{SA} Remember My Sweet Moment

{SA} Remember My Sweet Moment

Title                 :Remember My Sweet Moment

Cast                 :Minho,Taemin(Pairing 2Min)

Author             :Song Je Hee a.k.a Songhee (Salam kenal^^)

Genre              :Shounen Ai,Romance,Life

Length             :One Shoot

Rating              :PG-16

Summary         : Baru pertama saya bikin ff begini…hehe blom ahli..

                         Sebelumnya gamsahmnida dulu buat adminnya yang sudah berkenan

                         Mempublish FF ini…:D

                          Saya juga gg brmaksud bwd ngiklan lho..kekekekekey

                          Tapi emang based from iklan..hehehehe

                         O-key deh…enjoy it !!

                         Kritik dan saran silahkan koment 😀

 

Will you remember our sweet moments

And cherished them the way I do

How we spent our special moment together

How we used to share it all….

Dengan sepeda tua ini kami menyusuri jalan – jalan setapak di desa.Menikmati semilir angin sore yang menerpa tubuh kami.Sejenak kami singgah di tempat – tempat dimana dulu kami selalu menghabiskan waktu bersama.Hanya untuk sedikit bernostalgia dan membuka album kenangan masa lalu…

Minho pov

                Sudah lama aku meninggalkan tempat ini,kampung halamanku.Sudah sepuluh tahun waktu terlewat,dan kini aku kembali lagi disini.Di tempat dimana seharusnya aku berada.Menghirup udara sejuk di sore hari dan tetap semangat mengayuh sepeda tua menyusuri jalan – jalan desa yang masih sama seperti dulu saat aku masih kecil.Aku tak henti- hentinya tersenyum melihat pemandangan di sekitarku yang tak berubah sama sekali dan jujur aku senang.Aku tersenyum pada ibu-ibu petani yang berjalan di pinggir jalan membawa peralatan bertani mereka.Mereka pasti habis dari ladang,pikirku dalam hati.Lalu ada juga anak-anak yang berlarian di sepanjang jalan saling bercanda dan tertawa satu sama lain yang membuat hatiku pun merasa tenang dan damai.Namun tak ada yang lebih bisa membahagiakanku selain dia,Ya dia seorang.Dia orang yang selama ini aku rindukan saat berada di perantauan.Yang selalu menjadi spiritku untuk selalu kembali ke sini.Dan yang paling bisa membuat hidupku lebih berarti lagi.Dan saat ini orang itu berada di dekatku,duduk membonceng dengan posisi yang menghadap ke belakang dan tak henti – hentinya meniup gelembung sabun yang berpendar warna – warni.Sama seperti sepuluh tahun yang lalu,saat dia juga melakukan hal yang sama seperti ini.

“Ya Taeminnie…bisakah kau berhenti meniup gelembungmu,gelembung – gelembung ini menganggu penglihatanku”,Ucapku sambil sesekali menyingkirkan gelembung sabun yang beterbangan di depanku.

“Ya..hyung ini sangat mengasyikan…aku sudah lama tidak bermain dengan gelembung sabun selama hampir sepuluh tahun”,ia menjawab sambil tertawa kecil.

Dan jawaban polosnya ini sedikit menohok hatiku.Aku merasa sedikit bersalah karena dulu sempat meninggalkannya sendirian disini.Dan aku pun terdiam memandang lurus ke depan tanpa sedikitpun menghentikan laju sepedaku.

“Taeminnie,,apa kau senang aku kembali ke tempat ini??”,Tanyaku lembut padanya.

Sejujurnya aku mau bertanya ‘Apa kau senang aku kembali ke sisimu  lagi’ namun kuurungkan karena aku terlalu malu mengungkapkanya.

