Precious Person – Part 1

Precious Person – Chapter 1

 

Title: Precious Person

Author: Han Eunwon

Main Cast:

Choi Minho

Lee Sooran (Imagine You)

Lee Taemin

 

Support Cast:

Park Hyena

Kim Jonghyun

Etc

 

Length: Sequel

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: G

 

Happy Reading^^

 

Kulirik lagi jam tangan di pergelangan tanganku, sudah dua jam aku menunggu di depan ruang meeting Appa. Padahal aku sudah buru-buru datang kesini untuk memenuhi ajakan Appa , makan siang di restoran Seafood favoritku. Tapi, dia malah mengingkarinya dan berkumpul dengan orang-orang bisnis lainnya di dalam sana. Dia selalu melupakanku kalau sudah menyangkut pekerjaannya.

Tiba-tiba ponsel ku berdering, panggilan dari Hyena, sahabatku.

“Yoboseo Hyena-ya…”

“Sooran-ah!!! Aku sekarang sedang berada di cafe, dan Lee Taemin sedang perform!!!” Ujar Hyena histeris dari seberang sana, dan begitu mendengar kata ‘Lee Taemin’, akupun ikut histeris mendengarnya.

“Jinjja?? Omo omo!!!” Aku melompat-lompat girang membayangkan Taemin sedang menari lincah di atas panggung, lalu berkata “Seharusnya aku ikut denganmu…!!!!!!!!”

“Hahaa~ Aku yakin kau pasti menyesal, tapi sudahlah.. Toh kau mendapatkan Seafood kesukaanmu itu kan…”

“Enak saja!! Appa mengundurnya karena ada rapat mendadak, dan aku harus menunggunya selama dua jam!!” Ujarku emosi karena mengingat apa yang sedang terjadi padaku saat ini.

“What!? Oh my god, kasihan sekali kau Lee Sooran… Aku turut Prihatin…”

“Huh, menyebalkan!!” Gerutuku.

“Sudah ya, sebentar lagi penampilan Kevin sunbae dan aku tidak boleh ketinggalan! bye!!” Hyena mematikan sambungan telepon kami. Menyebalkann!!! Hyena bisa menonton saat Taemin perform, sedangkan aku harus menunggu Appa selama dua jam di tempat membosankan ini.

“Lee Taemin……” Gumamku pelan. Taemin adalah Namja yang kusukai dari kelas 1 hingga sekarang aku sudah kelas 2 SMA, tapi baru sekali aku melihatnya perform, dan saat itu Taemin juga tidak sedang dalam keadaan fit, jadi penampilannya kurang maksimal. “Huftt~” aku menghembuskan nafas panjang dengan frustasi, dan tanpa sadar, orang-orang di sekelilingku yang bernasib sama-menunggu seseorang yang ada didalam ruang meeting-sedari tadi memandangiku keheranan, Langsung saja aku menunduk malu. Sooran memalukan!!!, batinku.

“Sooran-ah, mau minum apa?” tanya seorang wanita yang tiba-tiba ada dihadapanku, seorang wanita yang umurnya sekitar 30 tahunan yang sekarang tengah tersenyum manis padaku, lebih tepatnya sok manis.

“Ah Sekertaris Kim.. Aku mau Vanilla Latte dengan taburan Coklat Granule diatasnya” ujarku sambil menunjukkan senyum termanis-ku, senyuman di bibirnya memudar dan di gantikan dengan senyuman yang terkesan dipaksakan.

“Baik Nona Lee Sooran, sebentar ya” ia membalikkan badannya dan menghilang dari pandanganku. Sejak Eomma meninggal 7 tahun yang lalu, Appa memang masih sendiri dan tidak sama sekali mencari pengganti karena sibuk dengan pekerjaannya, ditambah lagi ia harus mengurusku. Tetapi sekertaris genit tadi selalu bersikap sok baik padaku untuk mendapatkan perhatian Appa, makanya aku sangat tidak suka dengannya.

Aku semakin kesal saat kembali mengingat bahwa aku tidak bisa menonton penampilan Taemin, dan tanpa terasa mataku menjadi berat dan aku akhirnya tertidur.

***

Author POV

Sedari tadi, namja berkacamata yang duduk di depan Sooran terus saja menatap Sooran. ‘Mengapa Gadis itu tidak bisa diam sama sekali sih!?’ pikirnya. Sampai ia melihat wanita yang tadi menyapa Sooran kembali membawa secangkir minuman yang tadi di pesan Sooran, tapi karena melihat gadis itu tertidur, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan Kembali pergi.

