I Love you guys

Title : I Love you guys

Author(*) : raynafishy

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Ji Hyeorin [tokoh khayalan | boleh juga dijadiin diri kamu sendiri^^] , Lee Taemin, Choi Minho

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Taemin’s mother, Mr. Park

Length(*) : One Shot

Genre(*) : Sad, romance.

Rating(*) : General

A.N: Ini FF pertamaku. Aku juga baru baca beberapa FF dan tertarik buat bikin FF. Maaf ya kalau ada bahasa, tanda baca, atau kata-kata yang nggak dimengerti atau salah. Maaf juga kalo FF nya basi atau malah garing? Hehe. Udah ah, jangan banyak bacot. Makasih yang udah mau baca^^

 

Hyeorin’s POV

“Hyeorin-ah, cepat sedikit!” teriak Taemin dari luar. Taemin adalah sahabat baikku sejak TK.

“iya iya!” teriakku. Dasar, temanku itu memang tidak sabaran. Tapi dia teman yang baik kok. Kami bahkan sering tidur didalam satu kamar yang sama. Orang tua kami tidak curiga, karena kami memang terlalu dan sudah sangat dekat sebagai sahabat yang baik. Jadi kami pun tidak akan saling berbuat yang tidak-tidak.

Aku segera memasukkan semua barang-barang yang aku perlukan untuk les. Aku akhirnya akan les piano. Ah, itu impian Alm. Ibuku yang ingin menjadikan aku sebagai pianis.

Setelah memakan waktu selama tiga puluh menit dari rumahku ke tempat les piano menggunakan mobil temanku-taemin, akhirnya aku sampai juga ditempat les pianoku. Katanya disini tempat les piano yang paling bagus. Aku dan taemin masuk ke tempat les tersebut dan mulai mencari-cari kelas yang harus aku datangi. Katanya aku harus masuk ke kelas piano A. Setelah melewati beberapa kelas, akhirnya ketemu juga kelas piano A, dan ya Tuhan ternyata isinya hanya anak-anak sekitar umur sembilan sampai sebelas tahun. Aku tahu aku tidak mahir dalam bermain piano. Tapi masa disamakan dengan anak-anak sekolah dasar?

“wah, Hyeorin -ssi akhirnya datang. Sini, duduk dulu disini dan tunggu gurunya” kata Mr. Park. Mr. Park adalah pemilik sekaligus guru piano ditempat les piano ini.

Akhirnya aku duduk disebuah kursi kecil, lalu ketika menatap anak-anak kecil itu bermain piano rasanya… aku terpuruk, huhu, karena aku murid yang paling tua di kelas ini. Setelah menunggu lima menit dan sang guru belum datang juga, akhirnya Taemin memutuskan untuk pulang dan meminta aku untuk melapor padanya bagaimana tampilan si guru. Cih, taemin berharap guru pianoku sangat cantik.

“annyeonghaseyo, kamu yang namanya Hyeorin?” tanya seseorang dari belakang sambil menepuk pundakku pelan.

“ne! aku Ji Hyeo …” aku tidak meneruskan kata-kataku. Aku terpaku sejenak pada sosok yang aku lihat sekarang. Makhluk apa dia? Malaikat kah? Dia begitu tampan… dan manis.

“ah, Ji Hyeo apa tadi?” ia tersenyum.

“a-aku Ji Hyeorin” aku malah jadi gelagapan ketika ia tersenyum, ia sungguh tampan.

“Oh, aku Choi Minho. Kamu murid baruku ya? Wah tapi sepertinya umurmu sama denganku” ia tersenyum lagi, kali ini ia menunjukkan deretan giginya yang rapih dan bersih.

Oh Tuhan, tolong hentikan manusia tampan ini untuk tersenyum seperti itu.

Setelah perkenalan dan basa-basi sedikit, akhirnya kami memulai pelajaran dasar dari bermain piano. Choi Minho ini sungguh mahir dalam bermain piano. Ia juga sangat hangat terhadap anak kecil. Betul-betul suami idamanku, haha… aku ini apa-apaan sih?! Sudahlah! Fokus pada pelajaran piano ini.

