The Last Curse – Part 2 [END]

The Last Curse

(Butterfly’s Side Story 2 of 2)

Author: Shin Chaerin

Cast: Key (SHINee), Lee Taemin (SHINee), Onew (SHINee)

Support Cast: Choi Minho, Kim Jonghyun, Yong Mi Rae

Disclaimer: Terserah SHINee miliknya sapa, yang jelas ceritanya punya saya XD

Genre: Fantasy, Angst, Romance

Rating: PG-13

Length: Twoshot

Warning: Alur gaje, membingungkan, bikin pusing, typo, OOC, dll

A.N: Disarankan kepada reader untuk membaca ff saya yang berjudul Butterfly part 1-5 terlebih dahulu sebelum membaca ff ini, hal tsb dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman. *bow*.

Bagi yang sudah pernah baca Butterfly tapi lupa ceritanya, silakan dibaca lagi aja ok ok?

 

 

Previous story..

“Fufufu, baiklah aku mengalah, tidak kusangka kau lebih mengerikan dari Caine. Lalu apa maumu?”

“Cepat sekali kau menyerah padaku?”

“Cepat katakan apa maumu sebelum aku berubah pikiran!”

“Baiklah, seperti yang telah kukatakan tadi, aku kemari karena ingin mengadakan perjanjian denganmu”, kataku tegas.

“Perjanjian apa?”

***

Key POV

 

“Perjanjian yang sederhana saja, aku ingin klan brujah berhenti mengejar dan membunuh klan Malkavian sampai kapanpun”, jawabku. Saat ini memang itu yang aku inginkan. Bagaimanapun juga nyawaku dan Taemin sedang terancam, kami berdua jelas tidak akan mampu melawan brujah-brujah itu.

“Kalau kau tidak mau, aku bisa membunuhmu dan kau bisa tebak sendiri apa yang akan terjadi selanjutnya”, ujarku menakut-nakuti.

“Baiklah, untuk kali ini kami, kaum brujah, tidak akan melakukan tindakkan apapun. Pergilah. Jangan pernah muncul lagi di hadapan kami”, kata sang pemimpin.

Kami berdua segera pergi dari istana brujah itu, menuju kediaman kami yang baru. Rumah yang akan kami tempati sudah ada di depan mata. Dari penampilannya, rumah ini benar-benar tua. Ya, rumah ini bahkan tidak dihuni sejak 120 tahun yang lalu. Bisa dibayangkan bagaimana sosoknya?

Rumput liar setinggi rumah menutupi keberadaan rumah ini. Kami memasuki rumah itu. Debu yang amat tebal bertebaran dimana-mana.

“Hyung, kau yakin kita akan tinggal disini?” sepertinya Taemin enggan tinggal di tempat seperti ini.

“Yeah, disini aman.”

***

Sudah beberapa hari sejak aku tinggal di rumahku yang baru bersama Taemin. Selama ini aku dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terganggu oleh suatu apapun. Kurasa kaum Brujah itu sudah menepati janjinya untuk tidak mengusik klan Malkavian beserta keturunannya lagi.

Tiba-tiba aku teringat akan gadis itu. Dia sudah tidak bersama Minho. Minho sudah mati. Gadis itu.. bagaimana kabarnya ya? Menurut intuisiku, Minho sudah mengembalikan ingatan gadis itu lagi. Berarti dia sudah melupakanku.

Aku tidak mengerti tentang perasaanku sendiri padanya. Bukankah aku mencintainya? Ya, aku cinta padanya karena saat itu ia sangat berguna dan kami sangat membutuhkannya. Aku mencintainya karena aku begitu mengharapkannya untuk dapat menyelamatkan Onew hyung. Aku kembali merenung. Aku mencintainya hanya karena…Onew hyung? Sekarang, saat Onew hyung tidak ada di dunia ini, perasaan cinta itu hilang begitu saja.

Onew hyung bilang, Minho juga mencintai gadis itu. Dia bahkan rela mengkhianati saudara-saudaranya hanya demi gadis itu. Terlebih lagi Onew hyung, dia bahkan merelakan nyawanya hanya karena tidak rela jika gadis itu dijadikan sebagai tumbal.

