[SKIP] Taemin’s Wishes! – Part 2 (END)

(SKIP) Taemin’s Wishes! PART 2-END

Title : Taemin’s Wishes! (2 of 2)

Author(*) : Akimoto Kumiko aka Mimi

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Author as Shin Sera,  Lee Taemin

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Kim Kibum (Key) dan Member SHINee yang lain

Length(*) : Two Shoot

Genre(*) : Fantasy, Romance

Rating(*) : NC +18!

Summary : Lee Taemin, cowok berusia 18 tahun. Dia cowok yang sangat childish, tapi sangat ingin diperlakukan seperti seorang NAMJA sejati *?*. Suatu hari terjadi keanehan padanya. Saat dia bangun pagi, tiba-tiba ada seorang wanita di kamarnya yang mengaku sebagai isterinya! Dan kata Kim Ki Bum, Taemin sekarang berusia 22 tahun. padahal Taemin sangat ingat dengan jelas bahwa dia baru berusia 18 tahun! Ada apa ini sebenarnya?? Apa yang terjadi padanya?  Kenapa dari cowok berusia 18 tahun tiba-tiba dia menjadi cowok berusia 22 tahun yang sudah menikah?? Ikutilah kisahnya ini ^^

A.N                 : Annyeong ^_^ … ini FF kedua saya yang dipublish di sini. Btw, FF ini saya buat dalam rangka ulang tahun Taemin. Saya sih sangat berharap FF ini di publish tepat di hari ulang tahun Taemin pada tanggal 18 Juli. Tapi sepertinya tidak mungkin banget ya kalo mengingat antrian FF yg sangat panjang, hehe. Jadi…saya cuma bisa ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN, Taemin sayaanggg *cium pipi kiri-pipi kanan Taemin*. Kado dari aku nyusul ntar malam aja yaa…hehehe. #Abaikan.

Back to the topic, saya tidak tahu mau mengatakan apa. Tapi saya cuma ingin kasih WARNING! Ini Ratingnya NC +18 ! soooo….mohon MUNDUR  anak-anak yang dibawah umur hehe.

 

===============================================================

Sekitar jam 11 malam, Taemin terjaga di tempat tidur.

Dia memandangi  Sera yang tertidur di sampingnya.

Ternyata ini nyata. Dia tidak bermimpi kalau dia sudah menikah dengan seorang wanita yang lebih tua. Karena sekarang dia bisa melihat Sera yang tertidur disampingnya adalah isterinya. Taemin masih tidak menyangka dia sudah menikah dengan wanita itu. Ada perasaan sedih di hatinya karena harus menerima kenyataan mulai hari ini dia sudah bukan cowok lajang lagi.

Saat Taemin akan bangkit dari pembaringan untuk mencuci muka, tiba-tiba Sera terbangun dan  menarik tangan Taemin.

“Mau kemana?” tanyanya manja.

Mata Taemin mengerjap-ngerjap, kaget tiba-tiba Sera bersikap manja padanya.

Aigoo~

Taemin merasa jantungnya berdebar-debar saat melihat wajah Sera. Wajah wanita itu sangat menggemaskan. Sangat imut.

“Mau cuci muka dulu, baru tidur,” sahut Taemin seraya berdiri. Tapi kemudian Sera kembali menarik tangannya sehingga dia tidak bisa kemana-mana dan terpaksa menurut untuk tetap duduk di tepi tempat tidur.

“Nanti saja,” pinta Sera manja.

“Ya sudah. Aku akan berbaring saja,” kata Taemin sambil berbaring di samping Sera.

 Jujur sebenarnya dia sangat gugup saat ini. Apalagi saat melihat senyumnya Sera. Ya Tuhan, dia hebat bisa menikah dengan wanita ini.

Tapi masalahnya sekarang jantungnya terus berdebar lebih cepat. Seumur hidup dia tidak pernah pacaran, dan tahu-tahu sudah memiliki isteri. Dia bingung bagaimana harus bersikap pada Sera.

Sera menatap Taemin dan Taemin balas menatapnya.  Sera memain-mainkan jemarinya di tangan Taemin, membuat Taemin agak panas dingin.  Tiba-tiba Sera memeluknya.

