Our Love – Part 1

Title:  OUR LOVE

Author: Sungrin ibnida~ (della)

Main Cast : Lee raera & SHINee

Support Cast : SHINee

Length : sequel Genre : Romance, a bit comedy

Rating : General

note: annyeong~~~ ini sebenernya ff ke duaku.. tapi ini pertama yg bahasa indo~ hahahahaha.. masih pemula, jadi kalo agak aneh mianhae.. yaaaa.. enjoy reading it ^^

 

Namaku Lee Raera, aku sekarang bersekolah di sekolah seni. Aku tinggal di Korea. Sudah beberapa kali ayahku pindah-pindah negara untuk berkerja. Karna ayahku yang suka

pindah-pindah aku gak punya teman.

Suatu pagi, aku membuka jendela kamarku, aku melihat ada orang pindahan. Aku melihatnya dari atas, wahh.. Sepertinya rumah sebelah bakalan rame. Orang yang nempatin 5 bersaudara…

Malam harinya, aku pergi ke bukit kecil yg ada di dekat perumahanku. Saat aku berjalan tiba-tiba saja ada yg memanggilku.

“ya! Kau tetanggaku kan?” tanya orang itu.

“ne,”jawabku dan melanjutkan langkah ku. Tapi tiba-tiba dia memegang tanganku.

“ya! Kau mau kemana? Ini sudah malam..”

“bukan urusanmu..”

“kau kenapa sih? Dingin sekali.. Oh ya.. Namaku Kim Kibum.. Panggil saja Key.. Namamu?” tanya key.

“Lee Raera.. Sudah aku duluan,” balas ku dan pergi.

“Orang ini apa-apaan sih! Kenal aja baru udah sok akrab.. Mendingan gak usah kenal… Pasti… Nanti juga aku pergi..” batinku. Tak terasa aku sudah sampai di bukit itu dan air

mataku jatuh.

“aku… Sampai kapan aku bakalan sendirian kayak gini..” pikirku.

“kau sendirian?” ucap seseorang dibelakangku.

“siapa!!?” tanyaku sedikit teriak dan mengusap air mata ku.

“kan… kau nangis..,”

“ki-kibum?”

“ya! Kubilang panggil key saja! Kalau perlu ALMIGHTY KEY! Hahahaha”

“ngapain kau?”

“mengikutimu”

“…..” aku hanya terdiam.

“ya.. Kau.. Kenapa begitu dingin?”

“tak ada urusanya denganmu!”

“mau jadi temanku?”

“m-mwoo?!”

“kita seumurankan?” (kegeeran)

“entahlah.. Toh nanti pasti aku pergi..”

“maksudmu??” tanya key bingung kepadaku.

“sudahlah.. Aku capek.. Mau pulang,” ucapku dan meninggalkanya pulang.

Aku benar-benar bingung sama key. Padahal biasanya semua orang menjauhiku karena aku tak pernah tersenyum.. Ah tau ah.. Capek banget hari ini..

Keesokanya saat di tengah jalan ke halte bus, aku melihat anak kucing yg kelaparan. Aku mengeluarkan bekal roti yg kubawa. Ku berikan kepada anak kucing itu. Anak kucing itu memakanya dengan lahap dan aku tersenyum. Saat di bus pagi itu, banyak sekali orang yg naik sampai aku terdesak. Tiba-tiba bus mengerem mendadak. Aku hampir saja terjatuh, tapi ada seorang menangkapku.

“gomawo..” ucapku.

“kau? Tetangga sebelah? Hahaha kita ketemu disini noona.. Wah kita satu sekolah ya? Ayo turun.. Oh ya nama ku Lee Taemin..” ucap orang itu panjang lebar. Aku hanya terdiam

dan keluar lebih dulu. Saat aku mau masuk kelas tiba-tiba ada orang yg juga mau masuk yg membuat kami berdua nge-pas dipintu.

“YA!” teriaku.

“eh.. Noona.. Ketemu lagi.. Ternyata kita sekelas jugaa.. Haloo..”

“jinjja… Anak ini…” batinku.

Saat seonsaeng-nim datang ia memperkenalkan anak itu (taemin) dan menyuruhnya duduk di sebelahku.

