Taemin’s Wishes! – Part 1

Taemin’s Wishes! PART 1

Title : Taemin’s Wishes! (1 of 2)

Author(*) : Akimoto Kumiko aka Mimi

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Author as Shin Sera,  Lee Taemin

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Kim Kibum (Key) dan Member SHINee yang lain

Length(*) : Two Shoot

Genre(*) : Fantasy, Romance

Rating(*) : Err… PG-13 to PG-15? :/ *bingung…karena menurutku di part 1 ini tidak ada adegan membahayakan. hahahaha XD*

Summary : Lee Taemin, cowok berusia 18 tahun. Dia cowok yang sangat childish, tapi sangat ingin diperlakukan seperti seorang NAMJA sejati *?*. Suatu hari terjadi keanehan padanya. Saat dia bangun pagi, tiba-tiba ada seorang wanita di kamarnya yang mengaku sebagai isterinya! Dan kata Kim Ki Bum, Taemin sekarang berusia 22 tahun. padahal Taemin sangat ingat dengan jelas bahwa dia baru berusia 18 tahun! Ada apa ini sebenarnya?? Apa yang terjadi padanya?  Kenapa dari cowok berusia 18 tahun tiba-tiba dia menjadi cowok berusia 22 tahun yang sudah menikah?? Ikutilah kisahnya ini ^^

A.N                 : Annyeong ^_^ … ini FF kedua saya yang dipublish di sini. Btw, FF ini saya buat dalam rangka ulang tahun Taemin. Saya sih sangat berharap FF ini di publish tepat di hari ulang tahun Taemin pada tanggal 18 Juli. Tapi sepertinya tidak mungkin banget ya kalo mengingat antrian FF yg sangat panjang, hehe. Jadi…saya cuma bisa ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN, Taemin sayaanggg *cium pipi kiri-pipi kanan Taemin*. Kado dari aku nyusul ntar malam aja yaa…hehehe. #Abaikan.

=====================================================================

            Taemin membuka matanya perlahan-lahan, berusaha mengembalikan kesadarannya. Dia menolehkan kepalanya ke arah jendela kamar dan memandangi tirai abu-abu yang masih menghalangi sinar matahari masuk ke kamarnya dengan mata berat. Alisnya mengernyit. Dia merasa asing dengan jendela itu.Beberapa menit dia berpose seperti itu hingga ketika sebuah lengan melingkar di perutnya dan seseorang menumpukan dagu di pundak kirinya.

Morning,” sapa orang tersebut dengan suara lembut. EH?

Tubuh Taemin langsung menegang mendengar suara itu. Kalau dia tidak salah, ini suara seorang wanita. Perlahan Taemin menolehkan kepalanya ke arah wanita yang kini menyandarkan kepala di dadanya. HAH? WANITA!?? Di kamarnya??

“Kau siapa???” teriak Taemin dan dengan refleks mendorong tangan wanita itu agar menjauh dari tubuhnya . Dia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berdiri menjauh.

Nugu?? Nuna SIAPA? APA YANG NUNA LAKUKAN DI SINI!!!” Taemin berteriak nyaring membuat wanita itu terkejut.

 “Taemin, a-aku Shin Sera, isterimu.. ngg.. kau kenapa…?” sahut wanita itu terbata-bata.

MWO??” Taemin terbelalak mendengarnya. “ISTERI? Aku ini masih 18 tahun! Masih SMA! Tidak mungkin Nuna adalah isteriku! Aku belum pernah menikah!”

Tidak! Jangan-jangan dia diculik wanita ini? Wanita ini pasti wanita psycho!

Taemin semakin melangkah mundur ketakutan. Dia segera berlari ke arah pintu. Tapi karena sangat ketakutan dan tergesa-gesa, Taemin tidak bisa memperhitungkan jaraknya dengan pintu hingga dia terus berlari dan menabraknya. DUK!

“Aaw!” Taemin mengelus-elus keningnya sedangkan wanita itu terlihat cemas.

“Taemin, gwenchana?” tanya wanita itu seraya bergegas bangun dari tidurnya dan mendekati Taemin.

Taemin tidak merespon kata-kata wanita itu karena masih sibuk mengaduhi keningnya yang berdenyut-denyut.  Saat itu lah Taemin baru menyadari sesuatu. Ini bukan kamarnya. Ini bukan asrama SHINee!

Taemin mengerutkan keningnya.“Ini kamar siapa?” gumamnya bingung.

Wanita itu mengerutkan keningnya. “Kau ini kenapa, Taemin? Ini di apartemen kita,” jawabnya pelan seraya melangkah menghampiri Taemin. Dia mengulurkan tangan kanannya ke kening Taemin dan mengelusnya pelan. “Masih sakit?” tanyanya.

