Mencintaimu Dalam Diam – Part 1

Title                 : Mencintaimu dalam DIAM (1 / ? )

Author             : vienasoma

Cast                 : Lee Jinki ( Male)

                          Lee Taecyon (Female)

                        Choi Minho (Male)

                        Choi Gwebon (Female)

Support Cast    : masih proses

Length             : Sequel

Genre               :  Drama, Smut, little angst, romance

Rate                 : PG-17

a.n. : anyyong, ini FF udah saya publish di tempat lain! Tapi genre Yaoi! So saya ubah menjadi Straight disini! Nama karakter femalenya sudah sering kalian lihat yah?? Mian. Itu memang pasaran. Tapi saya suka banget pake nama itu! Soalnya tidak bisa berimajinasi kalau tidak pakai nama mereka! XD!! Wekk,  hope you like it! Thanks…

 

Author Prov

“oppa…  cium aku”  ucap seorang  yeoja cantik yang tengah duduk berlipat kaki di atas ranjang king sizenya. Menatap namja tampan didepannya. Meneliti setiap jengkal dari tubuh namja tersebut. Tampan, sangat tampan, berbanding terbalik dengan dirinya yang cantik. Rambutnya coklat. Tubuhnya tegap dan tinggi. Matanya terbilang sipit, pipinya chubby. Buatnya namja itu terlihat sangat sempurna.

“kenapa diam oppa?” sedikit tersadar dengan ucapan gwebon,  dia Berjalan mendekat, mengangkat tubuh gwebon berdiri, mensejajarkan wajah mereka.

“apakah ini perintah?” tanyanya dingin

Diam….

 “yah……….. ini perintah” gwebon menjawab pasrah

Namja tersebut mengangkat wajah gwebon. Merengkuhnya. Bibirnya perlahan menyapu pelan bibir gwebon. Hanya mengecapnya sebentar, dan sedetik kemudian melumatnya ganas, menjilatinya, menyedotnya,

“buka mulutmu” perintahnya disela ciuman mereka. gwebon menurut, menerima pasrah saat lidah namja tersebut menelusuri rongga mulutnya. Bermain dengan lidahnya. Menjilati langit – langit mulutnya. Berkali – kali menyedot bibir bawahnya. Berkali – kali melumatnya. gwebon, menarik namja itu lebih mendekat, menempelkan tubuh mereka. Tangannya mulai menjalari tubuh namja itu. Menyelinap masuk menyentuh permukaan dada bidangnya.

“stop!” namja itu menahan tangan gwebon yang menatapnya bingung. Melihat namja itu mengatur nafasnya yang memburu.

“aku hanya di perintahkan untuk menciummu” sahutnya sembari mengambil beberapa langkah kebelakang, menjauh dari gwebon

“perintah” gumam gwebon. Memegang dadanya. Menggigit bibirnya. Masih mencerna kata – katanya namja tersebut “hahahahaahahahahhaha……….” Tiba – tiba gwebon tertawa keras, menjatuhkan dirinya di tepi ranjang, dan terus tertawa. Hingga tawanya tergantikan dengan isak tangis pelan. “perintah??”ulangnya pelan

“bagaimana jika aku memerintahkanmu bercinta denganku oppa?” Tanya gwebon, kembali berusaha menatap tajam mata sipit di depannya. menarik nafas dalam. Dan menunggu.

“Your wish my command” jawabnya sambil membungkukkan badan.

Cukup sudah. gwebon benar – benar hancur sekarang. Dan mulai menangis, menangis seperti anak kecil. Namja itu hanya memandanginya datar. Ani, lebih tepatnya dingin. Berdiri mematung. Yah. Namja itu tidak akan kemana – mana, tidak akan beranjak dari tempatnya sekarang. Dia akan berdiri selamanya disitu, jika itu memang yang di kehendaki gwebon.

“Keluar………….” Lirih gwebon.

