Match Couple – Part 2

                                      Match Couple (Battle 2)

 

Title : Match Couple (Battle 2)

Author : Sora09Key

Main Cast : Choi Yoora, Key(Kim Kibum), Choi Minho

Support Cast : Song Jihyun, Il Sora, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Onew

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Family

Rating : PG-13

*Special Tanks to Vierah & Ni’nah. Tanpa kalian battle 2 ini nggak akan selesai sekarangJ Thanks a lot juga buat readers yang udah sedia baca ff-ku. Karena kalian aku jadi bersemangat menulis ffJ

                          ..:..:..:..:..

 

Author POV

Setelah mendapat berita yang sangat-sangat buruk dari Jihyun, Yoora bahkan tak dapat bernafas dengan benar. Lewat satu menit setelahnya menutup telfon nafasnya masih tercekat di tenggorokan. Otaknya blank mendadak. Pandangannya pun tak fokus. Minho menepuk pundak dongsaengnya itu. Membuat Yoora meloncat dari sofa dan berteriak.

“Uwaaaaa!!!” Saking kagetnya sampai dia terjatuh ke lantai. Minho yang tak mengira dongsaengnya sampai sekaget itu melongo.

“Yaa oppa! Kau mau membuatku kena serangan jantung mendadak?!” Maki Yoora sangat kesal karena Minho.

“Lagipula salahmu sendiri. Aku sudah memanggilmu berkali-kali tapi kau tak mendengarku! Makanya jangan terlalu sering melamun, otakmu bisa berkarat nanti” Cerca Minho balik. Yoora memberengut.

“Cepat masakkan makan malam! Aku sudah tak kuat jika harus menunggu eomma pulang. Otakku tak bisa berpikir jernih jika perutku kosong. Sedangkan tugas sekolahku menggunung di meja belajar. Ppali!” Minho menendang bokong Yoora yang baru bangun dari jatuhnya tadi. Minho tak mempedulikan dongsaengnya yang tersungkur ke kaki sofa. Dia justru menjatuhkan tubuhnya keatas sofa dan menonton acara tv.

“Yaa, nappeun oppa! Lihat saja kalau dia berani menyiksaku lagi. Tubuhnya pasti akan bengkak-bengkak ku cubiti, huu! Apa dia tak tahu kalau dongsaengnya ini sedang kesal?! Uugh, kenapa semua orang harus mengobrak-abrik hidupku?? Kenapa Dugong itu harus melihat Minho oppa bersamaku?? Aigoo, Minho oppa juga sama menyebalkan! Dua namja itu, meskipun bermusuhan tapi sifat mereka sama saja!” Gerutu Yoora sambil menyiapkan makan malam untuknya dan Minho.

“Ya, jangan ngomong terus, masak yang benar! Jangan sampai tidak enak!” Bentak Minho dari ambang pintu dapur.

“NADO ARAAAAAAAAAAAA!!!!”

..:..:..:..:..

 

Yoora POV

Jam dinding baru menunjukkan pukul 05.45 AM tapi aku sudah rapi dengan perlengkapan sekolahku. Setelah sarapan secukupnya dengan roti dan susu bendera*halah* aku segera berangkat. Sebenarnya aku ingin tidak masuk saja hari ini. Tapi karena beberapa hari yang lalu aku sudah absen, maka akan sangat sulit untuk meminta absen lagi.

Selama perjalanan menuju sekolah perasaanku sangat tidak tenang. Akan diapakan lagi aku nanti? Segala kemungkinan meracuni pikiranku.

Apakah Key akan benar-benar membunuhku?

Apakah aku akan dijauhi teman-teman satu sekolah?

Apakah aku akan dibully?

Apakah..

Apakah..

AAARGH…kepalaku bisa meledak memikirkan masalah ini! Sejak awal aku memang sudah yakin bahwa rahasia tentang aku adalah adik Choi Minho, pentolan sekolah musuh bebuyutan pasti akan terbongkar. Tapi kenapa harus secepat ini?? Aku saja belum genap setahun menjadi siswa di Youngshin High School!

