Because It’s You and Me – Part 8

Because it’s YOU and ME (Part 8)

Author :           Nekochan

Main Cast :      Choi Minho, Kim Eun Soo

Support cast :  Lee Jinki aka Onew, Kim Kibum, Kim Jonghyun,

Length :           Series

Genre :                        Romantic, Friendship

Rating :           PG-13

 

Eun Soo’s POV

“Eonni…” satu suara memanggilku. Aku sedikit terkejut melihat Krystal telah berdiri di sebelahku.

“Oh… Krystal-ssi…” jawabku canggung. Aku tersenyum guugp ke arahnya. Ia membalasnya dengan senyuman sedih. Kemuadian ia duduk di sebelahku dan tiba-tiba menggenggam tanganku.

‘Eonni. Aku mohon kau tidak salah paham dengan masalah waktu itu. Aku benar-benar…”

“Aku mengerti kok. Kau sedang ada masalah kan?” ia mengangguk lemah. Matanya menatap kosong dan tiba-tiba mulai berkaca-kaca. Aku mengikuti arah pandangannya dan melihat Lee Hongki sedang berjalan ke tengah lapangan. Aku segera membelai punggungnya dan mengawasi sekitar.

Krystal mengelap air matanya, ia tidak memperhatikan kalau saat itu Lee Hongki sedang melihat ke arah kami. Matanya memancarkan sorot sedih, namun ia hanya berjalan menjauh. Aku tidak akan mengatakan hal-hal yang seharusnya dikatakan seseorang apabila melihat orang lain terluka karena patah hati, karena aku jelas-jelas tidak cukup pintar dalam mengatasi rasa sakit hatiku sendiri.

”Waktu akan menyembuhkan segalanya. Seberapa pun pedihnya itu, bahkan nyaris seperti denyut di balik memar.”

Air matanya kembali menggenang dan siap tumpah kapan saja. Aku nyaris panik ketika PD menyuruh kami semua gather karena harus mendiskusikan sesuatu. Dengan cepat Krystal menghapus air matanya dan memasang wajah tidak terjadi apa-apa. Seolah-olah ekspresi sedih dan terluka ia barusan hanyalah wujud topeng yang bisa dipasang dan dicopot kapan saja. Jelas Krystal lebih baik dan lebih profesional dariku. Krystal menggandeng tanganku dan tertawa lebar-lebar, menghidupkan skenario seolah kami baru saja berbincang dengan penuh kegembiraan. Ironi.

”Sebenarnya Idol championship hari ini tidak hanya hadir dalam single tournament saja. Tapi kami berencana akan membuatnya dalam sistem couple tournament.” suara PD menggema. ”Semuanya berkumpul di gedung A, kita akan ada shoot pemilihan couple.”

Aku menghela nafas dalam, aku benar-benar tidak menyangka dengan sistem per-couple-an yang diadakan. Apakah mereka terinspirasi dengan Dream Team? Tatapanku sejenak berkeliling mencari sosoknya, dan dengan cepat aku menemukannya. Ia berjarak kira-kira 4 meter dariku. Pandangan kami saling bertumbuk. Tiba-tiba Yue segera merendengiku dan aku sama sekali tidak ada kesempatan untuk berbicara dengannya.

”Sudah, Eonni. Ayo…” Yue menarikku dengan paksa dan ia mengarahkan tatapan ’Melarang’ dengan jelas ke arahku. Aku masih bisa mendengar bisikan suara Minho di belakangku.

”Saranghae…”

”Jadi,  di ruangan ini ada sejumlah loker yang sudah disiapkan. Di dalam loker itu akan ada nama dari orang yang akan menjadi pasangan kalian.” Jang Dong-oppa menjelaskan. Aku bisa merasakan mulutku ternganga menatap deretan loker yang menghampar di depan ku, dan aku yakin bukan aku saja yang takjub dengan ruangan ini. Seluruh ruangan terisi oleh hamparan loker yang berjumlah 8 memanjang ke atas.

