My Little Bride – Part 2

Title : My Little Bride (chapter 2)

Author : Choi Min Young

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

 

 

 

CHOI JI YEON POV

 “ANDWAE!!!!” teriakku frustasi. Tidak mungkin, tidak mungkin dia orangnya. Ini pasti ada kesalahan. AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGAN CHOI MINHO!!!!!!!

            “Ah, ternyata kalian sudah bertemu?” kata Umma. Aku melihat Umma, Appa dan seorang Ajhumma yang aku yakin adalah Ummanya Minho, berdiri di depan rumahku. “Oh sesange, kalian berdua benar-benar berjodoh!”

            “Minho, apa kau sudah mengenal Choi Ji Yeon?” Tanya Umma Minho. Wajahnya terlihat ramah sekali, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan anaknya!

            “Umma, jadi dia calon anaeku?”

            “Keurom..”

            Minho langsung menatapku. “Kau? Aku akan menikah dengan seorang yeoja sepertimu?” katanya berbisik padaku dengan wajah meremehkan.

            “Mwo? Aku juga tidak mau menikah denganmu! Namja sombong yang galaknya seperti Umma Beruang!” balasku.

            “MWORAGU?!”

            “Ah, ayo kalian masuk. Lebih enak kan jika dibicarakan di dalam,” kata Appa melerai kami berdua secara tidak langsung.

            Aku memandang Minho kesal lalu menendang kakinya.

            “AAAAAAH! YAA!” teriaknya tapi aku tidak peduli.

Aku dan Minho hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua orang tua kami. Mereka benar-benar bersemangat untuk menikahkan kami. Huh, padahal yang mau dijodohkan saja tidak bisa akur!

            “Arayo, ini adalah nasib tersialku menikah denganmu!” bisik Minho.

            “Ya! Kau pikir aku tidak?” balasku.

            “Padahal tadi Umma bilang calon anaeku itu cantik. Nah, kenapa itu kau, Choi Ji Yeon!”

            Huh, dasar Ibu Beruang! Jadi dia menganggapku jelek? “Keurae, kenapa tidak kau batalkan saja pernikahan ini?”

            Minho langsung menatapku tajam tanpa berkata apa-apa. Menyeramkan sekali, bagaimana bisa dia menjadi nampyeonku?

            “Aku tidak mau Appaku meninggal hanya karena aku tidak mau menuruti keinginannya,” jelasnya kemudian menunduk.

            Aku dapat melihat raut wajah yang sedih dari wajah Minho. Aku jadi merasa bersalah. “Mianhae..” ucapku lirih. Bahkan aku tidak tahu apakah Minho mendengarnya atau tidak.

Esoknya…

Pernikahanku dengan Minho diadakan hari ini. Ugh, aku tidak menyangka akan secepat ini. Kedua orang tua kami sepakat untuk memakai adat Korea dan hanya dihadiri beberapa kerabat terdekat saja.

            Aku melihat Minho memakai hanbok berwarna biru tua yang bagus sekali. Ia terlihat tampan dan gagah dengan hanbok itu. Ya…ku akuilah.

            Sedangkan aku memakai hanbok seperti Putri Kerajaan berwarna biru dan merah. Rambutku juga digelung memakai sambungan rambut kepang di atas. Sungguh, berat sekali! Aku sampai pusing!

            Pernikahan pun dimulai. Aku memperhatikan Minho dengan serius menjalani serangkaian acara ini. Aku tahu dia memang tidak mau melihat Appanya kecewa. Tapi bagaimana denganku? Sekarang aku sudah menjadi anae seorang Choi Minho? Ya Tuhan… apakah ini benar-benar takdirku?

            “Ah…jeongmal pigonhae!” ucapku sambil berjalan ke kamar.

            “Ji Yeon, eoddiga?” Tanya Umma menghentikan langkahku.

            “Mwo? Mau tidurlah. Aku capek sekali Umma.”

            “Tidak boleh.”

