornya. Dari dalam helm, mata Junhyung terarah jelas kepada Jonghyun yang sedang mengobrol di jalanan dekat sekolahnya dengan beberapa orang temannya yang lain.

Junhyung memantapkan dirinya. Perlahan di gas kencang motornya tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya. Ia hanya tertuju pada sosok Jonghyun yang kini tinggal beberapa meter lagi dari jangkauan motornya.

“Bersiap lah Kim Jonghyun!” Junhyung semakin mengencangkan laju motornya dan…

“BRUUUUUK!!!

“AHHHHHG!!!”

Seketika terdengar suara teriakan yang menggelegar bersamaan melihat hal ini. Junhyung tersenyum tipis, misinya berhasil, ia berhasil menabrak Kim Jonghyun dan juga melindas telapak kakinya dengan roda motor. Dan itu semua sungguh membuat Junhyung senang bukan main, akhirnya ia berhasil menghancurkan orang yang sudah menghancurkan hidupnya.

Namun ketika Junhyung sedang asik tersenyum karena misi keduanya sukses lagi, dari arah berlawanan datanglah sebuah truck pengangkut buah melaju kencang kearahnya. Truck itu melaju dengan kecepatan tinggi dan dalam sekejap mata menabrak motor Junhyung yang berada tepat dihadapannya.

“BRUUUUUK!”

Seketika badan Junhyung terlempar kebadan jalan, helm yang dikenakannya menghantam keras trotoar. Mendadak darah segar mengalir dari tubuh Junhyung dan membuat orang itu tidak sadarkan diri.

Disisi lain semua orang yang menyaksikan kejadian ini hanya mampu tertegun melihat dua orang sekaligus tergeletak penuh darah di jalanan.

Jonghyun terdiam, ia bahkan merasakan seluruh syaraf ditubuhnya putus begitu saja, kakinya lemas, jantungnya berdetak sangat cepat, kedua bola matanya terbelalak seperti tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi pada dirinya. Ia memandang orang yang tergeletak dihadapannya itu dengan pandangan nanar, sebelumnya ia tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, yang Jonghyun sadar adalah ketika sebuah motor melaju dengan cepat kearahnya dan bersiap menabraknya, tetapi sepersekian detik sebelum hal itu terjadi, Jonghyun merasakan ada seseorang yang mendorongnya dan membiarkannya terjatuh disudut jalan, orang itulah yang pada akhirnya membiarkan tubuhnya sendiri tertabrak oleh motor yang tadinya berniat menabrak Jonghyun, orang itulah yang kini tergeletak berlumuran darah dengan tubuh kaku yang sama sekali tidak bergerak. Orang itu adalah seseorang bernama Choi Minho.

“Minho~ya..” Jonghyun berusaha menguncang-guncangkan tubuh Minho, tapi Minho sama sekali tidak bergerak. “Minho~ya.. Minho~ya kumohon bangun.. jebal ireona… MINHO~YA!!!”

***

Seoul National Hospital…

Jong Eun membenamkan wajahnya dalam kedua telapak tangannya. Ia tak henti-hentinya menangis sejak mendapat kabar kalau Minho kecelakan apalagi setelah berusaha menyelamatkan Jonghyun yang hampir ditabrak oleh motor. Sampai saat ini kondisi Minho sedang dalam keadaan kritis, dan Junhyung -orang yang menabraknya- tadi meninggal ditempat setelah tertabrak oleh truck besar yang melintas dihadapannya tepat setelah ia berhasil menabrak Minho.

Jonghyun, Onew, Kibum dan Taemin hanya terdiam dan terlarut dalam pikiran mereka masing-masing menunggu hasil yang akan diberikan oleh dokter yang mengurus keadaan Minho di ruang ICU. Dan diantara mereka semua yang paling terpukul atas kejadian ini adalah Jonghyun. Andaikan Minho tidak mendorongnya sebelum Junhyung menabraknya, maka saat ini Jonghyun lah yang seharusnya ada di ruang ICU itu. Seharusnya Jonghyun lah yang tergeletak lemah, yang berlumuran darah, yang tak sadarkan diri sampai saat ini.