Apa perasaan cintaku pada gadis itu berbeda dengan perasaan cinta Minho dan Onew hyung terhadap gadis itu?? Huh, lucu sekali! Minho dan Onew hyung salah, yang benar adalah perasaan cintaku, cinta karena dia berguna dan aku membutuhkannya. Untuk apa merelakan nyawa sendiri demi orang lain? Setelah dia tidak berguna lagi, dia tidak patut untuk dicintai. Bukankah begitu?

Apakah aku yang salah? Tidak! Aku tidak salah! Merekalah yang salah. Minho dan Onew hyunglah yang bodoh! Kenapa kalian berdua rela mati demi gadis itu.

Tanpa sadar air mataku mengalir. Onew hyung.. Jonghyun.. aku merindukan kalian. Aku mencintai kalian..

“Key hyung..”

“Ah, Taemin, ada apa?”

“Kau..menangis? Tidak lucu ketika ada orang yang kuat sepertimu menangis seperti ini.”

“Aku mencintaimu Taemin.” Sedangkan Taemin hanya heran mendengar kata-kataku.

“Hah? Apa aku tidak salah dengar?”

“Aku mencintaimu, Taemin.”

“Maaf hyung, tapi aku masih normal. Aku..aku..”

“Aku mencintaimu, aku mencintai kalian. Aku merindukan saat-saat kita bersama dengan Onew hyung, Jonghyun, dan.. Minho.” Aku kembali menangis. Aku sungguh bodoh dan payah. Ternyata aku tidak sekuat itu. Ternyata aku tidak setegar itu.

“Key hyung, aku mengerti perasaanmu. Aku tahu kau sangat merasa kehilangan. Tapi, semua itu takdir. Kita tidak bisa berbuat apa-apa”, ujar Taemin bijak. Aku menanggapinya dengan tersenyum rapuh.

***

Beberapa hari setelah itu, aku merasakan hawa tubuhku lebih dingin dari biasanya. Aku juga sering merasakan nyeri di sekujur tubuhku. Perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba aku jadi seperti ini.

“Ahhh!” rasa nyeri ini datang lagi, semakin lama semakin parah. Apa yang terjadi? Tubuhku kenapa bisa seperti ini?

Kudengar suara langkah tergopoh-gopoh menuju kemari. Kurasa Taemin menghampiriku karena mendengar teriakanku barusan.

“Key hyung kau kenapa?”

Posisi diriku kini sedang terduduk di lantai sambil menggigil dan merasakan nyeri di seluruh tubuh. Kemudian Taemin menghampiriku dengan wajah penuh kekhawatiran. “Key hyung..kau kenapa?”

“Eh? Bola matamu berubah hyung..”, ujar Taemin.

“A..apa?”

“Kenapa bola matamu menjadi merah? Sama seperti Onew hyung.”

Seketika aku sadar. Kutukan itu. Aku pasti terkena kutukan itu. Setelah Onew hyung mati, yang seharusnya mewarisi kutukan itu adalah Jonghyun. Tapi malah aku yang kena karena Jonghyun mati lebih dulu.

Nyeri yang kurasakan semakin menjadi-jadi. Tubuhku juga semakin menggigil.

“Taemin, aku harus pergi!” Aku tahu apa yang harus aku lakukan.

“Kau mau kemana hyung? Kau kan lagi sakit?”

“Bodoh, tidak ada vampir yang sakit. Aku mau berburu, berburu manusia.”

***

Malam hari memang waktu yang paling tepat untuk berburu. Ketika manusia lengah, ia akan dengan mudah kucabik-cabik lehernya dengan gigi taringku yang tiba-tiba muncul.

Seperti saat ini, aku melihat seorang gadis yang berpisah dengan temannya dan memilih melewati sebuah gang yang gelap dan sepi. Rasanya berdebar-debar. Bagaimana rasa darah? Apakah lezat? Apa dulu Onew hyung juga merasakan hal ini ketika pertama kali berburu?

Rasa nyeri inipun dulu dirasakan oleh Onew hyung. Mengingat Onew hyung hanya membuatku semakin terpuruk. Akan lebih baik kalau aku tidak mengingat-ingat masa lalu yang pahit seperti itu.