Merasa tertarik, Namja yang memandangi Sooran itu tiba-tiba bangkit dari kursinya dan duduk di sebelah Sooran. Sooran yang sedang tertidur, secara tidak sadar menjatuhkan kepalanya di bahu namja tersebut dan lalu ia tersentak kaget.

“Aww, Mian, aku tidak sengaja” ujar Sooran canggung.

“Gwenchana…” Namja itu menganggukkan kepalanya. Namja berkacamata yang umurnya sekitar 24 tahun itu merogoh tas sandangnya dan mengeluarkan sesuatu, sebuah buku. Lalu ia memberikan buku itu pada Sooran “Kalau kau bosan, baca saja”.

Sooran menyerngitkan dahinya, menatap buku itu dengan pandangan heran, buku yang berjudul ‘TAHAP-TAHAP MALAM PERTAMA’ itu ia tatap lekat-lekat, lalu Sooran membelalakkan matanya dan berpaling menatap namja tadi disebelahnya yang sekarang sudah pindah kembali ke tempatnya. “YAA AHJUSSI!!!! Kau pikir aku apa!!?? Kau Memberikan buku ini kepadaku?? HAH!” teriak Sooran emosi, tidak memperdulikan semua pasang mata diruangan itu tengah menatapnya.

Sooran menghampiri Namja itu dan melempar buku itu tepat di depan wajah si Namja, Namja itu hanya terkekeh pelan. Hampir saja Sooran menjambak rambut namja itu kalau saja pintu ruang meeting tidak terbuka dan Appanya keluar dari sana.

“Sooran-ah, sedang apa kau? Mian ya, tadi Appa ada rapat mendadak”, Tuan Lee mengusap rambut Sooran pelan dan beralih ke Namja dihadapan Sooran. “Ah, Choi Minho-ssi… Sudah lama menunggu?”.

“Appa kenal dia??” Sooran kembali membelalakkan matanya dan menatap Appanya sebal, ia masih marah karena dia harus menunggu Tuan Lee, Appanya, selama 2 jam dan harus bertemu dengan Namja yang tidak jelas ini.

“Dia Anaknya Choi Ahjussi, teman Appa yang beberapa hari yang lalu main kerumah kita…” Jelas Tuan Lee pada Sooran, Sooran memutar bola matanya dan menunjuk perutnya, memberi tanda pada Tuan Lee untuk segera memberi putrinya itu makanan. Tuan Lee hanya mengangguk dan tersenyum pada Sooran dan kembali pada Minho.

“Annyeonghaseyo Ahjussi… Aku diminta Appa kesini untuk mengantarkan ini” Minho membungkukkan badannya memberi salam pada Tuan Lee, lalu mengeluarkan beberapa Map dari dalam tas nya untuk diberikan kepada Tuan Lee.

“Ah ini…” Tuan Lee menerima Map dari minho, lalu membukanya dan membalik-balikkan beberapa lembar dan lalu mengangguk tersenyum pada Minho. “Terima kasih Minho-ssi”.

“Ne Ahjussi, sepertinya aku harus kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan… Dan juga putri anda sepertinya sudah sangat kelaparan,” Minho tersenyum geli pada Sooran yang terlihat sudah menarik-narik lengan baju Tuan Lee.

“Ahhaha, sepertinya begitu.. Baiklah, saya pergi dulu ya, sampai bertemu lagi, annyeong” Tuan Lee membungkuk sedikit lalu pergi mengikuti permintaan Sooran untuk makan di restoran Seafood favoritnya.

***

 

Minho POV

Ha, rasakan! Siapa suruh dia tidak bisa diam? Aku sangat puas saat tadi wajahnya tercengang melihat buku yang kuberikan-buku milik Jonghyun yang kemarin ia berikan padaku-dan langsung memaki-makiku. Wajahnya sangat ingin membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

“Bro!” Jonghyun menepuk bahuku dan membuyarkan pikiranku yang masih membayangkan kejadian tadi.

“Ne?”

“Aku akan segera jadi ayah!! Yihaaa~” Serunya senang, aku juga ikut senang mendapat kabar ini, karena itu tandanya aku akan mendapat keponakan dari sahabat terbaikku ini.

“Aiisshh, selamat ya kawann!!!” ujarku langsung memeluknya dan menepuk punggungnya. “Berarti Hyera akan cuti kerja ya??”.