Tapi asal kalian tahu saja, orang yang bernama Choi Minho ini benar-benar tampan, memiliki senyum yang indah, dan kelihatannya sangat lembut terhadap wanita.

Satu jam berlalu. Sungguh waktu yang singkat bila dihabiskan bersama guru pianoku ini. oh iya! Tunggu sampai Taemin tahu bahwa guru pianoku ini namja! Haha.

***

-Di-telepon-

“Yeoboseyo?”

“Taemin -ah!” belum apa-apa aku sudah antusias.

“Waah! Hyeorin -ah, bagaimana gurunya? Cantik? Seksi? Atau biasa saja?”

“Dia benar-benar luar biasa! Daebak! Permainan pianonya juga memukau”

“jeongmal?” Taemin jadi sangat penasaran.

“iya! Dia juga sangat tampan” kataku akhirnya.

“aish, ternyata gurunya namja?”

“hehehe, iya, ya sudah ya, pulsaku mau habis. Aku mau smsan dulu dengan guru pianoku”

“kau dapat nomornya?”

“iya, aku tadi memintanya. Darinya langsung”

“begitu ya?” tanya Taemin. Hmm… ada sedikit nada sedih dalam kalimatnya tadi.

“iya, ya sudah ya!” klik. Aku putuskan sambungan teleponku dengan Taemin.

Mana mungkin aku akan dengan secepat itu mendapat nomor guru pianoku itu? Dasar Taemin ini, dari dulu mudah dibohongi! Haha.

**

Pagi ini aku akan pergi ke tempat les pianoku. Ketika aku keluar rumah dan melewati rumah Taemin, aku bertemu Taemin lagi. Ia sedang menyiram tanaman dihalamannya.

“Taemin -ah!”

“mm?” Taemin masih sibuk menyiram tanamannya jadi pandangannya tetap tertuju pada tanaman.

“Saranghaeyo” aku mencium pipinya spontan dan memeluknya kemudian langsung berlari. Haha, dia pasti akan marah-marah karena aku mencium pipinya sembarangan! Itu pembalasan dariku untuk yang kemarin-kemarin!

Taemin’s POV

Wah hari ini kan hari Kamis. Hyeorin akan pergi ke tempat les pianonya dan ia pasti akan melewati rumahku, lebih baik aku menungguinya diluar. Tapi apa yang harus aku lakukan diluar? Jika aku hanya berdiri diluar, aku pasti akan salah tingkah ketika melihat Hyeorin. Aaaa!!! Apa yang harus kulakukan?Mmm…  ah! Matda! Lebih baik aku menyiram tanaman saja.

Aku ambil alat penyiram tanaman dikebun belakang dan segera pergi ke halaman depan. Bisa aku lihat dari kejauhan Hyeorin akan melewati rumahku.

Hyeorin semakin dekat, lalu,

“Taemin -ah!” ah, hyeorin memanggilku. Aku masih deg-degan.

“mm?” kujawab sesantai mungkin dan fokus untuk melihat tanaman. Atau malah terkesan menghindar?

“Saranghaeyo” teriaknya, lalu ia mencium pipiku spontan dan memelukku. Aku hanya bisa diam, dan diam. Mukaku pasti panas sekali. Tapi saat ia memelukku… Apakah dia merasakan detak jantungku yang begitu keras?

**

Hyeorin’s POV

“Minho-ssi, bolehkah kita mmm… ber…”

“ya?”

“ehem, bertukar nomor telepon pribadi” aish! Apa yang aku katakan tadi? Dasar tidak tahu malu.

“tentu” ia tersenyum dan mengambil handphonenya. Dan aaah, tolonglah Minho-ssi, jangan tersenyum seperti itu lagi.

Akhirnya ya Tuhan! Aku mendapatkan nomornya! Sepulang dari les piano, aku memberanikan diri untuk meng-sms Minho.

