Egoistic Marriage: Complicated Taemin (V)

Author : Ria

Main Cast :

–          Choi Min Ho

–          Kim Ki Bum

–          Kim Jong Hyun

–          Lee Taemin

–          Lee Jinki

–          Kang Hye Mi (Imaginative Character

Support Cast :

–          Nenek Goo Hara

–          Park Ha Chan (a.k.a Ai)

–          Shin Min Ri (a.k.a Widi)

–          Lee Chaerin (Taemin and Jinki’s eomma)

–          Kim Taeyeon (Key and Jonghyun’s eomma)

–          Choi Soo Young (Minho’s eomma)

–           Lee Dong Hae

leght : Sequel

genre : romance, family

rating : PG 15

Egoistic Marriage—Complicated Taemin

 

Jinki dan Hyemi tiba di sebuah gedung pencakar langit milik SM entertainment. Yup, keduanya pergi ke SM building untuk melihat Taemin melakukan showcase pertamanya. Jika Taemin lolos Showcase hari ini maka ia akan melanjutkan trainee dan lanjut ke showcase tahap kedua sebelum bisa menembus dunia hiburan. Suatu fakta yang benar-benar baru Hyemi trahu hari ini.

“Jadi Taemin ingin menjadi artis ya…” kata Hyemi dan Jinki tersenyum. Jinki selalu tersenyum jika itu berkaitan dengan dongsaeng tersayangangnya itu.

“Taemin pernah bilang kalau kalian semua punya kesukaan masing-masing dan ternyata inilah maksudnya. Taemin menyukai dancing ya…” kata Hyemi lagi begitu keduanya sudah duduk ditempat. “Taemin tidak pernah cerita padaku kalau ia lolos menjadi trainee SM.”

“Wah… kau harus lebih dekat lagi dengannya,” kata Jinki.

Showcase pun berlangsung dengan meriah. Semua trainee memberikan penampilan terbaik mereka sampai akhirnya giliran Taemin. Kini namja itu berdiri dengan microfon didepannya. Seperti trainee sebelumnya, ia akan membuat pidato singkat.

“Annyeong haseyo… Goo Lee Tae Min Imnida. Aku adalah trainee SM sejak setahun yang lalu. Ini pertama kalinya aku ikut shwocase setelah mendapat rekomendasi dari tutorku. Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang mendukungku terutama Hyungku, Goo Lee Jin Ki. Terima kasih hyung,” kata Taemin dan Jinki melambai sambil tersenyum dibangku penonton.

“Lalu… ada seorang lagi. Ia masih baru dalam kehidupanku tapi penampilanku hari ini kupersembahkan padanya,” kata Taemin lagi. Dari kejauhan, Hyemi bisa melihat namja itu menatapnya. “Kang Hyemi-sshi, penampilan ini untukmu.”

Dan Taemin pun bernyanyi dan menari. Taemin tampak sangat berbakat dalam bidang ini. Setiap gerakan dan suara yang keluar dari Taemin sukses membuat semua penonton kagum. Tak terkecuali… Hyemi. Sejak mengatakan pidato singkatnya dan menyatakan bahwa penampilannya untuk Hyemi, wajah hyemi langsung merah padam.

Dan Hyemi berusaha menikmati setiap detik penampilan Taemin.

***

Hah… anak itu, batin Jinki. Dia sudah dewasa rupanya. Sudah berani merayu gadis.

Jinki melirik kesamping dan mendapati Hyemi yang hampir tidak berkedip saat penampilan Taemin. Jinki terus menatap Hyemi dan tampaknya Hyemi terlalu serius menikmati penampilan Taemin sehingga tidak menyadari tatapan Jinki.

Semakin Jinki menatap Hyemi, semakin Jinki terus mengingat yeoja itu. Yeoja yang meninggalkannya setahun yang lalu…

***

“Taemin sangaaaaaaaat berbakat!” kata Hyemi yang masih terus membahas penampilan Taemin padahal showcase sudah berakhir 30 menit yang lalu. Keduanya berjalan menuju tempat Jinki memarkir mobil.

“Bagaimana? Puas?” tanya Jinki.

“Sangaaat!” kata Hyemi lagi.