Saranghae,” bisik Sera lembut membuat Taemin merinding. Sera semakin mempererat pelukannya, membuat Taemin mati gaya.

Jantung Taemin berdetak cepat. Apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus membalas pelukan Sera? Tapi dia tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Taemin mencoba tetap mengontrol pikiran dan perasaannya.

Nu_, eh,…yeobo, apa kau mencintaiku?” tanyanya pelan.

“Tentu saja aku mencintaimu. Kau kan suamiku. Apa kau tidak merasakan hal yang sama?” tanya Sera sembari melepaskan pelukannya.

Taemin mendudukan dirinya. “A-aku, jujur… a-aku belum siap dengan pernikahan ini! Nuna, aku juga sangat ingin mencintaimu… tapi, bukan hanya karena kau isteriku. Aku ingin mencintaimu seutuhnya. Aku ingin mencintaimu dengan normal seperti orang-orang pada umumnya. Aku ingin merasakan pacaran, dan mencintai perlahan-lahan. Aku harus tahu tentang perasaanmu sesungguhnya, dan juga tentang perasaanku padamu. Kita tidak hanya akan hidup bersama dalam beberapa hari tapi akan seterusnya. A-aku sangat takut karena aku benar-benar tidak mengerti perasaan apa yang sekarang aku rasakan.”

Untuk sesaat setelah Taemin mengeluarkan uneg-unegnya, mereka terdiam. Sera hanya memandangi Taemin yang sudah hampir menangis.

Nuna, mianhae,” ujar Taemin pelan, kemudian bangkit dari tempat tidur dan akan keluar kamar. Tapi Sera langsung mencegahnya. Dia menghadang Taemin di depan pintu.

“Kenapa kau berubah-ubah seperti ini? Kenapa kau kembali memanggilku Nuna! Apa kau sedang mengerjaiku lagi?”

Raut wajah Sera berubah, tampak sangat kesal sampai dia berkata “Ne, baiklah kalau itu maumu..” katanya pelan tapi tegas.

Aigoo~ eomma… dia memarahiku.

Taemin mengeluh dalam hati. Dia jadi berharap ada Key hyung di sini supaya bisa balas membentak wanita ini.

Eomma~ aku takut.

Taemin ketakutan karena tampaknya Sera marah sekali saat ini. Menatapnya saja Taemin tidak berani.

Sera berjalan keluar kamar tanpa bicara apa-apa. Taemin pun akhirnya kembali ke tempat tidur, membiarkan wanita itu marah padanya.  Dalam hati, dia mengutuk Sera. Berani sekali wanita itu membentaknya. Padahal wajar saja ‘kan kalau dia merasa belum siap dengan pernikahan ini? Dia merasa dia masih 17 tahun. Dia adalah seorang remaja yang masih labil.

Saat Taemin hendak menutup mata, tiba-tiba Sera masuk dan menariknya untuk bangun.

“YA, Taemin-ah, Kau mau tidur?? Padahal aku sudah menantikan waktu ini!” sungut Sera dengan nada merajuk.

Taemin mengerjapkan matanya bingung. Dan semakin bingung saat melihat wanita itu membawa sebuah kue tart besar dengan lilin angka 22 di atasnya.

“Sekarang sudah jam 12! Sebelum tidur, kau harus merayakan ulang tahunmu berdua denganku!” pinta Sera sok galak, tapi sambil mengulum senyum. “Ayo, cepat, tiup lilinnya dan buat lah permohonan! Aku harap kau nggak meminta permohonan yang aneh-aneh seperti biasanya!”

Taemin menatap kue tart itu dengan linglung saat Sera menyodorkannya di depan wajahnya.

“Ayo, sayang, buat permohonan!” pinta Sera manja seraya mencium sekilas pipi Taemin. “Selamat ulang tahun..”