“Tentu saja hyung..Aku senang kau kembali ke tempat ini,dan jujur saja aku masih mengira ini mimpi.Kau yang tiba – tiba hadir di hadapanku.dan saat ini memboncengku dengan sepeda ini.Dan aku amat sangat bahagia mengetahui ini sebuah kenyataan..Aku seperti kembali ke masa lalu..”,Ia menyandarkan kepalanya ke punggungku dan tak meniup gelembungnya lagi.Karena aku melihat tak ada  gelembung yang beterbangan di sekeliling kami.

“Benarkah???”,jujur aku sangat senang mendengar jawabannya yang jujur dan apa adanya itu. Entah mengapa hatiku rasanya damai mendengarnya bicara bahwa ia senang dengan kehadiranku lagi.

“Ya  hyung…itu benar…”,ucapnya lagi dengan lembut.

Dan aku bisa merasakan aura ketulusannya saat ia mengucapkan itu padaku.

“Lalu kita mau kemana??”,tanyaku lagi karena dari tadi kami hanya berkeliling – keliling menyusuri jalan – jalan di sekitar desa dan belum menemukan tempat persinggahan yang tepat.

“bagaimana kalau padang ilalang?Dulu kita kan sering menghabiskan waktu di sana..”,celetuknya riang,Taemin mengangkat kepalanya dan menoleh padaku meminta persetujuan.

“Padang ilalang??Sepertinya menarik..lagian tempat itu juga bersejarah untuk kita..ok kita kesana..”,Jawabku riang.Aku dengan semangat mengayuh pedal sepeda dengan cepat dan kudengar  taemin berteriak senang saat sepeda ini melaju kencang.

Padang ilalang?Tempat yang bahkan tak pernah terlintas di pikiranku.Karena aku terlau sibuk merantau.Namun saat Taemin mengatakan ingin mengunjungi tempat itu.Aku merasakan kilasan – kilasan masa lalu melintas di kepalaku.Bahkan gambaran nyata tempat itu kembali hadir memenuhi pikiranku.Membuatku ingin mengunjunginya dan membuka lagi kenangan itu.

Setelah hampir lima belas menit mengayuh sepeda,akhirnya kami sampai di padang ilalang itu. Aku berjalan sambil menuntun sepedaku dan taemin berjalan di sampingku.Aku benar – benar tak bisa menyembunyikan rasa takjubku pada tempat ini.Bahkan ia tak berubah sama sekali. Tetap sama seperti dulu,Atmosfir udara yang kurasakan sepuluh tahun lalu masih bisa dengan jelas aku rasakan.Padang ini masih tetap seperti dulu,dengan rerumputan ilalang yang tumbuh menjulang.Pegunungan hijau di sekelilingnya,serta bunga – bunga liar yang tumbuh subur.Aku merindukannya,Aku sangat merindukan suasana ini.Suasana yang sepuluh tahun menghilang dari hidupku.Dan kini Tuhan mengijinkanku untuk merasakanya lagi.Aku berhenti sejenak di tengah padang ini.Memejamkan sejenak kedua mataku.Merasakan hangatnya semilir angin yang menerpa wajahku.

“Tempat yang aku rindukan…masih sama seperti terakhir aku melihatnya..”,aku membuka kedua mataku dan menatap sekeliling.

“Tempat ini takkan pernah sekalipun berubah…akan tetap seperti ini,karena tempat ini banyak menyimpan kenangan – kenangan yang berharga,tempat ini takkan ku biarkan berubah”, Taemin mengucapkannya dengan tatapan menerawang lalu menatapku lembut dan tersenyum. Dan aku membalas senyumnya yang tenang itu.

Kami pun berjalan menembus rerumputan ilalang yang tumbuh menjulang,dan berhenti pada bukit kecil di tengah – tengah padang yang ditumbuhi oleh bunga – bunga liar yang berwarna – warni.Kami memutuskan untuk sejenak beristirahat di bukit itu.Aku duduk di dekat bunga – bunga liar itu dan taemin di sebelahku.Aku memetik beberapa bunga liar itu dan merangkainya menjadi berbentuk lingkaran yang menyerupai mahkota.