Namja itu menangguk, membungkuk di depan gwebon. Dan mulai melangkah keluar. Menutup pintu kamar gwebon. Dia berdiri mematung, menatap pintu yang berada di hadapannya. Tanganya terangkat menyentuh pintu yang menghalangi dirinya dan gwebon. Ada bulir – bulir air mata di sudut mata sipitnya. Tangisan yang mati – matian dia tahan. Dia tidak ingin memperlihatkan kelemahannya, kerapuhannya di depan gwebon.

“oppa………..” ucap seorang yeoja cantik tak jauh dari tempatnya berdiri.

“wae… taecyon?” sahutnya,

“apa kau membuatnya menangis lagi oppa?” taecyon mengusap lembut kedua pipi namja tampan itu. Dan tersenyum pahit. “kau selalu menangis jika membuatnya menangis oppa!” lanjutnya.

Lee jinki menatap sosok dongsaengnya. Menatapnya, dia tidak bisa berbicara. Dia takut, jika dia membuka mulutnya, dia akan berteriak. Taecyon mengerti, cukup melihat wajah oppanya dia paham, ekpresi terluka terpampang dengan sangat jelas di wajah oppanya. Ani, tidak hanya terluka, oppanya juga tersiksa. Menderita.

“Bisakah kita keluar dari rumah ini oppa? Aku sudah tidak tahan berada disini. Semuanya tiba – tiba berubah menakutkan” taecyon memohon pelan. “aku lelah oppa”

Benar, seharusnya mereka pergi saja dari sini. Itu lebih baik. Bahkan jauh lebih baik. Mengapa mereka harus bodoh masih tetap berada di sini. Itu hanya akan menambah luka dan derita merekakan? Ani, jika masalahnya segampang itu. Sudah lama mereka pergi dari sini. Tidak perlu berpikir lama, tidak perlu berpikir keras, detik itu juga mereka akan pergi.

Tapi…………. Tapi sanggupkah mereka? Sanggupkah mereka pergi meninggalkan separuh jiwa mereka di rumah ini? Sanggupkan seorang lee jinki meninggalkan gwebon? Yeoja cantik yang berhasil membuatnya gila? Gila karena cintanya?. Lee jinki sangat mencintai gwebon. Dia bahkan rela untuk tersiksa setiap hari karena membuat gwebon menangis. Karena itu satu – satunya cara agar dia tetap berada di samping yeoja cantik itu. Lee jinki tidak diperbolehkan dan tidak diizinkan untuk mencintai gwebon. Karena dia tidak pantas, karena dia tidak berhak. Tidak cocok. Dia terlalu rendah untuk seorang gwebon.

“apa yang kalian lakukan disana?” tegur seorang namja tua “ini jam kerja. Kenapa kalian masih berada disini?” lanjutnya sembari mendekati Lee bersaudara.

“maafkan saya Mr. sam! Saya baru saja selesai melayani kebutuhan nona  muda gwebon! Dan ketika saya selesai, saya bertemu taecyon. Dan dia meminta saya untuk membantunya menyelesaikan beberapa kerjaan yang agak sukar untuk di kerjakan sendiri” jinky membungkuk hormat, di ikuti  Taecyon di sampingnya.

Mr. sam mengamati lee jinki. Dia tidak bisa berkomentar apapun. Dari dulu dia memang tidak bisa membuat namja muda didepannya ini terlihat melakukan kesalahan.

“baiklah. Segera lanjutkan pekerjaan kalian” Mr. sam berjalan menjauh. Meninggalkan Lee bersaudara

@@@

Gwebon prov

Aku membuka mataku. Mengedipkannya beberapa kali. Berusaha menyesuaikan sinar matahari yang masuk dari jendela kamarku. Aku melihat sosoknya. Sosok yang selalu menemaniku. Yang selalu berada disisiku. Jinky oppa. Apa ada yang bisa membantuku untuk menemukan sebuah kata yang tepat untuk mendeskripsikan bagaimana dia di mataku? Sempurna? Dia lebih dari sempurna.