Annyeong Minho-ssi ^^ |Hyeorin

 

Oh, hello~|Minho

 

Sedang sibuk? Apa aku mengganggumu?|Hyeorin

 

Tidak, tentu saja tidak. |Minho

 

Aku mau bertanya sesuatu… tapi apakah ini pertanyaan yang sopan ya?|Hyeorin

 

Mengapa kau malah tanyakan padaku? aku saja belum tahu pertanyaanmu ^^|Minho

 

Apakah Minho-ssi sudah punya pacar?mmm maksudku semacam teman wanita|Hyeorin

 

Ya. Aku punya.|Minho

APA?! Minho benar-benar punya pacar?! Dia sudah punya pacar? Ah… harapanku sirna sudah.

Wow! Benarkah? Apakah dia cantik?|Hyeorin

 

Tentu saja cantik, namanya juga teman wanita, kau teman wanitaku lalu, Haera, Nami, dll |Minho

Aisshh, teman wanita! Bukan temanmu yang wanita, dasar choi minho!

**

Sudah lima bulan aku les piano rutin.

Hari ini aku ada les piano lagi. Tapi Taemin tidak mau mengantarkan aku hanya karena ia sebal mengenai guruku yang namja.

Aku masuk lagi ke kelas piano A. Tapi kok disini tidak ada siapa-siapa? Baru saja aku melangkah satu kali lagi dan,

“kejutan!!!” anak-anak  kecil yang satu kelas ditempat lesku dan Minho mengejutkanku sambil membawa kue ulang tahun yang mini.

“apa-apaan ini?” aku masih terkejut dan bingung.

“Happy birthday, eonni” kata salah seorang anak kecil yang satu kelas denganku.

“bagaimana kau tahu hari ini ulang tahunku?”

“Seonsaengnim yang memberi tahunya”

Kulirik minho tetapi ia malah pura-pura tidak melihatku. Awas saja dia! Haha, tapi aku senang dia memberiku kejutan seperti ini.

**

Sehabis dari les piano, Minho mengajakku makan siang disebuah café. Katanya ia mau mentraktirku.

Setelah memesan makanan dan minuman, sambil menunggu pesanan datang, kami mengobrol. Lamanya kami mengobrol sekitar lima belas menit, dan akhirnya pesanan kami pun datang semua. Bahkan saking asyiknya kami mengobrol, aku sampai tidak memerdulikan handphoneku yang sedaritadi bergetar. Tanda seseorang menelepon. Aku dan Minho terlalu larut dalam obrolan siang ini. Dia begitu menyenangkan.

“Hyeorin-ssi. Aku menyukai seseorang” kata Minho. Ketika aku mendengar perkataannya tadi, aku hampir tersedak es batu.

“a-apa? Siapa?” tanyaku agak sedih bercampur kesal.

“mmm, aku mau bertanya, bagaimana cara aku untuk mengungkapkan perasaan sayangku itu padanya?” jawab Minho malah mengabaikan pertanyaanku.

“kalau yang aku lihat di film-film sih, si pria mengatakan: Saranghaeyo. Lalu si pria memeluk wanita itu” aku agak panas hati juga mengatakan hal tadi.

“begitu ya? Semudah itu kah?” ia masih bertanya-tanya.

“ya, memang terlihat mudah bukan? Lagipula jangan mempersulit cinta” kataku sambil mengaduk keras minumanku yang lalu ku seruput paksa.

“Saranghaeyo” kata Minho.

“BFFFTTT! Uhuk uhuk! Kau bercanda ya?” aku betulan tersedak es batu saking kagetnya. Dan dia malah memelukku. Sialan! Kenapa harus memelukku?.

Aku pun memeluknya kembali. Merasakan bentuk tubuhnya dan menenggelamkan wajahku didadanya.

 Tapi apakah dia merasakan detak jantungku yang begitu keras?

Dia bilang dia mencintaiku? Aku pun begitu Choi Minho! Apalagi setelah saat-saat yang kita lewati bersama. Akhirnya setelah situasi terkendali, dan semuanya nyaman, aku pun mengiyakan ketika ia bertanya bahwa apakah aku ingin menjadi pacarnya, ya tentu aku iya-kan.