            “Mworagu? Kan acaranya sudah selesai.”

            “Kau tidak boleh tidur disini.”

            “Maksud Umma?”

            “Rumahmu bukan disini lagi, Ji Yeon.”

            “N…Ne?”

            “Kau akan tinggal serumah dengan Minho.”

            Aku dan Minho langsung saling bertatapan. “MWO?!” seru kami bersamaan. Omo, apa lagi ini? Serumah dengan Minho?!

Mobil Mini Cooper S Putih-hadiah perikahan kami- yang aku tumpangi bersama Minho akhirnya berhenti di depan sebuah rumah bernuansa elegan dan bercorak batu bata merah yang indah dan berkesan sejuk karena taman yang cukup rindang disekillingnya.

            “Ini rumahnya?” ucapku begitu melangkahkan kaki ke dalamnya. Rumah ini terdiri dari dua lantai. Tidak begitu besar sih, tapi cukup untuk ditinggali kami berdua. Semua perabotannya juga sudah tersedia. Jadi kami tidak perlu lagi membeli.

            “Ini hadiah dari Appa kita,” kata Minho.

            “Ap… appa?” tanyaku tidak percaya. Appaku memang seorang Interior Designer dan mungkin Appa Minho adalah seorang Arsitek. “Omo, aku terharu sekali…”

            “Mworagu?”

            “Aku tidak menyangka Appa akan merancangkan rumah untukku. Appa baik sekali padaku. Huhuhu…” aku pun tak kuasa menahan air mataku.

            “Hah, berlebihan sekali kau!”

            “Wae? Kau tidak terharu kalau Appamu yang mengerjakan semua ini?”

            Minho tidak menjawab. Ia langsung masuk ke kamarnya.

            “Pasti dia merasa bersalah dengan Appanya. Hm… arasseo.”

Keesokan harinya, aku berangkat ke sekolah lamaku. Sebenarnya jarak dari rumah baru ini ke sekolah sudah semakin dekat. Tapi karena kemarin aku lupa membawa motor kesayanganku, aku jadi harus naik bis juga. Soal Minho, jangan tanya! Aku tak tahu apakah ia harus bolak-balik Sapporo-Seoul atau ia sudah pindah kesini. Aku tidak peduli!

            “Wah… Ji Yeon kau kembali!” seru Megumi, chinguku. Kami langsung berpelukan layaknya dua orang sahabat yang lama tak bertemu.

            “Ah… Aku rindu sekali padamu…”

            “Aku juga,” kata Megumi lalu melepas pelukanku.

            “Wah, kapan kau pulang?” tanya Hideto sambil tersenyum lebar.

            “Mm.. dua hari yang lalu.”

            “Bagaimana rasanya sekolah di Korea?” tanya Kara.

            “Menyenangkan sekali bersekolah dengan sesama orang Korea! Hehehe…”

            “Ya Tuhan… Tampan sekali! Siapa dia?” tiba-tiba seorang yeoja teman sekelasku berteriak histeris. Aku jadi bingung, apa yang mereka ributkan sih?

            “Oh, siapa laik-laki itu? Murid baru?” sekarang Megumi ikut-ikutan.

            “Sepertinya dia orang Korea?” kata Hideto dan aku langsung memutar kepalaku.

            Dan saat kulihat ke ambang pintu kelas, mataku langsung membesar saking kagetnya dengan siapa yang ada disini. “N…NEO?!” seruku sambil menunjuk namja itu. Mwo? Aku juga akan satu sekolah-bahkan satu kelas-dengannya?

            “Kau kenal dengannya?” tanya Kara.

            “Kenapa wajahmu begitu? Kau takut status kita akan terbongkar?” kata Minho dalam bahasa Korea, yang membuat semua orang bertanya-tanya.

            “Minho-ya, apa yang kau lakukan disini?”

            “Sekolah.”

            “M…MWO?! Kenapa harus disini? Apa kau pikir hanya ini satu-satunya sekolah di Sapporo?”