Konkuk High School bukan hanya menjadi musuh bagi siswa Youngshin, tapi juga para seonsaengnim kami. Meskipun para seonsaengnim tidak terang-terangan menunjukkan ke-tidak-suka-an mereka, tapi kami tahu jelas. Bahkan Mr.Alex—Kepala Sekolah—juga memiliki rasa yang sama. Kalian pasti bertanya mengapa Konkuk High School menjadi musuh bebuyutan kami. Kenapa? Karena jika Konkuk High School tak ada, sekolah kami pasti akan menjuarai berbagai lomba berturut-turut.

Tanpa sadar kini gedung sekolahku sudah berdiri dihadapanku. Jam enam lewat sedikit. Kutelan ludahku dengan susah payah. Masuk, tidak, masuk, tidak, masuk…ah, masuk sajalah! Biasanya kan aku selalu menang melawan Dugong itu, kenapa hari ini tidak? Kumantapkan langkah kakiku memasuki halaman sekolah. Sambil tetap berjalan, kepalaku terus menoleh ke sekililingku berjaga-jaga jika Key memergokiku. Untung saja tak ada tanda-tanda kemunculannya.

“Yoora-ya!” Aku meloncat kecil saat akan menaiki tangga menuju lantai 2 dan seseorang menepuk bahuku. Begitu aku menoleh…

“Aiish, jangan mengagetkanku seperti itu, Jihyun-ah! Kau tak tahu bagaimana keadaan jantungku saat ini!” Cercaku dengan suara tertahan. Jihyun terkekeh.

“Kau sedang menghindari Key?” Tanya Jihyun begitu kami melanjutkan berjalan.

“Tentu saja! Bukankah kemarin kau yang memberi tahu kabar buruk ini padaku? Kenapa sekarang kau bertingkah seolah-olah semua baik-baik saja? Kau tahu, jika aku sampai tertangkap oleh Dugong dan teman-temannya itu, selanjutnya kau tidak akan bisa melihatku lagi. Karna kemungkinan mereka akan membakarku hidup-hidup!” Kataku dengan tampang horror membuat Jihyun sedikit bergidik.

“Aku juga khawatir denganmu. Eh, tapi kenapa kau tidak melapor pada Minho oppa saja supaya Key tak berani macam-macam padamu” Aku langsung memutar bola mataku mendengar usulan Jihyun.

“Menyuruhnya apa? Mengancam Key begitu? Kau kira Key akan takut dengan Minho oppa? Dugong itu justru akan tambah ‘bernyanyi’ kemana-mana, memberitahukan seisi sekolah tentang rahasia ini dan membuatku tambah sengsara, ppabo!” Terangku dengan menunjuk-nunjuk kepala Jihyun. Jihyun mengangguk-angguk membenarkan. Suara deru motor yang sudah melekat di ingatanku mengalihkan perhatian kami. Dengan cemas aku segera mengintip dari jendela. Dan benar saja, Key dan teman-temannya datang! Omo, otteohke, otteohke?? Aku gelisah ditempat. Ralat, sangat gelisah.

“Bagaimana ini, bagaimana ini? Cepat sembunyikan aku! Cepat cepat! Dia akan menerkamku! Aku akan habis hari ini!” Aku mondar-mandir ditempat. Jihyun juga kebingungan. Tingkah kami ini membuat perhatian siswa-siswa disekeliling kami. Mereka pasti menebak bahwa aku telah membuat masalah dengan Key. Ya, itu memang tidak salah sih. Sekali lagi aku mengintip parkiran tempat Key dan teman-temannya memarkir motornya. Sekarang mereka sudah berjalan menuju lantai 2. Oh noooo!!

“Yoora-ya, cepat sembunyi! Mereka segera datang!” Teriak Sora dari tangga seraya menghampiriku dan Jihyun. Sora menarikku juga Jihyun. Kami berlari tanpa tujuan. Begitu melewati toilet, segera saja kami bersembunyi didalamnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Tak peduli dengan beberapa siswa yang juga ikut terkunci. Kami saling diam. Hanya nafas tersengal kami yang terdengar.

“Apa mereka sudah pergi?” Tanya Jihyun dengan berbisik setelah lewat 5 menit. Kami bertiga berpandangan.