“Uisa~” panggil Onew pelan ketika tiba-tiba saja pintu ruang ICU terbuka. Seorang dokter berpakaian serba putih dengan stetoskop yang masih menyangkut di lehernya keluar diikuti oleh dua orang suster dibelakangnya, dokter itu menghampiri mereka yang langsung berkerumun mendekati dokter itu.

“Eottokhae?” tanya Taemin pelan. Dokter itu menggeleng dan mengatakan kalau ia sudah berusaha melakukan yang terbaik. Taemin meringis pelan mendengarnya, sedang Jong Eun langsung histeris, berteriak disela-sela tangisannya yang makin menjadi-jadi.

Taemin menghampiri yeoja itu memeluknya erat, membekap tubuhnya dalam kedalam pelukan Taemin. Taemin tahu Jong Eun sangat tertekan, ia tahu kalau Jong Eun merasa sangat kehilangan Minho, ia tahu semua yang Jong Eun rasakan, Taemin mengerti semuanya karena biar bagaimanapun Minho pernah menjadi salah satu orang yang sangat berarti buat Jong Eun.

Disudut lain Jonghyun menangis dalam diam. Air matanya mengalir begitu saja membasahi kedua pipinya. Biar bagaimanapun ia tahu kalau Minho meninggal karena menolongnya. Bukankah seharusnya ia yang meninggal saat ini? Bukankah seharusnya Minho masih ada disini kalau saja ia tidak menolong Jonghyun?

Kibum terdiam. Entah bagaimana ia melukiskan perasaannya saat ini. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia memang tidak pernah mengenal Minho sebelumnya, tetapi ia tahu kalau kematian Minho ada sangkut pautnya dengan dia. Kibum tahu kalau Junhyung yang notebene adalah mantan anak buahnya ingin membalas dendam pada Jonghyun akibat kejadian kemarin, tetapi karena Minho menolong Jonghyun, Minho lah yang tertabrak saat itu.

Kibum pikir, saat ia memutuskan untuk bertaubat, semua masalah akan berakhir sampai disana, tapi nyatanya tidak. Kibum tahu, ia banyak melakukan hal-hal yang membuat Jonghyun dan orang-orang disekitarnya menderita. Haruskag Kibum meninggalkan mereka semua untuk lari dari kenyataan ini?

Sekali lagi dipandanginya Jonghyun yang sibuk menangis dan Jong Eun yang masih berada dalam pelukan Taemin sebelum akhirnya ia memutuskan sesuatu.

***

Hari ini Minho dimakamkan.  Dan hari ini juga hujan gerimis mengiringi kepergian Minho, seolah ikut menangis dalam kepedihan ini.

Jong Eun sudah lebih tenang hari ini, ia tidak menangis seperti kemarin, ia sudah lebih bisa menerima kenyataan yang ada. Taemin lah yang sejak kemarin berada disampingnya, menengkan yeoja itu, menungguinya sampai puas menangis, menemaninya sampai Jong Eun tertidur lelap. Taemin lah satu-satunya orang yang menyemangati Jong Eun saat semuanya sedang dalam keadaan seperti ini

Satu per satu orang-orang yang melayat mulai pergi, kini hanya tinggal tersisa Jong Eun, Taemin, Jonghyun, Onew, Yoora, dan beberapa keluarga Minho.
Jong Eun memandangi foto Minho yang kini tepampang disamping abunya. Ia melihat wajah tampan itu sedang tersenyum sumringah. Mungkin mulai saat ini, Jong Eun tidak akan pernah melihat senyum itu lagi, mungkin saat ini tidak akan pernah ada lagi sesosok namja berkharisma itu yang akan menjadi pusat perhatian setiap ia bermain basket. Dan mungkin, Choi Minho memang tidak akan pernah ada lagi dalam kehidupan Jong Eun, tapi ia akan selalu ada dalam hati Jong Eun

Selamat jalan, Choi Minho. Selamat menikmati tidur panjangmu…

***

2 minggu kemudian…

Jong Eun merasakan ada seseorang yang merangkul pundaknya ketika ia sedang memperhatikan gerimis dari balkon belakang rumahnya. Jong Eun langsung dapat menebak siapa orang itu, dan yup benar sekali, seorang namja yang dikenalinya bernam Taemin.