            “Molla. Aku hanya didaftarkan orang tuaku,” kata Minho dengan entengnya sambil tersenyum licik.

            KRIIIIIIIINGG…

            Tak lama kemudian, bel berbunyi nyaring dan sonsaengnim kami memasuki kelas. Tentu saja, Minho harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Aku melihat semua yeoja di kelas seperti tersihir dengan ketampanan Minho. Aissh, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Aku sama sekali tidak menginginkan kehadirannya dalam hidupku. Tetapi kenapa yang ada malah sebaliknya? Tuhan seperti selalu mempertemukan kami berdua. Apa ini takdir? Lalu apa salahku di masa lalu yang membuatku memiliki takdir buruk seperti ini?

“Ji Yeon-chan, ayo ke kantin!” teriak Hideto saat bel istirahat baru saja berbunyi.

            “Baik, kalian duluan saja!” balasku lalu mengambil dompet di tasku. Tapi saat aku akan keluar, semua sela baris antar meja langsung penuh. Apa ini, aku harus lewat mana? Oh, sela baris meja pertama dan kedua itu, tapi… disana ada Minho. Aigo, ottohke? Hhh, mungkin ini harus kuhadapi. Daripada aku kelaparan nanti?

            Keurae, aku akan mulai melangkah. Tenang saja Ji Yeon… Hadapilah Minho seperti dulu saat kau di Korea. Dia hanya seorang Choi Minho…. dan nampyeonku. Hh, menyebalkan!

            “Ya, apa sekarang kau sedang berakting seolah kau tidak mengenalku?” kata Minho yang membuat semua orang menatap kami. Aku langsung membekap mulut Minho dengan tanganku.

            “Ya, kalau kau masih ingin bersekolah disini, jangan macam-macam!” ancamku.

            Minho melepas tanganku dengan kasar. “Wae? Kau punya namjachingu ya?”

            “Ani! Oh, maksudku… kenapa sih kau harus memilih sekolah ini?”

            “Kau tidak dengar yang aku katakan tadi?”

            “Ya, kenapa kau tidak berusaha agar kau dikeluarkan dari sini saja?” tawarku dengan mata berseri-seri seperti menemukan sebuah ide yang paling brilliant.

            “Sireo.”

            “Wae?”

            “Lagipula ini tidak akan berhasil. Kau tahukan aku sangat pintar. Test IQ ku saja menunjukkan angka 180. Jadi, mana mungkin sekolah akan mengeluarkanku?”

            Aku lemas. Benar juga, dia memang jenius sekali…

            “Kenapa tidak kau saja? Kau kan jeongmal, jeongmal, jeongmal… PABO!”

            “YA MWORAGU?!”

            PLAK!

            Refleks aku menampar pipi Minho dengan sepatu ketsku.

            “AAAAAAAAAH! YA! WAE IRRAE?!” teriak Minho sambil memegangi pipinya yang kutampar tadi. Semua orang langsung mengerubungi Minho.

            Aku menjatuhkan sepatuku begitu saja. Jantungku berdegup cepat, aliran darahku seolah membeku yang membuat wajahku pasti sudah pucat sekarang. Omo, apa yang aku lakukan? Aku melakukan kekerasan pada nampyeonku sendiri?

Diam-diam aku melihat Minho yang sedang diobati lukanya dari kaca jendela Healthy Room sekolah. Aigo, ia terlihat kesakitan. Apa separah itu? Sepertinya hanya mimisan dan ada cap sepatu di pipinya. Hhh, parah juga. Aigo, kau memang pabo Choi Ji Yeon!

            “Arigato,” ku dengar Minho mengucapkannya pada seorang yeoja yang merawatnya. Aigo, aigo pasti yeoja itu senang sekali sekarang. Hehe… tapi namja setampan itu kan sudah punya anae!

            Lalu aku melihat ke dalam lagi. Omo, kemana Minho? Kok tidak ada?

            “Kau mencariku?”