Wajah Taemin memerah diperlakukan seperti itu. Seumur hidupnya dia belum pernah bersentuhan dengan wanita seperti ini.

Tiba-tiba matanya terarah ke jam di dinding dan dia pun terkesiap. “JAM 8????” teriaknya kaget.

 Taemin langsung mendorong tubuh wanita itu dengan kasar membuat wanita itu kembali terkejut.

Nuna! Aku mau pulang ke asrama! Aku harus sekolah, Nuna! Hari ini aku ada ujian!” seru Taemin lantas berlari ke luar kamar dengan tergesa-gesa. Dia tidak sengaja menabrak meja ruang makan.

PRANG!

Beberapa benda di atas meja jatuh ke lantai dan pecah berantakan. Kehebohan yang dilakukan Taemin mengagetkan Sera dan membuat wanita itu  setengah berlari menghampiri Taemin yang sibuk berjongkok di lantai mengaduh kesakitan. Taemin menangis.

“Kenapa kau menangis, Taemin?” tanya Sera bingung, menatap Taemin dengan alis terangkat heran.

 “Aku terlambat…..,” kata Taemin panik dengan masih menangis. “Aku hari ini ada ujian, dan aku sudah terlambat.”

Sera menatap Taemin tak percaya, lalu mengibaskan tangannya dan berkata, “Sudah cukup, Taemin. Kalau kau ingin mengerjaiku hari ini, aku rasa kau sudah terlalu berlebihan. Dan berhentilah menangis seperti anak-anak! Aku tidak mengeti ada apa denganmu pagi ini? Ujian apa maksudmu?”

Sera ikut jongkok membersihkan pecahan gelas di lantai. Sementara Taemin kebingungan menatap wanita itu. Dia sama sekali tidak memahami perkataan Sera. Yang dia tahu, wanita itu adalah wanita aneh yang tiba-tiba mengaku sebagai isterinya! Dan dia tidak mengerti kenapa dia bisa ada di rumah asing ini? Oh, bukan itu yang terpenting sekarang! Yang terpenting adalah dia harus pergi ke sekolah, atau dia tidak akan pernah lulus!

 “Aku harus pulang ke asrama sekarang!” tekat Taemin.

Sera menghentikan gerakan tangannya yang lagi mengumpulkan pecahan gelas. “Pulang?” tanya Sera bingung. “Kau mau pulang kemana? Ini kan rumahmu.”

“Bukan!!” teriak Taemin sambil berdiri menjauh dari Sera. “Aku tidak mau tinggal di sini! Kau wanita gila! Aku bukan suamimu!”

Sera terdiam memandangi Taemin. Matanya mulai terlihat merah dan berair.

“Taemin, ada apa denganmu hari ini sebenarnya? Mengapa kau sepeti ini? Apa salahku?? Dari tadi kau tidak henti-hentinya berteriak padaku. Bahkan kau dari tadi memanggilku Nuna. Aku tahu aku memang lebih tua dua tahun darimu. Tapi aku ini isterimu, dan aku punya nama, Taemin .. Namku Shin Sera…Hhh..padahal kau biasanya selalu memanggilku Yeobo. Kalau kau mau mengerjaiku, kali ini kau benar-benar keterlaluan,” Sera mulai menangis setelah mengatakan itu semua. Taemin hanya bisa terdiam memandangnya.

“Bahkan dari tadi kau bersikap seolah-olah tidak mengenalku. Kau tidak mengakuiku sebagai isterimu.  Tahukah kau, hal itu membuat hatiku sangat sakit..??  Kalau ini semua adalah caramu untuk menunjukkan bahwa kau sudah tidak mencintaiku, kau berhasil. Aku siap kau ceraikan kapan pun kau mau…  ”

Setelah berkata seperti itu, Sera berjalan ke kamar dan mengambil kopernya yang diletakkan di kolong tempat tidur. Sambil menangis dia tergesa-gesa menaruh semua pakaiannya di koper itu.

Nuna, kau mau kemana??” tanya Taemin parau.

“Ini kan yang kau inginkan, Taemin?? Kau ingin aku pergi dari kehidupanmu, kan?? Sekarang kau tidak perlu bersusah payah lagi untuk membuatku membencimu. Sekarang kau bebas. Kalau kau mau pergi ke asrama SHINee, pergilah. Aku tidak akan pernah melarangmu lagi. Selamat tinggal..”

Sera menyeret kopernya keluar kamar, berjalan pelan menuju pintu meninggalkan Taemin yang terdiam.

