The Lost Life Cover - with Yoona copy

The Lost Life [1.2]

Author                         : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast                   : Kim Jonghyun, Kim Kibum (Key), Jung Jessica (SNSD)

Support Cast            : Other SHINee members, Im Yoona (SNSD)

Length                          : Twoshots

Genre                             : Angst, Friendship, Horror, Mistery

Rating                             : PG-15

Summary                  : Meski hanya sekejap, ia terlanjur melihat. Tubuh yang mulai membiru, badan yang hampir remuk, serta wajah berlumuran darah yang telah membeku. Jiwanya tak lagi di sini. Hanya tersisa tubuh hampa dengan kedua bola mata tanpa sinar yang menatap kosong ke langit biru.

Inspired by                 : Manga Jepang – Psychic Detective Yakumo

Original Story by    : Ritsu Miyako

Disclaimer                    : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SM Entertainment. I’m just the owner of the story.

 Pertama nih, ada yang merasa gak asing sama latar terowongan yang aku pakai? Itu terowongan casablanca loh.. hiiiyyy.. aku aja sampai merinding pas ngedit posternya *malah jadi curcol*

Ok, cerita di FF ini aku angkat dari salah satu cerita di komik Psychic Detective Yakumo yang berjudul ‘The Dead Dark Tunnel’, rasanya bagus kalau aku buat versi FF-nya, hanya saja bahasa di FF ini aku pakai bahasaku sendiri. Mungkin ada diantara kalian yang pernah baca manga itu. Mungkin kalian sudah tahu bagaimana sebagian jalan cerita dari FF ini. Jadi, rahasiain yah dari reader yang belum tahu, hehehe.   So, happy reading! jangan lupa leave a comment dan mohon jangan bash karena pairingnya. Gomawo!

 

 

THE LOST LIFE

 

Sore itu, kumpulan awan memenuhi langit. Terpendar dalam kilau merah sinar mentari yang mulai tenggelam di ufuk barat. Kawanan gagak terlihat memenuhi cakaran langit, saling menyerukan berita satu sama lain bahwa hari ini ada lagi yang harus pulang. Beberapa nyawa harus terenggut, keluar dan terpisah dari jazad mereka.

Seseorang tengah berdiri di ujung tebing. Nafasnya menderu. Ia mendesah hebat. Apa yang baru saja dilakukannya? Air matanya tak henti-hentinya mengucur, Sesak dan dipenuhi ketakutan.

“Tidak, ini tidak boleh dibiarkan!” ia mulai meracau. “Masa depanku tak boleh hancur hanya karena ini! masih banyak yang ingin kulakukan!”

Ia meremas apa yang kini ada di dalam genggamannya. Dalam sekejap tangannya membuang benda itu ke dasar tebing setinggi 20 meter itu, berharap hal ini tak akan menjadi masalah besar. Kini ia hanya bersimpuh dengan kedua mata yang masih memandangi kedua tangannya yang dipenuhi cairan merah pekat.

***

 

Tok, tok, tok. “Jonghyun-ah, apa kau ada di dalam?” Jessica mengetuk pintu apartement Jonghyun.

“Masuk saja, pintunya tak dikunci!” terdengar suara malas seorang namja dari dalam.

Jessica meraih gagang pintu. Sekilas udara pengap menyeruak saat beberapa detik pintu terbuka.

“Astaga, Jonghyun! Kenapa kamarmu selalu seperti kapal pecah begini?” Jessica berkacak pinggang melihat tingkah sahabatnya yang arogan itu.

Sang pemilik apartement hanya memandang Jessica dengan malas dari balik selimutnya. Ia menyeringai lebar. “Taka apa-apa,” jawabnya polos. “Ada apa kau kemari, Sica?”

“Hanya membawakanmu ini,” Jessica menunjuk sekotak bubur yang ada dalam genggamannya sejak tadi.

Sebelah alis Jonghyun terangkat. Ia bangkit lalu duduk di pojok tembok. “Gomawo, yah?” ia tersenyum polos, memamerkan rambut acak-acakannya.

Jessica mendesah kecil. “Aku sudah hafal kebiasaanmu. Bangun siang tanpa siapkan makanan cadangan. Dasar payah!”

Jonghyun mulai menyendok buburnya. Makan dengan tenang dan membiarkan Jessica mengoceh sesuka hatinya. “Apa aku punya keperluan lain datang kemari?”