Taemin tersenyum renyah, ia kemudian menyodorkan sebuah kotak berwarna ungu kearah Jong Eun. Jong Eun mengerutkan keningnya sebelum menerima kotak itu.

“Aku harap itu dapat membuatmu tersenyum kembali setelah semua masalah ini berlalu. Bukalah~” suruh Taemin yang kemudian diiringi anggukan kepala Jong Eun.

Jong Eun terkejut ketika melihat sepasang sepatu yang saangat diinginkannya ada dalam kotak itu. Ia ingat saat ia ingin sekali membeli sepatu itu namun karena uangnya tidak cukup ia mengurungkan niatnya, dan saat ia kembali lagi untuk membelinya, sepatu itu sudah dibeli oleh orang lain. Jadi bagaimana mungkin ia tidak bahagia ketika menemukan benda itu kini ada dihadapannya.

“Aku butuh waktu dua bulan untuk menunggu benda itu diproduksi lagi, jadi kuharap kau suka Jong Eun~ah! Anggap saja ini sebagai kado ulangtahunmu yang tertunda!”

“AH TAEMIN~AH GUMAWO!” teriak Jong Eun seraya memeluk Taemin.

Taemin tersenyum mendapat perlakuan seperti itu, ia tahu kalau Jong Eun sangat senang saat ini. Akhirnya setelah dua minggu berlalu, Taemin kini dapat melihat lagi senyum dan tawa seperti itu dari seorang Kim Jong Eun.

Dua minggu memang bukanlah waktu yang singkat untuk melupakan semuanya yang terjadi, tetapi Taemin tahu kalau dua minggu cukup bagi Jong Eun untuk kembali menata semuanya.

“Jadi sekarang kau sudah tidak sedih lagi?”

Jong Eun menggeleng. “Aku sudah mengikhlaskan kepergian Minho, aku harap semoga ia dapat tempat yang terbaik disana~”

“Aku senang kau sudah kembali ceria. Ya kuharap semoga sehabis ini tidak akan ada lagi masalah-masalah yang menghadang hidup kita!”

Jong Eun mengangguk menyetujui kata-kata Taemin barusan. Ya, semoga saja~

“Ngomong-ngomong Jjong hyung kemana?”

“Mengantar Key oppa ke Daegu. Key oppa memutuskan untuk tinggal disana sekarang, entahlah kenapa ia memilih itu tapi yang jelas aku menghargai segala keputusannya”

Taemin mengangguk pelan. Ya sepertinya kehidupan mereka akan kembali normal lagi. Hanya saja sampai saat ini masih ada satu masalah yang belum pernah Taemin selesaikan. Yaitu masalah hatinya.

Ia tahu bagaimana perasaannya sekarang, ia merasa sudah benar-benar yakin akan perasaannya untuk Jong Eun, tetapi apakah hal itu baik untuk kedaan sekarang ini? Taemin tahu Minho baru saja pergi, jadi apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya?

“Taemin~ah, kau kenapa?” mungkin Jong Eun sadar kalau ada sesuatu yang aneh pada ekspersi wajahnya saat ini. Taemin menggeleng pelan sambil menatap wajah Jong Eun lekat-lekat, mengambil tangan kecil Jong Eun yang kemudian digenggamnya. Taemin memantapkan hatinya untuk mengungkapkan perasaannya saat ini, karena ia yakin kalau kesempatan itu tidak akan mungkin datang duakali.

“Saranghae~” ucap Taemin pelan tapi sukses membuat jantung Jong Eun berdetak duakali lipat dari sebelumnya.

“Mwo.. mwoya?” Jong Eun mencoba menyakinkan kembali apa yang baru saja ia dengar.

