YOUR STARE

YOUR STARE

Author : Sagita

Main Cast : Key (Kim Kibum), Shin Minra (OC)

Support Cast : Park Riekha , Shinee member, Victoria F(x), #beberapa cuma lewat doang,

Length : Ficlet

Genre : Romance, Friendship (?)

Rating : General

Summary : I do love it. I love your death glare. Dan aku tahu kalau kau juga menyukaiku dari tatapanmu ke arahku tadi.

A.N : Ini FF pertamaku yang terinspirasi dari pengalaman pribadi, dengan editing tentunya. Karena authir masih amatiran, gak usah heran kalau FF ini banyak kekurangannya. That’s why I need your comment,, J. Enjoy reading.

Author’s POV

 “Yaa, Minra-ya. Mianhe. Ehm, begini saja bagaimana kalau aku minta tolong Onew oppa untuk mengantarmu pulang. Dia pasti mau. Biar aku yang menelfonnya.”

Tanpa menunggu persetujuan Minra, Riekha menelfon Onew. Dan begitu Minra menyadari kalau Riekha tidak main-main dia segera merebut handphone sahabatnya itu.

“Apa-apaan kau? Aku bahkan belum bilang iya. Aku tidak mau. Memangnya Onew oppa mau mengantarku? Apa kata Victoria eonni nanti?”

“Tentu saja Onew oppa mau. Lagipula . . “ Belum selesai Riekha berbicara. Minra memutar bola matanya dan menyela Riekha.

“Sekalipun Onew oppa dan Victoria eonni mau, aku tetap tidak mau. Sudahlah aku pulang sendiri saja.”

Riekha memandang bingung ke arah Minra. Dia tahu sahabatnya itu paling benci naik kendaraan umum sendirian. Selain karena Minra sudah terlalu terbiasa dengan kendaraan pribadi mewahnya -yang sekarang sedang di bengkel-. dia juga punya kenangan buruk tentang kendaraan umum.

Minra pernah ketiduran di bis, dan begitu dia bangun dia sudah berada sekitar 3 km dari rumahnya. Dia juga pernah ketiduran saat naik taksi, sialnya supir taksi itu belum sempat menanyakan tujuan Minra. Akhirnya selama kurang lebih 2 jam taksi itu hanya berpindah sekitar 2 km dari tempat asalnya.

Riekha kembali terdiam. Untuk beberapa hari kemarin, Riekha memang bisa menemaninya karena kebetulan Minho sedang sibuk. Tapi sekarang?

“Lalu kau bagaimana? Kau kan paling benci pulang naik kendaraan umum sendirian. Atau aku membatalkan janjiku dengan Minho saja?”

Ucap Riekha meskipun jelas dia tidak rela untuk melakukannya. Minho yang sedang bersandar di motornya langsung terbelalak begitu mendengar ucapan Riekha. Mata lebarnya semakin melebar (?).

“Aish, sudahlah. Kau tidak lihat selebar apa mata Minho sekarang? Kau pergi saja dengannya.”

Minra akhirnya tidak tega dengan Riekha. Dia tidak ingin mengacaukan kencan sahabatnya yang bisa dibilang merupakan momen langka. Bagaimana tidak langka kalau kedua orang itu -terutama Minho- selalu sibuk dengan kegiatannya masing-masing?

“Kenapa kau tidak minta antar Jonghyun oppa atau ..”

“Aish, kenapa kau cerewet sekali hari ini? Berapa kali aku harus mengatakan it’s okay. Aku janji kali ini aku tidak akan ketiduran. Sudah pergi sana. Aku juga sudah lelah. Bye!” Minra melambaikan tangannya dan melangkah pergi setelah mendorong Riekha pelan.

“Jangan matikan handphonemu. 15 menit lagi aku akan menelfonmu.” Teriak Riekha yang hanya direspon dengan anggukan oleh Minra.

“Kenapa kau?” Tanya Riekha pada Minho yang sekarang mentapanya kesal.