**

Aku benar-benar ingin memberitahu taemin bahwa aku, Ji Hyeorin,sudah berpacaran dengan Choi Minho! Aku pun ingin bercerita bahwa hari ini aku diantar pulang oleh minho menggunakan mobil pribadinya.  Ketika aku sampai dirumah, aku buru-buru pergi mandi dan berganti pakaian,

Taemin’s POV

Kenapa sulit sekali menelepon Hyeorin di hari ulang tahunnya? Biasanya dia sangat menantikan aku untuk mengucapkan ulang tahun padanya.Tapi tak apa lah, nanti juga aku akan memberi dia sesuatu yang mengejutkan untuknya! Semoga jawaban dia padaku pun mengejutkan untukku. Haha.

Aku tidak sabar memberikan kado puzzle yang aku buat sendiri ini. bagian-bagian puzzle ini jika dirangkai menjadi satu, maka akan menjadi gambar love! Aku juga tidak sabar untuk memberikan surat yang isinya pesanku yang ingin aku sampaikan kepadanya. Haha, tunggulah Hyeorin, tunggulah pernyataan cintaku ini nanti. Aku akan membawa puzzle love ini ke halaman rumahmu, dan kau pasti akan terkejut. Ya, aku mencintaimu dari dulu, aku mencintaimu Ji Hyeorin.

Lalu aku pun pergi ke rumah Hyeorin, membawa puzzleku dan meneleponnya. Ketika nanti aku suruh dia untuk melihat ke halaman, dia pasti akan tersentuh. Haha! Aku jadi deg-degan begini.

Hyeorin’s POV

Setelah aku selesai mandi, aku berganti pakaian dan hendak menelepon Taemin. Tapi malah dia duluan yang menelepon. Wow, ternyata sebelumnya taemin meneleponku berkali-kali. Ahhh, aku akan langsung saja ceritakan padanya, biar dia tidak potong ceritaku dan mungkin dia akan mulai menceritakan hal yang tidak penting.

Klik. Aku langsung mengangkat teleponnya,

“hallo? Taemin-ah! Tebak apa coba?! Akhirnya aku jadian dengan guru pianoku! Hahaha, aku sangat senang, di tempat les juga dia membuat kejutan kecil-kecilan, manis bukan? Akhirnya aku resmi berpacaran dengan Choi Minho… hallo? Taemin-ah? Hallo? Kau masih disana kan?” klik. Ah, mengapa Taemin langsung menutupnya begitu saja? apa aku terlalu berisik?

Taemin’s POV

Aku sudah siap. Aku sudah berada dihalaman rumah Hyeorin sekarang. Saatnya aku menyatakan perasaanku, dan memperlihatkan puzzle ini. Semoga dia terkejut dengan kejutanku dan smoga aku pun terkejut dengan jawaban atau responnya! Haha, aku sudah tidak sabar. Aku semakin deg-degan.

Aku menelepon Hyeorin … dan,

“hallo? Taemin-ah! Tebak apa coba?! Akhirnya aku jadian dengan guru pianoku! Hahaha, aku sangat senang, di tempat les juga dia membuat kejutan kecil-kecilan, manis bukan?… hallo? Taemin-ah? Hallo? Kau masih disana kan?” itu yang hyeorin katakan. aku hanya bisa diam lalu memutuskan sambungan teleponku. Jawaban ini terlalu mengejutkan. Dadaku sesak. Aku merasakan nyeri sekali. Kalimat-kalimat ditelepon tadi membuatku terlalu terkejut.

Hyeorin’s POV

Aku bangun dipagi ini begitu segar! Tentu karena aku adalah pacarnya Choi Minho. Semua menjadi terasa indah bila kita mengingat seseorang yang kita cintai. Aku turun ke bawah dan melihat rumah Taemin ramai sekali oleh teman-temannya dan tetangganya juga sepertinya. Dia mengadakan pesta tanpa  undang aku ya? Teganya, lihat saja nanti Taemin! Kau akan mati Taemin-ah! Kenapa temanku itu selalu membuatku kesal?