Jantung Taemin kembali berdesir karena perlakuan Sera. Tapi dia buru-buru mengalihkan perasaannya dengan fokus pada kue tart di depannya. Hhh..kalau disuruh buat permohonan, dia ingin kembali berumur 18 tahun, dan mengulang semuanya dari awal. Dia ingin merasakan bagaimana pertumbuhannya, bagaimana dia melalui ujian di sekolahnya, dan  yang paling penting adalah bagaimana dia menjalani kisah percintaannya dengan Sera. Dia sungguh ingin benar-benar merasakan jatuh cinta pada wanita di sebelahnya ini.

“Aku ingin mengulang semuanya dari awal,” gumam Taemin, lalu meniup lilin di kue tart itu.

=====

Taemin membuka matanya yang terasa berat, lalu dia mengangkat tangan menutupi mata dan mengerang pelan. Sinar matahari yang menembus jendela kamar tidur menyilaukan matanya. Untung saja semua itu cuma mimpi, gumamnya dalam hati setelah benar-benar sadar dari tidurnya.

 Dia menguap lebar sambil merenggangkan lengan dan kaki dengan posisi yang masih terbaring di tempat tidur.

Tiba-tiba ada sebuah lengan melingkar di perutnya dan seseorang menumpukan dagu di pundak kirinya.

Morning,” sapa orang tersebut .

EH?

Taemin langsung membelalakan matanya. Dia pikir dia hanya bermimpi soal pernikahan itu? Lalu…

Dengan cepat Taemin menolehkan kepalanya ke samping. Terlihat seorang cowok jangkung tertidur di sampingnya dengan mulut setengah terbuka.

“YA! Hyung,” teriaknya, dan langsung mendorong tubuh Minho agar menjauh darinya. “Hyung, kenapa kau tidur di tempat tidurku?”

Minho hanya mengerang pelan lalu kembali tertidur. Sementara Taemin masih sibuk mengelus dadanya. Dia hampir saja jantungan. Dia pikir yang memeluknya tadi adalah wanita bernama Shin Sera.

Lalu dia memaksa dirinya berguling turun dari tempat tidur, berjalan dengan langkah diseret-seret menuju pintu. Tiba-tiba matanya terarah ke jam kecil di atas meja dan dia pun terkesiap, “Oh, NO!! Jam delapan!” teriaknya.

Dia langsung berlari ke pintu kamar dan membukanya dengan satu sentakan cepat, mengagetkan ketiga hyung-nya yang sedang duduk mengobrol di dapur.

Mwo? Apa yang terjadi?” tanya Kibum panik.

“Aku terlambat, Hyung…,” kata Taemin panik sambil berlari ke kamar mandi di samping dapur. “Aku hari ini ujian!”

Ketiga hyung-nya berpandangan dan mengangkat bahu.

====

Beberapa menit kemudian Taemin muncul, sudah berpakaian lengkap sampai ke sepatu sekolah dan topinya.

Mata Taemin melihat kue ulang tahun yang terletak begitu saja di atas meja makan. Mengingat kelakuannya semalam, dia jadi merasa bersalah. “Hyung, mianhae… Aku tadi malam sudah keterlaluan,” katanya pelan.

Jin Ki tersenyum lebar. “Sudahlah. Kami juga salah. Padahal kau sudah berumur 18 tahun, tapi kami masih menganggapmu anak kecil. Tapi Taemin, kami benar-benar berharap kau tidak segera dewasa. Kami sangat menyayangimu. Kau adik kami yang paling manis.”

Mendengar itu Taemin kembali menggembungkan pipinya seperti biasa. “YA! Hyung, jangan mulai lagi, deh. Aku ini sudah dewasa, hyung.”

====

Sepulang sekolah Taemin memutuskan untuk pergi ke Universitas Parang. Dia penasaran dengan wanita di mimpinya itu. Apakah itu hanya sekedar mimpi?

Begitu tiba di depan gerbang Universitas Parang, keadaan di sana sepi.Taemin tidak menemukan sosok yang dicarinya. Apakah benar wanita itu hanya ada dalam mimpinya?

Baru saja Taemin hendak berbalik untuk pergi ketika sudut matanya menangkap sosok seorang wanita di jalan setapak tidak jauh darinya. Wanita itu sedang berdiri di bawah sebuah pohon. Taemin menoleh.  Dia merasa pernah melihat wanita itu. Wanita itu sepertinya….