“Aku mau mengerjakan tugas.” Jessica mengeluarkan laptopnya. “Krystal adikku sedang kerja kelompok bersama teman-temannya di rumah. Jadi, aku berkerja di sini saja.”

“Ya sudah, kau kerjakan saja tugasmu itu. Aku mandi dulu,” celetuk Jonghyun lalu beranjak ke kamar mandi.

Kim Jonghyun dan Jung Jessica. Agenda seperti itu sudah biasa terjadi diantara mereka. Bersahabat sejak kecil telah membuat mereka seperti saudara. Dan tak aneh pula jika tingkah mereka seperti sepasang suami istri.

Sekilas mereka hanya terlihat seperti remaja biasa, namun keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Kim Jonghyun−mahasiswa tingkat 2 fakultas ilmu hukum−namja yang terkenal arogan dan tukang bolos. Jung Jessica−mahasiswa tingkat 2 fakultas kedokteran−mahasiswa teladan yang disegani karena kepintaran sekaligus sifat Ice Princess-nya. Kelebihan yang mereka miliki di luar batas nalar manusia. Sixth sense, kemampuan tersembunyi yang hanya dimiliki orang-orang terpilih. Ada yang hanya memiliki kemampuan dasar yang terasa samar, sedang yang mengundang rasa penasaran, dan tinggi yang menimbulkan penderitaan tiada akhir.

***

Jessica berpamitan pada Jonghyun. Sudah pukul lima sore, saatnya pulang dan beristirahat. “Jonghyun-ah, aku pulang dulu,”

“Sudah hampir gelap, mau aku antar?” tawar Jonghyun.

Jessica menggeleng. “Aniyo, aku mau ke mini market dulu. Aku mau naik taxi saja.”

“Oh, ya sudah. Hati-hati!”

Jessica melambaikan tangannya, tersenyum sekilas pada Jonghyun lalu mulai menyusuri jalan setapak. Jalanan sore hari mulai terlihat sepi. Udara di sekeliling semakin dingin menjelang pergantian musim. Jessica merapatkan jasnya. Ia sedikit mempercepat langkahnya, berharap ada taxi yang datang.

Tin.. Tin..! suara klakson terdengar tak jauh dari posisi Jessica. Gadis itu menoleh. Sebuah mobil van putih berhenti di sampingnya. “Ya! Kau Jessica, bukan?” tanya namja yang tengah mengendarai van itu.

Jessica mengernyitkan alisnya. “Siapa kau?”

Namja itu mendesah. “Aku teman SMA-mu, Kim Kibum. Masa kau lupa?”

“Kim Kibum?” Jessica menimbang-nimbang sejenak. “Ah, aku ingat. Kau Key, bukan?”

Namja itu mengangguk. “Iya, aku Key. Ngomong-ngomong, kau mau kemana, Sica?”

“Ke mini market, wae?”

“Mini market yang ada di jalan depan itu?” Kibum tersenyum. “Wah, aku juga mau ke sana. Mau ikut denganku, tidak?” ia menawarkan kursi di sebelahnya.

Jessica mengangguk. “Baiklah, aku ikut denganmu,” jawabnya. Tak ada salahnya menerima tawaran Kibum. Toh selama di SMA mereka cukup akrab. Jessica tahu siapa Kibum. Namja itu anak polos dan periang, jadi tak mungkin dia akan mencari kesempatan untuk berbuat macam-macam.

Kibum mulai menancap gas pelan. Dengan mulus mobil melaju membawa kedua orang tersebut menembus hari yang kian berubah menjadi gelap.

“Key, di depan ada terowongan. Kau masih ingat, kan?” Tanya Jessica, mengingatkan.

Kibum berubah canggung. Ia terlihat beberapa kali menelan ludahnya. “Err.., iya, aku masih ingat,”

“Sebaiknya kau hati-hati, di sana sering terjadi kecelakaan,” kini raut pandang Jessica ikut berubah serius.

Kibum menghela nafas pelan, seolah-olah risih dengan perkataan Jessica. “Kau ini, seolah-olah akan ada hantu saja yang datang. Jangan menakut-nakutiku, dong!”

Jessica tersenyum tipis. Memang, pada awalnya ia ingin mengajak Kibum bercanda dengan terowongan gelap yang akan mereka lewati. Namun, semua niatnya hilang begitu kedua matanya menatap terowongan yang kini tepat ada di depannya.

Kibum memperlambat laju kendaraannya. Raut wajahnya semakin tegang. Suasana begitu hening. Hanya terdengar suara gesekan ban mobil Kibum yang menggema di sepanjang dinding terowongan.

