Say It! [2.2]

Title : Say It! [2.2]

Author : Reene Reene Pott

Main Cast : Lee Jae Ryena, Kim Ryeowook, Kim Kibum

Supporter cast : lihat sendiri ya..

Length : twoshoot.

Genre : Romance, friendships, life, family.

 

__4 Tahun Kemudian__

Ryena POV

Aku melangkahkan kaki di Incheon. Ya, ini adalah hari kepulanganku ke Korea. Tapi maaf saja buat Wookie dan Key, aku akan membuat kejutan untuk mereka. Tunggu saja.

Aku melangkah menusuri lobby area. Rindu sangat aku dengan negara ini. Terutama, dengan Key. Yah, ternyata, aku masih mencintainya. Tapi gimana yah?? Aku ga mau Wookie kecewa. Aku merogoh kantung jaketku dan meraih ponselku. Kubuka flapnya, mencari kontak dengan nama ‘Minnie’. Huaaa… aku rindu sangat dengan bocah itu, dia adalah sepupuku yang merupakan adik dari Lee Jinki. Kayaknya aku jelasinnya berbelit-belit yah?? Yah pokoknya aku dan Jinki sepupuan dan Jinki juga mempunyai namdongsaeng namanya Lee Taemin. Selain Lee Jinki, aku juga mempunyai oppa namanya Lee Donghae *author pengen* yang sekarang sedang bekerja di perusahaan antariksa di Amerika, NASA *wuiiih… tepuk tangan untuk Donghae oppa*

Setelah menemukan kontaknya, kutekan tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinga. Setelah terdengar nada sambung selama 2 kali, telepon terangkat.

“Noo~naa….” Aigoo… suara manja Taemin membuatku menyeringai lebar.

“Yoboseyo Taeminnie?? Omo, kau sama sekali belum berubah,” kataku.

“Aku berubah, noona, aku berubah menjadi tampan lhoo… Pasti nanti noona kaget setelah melihatku,” aigoo, anak ini dari suaranya saja sudah imut, ingin sekali aku memeluknya sekarang *author mupeng*

“Baiklah, jemput noonamu ini di Incheon, sama Jinki sekalian ya!” seruku.

“Key hyung sama Wookie hyung tidak diberitahu?” tanyanya polos.

“Jangan, aku mau memberi kejutan untuk mereka,” jawabku.

“Jincha?? Huaaa!!! Kayaknya bakal seru tuh!! Aku bantuin noona yah??” jawabnya bersemangat. Aku tersenyum.

“Ne, semakin banyak yang membantu semakin baik,” kataku. “Sudah ya, noona tunggu,”

“Ne, jangan kemana-mana!” klik. Telpon terputus. Sambil menunggu, aku memakai headsetku. Canon In D *uwaaa… jadi inget Eci eon* yang sangat kusukai melantun merdu. Ya, aku suka Johann Christoph Pachebell. Dia seorang composer hebat. Setelah music itu selesai setelah mengalun selama kurang lebih 7 menit, senyum sumringah Taemin sudah ada di depanku.

“Ya, Taemin-ah, kau berubah banyak ya!!” seruku sambil menghampirinya.

“Masa aku enggak?” sergah Jinki. Omo, sekarang dia makin keren aja. Aku tersenyum.

“Jinki juga kok,” jawabku. “Ngomong-ngomong, kalian nggak ngasih tau Key sama Wookie, kan?” tanyaku was-was.

“Tenang saja noona, Jinki hyung sudah kuancam agar tutup mulut,” kata Taemin riang. Aku mengangkat alis.

“Memangnya kau mengancamnya apa?”

“Aku akan mengahabiskan semua jatah ayamnya dalam seminggu!! Haha, makan tanpa ayam 3 hari saja sudah nangis meraung-raung, apalagi satu minggu!! Hahaha…”

“Omo, kau sekarang menjadi namja usil, Taeminnie,” tukasku sambil ikut tertawa. Jinki hanya merengut di samping Taemin.

“Ryena, ayo pulang, sudah hampir gelap,” katanya. “Sini, biar kubawakan kopermu,”

“Ne, gomawoo…” kataku manja. Jinki merenyit. Aku dan Taemin tertawa terbahak-bahak. “Bercanda Jinki-yah, jangan marah dooong…” kataku lagi.

“Ne, ne, ne,” katanya sambil mengangkat koperku dan berjalan santai ke mobil.

Author POV

Keesokan harinya, Ryena berencana untuk member kedua sohibnya itu ‘sedikit’ kejutan. Jadi, rencananya Taemin akan memberitahukan bahwa Ryena akan berangkat ke Alaska, bukan pulang ke Korea. Lalu mereka berdua di ajak pesta BBQ di rumahnya, dan di situlah Ryena akan muncul. Ryena senyum-senyum sendiri membayangkan reaksi kedua namja itu.

“Iya hyung, aku juga baru tahu kemarin karena noona yang memberitahuku,” Taemin sedang berbincang di telepon, sementara Ryena sedang menatapnya penuh harap.