“ya tuhannn… Kenapa harus akuu..” batinku.

“eh noona ketemu lagi… Halooo,” ucapnya lagi cengengesan.

“noona? Kau kok diam sajaa?” tanyanya padaku.

“gapapa,” jawabku singkat.

Bel berbunyi tanda istirahat.

Aku berada di kelas sendiri. Aku gak makan soalnyaa.. Ya taulah.. Rotinya. Aku juga gak bawa uang.

“KRUUUUUKKKKK!” (aduh author gak tau bunyinya gimana..) suara perutku bunyi dengan keras. Untung gak ada orang. Tiba-tiba LAGI! Taemin datang.

“eh.. Noona.. Ketemu lagi… Halooo…Aku beli roti kelebihan nih.. Buat noona aja..” ucapnya sambil meletakan roti di mejaku.

Aku hanya melihat roti itu karna malu, Taemin pun keluar. Tak begitu lama dia keluar aku melahap roti itu dengan sekali lahap (bayangin aja). Aku melahapnya bagaikan beruang yg tak di beri makan sebulan.

Sepulang sekolah aku pergi ke toko fried chicken. Aku duduk sambil memakan ayam. Saat aku sedang makan ayam, tiba-tiba nenek tua datang, ya, dia adalah Park Seungra. Entah mengapa sedari pertama kali aku sekolah dia menunjukan pandangan tidak sukanya padaku. Mungkin karna aku terlalu cantik untuknya..hahahaha (PLAK) .. Saat aku mau berdiri, dan tiba-tiba nenek tua itu menyiramku dengan minuman yang ia beli. Aku hanya berusaha menahan amarahku karna aku benar-benar males untuk berantem .

“YA! Kau! Yang benar saja kamu! Apa yg kamu lakukan!?” teriak seorang namja yg menghampiriku.

“o-onew-ssi… A-anii… Naega…,” ucap si nenek tua itu dan langsung kabur.

“ini… Kau tetangga sebelahku kan? Kenalkan aku Lee Jinki, panggil saja onew,” jelas onew sambil memberiku sapu tanganya.

“Ya ampun… Tetangga sebelah lagi??????? Apa hari ini ada hari tetangga sedunia?” batinku.

“eh.. Gapapa.. Ini ku kembalikan.. Aku sudah biasa kok.. Aku pulang duluan ya.. Permisi..,” ucapku sedikit sopan karena seperinya dia lebih tuaaa.

“mau kuantar? Aku bawa mobil..,”

aku pun ikut denganya menaiki mobilnya.

“gomawo onew-ssi..,” ucapku sambil membungkuk 90 derajat.

“ah, ne, cheonman.. Oh ya.. Satu lagi.. Kau boleh memanggilku oppa,” ucapnya tersenyum padaku. Ada apa antaraku dan onew?

*flashback*

di mobil keadaan sangat-sangat hening. Onew memecahkan keheningan dengan membuka pembicaraan.

“oh ya, namamu siapa?” tanya-nya.

“Lee Raera imnida..”

“ohh.. Kau satu sekolah sama dongsaengku ya.. Hahaha..”

“ne..”

“kau kaku sekali.. Jangan begitu sama aku..,”

“i-iyaa…”

“tuh kan..,”

*end of flashback*

memang gak ada apa-apa antara aku sama onew, cuma onew itu orangnya tukang senyum.. Beda sama aku yg mungkin 1 bulan sekali tersenyum. Sementara kedua anak itu..

Taemin selalu ceria yg sangat jelas berbeda dgnku, Key? Kudengar dia fashionista, beda 180 derajat dengan ku.

Pagi itu hari libur, aku keluar rumah untuk jogging dan berolahraga.

Saat aku sedang jogging, ada yg menyapaku.

“wahh.. Suka jogging juga ya?”

“iya.. Aku kan sehat..hahahaha,” balasku yg tanpa sadar tertawa lepas.

“hahhaha… Kau lebih manis tertawa.. Beda sama yg di ceritain hyung,taemin sama key..” ucapnya.

“tunggu.. Hyung? Onew? Key? Taemin… Jangan bilang……..” batinku.

“halooo.. Namaku kim jonghyun, panggil saja jjong atau jonghyun.. Kau tetangga sebelahkan?” katanya panjang leeebar.

