Precious Person – Part 1

Precious Person – Chapter 1

 

Title: Precious Person

Author: Han Eunwon

Main Cast:

Choi Minho

Lee Sooran (Imagine You)

Lee Taemin

 

Support Cast:

Park Hyena

Kim Jonghyun

Etc

 

Length: Sequel

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: G

 

Happy Reading^^

  Continue reading Precious Person – Part 1

Advertisements

One Day

Title : One Day

Author : Dark Knight

Main Cast : Lee Taemin , Lee Jinki

Support Cast : Kim Kibum ( key ) , Lee Junho 2PM

Length : 5.665 words

Genre : Life , Romance , Friendship , Family

Rating : General

Summary : Hmm… baca aja deh hihihi 😀

A/N : Hehe annyeong 🙂 Aku kembali lagi dengan fanfiction baruku 🙂 semoga suka XD jangan lupa komen dan like yaaa gomawoooo *bow*

Continue reading One Day

A Kiss [1.2]

A kiss (part 1 & 2)

Title                       : A kiss (part 1)

Author                  : Nurani adi / @abcdedot

Main cast             : choi minho (SHINee) , han injung (imaginary cast)

Support cast       : SHINee member, manager hyung, han dal hee

Length                  : twoshoot

Genre                   : romance, comedy (?)

Rating                   : PG-15

A.N : akhirnya ini ff jadi juga, ini ff pertamaku, jadi maaf kalo rada-rada gaje, acak-acakan dan kurang greget. Mianhe *sujud sujud sampe pegel*. Ini ff murni hasil pemikiranku, kalau ada jalan cerita atau apapun itu yang sama mungkin itu hanya kebetulan semata 😉

Berhubung ini ff pertama, jadi mohon kritik dan sarannya ya!!  makasih buat admin kalau ff ini di publish *bow*

  Continue reading A Kiss [1.2]

My Little Bride – Part 5

Title : My Little Bride (chapter 5)

Author : Choi Min Young

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

CHOI JI YEON POV

Akhirnya ia membawaku pulang ke rumah. Ia mengompres luka di bibirku. Huh, dasar sunbae sinting! Untuk apa mereka menghajarku sampai begini? Semuanya hanya gara-gara Minho? Apa jadinya kalau mereka tahu jika aku dan Minho bahkan sudah menikah? Mungkin aku sudah dibunuhnya tadi.

“Siapa suruh kau berangkat ke sekolah?” tanya Minho memecah keheningan di antara kami.

“Oh, itu…”

‘Juliette! Yeolhoneul bachilkeyo. Juliette! Jebal nal badajwoyo’ . Tiba-tiba ponsel Minho bernyanyi dengan riangnya sebelum aku menjawab pertanyaan Minho.

“Yeoboseyo umma… Ne… Mworagu?!” seru Minho membuatku tersentak kaget. “Oh, keuraeyo? … Ne, arassseo,” Minho menutup pembicaraannya.

“Wheyo?”

“Nanti malam kita disuruh hadir ke Pesta Perayaan Musim Semi keluargaku.”

“Mworagu? Uri?”

Minho mengangguk.

Omo, ini adalah pertama kalinya aku dan Minho akan tampil di depan umum sebagai pasangan nampyeon dan anae. Aigo, ottohke?

Malamnya…

Aku mengenakan hanbok dengan warna kuning dan merah muda bercorak bunga sakura untuk roknya. Dirambutku juga dipakaikan jepit rambut yang ada bunga sakuranya juga. Bunga sakura memang menjadi simbol musim semi. Hihi… kenapa aku merasa beda sekali malam ini?

Aku pun keluar dari kamarku dan melihat Minho juga baru keluar dari kamarnya. Aku terpaku melihatnya. Omo, kenapa ia begitu tampan dengan tuxedo biru tuanya itu? Rambutnya yang pendek juga ditata rapi. Aku sampai tidak berkedip melihatnya. Apa… dia Choi Minho yang selama ini ku kenal?

Choi Ji Yeon POV END

 

Choi Minho POV

Choi Ji Yeon? Apa yeoja yang ada di depanku ini adalah Choi Ji Yeon, si yeoja pabo? Kenapa dia… kenapa dia… begitu cantik? Aku bahkan tidak mengenalnya. Rambutnya dijepit ke belakang dan dikepang. Wajahnya terlihat putih merona dan bibirnya merah muda. Aigo, neomu yeppo!

“W… wae? Aku aneh ya?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Ani, ayo berangkat!” Aigo Minho-ya, bisakah kau romantis sedikit pada anaemu ini? Kau malah berjalan duluan ke mobil. Harusnya kau menggandengnya, membukakan pintu mobil untuknya dan memasangkan sabuk pengaman. Tapi ini… aissh, baru kali ini kau jeongmal pabo!

Choi Minho POV END

Choi Ji Yeon POV

Setelah menempuh perjalanan dengan mobil hadiah pernikahan kami, akhirnya sampai juga di

Hotel tempat party itu diadakan. Aku melihat betapa mewahnya acara ini. Mmm… keluarga besar Minho banyak sekali ya.