“Kau mau membatalkan janji kita? Lagipula kenapa kau bisa se-care itu dengannya? Denganku saja tidak pernah.” Minho menggembungkan pipinya.

“Aigoo! Dia kan sahabatku. Kau cemburu dengan sahabat perempuanku? Sejak kapan kau jadi manja begini?”

“Sejak aku mencintaimu.” BLUSH!

***

“Aish, mau naik apa aku?” Minra baru saja keluar dari gerbang sekolah. Matanya melihat kesal ke jalanan.

“Taksi? Bus? Aish, aku trauma naik kendaraan itu. Tapi kalau tidak naik itu, aku mau naik apa. Kereta? Bukankah sekitar 500 m dari rumah ada stasiun? Kenapa aku tidak mencoba kereta saja?”

Minra akhirnya memutuskan untuk kereta. Entahlah, mungkin dia ingin mencoba peruntungannya dengan kendaraan yang satu ini. Tapi, untuk sesaat langkahnya terhenti.

Tak jauh darinya, seorang yeoja sedang bergelayut manja ke seorang namja. Tapi, toh itu hanya sesaat kan? Yeah. Tentu saja, Minra hanya melirik sebentar dan tersenyum sinis sebelum melangkahkan kembali kakinya menuju stasiun di dekat sekolah.

***

“Permisi.” Senyum Minra pada seorang albeoji.

Albeoji itu membalas senyum Minra sambil sedikit bergeser. Sebenarnya kereta itu tidak terlalu penuh. Hanya saja Minra lebih suka duduk di pojok, menurutnya duduk di pojok membuatnya lebih leluasa untuk melihat pemandangan di luar. #bayangin kereta yang di hello baby pas Shinee liburan ma Yoogeun.

“Hm, sepertinya naik kereta jauh lebih baik jika dibandingkan taksi dan bus.’ Minra sambil melihat kesekelilingnya.”

Dan pandangan Minra terhenti pada seorang namja yang duduk tak jauh darinya. Dia kenal postur tubuh itu, lagipula seragamnya juga sama. Tapi Minra tidak bisa memastikan siapa orang itu, karena dia menunduk, ditambah lagi dengan hoodie abu-abunya.

“Aish, memangnya peduli apa aku?” batin Minra.

Minra akhirnya memutuskan untuk kembali melihat pemandangan di luar. Tapi akhirnya dia kembali melihat kedalam saat segrombolan yeoja masuk. Seharusnya itu tidak berpengaruh, karena di stasiun yang baru saja mereka lewati, saat yeoja-yeoja itu masuk, beberapa orang juga turun. Hanya saja yeoja-yeoja itu cukup berisik, sehingga keadaannya menjadi sedikit berbeda.

Minra baru saja memutar kepalanya untuk kembali melihat ke luar. Saat salah satu yeoja tadi mengumpat.

“SHIT! Apa-apaan masinis itu?”

 Sebenarnya tidak terjadi apa-apa, mungkin masinis itu menjalankan kereta terlalu mendadak dibandingkan masinis lain. Tapi menurut Minra itu masih wajar. Minra lalu melihat sekilas ke arah yeoja itu. Seperti biasa dengan tatapan sinis dan meremehkannya. Kalau saja yeoja itu melihat Minra mungkin dia langsung mati gaya.

Minra paling tidak suka dengan yeoja yang banyak tingkah. Merasa yeoja itu belum melihatnya, Minra terus menatapnya. Apalagi saat yeoja itu bertingkah sok manis pada namja disebelahnya, ya namja yang tadi sempat diperhatikan Minra. Semangatnya untuk mengintimidasi yeoja ini dengan tatapannya makin tersulut. Tapi tatapan sinisnya itu mendadak hilang saat namja itu mengangkat kepalanya.

“OMO! Namja itu.” Kejadian di depan sekolah tadi kembali berkelabat di kepala Minra.

Minra masih cukup kaget dengan apa yang dilihatnya. Dia terus memandang namja itu tapi tidak dengan tatapan sinisnya.