“nah! Thats it! TE-TANG-GA” batinku.

“oh..” balasku sedikit cool. Aku melanjutkan jogging ku. Entah sejak kapan dia mengikutiku, DAN entah sejak kapan juga ada batu besar di depan kakiku.

“a-aahh!” teriaku yg hampir terjatuh dan memejamkan mataku. Tapi-tapi… Tiba-tiba jonghyun menahanku dan membuka mataku.

“jonghyun-ssi gomawo” ucapku bungkuk dan langsung lari.

“Kau bisa paggilku oppa!” teriaknya.

“gak cocok!” balasku.

Setelah jogging beberapa keliling aku pergi ke lapangan. Di sana aku melihat bola basket dan tertarik. Dengan susah payah kucoba memainkanya. Semua lemparanku masuk dengan mulusss. Aku tersenyum lebar.

“aku ada bakat jugaa.. Hehehe” batinku.

Sekali lagi dan sekali lagi terus sampai aku lelah. Terakhir shot aku masukan sambil lompat. Sayangnya saat mendarat kakiku kesele’o.

“a-aduhhh..,” rintihku.

“kau gapapa?!” ucap seorang namja.

“kakiku..sakit..,” rintihku. Saat aku melihat ke namja itu, tiba-tiba di langsung menggendongku.

“ya! Apa yang kau lakukan!?” teriaku.

“kakimu sakitkan? Belum sarapan? Ayo sekalian makan..,” kata namja itu menggendongku.

Saat itu kami makan kimchi di stand pinggiran.

“oh ya, tadi aku melihatmu bermain,” ucapnya.

“ne, lalu?”

“keren,”

“gomawo…”

“tolong jangan bilang ‘kau tetangga sebelahkan?’ tolong tolong tolong..” batinku.

“kau tetangga sebelahkan?” tanya-nya.

“ne..” jawabku lesu. Rasanya ada awan hitam besar yg akan badai di atas kepalaku.

“kau kenapa? hahaha..”

“Kyeopta..,” gumamnya.

“namaku Choi Minho, panggil saja Minho..,”

“ne, aku Lee-“

“Raera? Aku sudah tau..,”

“oh yasudah.. Aku pulang dulu ya.. Bye..,”

sudah seminggu aku seperti itu. Tiba-tiba saja suatu pagi umma memanggilku.

“Raera.. Untuk beberapa bulan ini.. Kau tinggal bareng tetangga sebelah ya..,” ucap umma yg sudah pasti membuatku kaget.

“MWO!!? WAE!?”

“umma dan appa akan pergi keluar kota untuk urusan bussiness..,”

“aku kan bisa tinggal sendiri…,”

“umma takut kamu kenapa-napa.. Makanya umma sudah minta mereka berlima untuk menjagamu.. Umma akan mengunci rumah kita, kamu kemaskan pakaianmu..,”

aku hanya terdiam.

“ya tuhan.. Mimpi apa aku semalam? Semalam? Aku mimpi makan pizza.. Ahh!” batinku.

“hmm.. Baju, hp, diary, boneka… Boneka?…… Ah tau ah..,” ucapku sambil packing.

Esoknya, umma mengantarku kerumah mereka.

“ting ting tong tong”

“ya? Oh ahjumma.. Kami udah siapkan kamar untuk Raera..” kata onew.

“ne, jeongmal gomawo ya.. Sudah mau menjaga Raera…,” ucap umma dan langsung pergi.

“ayo masuk” ajaknya.

“kamu akan menempatkan kamarnya Taemin ya.. Sudah di bersihkan kok..,” jelas onew.

“eh.. Noona.. Ketemu lagi…,” sambut Taemin.

Aku membereskan barangku. Setelah itu aku pergi ke ruang tengah untuk di introgasi.

“jadi?” tanyaku.

“kau kok dingin? Brrrr..” tanya key.

“nanti juga tahu” balasku.

“tunggu…. Kalian bukan saudara kandung? Kok ada yg Lee, Choi, Kim?” tanyaku bingung.

“tuhan… Kurang terkenalkah kami ini?” tanya Key yg sok religius.

“kami SHINee, kau tak tau?” jelas minho.