Jessica mengerutkan alisnya. Perasaannya mulai terasa tak enak. Lampu kendaraan Kibum sama sekali tak bisa menembus kegelapan di sepanjang lorong itu. Tak tahu apa yang sedang terjadi, Jessica merasakan pening mulai merambat ke kepalanya. Di tempat ini, ada orang lain, bukan hanya mereka berdua.

Tap.. tap.. tap.. suara langkah kaki terdengar di luar mobil. Meski suara mesin mobil Kibum cukup keras, suara langkah kaki itu tetap mampu merasuk ke indera pendengaran Jessica.

Kibum mengganti penerangan lampu mobilnya menjadi jarak jauh. Sebentar lagi mereka akan tiba di ujung terowongan. Oh tidak, Jessica dan Kibum baru menyadari bahaya yang menanti mereka. Kurang dari lima meter seseorang tengah menyebrang di hadapan mereka.

“KEY AWAS!!” Jessica menjerit. Ia menutup mata serta kedua telinganya.

Ckiitt!! Dengan cekatan Kibum membanting stir. Di luar batas kesadaraannya ia terus menginjakkan kaki pada rem dan berharap kecelakaan itu tak akan terjadi.

Mobil berhenti tepat di samping dinding kanan terowongan. Ribuan debu menghambur ke udara, menambah sesak dan mencekamnya keadaan.

Perlahan Jessica membuka matanya. Ia menarik nafas pelan, berusaha mengendalikan detak jantungnya yang masih memburu. “K-Key, kau baik-baik saja?” ia menatap Kibum yang masih mematung di sebelahnya.

Kibum terdiam. Kedua tangannya yang masih memegang stir seakan kaku dan mati rasa. Dengan nafas tak beraturan ia menatap Jessica, “Ne, ku-kurasa be-gitu..,” ucapnya terbata.

Jessica membuka pintu mobil. Mengetahui kondisi di dalam mobil baik-baik saja, pikirannya kini hanya tertuju pada satu hal, orang yang barusan melintas itu.

“Jessica, kau mau kemana?!”

Jessica mengabaikan teriakan Kibum. Ia bergegas keluar mobil, berharap orang  yang ditabraknya barusan baik-baik saja.

Di ujung terowongan. Sosok yang dicari Jessica ada di sana. Seorang gadis, berdiri tegak dan menghadap ke dinding.

Perlahan Jessica mendekat. Entah mengapa suasana menjadi semakin dingin. Sesuatu seperti merasuk ke hidungnya. Bau amis dan anyir.

Mianhae, kau baik-baik saja?” tanya Jessica khawatir. Melihat dari cara berpakaian gadis itu, sepertinya ia seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMA.

Perlahan gadis itu berbalik. Lemah, seolah anginpun mampu menghempasnya. Rambut sebahunya terurai dan terhempas angin malam yang terasa samar.

“Im Yoona,” Jessica membaca nametag yang dipakai gadis itu.

Tes.., sesuatu berwarna merah membasahi nametag gadis itu. Jessica menelan ludah. Sekali lagi bau amis dan anyir menyeruak masuk ke hidungnya. Perlahan ia mendongak, menatap perlahan, seperti apakah kiranya wajah gadis itu?

Cairan merah pekat itu mengucur semakin deras. Kepala gadis itu berdarah. Dengan polos cairan itu merembes ke bawah mengikuti lekuk tulang pipinya. Wajahnya kian memucat. Bola mata hitamnya menatap Jessica sayu.  Bibirnya sedikit terbuka seolah ingin berkata, namun tak satupun kata terucap darisana.

“Astaga, kau tak apa-apa?!” Jessica mulai histeris. “Ayo kita ke rumah sakit!!” ia melirik sekilas ke arah mobil Kibum. “Nanti bisa…,” perkataannya terhenti ketika cahaya lampu mobil Kibum meneranginya. Gadis itu telah raib entah kemana.

Jessica segera berlari ke arah Kibum. “Key, dimana anak SMA yang barusan berdiri di sana?”

Kibum mendesis. Tubuhnya menggigil. Ia menatap Jessica ketakutan sementara matanya mulai tergenang air. “Kau bicara apa?” ia meremas stir mobilnya. “Sejak tadi kau bicara sendirian! Mana ada anak-anak yang berkeliaran di tempat seperti ini?!” Kibum berteriak, nada bicaranya terdengar emosi sekaligus menahan takut.