“kau sedang apakan bunga – bunga itu hyung??”,tanya taemin heran melihatku merangkai bunga-bunga ini.

Aku hanya diam tak meresponya,masih asik merangkai bunga – bunga itu.

“Yak !!! sudah jadi!!!”,Aku berteriak senang dan memasangkan mahkota bunga rangkaianku itu ke kepala taemin,tepatnya di atas rambut kecoklatannya yang sangat halus itu.Yang panjangnya sekarang hampir sebahu.Aku baru sadar kalau sekarang rambutnya semakin memanjang dan itu sangat membuatnya cocok memakai mahkota bunga itu.Ia terlihat sangat cantik dan menawan.Meski dia itu cowok tulen tapi wajahnya sangat rupawan seperti seorang gadis.Dan itu juga mungkin yang membuatku menyukainya lebih dari sekedar sahabat.

“Kau masih terlihat cantik memakainya,sama seperti sepuluh tahun lalu…”,ucapku sambil merapikan rambutnya.Taemin hanya menatapku bengong.

Aku masih ingat sepuluh tahun yang lalu aku pernah membuatkanya mahkota bunga ini.Di tempat yang sama juga.

Sepuluh tahun yang lalu….

“Lihat !!!!kau sangat cantik memakainya..”,ucapku riang sambil menghadapkan sebuah cermin kecil di wajah taemin.

“Hha…benar juga..wajahku jadi terlihat seperti wajah seorang gadis”,ucapnya geli masih sibuk memandang ke cermin.

“Tapi tetap saja aku ini namja..”,ujar taemin dengan bibir yang sedikit mengerucut.

“Memangnya kenapa kalau kau namja??”,tanyaku cuek.

“Aneh saja aku pakai mahkota ini,,aku kan bukan putri – putri yang ada dalam dongeng”

“Tapi kau terlihat cantik dan cocok memakainya”,ujarku santai.

Dan aku bisa melihat wajah taemin merona merah setelah aku selesai berbicara.Kurasa dia malu.Dan aku sangat suka melihat wajahnya yang seperti itu.Dan pikiran jail itupun terlintas di pikiranku.HIhihi**minho’s evil laugh

“Taeminnie wajahmu memerah tuh…”,ujarku menggodanya

“hha..benarkah”,Taemin menepuk nepuk wajahnya sendiri,ia terlihat sangat panik.

Dan wajah paniknya itu membuatku ingin tertawa.

“Hahahahahaha…!!!Taeminnie kau lucu sekalii….”,akhirnya tawaku meledak dan disambut oleh bibirnya yang merengut sebal.

“Ya..hyung ini tidak lucu..”,Taemin berusaha memukulku dengan tanganya dan aku berhasil menghindarinya.

“Wee tidak kena!!!!hahahaha..”,Aku beranjak berdiri dan menjulurkan lidahku ke arahnya.Dan itu membuatnya semakin sebal.

“Hyungggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!”,Taemin berteriak kesal padaku.

“Ya taeminnie…ayo kejar aku…week”,aku pun berlari menjauhinya sambil sesekali menjulurkan lidahku.

Dan aku melihat ia bangkit dari tempat duduknya berlari mengejar ke arahku.Namun aku sangat gesit menghindarinya.

“Hyung…awas kau kalau tertangkap…!!!”,ancam taemin padaku.Ia masih berusaha mengejarku yang berlarian kesana – kemari.

Sudah hampir sejam aku bermain kejar – kejaran bersamanya dan itu membuatku capek.Aku pun menjatuhkan diriku ke rerumputan ilalang dengan posisi terlentang.Mencoba menghirup udara dan menatap langit biru.

“Taeminnie aku menyerah aku lelah…”,Ucapku saat taemin terjatuh di atas tubuhku.

“Hyung kau tertangkap…”,Ucapnya sambil tertawa.