===

“Sera nuna ?”

Sera  mendongak dan menatap laki-laki berambut pirang dan bertubuh tinggi yang berdiri di dekatnya itu tanpa berkedip. Sebelum dia sempat membuka mulut, laki-laki itu cepat-cepat berkata, “Namaku Taemin. Lee Taemin.” Laki-laki itu mengulurkan tangan, mengundang Sera untuk menjabatnya.

Sera menunduk menatap tangan Taemin, kemudian dia membungkuk sedikit sebelum menjabat tangan Taemin dan bergumam, “Shin Sera.”

“Shin Sera,” kata Taemin, senyumnya melebar, “senang berkenalan denganmu.”

===

            Sorenya, suasana di asrama SHINee sepi. Minho sedang duduk di meja makan sambil menunggui Kibum yang sedang memotong kue ulang tahun Taemin. Sekarang hanya mereka berdua yang berada di asrama. Taemin pergi entah kemana. Sementara Jinki dan Jonghyun sedang ada pekerjaan.

“Eh, ngomong-ngomong,” tiba-tiba Minho teringat kalau Taemin bilang dia ada janji dengan orang lain untuk merayakan ulang tahun, “dengan siapa Taemin mau ngerayain ulang tahunnya?”

“Iya,” jawab Kibum singkat sambil mengambil garpu kecilnya bersiap menikmati kue tart yang sudah dia potong-potong itu. “Tadi sih aku lihat dia jalan sama cewek tinggi berambut pirang.  Namanya Shin Sera.”

“Temannya?”

“Bukan. Kayaknya sih pacarnya.”

Bagai disambar petir siang, Minho teriak, “APAAAAAAAAAAAAAAAAA? Pacarnya Taemin????”

 

THE END *???*

EMPAT TAHUN KEMUDIAN…

“Taemin-ah, kenapa kamu melamun?” tanya Sera yang baru saja meletakan kue ulang tahun dengan angka lilin 22 di atasnya ke atas meja.

Taemin yang sedang duduk bersender di atas tempat tidur hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia memandangi kue ulang tahunnya yang ada di atas meja. Tadi bersama isterinya dia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 22.  Saat tadi mengucapkan permohonan, pikirannya langsung melayang pada kejadian empat tahun yang lalu. Kejadian paling aneh di hidupnya yang hanya dia yang tahu.

Sera langsung naik ke tempat tidur dan ikut duduk bersender di sebelah Taemin.

Taemin menatap mata Sera lembut. “Aniiyo…” gumam Taemin.  “kalau dipikir-pikir….. lucu juga ya bagaimana awal pertemuan kita yang pertama kali?”

Sang Isteri berpikir-pikir, lalu menjawab sambil tertawa. “Benar juga ya… kau waktu itu tiba-tiba saja mengajakku kenalan dan mengajakku kencan.”

Taemin langsung mencubit gemas pipi isterinya itu. “Apa kau menyesal?”

Bukannya menjawab, Sera justru memberikan ciuman kilat di bibir Taemin. Dia berharap dengan ciuman itu Taemin bisa tahu, bahwa dia SUNGGUH tidak menyesal sama sekali. Dia malah merasa beruntung bisa menikah dengan laki-laki seperti Taemin. Kekasih dan suami terbaik.

Taemin sempat terdiam, kaget mendapat serangan tiba-tiba. Dia menatap Sera yang sudah menundukan kepala malu-malu. Wajah isterinya itu memerah.

Aigoo..’manisnya…

Dengan hanya melihat wajah isterinya itu saja dia sudah merasa jantungnya berdebar-debar.  Matanya yang besar, bibirnya yang merah, hidungnya yang mungil…semua itu selalu membuat darah Taemin berdesir saat melihatnya.

Lalu Taemin menyadari ada sesuatu yang aneh dengan wajah isterinya. “Jagi… ada bekas kue yang menempel di dekat mulutmu, tuh.”

Tadi dia dan isterinya memang sempat menyicip kue ulang tahun.