“Saranghaeyo, Kim Jong Eun!” Taemin masih menatap Jong Eun dengan tatapan yang sukses membuat Jong Eun panas dingin. “Aku tahu mungkin ini terlalu cepat, aku tahu mungkin sebagian hatimu masih tersisa untuknya, tapi aku hanya ingin kau mengetahui hatiku. Aku tidak meminta kau untuk menjawabnya sekarang, aku sunguh hanya ingin mengatakan semuanya agar tidak ada lagi hal yang mengganjal disini” Taemin menunjuk dadanya.

Jong Eun tersenyum, ia tahu namja itu tulus. Ia tahu semua itu dari sorot mata Taemin yang tak pernah berbohong.

“Nado” ucap Jong Eun yang langsung membuat Taemin terbelalak.

“Kau..?”

“Ne. Nado saranghaeyo. Aku juga memiliki perasaan yang sama sepertimu, tetapi aku takut jika perasaan ini akan merusak persahabatan kita. Aku tahu mungkin sulit menjalani ini semua karena awalnya hubungan kita terbentuk dari sebuah persahabatan. Tetapi, apa salahnya dicoba kan?”

“Jadi maksudmu, kau..”

“Ne” potong Jong Eun cepat. Taemin pun langsung memeluk yeoja itu saking senangnya. Ia tidak tahu apalagi yang dapat membuatnya bahagia daripada ini.

“Gumawo, jeongmal gumawo!” Taemin makin mengeratkan pelukannya.

Finally, you see my heart, Kim Jong Eun.

FIN

Ahh maaf jika kurang memuaskan endingnya. Aku Cuma mau ngucapin makasih yang selama ini ngikutin dari part awal *bow* maaf jika masih banyak kekurangan di sana sini, namanya jg manusia, gak ada yang sempurna kan? Sekali lagi jeongmal kamshamnida semuanya

67 thoughts on “Hey, Can You See My Heart – Part 13 [END]”

  1. Yaaa ampuuun ..
    Bener-bener tragis ..

    Kasian my minho ..
    Hiksss .. Hikkkss ..(*Nangis dipojokan ..)

    Over all aku suka banget FF ini, maaf yagh baru komment diakhir ..
    Aku langsung baca loh pas tau FF endnya baru publis .. (*Ketahuan banget menanti FF ini .. Hhaha Aku nya lebay ..)

    Author pinter banget buat plot-nya ..

    Oh ia, numpang promoted yagh ..
    Jika ada yang berminat silahkan kunjung ke http://readfanfiction.wordpress.com/
    atau ke http://fansfictionshinee.wordpress.com/

    Gomawooo ..

  2. Aaaaaaaaa!!!!!!!
    Gapapa kalo minho gak sama jong euuuun
    Tapi kenaoa harus meningggalllllll!!!
    Aaaaaa minhoyaaaa nae yeobooo :(:(:(:(
    Cieeeee taemin diterima ahahahhaha
    Baguslah happy ending
    Tapi masih gakrela minhi mati 😥
    Finally…….she knew ya setelah sekian lama ahah

  3. kyaaaa!! dikira bakal balik lagi,
    ga papa deh Jong Eun sama Taem, tapi mengapa nampyeon ku meninggal /plakk andwaeee!!!

    walaupun happy end, tapi aku merasa ini sad and. Heuuu~~
    ok, daebak author!!

  4. END?!
    And finally Taemin with Jong Eun. Minho kenapa harus meninggal? Well gpp sih, author mungkin ga tega jika ngeliat Minho nangis dipojokan saat liat Taem – Eun pacaran kekekeke *sok tauuu nih ‘_’
    daebak lah. Waiting your next ff thor!

  5. yeahh,
    akhirnya,
    taemin, perjuanganmu tdk sia2,,
    yah,
    minho kok mninggal,,
    sngguh mlang nsibmu, minho,,
    keren,,
    author daebak,,,

  6. Hikss sedihh minho na hrs prgi untk slmanyaa ..

    Tp aku seneng kok akhir na taemin yg sama jongeun .. Hehehee

    Pas liat ff ini ending jd gk tega mau baca .. Hehee
    Soal na ni slh satu ff fav aku ..

    Hehehee

    Super Nicee ff ..

