My Little Bride – Part 4

Title : My Little Bride (chapter 4)

Author : Choi Min Young

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

Choi Minho POV

Bbbrr… aigo, dingin sekali… Sudah berapa lama aku disini? Kenapa si pabo itu belum juga menyuruhku keluar? Apa chingu-chingunya masih disini? Ugh, kalau saja si pabo itu bukan yeoja dan anaeku, pasti aku sudah menghajarnya!

Aku semakin memeluk tubuhku. Aku seperti akan membeku disini. Aku melihat jam arlojiku. Mwo? Sudah jam delapan lebih? Ji Yeon-ah, cepat keluarkan aku dari sini!!!!!

Tak lama kemudian, aku melihat knop pintu bergerak. Chankaman, kalau itu Ji Yeon sih bagus. Tapi kalau chingunya? Aigo, dia memang benar-benar pabo! Jadi persembunyianku sia-sia? Ji Yeon-ah… aku mohon itu kau…

“Minho-ya!” teriak Ji Yeon dari ambang pintu.

Aku menghela nafas lega. Ji Yeon langsung menghampiriku. “Minho-ya, kau dingin sekali…”

“Apa chingumu sudah pulang?” tanyaku dengan bibir bergetar. Kulihat Ji Yeon menganggukan kepalanya. Syukurlah, semua ini tidak sia-sia. “Uhuk, uhuk!”

“Aigo, Minho-ya… bajumu sampai basah. Kau mandi ya?”

“Tentu saja! Aku kan tidak tahan kotor. Kejamnya kau menyembunyikanku disini selama berjam-jam,” protesku dan Ji Yeon hanya menatapku dengan kedua matanya yang kecil itu, tidak sebesar mataku.

“Mianhae. Ppali, nanti kau flu!” Ji Yeon segera memapahku ke dalam kamar. “Minho-ya, kau ganti baju dulu. Aku akan membeli bubur untukmu,” kata Ji Yeon dan aku hanya mengangguk sekilas. Ji Yeon langsung keluar dan membeli bubur entah dimana tempatnya. Aku melihatnya dari jendela kamarku. Ia berlarian di jalanan di luar sana yang dingin. Aku, sedikit merasa bersalah.

Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Ji Yeon belum pulang juga. Aigo, kemana sih anak itu membeli bubur? Apa ia harus ke Korea dulu? Lagipula sebenarnya aku juga tidak sakit separah yang ia kira. Masa hanya gara-gara terkurung di kamar mandi selama 7 jam membuatku demam tinggi sih? Dia pasti kebanyakan nonton drama!

Ah, lama sekali! Sepertinya dia benar-benar pergi ke Korea! Dasar pabo! Aku langsung mengambil payung dan keluar untuk mencariya. Aissh, merepotkan saja!

Tapi saat aku membuka gerbang rumah, Ji Yeon sudah berdiri disana.

“M… Minho…” ucapnya mengigil kedinginan. Aku melihat sekujur tubuhnya basah sampai ia memeluk tubuhnya seerat itu.

“Ji Yeon, dari mana saja kau?”

“M… Minho-ya, kenapa kau keluar? Kau kan ma…sih sakit…”

“Dasar pabo! Siapa yag sakit?” bentakku. Entah kenapa aku merasa marah pada diriku sendiri. Kenapa aku membiarkannya keluar malam-malam begini hanya untuk membelikanku bubur, dan padahal aku tidak sakit. Aku memperhatikan wajahnya sudah sepucat mayat dan bibirnya membiru. “Sudahlah, ayo masuk!” aku merangkulnya dan membawanya masuk.

“Hhh… Minho-ya…”

Dengan terburu-buru, aku memasukkan beberapa kotak es ke mangkuk kaca dan mencari sebuah handuk kecil. Dugaanku benar, Ji Yeon langsung demam tinggi setelah hujan-hujanan.

“Minho-ya…”

Aku membuka pintu kamar Ji Yeon dan menemukannya sudah semakin menggigil kedinginan. Aku langsung duduk di tepi ranjangnya. “Ini,” aku memasukkan thermometer ke mulut Ji Yeon lalu mengompres dahinya. Aku menempelkan telapak tanganku di lehernya. Tubuhnya masih panas.