Deg, gadis itu? Apakah hantu? Lalu, anak-anak? Jessica bergidik, apa yang dibicarakan Kibum barusan? Lalu, mengapa ia menjadi ketakutan seperti ini?

“Ayo, kita pulang saja, Jessica!”

***

Suasana apartement Jonghyun pagi itu bertambah ramai dengan kehadiran Kibum. Kejadian di terowongan kemarian membuat namja itu menjadi antusias untuk meminta pertolongan Jonghyun.

“Jonghyun-ssi, aku telah mendengar cerita tentang dirimu dari Jessica. Dia bilang kau punya sixth sense yang sangat hebat!” Kibum berkata sumringah. “Tolong suruh pergi hantu itu. Aku takut!”

“Aku tidak mau!” ucap Jonghyun cuek. Tetap berkonsentrasi pada bubur yang disuguhkan Jessica untuknya. “Aku tak punya hak melakukan itu. Lagipula aku bukan paranormal,”

“Ayolah, jangan dingin seperti itu!” Kibum tetap bersikeras. “Aku takut dia menggangguku!”

“Mengganggu apa?” Jonghyun masih menatap Kibum dingin. “Auramu biasa saja. Tak ada makhluk halus di sekitarmu?”

Jincca? Uwah, kalau begitu aku bisa pergi ke kampus dengan tenang sekarang!” Kibum tersenyum sumringah. “Kalau begitu aku pergi sekarang. Gomawo, Jessica, Jonghyun!”

Kibum bergegas keluar. Jessica melepas kepergian namja itu dengan senyum tipis sementara Jonghyun kembali sibuk melahap buburnya.

Suasana hening untuk sesaat. Jessica merasa ada yang aneh dengan Jonghyun. Mood-nya benar-benar terlihat buruk sekarang.

“Jonghyun-ah, kenapa kau dingin sekali pada temanku?” tanya Jessica, bingung dengan sifat Jonghyun yang tak acuh.

“Aku tidak suka padanya,” lirih Jonghyun, masih tak peduli. “Orang macam apa yang dengan mudah menyuruh orang lain untuk mengusir hantu?”

Jessica menghela nafas pelan. Ekspresi dingin Jonghyun membuat ia paham. Kemampuan indera keenam yang dimilikinya memang tak sehebat Jonghyun. Kemampuannya hanya sebatas melihat, sementara Jonghyun mampu mendengar bahkan berkomunikasi dengan mereka yang sudah mati.

“Huh, mengusir? Dia pikir apa haknya melakukan itu?” Jonghyun sedikit menekan nada bicaranya. “Seandainya dia yang berada diposisi sebagai arwah, apakah mulutnya akan bisa mengatakan hal yang sama?”

“Sudahlah, tak perlu semarah itu. Key kan hanya ingin minta tolong,” Jessica menepuk-nepuk pundak Jonghyun. “Err, ngomong-ngomong soal arwah, mau membantuku mencari tahu tentang arwah anak SMA yang aku temui kemarin, tidak?” tanyanya, sedikit ragu-ragu. “Aku rasa anak itu benar-benar ingin menyampaikan sesuatu…,”

“Huh.., dasar tukang ikut campur!” Jonghyun menatap Jessica seolah berkata ‘lalu kau mau apa setelah itu?’

“Aku hanya kasihan saja melihat keadaannya,” aku Jessica. “Lagipula terowongan itu memang tempat yang menarik,”

“Kau ini mau menolong orang atau mau main-main?” Jonghyun beranjak dari tempat duduknya, beralih mengambil jaket dan kunci mobilnya.

Jessica hanya tersenyum tipis. Seburuk apapun mood Jonghyun, namja itu selalu punya waktu untuk menggubris permintaannya.

***

Jonghyun mengendarai mobilnya dengan pelan. Sedikit-demi sedikit mulut terowongan mulai terlihat. Terlihat gelap seakan cahaya mentari pagi tak mampu menembusnya.

Jonghyun mengernyitkan alisnya. Ia menghela nafas sejenak, bersiap menerima apapun yang akan tampak di hadapan matanya.

Ujung ban mobil mulai merasuk ke terowongan. Suasana perlahan berubah, gelap dan mencekam.

Jonghyun mencengkram stir mobilnya semakin kuat. Rasa panas mulai menjalari tubuhnya. Misteri terowongan ini mulai terasa.