Tap Tap Tap

Derap langkah gadis itu menggema di sepanjang lorong gang. Hanya ada aku dan gadis mangsaku disini. Aku mulai menghampirinya. Merasa diikuti, gadis itu menoleh ke arahku kemudian berteriak.

“Kyaa! Siapa kau?! Mau apa kau mengikutiku?!” pekiknya.

Aku hanya menyeringai. Kemudian kutarik tubuhnya. Kubekap mulutnya. Kusibak rambut di sekitar bahunya, lalu kudekati pangkal lehernya.

“Akkh..to..long..”

Kuhisap darahnya perlahan-lahan hingga gadis itu mati. Ternyata rasa darah lumayan juga. Aku meninggalkan begitu saja mayat gadis itu.

Apakah gadis itu akan hidup lagi dan berubah menjadi vampir sepertiku? Huh, jangan bercanda! Mana ada yang seperti itu? Cerita konyol seperti itu hanya ada dalam cerita anak-anak. Kenyataannya, setiap manusia yang telah dihisap darahnya tidak akan hidup lagi. Kalau sudah mati ya mati.

Kurasakan tubuhku menjadi lebih hangat, walaupun suhu tubuhku masih saja lebih rendah jika dibandingkan dengan manusia. Rasa nyeri di sekujur tubuhku tadi pun perlahan-lahan berkurang, bahkan hilang.

Tapi satu manusia rasanya tidak cukup untukku. Saatnya mencari mangsa selanjutnya.

End of Key POV

***

Taemin POV

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Key hyung? Ia mendadak mengerang kesakitan, kemudian bola matanya berubah menjadi merah sama seperti Onew hyung, atau jangan-jangan kutukan itu..

“…min…Taemin.”

Aku mengarahkan padanganku ke arah suara yang menyerukan namaku. “Key hyung, sejak kapan kau disini?”

“Semenit yang lalu”, ujarnya.

“Hyung, apa kau terkena.. kutukan itu?” tanyaku ragu-ragu.

“Benar. Tadi aku memangsa 3 manusia sekaligus. Rasanya kenyang sekali. Ternyata darah manusia enak juga.”

“Hyung..kenapa kau malah menikmati kutukan ini?”

“Karena menyesalpun percuma. Aku hanya ingin menghargai dan menikmati hidupku. Apa itu salah?”

Kenapa Key hyung jadi mengerikan seperti ini?

“Kenapa Taemin?”

“Ah tidak. Hyung, apa kau akan seperti ini terus?”

“Bodoh, mana mungkin aku seperti ini terus. Aku akan mencari gadis itu dan menjadikannya sebagai tumbal. Aku tidak mau mati konyol seperti Onew hyung.”

Apa? Apa dia berniat membawa gadis itu, err maksudku Troides, kembali lagi kesini?

“Hyung… Apa yang kau maksud gadis itu adalah Troides kita yang dulu?”

“Ya. Aku akan mencarinya dan menyeretnya kesini. Rasa cintaku kini tumbuh lagi. Cinta terhadap diriku sendiri tepatnya. Aku tidak ingin mati cepat, aku masih ingin hidup lebih lama. Kau mengerti kan, Taemin?”

Aku hanya diam saja. Kalau memang benar, hhhh… buruk sekali nasib gadis itu.

“Oh iya, kau juga harus berjanji satu hal padaku. Kalau kau tidak mau bernasib sama seperti Minho, jangan menjadi orang yang melepaskan gadis itu untuk yang kedua kalinya. Mengerti?!”

Aku hanya mengangguk pasrah. Tapi kurasa gadis itu akan lebih menderita setelah ini jika dibandingkan dengan sebelumnya. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang akan menutup mata ketika orang lain menderita, tapi apa boleh buat.

End of Taemin POV

 

***

Key POV

Aku sudah terbiasa oleh rutinitasku sebagai makhluk penghisap darah yang memburu mangsanya tiap malam. Tapi aku masih tidak tenang sebelum aku bisa membawa gadis itu kesini.