Saat ini dia ada di atas tubuhku,wajah kami berhadapan dekat sekali mungkin hanya berjarak sekitar tiga centi-an.Dan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas.Wajahnya yang putih bersih dengan pipi yang membulat menyerupai bakpao,dua mata kecoklatan yang teduh dan juga bibir mungil berwarna merah jambu.Dia sangat cantik dan menggemaskan.membuat kedua mataku ini tak berkedip sama sekali.Kau tahu..taemin memiliki aura yang melumpuhkan.Tatapan matanya itu mencengkeram hatiku dan membuatku jatuh lebih dalam oleh pesonanya.

“Kau…mempesona…”,tanpa sadar aku mengucapkan kata itu lirih sekali dan hampir tak terdengar.

“Hha..kau bicara apa hyung??”,ucap taemin dengan wajah bingung.Ia pasti memperhatikan mulutku yang tadi menggumam tak jelas.

“Ah..oh..bu..bukan apa – apa”,ucapku sedikit tergagap,dan akupun bangkit dari posisiku. Membuat raut wajah taemin semakin bingung.

“Sudah…sore sekali,kau mau pulang tidak?”,ajakku pada taemin.Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.

Dan dia tersenyum dan mengangguk serta menerima uluran tanganku.

Kembali ke masa sekarang…

Namun sekarang aku tak menemukan wajah dengan pipi yang membulat seperti bakpao di wajahnya.Yang ada sekarang justru wajah yang sedikit lonjong dengan air muka yang menawan.Kedua bola mata kecoklatanya sedikit menyipit namun kulihat semakin meneduhkan tatapannya,dan pipinya yang dulu seperti bakpao kini menjadi pipi yang memiliki proporsi yang indah dengan semburat kemerahan yang menghiasinya.Dia sama sekali berbeda dengan yang dulu.Keseluruhan dirinya yang dulu sepertinya sudah lama menghilang dan di gantikan oleh keseluruhan yang lebih sempurna lagi.Tetapi meskipun begitu,Aura melumpuhkan dari tatapan matanya yang teduh itu masih tetap sama,tak berubah sama sekali.Dan aku menyukainya.

“Hyung…kau melamun???”,Ucap taemin sambil melambai – lambaikan tangannya ke  wajahku membuatku tersadar dari lamunanku.

“Eh…oh..hehe”,tersadar dari lamunan membuatku salah tingkah.Dan itu membuatnya mengerutkan alis dan menatapku bingung.

“Ah…nyaman sekali..”,ucapku sambil membaringkan tubuhku di atas bukit.

Hal ini membuatku sangat nyaman.Aku menatap taemin yang masih duduk dan menatapku bingung.

“Apa yang kau lakukan disitu..kemarilah tidur di sampingku”,Aku meletakkan tanganku di atas tanah menyuruhnya untuk tidur di atasnya.

Pertamanya taemin terlihat bingung,lalu kemudian tersenyum dan akhirnya membaringkan tubuhnya di sampingku.Kami menatap ke langit biru yang hari ini cerah tak berawan.Semilir angin sore masih setia berhembus dan membuat ilalang di sini bergerak ke kanan dan kiri. Membuat suasana semakin nyaman.Aku menoleh kearah taemin yang masih asik memandangi langit.Aku tersenyum melihat wajah polosnya itu.

“Tempat ini sama sekali tak berubah…tapi aku merasa kau berubah banyak ya..”,ucapku lembut padanya.

“Eh…”,Taemin menoleh padaku menatap tak mengerti.

“Kau tidak sama seperti yang dulu..”,ucapku sambil tersenyum misterius.

“Hyung…”,Taemin menatapku dengan tatapan yang penuh tanda tanya.

Aku membaringkan tubuhku,agar bisa leluasa memandang wajahnya.Dan taemin juga melakukan hal yang sama.kami berbaring berhadapan dan saling memandang dalam waktu yang cukup lama.

