Married??! – Part 2

Title                : Married??!

Author             : Chickendubunyunyu

Main Cast        : Lee jinki, Onew, OC

Support Cast   : Han Seungyeon KARA, Lee Sungmin, Lee Seunkyu, Kim Jongwoon

Length             : Sequel

Genre              : Romance, Life

Rating             : NC 17

Summary         : Kulangkahkan kakiku menuju jendela, kusibakkan gordin yang menutupinya untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Hyosoo yang datang, tanpa kusadari seulas senyum terbentuk di wajahku. Tapi.. dia bersama seorang namja? Siapa namja itu? Kenapa dia sepertinya dekat sekali dengan Hyosoo, sampai harus mengacak rambutnya dan mencium keningnya. Apa itu namjachingunya. Kenapa tiba-tiba rasanya dadaku jadi panas seperti ini.

 Apa sebegitu senangnya Hyosoo setelah dia bertemu dengan namja tadi? Apa dia tidak merasakan perasaan apapun saat melihatku dengan Seungyeon noona? Aisssh kenapa aku jadi repot-repot memikirkannya. Ingat Lee Jinki itu bukan urusanmu!

Desclaimer      : This ff is mine! *maksa amat*

Wkwkwkwkwkwkwkwk. Harap maklum author sedang beranjak dewasa. Karena umur author yang sebentar lagi akan menginjak 17 tahun (tinggal menghitung bulan) jadi author pikir nggak masalah kalo author bikin ff dengan ratting NC 17.

Yang belum umur 17 tahun silahkan keluar. Hush..hush.. kalau maksa teteap mau baca silahkan baca bareng mamanya. Heheheheh 😀

 

*Author POV*

Sudah selama 4 bulan ini Hyo Soo tinggal satu rumah dengan Jinki, berarti sudah selama sebulan ini pula mereka menikah. Hyo Soo pun sudah mulai sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai dokter spesial anak di Seoul International Hospital. Jinki pun juga menjalani kehidupannya seperti biasa, sama saat sebelum dia menikah dengan Hyo Soo.

Yang berbeda hanyalah ketika dia bangun tidur yang dia lihat bukan eommanya yang menyiapkan sarapan melainkan Hyo Soo yang sibuk menyiapkannya sarapan, bukan eommanya lagi yang menyambutnya ketika dia pulang kerja, tapi Hyo Soo yang selalu membukakan pintu untuknya ketika dia pulang dari kantor, bukan lagi masakan eommanya yang dia makan sehari-hari melainkan masakan Hyo Soo yang tak kalah enaknya dengan masakan eommanya.

“Jinki-ssi, eomonim mengajak kita pergi ke pulau Jeju” kata Hyo Soo pada Jinki ketika mereka sedang makan malam bersama.

“Kapan eomma mengajak kita?? Uhuk..uhuk…” tanya Jinki sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya, hasilnya dia tersedak karena makan saambil berbicara.

“Telan dulu makananmu baru bicara. Minumlah..” kata Hyo Soo memberikan segelas air putih pada Jinki lalu menepuk-nepuk pelan punggung Jinki.

“Besok. Eomma dan appa akan menjemput kita. Nanti aku akan mengemasi pakaianmu” kata Hyo Soo menjawab pertanyaan Jinki tadi.

*Jinki POV*

“Besok. Eomma dan appa akan menjemput kita. Nanti aku akan mengemasi pakaianmu” kata Hyo Soo padaku. Mwo?? Yang benar saja! Andwe! Besok aku ada janji dengan Seungyeon noona. Aissh.. dia pasti akan marah jika aku membatalkan kencan kali ini. Oettohke?

“Ada apa dengan wajahmu? Kenapa kau panik seperti itu?”

“Aku?? Ahni.. aku tidak panik. Kenapa mendadak sekali?” tanyaku pada yeoja yang sekarang sedang memandangku dengan tatapan yang datar tanpa ekspresi.

“Molla, eomonim saja baru memberitahuku tadi siang. Eomonim bilang kita tidak boleh menolak ajakannya”

Aissh, dasar  eomma dan appa tidak pernah berhenti membuatku pusing dan repot.