Sera mengangkat wajahnya yang dari tadi menunduk, lalu  meraba wajahnya pelan-pelan. “Jinjjaeyo? Dimana…….”

Belum sempat dia menyelesaikan pertanyaannya, Taemin sudah menjilat remah-remah kue yang menempel di bibirnya.  Otomatis, mereka berciuman secara tidak sengaja. Wajah Sera langsung memerah karenanya.

“YA, kenapa wajahmu merah begitu?” tanya Taemin sambil menepuk-nepuk kepala Sera.

“A…… aku malu, habis…. Kita sudah lama tidak berciuman seperti ini,” jawab Sera ragu-ragu.

Taemin tersenyum. “Oh, ya, Jagi…kau tidak mau memberiku hadiah?” tanyanya iseng.

Sera tertawa seraya meninju pelan lengan Taemin. “Memang kau mau apa?”

Perlahan Taemin merengkuh tubuh Sera ke dalam pelukannya. “Aku mau kadonya…kau, yeobo..” bisiknya mesra membuat Sera sedikit merinding. Wajah Sera dalam sekejam merah padam.

 Taemin gemas melihatnya, lantas mencium lembut pipi Sera.  Wanita itu memejamkan matanya, membuat Taemin semakin gemas. Perlahan Taemin meraih wajah Sera semakin dekat dengan wajahnya,lalu dia menjilati bibir wanita itu.

“Aa..Taemin-ah..” desah Sera pelan.

Mendengar desahan itu, membuat perasaan Taemin meledak-ledak. Dia mengecup lembut bibir Sera, dan mengulumnya. Dilumatnya pelan bibir Sera dan menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian. Tapi isterinya itu hanya diam, pasrah menerima perlakuannya.

Taemin pun melepaskan ciumannya dan bertanya, “Jagi…kenapa kau tidak membalas ciumanku?” tanyanya pelan.

Sera langsung menundukan kepalanya. Dia menggigit bibir bawahnya. Wajahnya sangat merah.

“A..a..ku..malu..”

Taemin tertawa pelan melihat tingkah isterinya. Dia maklum, mereka baru seminggu menikah. Dan mereka baru melakukan hal itu sekali saat malam pertama. Itu pun Taemin sangat susah membujuk Sera saat itu karena wanita itu begitu pemalu.

“Kenapa? Bukannya kita sudah pernah melakukannya?” goda Taemin membuat wajah Sera semakin memerah. Wanita itu semakin menundukan kepalanya dalam-dalam membuat Taemin ingin tertawa. Walau pun wanita ini lebih tua dua tahun darinya, tapi ternyata sifatnya tidak lebih dewasa dari Taemin.

Perlahan tangan Tamin meraih dagu Sera dan mengangkat wajahnya. “It’s oke, Yeobo…izinkan aku menyentuhmu malam ini,” Taemin menatap mata Sera, meminta izin.

Gwenchana,…” Sera mengangguk mengizinkan. “aku cuma merasa malu dan tidak tahu harus bagaimana.”

Tangan Taemin menarik Sera ke dalam pelukannya. Direngkuhnya lembut tubuh wanita yang dicintainya itu. “Lakukan saja seperti waktu itu, Sera. Jangan takut. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan padaku…”

Taemin membenamkan kepalanya di leher Sera, menghirup wangi tubuh isterinya itu dalam-dalam.Terdengar desahan pelan Sera. Sepertinya dia menikmati napas Taemin yang menerpa lehernya. Hal itu memancing Taemin untuk melakukan lebih jauh lagi. Dia ingin mendengar desahan Sera lebih dari itu.

Tangan Taemin mengelus-ngelus tengkuk Sera. Isterinya itu menerima buaiannya sambil menyenderkan kepalanya di bahu Taemin. Perlahan Taemin menyibak beberapa helai rambut demi melihat leher Sera yang jenjang.

Dia menciumi leher isterinya itu. Sesekali dia menghisapnya dan menggigitnya hingga menimbulkan bekas kemerahan.

“Aah…Taemin-ah..” desah Sera sekali lagi. Mata Sera terpejam pasrah di bahu Taemin. Taemin terus menelusuri leher Sera dengan bibirnya. Kemudian dia menjilat telinga Sera.