  7. Huaaaaaaaaa
    Taemin taemin!!!
    Cinta banget ama taemin jongeun
    Minho pasti bahagia disana
    Ngeliat jong eun bahagia sama taemin
    Keren banget ffnyaa
    Kenapa harus fin 😥 maunya terus ada #maksa
    Ditunggu karya lainnyaa

  8. huwaaaa happy ending … meskipun ada satu org yg kurang …
    beenr2 deh setelah banyaknya konflik yg ada dlm ff ini .. akhirnya selesai …
    huwaa meski ngak rela ngak ngeliat lanjutannya lagi . but ff yg lain harus lebih2 seru ok !!
    top bgt deh …
    huwaaa kerennn …
    ngak nyangka akhirnya minho meningal … :/
    heheheh di tunggu ff yg lainnya ya .. ^^

  9. Minho, kenapa nasibmu begitu tragis?? ga nyangka minhonya malah meninggal

    please banget thor bikin sekuelnya! kan penasaran sama nasib jonghyun gimana? apa akhirnya dia nemuin yeoja baru atau apa. trus key juga. balik lagi aja ke seoul.

    jong eun sama taemin kan baru resmi pacaran tuh. jadi pengennya ada adegan2 romancenya gituu antara mereka. kan lebih unyuu #plaak! abaikan bahasa makhluk yang satu ini ^^v

    tapi memang ff ini seru kok. ga nyesel ngikutin dari awal2, hehe
    daebak thoor, fightinggg!!

    1. aduh sequel? kkk~ ga janji ya ini ajah aku nyelesain nya pas waktu aku mau UN makanya agak eror begini, tadinya ini ff gagal dan gak mau aku posting tapi karena SF3SI udah nerbitin part 1 nya, aku jd merasa bersalah kalo ga ngelanjutin~ #curhat nee gumawo udh nyempetin baca :p

  10. unnie, saya shock o_o /lebay
    tp seriusan mendingan minho-nya meninggal drpd sakit hati….
    yang bikin sedih……… knp gak ada minho’s pov thor? wkwk
    UUNNNIIEEE AUTHOR KEREN!!! FIGHTINGGG buat bikin another efef!!!~~

  11. Yah…Minho meninggal…meskipun aku ga mendukung Minho sama Jong Eun, tapi kalau soal meninggal….sedih juga…
    But, Finalli! TAEMIN-JONG EUN!!!! YEAH!

  12. Pas ke sini tau” udh part 13 aja, pdhl terakhir ku buka msh part 10…

    wah, daebakk…
    airmataku ada tuh 7 galon tuh, temen”ku ampe kabet liat aku nangis sendiri…
    FFnya dri awal main emosi nih, bentar nangis bentar ketawa…
    bikin lagi crita kya gini yh… tpi jgn Taemin lagi.. makan hati….

    GOOD FF AUTHOR …

  13. Dibalik kesulitan tetap ada kemudahan. Fanficnya bagus, taemin selalu sabar menghadapi segalanya. Minho semoga dpt tempat yg baik disana #peace . Jonghyun oppa jgn beneran jd playboy didunia nyata. Key oppa jadi orang yg lbh baik ya, ttp jd umma nya SHINee. onew oppa, yoora, dan yg lainnya gomawo udh jd sahabat yg baik. Dan buat author terima kasih udah buat fanfic ini, selalulah berkarya. kami tunggu fanfic lainnya 😀

  14. Annyeong author^^ aku readers baru.
    Aku sampe nangis2 baca part ini… Keren min FFnya^^ cuma aku minta sequel hubungan Taemin sama Jong Eun nya dong^^. Hehe, gumawo.

  15. jong eun y sama taemin akhir y n minho y meninggal q jadi seduh padahal q pendukung hubungan y minho n jong eun tp ngak pa2 deh krn minhi y meninggal kd ma taemin ja…….

  16. omigot omigot omigooot~
    FF PALING SERU dari semua yang pernah kubaca!!
    gamau tau, FF ini daebak banget ceritanyaaaaa! eh salah, authornya hebat banget bkin cerita ini!
    walaupun aku telat-bahkan telat nya hmpir setahun-tapi aku sempet2in komen dah.. 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s