“Yeoboseo Chagi.. tumben kau menelfonku. Ada apa?” tanya suara seorang yeoja yang sangat aku cintai. Baru mendengar suaranya saja aku sudah tidak tega untuk membatalkan janji kencan dengannya.

“Em.. Chagi.. mian sepertinya kita harus menunda kencan kita besok. Aku.. ada acara dengan eomma” kataku pekan, takut mengecewakannya.

“Oh.. Gwenchana, kita bisa pergi lain waktu” katanya dengan suara lembut

“Kau tidak marah?”

“Ahni.. nikmatilah acaramu besok.. Chagi, aku ada urusan. Aku akan menelfonmu lagi nanti. Jaljayo” pib.

Aneh sekali, Seungyeon noona tidak marah saat aku membatalkan janji dengannya. Suaranya pun tidak mengandung nada kecewa sama sekali, malah terdengar agak bahagia. Ada apa sebenarnya.

*Author POV*

Malam ini keluarga Lee mengadakan pesta barbeque di fila, keluarga ini benar-benar keluarga yang hangat. Semuanya tertawa menikmati suasana malam ini, kecuali Jinki yang dari tadi hanya duduk menyendiri. Namja itu sibuk dengan pikirannya sendiri, pikiran tentang Sengyeon yang sikapnya agak berbeda.

“Jadi.. kapan kau dan Jinki akan memberi kami cucu?” tanya Nyonya Lee saat Hyo Soo sedang memanggang daging. Hyo Soo hanya bisa menelan ludahnya sendiri, apa yang harus dia katakan pada mertuanya ini, bagaimana mungkin mereka bisa memberikan seorang cucu? Jangankan untuk melakukan ‘itu’ tidur seranjang saja tidak pernah mereka lakukan.

“Ya! Kenapa kau hanya diam Hyo-ah?” sentak Nyonya Lee karena tidak tahan dengan sikap Hyo Soo. “Sudah kuduga.. kalian pasti belum melakukannya makanya kau tidak bisa menjawab pertanyaanku”

“Sebenarnya apa saja yang kalian lakukan selama ini..?” gumam Nyonya Lee pelan tapi masih bisa didengar oleh Hyo Soo. Wanita tua itu pun pergi meninggalkan Hyo Soo dengan langkah yang dihentak-hentakkan karena menahan marah.

*Hyo Soo POV*

Tok..tok..tok.. kudengar pintu kamar kami diketuk oleh seseorang. Kulihat Jinki yang sama sekali tidak bergeming dari kegiatan yang sedang dia lakukan. Namja itu.. sedari tadi anya menonton tv saja. Menyebalkan sekali.

“O.. eomonim” kataku begitu membuka pintu. Kulihat eomonim membawa sebuah gelas yang entah apa isinya. Tanpa permisi eomonim langsung menerobos masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Jinki. Ku biarkan pintu kamar kami terbuka lalu kuikuti langkah eomonim dan ikut duduk disampingnya, melihat apa yang akan eomonim lakukan setelah ini.

“Jinki-ya.. eomma membawakan ini untukmu” kata eomonim lalu menyodorkan gelas pada Jinki. Ternyata eomonim meberinya segelas coklat panas. Perhatian sekali.. tanpa membantah Jinki pun langsung mengambil gelas itu dan meneguk isinya sampai habis, sepertinya dia menikmati sekali.

“Eomma.. rasanya sedikit berbeda.. agak pahit” kata Jinki setelah menghaiskan segelas coklat panas itu

“Jinjja?? Mungkin karna obatnya..” eomonim melihat ke atap seperti sedang memikirkan sesuatu. Tunggu dulu.. tadi eomonim mengatakan kerna obat, obat apa? Memang Jinki memiliki penyakit khusus? Kenapa dia tidak pernah memberi tahuku.

“Oemma memberiku obat apa?” tanya Jinki curiga. Bahkan Jinki pun tidak tau, sebenarnya obat apa yang eomonim berikan padanya. Eomonim pun hanya tertawa lalu melihatku dan Jinki secara bergantian.