“Mmm… baiklah hyung,” katanya lagi, menjawab perkataan orang yang di seberang.

“Ne, hyung, ara. Annyeong, sampai besok,” Taemin mendengar salam dari orang yang di seberang lalu menutup teleponnya.

“Gimana? Berhasil?” Tanya Ryena tak sabaran. Taemin mengangguk sambil tersenyum.

“Huahhh noona, kalau noona tau gimana reaksi mereka tadi, bakalan heboh sendiri deh. Aku aja udah sekuat tenaga nahan ketawa, habis mereka panik banget  noona nggak ngabarin mereka,” jawabnya.

“Jadi, tinggal misi selanjutnya,” gumam Ryena dengan seringai jahil. Taemin malah niup balon lalu meledakkannya.

DUARR!!

“Waeyo Taemin-ah?” Tanya Ryena bingung.

“Aniyo, Cuma iseng aja, hehehe…” Taemin ketawa gaje sambil garuk-garuk kepala lalu beranjak dari situ. Ryena hanya bisa geleng-geleng melihatnya.

Sejak hari itu, Key selalu menelpon Taemin, menanyakan kabar Ryena. Ryeowook juga sama. Taemin jadi pusing tujuh keliling harus ngarang indah buat kedua namja itu. Akhirnya, Taemin menghampiri Ryena dengan wajah frustasi.

“Noona, hyungdeul mengerikaaan..” katanya. Ryena hanya bisa terikik pelan.

“MIanhae saeng, bertahanlah sampai besok, semoga saja rencana kita lancar,” hibur Ryena.

“Tapi noona, noona ga tau reaksi mereka sih, tau nggak sih, mereka tuh uda kayak kehilangan semangat hidup, nelpon akuuuuuuu terus. Akunya kan pusing noonaaaa~~~” Taemin menggembungkan pipinya. Aigoo… neomu kyeopta!!!!! *author mimisan*

“Ne, ne, nanti sebagai gantinya noona beliin susu pisang kesukaanmu deh!!” rayu Ryena. Mata Taemin berbinar seketika.

“Jincayoo?? Huaaaaaa beliin satu dus ya noona??? Akkkhh gomawooo noona baiiikkk dehh… tumbeeen..” seru Taemin. Ryena merengut.

“Nggak usah pake ‘tumben’ geh, kau ini mau berterimakasih atau ngenyek?” tukasnya. “Ne, jongmal. Nanti noona belikan.” Lanjutnya. Taemin senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya berada di pulau yang penuh dengan berbotol-botol susu pisang. “Pokoknya kau harus bertahan samapi besok, oke?”

“Ne noona!” jawabnya bersemangat.

__Keesokan harinyaa__

Taemin menelpon kedua hyungnya memberitahu mereka bahwa mereka diundang ke pesta BBQ di rumah Taemin. Taemin udah bilang, bakalan nyesel kalau gak ikut. Jadinya yah dua namja itu menyetujuinya.

Tak lama, pada saat matahari sudah berada tepat di atas kepala, Duo Kim Itu (baca: Key dan Ryeowook) sudah ada di halaman rumah Taemin yang memang merupakan tempat acara BBq itu berlangsung. Karena menunggu Taemin, mereka berdua akhirnya Cuma bengong di teras, kelihatan banget gak niat hidup. Akhirnya si Duo Lee (baca: Taemin dan Jinki) muncul dari pintu.

“Annyeong hyungdeul sekalian, lhooo kok lesu??” Tanya Taemin.

“Iya, kok pada lesu sih?? Hoooyy… Kalian tuh persis mayat hidup tau gak?” kata Jinki tanpa perasaan. Taemin hanya memandang hyungnya dengan tatapan aneh.

“Hyung, mereka ini begitu karena si tuan putri nggak ngasih kabar ke mereka,” kata Taemin.

“Haissh kalian berdua ini banyak bacot mulu, cepetan BBQ nya mana aku udah laper nih,” kata Ryeowook.

“Iya, perasaan dari dulu kalian nih beranteeem mulu. Nggak capek tah??” Tanya Key.

“Ishh hyung, tunggu bentar napa? Ada tamu special nih,” kata Taemin. “Jinki hyung, tolong panggilin dong,”

“Ne, tunggu ya,” jawab Jinki dan berabjak masuk ke dalam. Tak lama, Jinki keluar dengan seorang yeoja. Kedua mata Ryeowook dan Key membulat.

“Annyeong,” sapa Ryena.

Jae Ryena POV

Huwwwaaaaaa…. Aku bertemu mereka! Jongmal bogoshipoyoooo…. Pengen banget aku langsung memeluk mereka, tapi, muka mereka itu loh!!

Egh, kok tiba-tiba aku merasakan ada hawa membunuh ya? Kutatap mereka berdua. Hiii… mianhae, bukan maksudku… tapi pasti mereka marah denganku. Ya, kuakui itu salahku. Tapi aku kan mau membuat sebuah surprise buat merea, yaw ajar dong kalo mereka kukerjain?