Pada saat itulah, Jinki melihat sosok yang sangat dikenalnya. Sedang berdiri di dekat pintu keluar. Tubuhnya yang tidak begitu tinggi berbalut baju hangat warna coklat disandarkan pada tembok. Jinki terkesiap. Sudah lama ia tidak melihat sosok itu lagi. Jinki sudah begitu rindu.Tanpa sadar Jinki melangkah mendekat ke sosok itu.

“Jinkiya!” panggil Hyemi membuat Jinki berbalik. “Masuklah duluan ke mobil,” kata Jinki an hyemi mengangguk mengiyakan.

“Hachan?” sapa Jinki dan sosok itupun berbalik. Yeoja bernama Park Ha Chan itu terkesiap saat melihat siapa yang menyapanya. Lee Jinki.

“Ji-Jinki?” tanya Hachan pelan.

Jinki tersenyum. “Ne. Ini aku. Jinki.”

Hachan menyuggingkan senyuman canggung. “Mianhae Jinkis-sshi. Aku tidak bisa berbicara banyak. Aku ada urusan. Annyeoghi.”

Hachan mulai melangkah pergi tapi ditahan oleh jinki. Hachan melirik sbeentar ke lengannya yang dipegang Jinki. “Mianhae. Aku ada urusan.”

“Sejak kapan kau mulai tidak berbicara banmal (informal) denganku?” tanya Jinki lalu membalikkan tubuhnya sehingga bisa berhadapan dengan Hacahn. Kini jarak keduanya Haray sekitar 15 cm membuat Hachan mau tak mau harus meilhat wajah Jinki.

“Ni ga neomu bogoshippo (aku sangat rindu),” ucap Jinki pelan sambil emantap dalam kedalam mata Hachan. Ha Chan menggeleng.

“Mian. Aku harus pergi,” kata Ha chan lalu berbalik. tapi sebelum ia sempat melangkah pergi, Jinki melingkarkan tangannya di pinggang Ha Chan dari belakang.

“Jangan pedulikan kata eomma. Mari, kita ulangi lagi,” kata  Jinki dan Ha Chan menggeliat di dalam dekapan jinki.

“Jinki-sshi! Lepaskan!”

“Bilang iya dan kulepaskan.”

“Semua itu bukan karena eomma-mu Jinki-sshi! itu semua murni karena keinginanku!” seru Ha Chan lagi yang berhasil membuat rangkulan Jinki melonggar. Ha Chan melepaskan rangkulan Jinki.

“Jangan berbohong,” kata Jinki.

“Aku tidak bohong! Aku tidak menyukaimu! Aku tidak mencintaimu! Aku yang mengakhirinya!” seru Ha Chan membuat jinki membulatkan mata.

“ANDWAE!” pekik Jinki. Ha Chan bisa melihat mata namja itu sudah berkaca-kaca.

“Terimalah Jinki,” kata Ha Chan. “Annyeonghi.”

Ha cHan pun meninggalkan Jinki yang mati-matian menahan air matanya.

Dari balik tembok, Hyemi juga menyaksikan semuanya. Hyemi berbalik, dan menyandarkan tubuhnay di dinding. Hyemi membekap mulutnya. Kini ia mengetahui sesuatu. Bahwa sesungguhnya yang paling tersiksa karena perjodohan ini adalah Jinki.

***

“Gomawo,” kata Hyemi begitu melihat Taemin pulang dan melepas sepatunay di ruang gamu. “Gomawo untuk apa?” tanya Taemin.

“Untuk penampilanmu,” kata Hyemi. “Untukku kan?”

Taemin tersenyum. “Ne. Gomawo juga sudah mau datang melihat.”

“Aigoo! Taemin-ah! Kau itu benar-benar berbakat! Bagaimana bisa aku melewatkanpenampilan sebagus itu?” kata Hyemi membuat efek malu-malu pada Taemin.

“Ngomong-ngomong kenapa Bibi Chaerin tidak ikut menyaksikan showcase?” tanya Hyemi membuat Taemin merubah raut wajah. Taemin menghela nafas panjang lalu menatap hyemi. “Dia… sibuk.”

Setelah itu, Taemin beranjak ke kamarnya meninggalkan Hyemi tenggelam dengan pikirannya sendiri.

***

Esok paginya kediaman Goo mulai ramai di pagi hari. Tidak biasanya kelima putra dibangunkan oleh pelayan termasuk Hyemi. Chaerin dan Chaerin sudah terlebih dahulu siap di meja makan. Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk makan pagi yang dipercepat satu jam.