”Jumlah pasangan sudah ditentukan, hanya akan ada maksimal 10 pasangan yang berhasil masuk ke pertandingan ini. Dalam waktu 5 menit kalian semua harus membuka loker yang ada di sini, semakin banyak kalian membuka loker semakin besar kesempatan kalian menemukan loker terpilih! Bagi yang mendapatkan loker tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari tim MBC yaitu berupa makan siang spesial. Dan bagi 3 pasangan yang berhasil menempati 3 posisi teratas akan mendapatkan medali emas, perak dan perunggu untuk timnya masing-masing dan hadiah couple menarik yaitu berupa gelang platina ini!” semua mata menuju tirai yang tersibak di belakang Jang Dong –oppa, aku bisa melihat 3 pasang gelang platina itu berkilau cemerlang tertimpa cahaya lampu. Gelang itu tidak hanya platina, namun butiran berlian dan desain yang unik dan elegan membungkusnya dengan sangat sempurna. Kilauan matrealisme tampak lebih menonjol dibandingkan kilauan gelang itu sendiri.

Kami semua berkumpul sesuai tim masing-masing, dan aku tidak bisa membayangkan 116 orang saling berebut untuk membuka loker. Walau aku tidak khawatir dengan jumlah loker yang bisa kubuka karena ada banyak sekali loker dan aku yakin kami tidak akan bisa membuka semuanya kalaupun diberi waktu lebih. Dan sejujurnya aku sama sekali tidak berharap bisa menemukan loker terpilih atau apapun itu. Aku hanya ingin berada di antara keluargaku, dan mendukung mereka semampuku. Mendukung dia lebih tepatnya.

Aku tidak memperhatikan sampai akhirnya bunyi pistol yang memekakkan telinga dan derap langkah orang-orang sekelilingku membuatku kaget. Aku berlari dengan enggan dan mencoba membuka loker terdekat. Dan kosong. Sesuai harapan. Bunyi jeblakan dan dentang keras besi terdengar nyaring menggema. Aku berharap tidak ada satu pun kamera yang mengikuti atau menagkap tingkahku, karena jelas aku ogah-ogahan dalam menjalankan sesi ini. Tiba-tiba sekelilingku menjadi sangat ramai dan ternyata 1 orang telah menemukan salah satu loker yang dimaksud. Krystal. Jang Dong-oppa mengumumkan bahwa Junho dari 2PM merupakan pasangan Krystal, dan ia diharapkan keluar dari arena loker.

Oh, begitu toh. Pikirku. Bagi yang namanya ada di kertas jelas tidak boleh ikut pencarian, jelas akan sangat konyol sekali jika orang tersebut ternyata mendapatkan kertas juga, sedangkan ia sendiri sudah terpilih menjadi pasangan orang lain yang mendapatkan kertas dengan bertuliskan namanya. Jelas sistem poligami tidak diizinkan. Aku hanya tersenyum menemukan fakta baru ini. Tiba-tiba aku merasakan sepasang tangan memeluk pinggangku sesaat, ketika kutolehkan wajahku aku melihat Minho berjalan menjauh dengan tangan kiri membuat tanda ’peace’ dibalik punggungnya. Sesuatu terselip di saku celana trainingku, aku menatap sekitar dan ternyata sudah ada 3 pasangan berdiri di podium. Dengan cepat aku merogohnya dan segera membuka secarik kertas yang dilipat 2 itu.

 

Aku akan menyembunyikan kertasmu jika aku menemukannya, dan kau pun harus melakukan hal yang sama jika menemukan milikku! Aku pasti bisa menemukan kertasmu. Pasti. Kekeke~

Khas dia sekali. Tidak mau kalah. Tanpa disadari aku pun terpacu dalam pencarian, jika dia bisa menemukan milikku kenapa aku tidak bisa? Aku beringsut pelan, mencoba mengaburkan diri di antara para peserta. Membuka loker-loker yang masih tertutup satu-persatu. Menghela nafas gembira sekaligus kecewa ketika mendapatkan loker-loker itu kosong. Aku membuka loker selanjutnya, dan jantungku hampir berhenti begitu melihat selembar karton tergeletak di dalamnya.