Aku bangun, melempar selimutku kesembarangan tempat. Aku berjalan mendekatinya. Perlahan, tanpa membuat bunyi sedikitpun. Aku tidak ingin dia tahu kalau aku sudah bangun.

Tepat berada di dibelakang punggungnya. Aku melebarkan tanganku. Melingkarkannya di pinggang jinky oppa. Menyandarkan kepalaku. Menghirup aroma tubuhnya. Wangi…. Hangat…

“selamat pagi oppa…” dia mungkin tidak bisa melihat senyumku.

“selamat pagi Gwe….” Jawabnya dingin “aku sudah menyiapkan seragam sekolahmu, cepatlah bersihkan dirimu. Makan pagi  sebentar lagi di mulai” ugh, selalu begitu. Selalu seperti ini. Apa dia tidak bisa berbasa – basi menanyakan kabarku pagi ini. Mimpi apa aku semalam. Apa tidurku nyenyak.

Jinki oppaku sudah berubah. Tidak pernah tersenyum lagi kepadaku. Tidak pernah membelaiku. Memanjakanku seperti dulu.

“mandikan aku oppa..”  dia menegang, “ini perintah” aku mengeluarkan kata – kata mantraku. Jinky oppa tidak akan bisa menolak jika aku mengatakan perintah. Walau aku tidak menyukainya. Memaksanya melakukan sesuatu yang aku tidak tahu apakah dia rela melakukannya. Tapi aku sudah membulatkan tekadku. Aku akan memanfaatkannya. Aku sudah tidak perduli ini akan menyakiti hatiku. hatiku sudah lama hancur karena ini. aku sudah kebal. Dan demi selalu berada disisinya, aku akan lakukan apapun. Aku tidak perduli bila semua orang merendahkanku karena ini.

Jinky oppa menghadapku. Ekpresinya tetap datar. Sudah tidak ada senyumkah untukku? “seperti yang anda perintahkan” dia mulai melucuti piyama tidurku. Membuatku tidak memakai apapun. Ini sudah biasakan. Kami dulu sering mandi bersama. Aku mengulurkan tangan meminta dia menggendongku.

“hup “ aku merasakan diriku sudah tidak lagi menginjakan kaki dilantai. Aku melingkarkan tanganku dilehernya. Mencium lehernya. Aku merasakan tangannya mengepal. Aku ingin bertaruh sampai mana dia bisa menahan diri. Aku tertawa geli.

“apa yang lucu? Sahutnya, menurunkanku, di kamar mandi. Menyalakan shower. Dan menyuruhku untuk segera membersihkan diri. Aku berjalan lambat, menghampirinya.

“kita mandi bersama oppa!” aku berbisik di telinganya “ini perintah” aku menang.

###^^^####(((!!!!!(( SENSOR

Aku berlari menuju ruang makan dengan senyum menghiasi wajahku. aku liat semua sudah berada pada tempatnya. Appa, dan kedua ommaku. Serta saudara tiriku. Aku memandangi mereka satu persatu. Tidak ada yang menoleh kearahku ketika dengan santai aku berdiri disamping kursi menunggu gerakkan familiar yang biasa jinky oppa lakukan. Dia akan menarikan kursi untukku dan mempersilahkan aku duduk. Selalu seperti itu. Kenapa? Karena dia pelayan pribadiku. Dia hanya akan melayaniku. Dan memenuhi semua hal yang aku butuhkan.

“selamat pagi appa. Omma. Minho.!!” kataku, dan di beri anggukan singkat dari mereka.

appa mempunyai 2 istri, ommaku adalah istri ke dua. dan ommanya minho adalah istri pertama. Aku seumuran dengan Minho. Aneh? Memang!

Haruskah ku jelaskan?

Hmm, appa tidak mencintai omma minho. Karena mereka di jodohkan. Sedangkan appa sangat mencintai ommaku. Jadi setelah pertentangan hebat yang aku sama sekali tidak tahu bagaimana persisnya karena aku belum ada saat itu. Akhirnya appa menikah dengan ommaku. Dan pada saat yang bersamaan ommaku dan ommanya minho mengandung kami. Untung saja waktu kelahirannya beda. Begini – gini aku lebih tua dari Minho. Cuma beda berapa bulan. Tapi tetap saja aku nonnanya.