Entah kenapa rasanya aku dendam sekali padanya. Gara-gara dia aku kehilangan Onew hyung-ku, gara-gara dia pula aku terkena kutukan ini. Bukankah waktu itu ia berjanji akan menjadi pengikut yang setia? Bukankah waktu itu ia kusuruh untuk tetap tinggal di kastil? Tapi kenyataannya ia malah mengkhianatiku. Aku tidak bisa memaafkannya begitu saja. Aku akan membalasnya. Ya, dia harus merasakan akibatnya karena dia sudah berani membangkang dan mengkhianatiku. Bukahkah pembalasan itu selalu lebih menyedihkan? Hahaha.. Akan kutunggu sampai saat-saat itu tiba.

***

“Key hyung, kau mau kemana?” tanya Taemin ketika aku hendak membuka pintu rumah. Semenjak kematian Onew hyung, Jonghyun dan Minho, ia menjadi jarang bicara. Ia hanya berbicara ketika sedang kutanya atau kalau ia ada perlu denganku, selebihnya ia hanya mengurung dirinya di kamar.

“Seperti biasa, mencari darah segar. Kau mau ikut denganku?” tawarku.

Ia menggeleng lalu berkata,”Aku tidak suka darah.”

“Baiklah aku berangkat. Jaga rumah baik-baik.”

End of Key POV

***

Taemin POV

 

Entah aku harus benci atau bagaimana terhadap Key hyung. Apa yang terjadi jika Key hyung mati? Apa aku yang selanjutnya akan terkena kutukan itu? Apa yang harus aku lakukan nanti ketika aku terkena kutukan itu? Hey hey  kenapa kau berbicara seolah-olah Key hyung akan mati, Taemin?

End of Taemin POV

***

Key POV

 

Beberapa hari ini, aku sama sekali tidak merasakan keberadaan gadis itu. Tidak mungkin. Tidak mungkin intuisiku berhenti bekerja.

Aku melangkahkan kakiku keluar rumah pada siang hari, meninggalkan Taemin di rumah sendirian. Toh kalau kuajak juga ia pasti menolak. Aku mencoba mencari keberuntungan hari ini. Siapa tahu intuisiku muncul tiba-tiba.

Beruntung cuaca hari ini mendung, jadi aku tidak perlu menderita terlalu lama. Entah kemana kakiku melangkah, aku sama sekali tidak punya tujuan. Aku hanya berharap intuisiku segera memberitahuku tentang keberadaan gadis itu.

Deg.

Eh? Perasaan ini..

Huh, sepertinya aku memang sedang beruntung hari ini. Hal yang kutunggu-tunggu sudah tiba. Aku segera melangkahkan kakiku secepat mungkin mengikuti kata hatiku. Mengikuti intuisiku, ketempat gadis itu berada.

***

Di tempat ini? Benarkah?

Intuisiku membawaku kembali ke tempat ini. Tempat dimana aku menemukan seorang Troides untuk pertama kali. Atap sekolah. Apakah gadis itu akan kemari?

Kita tunggu saja. Aku mengalihkan pandanganku ke arah langit. Sama seperti saat aku berada disini 5 tahun lalu, cuacanya mendung bahkan semakin lama awannya semakin gelap.

Aku kembali mengingat-ingat kejadian 5 tahun lalu, saat aku menikmati hembusan angin dan memandang langit, gadis itu dengan polosnya mendekatiku.

Aku tersadar dari lamunanku 5 tahun lalu ketika kudengar suara langkah seseorang mendekat. Itu pasti gadisku. Dengan bangga dan senyum mengembang, aku membalikkan badanku.

“Ah intuisiku tepat”, gumamku.

Aku memandangi dirinya sejenak. Ia terlihat lebih segar dari terakhir kali aku melihatnya.

“Halo, gadis cantik? Namamu Yong Mi Rae kan?” ujarku. Gadis itu mengerutkan keningnya. Ia tidak ingat padaku. Dan pasti ia bingung karena ada orang asing yang tidak ia kenal tiba-tiba menyebutkan namanya. Kemudian ia menangguk ragu-ragu.

“Perkenalkan namaku Key”, aku memperkenalkan diriku padanya sekali lagi.

Ia kembali memasang wajah heran, mungkin ia sedang mengingat-ingat tentang diriku.