Nenek Goo Hara duduk anggun ditengah-tengah meja kotak yang panjang dan mewah itu. Ia baru saja tiba dari Australia tadi malam karena urusan bisnis. Nenek Hara sudah bgeitu rindu dengan cucu-cucunya dan juga perkembangan hubungan kelimanya dengan Hyemi. Tapi sebelum itu, nenek Hara punya rencana lain yang segera ingin ia sampaikan pada seluruh penghuni rumah.

Dong Hae, sekretaris pribadi nenek Hara sudah bersiap dengan pakaian lengkap bberdiri isamping nenek Hara. Ia akan menjadi juru bicara lagi hari ini.

“Annyeong Haseyo, semoga tidur tuan-tuan dan nona nyenyak semalam,” kata Dong Hae dan ditimpali Jonghyun, “Bagaimana bisa enak kalau jam 6 pagi dibangunkan paksa! Lihat saja si Minho itu.”

Semuanya pun kompak melihat Minho yang bahkan membawa bantal dari kamarnya turun ke meja makan. Bebrapa pelayan tertawa kecil melihat tuan mereka yang tampan masih tertidur di atas bantalnya bahkan saati meja makan.

“Minho! Bangun!” seru nenek Hara dan dengan cepat Minho bangu da duduk tegap. Minho memang selalu menurut pada nenek Hara. “Baiklah. Joowon, lanjutkan.”

“Apakah tuan-tuan tidak ada yang mengingat besok adalah hari apa?” tanya Jonghyun.

Hening sejenak. Tak lama kemudian secara bersamaan, kelimanya menjawab, “ULANGTAHUN NENEK!!!!!”

‘Mwo? Ulangtahun nenek Hara?” tanya Hyemi yang tidak tahu-menahu.

“CHUKKAEE NEEEK!!!!” ucap kelima namja itu senang dan memeluk nenek Hara bersamaan.

“Bisa-bisanya aku hampir lupa,” kata Minho pada dirinya sendiri.

“Chukkae eomma,” kata Chaerin dan Chaerin.

“Gomawo menantu dan cucu-cucuku,” kata nenek Hara yang terus menyunggingkan senyum. “Dong Hae, lanjutkan.”

“Ehm. Maka dari itu besok akan dilangsungkan pesta besar untuk ulangtahun nyonya Goo Hara.Semuanya tolong bersiap-siap. Sekian.”

***

            Ballroom hotel utama Goo Corp yang berbintang lima itu dalam sehari telah berubah menjadi jauh lebih indah. Semua acara yang memakai hotel itu dibatalkan dan semua tamu yang menginap diizinkan ikut dalam pesta ulang tahun Nyonya Goo Hara, pemilik tunggal Goo Corp yang sangat terkenal di kalangan bisnis Korea bahkan luar negri.

Donghae, sekretaris pribadi Goo Hara melihat ke sekeliling ballroom. Donghae tersenyum puas. Baru kemarin ia memberitahu keluarga Goo dan menyiapkan semua ini dari pagi hingga malam dan hal itu tidak sia-sia. Hotel ini bahkan sudah sama dengan istana. Donghae melirik jam tangannya. Masih pukul 5 sore. Pasti keluarga Goo masih bersiap-siap.  Buktinya, tak satupun dari keluarga Lee maupun keluarga Kim yang datang.

Pukul 6, Satu persatu undangan telah tiba. Undangan ini berasal dari berbagai macam latar belakang. ada yang rekan bisnis sampai keluarga. Diantara semua undangan, Tibalah Lee Chaerin dan kedua putranya disusul Kim Taeyeon dengan keuda putranya juga. Terakhir Minho tiba bersama Hyemi.

Hyemi turun dari motor besar Minho lalu memakai high heels yang sedari tadi tidak dipakainya. Yang benar saja, memakai sepatu seperti itu dengan naik motor? Lupakan.

“Mianhae. Maafkan Bibi Chaerin dan Taeyeon. Maafkan juga semua saudaraku,” kata Minho disamping Hyemi yang masih sibuk menalikan tali-tali sepatunya.

“Kenapa harus kau yang meminta maaf?” tanya Hyemi masih menunduk dan mengurusi sepatunya.

“Mereka keluargaku. Maaf ya, mereka semua pergi sementara kau masih berdandan. Sementara nenek memberi pesan agar kami mengantarmu, mereka semua malah pergi duluan. Bukan karena kemauan mereka, tapi kedua bibi yang sengaja,” kata Minho dan Hyemi menatapnya.