Entah kenapa Taemin merasa sedih melihat wanita itu menangis. Dia merasa bersalah. Tapi dia memang tidak mengerti apa yang terjadi hari ini. Dia sama sekali tidak merasa pernah menikahi wanita itu. Dia masih 18 tahun! Masih kelas 3 SMA!

Saat Sera membuka pintu, ternyata di depan pintu sudah ada seorang cowok berdiri.

“Kibum-ssi??” tanya Sera kaget.

“Key Hyung??” Taemin ikutan terkejut sekaligus senang melihat Hyung-nya itu.

“Shin Sera?? Hei, kau kenapa menangis?” tanya Kim Kibum bingung.

Tapi Sera hanya menggelengkan kepala sambil menghapus air matanya yang terus meleleh.

“Ada apa ini?? Apa yang terjadi?” tanya Kibum lagi. Dia menunjuk koper yang diseret Sera. “koper ini untuk apa?? Apakah kalian mau pergi ke suatu tempat?? Kalian mau berbulan madu lagi??” tanyanya bingung.

Sera hanya diam, tidak tahu harus menjawab apa. Sementara Taemin melongo mendengar kata-kata Kibum barusan. Bulan madu?

“YA, Taemin!” teriak Kibum keras pada Taemin yang masih melongo di belakang Sera. “Kau kan tahu kita ada schedule hari ini? Kenapa kau masih sempat-sempatnya pergi liburan, hah? Kau mau cuti diam-diam, ya? Jangan cuti seenaknya! Memangnya bulan madu selama tiga hari waktu itu kau belum puas??”

Belum hilang rasa terkejut Taemin, kini Kibum menarik tangannya keluar rumah dan menutup pintu dengan kencang. Sera yang ada di dalam terdiam melihatnya.

==

Kibum terlihat syok mendengar penuturan Taemin. Saat ini mereka sedang duduk di taman di dekat kantor SMent.

 “Taemin, kau benar-benar tidak ingat dengan isterimu sendiri? Dengan pernikahan kalian?”

“Sama sekali tidak, hyung. Aku tidak ingat apa pun,” ujar Taemin sedih. Dia bingung dengan semua yang terjadi hari ini. “Bisa kah Hyung ceritakan semuanya padaku? Bagaimana aku bisa bertemu dengan Nuna itu? Bagaimana aku bisa menikah dengannya? Bagaimana aku bisa tinggal di apartemen itu bersamanya?”

            Kibum menghela napas pelan. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ikut merasa bingung. “Kalian bertemu empat tahun yang lalu. Katamu sih kalian bertemu di depan Universitas Parang. Tepat di hari ulang tahunmu yang ke 18.”

            “Itu hari ini, Hyung!” seru Taemin cepat. “Hari ini aku 18 tahun! Tadi malam di dorm kalian semua memberikan kejutan padaku. Hyung ingat kan? Dan tiba-tiba tadi pagi saat bangun aku sudah tidur bersama wanita itu.”

            Kibum mengernyitkan alisnya saat menatap Taemin. Dia merasa Taemin mengidap penyakit kejiwaan. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak ingat dengan isterinya sendiri dan masih merasa dirinya 18 tahun??

            “Hyung, aku masih terlalu muda untuk menikah…!” rengek Taemin lagi.

            “MWO? Masih terlalu muda katamu? Kau tahu? Zaman sekarang ini bahkan orang berumur 20 tahun pun sudah menikah!”

            “Iya, hyung! Tapi aku bukan berumur 20 tahun!”

            “Iya, arasso! Kau berumur 22 tahun.”

            Taemin terdiam sejenak, mencerna kata-kata Kibum. Sedetik kemudian dia langsung ternganga lebar. “MWO??? 22 Tahun????”

            “Ya. Besok kau berumur 22 tahun. Apa kau lupa besok kau ulang tahun yang ke 22? Sekarang kau masih mau bilang kau masih terlalu muda untuk menikah??”

            “Hyung, apa maksudmu??” tanya Taemin bingung. “Aku masih 18 tahun, Hyung. Hari ini ulang tahun ku dan  aku baru berumur 18 tahun.”

            “Sudahlah Taemin, sekarang lebih baik kau pulang, temui Sera. Dia pasti sedih karena kau memperlakukannya seperti itu. Padahal dia sudah berbaik hati ingin merayakan ulang tahunmu berdua saja. Untung hari ini cuma ada satu job. Nanti habis syuting lebih baik kau langsung pulang.”

            Kibum menepuk pundak Taemin pelan, lalu perlahan berdiri meninggalkan Taemin sendirian. Dia rasa dia harus membiarkan Taemin sendirian untuk saat ini, agar pikirannya bisa jernih.

====

            Aaaaa!!

            Dia mau gila!