“ah.. Menyalakan tv saja jarang.. tapi kok kalian disini?” tanyaku.

“kami juga hanya sementara, karna dorm kami atapnya bocor dan mau direnovasi..” jelas jjong.

“ohh.. Sementara,” balasku lesu.

Kok aku jadi seperti ini? Aku bingung. Aku mulai memikir lebih dari 2 kali soal ajakan key untuk menjadi temanya. Bukan karena mereka SHINee,

tapi.. Aku hanya merasa mereka berbeda.. Malam itu aku diam-diam kebukit lagi.. Besok sudah masuk musim dingin.. Mungkin besok aku gak bisa kesini lagi.

“hoammmm..,” uapku.

Ternyata aku tertidur dibukit dan salju mulai turun. Semua anggota SHINee bingung mencariku kemana-mana. Mereka semua berpencar dan ternyata yg menemukanku jonghyun.

“babo! Apa yg kau lakukan!!? Salju mulai turun!” teriaknya.

Bagaimana aku bisa menjawab? Aku tertidur dan kedinginan seperti orang mati. Jonghyun membopongku ke rumahnya. Semua orang kaget yg melihatku tertidur dipunggungnya.

“kyeopta… Lucu juga dia kalau tidur..” gumam jjong.

“gila kau! Orang lagi panik malah mikir apaan tau!” tegur key.

“noona gapapa??” tanya Taemin.

“sudah biarkan saja dia istirahat dulu..,” ucap onew sambil menutup pintu kamarku dan ikut masuk.

“Ya! Hyung! Kenapa kau??” teriak mereka dan menarik onew.

“hahaahahaha,” balas onew.

Paginya aku bangun dengan badan panas.

“ah.. Aku demam lagi..,” gumamku.

Kubuka pintu kamarku dan melihat Key sedang masak.

“wahh.. Kau sudah bangun..,” sahutnya.

“ne,” balasku sambil ngucek-ngusek mata.

“sudah enakan?”

“belom, malah tambah parah..,” candaku.

“hahh!?”

“sudahlah aku hanya bercanda.. Sini ku bantu potong sayuranya..,”

kami berdua menyiapkan makanan pagi itu.

“Key oppa…,”

“m-mwoo!? Kau manggil apa??”

“soal menjadi temanmu.. Aku coba.. Hiks hiks..”

“ya ampun.. Kau nangis?!”

“enggak! Orang karna ngupas BAWANG!”

“upss..”

“mwo?”

“tanganmu tuh..”

kulihat tanganku berdarah.

“aishh.. Bisa-bisa aku menjadi umma mu juga nih..,” ledeknya sambil memakaikan plester.

“te-terserah ah! Aku ke kamar sebentar!” kataku yg sedikit teriak.

Saat dimeja makan, aku belum ada.

“jinjja hyung!? Dia memanggilmu O-P-P-A!?” tanya taemin.

“tentu,” balas key bangga.

Lalu aku datang.

“ada apa sih?? Ribut-ribut? Makan saja dulu makananya!” kataku.

“noona, kau memanggil Key O-P-P-A!?” tanya Taemin.

“ne,ne, jadi kalian cuma ribut gara-gara itu? Ya sudah, aku panggil kalian semua oppa..,” jawab ku.

“noona aku kan lebih tua beberapa hari denganmu.. Panggil aku oppa dong~” pinta Taemin.

“ne,ne”

lalu onew menghampiriku dan memegang dahi ku,

“kau sakit? Kau aneh..Biar ku ukur suhumu..”.

Setelah onew mengukur suhuku, mukaku sangat merah. Prilaku ku sangat seperti anak kecil. Suhu tubuhku memang tinggi! 28,9 derajat celcius.

“hahh.. Dia kok lebih lucu kalau sakit..,” Ucap jjong.

“prilakunya itu yg membuatku heran..” kata Key.

“aku juga lebih suka saat dia sakit..,” kata Taemin.

“kalian ini!” ucap onew menjitak mereka berdua.

“oppaaa!” teriaku dari kamar.

“yaa?” tanya jjong.

“oppa kok ninggalin aku sendiri? Aku kan kesepian….,” rengekku sambil memeluknya.