Aku menatapnya dengan seksama, mencoba mencari pusat pikirannya. Ya, aku harus mengendalikan jiwanya sekali lagi.

“Apa kau mau menemaniku dan saudara-saudaraku?” ujarku sambil mengulurkan tanganku padanya. Ia hanya memandangku dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Jadilah Butterfly kami.”

Tatapan anehnya padaku seketika berubah menjadi tatapan kosong. Tanpa ragu, ia menyambut uluran tanganku.

“Takdirmu memang bersamaku gadis cantik”, ujarku seraya membelai rambutnya yang panjang.

***

“Ah, kau berhasil membawa kembali gadis itu hyung?” ujar Taemin sambil tersenyum tidak ikhlas memandangku menggendong gadisku yang tida sadarkan diri.

“Hei, kenapa tampangmu seperti itu Taemin? Kau tidak suka?”

“Bu..bukan seperti itu. Aku senang karena, dengan kehadirannya kita semua akan selamat dari kutukan itu”, sanggahnya.

“Hyung, kapan kau akan mempersembahkannya pada Caine?” tanya Taemin.

“Entahlah, yang jelas sebelum usiaku genap 250 tahun. Lagipula aku ingin menikmati saat-saat menyiksa gadis pengkhianat ini terlebih dahulu”, jawabku.

“Hyung, kau masih dendam padanya? Bunuh saja dia, tapi jangan menyiksanya.”

“Ya, aku memang masih dendam padanya. Kenapa? Kau keberatan? Asal kau tahu ya Taemin, gadis ini milikku. Masalah aku menyiksanya atau tidak, itu urusanku, bukan urusanmu.”

Aku meninggalkan Taemin yang masih menatapku dengan tatapan anehnya. Cih, aku tidak peduli dia menganggapku seperti apa. Yang jelas selama gadis ini ada di tanganku, semuanya akan baik-baik saja.

End of Key POV

***

Taemin POV

Arrgh! Berisik! Teriakan gadis itu membuatku jengah! Sejak dibawa kemari oleh Key hyung, gadis itu kembali dikurung selama berhari-hari. Cuma bedanya, sekarang Key hyung melarangku untuk menemui gadis itu.

Aish! Lagi-lagi gadis itu menjerit. Sebenarnya apa sih yang Key hyung lakukan pada gadis itu sampai ia menjerit-jerit? Apa Key hyung memukulinya? Atau Mencekiknya?

Ahh, aku tidak peduli! Bukankah Key hyung pernah bilang untuk tidak mencampuri urusannya. Lebih baik aku pura-pura tidak tahu.

Aku segera menuju kamarku sambil menutup telingaku dan mengunci kamarku. ‘Taemin, kau bukanlah tipe orang seperti Onew hyung atau Minho hyung yang nekad dan berani mengambil resiko besar’, aku mensugesti diriku sendiri. Key hyung benar. Mereka berdua memang bodoh, untuk apa merelakan nyawa sendiri untuk orang lain?

Lagi-lagi aku mendengar jeritan itu. Jeritan yang teramat pilu. Argh! Hentikan! Aku menutup telingaku rapat-rapat dengan bantal. Namun jeritan itu tetap terdengar. Sial!! Mungkin ini karena kelebihanku, makanya walau kututupi apapun, aku tetap dapat mendengar jeritan itu. Aku memiliki pendengaran yang bagus, aku dapat mendengar suara sekecil maupun sekeras apapun.

Eh? Gadis itu..berhenti berteriak. Apa Key hyung sudah selesai menyiksanya?

Seketika aku teringat akan kejadian saat aku masih kecil. Malam itu, adalah malam kematian kedua orang tuaku. Mereka dibunuh oleh Key hyung yang saat itu marah membabi buta seperti kerasukan iblis. Mereka mengerang, menjerit kesakitan dan merintih. Dan hanya aku yang dapat mendengar rintihan dan lengkingan suara mereka yang memekakkan telinga.

Selesai membunuh, dengan polosnya Key hyung menemui Onew hyung dan meminta maaf. Ia meminta maaf bukan karena menyesal telah membunuh orang tua kami, tapi ia meminta maaf karena tidak meminta izin terlebih dahulu pada Onew hyung untuk membunuh orang tua kami. Key hyung memiliki sisi yang benar-benar mengerikan.