“Eomma memberi itu…….” eomonim tidak meneruskan kata-katanya, dia hanya memandang Jinki sekilas lalu mebisikkan sesuatu padanya. Benar-benar mencurigakan.

*Jinki POV*

Tiba-tiba saja eomma masuk ke kamar kami dan memberiku segelas coklat panas. Tumben sekali eomma perhatian begini padaku. tanpa pikir panjang aku langsung meneguk habis coklat panas yang diberikan oleh eomma. Rasanya enak… tapi.. kenapa agak sedikit pahit ya..

“Eomma.. rasanya sedikit berbeda.. agak pahit”

“Jinjja?? Mungkin karna obatnya..” eomma melihat ke atap seperti sedang memikirkan sesuatu. Mwo?? Obat apa? Perasaanku jadi tidak enak

“Oemma memberiku obat apa?” tanyaku curiga. Kulihat Hyo Soo juga menkerutkan keningnya, sepertinya dia juga penasaran dengan tingkah laku eommaku ini yang semakin hari semakin aneh saja.

“Eomma memberi itu…….” kata-kata eomma terputus begitu saja, eomma lalu mendekatkan tubuhnya padaku dan membisikkan sesuatu padaku.

“Itu obat perangsang Jinki-ya, kau terlalu lama.. kami ingin segera memiliki cucu” kata eomma berbisik ditelingaku. Mwoya?? Kenapa harus memberiku obat seperti itu! Aku bukan laki-laki yang.. aissh.. eomma!! Eottohkae!!?

Tanpa rasa berdosa eomma langsung pergi begitu saja dari kamar kami. Kukunci pintu kamar kami, lalu kuhempaskan tubuhku ke sofa. Ya Tuhan.. tolong aku.

Ku pandang yeoja yang saat ini juga sedang memandangku dengan penuh rasa ingin tau, tapi yeoja ini sama sekali tidak mengeluarkan suaranya untuk menanyakan hal apapun padaku. “Jika sesuatu terjadi padamu, kau hanya perlu menamparku sekeras mungkin” segera kututup seluruh tubuhku dengan selimut dan memaksakan mataku untuk terpejam sebelum obat tersebut bereaksi.

***************************************************************************

Tik..tok..tik..tok..

Dari tadi aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku. Haiissh menyebalkan sekali. Kenapa udaranya begitu panas.. apa AC nya mati. Kulihat Hyo Soo tidur dengan pulas di tempat tidur. Omo… kulangkan kakiku mendekat ke ranjang yang seharusnya kami gunakan bersama. Kutatap wajah polosnya ketika ia sedang tertidur.

Tanpa bisa kukendalikan tanganku mulai bergerak mengusap pipinya pelan. Kuhentikan gerakan tanganku ketika jari-jariku menyentuh bibirnya yang tipis. Glek. Aku hanya bisa menelan ludahku sendiri, kuperhatikan sekali lagi yeoja yang sudah sebulan ini menjadi istriku. Damn! Kenapa disaat seperti ini dia harus menggunakan baju tidur yang bertali spagetti seperti ini!! Dunia benar-benar kejam!!

Entah bisikan setan dari mana, aku mulai berani mendekatkan wajahku ke wajahnya. Bisa kurasakan hembusan nafas teraturnya ketika ia sedang tertidur, kusapukan bibirku ke bibirnya yang tipis dan sangat menggoda. Kurasakan nafasku semakin memburu.

‘Lee Jinki kau harus menghentikan ini!!!!’ perintah otakku, namun tubuhku tidak bisa kugerakkan. ‘Ya! Lee Jinki.. ingatlah pada Seungyeon noona!!’ kata otakku lagi. Seketika itu juga kulepaskan ciumanku dan segera berlari ke kamar mandi.

Kuguyur tubuhku dengan dunginnya air shower. Lee Jinki Pabo! Pabo! Pabo! Rutukku pada diriku sendiri. Ya Tuhan bagaimana jika tadi aku tidak bisa menhentikan diriku sendiri!