“Tentu saja, mana mungkin aku membiarkan istriku kelelahan saat sedang mengandung anak kami… Ia akan istirahat dulu”

“Yahhh, dan itu artinya kita akan kehilangan satu sosok ceria di kantor ini, selama 9 bulan…” Ujarku lemas, Hyera memang teman sekantor ku yang sangat periang dan aku tidak tahu apa jadinya ruangan ini tanpa dia.

“Haha,, hanya 9 bulan… Kalau sempat, kau bisa main ke apartemen kami juga kan” ujar Jonghyun, aku dapat melihat kebahagiaan tersirat di wajahnya, dan tanpa sadar kedua sudut bibirku melengkung membuatku tersenyum manis.

“Jadi, kapan kau akan menyusulku??” jonghyun mengenggol lenganku dan tersenyum penuh arti.

“Segera…” jawabku sambil tersenyum jail padanya, aku memang belum menyiapkan untuk itu.

“OH GOD!! jangan bilang kalau kau belum memiliki calon??” ucapnya tiba-tiba seakan bisa membaca pikiranku.

“Haha… kan aku bilang segera…”

“Choi Minho, aku punya satu orang untuk menjadi kandidatmu!” ucap jonghyun tiba-tiba.

“Hm?”

” Yuri…”

“Mwo?? Jangan bercanda…”

“tahukah kau bahwa Kwon Yuri dari dulu mengincarmu?? Cobalah lihat dia…” Ujar Jonghyun putus asa.

“Aku akan mendapatkan jodohku, kau tenang saja… Urusi saja istri dan calon anakmu itu, jangan urusi aku” ujarku santai di ikuti helaan nafas panjang Jonghyun. Jonghyun memang benar, di usiaku yang sekarang seharusnya aku telah memiliki pasangan hidup, tapi kenyataannya aku masih sendiri belum menemukan wanita yang cocok untukku.

“Minho-ya, aku pulang dulu ya, istriku mengidam lagi…” Ucap jonghyun setelah mengecek pesan di ponselnya, aku mengangguk pelan dan ia langsung buru-buru pergi.

***

“Oppa…” Adik perempuanku menyambutku dengan tatapan yang tak mengenakkan. Ada apa ini?

“Ada apa lagi Minyoung?” Kataku sambil merangkulnya masuk kedalam rumah, tapi dia menepis tanganku dan menatapku dengan tatapan sedih. Sampai aku menyadari bahwa mata Minyoung agak sembab.

Dapat kulihat matanya kembali memerah dan meneteskan air matanya. “Eomma….” Ujarnya lirih.

Begitu mendengar kata ‘Eomma’, hatiku langsung mencelos. Pasti Eomma bertengkar lagi dengan Appa. “Dia tidak mau makan dan mengurung diri dikamar seharian ini” Tangis minyoung pecah seketika, kulirik jam yang tergantung di dinding, pukul 08.00 PM. Sudah berapa jam Eomma mengurung dirinya!?, pikirku.

Aku berlari kecil menaiki tangga menuju kamar Eomma yang berada di lantai dua.

‘Tok.. Tok..’ tidak ada jawaban.

‘Tok.. Tok..’ untuk yang kedua kali, tak ada jawaban.

“Eomma… Buka Pintunya… Ini aku, Minho…” Ucapku lirih di depan pintu kamar Eomma.

Terdengar bunyi kunci pintu yang di buka dari dalam kamar, tapi tak ada tanda-tanda pintu dibuka. Kulangkahkan kakiku perlahan masuk ke kamar Eomma, tak dikunci, kulihat ia sedang duduk di pinggir tempat tidur, memeluk kakinya. Dengan rambut yang sangat berantakan dan mata yang sembab karena seharian menangis, Pipinya yang sudah basah masih saja dialiri oleh air mata yang tak henti-hentinya mengalir.

Kudekati Eomma dengan perlahan. Dia menatapku dengan tatapan sedihnya, langsung saja kupeluk dan ku usap rambutnya. “Eomma tidak boleh seperti ini lagi… Kau tahu, aku dan minyoung sangan mencemaskan Eomma…” suaraku bergetar hampir menangis, dan sesaat kemudian kurasakan air mata mengalir dari mataku.

“Ne, Maafkan Eomma ya sayang…” Eomma beralih memelukku dan mengusap air mataku, aku hanya tersenyum sedih melihat keadaan Eomma yang sangat berantakan.