Jangan salah paham. Aku dan Minho punya hubungan yang lumayan baik. Walau kadang dia memang sangat menyebalkan. Apa lagi dengan sosok dinginnya itu. Apa ada yang tau julukan buatnya? Yah, Si pangeran Es! Wajahnya tampan tapi sifatnya sedingin es!!! Tidak ada yang bisa menghadapinya. Tidak ada yang bisa mengerti jalan pikirannya. Kecuali…. Kecuali pelayan pribadinya.

Jika pelayan pribadiku jinki oppa. Maka pelayan pribadinya adalah dongsaeng jinki oppa! Lee Taecyon. Hanya yeoja cantik satu itu yang bisa menghadapi pangeran es dirumah ini. Semua manusia di rumah ini tidak mengerti, bagaimana mungkin si kodok jelek itu bisa di taklukan oleh yeoja cantik nan imut yang rapuh. Well. Tapi aku tahu! karena dia mencintai yeoja cantik lee taecyon. Cinta bisa membuat segalanya mungkinkan?

@@@

aku tersenyum sepanjang hari. Aku bahagia. Kenapa tidak dari saja aku melakukan ini. kenapa aku terlalu terbawa perasaan. Apa aku egois? Jahat? Well. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin jinky oppa berada disisiku.

Setelah kejadian memalukan itu, waktu aku memintanya menciumku. Aku sudah tidak pernah mengambil pusing, apakah dia mencintaiku atau tidak. Aku sudah memutuskan untuk berhenti menangis, aku akan memanfaatkan apa saja demi membuatnya disisiku. Oke, Tingkat kecanduanku akan kehadirannya sudah mencapai batas kewajaran. Aku membuang perasaanku. Aku kunci di sudut hatiku yang paling dalam. Jika dia bisa berubah menjadi jinky oppa yang dingin. Kenapa aku tidak bisa menjadi gwebon yang tidak punya perasaan?

Ini masih menjadi Tanda Tanya besar dalam hidupku. Sumpah. Aku sama sekali tidak mengerti, kenapa jinki oppa berubah menjadi dingin seperti itu? Semenjak dia lulus dari sekolahku yang sekarang, dia tidak pernah lagi memandangiku dengan sayang. Tidak pernah tersenyum hangat kepadaku. Memanjakanku. Apa lagi memelukku. Aku menjadi frustasi karena itu……….Hmm… tapi apa perduliku sekarang? Jinki oppa sudah berada dalam genggamanku. Aku tersenyum senang. XD

“kenapa kau senyum – senyum sendiri gwe?” kodok jelek menghampiriku. Kenapa dia tahu saja aku berada di taman belakang ini.

“bukan urusanmu!” jawabku ketus

“tentu saja itu urusanku! Aku tidak ingin punya saudara yang gila” si kodok dengan sombongnya sudah duduk di sampingku

“hanya karena appa kita sama. Bukan berarti aku saudaramu kodok! Aku tidak pernah mengakui itu!” aku nenatapnya tajam. Memicingkan mataku.

“terserahmu saja! Aku hanya tidak ingin kau membuatku malu dengan berubah menjadi gila” ugh, aku benci si kodok jelek ini. bagaimana bisa kami bersaudara?

“kenapa kau disini kodok? Biasanya kau selalu di kamar! tidur sepanjang hari!” tanyaku heran.

“aku butuh udara segar?” jawabnya singkat. Kenapa wajahnya selalu datar? Aku tidak pernah bisa membaca hati si kodok jelek ini.

“apa lagi yang kau lakukan terhadap taecyon kodok?” Tanyaku tepat pada sasaran. Wajah datarnya tiba – tiba berubah muram “awas saja kalau aku tahu kau membuatnya menangis kodok. Aku akan membunuhmu!” lanjutku mengancamnya. Dia diam beberapa lama, dan mendengus, dia menatapku tajam.