“Kenapa dia naik kereta? Apa keluarganya bangkrut?”

Mungkin karena terlalu heran dengan fenomena ini (?), Minra terus memperhatikan namja itu. Dan untuk sesaat dia yakin bahwa namja itu sempat melihatnya. Yeah, cukup yakin. Entah untuk beberapa detik, yang jelas dia yakin bahwa mata coklat itu baru saja menatapnya.

Minra mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah, Minra sebenarnya cukup yakin bahwa namja itu sempat menatapnya. Tapi, yang membuatnya ragu adalah kenyataan bahwa namja itu bertindak seolah-olah tidak mengenalnya.

Okay, mereka memang tidak saling kenal. Tapi, namja itu tahu Minra kan? At least, dia seharusnya tersenyum pada Minra. Setidaknya itulah yang dilakukan namja-namja di sekolah saat bertemu dengan Minra. Tapi, namja itu malah tersenyum pada yeoja aneh yang tadi mengumpat itu. Meskipun terlihat dipaksakan.

“Dia memang tidak tahu aku? Atau berpura-pura tidak tahu aku untuk menjaga image coolnya itu? Hh, Well, memangnya siapa aku? Seorang Key ‘Kim Kibum’ mana mungkin mengenalku?”

Minra tersenyum, yeah senyum dan tatapan khasnya kembali muncul. Sinis dan meremehkan. Karena pernyataan di kepalanya barusan lebih mirip seperti sebuah sindiran tersirat untuk Key.

Minra akhirnya kembali melihat keluar, dia selalu kesal saat melihat Key. Key yang sok cool. Key yang sok dingin.  Tapi entah kenapa dia tidak pernah bisa ataupun sekedar berniat untuk mengintimidasi Key dengan tatapan mautnya.

Namun tak bisa dipungkiri, dia lebih focus dengan apa yang dilihat oleh sudut matanya -Key. Yeoja itu terus bertingkah sok manis pada Key. Dan Key, meskipun jelas dia tidak tertarik tapi toh terkadang dia juga memberikan senyum tipisnya.

“Aish, apa-apaan si Key itu? Kalau memang ingin tebar pesona sekalian saja seperti Jonghyun oppa. Yang akan selalu tersenyum manis pada hampir semua yeoja. Tidak usah setengh-setengah. ”

Fikiran Minra tiba-tiba melayang pada Jonghyun. Namja yang terkenal suka tebar pesona, dan tampaknya menjadikan Minra sebgai ‘salah satu’ targetnya.

YAA, kenapa aku malah membandingkannya dengan Jongg oppa. Apa peduliku dengan Key. Namja sok cool!”

Minra masih bergelut dengan pikirannya tentang Key saat handphonenya bergetar. Riekha? Minra tersenyum, dia mengira sahabatnya itu hanya main-main.

“Ne, Aku naik kereta. Kau tidak usah khawatir. Aku sudah hampir sampai.” Minra melihat keluar dan benar saja stasiun dekat rumahnya sudah terlihat.

Sekilas, dia kembali memperhatikan Key. Dan kali ini yang keluar bukanlah senyum atau tatapan khasnya. Melainkan desahan nafas yang berat dan cukup keras. Kesal? Muak? Atau . .

***

Biasanya Minra akan sangat suka untuk memutar kepalanya ke kanan-kiri sekedar untuk melihat pepohonan di sepanjang jalan menuju rumahnya, tapi tidak saat ini. Fikirannya kembali melayang ke kejadian barusan.

Tumben sekali dia tidak merasa mengantuk sedikitpun? Apa mungkin karena ada . .

Aish, apa yang kupikirkan?” Minra menggeleng-gelengkan kepalanya. Membuat rambutnya ikut bergoyang ke kanan-kiri.

“YAA! Nuuna kau kenapa?” Minra menoleh ke asal suara. Taemin. Tetangganya, sekaligus hoobaenya.