Lalu Minho membawaku ke sebuah hall yang didalamnya terdapat banyak tamu undangan. Omo, Pesta Perayaan Musim Semi yang benar-benar indah! Aku bahkan jarang merayakan moment pergantian musim seperti ini. Minho terlihat membungkukkan badan pada tamu-tamu yang lain. Walau aku tidak mengenalnya, tapi aku ikut membungkuk. Aku kan juga anaenya Minho, hehe…

“Oh, Choi Minho dia anaemu ya?” tanya seorang Ajhussi berbadan besar tapi terlihat ramah.

Minho tersenyum dengan sopan. “Ne.”

“Haha… kalian menikah di usia yang sangat muda ya.”

Hoho, sebenarnya aku terpaksa menikah dengannya Ajhussi! Namja sombong yang bahkan tidak romantis sama sekali. Bagaimana aku bisa mencintainya?

“Ya sudah, nikmatilah pesta ini,” kata Ajhussi itu lalu kami berpisah.

“Minho-ya, apa semua tamu disini adalah keluarga besarmu?” tanyaku penasaran juga.

“Ani, ada beberapa kerabat juga.”

“Oh…”

“Ayo kita bertemu Appa dan Ummaku,” ajak Minho sambil menggandengku

Aku mengangguk dan Minho mempertemukanku dengan Appa dan Ummanya. Appa dan Umma Minho sangat baik padaku. Aku juga senang karena Appa Minho sudah jauh lebih baik keadaannya sekarang.

Setelah bertemu dengan Appa dan Umma Minho, Minho mengajakku ke depan stage. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat Super Junior perform! Omo, apa ini mimpi? Aku melihat SUJU secara eksklusif! Wah…senangnya melihat mereka dari jarak sedekat ini. Hihi…

besok akan kuceritakan pada teman-temanku! Setelah SUJU, lalu ada KARA, F(X) dan 2AM. Haha… tidak ada ruginya aku datang!

“Omo, lihat wajahmu. Kau tidak pernah melihat mereka ya?”

“Ani, aku pernah datang ke Dream Concert. Tapi kan tidak seeksklusif ini. Lagipula, ini kan gratis. Hehe…”

Minho tertawa kecil. “Nah, sekarang kau tahukan betapa hebatnya keluargaku.”

Aku mencibirnya. Lalu aku melihat lagi ke arah stage. Sekarang ada seorang namja tampan dengan pianonya. Ya Tuhan… dia tampan sekali. Apalagi senyumnya. Wajahnya seperti malaikat!

“Annyeonghaseyo, Lee Jinki imnida…”

Lee Jinki? Namanya Lee Jinki… Apa dia seorang artis? Beberapa saat kemudian aku mendengarnya mulai mendentingkan tuts pianonya. Omo, indah sekali… Ini permainan piano terindah yang pernah kudengar.

(SHINee –Please, Don’t Go)

Omo, suaranya juga terdengar merdu . Indah sekali. Setelah Lee Jinki mengakhiri lagunya, ia tersenyum dan tepuk tangan riuh terdengar dari seluruh penjuru ruangan ini. Tiba-tiba matanya bertemu dengan kedua mataku. Aku terkejut, tapi sesaat kemudian ia tersenyum padaku. Dan aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Jantungku, berdegup keras…

Sesampainya di rumah…

“Aigo, jeongmal pigonhae…” keluhku sambil merebahkan diri di sofa. Minho hanya melewatiku lalu masuk ke kamarnya. Aissh, dia memang tidak pernah berubah! Ah, aku juga mau tidur ah!

Aku masuk ke kamar dan menyalakan lampunya. Loh, kok tidak bisa? Aku coba lagi menekan saklarnya dan tetap saja tidak bisa. Aigo ottohke? Aku kan takut sama kegelapan! Ah, minta tolong Minho saja!

“Minho-yaa!”

“Ya! Neo jeongmal!… Wae irrae?!” seru Minho terkejut karena aku langsung membuka pintu kamarnya. Dan ternyata…

“AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” aku langsung menutup kedua mataku dengan tanganku. “Minho-ya, kenapa kau tidak pakai baju?!”

“Ya! Aku kan memang sedang ganti baju! Aissh, geu sarami!” kata Minho lalu memakai t-shirtnya. “Sudah, aku sudah pakai baju. Ada apa kau kemari?”

“E…eh, lampu di kamarku mati.”

“Sincha? Lalu apa urusanku?”

“Ya! Aku tidak bisa tidur!”

“Ya sudah tidur saja disini.”

Mataku langsung melotot. “Mworagu? Ya! Neo sincha…”

“Ya sudah kalau tidak mau.”

“Minho-ya, cepat betulkan!”

“Mian, tapi aku capek sekali. Aku ngantuk, besok saja! Kalau kau menurutiku, tidur saja disini,” kata Minho dengan cueknya berbaring di kasurnya.

“Sireo!”

“Ya sudah, terserah kau. Kalau kau mau tidur dalam kegelapan yang mengerikan itu.”

Aku melihat Minho yang bakan sudah memejamkan matanya dengan kesal. Apa-apaan ini? Dia tega sekali membiarkanku ketakutan. Nampyeon macam apa sih dia?

“Keurae, asalkan kau tidak menyentuhku sedikitpun!” ancamku.

“Kenapa kau percaya diri sekali? Aku pun tidak mau.”

Aku menghentakkan kakiku ke tanah. Huh, ini keadaan darurat Ji Yeon, gwaenchana…

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF