My Sweet Date

Title: My Sweet Date

Author : elji

Main Cast (Tokoh Utama) :

Minho

Danji

Length : one shot

Genre : Romance

Rating : General

Summary :

Inilah kencanku yang paling manis dengannya..

Akhirnya..

Seminggu lamanya aku menunggu saat-saat ini, kalau saja namja chinguku ini tidak terlalu mengkhawatirkanku maka kencan ini sudah terjadi dari kemarin-kemarin.  Tak apalah, yang penting aku bisa berkencan lagi dengannya. ^^

Aku menekan tombol satu – tombol yang sangat kuhapal – di ponselku, nada deringnya hanya sebentar, itulah dia tak pernah membiarkanku menunggu lama.

“Hai, sudah tak sabar bertemu denganku ya?” sapanya.  Aku hanya tersenyum, aku mendengar suara namchin yang sangat kurindu ini di ponsel namun aku juga bisa mendengar suaranya tepat di belakangku.

“Kau tidak menyadari keberadanku disini?” tanyanya.

Di sinilah kami, di kamarku.  Kudengar langkahnya mendekat di belakangku, kututup sambungan teleponnya.  Terdengar sapaan sopan Minho ssi pada onnieku yang memang sejak tadi menemaniku di kamar.  “Danji ah, onnie pergi dulu ya!  Kalau perlu sesuatu panggil saja,” kata Onnie sebelum meninggalkan kamar.

“Ne..” jawabku.  Aku tersenyum, berharap Onnie melihat senyumku ini, betapa aku sangat berterimakasih padanya.

“Kau belum siap?” kudengar kata penuh senyum namchinku.

“Kau kan tahu aku, sebelum memilih baju untuk berkencan pasti meneleponmu dulu,” jawabku.

“Ne.. tapi kau tak pernah memakai baju seperti yang aku suruh,” katanya, lagi-lagi sambil tertawa.

Aku tersenyum, “kalau begitu sekarang aku minta kau memilihkan baju untuk kencan hari ini.  Langsung saja ambil dari lemari dan letakkan di atas kasur.”

Suara langkah yang sangat kurindu itu kembali terdengar melintasi kamar, ke arah lemari baju.

“Bagaimana kalau ini, kaos pink yang kubelikan beberapa bulan lalu ditambah dengan rompi warna biru?  Apakah masih cukup, kau tidak bertambah gendut kan?” godanya.

“Ok, lalu bagimana dengan bawahannya?” aku malah balik bertanya.

“Rok yang manapun, kau terlihat manis memakai rok,” jawab Minho.

“Baiklah.. sekarang kumohon kau menunggu di luar sementara aku ganti baju.  Bisakah sekalian panggilkan Onnie?” pintaku.

“Ne, uri gongju..”

Ketika Onnie datang kuminta padanya untuk memasukkan kembali baju yang dipilihkan Minho.  Aku punya rencana sendiri baju mana yang akan kupakai tapi aku senang meminta pendapat Minho dulu. ^^

Aku memakai baju yang kupakai saat kencan pertama dulu, memang agak sempit tapi aku suka.  Aku sama sekali tidak melihat cermin karena aku percaya kata-kata Minho kalau aku sudah terlihat cantik.  Harusnya aku tak percaya kata-kata ini, bagaimana bisa dia tahu aku cantik kalau dia belum bertemu aku lagi, dia mengatakannya di telepon.

“Onnie, sekarang jam berapa?” tanyaku.

“Jam 10, sudah saatnya kau menemui Minho di depan,” jawab Onnie.

“Nanti, tunggu 10 menit lagi.  Bukankah perempuan biasa sengaja terlambat 10 menit saat kencan?” kataku sambil tertawa.

“Dasar kau ini..”

10.10am

Kutekan kembali nomor satu di ponselku, “maaf aku terlambat..” kataku saat Minho mengangkat teleponnya.

Terdengar suara tawa renyah di seberang, “tak apa, kujemput kau sekarang ya?”

Sesaat setelah sambungan telepon terputus, tangan hangat Minho meraih tanganku.  Jadi tangan Minho selalu sehangat ini tapi baru sekarang aku menyadarinya, dan ini membuatku tersenyum.

Minho perlahan menarik tanganku, mengajakku keluar kamar.  Onnie ikut mengantar kepergianku sampai pintu rumah.  “Aku berangkat..” dan bersama Minho aku pergi kencan.

Mobil Minho, aku tak pernah menyadari kalau di dalam sini begitu penuh dengan wangi Minho.  Kususuri tanganku ke dashbornya, ternyata boneka kucing pemberianku masih ada ditempatnya.  Kutekan tombol play dan lagu forever more yang dinyanyikan Onew SHINee langsung terdengar.  Lagu kesukaanku.

“Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri, Minho?” tanyaku.

Senyum Minho berubah menjadi tawa, “kupikir kau takkan tahu kalau aku tersenyum-senyum sendiri.  Aku hanya teringat bagaimana kau selalu tersenyum-senyum konyol seperti ini saat mendengar lagu ini.”

Aku ikut tertawa bersamanya.  Kau tahu, tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kebahagiaanku hari ini walaupun aku juga merasa sedih.

Sesampainya di taman ria pasti raut wajahku masih terlihat sedih karena Minho mengeluarkan jurusnya untuk menghiburku, “Matamu sangat indah seperti biasanya.  Aku sangat suka memandangi coklat matamu.”