**

Aku hari ini pergi ke tempat les pianoku lagi. Tapi hari ini Taemin tidak sms aku atau meneleponku. Apakah dia marah karena aku cerewet sekali kemarin? Ah sudahlah, paling-paling dia akan meneleponku jika kangen. Sama seperti tahun lalu. Dia tidak meneleponku selama seminggu, menghilang begitu saja, ternyata dia ada dirumah temannya untuk mengerjakan tugas. Membuatku waktu itu sangat khawatir.

“jagi, hari ini aku akan memainkan sebuah karya Yiruma dengan piano ini untukmu”

“haha, gomawo minho-ah, mainkan sekarang saja!” aku sudah tidak sabar.

Lalu jari-jemari minho bermain diatas tuts piano, begitu lihai dan lincah, ketika aku melihatnya bermain piano seperti itu, sungguh terlihat mudah. Tapi ketika aku melakukannya. Ternyata sangat sulit.

**

Dua tahun berlalu. Taemin masih belum memberiku kabar. Kemana dia? Aku sudah menguhubunginya berkali-kali, tapi ponselnya tidak aktif. Dia pasti ganti nomor. Keluarganya juga jarang ke luar rumah, dan aku takut jika harus pergi ke rumahnya. Tapi masa ia menghilang selama dua tahun?! Taemin-ah, tidakkah kau tahu? Aku akan menikah hari ini.

**

Jam sudah menunjukkan waktu dimana aku seharusnya sudah memulai acara pernikahanku. Tapi dimana Choi Minho? Aku pun meneleponnya,

“Ya! Minho-ah! Kau dimana?”

“aku diperjalanan, aku sedang menuju ke sana, aku baru mengambil cincin pernikahan kita lagi. Aku tadi meninggalkannya di rumah. Babo!”

“ya sudah, cepat kemari, saranghae Minho-ah”

“Mmm, nado sarangh- BANG!klik.

“hallo? Jagiya? Kau masih disana? Aku mendengar dentuman keras, apa kau tidak apa-apa?”

Percakapanku di telepon tadi membuatku khawatir. Apa Choi Minho-ku tidak apa-apa? Oh Tuhan, tolonglah dia, aku mencintai pria itu. Dan hari ini adalah hari bahagia kami, tolong jangan rusak hari ini ya Tuhan. Aku terus berdo’a.

Minho’s POV

Aish, dimana cincin itu? Benda paling berharga saat ini. Hari ini aku akan menikah dengan Hyeorin! Ji Hyeorin. Aku harap semuanya berjalan dengan lancar. Kecuali mungkin jika ada yang tidak rela dengan pernikahanku bersama Hyeorin, mungkin akan tidak lancar.

Aku menelusuri semua laci dikamarku, dan akhirnya benda kecil yang berharga itu aku temukan juga.

Aku pun berjalan cepat menuju mobilku dan kujalankan mobilnya.

Baru juga setengah jalan, ponselku sudah bergetar.

“Ya! Minho-ah! Kau dimana?” ah, ternyata dia. Wanita yang harus aku temui hari ini.

“aku diperjalanan, aku sedang menuju ke sana, aku baru mengambil cincin pernikahan kita lagi. Aku tadi meninggalkannya di rumah. Babo!”

“ya sudah, cepat kemari, saranghae Minho-ah”

Haha, disaat terburu-buru seperti ini, dia masih saja membuatku tersenyum bahagia. Aku pun semakin erat memegang kotak cincin pernikahanku, lalu ku buka kotak cincinnya dan yang kutemukan adalah dua buah benda mungil yang indah.

“Mmm, nado sarangh…” belum juga aku menyelesaikan kalimatku, tetapi sudah ada mobil melaju dengan cepat tanpa kendali ke arahku.

Gelap. Smua gelap… lalu muncul setitik cahaya yang kemudian menayangkan sebuah memori.

 

Kami berada disebuah bukit yang indah nan sejuk. Dibawah pohon rindang kami berbaring diatas rumput yang hijau, dan menatap awan yang bersih. Aku menyilangkan kedua tanganku dibawahkepalaku. Hyeorin berbaring disebelahku dengan kepalanya yang bersandar di pundakku.