Dan sekarang, setiap hari aku selalu mendengar gadis itu menjerit-jerit. Membuatku tidak kuat mendengarnya.

Suatu saat aku mencoba menanyakan hal ini pada Key hyung.

“Hyung, sebenarnya apa yang kau lakukan sampai gadis itu berteriak-teriak seperti itu? Err..bukan maksudku untuk mencampuri urusanmu, aku cuma penasaran saja.”

“Hahaha, aku senang sekali melihatnya merintih, menangis dan menjerit kesakitan dibawah kakiku. Kadang aku memukulinya, hm, lalu mencekiknya dan menghisap darahnya. Aku juga melakukan hal yang sama dengan saat aku membunuh Minho. Membuat sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Yah, hanya itu. Tapi entah kenapa ia malah menjerit-jerit tidak jelas. Membuatku sakit telinga saja!”

Aku hanya memandang Key hyung dengan nanar. Tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Selama ini aku tidak pernah mengetahui sosok asli Key hyung yang sebenarnya. Dan aku tidak menyangka Key hyung memiliki sifat yang benar-benar mengerikan seperti itu.

“Kau kenapa Taemin?”

“Ah..mm..tidak ada apa-apa.”

End of Taemin POV

***

Key POV

Aku memandangi gadisku yang ketakutan dan menyembunyikan dirinya dipojok ruangan. Aku menghampirinya perlahan. Badannya bergetar ketakutan. Tubuhnya penuh dengan luka. Luka gigitan yang masih belum kering di lehernya. Bekas pukulan di beberapa bagian tubuh gadis itu. Kulitnya juga lecet dibeberapa bagian. Aku tersenyum bangga melihatnya. Semua itu ulahku. Kemudian aku mencium bibirnya dan menggigitnya hingga berdarah. Ia hanya merintih kesakitan.

“Jangan menangis sayang. Aku mencintaimu”, ujarku sambil menghapus air matanya.

“Bunuh aku..bunuh aku saja..”, gumamnya.

PLAKK    PLAKK   PLAKK

Aku menampar pipi gadis itu berulang kali. “Sudah kubilang, jangan pernah bicara seperti itu! Akulah yang akan menentukan kapan kematianmu.”

Kemudian aku mencekiknya dengan keras sehingga membuatnya mengerang kesakitan. “Teruslah berteriak. Semakin kau berteriak, aku akan semakin puas.”

“…”

“Kenapa kau tidak teriak hah?!”

Aku menjambak rambutnya dan menyeretnya keluar dari kamar ini.

“Kalau kau memang ingin mati, akan aku kabulkan!”

Gadis itu masih menutup mulutnya rapat-rapat untuk tidak berteriak.

“Key hyung..”

Aku melepaskan tanganku dari rambut gadis itu. “Taemin? Ada apa?”

“Kau mau membawanya kemana hyung?”

“Aku ingin membunuhnya.”

“Kau ingin mengadakan ritual itu sekarang?”

“Ya. Aku sudah muak melihatnya. Lagipula dia bilang kalau ingin segera mati.”

“Maafkan aku hyung. Tapi kau tidak akan bisa mengadakan ritual itu kapanpun..”

“Apa maksudmu?”

 JLEB

Aku membelalakkan mataku, seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Taemin barusan.

“Ta..Taemin, kenapa?” kataku merintih.

“Aku sudah muak hyung. Aku sudah mencoba untuk bersikap acuh. Aku sudah bersikap untuk pura-pura tidak melihat dan mendengar. Tapi aku tidak bisa hyung. Aku tidak bisa hanya diam saja ketika ada orang lain menderita. Aku tidak mau mengulangi kejadian waktu itu, dimana aku tidak bisa menyelamatkan orangtuaku yang dibunuh olehmu.”

Aku masih tidak percaya apa yang diucapkannya barusan. Tubuhku lemas dan ambruk ke lantai. Taemin menikam tepat di jantungku, dengan Pisau perak, pisau khusus yang memang digunakan untuk membunuh vampir.

“Kau..uh..bagaimana..kau bisa..tau?” ujarku terbata-bata.