            Taemin terduduk lemas di kursi taman. Dia merasa putus asa dengan keadaannya saat ini. Tidak ada yang mempercayainya, dan semua orang menganggapnya GILA. Tapi dia benar-benar tidak paham dengan semua yang terjadi.

            Ada kah yang bisa menjelaskan padanya sekarang? Sebenarnya ada apa???

            Taemin memukul-mukul kepalanya sendiri. Kenapa dia tidak bisa ingat? Dia harus ingat! Dia harus ingat!

            Tapi tetap tidak ada hasilnya. Dia tetap tidak ingat apa-apa. Dia cuma ingat kemarin dia baru berusia 18 tahun! Dia juga cuma ingat kemarin dia sangat kesal pada hyung-hyungnya karena mereka semua memperlakukannya seperti anak kecil. Lalu saat dia meniup lilin kue ulang tahunnya, dengan kesal dia mengucapkan permohonan, “satu-satunya yang aku mau, mulai detik ini aku ingin cepat-cepat dewasa dan tidak diperlakukan seperti anak-anak! Mengerti, hyung??”

            Taemin langsung terpaku saat mengingat kejadian itu.

            Jadi..

            Apakah permohonannya terkabul..makanya…dia sekarang seperti ini?

Flashback

            Kekesalan Taemin sebenarnya dimulai sejak sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-18.

            Hari itu mereka akan konser di Singapura. Seperti biasa ketika menjelang konser, mereka akan dipermak habis-habisan oleh penata rias. Saat akan memilih kostum, Kibum dan Taemin sama-sama tertarik dengan sebuah pakaian. Pakaian itu terbuat dari kain satin dan dihiasi dengan bulu imitasi di sekitar lehernya.

            “Wah, keren sekali baju ini,” gumam Kibum penuh kekaguman seraya mematutkan pakaian itu di tubuhnya.

            “Iya, bagus, hyung! Aku juga mau,” rengek Taemin sambil menarik-narik ujung pakaian itu.

            “Aisssh,” Kibum memukul tangan Taemin yang sudah mengganggu kesenangannya. “Kau tidak cocok pakai ini, Taemin. Sana, cari pakaian yang lebih cocok untukmu!”

            “Tapi aku mau pakai ini, Hyung!” Taemin masih mempertahankan kemauannya.

            “Aisssh!” Kibum memukul pantat Taemin, kesal. “Kau ini kenapa nakal sekali, sih? Jadilah anak yang baik, Taemin!” Kibum mengambil sebuah pakaian lain yang sangat manis. Pakaian itu berwarna kuning dan sangat sederhana. Tapi modelnya sangat manis.

            “Wah…manisnya,” gumam Kibum sambil tersenyum senang. “Lihat, Taemin, ini cocok sekali denganmu.” Kibum mematutkan pakaian itu ke tubuh Taemin. “Wah…imutnya. Kau manis sekali, Taemin,” Kibum mencubit pipi Taemin gemas. “Kau pakai ini saja!”

            Taemin menggembungkan kedua pipinya, sebal. Lagi dan lagi dia diperlakukan seperti anak kecil!

            Besok adalah ulang tahunnya yang ke-18. Kenapa dia masih diperlakukan seperti anak-anak? Dia ingin dilihat sebagai namja jantan dan perkasa. Dia tidak ingin lagi dianggap sebagai namja cute, cupu, imut, menggemaskan dan polos yang mendekati image goblok/pabbo. Intinya dia ingin menjadi namja yang terlihat macho, terutama di depan yoeja.

            Selesai konser, anak-anak SHINee jalan-jalan ke sebuah Mall di Singapura. Karena Minho ingin membeli komik, iseng mereka mampir ke sebuah toko buku di sana. Kibum langsung mampir ke bagian rak buku memasak, Jinki dan Jonghyun pergi kebagian rak kaset, dan Choi Minho pergi ke bagian rak komik untuk mencari edisi komik kesayangannya.

            Merasa bosan, Taemin iseng melihat-lihat komik yang ada di sana. Tidak sengaja matanya melihat bagian komik dewasa, komik untuk anak berumur 17 tahun ke atas. Dari pada tidak tahu harus ngapain dia pun iseng membaca-baca salah satu komik di sana.

            “YA!” tiba-tiba seseorang berseru dan merampas komik yang dipegang Taemin. “Taemin-a! Kau belum boleh baca komik begini!” seru Minho dan langsung mengembalikan komik itu ke tempat asalnya. Dia menarik Taemin agar menjauh dari rak komik tersebut. “Aissh, kau ini. Kau baca komik yang lain saja! Nih, doraemon! Sudah pernah baca belum? Doraemon lebih bagus dari pada komik kayak begituan!” saran Minho seraya menyodorkan sebuah komik Doraemon pada Taemin.