“Minho…”

“Sudah jangan bicara terus!” seruku kesal. Ia terus memanggil namaku, seolah itu bisa menyembuhkannya. Lalu kuambil thermometer dari mulutnya. Mwo? 40 derajat? Tinggi sekali demamnya. “Ji Yeon, aku ambil obat dulu ya.”

Aku langsung mencari obat penurun panas di kotak obat. Tapi ternyata… ugh, kenapa obat demamnya habis? Tidak ada cara lain lagi, aku mencari penghangat ruangan dan menaruhnya di kamar Ji Yeon. “Ji Yeon, gwaenchana?”

“Mm…” jawabnya lemah. Tanpa pikir panjang lagi, aku memeluknya, menghangatkan tubuhnya dengan panas di tubuhku. Kupikir ini akan lebih baik.

“Minho-ya, wae irrae?”

“Ani, aku hanya mencoba menghangatkanmu. Tidurlah, semoga suhu badanmu bisa menurun,” suruhku.

“Gomawo…” ucapnya.

“Ne.”

Ji Yeon mulai memejamkan matanya. Setidaknya, ia sudah merasa lebih hangat sehingga bisa tertidur. Aku memperhatikan wajahnya. Lucu sekali saat ia tidur. Seperti anak kecil. Ji Yeon, kau memang seorang yeoja yang sangat pabo. Tapi walau bagaimanapun juga, kau adalah anaeku sekarang.

Cause you were my sun, the moon…

Nae juhnboo yutdun nuh

Nae bangeh itneun modeun gotdeuri

Nuhl geuriwohanabwa

Nuhl wihae chajda jichyusuh

Nul jamshi ijuhdoh

Soom gyunoheun ooriye choo-uhgee

Gadeuk nama cause you’re still in my room

 

Choi Minho POV END

Choi Ji Yeon POV

Matahari bersinar cerah hingga menyusup malu melalui jendela kamarku. Kedua mataku yang terkena kilauannya pun seakan dipaksa untuk dibuka. Ugh, padahal aku masih mengantuk sekali.

Dengan terpaksa aku membuka kedua mataku. Aku merasakan sesuatu yang dingin di dahiku. Oh, ternyata sebuah kain basah. Eung, aku mengingat-ingat kembali apa yang terjadi padaku semalam. Kalau tidak salah, aku hujan-hujanan untuk membeli bubur, lalu aku sakit demam dan… dan Minho yang merawatku. Omo, Minho kan memelukku sampai aku tertidur. Jadi… jadi aku tidur dalam pelukan Minho? Ya Tuhan… aku merasakan pipiku memanas dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

Lalu kemana Minho sekarang? Aku pun langsung meloncat dari ranjangku dan keluar dari kamar. Tapat, aku menemukan Minho sedang memasak di dapur.

“Oh, sudah bangun?” tanyanya sambil tersenyum. Mwo? Tidak biasanya ia tersenyum seramah itu padaku.

“Minho-ya… gomawo,” ucapku dan Minho langsung mengalihkan perhatiannya dari masakannya dan menatapku. “Karena telah merawatku semalam.”

“Mm,” jawab Minho.

Aku tersenyum. Lalu Minho membawa dua buah mangkuk bubur dan menaruhnya di meja makan. Aku duduk di salah satu kursi.

“Cha, mokko,” kata Minho.

Aku menyuapkan sesendok bubur ke mulutku. “Mm… massiseoyo!”

Minho tertawa kecil. “Jeongmal? Choahae?”

“Mm..”

“Berarti kau sudah sehat. Tapi menurutku, hari ini kau jangan ke sekolah dulu.”

“Whaeyo? Aku kan sudah sehat.”

“Andwae, istirahat saja dulu,” kata Minho bersikeras.

“Oh… Ne…”

Choi Ji Yeon POV END

Choi Minho POV

Aku mengetuk-ngetukkan bolpointku terus dari tadi. Apa yang aku lakukan semalam? Kenapa aku begitu… begitu… AARRRGKKH! Menyebalkan!

“Choi Minho, apa kau tidak bisa berkonsentrasi?” kata Sonsaengnim menegurku.

“Oh, ne. Maaf.”