Jonghyun terdiam. Entah sejak kapan ini berlangsung, ia baru sadar kalau sejak tadi ia menahan nafasnya. Tidak, bukan roh, hantu, jin atau semacamnya. Terowongan ini memiliki sesuatu yang lebih dari itu. Kemarahan, dendam, sakit hati, penderitaan, jerit tangis, semua terasa sangat nyata. Kumpulan emosi itu terasa begitu kuat di sini, sangat kuat!

“Jonghyun, awas!” Jessica berteriak tepat ketika mobil akan menembus ujung terowongan.

Kedua bola mata Jonghyun melebar. Astaga, tikungan tajam! Secepat kilat ia membanting stir, menghindari ancaman maut yang bisa merenggut nyawa mereka.

CKIITT!! ZRAAAGHH!! Mobil berhasil dihentikan Jonghyun dan mendarat tepat di samping pagar, pagar pembatas antara jalan raya dan tebing.

Jonghyun menarik nafas dalam-dalam. “Ternyata di sini penyebab utamanya!” umpatnya.

Ne?” Jessica menatap Jonghyun, masih belum mengerti.

“Tikungan ini, inilah penyebab kematian para korban itu,” jelas Jonghyun parau. “Rasa benci para korban yang tidak terima dengan kematian mereka berkumpul di terowongan itu,” ia menatap Jessica lekat-lekat. “Kau tahu sendiri kan perasaan itu? Dan setelah kematian, mereka menjadi buta arah. Mereka ketakutan dan tak tahu harus bagaimana. Mungkin karena itulah kemarin kau bertemu dengan salah satu diantara mereka,”

Jessica menatap ke arah tebing sendu. Dia mengerti, sangat mengerti. “Err, ngomong-ngomong apa kau melihat anak-anak seperti yang dikatan Key?”

Tatapan Jonghyun berubah kosong. “Im Yoona..,” lirihnya serak.

Deg, Jessica bergidik. “Barusan kau menyebut nama siapa?”

Kedua alis Jonghyun bertaut. Wajahnya kini nampak sangat serius. “Aku tak melihat anak-anak di sekitar sini, tapi kalau anak SMA seperti yang kau ceritakan tadi, sekarang dia sudah berdiri tepat di hadapan kita!”

Anak SMA? Jessica menghela nafas pelan, ia harus membuka sixth sense-nya sekarang. Perlahan matanya terpejam. Ia menggerakkan kedua telunjuknya, memijat-mijat daerah di perbatasan kedua matanya lalu kedua telunjuknya itu bergerak naik dan menjauh di kedua alisnya diikuti kedua jari tengahnya yang melakukan gerakan yang sama.

Anak SMA itu, ya.., Jessica bisa melihatnya, ia telah berdiri tepat di hadapan mereka. “Apa yang dia katakan, Jonghyun-ah?”

Jonghyun beranjak mendekat ke arah pagar pembatas. “Di bawah sana!” bisiknya. “Kau diam saja di sini, aku akan turun melihatnya.”

Ya! Kim Jonghyun!”

***

Jessica menuruni dinding batu dengan hati-hati. Waktu SMA ia memang pernah belajar memanjat tebing. Tapi, jika dibandingkan dengan itu ini jauh lebih sulit. Pijakan tipis pada dinding batu membuatnya sulit untuk bergerak. Meski tinggi dinding itu hanya sekitar 20 meter, butuh waktu lebih dari 15 menit baginya untuk menuruninya.

Ya! Sica, kenapa kau ikut turun?!” bentak Jonghyun yang telah sampai di bawah sejak tadi.

Ne?

CRAKK!! Benar saja, sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

“KYAAA!!” Bukk… Jessica terjatuh dari ketinggian dua meter. “Aduh sakit!” ia meringis. Tulangnya terasa remuk.

“Ada sesuatu di sini,” Jonghyun berbisik.

“Sesu…,” deg, Jessica berhenti bicara.

“Jangan dilihat!” Jonghyun menutup kedua mata Jessica dengan tangannya.

Jessica masih terdiam. Meski hanya sekejap, ia terlanjur melihat. Tubuh yang mulai membiru, badan yang hampir remuk, serta wajah berlumuran darah yang telah membeku. Jiwanya tak lagi di sini. Hanya tersisa tubuh hampa dengan kedua bola mata tanpa sinar yang menatap kosong ke langit biru.

“Apa dia bunuh diri?” tanya Jessica parau.

“Jarak tubuhnya terlalu jauh dari dinding tebing ini untuk alasan itu,” papar Jonghyun, sedikit terdengar dingin. “Dari bentuk lukanya kurasa dia tertabrak dan pelaku sengaja menyembunyikan tubuhnya di sini!”