            GILA!

            Taemin melototin komik Doraemon yang kini ada di tangannya. Dia kan besok sudah 18 tahun! Kenapa masih disuruh baca Doraemon?

            Karena kesal melihat sikap hyung-nya itu, Taemin langsung melempar komik Doraemon itu ke sebuah rak. “Hyung, aku ini sudah mau 18 tahun! Masa disuruh baca Doraemon??”

Terkejut melihat Taemin tidak seperti biasanya berteriak seperti itu membuat Minho menegurnya, “Taemin-ah, kenapa kau berteriak-teriak seperti itu? Kayak anak __”

Taemin langsung menghilang dari hadapan Minho sebelum dibilang “kayak anak kecil”. Pantang bagi Taemin untuk dibilang anak kecil lagi, karena sekarang dia akan berusia 18 TAHUN!

            Begitu mereka tiba di hotel, Minho, Kibum, Jin Ki, dan Jong Hyun kembali bersiap-siap untuk pergi. Taemin yang melihat mereka, bertanya bingung.

            “Hyung, mau kemana lagi?”

            Jin Ki tertawa sambil mengedipkan mata. “Biasalah, mau nonton film.”

            “Mau nonton?? Aku ikut, Hyung!” rengek Taemin. Dia langsung berdiri ingin ikut keluar.

            “Eits, tidak boleh!” Buru-buru Jong Hyun mendudukan Taemin kembali di sofa. “Kau tinggal saja. Kau nggak boleh ikut nonton. Soalnya kami bukan mau nonton film anak-anak!”

            “YA! Hyung!” Taemin menatap Jong Hyun kesal. “Aku kan juga bukan anak-anak lagi.”

            Kibum tertawa mendengar kata-kata Taemin. Dia mengacak-ngacak rambut anggota termuda SHINee itu. “Aigoo, bagi kami kau adalah adek kecil kami yang manis.”

            “Betul,” sahut Jong Hyun setuju. “Kau nonton saja di sini. Tuh, ada spongebob. Nggak kalah bagus, kok. Oke? Kami pergi dulu ya,” pamit Jong Hyun setelah menepuk-nepuk pipi Taemin yang menggembung tanda keberatan. Tapi mereka tidak peduli.

            Saat itu lah puncak kekesalah Taemin. Dia langsung pergi tidur tanpa berniat menunggu para Hyung-nya pulang.

            Tengah malam saat Taemin sudah terlelap, ada seseorang masuk ke kamar dan menyalakan lampu.

Taemin terbangun dari tidurnya dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

“KEJUTAN!” teriak para Hyung-nya tiba-tiba mengagetkannya.

Langsung terdengar tiupan terompet dan letusan balon-balon di sana-sini. Taemin spontan bangun dan menatap mereka dengan wajah terkejut. Apa yang dilakukan hyung-nya tengah malam begini?

            “SELAMAT ULANG TAHUN, TAEMIN SAYANG!” teriak Hyungnya bersamaan.

            Kibum muncul membawa kue tart besar dengan banyak lilin di atasnya. Dia menatap Taemin penuh haru. “Oh, Taemin kita sekarang sudah 18 tahun. Aku tidak bisa percaya.”

            “Hyunnggg,” rengek Taemin kesal. “Apa-apaan ini?? Balon-balon sama terompet? Aku bukan anak kecil lagi, hyung, ngerayain ulang tahun dengan cara seperti ini.”

            Melihat reaksi Taemin yang diluar dugaan langsung menghilangkan senyuman Minho, Kibum, Jonghyun, dan Jin Ki. Mereka saling berpandangan.

            “Ngg….” Kibum mencoba menyenangkan perasaan Taemin. “Taemin, lebih baik kau sekarang tiup lilinnya dulu ya? Ucapkan permohonanmu, sayang,” kata Kibum seraya mencubit gemas hidung Taemin  membuat kekesalan Taemin semakin bertambah.

            “Key hyung, hentikan memperlakukanku seperti anak kecil! Oke! Kalau memang aku harus membuat permohonan, satu-satunya yang aku mau, mulai detik ini aku ingin cepat-cepat dewasa dan tidak diperlakukan seperti anak-anak! Mengerti, hyung??” teriak Taemin.

===

END of Flas Back

Taemin mengerutkan keningnya setelah mengingat kejadian semalam. Setelah berteriak seperti itu, dia pun meniup lilin di kue tart itu dan kembali tidur. Dan paginya, keanehan hari ini lah yang terjadi. Mendadak dia menjadi laki-laki berusia 22 tahun yang sudah mempunyai isteri!