 

“Minho-ah”

“ya?” aku tersenyum. Aku tersenyum karena ingin membuatnya tersenyum juga, Hyeorin sungguh manis ketika tersenyum.

“saranghaeyo”

“haha, apasih Hyeorin?”  aku tertawa pelan.

“aku serius. Jawab pernyataanku tadi, apakah kau mencintaiku juga?”

“bukankah aku pernah mengatkannya padamu waktu itu? Di café ingat?”

“tapi kamu tidak pernah mengatakan bahwa kamu mencintaiku juga setelah aku mengatakan cinta kepadamu”

“hmmm, bagaimana yah?” aku tersenyum jahil.

“ya! Sudahlah! Lupakan saja! kau tidak pernah mengatakannya berarti kita bukan jodoh!” hyeorin memukul perutku pelan.

“kau ini, dasar muridku yang nakal” aku memeluk hyeorin sangat erat, erat sehingga aku merasa tubuh Hyeorin sangat kecil dipelukanku. Apakah dia merasakan detak jantungku yang begitu keras?

Lalu…,

Semuanya gelap lagi.

 

Hyeorin’s POV

Beberapa puluh menit kemudian datanglah seseorang yang terburu-buru dan berlari padaku dalam keadaan menangis.

“Hyeorin-ssi, bagaimana ini? Minho-ssi, dia…” orang ini menarik-narik gaunku kasar, dia panik.

“iya, ada apa dengan Choi Minho?” aku berusaha tenang dan menenangkannya.

“dia baru saja… haah, satu menit yang lalu, dinyatakan meninggal karena sebuah kecelakaan”

Deg. Aku begitu tegang. Lemas, aku ingin berpegangan pada sesuatu. Aku terkejut. Terlalu shock sampai-sampai aku mau jatuh. Tapi tetap saja aku terjatuh dan menangis. Menangis sekencang-kencangnya, aku masih tidak percaya dia meninggalkan aku dan dunia ini. Lagu pengiring di tempat pernikahanku ini malah terdengar seperti sebuah melodi yang sedih.

Yiruma – a sad memory.

Ketika aku melihat jasat Minho, hatiku semakin sakit. Tubuhnya berlumuran darah. Banyak serpihan kaca ditubuhnya. Dan dalam genggamannya, aku menemukan kotak cincin pernikahanku dengannya.  Dadaku sakit karena aku menahan tangis. Jantungku juga berdebar keras. Aku sakit. Sakit hati. Mengapa minho meninggalkan aku secepat ini?

-Rest In peace-

Choi Minho.

December 9, 1991 – September 19, 2013.

Aku jadi teringat masa-masa aku dan Minho bermain piano bersama, kita juga malah banyak bercanda, bukannya mengajariku. Aku jadi teringat dengan semuanya, terutama… Ah! Taemin! Aku harus datang kepadanya dan menceritakan semua yang aku alami.

Aku berlari sekencang mungkin ke rumah Taemin. Aku sudah tak peduli lagi dengan rasa malu. Aku berlari-lari dalam kedaan yang benar-benar kacau.

“Tante, taemin-nya ada?” aku memberanikan datang ke rumah ini dengan keadaan yang kacau.

“Kamu Ji Hyeorin kan?, kemana kamu disaat-saat terakhir Taemin?! Dasar anak egois! Jangan pernah datang ke sini lagi!”

“s-saat-saat terakhir apa, tante?”

“jangan pura-pura tidak tahu! Anakku meninggal gara-gara kau! Setelah dia mendengar kalimatmu yang terakhir di telepon, dia langsung terserang penyakit jantung! Kau tahu kan? Anakku itu kan memang lemah di bagian jantung. Kau… ah! Pergilah! Dan, nih! Ini surat darinya untukmu” Ibu Taemin memberiku sebuah surat lecek, dan menutup pintu rumahnya dengan keras.

Close your eyes, go to sleep,

know my love is all around

Dream in peace, when you wake

You will know… im still with you.

 

Happy birthday Ji Hyeorin! kau adalah sahabat terbaikku selama ini,

Tetapi aku menyimpan perasaan yang berbeda kepadamu.