“Oh ini?” ujarnya sambil melirik pisau perak yang digenggamnya.

“Aku kembali ke rumah kita yang dulu beberapa hari yang lalu. Mencari tahu bagaimana cara membunuh seorang vampir. Ternyata tidak sulit, tinggal menikam tepat di jantungnya, ia akan segera mati. Aku menemukan senjata itu di ruangan Onew hyung. Pisau perak dengan tanda salib hitam.”

“Ta..Tae..min..to..long aku. Aku..mencin..taimu..Taemin..”

Ugh..Sakit..sakit sekali..Taemin tetap tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia hanya diam menatapku yang sedang sekarat.

Apa aku akan mati sekarang? Apa aku akan benar-benar mati?

Onew hyung, tolong aku..

End of Key POV

***

Taemin POV

 

JLEBB

Aku menikam jantungnya sekali lagi. Seketika Key hyung menghembuskan napas terakhirnya.

“Maafkan aku hyung.. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak melepaskannya dari penderitaan.”

Aku bangkit dan menghampiri gadis itu. Ia masih menggigil ketakutan.

“Kau baik-baik saja?” tanyaku padanya

Gadis itu menggeleng lemah. “Terima kasih..”, gumamnya lirih.

“Aku akan akan mengantarmu pulang. Ke tempat kau seharusnya berada saat ini. Rumahmu.”

“Terima kasih”, ujarnya lagi, kali ini suaranya terdengar lebih jelas.

***

Several years later…

Setelah beberapa tahun tidak bertemu, hari ini aku menemuinya..

“Kau..Taemin?”

“Halo, gadis cantik. Bagaimana kabarmu?”

“Baik..”

“Kau pasti heran karena tiba-tiba aku menemuimu, tapi aku kemari karena ingin menyampaikan suatu hal padamu.”

“Apa itu?”

“Besok adalah hari kematianku. Aku kemari karena ingin mengucapkan salam perpisahan.”

“Apa? Kenapa?”

“Setelah Key hyung mati, aku mewarisi kutukan itu darinya. Seorang Malkavian yang terkena kutukan itu, hidupnya tidak akan bertahan lama. Ia bakal mati di usianya yang ke 250 tahun.”

“Jadi..besok adalah..?”

“Benar, besok usiaku genap 250 tahun. Sebenarnya aku bisa saja hidup lebih lama dengan menjadikanmu tumbal. Tapi aku tidak mau..”

“Kenapa?”

“Kenapa? Kau ini memangnya mau kujadikan tumbal?!”

“Bu..bukan, aku hanya..kenapa kau berbeda dengan Key?”

“Aku memang berbeda dengan Key hyung. Tapi aku sama saja dengan Onew hyung dan Minho hyung, aku tidak bisa membiarkan gadis yang aku suka mati karena jiwanya dipersembahkan. Lebih baik aku yang mati. Kutukan ini akan menjadi yang terakhir. Setelah aku mati, tidak akan ada lagi kisah makhluk penghisap darah yang akan mengganggu kehidupanmu.”

Gadis itu hanya tersenyum dengan hangat.

“Hey, boleh aku menciummu?”

Belum sempat ia menjawab pertanyaanku, aku sudah menciumnya dengan lembut.

“Mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu.”

“Selamat tinggal..”, ujarnya lembut.

” Ya, Selamat tinggal gadis cantik. Jaga dirimu baik-baik. Semoga hidupmu bahagia.”

.

.

.

The End

.

.

Hah, finally kisahnya udah bener-bener tamat! Fiuh..

Walaupun semakin lama ceritanya semakin gaje dan ngaco, saya sangat berharap para reader sekalian tetap me-REVIEW FF nista saya ini.. *Bungkuk badan*

Terimakasih kepada para reader yang sudah komen, mendukung dan setia menunggu tamatnya ff ini..(emang ada yang nunggu?) I love you full~ ^^  *kiss bye* *author kumat sarapnya*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “The Last Curse – Part 2 [END]”

  1. Haaahhhhh kenapa jadi nyesek giniii T_T
    Key… Yaampunn gak nyangka dia semonster ituu
    Ngeri bangettttt
    Dan key yang bunuh orangtua Taem, hafff jahatttt
    Terus Taem, aduuhh baik sekaliiii. Pengorbanannya! *acung jempol* kkkk
    Jadi… Malkav udh bener2 abis ceritanya? Wow

    Bagus bangetttt!!! Fantasy nya super dapet! Gak geje kokk! Aku suka banget malah heheheh. Bikin lagi ya yg fantasy-fantasy gini! 😀 😀

  2. Keren keren!! Aku suka FF ini.. Liat kata vampir jadi ingat Underworld. Wkwkwk..
    Sangat sangat tragis ceritanya. Untung taemin nya baik. Key ternyata sangat kejam..