*Author POV*

Hyo Soo mulai membuka matanya ketika merasakan ada tangan seseorang yang melingkar di perutnya. Mata Hyo Soo seketika membulat begitu menyadari bahwa tangan yang melingkar di perutnya adalah tangan suaminya. Dengan sangat pelan Hyo Soo menyingkirkan tangan Jinki dari perutnya agar namja itu tidak terbangun dari tidur pulasnya. Buru-buru Hyo Soo pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Saat Hyo Soo keluar kamar ternyata belum ada seorang pun yang bangun dari tidur lelapnya. Hyo Soo pun memutuskan membuatkan sarapan untuk keluarga Lee yang sekarang juga menjadi bagian dari keluarganya. Hyo Soo membuat pancake dan omelet keju untuk sarapan pagi ini.

“Hyo-ah.. kau yang memasak semua ini?” tanya Nyonya Lee yang baru saja keluar dari kamar ketika melihat Hyo Soo sedang menata makanan di meja makan

“Ye.. eomonim..” jawab Hyo sambil tersenyum tulus pada ibu mertuanya itu. Tak lama kemudia Tuan Lee, Sungmin dan Sunny juga keluar dari kamar mereka. Hanya Jinki saja sepertinya yang masih berada di alam mimpi.

“Kau bangun pagi sekali Hyo.. bagaimana tadi malam?” tanya Nyonya Lee dengan suara pelan, merasa tidak enak jika percakapan mereka didengar oleh orang lain

“Bagaimana?? Bagaimana apanya eomonim?” Hyo Soo mengkerutkan keningnya, berusaha mencerna pertanyaan Nyonya Lee.

“Aisshh.. itu..” cklek. Ucapan Nyonya Lee terhenti begitu melihat Jinki keluar dari kamar. Rambutnya yang berantakan, linkar hitam di matanya dan matanya yang sedikit bengkak mau tidak mau membuat semua orang yang ada di ruang makan itu tercengang melihatnya tanpa terkecuali Hyo Soo yang memang tidak tau uasaha yang Jinki lakukan secara mati-matian tadi malam.

“Astaga Lee Jinki!! Lihat mukamu!!” pekik Nyonya Lee memecah kehenigan.

“Berhenti menatapku seperti itu. Ini semua salah eomma” kata Jinki lalu menempatkan dirinya di sebelah Hyo Soo. Hyo Soo masih saja tidak berkedip melihat keadaan Jinki yang lebih mirip orang frustasi daripada orang bangun tidur. Yeoja itu sebenarnya sangat ingin bertanya apa yang terjadi pada suaminya itu, tapi pertanyaan itu terpaksa ditahannya karena terlalu banyak orang di ruang makan ini.

“Memangnya berapa lama kalian melakukannya? Kenapa bisa sampai seperti itu?” tanya eomma Jinki dengan memandang anaknya itu prhatin. Jinki sendiri tidak menjawab pertanyaan eommanya, matanya sibuk melihat hidangan yang tersedia di meja. Hyo Soo yang memang tidak mengerti arah pembicaraan mereka pun hanya bisa menatap anak dan ibu itu secara bergantian.

“Ternyata obat perangsang itu benar-benar manjur” Hyo Soo hampir saja menyemburkan isi mulutnya karena mendengar perkataan Nyonya Lee barusan. Yeoja itu benar-benar tidak menyangka ternyata mertuanya memberikan obat semacam itu pada Jinki.

“Hyo.. aku mau makan pancake itu..” kata Jinki sambil menunjuk pancake yang terletak agak jauh dari tempatnya duduk. Dengan sigap Hyo Soo mengambilkan beberapa potong pancake untuk Jinki lalu menyiramnya dengan saus madu dan memberikan pancake itu pada namja di sampingnya.

“Dongsaeng-ah masakanmu enak sekali. Pantas saja Jinki akhir-akhir ini bertambah gemuk” kata Sungmin pada Hyo Soo disela-sela makannya.

“Ne.. masakanmu enak sekali. Lain kali masakkan kami seperti ini lagi” kata Tuan Lee yang sudah menghambiskan hampir dari seluruh pancake yang Hyo Soo buat.

Hyo Soo sendiri hanya bisa tersenyum senang karena ternyata semua keluarga Lee menyukai masakannya.