Aku… mencintaimu Ji Hyeorin. kuharap kau mau menjadi

pacarku dan tidak les lagi ditempat les piano mu itu, habisnya aku

cemburu pada guru pianomu yang selalu mendekatimu, dan sepertinya dia

menyukaimu. Jadi makanya aku menyatakan perasaanku duluan

sebelum guru les pianomu yang mendahului aku. Aku takkan pernah rela

 jika kamu jadian dengan guru pianomu, haha!

 Dan kuharap kau suka dengan puzzleku.

aku akan selalu setia padamu

meski sisa waktuku hanya sampai hari ini, aku akan tetap

mencintaimu dari surga…

Haha, yang terakhir itu kata-kata yang romantis bukan?

 

(setelah membaca surat ini, bagaimana aku ditelepon tadi dan

tiba-tiba muncul di halaman rumahmu? Romantis kan?

Aku seharian telah membuat puzzle love itu untukmu)

 

I love you.

Lee Taemin.

Taemin-ah, kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu? Padahal dulu aku juga mencintaimu. Dan rasa cintaku padamu tidak pernah berkurang sampai sekarang meski sudah ada Choi Minho dihatiku. Aku baru sadar lagi betapa aku mencintaimu ketika aku membaca suratmu itu.  Taemin-ah, Saranghae. Aku tahu, serakahnya aku jika aku mencintai dua orang sekaligus, tapi memang begitulah yang aku rasakan. Aku merasa bahagia jika bersamamu Taemin-ah. Sangat bahagia.

Aku mulai meneteskan air mataku, dan lama-lama surat yang aku genggam ini mulai basah dan semakin lecek. Warna tinta pulpen yang ada di suratnya pun mulai memudar. Aku kehilangan dua orang yang aku cintai.

-Rest In Peace-

Lee Taemin

July 18 , 1993 – June 22, 2011.

‘Tuhan, apakah ini terlalu tidak adil? Aku kehilangan orang-orang yang aku cintai. Kau merenggut mereka dihari penting dan dihari bahagiaku, aku benci diriku sendiri dan takdirku.’

 

*flashback | satu hari sebelum pernikahan*

“sebelum menikah, aku mau mengajakmu ke sini” kata Minho. Ia berpakaian dengan gaya yang beda. Ia menjadi lebih keren dan dewasa.

Kami sekarang ada ditaman hiburan. Kami akan menaikki wahana kincir angin. Wahana ini seperti beberapa kapsul yang menempel pada kincir. Kapsul ini bisa membawamu melihat pemandangan indah.

Ketika kapsul yang kami masuki ini berada diposisi paling atas dan tetap diam tidak turun, aku sedikit ketakutan.

“jagiya…” Minho memanggilku.

“mm?”

“Saranghae, Hyeorin-ah”

“Nado, Minho-ah” aku memeluknya, dan merasakan tubuh kekarnya itu. Aku bisa mencium wangi tubuhnya, lalu  aku menyenderkan kepalaku ke pundaknya.

“aku takkan meninggalkanmu, sampai kapan pun” ucap minho.

“janji?” aku mengulurkan jari kelingkingku, meminta pinky promise.

“tentu saja, aku janji, aku takkan meninggalkanmu, selamanya aku akan selalu bersamamu dan selalu memelukmu seperti ini setiap harinya” ia membalas pinky promisenya lalu tersenyum manis, ia begitu tampan.

Saat di puncak wahana ini, aku merasa bahagia. Karena aku memliki Choi Minho. Dan dari sini, dari balik pundaknya, aku dapat melihat matahari terbenam yang indah.  Kami pun berpelukan sangat lama. Seperti pelukan yang manyatakan bahwa tidak akan pernah ada waktu untuk kami bisa bersama lagi, aku terus memeluk Minho, dan ingin terus sepeti ini.

*flashback end*

 

My last hug.

 

**

*flashback | two years ago*

“yobo! Ireona! sudah jam berapa ini? apa kau tidak mau memulai les pianomu?” taemin menggoncang-goncang tubuhku.