“Mwo? Aku tidak berdandan! Aku hanya sibuk memakai gaun ini!” kata Hyemi sambil menatap Minho lalu kembali menunduk untuk menyimpulkan tali sepatunya yang tidak kunjung terikat dengan baik. “Apa mereka tidak tahu susahnya memakai gaun ini.”

Minho tersenyum sambil memperhatikan Hyemi yang masih sibuk sendiri. Minho lalu berjongkok di depan Hyemi. Minho meraih kaki kanan Hyemi yang telah dipakaikan sepatu tapi belum disimpulkan talinya. Minho lalu mengikat tali sepatu itu. Hyemi sadar Minho melakukannya dan Hyemi hanya bisa menatap Minho. Merasa diperhatikan, Minho menatap balik Hyemi.

“Kau tahu? Kau cantik sekali dengan gaun itu,” kata Minho tulus dan masih terus menatap Hyemi. Hyemi bisa merasakan wajahnya memanas lalu membuang muka.

“Go-gomawo,” kata Hyemi salah tingkah.Minho tersenyum melihat tingkah Hyemi tap kemudian menggeleng sendiri. Apa yang telah ia katakan barusan? batin Minho. Fantastis Choi Minho, sekarang kau kelihatan seperti Jinki hyung.

“Nah selesai,” kata Minho kembali ke sifat dinginnya yang biasa. “Ayo, masuk.”

Minho berjalan didepan Hyemi walaupun rasanya ingin sekali menggandeng Hyemi. Pasti rasanya bangga sekali kalau menggandeng Hyemi yang sekali lagi seperti memakai sihir. Minho sendiri sadar. Ketika bersama Hyemi, ia menjelma menjadi pribadi yang lembut, seperti Jinki. Bukan menjadi pribadi yang dingin, yang selama ini ia lakukan.

***

            “Itu Hyemi???!!!” kata Jonghyun hampir berteriak begitu melihat Hyemi masuk ruangan setelah Minho.

“Kau norak sekali hyung,” kata Key lalu mengikuti arah pandang Jonghyun. Hyemi tampak memakai gaun berwarna merah marun dan rambutnya yang panjang bergelombang berwarna kecoklatan terurau lepas di punggunya. “Bagaimana yeoja itu bisa menajadi seperti itu?” gumam Key tapi didengar Jonghyun.

“Apa kan kubilaaaang… dia itu sebenarnya cantik! Kalau mau tampil feminin,” kata Jonghyun.

“Cih. Biasa saja. Banyak yang jauh lebih cantik darinya di dunia ini,” kata Key.

“Yoon Hana?” kata Jonghyun. “Yoon Hana kan, maksudmu? Salah satu dari yeoja yang tercantik didunia ini menurutmu?”

Kibum menatap hyungnya dari sudut matanya. “Sekali lagi kau mengungkit tentangnya, akan kubunuh kau.”

Tapi Jonghyun tidak takut meskipun adiknya sudah mengeluarkan aura lucifer. “Hahaha. Yoon Hana… dia memang cantik kok. Tinggi dan putih… ya agak sedikit gendut sih…”

“Dia tidak gendut. Dia berisi,” sambung Key tak sadar.

“Katanya tidak mau mengungkit tentang diaaa….” goda Jonghyun dan Key tersadar dengan hal tadi lalu menatap kakaknya.

“YAAA!!!!”

***

Ketika pukul 7, Goo Hara sudah tiba di hotelnya. Sekali lagi, Goo Hara tampil jausih dari kata tua. Ia tampil awet muda dengan make up tipis di wajahnya. Hari ini ulang tahunnya yang ke 69 tahun. Goo Hara turun dari limousin pribadinya yang panjang berwarna putih.

Ruangan mendadak jadi tenang seiring langkah kaki Goo Hara ketika memasuki ballroom hotel. Goo Hara tak henti menyunggingkan senyumannya yang sangat cantik kepada semua undangan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Goo Hara kemudian acara tiup lilin dan doa bersama.

***

            “Jinki, ajaklah yeoja itu berdansa,” kata Chaerin, ibu Jinki. Jinki yang saat itu sedang duduk sambil memnum wine mengangguk kemudian melangkah mendekati Hyemi yang sedang beridri di sudut ruangan. Tampak bingung.