***************************************************************************

“Jinki-ssi ireona. Kau tidak kerja hari ini?” Hyo Soo mengguncang-guncangkan badan namja yang sedang tidur meringkuk di sofa itu dengan agak keras. Semalam mereka baru saja sampai di Seoul setelah mereka berlibur di Jeju, Hyo Soo tau pasti Jinki sangat lelah, tapi dia juga tidak mau disalahkan oleh namja itu nantinya karna tidak membangunkannya.

“Nanti saja, aku tidak mau berangkat kerja” jawab Jinki masih dengan menutup matanya. Namja itu menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya lebih rapat lagi.

“Kau sakit?” tanya Hyo Soo yang melihat badan Jinki agak menggigil dan wajahnya yang terlihat agak pucat. Dengan agak ragu Hyo Soo menggerakkan tangannya untuk menyentuh dahi Jinki, memastikan keadaan namja itu.

“Omo… badanmu panas sekali” pekik Hyo Soo lalu segera berlari keluar kamar mengambil air dan kompres untuk menurunkan suhu tubuh Jinki.

***************************************************************************

Jinki membuka matanya ketika mencium bau makanan yang membuat perutnya keroncongan. Dengan langkah sempoyongan namja itu berjalan menuju dapur dan duduk di meja makan.

“Kau lapar?” tanya Hyo Soo begitu melihat Jinki duduk di meja makan

Jinki melihat jam di dinding yang menunjukkan bahwa sekarang sudah jam 10 pagi, seketika itu dahinya sedikit mengkerut dan memperhatikan Hyo Soo yang sedang membuatkan makanan untuknya “Kau tidak kerja?”

“Jika aku kerja siapa yang akan mengurusmu nanti?” tanya Hyo Soo balik tanpa memandang wajah Jinki

“Aku bisa menelfon Seungyeon noona”

*Hyo Soo POV*

“Aku bisa menelfon Seungyeon noona” Badanku seketika berhenti bergerak hanya karna mendengar kata-kata Jinki barusan. Jadi dia lebih memilih noona nya yang mengurusnya daripada aku yang adalah istrinya? Astaga Song Hyo Soo! Apakah kau lupa kau itu hanya istri yang terpaksa sangat berbeda dengan yeoja yang bernama Seungyeon yang dia cintai sepenuh hati.

Kuletakkan mangkuk yang berisi bubur tepat di depannya, tanpa berbicara apa-apa lagi kutinggalkan dia ke kamar untuk bersiap-siap. Kalau memang ini yang dia mau, baiklah aku akan berangkat kerja sekarang!

Kututup pintu rumah dengan kasar menimbulkan suara dentuman yang mengganggu. Persetan dengan apa yang akan dilakukan namja menyebalkan itu di rumah nanti. Biar saja dia mengurus dirinya sendiri.

***************************************************************************

Tokk..Tokk.Tokk

Kuketuk pintu ruangan Hyun Kyung, tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali. Kuambil hp ku dari saku dan kuketik sederet sms untuknya

To : Hyunkyung

‘kau dimana? Aku berada di depan ruanganmu’

From : Hyunkyung

‘Aku sedang ada urusan sebentar, kau tunggu di dalam saja dulu’

Baiklah.. kulangkahkan kakiku memasuki ruangan yang serba putih itu. Kuhempaskan tubuhku di sofa yang juga berwarna putih yang ada diruangan Hyunkyung. Kuambil beberapa majalah yang ada diruangannya dan mulai membacanya, mencoba menghilangkan rasa bosan.

Cklek.. baru sekitar dua puluh menit aku berada disini, pintu putih itu terbuka.

“Oppa..” kataku kaget karna ternyata yang membuka pintu bukanlah Shin Hyunkyung sahabatku melainkan Yesung oppa.

Yesung oppa adalah kakak tiri Hyunkyung, Yesung oppa diadopsi oleh keluarga Shin saat Hyunkyung masih duduk di bangku sekolah dasar, meskipun saudara tiri hubungan Yesung oppa dan Hyunkyung sangatlah akrab. Hubunganku dengan Yesung oppa juga sangat akrab, dulu saat kami berdua –aku dan Hyunkyung- pulang sekolah kami sangat sering diganggu oleh anak-anak berandalan yang biasanya nongkrong di jalan yang kami lewati dan Yesung oppa selalu datang menolong kami.