“Hah? Oh, iya…” aku bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi dengan jalan yang terhuyung.

“ya! yobo” panggil taemin. Kami memang sering berakting layaknya suami-istri ketika kami sedang  tidur sekamar.

“mmm?” aku masih setengah sadar.

Lalu ia memelukku, dan mencium keningku.

“Ya! Mentang-mentang aku baru bangun, lalu kau bisa seenaknya…” aku memukul pelan tangannya. Ah! Akan kucium dia juga nanti!.

“haha, sudahlah, cepat mandi!” taemin tertawa. Kulihat tawanya sangat ceria. Kemudian ia memelukku lagi dengan erat dan membisikkan “saranghae.”

Dasar! Dia masih saja bisa berakting dengan baik selayaknya dia mencintaiku. Haha.

*flashback end*

—end—-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “I Love you guys”

  1. Stoppp stopp
    Aaaaaaaaa ini ga bisa dibiarkan
    Kenapa sedih banget hueeee *mewek ama taemin
    Ahhh nangis ajalah ini mah
    Parah banget
    Ternyata….
    Taemin meninggal pas besoknya itu!!!
    Kenapa gaada bendera kuning #emangindonesia -_-
    Satpamnya gitu bilang
    Ato tukang sapu jalanan ngabarin taem meninggal
    Aaa sedih banget
    Gakuat bangettt aaaa
    Tapi keren daebak seru sedihh

  2. huwaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!! author!!!!!!!!!!!!!
    aku mau ngerjain tugas debat malah tertarik baca cerita ini…
    huhuhuhuhuhu.. benci banget pas baca bagian:

    -Rest In peace-

    Choi Minho.

    December 9, 1991 – September 19, 2013.

    dan bagian ini:

    -Rest In Peace-

    Lee Taemin

    July 18 , 1993 – June 22, 2011.

    huwaaaa!!!! nangis nih aku 😥 huhuhu… SI MINHO JUGA NIH!!! KENAPA PAKE IKUTAN MENIGGAL?!?!?!? CINCINNYA GA BISA DIKASIH KAN!!!! 😥
    gakuat!!! nangis nih aku TT.TT mau nyiapin cincin kawin… hikss…
    si taemin…. kKENAPA GA ADA YANG NGASIH TAU KALAU DIA UDAH NGGAKA ADA?!?!?!? SEBEL BANGET SAMA MAMANYA!!!! ARRGGHHH!!!

    maaf thor… kebawa sedih dan emosi aku XP hehehe.. sumpah keren banget… gambarnya juga.. sedih banget liat muka taemin nangis gitu 😥
    hahaha.. aku juga mau punya cerita begini bersama taminnnn~ *reader banyak maunya*

    oke, maaf udah nyampah sebanyak ini.. *bow* pokoknya FF debut ini daebak!! 😀 😀

  3. NYESEKKK!!! *caps jebol* T.T minppa… Hueeeeee *nangis* aku nangis ini… Hiks hiks. *lebay apa hiperbola o.O*

    daebak banget lha ini!!! Two thumbs up! Tp aku ada kritik sdkit. Alurnya agak *agak lho ya* kecepatan sedikittt *udah agak, sedikit pula /plak* jadi agak kilat gitu. Tapi tetep aja nyesek! Gimana kalau ga kilat gini, aku pingsan kayaknya *PLAK

    keep writing chinguuu!

  4. Kenappa minhonya ikutan mati sih aaaaa :(:(:(
    Masa tetanggaan tapi gaktau taemin meninggal-_-
    Orangtuanya masa juga gaktau?
    Selama 2 taun gak tau?-____-
    Tapi seruuuu! Sedih akhirnyya :”

  5. Omaigot omaigot omaigot thor bagus banjeeeeeeet
    Emng susah mnentukan 2 pilihan,apalagi itu taemin sama minho

  6. semua, gomawo yg udah mau baca dan comment^^
    mian gabisa bales satu-satu .__.
    ini onlinenya mesti ngebut :3 tapi serius deh makasih yg udah mau baca dan comment :)))))

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s