“Kalian pikir untuk apa Key sunbae mampir ke toilet wanita dilantai 2. Sangat tidak lucu. Lagipula kelasnya kan dilantai 4. Jangan terlalu berharap dia akan mencari kalian” Sahut salah seorang siswa yang ikut terkunci. Sora melotot.

“Shut up the bitch! Jangan banyak bicara jika tak tahu apa-apa!” Balas Sora kasar. Siswa itu menutup mulutnya dan hanya menatap kami sebal.

“Sepertinya sudah. Tapi bisa jadi mereka menunggu kita diluar” Jawab Jihyun tak yakin. Kami terdiam lagi.

“Cepat buka pintunya. Sebentar lagi akan bel” Siswa tadi berucap lagi. Sora yang terlanjur emosi dengan siswa itu langsung menghampirinya dan merangsek maju.

“Masih ada lima menit untuk ke kelas nona..Lee Han Mi” Jawabnya penuh penekanan sambil menunjukkan jam tangannya didepan mata siswa bernama Han Mi itu. Han Mi memberengut lalu mendengus sebal.

“Bagaimana kalau keluar sekarang? Sepertinya mereka sudah pergi” Ucapku meminta jawaban.

“Emm, baiklah. Ayo buka kuncinya” Dengan sedikit ragu Sora membuka kuncinya lalu memutar knop pintu. Kepalanya menyembul keluar.

“Aman” Katanya setelah melihat keadaan. Kami keluar berurutan dengan mengendap-endap. Tanpa menunggu apa-apa lagi kami segera masuk ke kelas. Sora masuk lebih dulu ke kelasnya, lalu aku dan Jihyun juga masuk ke kelas kami. Untuk saat ini aku masih bisa bernafas lega. Tapi jam istirahat dan jam pulang masih menungguku.

End POV

 

..:..:..:..:..

 

Author POV

Istirahat baru saja dimulai. Key masih bertahan dibangkunya. Onew menarik kursinya mendekat dan Jonghyun duduk diatas meja sebelah Key. Taemin yang kelasnya ada dilantai 3 belum muncul juga. Kelas Key sepi selain Key dan kedua temannya. Memang kalau Key dkk sudah berkumpul dikelasnya maka siswa yang lain harus keluar jika tak ingin dapat masalah.

Key tak bergeming ditempatnya. Otaknya memikirkan sesuatu. Fakta besar mengenai kedua musuhnya. Dia masih tak tahu apa yang seharusnya dia lakukan.

“Key hyung, aku baru saja mendapat berita besar!” Teriak Taemin dari luar kelas lalu duduk dibangku depan Key. Onew dan Jonghyun ikut mendekatkan kepala mereka.

“Ada apa?”

“Kemarin sore, ada seorang temanku yang melihat Choi Minho bersama seorang siswi sekolah kita!” Terang Taemin antusias.

“WHAT?!” Jonghyun histeris dan menggebrak meja. “Ini tidak bisa dibiarkan! Bagaimana bisa mereka jalan bersama?! Wah, namja itu memang cari gara-gara dengan kita! Berani-beraninya dia merayu siswi disekolah kita. Apa dia sudah lupa bagaimana statusnya?! Ah, jangan-jangan ini salah satu tak-tiknya untuk menyerang kita!” Lanjutnya dengan menggebu-gebu.

“Key, bagaimana tindakanmu?” Onew menatap kedua mata Key yang menerawang keluar jendela. Key terdiam beberapa menit. Lalu ditatapnya tiap pasang mata ketiga temannya.

“Emm, sebenarnya aku juga sudah tahu hal itu” Akunya kembali menatap keluar jendela, pura-pura tak melihat wajah-wajah terkejut ketiga temannya.

“Hyung…” Ucap Taemin sedikit kecewa dengan Key.

“Jadi kau sudah tahu? Lalu kenapa kau diam saja dan tak memberitahu kami?” Protes Jonghyun geram karena Key menyembunyikan berita besar itu dari yang lain. Apakah tiga tahun belum cukup untuk membuat Key percaya pada kami? Batin Jonghyun.