“Kau…semakin mengagumkan..”,ucapku sambil membelai pipinya lembut.Dan dia tersenyum lebar mendengarku berkata seperti itu.

“Benarkah??”,tanyanya sambil tertawa.

“Ne..”,jawabku mantap.

Dia mengenggam tanganku yang membelai pipinya.Meletakkanya di tengah – tengah kami.

“Hyung…”,taemin memanggilku.

“Hhmm..”,aku menatapnya lembut.

“Maukah kau berjanji padaku?”,lanjutnya.

“Berjanji apa??”

“Maukah kau berjanji..bahwa kau akan tetap sama seperti kali terakhir aku melihatmu sepuluh tahun yang lalu..”,Taemin memandang tulus kearahku,tatapan teduhnya itu seakan memintaku untuk menyetujuinya.Dan seperti biasa auranya melingkupi diriku.membuatku tak kuasa menolak permintaanya.

“Aku berjanji…”,aku mengenggam tanganya erat meyakinkannya bahwa aku akan menepati janjiku.

Dan dia pun tersenyum lebar,dan perlahan memejamkan kedua matanya.Membuatku mengikutinya.Dan kamipun tertidur di padang ilalang itu.Masih dengan posisi berbaring berhadapan dengan tangan masih saling menggenggam.

Setengah jam berlalu.Aku membuka perlahan mataku karena taemin memanggilku.Aku melihat bias cahaya matahari senja terlukis cantik di langit yang kini berubah menjadi berwarna oranye. Tanda bahwa sebentar lagi matahari akan segera terbenam.

“Hyung…aku ingin ke danau”,Taemin memintaku untuk pergi ke danau.

“Danau??”,aku tersenyum padanya.

“Ayo pergi..kesana”,Aku bangkit dari posisi berbaringku.

Taemin menyebut danau,sebuah tempat yang dulu juga sering kukunjungi.Dan aku heran bahkan aku tak melupakannya sama sekali.Dulu aku sering mengunjungi bersama kawan – kawan untuk sekedar mandi atau bermain air.Danau itu lumayan luas dan airnya pun jernih dan sejuk.Dan saat taemin mengatakan ingin kesana aku sama sekali tak menolak.Mumpung matahari belum terbenam aku takkan menyia-yiakan kesempatan ini.Tanpa basa – basi aku mengambil sepedaku dan memberikanya pada taemin.

“Eh,,,hyung”,ucapnya heran karena aku memberikan sepedaku padanya.

“Gantian aku yang bonceng…aku juga lupa jalan ke danau itu”,ujarku ngeles.

Taemin pun menerima dengan pasrah meski aku bisa melihat ekspressi penolakan dari wajahnya.

“Sudah belum hyung??”,taemin memastikan apa aku sudah tepat memboncengnya atau belum.

“Sudah..ayo jalan”,aku menepuk pelan pundaknya memberinya perintah untuk segera berjalan.

Taemin mengayuh sepedanya sekuat tenaga.Sampai hampir oleng.Aku tahu kalau tubuhku berat.Dan mungkin juga itu karena aku memboncengnya dan tubuhku pun lebih besar darinya.

“Taeminnie hati – hati…nanti ambruk”,aku berteriak padanya saat kurasakan sepeda ini oleng tak karuan.

“Ya hyung..aku sedang berusaha menyeimbangkannya..kau tahu tubuhmu sangat berat!!!”, jawabnya sambil terengah – engah dan masih berusaha mengayuh sekuat tenaga.

“haha…maaf”,ucapku dengan watados.

Dan taemin hanya meresponya dengan helaan nafas.Setelah sekian lama berusaha akhirnya sepeda ini bisa berjalan seimbang dan taemin bisa mengayuhnya dengan lebih tenang.

Kurasakan sinar mentari perlahan – lahan memudar,dan hawa yang sejuk mulai menyeruak menembus tubuh kami.Namun kami masih bersemangat mengayuh sepeda untuk pergi ke danau.