Telapak tangan Jonghyun mulai basah. Jessica, yeoja itu menangis. “Jahat sekali!”

Jonghyun hanya diam. Ia merengkuh tubuh Jessica ke dalam pelukannya, membiarkan gadis itu menumpahkan ketakutannya sepuasnya. Dan satu lagi, entah mengapa masalah ini seolah belum selesai. Siapa anak-anak yang dimaksud Kibum?

*TBC*

©2011 SF3SI, Chandra.


This post/FF has written by Chandra, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

65 thoughts on “The Lost Life [1.2]

  1. Key, mencurigakan bgt…
    Jjong!!!!! Cepet selesein misteri ini, bubar bubar g hantu2 aaaaannn!!! Sereem
    thor, next part asaaaaaaaaaaap
    figting!!!!!!!!

  2. Hoohhhhh merinding ajaaa x_x
    Tubuh yg ditemuin itu.. Maksudnya Im Yoona? Hmm atau anak-anak yg dibilang Key?
    Nanti kayaknya Key bakal sesuatu sesuatu deh ._.
    Lanjuuuut eonni!:D

  3. Unnie, aku bacanya malem jum’at nihh.. serem,
    aduhh unnie, bagus banget,
    horrornya berasa, hehe…
    seperti biasa, lanjutannya jgn lama-lama ya.. hehe
    semangat unnie, ^_^

  4. ishhh serem banget .. yaampun yoona ??
    huwaa ngak nyangka !! jonghyun lumayan keren disini .. huwaa jessica juga keren punya indra keenam …
    jgn2 kibum yg nabrak tuh cwe ???
    huwaa… merinding …

  5. hedehh.. aku baca jam 11 malem lagi-_- jd merinding bgini. buakakak…
    daebak! jjang! serem! itu tubuhnya im yoona? kok aku curiga sama key? mungkinkan dia yg nabrak yoona? penasaran~~^^

  6. dag dig dug
    mystery come back
    err membuat ku merinding baca sendirian di tengah nyamuk yang mulai mencari kesempatan
    jongsica~ keysica~
    jangan2 yg ngebunuh yoong, key lagi
    anak2 … i dont like this
    scary.. @ngaco banget

  7. Kyaaa,
    ff kyak gni yg bkin dagdigdugder. . .
    Entah knpa kyakny Key mncurigakan. . .
    #dgetok

    Ayo chingu dlnjtin. .
    kyakny komikny seru tuh. . .

  8. Uwaaaahh seru yaaa hohoho
    Chandra kok jago sih bikin ff macem ini? Ajarin ._.
    Ini lagi seruuuu
    lanjutannya ayo ayooo.. pokoknya aku harus baca lanjutannya! *ngancem Key* (Chandra: mau dikata apa sih ZIk?)

  9. Jjong…. Dirimu cool banget, sih?? >.<
    huft.. Misterinya dapet banget, chan… Aku nyampe degdegan bacanya.. Lanjut!

  10. Pas nih…. Chan eon emang jagonya sama FF genre ini…
    Like it eon,,
    misterinya dapet banget!
    Apalagi couplenya salah satu favoritku.. Like it banget!

  11. Jongsica,.. Huwaaa… Couple fav aku nih… Dua2nya punya sixth sense…
    Keren,, hmm key mencurigakan nih… Kayaknya ada something,.
    Tp lanjut deh!

  12. Syukur aku bacanya pagi, chan.. Kalo malem bisa lirik kanan kiri neh.. Ckckck..
    Ceritanya seru, terutama yg diterowongan..
    Like this banget!

  13. mambunuh. FF ini membunuh kebosanankuuuu ^^ hahaha…
    wedew, baru baca FF horor. sekalinya baca, malem2 gini. langsung deh merinding disko.

  14. kerennn thor, sering sering aja bikin yang kyk gini
    Khususnya bikinin fanfiksi yg banyak pke maincast Jong Hyun oppaQ tercinta ea, Ke3x>//<
    Gomawo udh bkn fanfiksi q jd dpt hbrn,,:)

  15. hwaaaaa! author paling jago bikin cerita seremm… tepuk tangan buat authornyaa *prokk prokk prokk*
    serem, aku bayanginnya ikutan serem T.T
    coba bisa dijadiin film, hwaa! pasti keren.. *gaje dikit. hehe* mian

  16. Hello, i think that i saw you visited my web site so i came
    to “return the favor”.I’m trying to find things to enhance my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s