“aku tidak mengerti gwe. Taecyon tiba – tiba berubah….. dia menjadi dingin terhadapku!” katanya pelan

Apa ini? apa sekarang gilirian si kodok yang di acuhkan oleh taecyon?

“apa maksudmu?”

“dia……. Dia tidak lagi tersenyum kepadaku! Tidak perduli kepadaku. Dia tidak seperti dulu. Aku tidak tahu……. Apa salahku? Tiba – tiba dia berubah!!!” si kodok tertunduk. Aku menjadi sedikit  kasihan.

“kalau dia bisa berubah menjadi dingin, kenapa kau tidak bisa berubah menjadi kejam” saranku. Dia menatapku bingung. Aku benci melihat matanya yang bulat. Aku merasa seakan tertarik kedalam matanya. Harus ku akui si kodok ini sangat tampan. Perfect.

“apa maksudmu?”

“jinky oppa juga melakukan hal yang sama terhadapku?” aku berkata jujur. “tapi sudah berbulan – bulan ini. aku juga tahu bagaimana perasaanmu. Awalnya aku juga mencari – cari kesalahanku. Tapi semakin aku berpikir keras, semakin aku berada di jalan yang buntu. Dan sekarang aku mengikuti permainannya” jelasku singkat. Si kodok tetap diam.

“apakah taecyon menyuruhmu memerintahnya?” selidikku, si kodok mengangguk!

“kalau begitu manfaatkan keadaan itu!!” dan aku menceritakan semua sama si kodok jelek ini. Ternyata aku sangat baik. XD

@@@

Jinki Prov

Aku mencintaimu didalam diam

Senyap, tanpa kata kata….

 

Aku mencintaimu di dalam diam

Karena ku tak akan mampu mengatakan

Di dalam keterbatasan ini

Aku tak akan mampu mengungkapkannya lisan

 

Hanya angin, hujan , dan kesenyapan

Yang tahu akan kisahku ini

Yang tahu, betapa pedihnya

Rindu dendam ini

Sedu sedan ini

 

Aku hanya bisa mencintaimu di dalam diam

Tak akan ada kata cinta

Hanya lewat diam ini ku ungkap segala rasa

Rasa haru birunya cinta senyap ini

 

Aku mencintaimu di dalam diam

Di mana aku akan memilikimu selamanya

Walau hanya dalam anganku

Kau akan selalu utuh untukku

Apa ada yang tahu bagaimana caranya membunuh perasaan? Apa ada yang bisa membantuku untuk mengeluarkan hatiku dari tempatnya? Aku ingin membuang rasa cintaku. Aku tidak ingin lagi merasakan sesak di dadaku. Kehampaan yang menjalari ragaku. Menusuk setiap jengkal tubuhku. Rasanya sangat sakit.

“oppa sudah saatnya?” aku memandangi taecyon yang berada di depan pintu kamarku. Melihatnya. Dan aku turut bersedih karenanya. Bukan hanya aku yang merasa sakit. Bukankah taecyon juga merasakan hal yang sama? Dia juga harus menahan rasa cintanya.

Aku mendekatinya, mencium keningnya, menghapus airmatanya. Dia baru saja menghentikan tangisannya. Tangisan kepedihannya.

“kajja…….. kita keluar dari sini!!” aku menggenggam tangannya. Membawa tasnya. Dan tasku sendiri. berjalan melewati pintu belakang. Aku tidak ingin terlihat oleh siapapun. Tidak ingin mendengar apapun. Aku hanya ingin segera pergi dari sini.

Aku menghentikan langkahku. “waeyo taecyon- ah?” dongsaengku, melihat rumah besar ani, lebih tepatnya istana di belakang kami. Memejamkan matanya. Tidak ada airmata di sana. Mungkin dia sudah terlalu lelah. Mungkin airmatanya telah mengering.

“aku akan sangat merindukan minho oppa!” lirihnya pelan. “gwebon onni!” lanjutnya tanpa membuka matanya.