Selama dua jam Taemin terus duduk di taman dekat kantor SMent. Dia memikirkan semua perkataan Kibum dan semua keanehan yang terjadi hari ini. Apa semua keanehan ini karena ucapan permohonannya itu? Benarkah dia sudah menikah dengan wanita itu? Tapi itu tidak mungkin kan? Dia sama sekali tidak ingat bagaimana dia bisa bertemu Sera, bagaimana mereka bisa menikah. Dan yang paling penting, dia tidak ingat kalau dia mencintai wanita itu. Dia tidak mungkin menikah dengan wanita yang tidak dicintainya.

Jadi, karena permohonannya yang ingin cepat-cepat dewasa, dalam waktu sekejap dia langsung berusia 22 tahun?

ANDWAEEE!

Dia masih ingin merasakan masa-masa remajanya. Dia ingin merasakan pacaran dan jatuh cinta. Dia tidak mau cepat-cepat dewasa seperti ini!

“Aaarrgghh!” Taemin mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal. Kenapa hal aneh seperti ini bisa terjadi padanya?

Tapi kalau memang benar apa yang dikatakan Kibum, maka semua keanehan ini terjadi bukan karena kesalahan Sera. Dan wanita itu tidak pantas dia perlakukan seperti tadi. Bagaimana pun sekarang Sera adalah isterinya. Apa dia harus minta maaf pada Sera?

====

Malamnya, Taemin pulang ke apartemen. Tapi keadaan di sana kosong dan sepi. Taemin mulai cemas. Apakah wanita itu benar-benar pergi? Dia merasa sedih dan tidak enak hati karena sudah menyakiti hati wanita itu. Sekali lagi dia tegaskan, bagaimana pun juga sekarang wanita itu adalah isterinya.

Taemin mengetuk pelan pintu kamar. Tidak ada jawaban. Dia mencoba memutar kenopnya perlahan. Ternyata tidak dikunci. Saat dia melongokan kepala ke dalam kamar untuk memastikan, dia melihat Sera sedang tidur di tempat tidur. Wanita itu terlihat habis menangis lama, karena matanya masih sembab dan bengkak. Masih terlihat jelas bekas-bekas airmatanya yang mulai mengering.

Taemin duduk di sisi tempat tidur,  menatap wajah wanita itu lekat-lekat. Walau pun dia tidak merasakan perasaan cinta pada wanita itu, tapi dalam hatinya ada perasaan sayang yang terpendam yang dia sendiri tidak tahu kenapa dia bisa merasakan hal itu. Dia merasa ingin memeluk wanita itu, meminta maaf karena telah menyakiti hatinya.

Tiba-tiba Sera terbangun.

“Taemin..” katanya terkejut, nyaris seperti berbisik.  Dia buru-buru bangun seraya merapikan rambutnya yang berantakan dan mengusap wajahnya.

Taemin menatapnya dengan wajah polos. “Nuna..eh..maksudku..yeobo…mianhae..” ucap Taemin tulus. “Jeongmal mianhae, ….aku tadi hanya mengerjaimu,” dusta Taemin sambil memaksakan senyum kecil di bibirnya. Dia berbohong bukan karena ingin menyakiti wanita itu, tapi demi menyenangkan wanita itu.

Mworago..?” tanya wanita itu pelan. Raut wajahnya yang sedih perlahan-lahan berubah jadi marah. “YA! jadi kau dari tadi pagi mengerjaiku??? Taemin, kau keterlaluan!!” Dia meninju-ninju lengan Taemin. “Kau jahat sekali padaku! Kau tegaaa!!!” Dia terus berteriak-teriak marah sambil menangis. “Kau jahat sekali, Taemin! Apa kau tidak tahu aku sangat sedih tadi??”

“Aduh, sakit,” rengek Taemin. Dia mengelus-ngelus pundaknya yang ditinju-tinju sama Sera. “Aku kan sudah minta maaf. Tolong, maafkan aku…aku tidak akan mengulanginya lagi,” gumamnya pelan.

Sera berhenti meninju pundak Taemin. Wanita itu menghapus air matanya yang masih meleleh.

“Sudah dong, jangan nangis,” pinta Taemin memohon. Tangannya terulur menghapus air mata Sera dengan ibu jarinya.

Wanita itu menatapnya kesal.  “Siapa suruh kau mengerjaiku seperti itu!” katanya ketus sambil sedikit menggembungkan pipinya. Mulutnya mengerucut, cemberut.

Aigoo, lucunya, gumam Taemin dalam hati.

Tiba-tiba Sera menyingkirkan jemari Taemin dari wajahnya. Perlahan dia beringsut turun dari tempat tidur.