Perlahan jilatan Taemin beralih ke dagu Sera, membuat wanita itu menahan napas. Lalu lidah Taemin turun ke leher dan menjilati sekitar itu, membuat Sera menengadahkan kepalanya sambil mendesah pelan. Taemin menjilat perlahan leher Sera lalu digigit kecil olehnya hingga Sera semakin mendongkakan kepalanya ke atas, membuka akses lebih untuk Taemin.

“Ssshh…ouhhh…sshhh…aahh,” desah Sera pelan. Kepalanya terus terdongak, matanya terpejam erat.

Kiss mark memenuhi leher Sera, namun Taemin tidak kunjung ingin menyudahi aktivitasnya itu.

===

Taemin merebahkan tubuhnya yang telah lengket akibat keringat di samping Sera dan menarik Sera ke dalam pelukannya.

Sera menyandarkan kepalanya di dada bidang Taemin. Dia bisa merasakan debaran jantung Taemin yang berdetak sangat cepat.

Gomawo,” bisik Taemin di telinga Sera. Sera menggigil merasakan napas Taemin di telinganya.

Sera tersipu lalu mengangguk dan menyembunyikan senyumannya di dada Taemin. Taemin menarik selimut menutupi tubuh mereka.

“Tidurlah,” kata Taemin  sambil mempererat pelukannya.

Sera mengangguk lalu memejamkan matanya. Taemin mengelus pipi Sera dan memanggilnya pelan, “Jagiya..”

Ne, yeobo..” jawab Sera tanpa membuka matanya.

Ppo ppo..” pinta Taemin. Sera membuka matanya, mendongakan kepalanya dan memandang mata Taemin yang sudah memamerkan puppy eyes andalannya.

“Masih belum puas?” tanya Sera sambil menyeka keringat di kening Taemin dengan jempolnya.

“Aku nggak akan pernah puas menciummu, Nuna namoe Yeppo,” kata Taemin sambil meraih dagu Sera dan menghisap bibir bawahnya.

Yeobo…” desah Sera sambil tersenyum di bibir Taemin.

====

REALLY THE END

A/N: Rrrr..mian hae kalo jelek *bow bareng Taemin*. Di tunggu kritik dan sarannya yaaa ^^

btw…gomawo udah menyempatkan waktu untuk membaca FF GAJE sayaaa…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

130 thoughts on “[SKIP] Taemin’s Wishes! – Part 2 (END)”

  1. thor, aku reader baru nih!
    wahh, enggak nyangka ya kalo si baby jadi sedewasa itu 😀
    good job thor 😉

    mnta password utk selengkap.a dong thor ?! 🙂

  2. huwaaaaaa, ini cerita Taemin terbaik yang pernah aku temui.. XDD
    bukan karena ada yadongnya~
    cuman, ya…
    Arghhh!!! aku hanyut dalam cerita ini, suer.. >_<
    aku boleh baca yang selengkapnya, gak?
    emailku: choi_yeonmi@yahoo.com
    boleh, ya, ya, ya, ya~

  3. Kyaaaaaaaa….
    Walaupun baru baca part 2… Tpi ttp … Aishh, membuat maluuu… #senyum-senyum gaje. Ahhaha, taemin jadi dewasa,, >////<

  4. huoo.. taem jadi dewasa banget 😀 maudehh #ehh thor minta passwordnya ya buat ngelanjutin ffnya 😀 gomaeo thor ^^ @annisaputri248@yahoo.com itu emalku thor 😀

  5. wahh ffx keren..btw slm knal aku pndatang baru dsini..autor yg kece bsa minta passx ga? gomawo sblmx.. email aku,,cimout_94cutes@yahoo.com

  6. Annyeong thor, aku reader baru. Wah ff nya udh lma bgt yah dan bru ini aku bacanya. Gk nyangka Taemin udh nikah dan manly di ff ini. Aku minta pw full version ya thor, emailnya ini : nurhapsaagustina22 @gmail.com
    Sekali lg gomawo authornim *bow*

Leave a Reply to Adhia asahra Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s