“Hei, untung Ji Yeon tidak masuk sekarang. Kalau tidak, habislah dia!” bisik salah seorang murid yeoja di belakangku. Meski ini sama sekali bukan kebiasaanku, tapi entah aku menjadi tertarik menguping pembicaraan mereka.

“Memang kenapa?” tanya yeoja yang lain.

“Kau tidak tahu? Sekelompok murid perempuan kelas 3 kan sangat membencinya. Mereka tidak suka karena Ji Yeon selalu mendekati Minho. Bahkan, kalau saja hari ini Ji Yeon masuk, mereka akan menghajarnya!”

“Benarkah?”

Aku tersenyum kecil. Ternyata ada juga yang cemburu pada si pabo. Haha… seorang Choi Ji Yeon? Apa jadinya kalau seisi sekolah tahu aku dan Ji Yeon sudah menikah?

Jam istirahat…

“Kara, Hideto, Ji Yeon tuh!”

Aku langsung menoleh ke arah Megumi yang berteriak di ambang pintu. Ji Yeon? Bukankah dia…

“Dia kan tidak masuk?”

“Dia masuk! Dan sekarang dia dikeroyok kakak kelas!”

Apa? Ji Yeon? Aku langsung berlari keluar kelas. Ji Yeon, neo jeongmal pabo! Aku kan sudah bilang kau jangan masuk!

“Heh, kenapa kau selalu mendekati Minho?”

“Kecentilan sekali sih kau?”

“Apa kau merasa kau cantik?”

“Dasar gadis murahan!”

Aku melihat ada 7 orang murid yeoja yang sedang mengeroyok Ji Yeon. Ji Yeon terlihat tidak berdaya menghadapi pukulan dan makian kakak-kakak kelasnya itu.

“HENTIKAN!” seruku yang langsung membuat mereka terkejut.

“C… Choi Minho?” gumam salah seorang dari mereka.

Aku mendekati mereka dan melihat Ji Yeon mendudukkan kepalanya sambil menangis. “Apa salahnya?”

“Mm… Minho-kun, kau tidak tahu betapa nakalnya dia kan? Dulu, sebelum kau, dia juga suka mendekati laki-laki lain.”

“Kenapa kalian peduli?” tanyaku dan mereka langsung terdiam. “Apa kalian tidak merasa kalau kalian sedang menceritakan diri kalian sendiri?”

“Minho-kun, kenapa kau membela gadis kotor ini?”

“Lalu kalian menganggap diri kalian bersih? Jujur saja, dari wajah kalianpun aku sudah dapat melihat betapa menjijikkannya diri kalian,” balasku seolah menampar mereka dengan kata-kataku. Lalu aku berjongkok dan menolong Ji Yeon.

“Gwaenchana?” tanyaku tapi Ji Yeon tidak menjawab. Tubuhnya bergetar ketakutan. “Naiklah ke punggungku.”

Choi Minho POV END

Choi Ji Yeon POV

“Naiklah ke punggungku,” kata Minho. Aku menatap wajahnya dari jarak sedekat ini. Ya Tuhan… kenapa aku baru sadar kalau ia begitu tampan? Dia memiliki mata yang besar dan wajahnya yang mungil. Dan saat kedua matanya itu menatapku, aku seperti merasakan cupid-cupid sedang menembakkan panah cintanya ke hatiku. Apa… aku jatuh cinta padanya?

“Kenapa kau malah menatapku?” tanyanya membuyarkan lamunanku. Setelah aku tersadar, ia telah menggendongku di punggungnya yang lebar itu.

Aigo, apa ini sebuah mimpi? Tapi sekarang adegan Minho menggendongku di punggungnya seperti ini adalah adegan yang sering kulihat di drama-drama Korea. Aku ingat sekali dulu aku sering memimpikan adegan seperti ini dalam hidupku. Dan sekarang, aku benar-benar mengalaminya? Ya Tuhan, aku benar-benar tidak percaya!

“Aku tahu yang ada dipikiranmu sekarang,” kata Minho pelan.

“Mwo?”

“Adegan yang sering kau lihat di drama Korea. Benar kan?”

Aku terkejut. Apa Minho, selain pintar ia juga bisa membaca pikiran orang ya?

“Benar kan?” kata Minho lagi sambil tertawa kecil.

“Ya, sikkeuro!”

To Be Cotinued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

55 thoughts on “My Little Bride – Part 4”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s