Nun…eh, yeobo, kau mau kemana?” tanya Taemin masih dengan wajahnya yang polos. Tanpa sadar dia menarik tangan Sera, menahannya.

“Ya tuhaan.. Taemin..penyakit anehmu tadi pagi sudah sembuh, sekarang penyakit manjamu kumat. Aku mau ke dapur, menyiapkan makan malam,” kata Sera sebal. Tapi Taemin bisa melihat wanita itu mengulum senyumnya yang tertahan.

Saat Sera sudah pergi ke dapur, Taemin tertawa pelan. Dia senang melihat berbagai ekspresi wanita itu. Sangat manis dan lucu.  Walau pun lagi marah, wanita itu tetap terlihat menggemaskan.

Ternyata keputusannya untuk menerima semua kenyataan ini adalah tepat. Mempunyai isteri seperti Sera ternyata tidak terlalu buruk.

*****************

            Saat makan malam, dengan canggung Taemin duduk di hadapan Sera. Dia masih merasa asing dengan keberadaan wanita itu.

Sera sedang sibuk mengambilkan nasi goreng ke piringnya Taemin.

Diam-diam Taemin mengamati wajahnya.

Wanita itu lumayan cantik, dengan matanya yang besar dan bibir yang mungil. Tapi tetap saja dia merasa asing. Walau pun orang-orang mengatakan Sera adalah isterinya, tapi dia benar-benar tidak merasakan perasaan apa-apa pada wanita itu. Dia cuma merasa wanita itu terlalu tua untuk jadi isterinya, karena dia 24 tahun, sedangkan Taemin 18 tahun! Yeahh…walau pun semua orang mengatakan Taemin sekarang 22 tahun tapi tetap saja Taemin masih merasa 18 tahun.

Sera meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Taemin.

“Ini, Taemin-ah..”

Setelah itu Sera duduk di kursinya dan mulai memakan nasi goreng bagiannya. Perlahan Taemin menyuap sedikit nasi gorengnya  ke dalam mulutnya.

Rasa nasi goreng itu sungguh enak. Dia tidak bohong. SUMPAH! Ini enak sekali!!

Mianhae, Taemin…” gumam Sera pelan sambil mengaduk nasi goreng di piringnya.  “Makan malam kita cuma nasi goreng. Aku tadi lupa belanja karena ketiduran seharian..”

            “Gwenchana, Nu__Yeobo,” gumam Taemin sambil mencoba tersenyum.

            Lalu mereka kembali dia menikmati nasi goreng masing-masing.

            “Ng…” Taemin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia agak gelisah. “Nu..eh..yeobo…ada yang mau aku bicarakan.”

“Ingin bicara apa?” tanya Sera dengan senyum manis. Mimiknya terlihat manja sekali.

Taemin menarik napas panjang. Memang Kibum sudah menceritakan padanya semua yang ingin dia ketahui tadi siang. Kibum bilang Taemin dan Sera baru menikah seminggu yang lalu.  Dan mereka sudah empat tahun pacaran. Tapi Taemin masih saja penasaran. Dia ingin mendengar cerita dari sudut pandang Sera. Jujur, dia masih agak sulit percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya.

“Ayo berbicara tentang kisah cinta kita..” ajak Taemin dengan nada setenang mungkin agar tidak terdengar mencurigakan.

Sera mengernyitkan keningnya. “Kenapa tiba-tiba?” tanyanya sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.

“Aku ingin tahu, bagaimana perasaanmu saat pertama kali bertemu denganku, bagaimana perasaanmu saat berpacaran denganku, dan bagaimana perasaanmu saat menikah denganku,” gumam Taemin pelan.

Semburat merah langsung muncul di kedua pipi Sera dan Taemin melihat itu. Wanita itu buru-buru menyibukan dirinya dengan nasi goreng di depannya. Dia terlihat salah-tingkah.

Yeobo…ayolah…” bujuk Taemin. “Ceritakan padaku. Aku ingin tahu…”

“Ngg…” sebelum memulai ceritanya, Sera sempat menggigit-gigit bibir bawahnya. “Tapi kau jangan tertawa…”

“Iya. Yaksok!” Taemin buru-buru mengulurkan kelingkingnya.

Sera menatap kelingking Taemin dengan bingung. Kenapa Taemin membuat janji seperti itu? Seperti anak-anak saja. Tidak mencerminkan laki-laki yang akan berusia 22 tahun. Tapi tak urung Sera menyambut kelingking Taemin sambil menahan senyum.

Dia mulai cerita…

“Jujur, aku merasa semua yang terjadi adalah aneh. Aku jatuh cinta padamu sejak pada pandangan pertama. Eh..bahkan aku jatuh cinta padamu jauh sebelum kita ketemu.”