“RaeRa-ah… Kau istirahat saja ya..,” ucapnya dengan muka tersipu merah padam. Member lain yg melihat terdiam mendengar perkataanku.

Lalu aku yg sedang demam keluar rumah. Aku pergi kebukit itu lagi.

“Raera-ah kemana?” tanya onew.

“paling kebukit,” balas minho.

Di sana aku menangis entah mengapa. Tiba-tiba key duduk disebelahku.

“ya! Kau ini merepotkan sekali!!” teriak key.

“oppa? Kan kau yg mengajaku untuk bertemanan..,” ucapku ngelandur.

“hhh.. Aku kalah total darimu,” keluh key.

“hahahahaha..” tawaku.

Aku melihat key. Dia hanya tersenyum melihat tawaku.

Kami pun pulang.

Esoknya, demamku sudah reda. Aku terbangun kebingungan.

“nghh? Kemaren ada apa ya?” tanyaku yg melihat taemin masuk.

“kemarin kau mabuk,”

“jinjja???”

“enggaklah babo! Kemarin kau demam dan jadi gila!”

“oh. KOK? Taemin kayaknya biasa manggil noona!?”

“aku lebih tua beberapa hari darimu. Jadi panggil aku oppa..,”

“andwe,”

“waeyo?”

“kalau aku berteman tak lama kemudian aku pasti gak akan ketemu mereka lagi,” ucapku.

“aku tau.. Umma dan appa mu sibuk kerja dan pindah-pindah terus?”

“kok?”

“umma mu cerita,”

“karna itu terbukalah sama kita..,”

“……..aku usahakan oppa..,”

entah kenapa Taemin tidak kaget dengan kata-kata ‘oppa’.

Aku keluar kamar dan menyapa mereka semua. Mereka merasa terkejut.

“kau masih sakit?” Tanya onew.

“tidak, aku sehat,” balasku senyum.

“key oppa, maaf karena sebelumnya aku bersikap dingin ya..,” kataku pada key.

“m-mwo? Ne,ne.. Aku maafkan..,”

“semuanya aku minta maaf yaa..,” kataku.

Malamnya, Tau-tau mati lampu.

“kyaaa!” teriaku yg entah memeluk siapa.

“ka-kau..”

“maaf ini oppa yg mana? Aku takut,”

“a-aku.. Taemin..,”

lalu onew pun datang membawa lilin. Kami membuat sebuah lingkaran.

“bagaimana kalau cerita horror?” usul jjong.

“andwe!” tolaku.

“hahhh.. Kita mau ngapain? Masa lumutan di sini?” tanya key.

“kalian kalau mau cerita horror ya sudah, tapi aku mau ke bukit..,” kataku.

“a-aku ikut,” kata Key.

“kami ikut,” lanjut onew.

Sesampainya di bukit.

“hahh.. Apa bagusnya sih disini?” tanya key.

“aduh… Lihat saja ke atas..” balasku.

Mereka semua menengok ke atas dengan kagum.

“ohh.. Aku mengerti..” kata jjong.

“pemandanganya memang indah..” lanjut minho.

“pantas kau betah di sini,” lanjut key.

Setelah malam itu semua lebih baik. Aku dan taemin harus masuk sekolah selama seminggu sebelum libur musim dingin. Setiap pagi aku dan taemin berangkat bersama. Semua

yeoja memperhatikanku dan taemin. Mungkin mereka gak bisa percaya idolanya pergi bareng aku. saat aku pergi ke toilet, aku mendengar percakapan yeoja-yeoja tersebut.

“ih! Apadeh Raera! Udah onew, sekarang taemin?” ucap seorang yeoja. Kusadari yeoja itu adalah nenek sihir itu. Tiba-tiba saja ada yg menyiram air ke sekujur tubuhku.

“YA!” teriaku. Saat aku keluar mereka sudah pergi.

Lalu aku mengambil tas ku dan izin pulang lebih dulu. Mungkin taemin gak tau kalau aku pulang duluan, tapi biarlah. Aku menunggu di halte bus. Bus sangat sepi saat itu. Setelah

aku sampai, badanku rasanya seperti membeku! Dingin sekali!