Aku juga ingat dulu saat acara camping sekolah, aku sempat terpisah dari rombonganku dan tersesat. Saat itu juga Yesung oppa yang menolongku, dan karna kakiku saat itu terkilir dia rela menggendongku sampai basecam kami. Aku sudah menganggapnya seperti oppaku sendri.

“Kenapa melihatku seperti melihat hantu? Kau tidak mau memeluk oppamu? Kau tidak rindu padaku?” kata-katta Yesung oppa menyadarkanku dari ingatan-ingatan masalaluku dengannya. Tanpa diperintah dua kali, aku segera berlari ke arah Yesung oppa dan memeluknya “Oppa bogoshipppo”

“Ya! Kenapa kalian hanya berpelukan berdua?” bentak Hyunkyung yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Yesung oppa.

“Aigoo.. Nae dongsaeng..” pekik Yesung oppa lalu menarik Hyunkyung ke dalam pelukannya. Kami berpelukan bertiga. Rasanya seperti kambali ke masa lalu. aku sangat rindu masa-masa seperti ini.

“Jadi oppa.. ceritakan apa saja yang kaulakukan selama ini?” perintahku pada Yesung oppa saat kami bertiga sedang makan siang bersama di kedai favorit kami. Selama ini Yesung oppa berada di Amerika untuk melanjutkan pendidikannya dan yang terakhir kudengar dari Hyunkyung Yesung oppa sedang mengembangkan bisnis barunya di Amerika.

“Aku sedang mengembangkan bisnis baruku Hyo-ah, tentu saja dengan bantuan aboji” jawab Yesung oppa tanpa menghentikan makannya.

“Apa pekerjaan kalian sudah selesai?” Aku dan Hyunkyung kompa menganggukkan kepala ketika Yesung oppa bertanya padda kami.

“Bagaimana kalau kita bertiga jalan-jalan bersama. Sudah lama sekali kita tidak pergi bersama. Aku sangat-sangat merindukan kalian…” kata Yesung oppa sambil merangkulku dan Hyunkyung erat yang duduk di sisi kanan dan kirinya.

“Ya! Hentikan oppa. Kau terlihat seperti lelaki hidung belang” pekik Hyunkyung yang tidak terima dengan perlakuan oppanya itu. Hahaha benar-benar seperti dulu.

*Jinki POV*

Saat ini sudah pukul tujuh malam tapi Hyo Soo belum pulang juga. Biasanya jam-jam seperti ini yeoja itu sudah pulang dan sedang sibuk dengan alat-alat masak untuk membuatkanku makan malam. Apa di Rumah sakit sedang banyak pasien hingga saat ini dia belum pulang juga.

Aku kembali mengingat kejadian tadi pagi saat tiba-tiba dia pergi meninggalkanku tanpa pamit. Setidaknya jika dia berangkat kerja pamit dulu padaku! apa dia marah padaku? tapi kenapa dia harus marah? Memang apa salahku padanya?

“Chagi.. makanannya sudah siap..” kata Seungyeon noona menyadarkanku dari pikiran-pikiran aneh tentang yeoja itu. Tadi setelah Hyo Soo pergi begitu saja aku memang langsung menelfon Seungyeon noona karna aku merasa sangat-sangat bosan berada di rumah.

Kupaksakan makanan yang telah dibuat oleh Seungyeon noona untuk masuk kedalam mulutku. Masakan ini enak, tapi aku lebih menyukai masakan Hyosoo darripada masakan Seungyeon noona. Aissh.. sebenarnya kemana perginya yeoja itu?

Brumm… kudengar ada suara mobil berhenti di depan rumah kami. Siapa yang datang? Apakah itu Hyosoo? Setauku Hyosoo tidak membawa mobil hari ini. Mobilnya saja masih terpakir manis di garasi kami.