“Lalu apa kau juga sudah tahu siapa gadis itu?” Tambah Onew tepat sasaran didukung anggukan Jonghyun dan Taemin. Key menimang-nimang apakah dia harus memberitahukan ketiga temannya ini ataukah lebih baik untuk menyimpan rahasia ini sendiri. Dia berdeham untuk memberikan sedikit ketenangan. Begitu kepalanya mendekat, yang lain juga ikut mendekat.

“Ju-On” Hanya satu kata yang diucapkannya tapi mampu membuat ketiga temannya membelalak. Tak ada yang sanggup mengeluarkan kata-kata. Jonghyun sudah membuka mulutnya hendak bicara, tapi ditelannya kembali. Onew menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi dan melipat tangannya.

“Wah, jadi sekarang mereka bekerja sama untuk melawan kita, begitu? Daebak. Jinja daebak!” Onew terkekeh tak percaya.

“Ternyata selama ini si brengsek itu punya mata-mata disekolah kita?” Tambah Taemin mulai geram.

“Ralat, kekasih. Yoora adalah kekasih Minho” Jonghyun membenarkan kata-kata Taemin.

“Tapi apakah Minho benar-benar menyukai Yoora atau seperti kataku tadi, Yoora hanya dijadikannya mata-mata. Kita kan tidak tahu jelasnya” Jelas Taemin membela ucapannya.

“Dari yang kulihat kemarin sih, sepertinya Choi Minho itu benar-benar menyukai Yoora. Mereka sangat…ekhm, mesra” Key sedikit tak yakin dengan ucapannya barusan. Tapi apa yang dilihatnya kemarin memang begitu—menurutnya.

“Kalau begitu kita punya Kartu AS untuk menjatuhkan Minho! Karna Yoora berdiri diwilayah kita, maka Minho tak bisa berbuat apa-apa untuk melindunginya kecuali dia harus menurut pada kita. Benar kan?” Tutur Onew brilian.

“Hey, bagaimana kalau kita simpan dulu namja brengsek itu dan ‘bermain’ dengan yeojanya? Kupikir dengan membuat Yoora bertekuk lutut pada kita didepan semua siswa ada asyiknya juga” Usul Jonghyun licik membuat seringai tercetak dibibir keempat namja yang sedang berdiskusi itu.

“Mau beraksi sekarang?” Key mengangkat kedua alisnya dan dijawab dengan Jonghyun yang berdiri diikuti yang lain.

End POV

 

Yoora POV

Kuputuskan selama istirahat hari ini aku akan bersembunyi di perpustakaan bersama Jihyun dan Sora. Setelah membeli beberapa cemilan dikantin—tentu saja dengan mengendap-endap—kami langsung menuju perpustakaan dan bersembunyi disalah satu pojok ruangan.

“Kau yakin disini akan aman Jihyun-ah?” Sora memandangi sekeliling kami dengan tak yakin.

“Sudahlah, kalau tak disini kita akan bersembunyi dimana lagi?” Jawab Jihyun lalu membuka sekaleng soda dan meneguknya.

“Yaa, sikeuro! Kalau kita berisik kita akan diusir. Berdo’a saja agar semua baik-baik saja” Lanjutku sambil mengunyah beberapa kacang polong. Jihyun mengangguk-angguk membenarkan. Aku mengambil beberapa buku bacaan dan coba membacanya. Aah, otakku tak bisa konsentrasi! Kuletakkan kembali buku-buku itu. Kami bertiga hanya duduk melamun sambil mengunyah beberapa cemilan. Bosaaan. Sora bersiap membuka mulutnya untuk bicara saat ponselnya bergetar. Dia pun keluar perpustakaan. Aah jinja. Bosan sekali disini. Rasanya seperti penjara saja. Kulirik Jihyun yang asyik bermain game diponselnya. Aku pun ikut mengeluarkan ponselku.

“Hey, mereka datang tuh” Sahut seorang siswa yang berdiri tak jauh dariku dan Jihyun. Kami langsung paham siapa yang dimaksud dengan ‘mereka’. Kontan aku dan Jihyun bangkit dari duduk.

“Jinja?” Tanyaku dan langsung dijawab anggukan oleh siswa tadi.