“Ahhh….dingin..”,ucapku sambil melingkarkan tanganku ke pinggang taemin.Memeluknya.

“Hyung,,,geli…ah”,Ujarnya sambil berusaha melepaskan tanganku dari pinggangnya dan membuat sepedanya kembali oleng.

“Taeminnie..kau berkonsentrasilah mengayuh..sepedanya oleng nih,,lagian aku kan tak menganggumu”,Dan aku semakin mengeratkan pelukanku di tubuhnya.

“Hhuh..hyung..”,Taemin menghela nafas pasrah dan kembali berkonsentrasi mengayuh.

Beberapa menit kemudian  kami sudah sampai di danau itu.Ku rasakan hawa dingin merasuk ke tubuh.

“Wah…masih sama seperti yang dulu..”,ucapku kagum saat melihat pemandangan di danau itu.

Di pinggir danau itu ada sebuah papan kayu apung yang digunakan untuk naik perahu.Dahulu aku biasa duduk – duduk di situ bercengkrama menikmati senja bersama teman – teman.Atau sekedar untuk mandi di situ.Aku menoleh ke arah taemin yang sedang menyetandarkan sepedanya.

“Taeminnie…”,aku memanggilnya dan mengulurkan tanganku,mengedikan kepalaku menyuruhnya untuk menggenggam tanganku.

Dan dia menurutinya.Setelah kami bergenggaman tangan aku tersenyum penuh arti padanya.Membuat kedua alisnya bertemu.

“Ayo…”,dan aku pun mengajaknya berlari ke arah papan kayu apung itu.

“Hyung apa yang kau lakukan??”,tanya taemin di sela – sela pelarian kami.

Dan aku hanya tersenyum padanya.Membuatnya semakin bingung.

“Hyung…jangan bilang kalau kita akan….!!”

“Byurrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”,

Dan tubuh kami berdua sudah terjun bebas ke danau itu.Membuat airnya muncrat kemana – mana.

“Haha…ini asik sekali..”,Ucapku girang sambil menciprat – cipratkan air kemana – mana.

“Hyungggggggggggg!!!!”,Teriak taemin.

“Kenapa??kita kan sudah lama tak mandi disini”,ujarku memberi alasan.Dan dia hanya merengut sebal.

“Kau ini!!!!kita kan sudah lama tak bersenang – senang..”,ucapku sambil mencipratkan air ke wajah taemin.

“Hyung…”,taemin pun membalas mencipratkan air ke wajahku.

Dan aku membalasnya lagi.Kami pun akhirnya saling bermain ciprat – cipratan.Dan kulihat taemin tertawa senang saat berhasil mencipratkan air tepat ke wajahku.

“Kena kau hyung…”,ujarnya sambil tertawa.

Sudah lama aku tak melihatnya tertawa sebahagia itu.Aku sangat senang melihatnya.Aku senang melihatnya tersenyum dan tertawa seperti itu.Dan itu membuatku sejenak terdiam dan tersenyum damai.

“Hyung..”,Taemin berenang mendekat kearahku dan menepuk pelan pundakku.Membuatku tersentak kaget.

“Ah..eh..ya a.ada apa??”,tanyaku gugup sambil menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

“Kau melamun lagi?”,tanyanya lembut sambil menatap kearahku.

“Hha…melamun??tidak kok,,siapa yang melamun??”,jawabku ngeles.

Dan Taemin hanya menghela nafas.

“Taeminnie..”,Aku memanggilnya lembut,dan memeluk pinggangnya.Mendekatkanya padaku.

“Ada apa..hyung??”,Kami berpandangan dekat sekali.Mata teduhnya itu menatap lurus kearah mataku.