“Yeppeo yeoja, maukah berdansa denganku?” tanya Jinki dari belakang Hyemi. Hyemi melompat kecil lalu berbalik. Hyemi mendapati Jinki yang berpakaian tuxedo rapi. Jinki tersenyum, senyuman yang selalu membuat Hyemi ternganga sedetik.

“Aku?” tanya Hyemi sambil menunjuk dirinya. Jinki mengangguk lalu menawarkan tangannya. Hyemi menyipitkan mata melihat tangan Jinki. Sempat terpikir oleh Hyemi bahwa kali ini Jinki akan melakukan pendekatan tapi bayangan yeoja bernama Park Ha Chan yang ditemui Jinki tempo hari membuat pikran itu tertepis. Hyemi lalu meraih tangan Jinki. Hyemi tidak khawatir, sebab Jinki tidak akan melakukakn pendekatan padanya. Sebab Jinki sudah memiliki yeoja sendiri—meskipun tidak disetujui ibunya.

“Gomawo,” kata Jinki lalu melingkarkan tangannya di pinggang Hyemi. Hyemi kaget sejenak. Tidak hanya itu, Jinki juga menarik tubuh Hyemi mendekat padanya sehingga kini mereka hanya terpaut belasan senti saja.

“Kenapa?” tanya Jinki begitu melihat Hyemi tampak cemas. “Memang begini cara berdansa,” jelas Jinki.

“O-oh?”

“Kau tidak pernah berdansa sebelumnya?” tanya Jinki dan Hyemi hanya mengangguk.

“Ikuti aku,” kata Jinki lalu melepas lingkaran tangannya di pinggang Hyemi. “taruh tangan kananmu disini,” kata Jinki lalu membimbing tangan kanan Hyemi ke bahunya. “Lalu genggam tanganku dengan tangan kirimu,” kata Jinki dan Hyemi menaukan jari-jarinya disla-sela jari-jari Jinki. Jinki lalu melingkarkan lagi tangannya di pingang Hyemi. “Permisi,” kata Jinki lalu menarik tubuh Hyemi mendekat ke tubuhnya sendiri.

“Tinggal ikuti irama musiknya,” kata Jinki lagi dan Hyemi mengangguk.

Keduanya kini berdansa mengikluti musik. Dari kejauhan, keempat namja lainnya hanya bisa melihat keduanya.

“Serasi,” kata Taemin.

“Jadi Jinki hyung yang akan menikahi Hyemi?” tanya Key. “Baguslah,” jawabnya sedniri.

Sementara itu Minho hanya berdiri diam sambil terus memperhatikan sepasang manusia yang asik berdansa itu.

“Aaaahhh…. Jinki hyung gerakannya cepat sekali,” kata Jonghyun. “Aku kan juga ingin berdansa dengan Hyemi…” kata Jonghyun lagi lalu melangkah mendekati Jinki dan Hyemi.

“Ya, hyung, kau mau kemana?” tanya Key pada Jonghyun yang sudah melangkah eprgi.

“Mengambil bagianku,” tanya Jonghyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

***

            Sedang asyik-asyiknya berdansa sambil mengobrol tentang kuliah masing-masing, Jonghyun datang menghampiri Jinki dan Hyemi. Jonghyun mengetuk-ngetuk punggung Jinki sehingga Jinki berbalik, tanpa mengehentikan dansanya.

“Apa?” tanya Jinki.

“Tetot! Waktu anda habis, mister Goo Lee Jinki. Sekarang giliranku berdansa dengan Hyemi,” kata Jonghyun dan Jinki hanya tersenyum. Jinki lalu melepaskan diri dari Hyemi.

“Hyemi, aku lupa kalau kau punya lima tunangan,” kata Jinki dan Hyemi hanya menatapnya bingung. “Tunanganmu yang lain juga ingin berdansa denganmu.”

Jinki pun mundur dan mempersilahkan Jonghyun melangkah maju menghadap Hyemi. Hyemi menatap Jonghyun agak canggung. Sejak aksi bully penggemar Jonghyun yang disebabkan oleh pengakuan Jonghyun, Hyemi tidak pernah sekalipun berbicara dengan namja ini.

“Mianhae,” kata Jonghyun lalu dengan cepat memposisikan dirinya untuk berdansa dengan Hyemi. “Mianhae untuk gangguan kecil jadi kau tidak bisa berdansa dengan Jinki hyung lagi. Mianhae karena sudah membuatmu terluka.”