“Jadi,  jelaskan pada kami,” kata Key. Aku menelan ludah.

“Eumm… sebenarnya aku sudah ada di sini 2 hari yang lalu,” jawabku. “Tapi aku pengen buar surprise buat kalian, mian yaaa…”

“Kau tahu nggak sih? Kita berdua tuh khawatir setengah mati gara-gara kau tidak menghubungi kami 2 hari terakhir ini. Dibilang kau mau ke Alaska lagi,” lanjut Ryewoook sambil menatap tajam Taemin. Yang ditatap hanya bia nyengir 3 jari.

“Haduh Wookie, jangan marah sama Taemin dong, dia itu udah bantuin aku ngerjain kalian,” kataku memelas.

“Oke, karena dia udah balik, kita harus menyelesaikan masalah kita,” lanjut Key. Wookie tersenyum. Aku mendesah pelan.

“Masalah apa?” tanyaku polos.

“Kita bertiga,” jawab Wookie. Singkat, padat, tapi nggak jelas. Sebenernya jelas sih, Cuma aku aja yang nggak mau bahas itu.

“Baiklah, sebaiknya kita bicara di taman belakang,”  jawabku menyerah.

Kami bertiga terduduk di pinggir kolam ikan *authornya kok doyan banget sama kolam ikan sih?* yang isinya hanya beberapa pasang ikan mas dan beberapa ikan kecil. Aku hanya memandang ikan-ikan itu.

“Jadi, akuilah Ryena,” kata Wookie padaku. Pelan tapi menusuk.

“Haruskah? Kupikir lebih baik kita bertiga tetap bersahabat seperti ini,” jawabku.

“Harus! Aku tahu kau menyukai salah satu dari kami, jadi pilihlah!” sahut Key.

“Hm, kalau nyatanya pilihanku menyakiti salah satu dari kalian?” sergahku.

“Kami akan menerimanya. Lagipula…” perkataan Wookie terputus. Aku menoleh ke arahnya.

“Apa?” tukasku.

“Aniyo,” jawabnya.

“Baiklah, kuakui, aku memang menyukai salah satu dari kalian. Tapi,” aku memotong kata-kataku. “Aku tidak tahu kenapa aku bisa menyukainya. Yang kutahu aku dan dirinya adalah musuh bebuyutan, selalu bertatapan dengan sinis,” lanjutku sambil tersenyum kecil. Mereka hening sejenak. *author: mengheningkan cipta, mulai* *plakk*

“Sudah kuduga,” Wookie berkata tiba-tiba. “Sudahlah Key, lagipula, aku sudah punya gebetan baru,” Wookie mengedipkan sebelah matanya.

“Mwo?? Gebetan baru?? Kenapa kau tidak bilang padaku?” seruku marah. “Katakan siapa yeoja sial yang ketiban sukamu itu?” lanjutku.

“Wah wah wah, aku tak bisa mengatakannya, tapi kalian akan tahu,” jawabnya santai. “Sudah ya, aku mau bergabung dengan Jinki dan Taemin,” katanya sambil berlalu. Oke, sekarang hanya ada aku dan Key. Bagus, jantungku sudah tak keruan sekarang.

Tiba-tiba Key menggenggam tanganku. Hangat. Ditariknya aku ke dalam dekapannya. “Gomawo,” katanya. Aku hanya bisa tersenyum dalam pelukannya. “Saranghae,” lanjutnya.

“Nado saranghae,” jawabku. Akh, aku malu! Lalu Key mempererat dekapannya.

EPILOG

Aku sedang jalan-jalan dengan Key di taman kota *gak modal bener*buiat nemenin Taemin sama Jinki, katanya mereka mau beli kembang gula. Aneh deh, beli kembang gula ngapain mesti ke taman kota? Tiba-tiba Key menghentikan langkahnya. Aku menoleh.

“Waeyo jagi?” tanyaku. Tiba-tiba dia berlutut. Eh? Lalu dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membukanya. Ada sebuah cincin di situ. Jangan bilang kalau…

“Will you marry me?” tanyanya sambil tersenyum. Aku membeku.

“Will you marry me?” tanyanya sekali lagi. Aku baru tersadar.

“I will,” jawabku. Kami berdua sama-sama tersenyum.

END

Ada yang kecewa sama endingnya? Tak apa, next part aku kasih after story deeeeh…… okeee??? Gaje yah?? Mian…. *deep bow*

Gomawo yang udah baca… kritik dan sarannya beserta komennya ditampung.,….^_^

lu par� vl�X�

Sebenernya aku juga nggak gitu ngerti ama yang mereka omongin, aku cuma nulis ulang sesuai apa yang diobrolin para sunbae-ku yg lagi kumat. Jadi, klo ada yg nggak paham… SAMA! Aku juga! Hehehe….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Say It! [2.2]”

Leave a Reply to Tazkia Astrina Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s