  3. Yaampunnn
    Tapi ko pas dibalikin
    Cewenya ga lupa ingatan kaya dulu?
    Terus itu taemin rela berkorban
    Sama kaya hyung hyungnya kecuali key

  4. Sedihhhh T_T
    Padahal dari awal aku berharap ada sedikit keajaiban yahhh, taunya nggak ada,
    *author : ngarang sendiri aja lu!

    daebak unnie, walaupun aku nggak rela akhirnya kayak gini…

  5. hah ??? keren banget … akhirnya .. tidak menggantung .. yaampun … key kenapa jdi jahat gitu ..
    taemin .. bener2 spechless
    ngak bisa ngomong apa2 …
    taemin .. astaga … huwaaaaa
    good job thor … ammpunnn deh …. bgus …
    aku suka jalan ceritanya … soalnya yg lalu2 ngak bisa di tebak …
    ternyata semua bakal mati .. huwaaaaa key jahat .. -_-”
    ahahah

  6. in the end, semuanya mati huaaaaa. tapi baguslah mi rae gak jadi tumbal lagi. disini key bener2 jadi kaya psikopat hiiiii. kapan2 bikin yang genrenya kaya gini lagi yah eon^^

  7. ya ampun.. aku bener-bener takut sama key..
    hwa.. keynya kejam sekali.. beda banget sama taemin dia baik sekali..
    ga nyangkan the endnya bakal kaya gini..
    semuanya mati dan troidesnya bebas lagi.. sangat adil.

    banyak thumbs deh buat author.. kapan-kapan buat lagi ya yang kaya gini.. =D

  8. Ak ga nygka klo key tnyta bgtu, ak pkir dy bnr2 cnta ma yeoja itu loh..
    Wlaupun sdh krn smua ny mnggl, tp plg ga taemin mngambl plhn yg tpt..
    Nice ff

  9. Layangkan 2 jempol ke atas ..
    Autor daebak bgt buat FF ny ..

    Aku gk nyangka mereka bkal mati semua ..

    Author buat sequel lg donx ..
    Ceritanya mereka pada reingkarnasi gt .. (*ngebujuk author sambil gelayutan ..)

  10. waaaaa ,,,,,, gag rela nich uwda berakhir …
    author ,,,, kenapa km bwt key jd sejahat ituw ???????
    hikkkzzz ,,,,,,
    tapi K E R E N lho ,,,, 8 jempol dhe bwt sang author .. *minjem jempol di tetangga*

  11. key gila.. asli beneran pengen nokok si key nih.. pdhal di butterfly udah terkagum dengan kekerenan si key yg saya kira beneran mencintai ceweknya.. ehh ternyata pas baca kata2nya……………………………………. minta disepak banget ini dia..

    ganyangka jg ternyata Onew jg baik dan cinta sama ceweknya, padahal saya kira yang jahat itu onew sama Minho.. kenapa jadi kebalikan gini *tokokkeylagi*
    akhirnya key si monster sialan itu mamfus jg hhhh *seneng,,,

    btw pengen sequel lagi dong… tentang reinkarnasi gitu tapi Key nya baik hihi

  12. Nice ending b^^d semuanya mati.ahahahahha.
    Eh, tapi itu kan pas Taemin bunuh Onew, cewenya dibalikin lagi ke asalnya kan? terus ingatannya dibalikin lagi kaya dulu kan? tapi ko pas udah beberapa taun ketemu lagi sama Taemin, dia masih inget Taemin sama Key yaa? -_-a
    Baiklah, di sini Key jahat sekaliii. Yang jahat pantas mati.ahahhaah.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s