“Hah? Kok bisa?” Taemin semakin tertarik mendengarnya.

“Dulu aku pernah diramal oleh seorang peramal. Katanya aku akan bertemu jodohku pada tanggal 18 Juli di bawah sebuah pohon di depan kampusku. Dia mengatakan jodohku itu berusia dua tahun lebih muda dariku. Lalu aku bertanya, bagaimana caranya aku mengenali jodohku itu? Apa anda tahu namanya? Tapi dia bilang dia tidak tahu nama jodohku itu. Dia cuma tahu, saat aku bertemu dengan jodohku itu, laki-laki itu yang akan menyamperiku dengan sendirinya dan memperkenalkan dirinya. Nah, sejak diramal itu lah aku jatuh cinta padamu, karena setiap hari aku selalu memikirkanmu..aku jatuh cinta dengan bayanganmu..”

Taemin membulatkan mulutnya. Tampak kaget mendengar cerita Sera. Melihat ekspresi Taemin, Sera jadi  tertawa.

“Jadi…kau jatuh cinta padaku cuma gara-gara ramalan?” gumam Taemin pelan, agak kecewa.

“Tidak juga.. saat aku bertemu denganmu, aku memang merasa jantungku berdebar dengan cepat. Saat pertama kali kau memanggil namaku, dan memperkenalkan dirimu, aku merasa jantungku tidak bisa berhenti berdetak, semakin cepat dan semakin cepat.  Kau cowok pertama yang membuatku seperti itu…” sahut Sera mencoba menghibur Taemin.

Senyum Taemin kembali tersungging.

“Jadi, apa ramalan itu benar-benar terjadi?”

“Benar. Tepat tanggal 18 Juli, begitu pulang dari kampus, aku menunggumu di bawah pohon di depan kampusku. Sekitar jam empat sore, tiba-tiba ada laki-laki memanggilku. ‘Sera Nuna’. Aku menoleh, dan aku melihat dirimu tersenyum manis padaku. Saat itu jantungku langsung berdetak cepat. Aku bertanya-tanya, apakah kau jodohku? Lalu kau langsung memperkenalkan dirimu sebagai Lee Taemin. Tanpa ragu kau mengajakku ke asramamu dan memperkenalkanku pada Kibum-ssi. Lalu kau mengajakku jalan berdua. Sejak itu aku tidak bisa berhenti mencintaimu.”

“Ya.., kenapa kau bisa jatuh cinta padaku? Apa karena nggak ada laki-laki lain yang seganteng aku?” Taemin terkekeh setelah mengatakan itu. “Jadi, aku yang mendekatimu duluan saat itu?”

Sera mengangguk dan tersenyum.

“Belakangan aku baru tahu kalau tanggal kita pertama kali ketemu itu adalah ulang tahunmu yang ke 18,”

Taemin manggut-manggut sambil membalas senyum Sera.

Setelah itu mereka kembali melanjutkan makan mereka dalam diam. Sera juga tidak bertanya apa-apa pada Taemin. Hal itu dimanfaatkan Taemin untuk berpikir. Dia semakin penasaran,kenapa dia tidak ingat apa-apa? Kalau memang benar kejadiannya seperti yang Sera katakan, tapi kenapa dia merasa dia tidak pernah  melakukan hal itu.

Mereka ketemu tepat di hari ulang tahunnya yang ke 18?

Padahal kemarin malam dia baru saja berusia 18, dan begitu paginya, tiba-tiba dia sudah berumur 22 tahun dan sudah menikah!

Kapan ketemunya???

Sera diam-diam menatap heran ke Taemin yang terlihat serius memandangi nasi gorengnya. Dia tahu Taemin sedang memikirkan sesuatu, karena kedua alis laki-laki itu berkerut.

===

TBC…

 

A/N: Sebelumnya…gomawo sudah menyempatkan waktu untuk membaca FF saya yang sumpah tidak ada bagus2nya ini -___-. Tapi walo pun begitu mohon di koment yaaakk…karena koment kalian itu sangat berharga buat saya. Saya menerima kritik dan saran dengan sangat.sangat.sangat terbuka! >.< karena saya emang tau FF saya sama sekali tidak sempurna. BTW kalo ada typo, atau pun ada kesalahan penulisan bahasa korea…saya minta maaf ya *bow bareng Taemin*. dan Mohon dikoreksikan kalo ada yang salah…

‘sekian dan terimakasih’ hehe.

Sekali lagi, Happy Birthday Taemin-ah  ^_^….

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

98 thoughts on “Taemin’s Wishes! – Part 1”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s