“Gila kali tuh nenek sihir pake nyiram pake air dinginnn..” gumamku sembari memasuki rumah. “apakah oppa yg lain gak ada? Baguslah..,” batinku.

Aku segera berganti pakaian. Sesudah itu aku menyeduh teh hangat untuk menghangatkan tubuh. Aku membuka-buka kembali tasnya. Aku menemukan sepucuk surat. Aku

membaca surat itu dan sangat terkejut. Aku tak memperdulikan surat itu. Aku langsung membuat makan malam dan tidur.

Keesokanya, sebelum aku berangkat sekolah taemin menanyaiku.

“kau kok kemarin pulang duluan?” tanya-nya.

“hhh..a-aku..,” kataku terbata-bata.

“aduhh.. Aku harus kasih tau gak ya? Ahh!! Gimana nih?” pikirku.

“ya! Kenapa??” lanjut key.

“kemarin saat aku di toilet sekolah… ada yg nyiram air dingin, terus aku…….. pulang deh..,” jelasku sesingkat-singkat mungkin.

“JINJJA?!” tanya mereka semua.

“jinjja.. Makanya.. Aku berangkat sendiri saja yaa.. Permisi..,” ucapku yg langsung berlari keluar. Hari ini aku gak kesekolah, (baca: bolos). Aku takut ditanya-tanyain taemin lagi.

Aku pergi ke taman. Aku hanya melamun dan melihat kearah langit.

“otokkae? I lost my way,” ucapku.

“no, you’re not,” balas seorang namja yg lalu duduk di sampingku.

“taemin o-oppa? Kau kok disini??”

“kau tuh babo juga ya, baru hal sepele gitu udah nyerah..,”

“siapa bilang aku nyerah?”

“kalau gitu… Kita mau kemana?”

“hah!?” kataku kaget.

“kita kebukit yuk!” ajaknya.

Akhirnya aku hanya mengikutinya.

Tiba-tiba taemin melempar bola salju ke arahku.

“ya! Kau seperti anak kecil saja!” kataku dan membalasnya.

“bagaimana denganmu?? Haahahahahaha,”

terjadilah perang bola salju yg dimenangkan oleh taemin.

Sesampainya dirumah.

“hahhh.. Aku capek banget..,” keluhku.

“iya..hahaha.. Kau gila sekali main bola salju tadi..,” ujar taemin.

“hah?? Kalian sudah pulang?” tanya jjong.

“eh? Ehh… Ka-kami..,” balasku.

TO BE CONTINUED

gimana chinguuu??? hehehe.. sebenernya aku mau bikin kalian penasaran.. tapi aku gak tau harus motong di mana.. hahahaha 😀

ayoo siapa yg nunggu lanjutanya? comment yaa~~ ^_^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Our Love – Part 1”

  1. author sukses bikin reader *baca: saya* pensaran hehe

    lanjutt, ditunggu part berikutnya ^^

    oh ya thor..sedikit kritik boleh ggak? boleh ya? tapi jangan marahh..janji dulu!! heheh #digampar

    nggak kok thor…ceritanya nggak bermasalah. cuma narasinya kayaknya kurang…lebih banyak dialognya. jadi kesannya kayak baca naskah drama hehehe

    tp ceritanya bagus kok. awalnya aku sempet salah paham loh thor di bagian awal…aku kira bakal ‘begini’ eh ternyata malah ‘begitu’ ……. -___-

    hehe

  2. ngerti sedikit sih jalan ceritanya … Tapi kayanya ada yg kurang … Apaan ya ?? ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

    Truss kok dialog minho dikit banget -.-

  3. sebenarnya ide ceritanya freshhh
    uhhh baca peraturan blog ini ga boleh kritik ya? eungg bukan kritik kok ini, cuma saran:
    jujur ini cerita sweet, dialognya simpel dan mudah dimengerti
    hanya saja itu ada yang kurang memang, kurang deskripsi
    huhu imajinasiku sampai melantur kemana2 ini gara2 bingung ini settingnya dimana, raut wajahnya seperti apa, ekspresi saat si pemeran ngomong gimana….
    aigo aigo
    aku bukannya bermaksud bash
    nggak !
    cuma memberi saran, karena saya terlanjur jatuh cinta sama FF ini 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s