Hyemi menatap Jonghyun dengan mata sinis khasnya lalu mebuang pandangan. “Gwaenchana.”

“Gomawo,” kata Jonghyun.

***

            Saat keduanya masih berdansa, Jonghyun mendapati Minmi, yeoja temannya sejak SMP hingga kini sedang duduk dimeja sambil memperhatikannya. Jonghyun tersenyum. Ia lupa bahwa Minmi adalah anak dari bos anak perusahan neneknya jadi wajar saja kalau dia juga hadir disini.

Jonghyun lalu menarik hyemi lebih dekat lagi dengannya dan membuat jarak yangs angat kecil diantara keduanya sehingga Jonghyun bisa menempelkan dahinya ke dahi Hyemi.

“Hyemi-ah. Neomu Yeppeo,” kata Jonghyun setengah berbisik ditelinga Hyemi membuat Hyemi menggeliat pelan.

Dari kejauhan, Jonghyun melirik Minmi. Yeoja itu mendengus pelan lalu melangkah pergi dari tempat duduknya.

“YAA!” seru Hyemi ketika bisa mengendalikan dirinya. Hyemi menarik tubuhnya lalu menunjuk Jonghyun. “Sekali lagi kau seperti tadi, kau akan merasakan tinjuku!”

Jonghyunmengangkat kedua tangannya. “Fine. fine.”

Hyemi pun melangkah pergi dengan kesal.

***

            “Kau tidak mau berdansa?” tanya Jinki begitu musik berganti dari slow menjadi beat.

“Berdansa apa?” tanya Taemin polos.

“Kemarin kau showcase kan? Tunjukkan kemampuanmu! Aku tidak sempat melihatnya,” kata Key sambil mendoronhg-dorong tubuh Taemin ke lantai dansa.

“Ayolah,” kata Jonghyun juga. Taemin melirik kearah hyungnya yang satu lagi.

“Aku juga mau melihatnya,” kata Minho sambil tersenyum. Taemin pun jugatersenyum lau melangkah ke tengah-tengah lantai dansa.

“Baiklah!!! Para hadirin sekalian, berikan tempat!!! Magnae putra keluarga Goo, Lee Taemin akan berdansa!!! saksikanlah penampilan limited eition ini!!!” kata Key yang tau-tau sudahheboh dengan mic yang entah darimana dia dapatkan.

Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Taemin menunju arena dansa yang telah dikosongkan oleh orang-orang. Taemin menunduk sejenak lalu mulai mengeluarkan semua potensinya.

***

            Hyemi melihat Taemin berdansa untuk kedua kalinya. Namja itu benar-benar keren ketika menari. Tariannya begitu mendetil dan menghibur. Saat sedang asyik-asyiknya menonton Taemin, Hyemi merasakan ada yang mengetuk-ngetuk bahunya. Hyemi pun berbalik dan mendapati Shin Minri, sahabta baiknya sudah memakai pakaian pesta dan berdandan sangat cantik.

“Minri???” seru Hyemi kegirangan lalu menepuk dahinya sendiri. “OH iya! Nenek Hara pasti juga mengundangmu dan keluargamu, iya kan???”

Minri mengangguk “aku baru saja tiba,” katanya sambil tersenyum manis. Yeoja itu jadi bertambah manis. Rambut lurusnya yang hitam panjang dan tubuhnya yang tinggi dan langsing menambah cantik dirinya. “Tentu saja aku datang ketika diundang. Sayangnya saat pertunaganmu, hanya keluarga Lee dan Kim saja yang diundang.”

Hyemi pun membawa Minri berkeliling ballroom hotel dan berhenti di bagian kue.

“Namja itu juga ditunangankan denganmu?” tanya Minri tanpa melepaskan pandangannya dari Taemin yang masih membuat semua hadirin terhipnotis dengan penampilannya.

“Ne,” jawab Hyemi sambil memilih cocktail. “Hanya dia yang paling normal diantara kelima putra Goo. Dia juga sangat baik padaku.”

“Tampan sekali…” gumam Minri ceplos. “Dia tipe idealku.”

“Aku mendengarnya Shin Min Ri,” kata Hyemi membuat Minri malu-malu. “Mau kukenalkan padanya?”

“Ani. Ani. Tak usah. Dia kan tunanganmu,” kata Minri sambil menggeleng.