            Aku terkejut. Perlahan aku membalikkan badan dan… “M… Minho-ya?”

            Minho melipat tangannya didepan dada dan menatapku. Ia memiringkan kepalanya ke kiri. “Keurae, kau lihat ini?” tanya Minho sambil menunjuk pipi kanannya.

            Aigo, tanda merah bekas sepatuku masih terlihat jelas. “M… Mianhae.”

            “Mianhae? Hanya itu?”

            “Jeongmal, jeongmal, jeongmal, mianhae. Aku tidak sengaja.”

            “Apa tadi kau sedang mabuk?”

            “Anio!”

            “Lalu?”

Aku terdiam. Ini memang salahku.

“Apa kau akan membiayaiku operasi plastik kalau sampai wajahku kenapa-napa?”

Aku mencibir. Hh, sombong sekali dia! “Ne, arasseo! Aku tahu kau tampan, aku tahu kau disukai banyak yeoja karena ketampananmu. Tapi aku kan sudah minta maaf?”

“Apa itu cukup?”

“Mwo?”

“Kau harus membayarnya.”

“Ne?”

Tiba-tiba Minho mendekatkan tubuhnya ke padaku. Aku mundur selangkah sampai tubuhku menempel di tembok. Minho tersenyum, menatapku dengan kedua matanya yang besar…

To Be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

49 thoughts on “My Little Bride – Part 2”

  1. AAAAAAAAAAAAAA AUTHOR KENAPA TBC DISITUUUUUUUU??????? *ganyante*
    Suami istri judes judesan banget sih hahah, jago banget namparnya pake sepatu hahaha-_-
    Lanjutin yaaa, penasaraannn! 😀

  2. ahhh lagi seru juga thor !! geregetan nih !! huahahahah minho di tabok ma sepatu kets !! untung kets bukan hak !! ahaah #plakk!

    huwaa keren … minho keren juga .. ahahah kayaknya si ji yeon suka bgt melakukan adegan kekerasan sama minho ahahhaha

    ow..ow… jiyeon mau di apain tuh ?? hihihi ngintip yuk key b!! *narik2 key* #pletakk!!
    ahahah lanjutannya author .. ^^

  3. yaampunnnnnn
    namparnya niat sekaleeee pake sepatu hahaha
    pake tangan aja sakit
    apalagi sepatu behh gatau deh rasanya kaya apa
    kasian juga tapi kalo baru 16 tahun udah nikah
    mungkin emang garagara appanya minho kali ya
    lanjutt

  4. Hah?!
    Apa itu adegan terakhir dari part ini?!
    Huwoooow, deg2an..
    Hohohoho..
    Smakin beda nii..
    Baru nyadar lagi kalo dia udah ga di Korea, gpp lah Jepang tetep negara favoriteku jugaaa..
    Hehe
    Ngebut lagi ni next part..
    *lariii

  5. wow trnyta minho m jiyeon sekelas.
    kirain my little bride krna yeojany yg msh kcil, eh gtwny 22ny little y chingu.
    mkin ksni, critany mkin lucu.
    Apalagi cap sepatu yg dwajahny minho haha
    tp krna latar belakangny djepang, jd kurang byk yg ckep ni orgny*maunya*.

  6. yaampun baru nikah aja uda KDRT begitu yaa>>>
    ckckck #gelenggeleng

    penasaran,,, cepet banget udah TBC lg aj>>>
    next part…

  7. Hehehe komennya nyambung buat 2 Part.
    Part 1,ada yg aneh chingu.Tadi kan Jiyeonnya lagi beresin loker,tiba-tiba dan duduk di pesawat.Ini yg buat alur ceritanya kecepatan -,-
    Part 2,juga masih sama cuma dah lebih baik 🙂

  8. mwoya ?? jadi mreka masih sjolah. kukira sdh kukira. dn itu jiyeon galak bangett. sampek bikin tanda sepatu dipipi minho

Leave a Reply to viaakusuma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s