Kulangkahkan kakiku menuju jendela, kusibakkan gordin yang menutupinya untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Hyosoo yang datang, tanpa kusadari seulas senyum terbentuk di wajahku. Tapi.. dia bersama seorang namja? Siapa namja itu? Kenapa dia sepertinya dekat sekali dengan Hyosoo, sampai harus mengacak rambutnya dan mencium keningnya. Apa itu namjachingunya. Kenapa tiba-tiba rasanya dadaku jadi panas seperti ini.

“Aku pulang..” kata Hyosoo dengan suaranya yang ceria, berbeda sekali dengan keadaannya tadi pagi yang keluar rumah dengan perasaan yang sepertinya sedang marah.

Hyosoo memandang kearahku dengan dahi yang berkerut. Mengapa memanddangku seperti itu.

“Ah… perkenalkan aku Seungyeon. Han Seungyeon” kata Seungyeon noona dari arah belakang tubuhku. Kupandang wajah Hyosoo untuk melihat seperti apa reaksinya ketika melihat Seungyeon noona.

Ku lihat yeoja itu hanya tersenyum sekilas “Hyosoo. Song Hyosoo imnida” Hyosoo membungkukkan badannya hormat ke arah Seungyeon noona.

“Seungyeon-ssi.. senang bertemu denganmu. Maaf.. tidak bisa menemanimu lama-lama, aku permisi dulu” kata Hyosoo tetap dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.

Apa sebegitu senangnya Hyosoo setelah dia bertemu dengan namja tadi? Apa dia tidak merasakan perasaan apapun saat melihatku dengan Seungyeon noona? Aisssh kenapa aku jadi repot-repot memikirkannya. Ingat Lee Jinki itu bukan urusanmu!

-TBC-

Jadi dimana letak Ncnya?? Apakah hal seperti itu bisa dikatagorikan sebagai NC 17? Silahkan tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Otte… ditunggu komennya. Boleh berupa saran, kritikan maupun pujian *PLAK, ngarep* sukur-sukur dah kalo di like. Wkwkwkwkwk. Ada yang udah pernah baca? Wajar, ini juga di post di blog aku soalnya. Oke saya pamit. Annyeong ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

81 thoughts on “Married??! – Part 2”

  1. ffnya daebaaaaaak ^^.
    ini sih kalau menurut saya belum NC. ^^.
    mungkin PG-15 kali yaaaa…
    tapi tetep keren kok. lanjutannya jangan lama-lama yaaaaa
    oh iya, boleh minta wp-pribadinya authornya tidak?

  2. heheh,cari ndiri deh wp aq ntar kalo aq publish d sni di kirany mau ngramein wp aq ndiri
    tungguin aja pasti d publish d sini kok
    sabar *ala upin ipin*
    itu maaf ya rattingny salah,tpi jadi ketauan deh bnyk readers yadong *d tendang readers ke dorm shinee*
    makasih ya buat semuanya yang udh mau baca+komen *poppo readers*

  3. aduh NC nya bagus banget *tepuk tangan*
    salut sama ini author, NC nya bagus banget

    ceritanya juga bagus dan dalem *apadeh* Jinki bener-bener suka nih kayaknya sama Hyosoo.

    Jangan aja si Hyosoo balas dendam punya pacar

  4. Sepertinya itu belum nc deh,menuju nc menurut zsa wkwkwk. Lanjut kan cielah onew mulai panas ati nih seungyeon nunna mau kemanain coba?

  5. Keren nih ff ny…

    Buat NC nya!!kayaknya itu belum bisa di katakan NC deh#reader yadong#

    tapi aku suka sm bahasa critanya!sederhana trus gmpang di mengerti!

    Next part jangan lama2 ya^^

  6. Ini mah, bukan NC, jauh Dari NC malah,,,coz prnh baca NC 17 tapi ÜϑªЋ kaya NC 21,,,,*ya ketauan yadong’a dech,,,
    Hebat ya jinki bisa nahan obat’a,,,
    Lanjut,,,

  7. NC??
    Sblh mnanya?? *celingakcelinguk..

    Jinki-ssi…
    Lu gk peka bgt sih yeobo..
    Kn dy lngsung prgi gt aj.
    Antara polos ma bdoh beda tipis! *Mian

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s