“Aku hanya mau mengenalkanmu, bukan berartio menjoohkanmu,” kata Hyemi dengan nada menggoda.

“Hyemi,” panggil suara dibelakng Hyemi dan Minri. Hyemi melihat Taemin yang berkeringat dan suara tepuk tangan yang oanjang dan keras sekali daris emua orang.

“Aigooo… aku sampai-sampai tidak sadar kalau kau sudah selesai tampil,” kata Hyemi dan Taemin hanya tersenyum. “Daebak!!!” kata Hyemi sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Taemin hanya tersenyum. Taemin lalu mengalihkan perhatiannya apda Minri, yeoja yang sedari tadi menatapnya.

“Anyeong?” sapa Taemin tapi Minri tetap dalam pose yang sama. Hyemi menyikutnya sehingga Minri sadar dari lamunannya.

“Ne?”

“Ah.. dia sahabat baikku. Kenalkan, namanya Shin Minri,” kata Hyemi membantu kegagapan Minri.

“Shin Min Ri imnida,” kata Minri sambil membungkuk. “Lee Taemin imnida,” kata Taemin juga sambil membungkuk.

“Ka-kau sangat berbakat,” puji Minri tulus dan Taemin tersenyum. “Gomawo.”

“Taemin-a,” panggil Chaerin, Ibu Taemin. Sontak Hyemi, Minri dan Taemin berbalik kearah Chaerin. “Ikut ibu,” kata Chaerin dan Taemin mengangguk dengan patuh.

“Annyeong Hyemi. Lain kali kita akan ngobrol lebih banyak, Minri,” pamit Taemin.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

68 thoughts on “Egoistic Marriage: Complicated Taemin (V)”

  1. makasih yang udah mau baca fanfic aku… *tebar bulu ketek minho*

    sejujurnya yang bikin aku mikir soal fanficku ini tuh adalah kurangnya oxygen dari part ke part.

    udah bosan kah?

    ini fanfic sequel pertamaku yang long type. kalo sebelumnya romantic annoying cuman 7 part-end. tapi kalo EM kayaknya bakal lebih lama.

    ANYWAY LUCIFER JAPAN UDAH MAU RILIS YEAAAAAAAAAAAAAHHHHH *ngebor mendadak bareng key*

  2. Huaaaaa Taeeeeeem!
    Please thor, Taem aja yg sama hyemi.
    Dr awal Minho sama Onew udah punya bayang2 cewek masing2, jd ga adil bgt kalo mrk yg ngedapetin hyemi. Kalo Key sama Jjong, udah ngetok jg kalo ada cewek yg mrk suka.
    Tp Taem kan belom ada~ He’s pure..

    Yayaya? Mian ya thor banyak ngebacot.
    Yg terbaik aja deh:)
    Keep writing! Hwaiting thor:)

  3. ria, first mianhae aq bru baca skrg hehe~
    Kyaa ! Akhirx namaq mncul jg !
    Eh, tp kok Jjong gtu sih ?! Smpe ngatain aq gndut hiks~ *nngis di plukan Key* *dibnuh KeyMi shipper*
    Tp untungx Key mmbelaq hehe~
    Udh, taem sm minri sj. Biar Mino sm Hyemi hehe~
    Lnjutkan !

  4. Authoorrrr~ dae to the bak! Daebaak! Dapet banget feelnya tetem waktu selese nge dance, masih keringetan, turun dari panggung, diperhatiin semua orang, trus senyum ke hye mi gitu. Aku kira tadi dia bakalan nyatain cinta ato gimana. Ternyata engga._. Hhehehe
    Itu jjong asli yadong yah =)) key jual mahal banget =D jjang thor! Like it ;)) /sorry telat thor ;_;

  5. Dari awal aku emang udah milih TaeMin
    (งˆ▽ˆ)ง (งˆ▽ˆ)ง TaeMin manly banget
    Tapi tidak terkesan bahwa TaeMin itu magnae ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​ bagus tuh author. TaeMin ga selamanya jadi magnae
    TaeMin neomu jalsaengkyosso (งˆ▽ˆ)ง ƪƪ‾̴̴͡͡ﻬ‾̴̴͡͡)

  6. cie,cie, jadi bingung nie*siapa sih namja yg bkal dinikahin hyemi? Pnasaran thor, jgn2 taemin akhir’a sama minri lagi.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s