Terdengar gombal kan? Tapi ini Minho yang katakan maka kau harus percaya kalau ini benar.  Aku tersenyum.

 “Arah jam sembilan ada tukang balon terbang, mau kubelikan satu?” serunya tiba-tiba.  Belum juga aku menolehkan kepala ke arah yang disebutkannya, Minho sudah menarik tanganku.

“Ini untukmu, kubelikan yang hijau,” katanya sambil memasukkan gelang karet balon ke tanganku, aku hanya tersenyum.

Kami berkeliling sambil mengobrol, selama berjalan Minho tak sekalipun dan sejaripun melepaskan genggaman tangannya.  Aku senang tapi perasaan ini rasanya tidak begitu bagus.  Aku sedih.

Minho menarik napas, aku kembali tersenyum.

“Ada es krim, kau mau rasa apa?” tanyanya sambil menarikku ke arah tukang es krim.  Belum sempat aku menjawab Minho sudah memesankan es krim cokelat untukku.  Dia memang tahu segala tentangku.

“Terimakasih,” aku berterimakasih sambil membungkuk seraya menerima es krim.

Aku pasti melakukan hal yang aneh, karena kudengar Minho berkata pada penjual es krim, “dia cantik kan Ahjushi?  Tak ada yang salah dengannya kan?  Dia benar sangat cantik..” ada nada sendu dalam suaranya.  Aku tak bisa berkata apa-apa, aku takut air mataku keluar jadi aku hanya mengeratkan genggaman tanganku.

Minho mengajakku duduk di sebuah bangku panjang.  Kujilati es krimku, karena cuaca yang panas es krimnya cepat sekali meleleh, tanganku jadi belepotan es krim.  Untuk pertama kalinya Minho melepas genggamannya dan segera mengelap tetesan es krim di tanganku.

“Bunga-bunga sudah bermekaran.  Kau ingat kan saat terakhir kali kita kesini, taman bunganya masih seindah dulu,” suara Minho terdengar dipaksakan ceria.

Bingung mau menolehkan kepala kemana, aku menengadah, berharap dapat melihat langit biru dengan awan-awannya yang putih, tapi aku tak bisa melihat apa-apa hanya cahaya yang bisa kurasakan keberadaanya.  Aku tersenyum karena ternyata aku masih bisa melihat wajah Minho dengan jelas, atau mungkin ‘membayangkan’ adalah kata yang lebih tepat.

Ya, aku tak bisa melihat sekarang, ini karena panas tinggi yang aku alami sebulan yang lalu.  Dokter bilang penglihatanku akan bisa kembali tapi waktu yang diperlukan entah berapa lama.  Tentu saja aku sedih tapi aku senang namchinku tetap mau menerimaku apa adanya.

“Langitnya cerah, indah..” kata Minho yang melihat arah wajahku.  Aku bisa membayangkan wajahnya menyimpan duka.

“Jangan memasang tampang sedih begitu Minho ah, kau tidak ingin melihatku sedih kan?  Kalau begitu kaupun harus semangat,” kataku sambil menolehkan wajah ke arah yang kuperkirakan adalah wajah Minho.

Terdengar Minho menarik napas dalam-dalam, walaupun tidak melihatnya tapi aku bisa merasakan Minho menatapku.

“Jangan khawatir, walaupun aku tak bisa melihat apapun aku masih bisa melihatmu.  Aku juga tidak khawatir karna kau akan menjadi mataku juga kan?” kataku sambil tersenyum.

“Ya.. tidak usah khawatir.  Walaupun selamanya kau seperti ini, aku akan selalu ada di sisimu,” janji Minho.

Inilah, kencanku yang paling manis dengan Minho ssi. My sweet blind date..

***

Huwah, geje nggak ceritanya?  Ditulis buru-buru soalnya keburu idenya ilang. Hehe..

Feedbacknya yaaaaaaaaa… =D

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “My Sweet Date”

  1. Tiba-tiba stuck bacanya pas cewenya bilang “melihat wajah minho. Atau mungkin ‘membayangkan'”
    Yaampunn minho baik bangeet! Nerima cewenya apa adanya. Good goood(y)
    Johaa eonnii 😀

  2. hah ? kaget ternyata tuh cwenya buta ???
    ckckcckc bener2 blind date !!
    huwaa minhoooooo kau baik sekaliii
    author … buatin sequelnya dong!!!

    huwaaaa author keren !!!

  3. UAAAA MINHOOOO
    Gila bangetttt
    Minho sweeeet bgt :3:3:3
    “Matamu akan jadi mataku juga kan”
    Njirrrr x_x
    Yang dia bilang ke ahjussi kalo dia cantik blabla
    Aaaaaa pantesan dijemput ke atas….
    Minho ya neo….aaaa!!

  4. kyaaaa… sweet story. seneng bacanya. buset dah, udah berapa author di sini yang dapet pahala gara-gara bikin aku senang ya? hahaha ^^ nice thor.

  5. oo kirain kenapa, buta ya?
    oo jadi onnienya mberesin baju dikasur itu karna dia gak bisa ya? pantesan pula dia gak ngaca. aku turut berduka cita ya thor,
    hiks, thor ini kurang panjaang, gak puas loh. sequelnya dong thor *kalo bisa

  6. Gue kirain ceweknya mau mati eh,ternyata buta toh.minhyoyaaaa kau sangat romantis.iiih coba aja gue punya cowok kayak gitu O_o so sweet lah thor!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s