Aku merogoh kertas karton itu, dan melonjak kaget ketika seseorang meneriakkan namaku. Jang Dong-oppa berlari ke arahku dan lebih dari 4 kamera sudah berada di sekelilingku.

”Eun Seo-ssi! Kau harus keluar arena sekarang eh? Apa itu? Astaga kau berhasil menemukan salah satu loker rupanya!” aku segera bergeser ke samping begitu Jang Dong-oppa mengambil karton tersebut.

”Hmm… sebenarnya kau sudah terpilih sebagai salah satu pasangan di babak ini. Jadi, siapapun nama yang muncul di kartonmu ini tidak akan berlaku lagi. Sayang sekali.” ia membuka gulungan karton itu dan tampak kebingungan. Yue yang berdiri tepat di belakang Jang Dong-oppa sangat terkejut begitu melihat nama yang tertera di karton itu.

”Ehm. Ini sangat… ehm… mengagetkan sebetulnya. Kemungkinan hal ini terjadi sangat kecil, namun ternyata…yah…emm…Eun Seo-ssi pasanganmu adalah Onew-ssi. Kalian saling menemukan karton yang bertuliskan nama kalian, yah ini hebat sekali bukan!?”

            ”YAK! Kita istirahat dulu!” teriak PD-nim dari speaker. Aku menghela nafas lega.

            ”Kenapa, Eun Soo? Aku perhatikan kau sepertinya tertekan sekali. Apakah karena aku bukan Minho?”

            ”Hah?” serta-merta aku menolehkan kepalaku. Jinki-oppa tersenyum sedih. ”Bukaan… tidak begitu, Oppa. Maafkan aku.”

            ”Aku mengerti, Soo-ah. Dan aku juga ingin minta maaf soal penyerangan antis kemarin. Wajar sih kau merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.”

            Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Mungkin apa yang dikatakan Jinki-oppa ada benarnya. Aku masih sedikit trauma akan kejadian antis waktu itu. Tapi jelas-jelas aku tidak bisa bersikap begini kepada Jinki-oppa. Benar-benar tidak adil. Lagipula ini semua bukan salah Jinki-oppa. Ayolah, Eun Soo. Kau tidak boleh canggung begini!

            ”Aniyo, Oppa. Mianhae…” kataku lirih.

            ”Aku yang seharusnya minta maaf. Gwaenchana…” ia mengusak rambutku.

            Kami berjalan dalam diam. Aku terus-terusan menarik nafas panjang dan berusaha menghilangkan perasaan tidak nyaman di tenggorokanku.

            ”Selanjutnya kita akan bertanding di dalam air. Apakah kau baik-baik saja, Soo-ah?” tanya Jinki-oppa sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana trainingnya. Aku menatapnya dengan sorot ceria, dan menganggukkan kepalaku dengan hikmat. Ia terkekeh pelan dan merangkul bahuku sejenak.

 

Minho’s POV

Aku membelalakkan kedua bola mataku begitu mendengar Eun Soo terpilih sebagai partner Onew-hyung. Apa aku tidak salah dengar? Aku menyeruak di kerumunan kamera dan melihat jelas nama Eun Soo di kertas karton putih yang sekarang terpampang jelas di layar monitor. Aku merogoh saku celanaku dan mengambil gumpalan kertas yang sudah kulipat hingga berukuran kecil dan kemudian membukanya. Jelas-jelas kertas karton itu juga bertuliskan nama Eun Soo.

            Aku melangkahkan kakiku menuju kerumunan crew yang berada di sekitar PD. Aku terus mencari dimana sosok gempal dan berkacamata itu duduk, namun aku tidak bisa menemukannya. Yang kulihat adalah maknae PD yang kini memberi instruksi lewat talkie-walkie di tangannya kepada entah siapa di ujung sana.

            ”Cheogi yo?” aku menegur salah satu yeoja yang kemungkinan besar bagian dari crew naskah.