Aku hanya bisa melihatnya sedih. Aku juga akan merindukan mereka. Aku akan sangat merindukan gwebonku. Sifatnya manjanya. Wajahnya. Dan aroma tubuhnya.

Deruman suara mobil menghentikan lamunanku. Ku tarik tangan taecyon. Membuyarkan lamunannya. Dan berusaha tersenyum

“kita harus pergi sekarang taecyon” dan dia mengangguk pelan.

Kami mendekati taxi. Aku Membuka bagasinya. Dan memasukkan barang dan tas – tas kami kedalamnya. Menutupnya perlahan. Taecyon sudah berada didalam taxi dan masih melamun diam. Dan aku………… masih memandangi rumah besar ini. Aku memejamkan mataku.

I must forgetin’ you…

Never try to hopin’ again

Coz u out of my reach

Aku menutup pintu mobil dan menggenggam tangan dongsaengku. Kami akan baik – baik saja. Kami pasti baik – baik saja.

“kita jalan ajushi” suara deruman mobil terdengar, perlahan kami bergerak menjauh. Dan samar – samar aku mendengar suara teriakan. Teriakan yang membuatku kembali jatuh kedasar neraka.

“OPPA……………ANDWE……………JANGAN PERGI…………. JANGAN PERGI”

Gwebon … dia melihat kami. Dia berteriak menangis. Deg… sakit….

“tambah kecepatannya ajushi… tolong” kataku panik. Aku tidak ingin menoleh kebelakang, tidak ingin melihat wajahnya. Tidak ingin pertahananku runtuh. Aku merasakan genggaman kuat di tanganku.

“oppa otte??” dan taecyon kembali menangis….

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Mencintaimu Dalam Diam – Part 1”

  1. haduh.. onew…. sabar yahh.. itu yang minta dimandiin XD asli yadong ih~
    haduhh.. sedih banget TBC-nya 😦 kasian si gwebon…
    taecyeon juga sedih.. huhuhu…

    tapi ngakak juga.. taecyeon cewe?? di kepalaku terus terbayang taecyeon 2PM yg super manly dan atletis.. gyahahahahahahaha!!!! LOL

    lanjut thor! aku suka 🙂

  2. jujur nih aku udah pernah baca sebelumnya ff ini yg katanya author pernah d publish d tmpt lain udah aku baca ampe tamat pula ^^~
    dan aku bener2 minta maaf kalau d tmpt sblmnya blm sempet aku komen… mian ya thor *bow 90* hehehe 😀
    aku komen di sini aja ya thor 🙂
    jujur lagi nih aku lbh dpt feelnya waktu baca yg yaoinya.. sorry bkn maksud blg kalau yg ini kurang, cm aku lebih prefer ama yg yaoi..sampe bikin aku mengeluarkan air mata .. *jujur* hahaha
    tp secara keseluruhan daebak deh thor ff nya..nyesek banget.. apalagi waktu pas onew pergi ninggalin gweboon.. 😥
    Taecyon jg jd ikut2an …
    Ayo jgn lama2 next part nya ya? 🙂

  3. Waks..baca nya sambil nahan napas..penasaran banget..jgn lama2 yah thor lanjutan nya ​:D•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃ђε•̃⌣•̃:D..tengkiu

  4. Gak tau kenapa, dari tadi aku ngerefresh nih Blog terus-terusan cuman berharap biar chapter selanjutnya dari nih FF udah di publish.. XD
    Well, ini FF yang paling aku antikan kelanjutannya..
    tapi, penulisannya agak diperbaiki dikit, ya?
    Lanjutkan!

  5. omooo, aq nemu mencintai dalam diam ny viena yg SG, yg yaoi aq ga baca, aq baca d sini ajaaa, tetep dehhh, author viena slalu keren ff nyaaaa,,,

    Ughhhhh, sediiiiih jadi mereka berempat T,T
    Jjong mana, jjong nolongin mereka donk T,T

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s