Dan tanpa sadar aku mendaratkan bibirku di atas bibirnya.Aku menciumnya.Dan ini membuat taemin terbelalak kaget.Namun ia tak menolaknya.Aku mengisap bibir bawahnya dan menyesapnya perlahan.Kurasakan bibirnya terasa dingin,tapi aku tak peduli dan terus melumatnya.Setelah beberapa saat taemin merespon ciumanku.kami saling melumat dan kurasakan bibirku basah.Taemin memeluk pundakku erat.Dan aku masih betah menciumnya hingga beberapa menit ke depan.lalu setelah itu kami melepaskan ciuman kami.Aku menatap wajah taemin yang memerah.

“Hyung…dingin”,ucap taemin lirih sambil menatap lurus kearahku.

“Astaga…aku sampai lupa kalau kita masih di dalam danau”,pekiku sambil menepuk jidatku.

Aku bahkan lupa kalau kami masih berenang di dalam danau.Akhirnya kamipun naik dan duduk di kayu apung.Mengeringkan pakaian sebelum nanti pulang kerumah.Taemin melingkarkan lenganya ke tanganku dan menyandarkan kepalanya di bahuku.Dan aku menyandarkan kepalaku di atas kepalanya.Kami duduk melihat matahari yang akan tenggelam.Meskipun tak melihatnya dari pantai,namun pemandangan sunset di danau ini tak kalah elok dari yang dipantai.

“Hyung..aku senang kau kembali kesini lagi”,ucap taemin sambil mengeratkan pelukannya padaku.

“Aku juga senang bisa bertemu denganmu..”,ujarku sambil terkekeh.

“Kau takkan pergi lagi kan hyung??”,

“Kurasa tidak…sepertinya aku sudah menemukan tempat yang pantas untukku”,ucapku sambil tersenyum.Taemin menatapku tak mengerti.Aku tertawa geli menatapnya.

“ tempat itu adalah…di sisimu Taeminnie”,

“Hyung…”,Taemin menatapku dengan tatapan berkaca – kaca setelah mendengarku mengatakan itu.

Aku mengenggam tanganya erat.”Setiap momen yang kita lalui bersama terlalu manis untuk di tinggalkan..aku sudah memutuskan untuk berada dekat bersamamu.dan bersama mengukir kenangan – kenangan manis kita bersama”,ucapku sambil menatapnya lembut.

“Terima kasih hyung..”,Dan aku mengangguk dan mengecup kening taemin lembut.

Will you remember me the way

I remember you,will you be the same

The last time I saw you,you are the sweetest

Every moment with you is the sweetest one….

***The END***

Akhirnya selesai..hhohohonew..

Ottokhae???gaje yah??

**klo itu mah kagak usah nanya

**heeheeheechul…

Setiap liat iklan saya selalu ngebayangin 2min**curcol

Jg lupa komen – komen yah chingu,gamsahamnida 😀

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “{SA} Remember My Sweet Moment”

  1. Sweet~
    Latarnya bagus banget wwkwk, nambah kesan romantis
    Pas minho bilang “disisimu, Taeminnie” tiba-tiba kebayang minho jadi bilang “di hatimu~ :* *sumpah jadi ga lucu-_-

    Anyway, kereen:D

  2. ahahaah sebenernya klo yg perannya cewe cwo biasa .. tpi karena perannya 2min … ahahah jdi luar biasa .. ahahhahah
    rada kurang sreekk emang tapi penasaran .. ahahah
    keren thor .. katany2 itu bisa buat aku ngebayang … apalagi pendeskripsiannya .. tentang danau,padang ilalang,jalan setapak … dapet bgt feelnya ..

  3. wah dapat thor feelnya
    ah romantis banget
    tapi ada yg perlu di koreksi thor
    cara penulisannya aja sih
    selebihnya gak ada cacat
    malah bagus banget
    ah makin cinta ma 2minlisannya aja sih
    selebihnya gak ada cacat
    malah bagus banget
    ah makin cinta ma 2min

  4. kyaa…. ngebayangin kalo aku jadi taeminnya….. #dirajam key(??)# hyaaa…. bagus bagus bagus. feelnya dapet banget!! keren!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s