“Lalu bagaimana ini? Kemana lagi kita harus kabur? Sora belum kembali pula!” Aku mondar-mandir ditempat. Jihyun meremas tangannya dengan gelisah.

“Sudahlah, ayo cepat pergi” Kata Jihyun lalu menggandeng tanganku. Kami berjalan mengendap-endap dibalik rak-rak perpustakaan. Sesekali kami mengintip dari celah-celah buku. Kami tahu Key dan teman-temannya menyebar. Akan sulit untuk melewati pintu perpustakaan. Saat melewati dua orang siswa, tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak.

“Key sunbae, Yoora ada disini!” Teriaknya dan membuat Jihyun dan aku berlari kencang keluar perpustakaan. Meski samar kulihat mereka mengejar kami. Benar saja, saat aku menoleh kebelakang Jonghyun dan Taemin berlari mengikuti kami. Tapi aku tak bisa menemukan Key dan Onew disana. Entahlah. Jihyun menarikku mengelilingi tiap sudut sekolah, agar Jonghyun dan Taemin kehilangan jejak kami. Untung ide Jihyun ini berhasil. Kedua orang itu sudah lenyap. Kurasakan ponsel disakuku bergetar. Telfon dari Sora.

“Yoboseyo” Sapaku.

“Yoora-ya, kau dan Jihyun ada dimana? Kucari ke perpustakaan tapi kalian tak ada. Apa kalian baik-baik saja?” Tanya Sora berbondong-bondong sedikit membuatku bingung.

“Aku dan Jihyun sedang berusaha kabur dari kejaran teman-teman Key. Kami baik-baik saja untuk saat ini” Jawabku sambil terus berjalan. Tapi tiba-tiba Jihyun yang berdiri didepanku berhenti mendadak dan membuatku yang tak melihat jalan menubruknya.

“Ya Jihyun-ah, kenapa berhenti tiba-tiba?!” Bentakku masih dengan ponsel ditelinga.

“Omo! A-annyeong sunbaenim” Ucap Jihyun dengan seseorang didepannya dan membuatku ikut mendongak. God, kami tertangkap! Jonghyun dan Taemin kini berdiri dihadapan kami dengan melipat kedua tangan. Senyum manis palsu mereka bertengger disana.

“Mau kemana hoobae-hoobae-ku yang manis,huh?” Alis Jonghyun terangkat sebelah menatap kami.

“Te-tentu saja kami mau…kabuuuuurr!!!” Jihyun menarik paksa aku yang belum diberi aba-aba. Kami berbalik dan kembali berlari. Tapi baru beberapa langkah, kami mematung lagi. Aku menelan ludah melihat sosok yang berdiri didepanku. Key dan Onew menatap kami dengan tajam dan penuh dendam. Aku melupakan Sora yang masih terhubung diseberang. Samar-samar kudengar panggilannya ditelfon.

“Yoora-ya, ada apa? Apa kalian tertangkap? Yoora!” Panggil Sora panik. Aku tak sanggup menjawab panggilan Sora. Kubiarkan suaranya menggantung diudara.

“Lari terus, jangan sampai tertangkap! Aku akan menyusul kalian!” Sora langsung menutup telfonnya. Ppabo, jangan kesini! Dia bisa ikut terlibat masalah ini jika tertangkap.

Jonghyun dan Taemin terus melangkah maju bersamaan dengan aku dan Jihyun yang terus mundur menjauh dari mereka. Tapi bodohnya kami berdua justru semakin dekat dengan Key dan Onew yang terus memperhatikan gerak-gerik kami.

“Yoora-ya, Jihyun-ah, kalian baik-baik saja?!” Tiba-tiba dari arah belakang Jonghyun dan Taemin Sora berlari menghampiri. Ppabo, apa dia tidak sadar situasi ini? Begitu dia berdiri disebelahku, barulah dia sadar bahwa Key dkk telah mengepung kami. Great, sekarang nasib kami bertiga ada diujung tanduk!