            ”Ne?”

            ”Apakah kau melihat PD-nim? Aku harus membicarakan sesuatu dengannya. Penting…”

            ”Oh. PD-nim sedang menerima tamu. Beliau ada di ruang siaran.” Ia menunjuk ke arah ruang siaran para komentator. Aku menganggukkan kepalaku dan mengucapkan terima kasih.

            Aku bergegas menuju ruang siaran dan ketika aku hendak mengetuk pintu, tiba-tiba saja daun pintu menjeblak terbuka dan PD-nim menunjukkan ekspresi kaget luar biasa begitu melihatku. Ia mengerjapkan matanya dan segera menutup pintu di belakangnya dengan keras.

            ”Ahh… Minho-ssi? Wae yo?” ia terlihat gugup.

            Aku menaikkan alisku, curiga merupakan hal paling normal yang bisa kurasakan saat ini. “Anda sedang bertemu dengan siapa? Kelihatannya rahasia sekali.” Aku berusaha menggunakan nada yang sepolos mungkin. Bisa kulihat PD-nim semakin gugup.

            “Aniyaa…Ahahaha..” ia merangkul bahuku dan menggiringku keluar. Aku berusaha menoleh namun entah bagaimana tangan PD-nim bisa menahan leherku sehingga aku tidak bisa melakukannya. Tiba-tiba aku teringat akan alasanku untuk menemui PD-nim, aku menemuinya karena ingin bertanya tentang Eun Soo.

            “PD-nim. Aku ingin menanyakan sesuatu.” aku menghentikan langkahku. Namun PD-nim terus menyeretku menjauh. Aku semakin curiga dan ini beanr-benar aneh.

            ”Ada apa?” tanyanya. Ia agak terengah-engah karena harus menyeretku.

            ”Bagaimana mungkin kertas milik Kim Eun Soo ada dua?” PD-nim serta merta menolehkan kepalanya dengan cepat. Ia tampak sangat terkejut. ”Pasti ada kesalahan kan? Jelas-jelas aku menemukan kertas bertuliskan namanya dan bagaimana mungkin ada kertas lain?” aku menyodorkan karton tersebut. PD-nim bergeming, ia bahkan menolak untuk menatap lembaran karton itu.

            ”PD-nim!?” aku menyentaknya. Tapi ia malah bergegas pergi dan membuatku harus mengejarnya.

            ”Kau keliru, Minho-ssi. Cuma ada 1 kertas yang bertuliskan nama Eun Soo.”

            ”Kalau begitu ini apa!?” aku mengacungkan karton tersebut di depan wajahnya. Ia menyentak karton tersebut lalu merobeknya. ”Hyung! Wae yo!?” mataku terfokus pada wajah gemuk dan kemerahan di depanku. Bisa kulihat PD-nim berusaha mencari alasan yang bagiku bahkan tidka diperlukan. Sebenarnya apa yang terjadi? Aku terus memberondonginya dengan pertanyaan, dan tiba-tiba sesosok punggung melangkah tergesa menuju koridor pintu keluar. Soo Man-hyung? Benarkah itu dia?

            ”Apa anda tadi bertemu dengan Soo Man-hyung? Benar begitu?”

            PD-nim menarik nafas panjang dan menatapku dengan sorot lelah. ”Minho-ssi, tolonglah…”

            Tiba-tiba kepanikan menyerang area shooting, aku mendengar suara hingar bingar di bagian kolam renang. Suara gemeresik talkie-walkie segera menyita perhatian PD-nim yang menatap bingung ke arah kolam renang.

            ”PD-nim. Kim Eun Soo-ssi! Dia tenggelam!”

Eun Soo’s POV

            Kakiku kram! Aku bisa merasakan serangan lumpuh menguasaiku dengan cepat. Air segera memenuhi paru-paruku begitu air berhasil masuk lewat hidung dan mulutku. Ya Tuhan aku benar-benar takut! Tolong! Aku menggapai-gapai berusaha naik ke permukaaan namun yang terjadi adalah aku semakin masuk ke dalam air.