“Hahha, tidak apa-apa. Aku . . eng . . hanya ingin memainkan rambutku. Lanjutkan saja latihan dancemu.” Jawab Minra asal.

Sementara Taemin hanya memandang aneh, bukan hanya pada Minra tapi juga pada . . .

“Nuuna!”

“Hm? Kenapa?” Taemin tidak menjawab, pandangannya terarah entah kemana yang jelas bukan kearah Minra.

“Ah, tidak ada apa-apa. Selamat pulang nuuna.” Senyum Taemin sambil melambaikan tangannya.

Minra hanya mengerutkan dahinya, biasanya dia akan langsung memberikan tatapan sinisnya kalau ada orang yang mengatakan hal itu padanya. Yeah kalau ada namja yang bisa membuatnya menyimpan tatapan sinisnya itu maka orang itu hanya appanya, Taemin dan Key.

Minra kembali menghela nafas berat. “Kenapa Key lagi?”

Bahkan karena terlalu asyik dengan fikirannya, dia tak sadar bahwa sejak dari stasiun tadi ada suara derap kaki yang mengikutinya. Sampai akhirnya pemilik suara derap kaki itu menarik pergelangan tangannya, membuat gadis itu membalik. Dan sebelum Minra sempat membalikkan badannya dengan sempurna, orang itu sudah mendorong tubuh Minra. Menghimpit yeoja itu ke pohon.

“Ka . . ka . . Kau?”

Namja itu hanya tersenyum dan semakin mendekatkan tubuhnya ke Minra. Bahkan belum sempat Minra memprotes namja itu sudah berkata lagi.

“Saranghae Shin Minra.”

Minra terbelalak, dan untuk kedua kalinya sebelum Minra sempat memprotes namja lain berbicara, atau lebih tepatnya berteriak.

“YAA! KEY HYUNG! KAU KEREN!” Taemin yang sedari tadi memng sudah mengetahui keberadaan Key. Langsung berlari sambil berteriak-teriak begitu tahu maksud Key mengikuti Minra.

“MINRA NUUNA, APA JAWABANMU?” Teriak Taemin lagi.

Minra menelan ludahnya, benar-benar tidak menyangka Keyakan menembaknya dengan cara yang seperti ini. Tapi bagaimana bisa? Dan untuk ketiga kalinya sebelum sempata Minra bertanya, Key sudah menjawab.

“Tatapanmu. Saat Pertama kali aku melihatmu menatap hoobae dengan tatapan sinismu, aku langsung menyukaimu. Tatapanmu, Tatapan meremehkanmu yang bisa membuat seseorang mati gaya saat itu juga. I do love it. I love your death glare. Dan aku tahu kalau kau juga menyukaiku dari tatapanmu ke arahku tadi.”

***END***

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “YOUR STARE”

  1. ahahah aku juga kaget .. ahahhaah
    kira apaan … ahahahha
    coba buat sequelnya .. huwaa penasaran jawaban minra !!
    si taemin mengganggu !!
    dasar !!!

    huwaa keyy .. “gwe suka gaya loe”
    aahahahha good job buat author .. salam kenal .. ^^

  2. gelaaaaaa !!
    byangin sih minra itu gw kyahaha
    #gw klo ngeliat org , sering pke tatapan kyk si minra ._. *gada yg tnyaaa* ehehe

  3. anjrit, pengen dong jadi minra, ughh. meleleh deh di gituin sama Key.. uwaaa…
    ah, kapan-kapan coba ngeliat org pake tatapan kayk gitu deh,*nggak penting,

  4. ommoo omoo omooo
    My Key
    Kren bgt #mimisan
    so cool cool cool
    hah udh gx bsa bkata apa” lgi
    yg psti suka bgt ma Karakter Key yg kya gni

  5. Abang key tukang ramal ternyata #digamparlocket
    Taemin ganggu suasana aja. Pas taemin bilang ‘hyung keren’ pake capslock pula-_-, itu kesannya kaya key cuma mainin minra -.-

    But your fanfiction still ‘daebak’ for me ;;)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s