End POV

 

Author POV

Key memberi kode pada Jonghyun dan Taemin. Mereka berdua segera melaksanakan komando. Jonghyun menarik Jihyun dan menahannya jauh dari Yoora. Sedangkan Taemin menahan Sora kesisi koridor. Key maju selangkah demi selangkah mendekati Yoora. Sedangkan Yoora terus mundur untuk menjaga jarak dengan Key. Tapi dengan cepat Key mendorong bahu Yoora ke tembok lalu berdiri beberapa jengkal didepannya. Yoora menelan ludahnya bersamaan dengan jantungnya yang terus berdegup kencang saat mata Key menusuk kedua bola mata Yoora. Key maju selangkah lagi dan menyisakan jarak sejengkal antara mereka.

“Enak ya jadi pengkhianat?” Ucapnya dengan suara pelan. Yoora mengumpulkan keberaniannya untuk membalas.

“Mwo? Pengkhianat? Karena apa? Aku kan tidak melakukan apapun“ Balas Yoora membela diri.

“Wow, hebat sekali kau berbohong padaku!”

“Aku tidak berbohong! Memangnya apa salahku hingga kau bilang pengkhianat?!” Yoora bersikeras.

“Kau terlalu berpura-pura bodoh! Jelas-jelas kau berhubungan dengan Choi Minho, pentolan musuh bebuyutan sekolah kita!” Kata Key pelan tapi penuh penekanan ditiap katanya. Yoora tak menjawab. Dia tak mungkin mengelak karna Key sudah melihatnya sendiri.

“Kenapa diam? Karena kau ketahuan? Haha, seorang Choi Yoora mengaku kalah itu sungguh luar biasa. Tapi memang seharusnya kau patuh padaku! Sudah cukup kau bermain-main denganku. Kini giliranku untuk menghukummu!” Cerca Key tapi tersirat keseriusan lewat penekanan kalimatnya. Yoora menelan ludah. Dia berusaha setenang mungkin meski sebenarnya sulit menyembunyikan ketakutan itu. Key menghirup nafas dalam-dalam untuk melanjutkan kalimatnya.

“Kau, harus jadi budakku jika tak ingin hidupmu berakhir detik ini juga”

To Be Continued

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “Match Couple – Part 2”

  1. Rempoooong bener dah..
    Ini rame. Tp part 1 nya udah lm bgd y. Ayodonk.. Update cpt. Pgn bc lg gmn c cw itu d budakin ama key! Dan minho,omo pentolan??ekk~ g nygka.

  2. ka aku baru baca part ini FFnya bagus banget tapi lanjutannya cepet ya ka
    hehehe biar pada ga lupa sama cerita sebelumnya
    iya betul juga sih si key masa ga tau kalo yora adeknya minho padahal marganya sama
    pokoknya lanjut lanjut oke

  3. key… KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNN XXXXD
    JEONGMAL SARANGHAE!!

    update cepetan… key-oppa keren disini! *BOW

    KYAAAAAAAAAAAA >,<

  4. kya!!! kya!!! kya!!! *pingsan*
    Omo~~ itu Yoora ottokhae?
    bagaimana kelanjutan hidupnya?
    apa yg akan key lakukan?
    bagaimana reaksi minho?
    dan gimana si syahrini pergi (?) *ignore*
    ditunggu lanjutannya!!! daebak!!!!

  5. Yaaa!!!! Minho sihhhhh
    Minhoo bener2 ya waktu itu-____-”
    Kenapa yoora gak bilang aja minho itu oppa nyaaa?
    Kan gampang!!!!
    Aaa jjinja

  6. hyaaaaa !!! Suka suka suka bgd karakter key dsni ahhh galakkkkk errrrr ~
    Jgn lama lama next part’a
    nanti kburu lupa cerita’a ~

  7. Waaaaa
    Key jahatt
    Masa jadi budak
    Minho lagi, gimana kalo dia tau
    dongsaengnya digituin
    Adohhh bisa ada pertumpahan darah (?)
    Lanjutt

  8. Kekkeke..cekikikan baca nya..ikutan deg deg an ​:D•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃:D..

  9. yoora jadi budaknya key??
    gimana nanti ya?
    kasian yoora nya karena yoora nya dongsaeng nya minho malah yoora yang kena ckck..
    kalo minho nya tau gimana ya?

    ditunggu lanjutannya.. 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s