            Minho-ya! Tolong aku! Aku hanya bisa memikirkan satu nama itu di kepalaku. Namun suatu adegan tiba-tiba saja muncul, nyaris seluruhnya adalah pusaran air dan suara kecipak yang tidak beraturan. Namun pusaran air itu tiba-tiba lenyap dan terganti oleh seraut wajah remaja lelaki dengan smile-eyes yang begitu indah. Poongan-potongan adegan kini menyerbu otakku dengan cepat, dan nyaris memunculkan semua yang entah bagaimana tidak kuketahui keberadaannya.

            ”Eun Soo-ah? Eun Soo-ah? Princess!?” panggil seseorang. Kesadaran menyentakku dan membuatku terbatuk mengeluarkan semua air yang mengisi paru-paruku. Pandanganku gelap, namun aku merasakan sepasang lengan melingkari pinggangku.

            Sesuatu yang hangat menyentuh puncak kepalaku dan jari-jemari yang mengusap pipiku. Aku menggenggam jemari itu. Jemari ini…

            ”Eun Soo-ah?” suara itu memanggilku. Suara dari masa lalu. Pandanganku lambat laun menjadi jelas dan mataku menangkap smile eyes yang berada di atasku. Tidka mungkin salah… jemari ini… dan smile eyes itu…

            ”Dubu-chan?” panggilku lemah

            Sepasang alis itu bertaut, dan ekspresi terkejut terpancar jelas dari setiap inchi wajahnya. Kemudian dengan sangat perlahan sudut bibirnya terangkat dan membentuk sebuah senyuman.

            ”Akhirnya kau kembali, My Princess…”

            ————————–tbc—————————

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

14 thoughts on “Because It’s You and Me – Part 8”

  1. Ihhhh
    Pd nim rese bener
    Ada masalah apa si
    Kenapa bisa 2
    Padahal minho nyarinya pasti usaha banget deh
    Mana ada sooman segala
    Kaya merencanakan sesuatu banget
    Lanjuut

  2. aku bingung sebenernya eun soo itu sama minho ato onew?
    kenapa onew terus yg nolongin eun soo? kenapa engga minho?

    aduuh jadi kasian sama minho 😦

    daebak 🙂
    nice ff
    di tunggu part selanjutnya 🙂

  3. ok .. untuk kesekian kaliny aq baca ff dmna onew cuma jadi laki2 dg cinta yg bertepuk sblh tngan n pnuh perjuangan demi cintany ..
    cukup nebelin tau main castny minho ..

    onew oppa .. u’re so pity ..
    sini sama aq aja .. ^^

  4. sesuatu bgt itu, bisa ada 2, gue yakin ada udang di atas penggorengan!!!!
    haduh, dubu-chan? omooo… minhonya di kemanain dong?
    yahh.. lanjut ya unnie..

  5. Aigooo,, this is dilema euy… Padahal Minho sama Eunsoo baru ajj baikan N gx mudah buat mrk baikan ampe2 eunsoo pake acara kabur ke Bali segala.. Eh ini malah add masalah lagi.. N kelihatan nya cukup serius.. Dan kenapa harus onpa?? Nyebut my princess lagi.. Aish,,, ada apa ini sebenarnya… Penasaran…

    Lanjut thor!!

  6. Aa!!! Ige mwoya!!!!
    Kenapa jinki!!!
    Kenapa gak minho…
    Kankankan bener kan
    Ada sesuatu dulu eunso sama jinki
    Gaksuka nih gaksuka
    Apanih apanih

  7. q.hampir lupa sama.nih cerita y,,,, baca part sebelum y dulu deh biar ngerti…..
    ternyata onew seseorang yg ada di masa lalu y eunsoo tp kok eunsoo ngak inget onew??? misterius deh nih eunsoo…..
    q kok yakin klo onew jg cinta sama eunsoo,,,,,, tu bos y yg ngatur tuh ya jahat bgt kan.kasian minho…….
    Lanjut……

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s