“Sebenarnya apa yang terjadi…?” Aku memutar kepalaku dan melihat Minyoung masuk dengan ragu-ragu.

“Kemarilah…” Panggil Eomma pada Minyoung, dengan cepat Minyoung menghampiri kami dan ikut memeluk Eomma. “Kalian tidak perlu mencemaskan Eomma, Eomma pasti akan baik-baik saja, Arra??”.

“Ne Eomma, Arasseo!!” Ujarku dan Minyoung bersamaan. Setelah melihat Eomma sudah bisa tersenyum, aku meminta Eomma berbaring di ranjangnya untuk isirahat, aku menarik Minyoung keluar, tapi Minyoung malah menatapku dengan tatapan heran.

“jangan ganggu Eomma, dia sedang tidak sehat…” Ujarku agak berbisik pada Minyoung.

“Tapi kenapa Eomma selalu seperti itu, apa Appa menyakiti Eomma?” tanya Minyoung polos.

“Ani, Aku berani jamin mereka adalah pasangan paling bahagia selamanya… Hanya saja ada sedikit masalah yang tak bisa mereka bereskan…” Kataku lembut sambil mengelus lembut rambut Minyoung.

“Hmmmm…..” Minyoung bergumam tak jelas lalu mengangguk tanda mengerti.

“Nah, sekarang, kau harus masuk kamar dan belajar untuk sekolah besok!” Kutuntun Minyoung ke kamarnya dan menutup pintunya setelah mengingatkannya bahwa ia tidak boleh tidur larut.

**

“Minho-ya, Nanti siang kau sibuk?” Tanya Appa saat aku hendak berangkat ke kantor.

“Ani, ada apa memangnya?” Tanyaku sambil meminum susu yang sudah disiapkan hwang Ahjumma di meja makan.

“Appa mau minta tolong, kau antarkan software baru ke perusahaan Tuan Lee. Kau sudah pernah kesana kan?”. Appa menatapku mununggu jawabanku.

“Hm, mungkin nanti saat istirahat jam makan siang, akan ku usahakan ya Appa” Appa mengangguk. “Memang Appa mau kemana?”

“Appa harus ke pulau Jeju untuk men-survey lokasi. Nanti, kau bisa ambil software nya di ruangan Appa”.

Aku hanya menganggukkan kepala dan segera menghabiskan sarapanku sebelum berangkat ke kantor.

***

Author POV

“Sooran… It’s time to Wake up, babe…” Suara itu berbisik tepat di telinga Sooran membuat gadis itu menggeliat pelan dalam tidurnya.

“5 menit lagi, Appa….” Hanya itu yang keluar dari mulut Sooran sejak 30 menit yang lalu. Sooran kembali membungkus dirinya dengan selimut, tak mau terusik dengan Tuan Lee yang sejak dari tadi berusaha membangunkan putrinya tersebut.

“Sooran!!!!” Tiba-tiba Appanya berteriak kencang sekali, membuat beberapa pelayan di kediaman Tuan lee terkesiap kaget, tidak terkecuali dengan targetnya, Sooran.

“Iya iya, aku bangun!!” Dengan malas Sooran bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Tuan Lee yang merasa dirinya Menang hanya terkekeh melihat Tingkah putri sematawayangnya itu menggerutu tak jelas.

*

“Good Morning appa…” Sapa Sooran yang baru siap dan turun untuk sarapan bersama Appanya, tapi ia tak menemukan Appanya di meja makan. “Huh? Mana dia?”.

Sooran melirik jam di samping tangga dan terlonjak kaget begitu melihat waktu menunjukkan pukul 07.00 AM. Appa nya pasti sudah kesal menunggunya di mobil sejak tadi. segera saja ia meminum susunya dan memakan Sandwich sambil berlari keluar rumah.

Benar saja, Tuan Lee dengan wajah sebalnya sudah menunggu Sooran di dalam mobil. Begitu melihat Putrinya keluar dari rumah, langsung saja dia melemparkan tatapan mautnya pada Sooran.

Sooran membuka pintu depan mobil Appanya, seakan tidak peduli tatapan maut dari Appanya itu. “Kalau besok seperti ini, kau akan berangkat naik bus!” ujar Tuan Lee dengan tegas.

“Ne Appa… Mianhae, semalam aku susah tidur…” Sooran memelas, tapi tak dihiraukan oleh Tuan Lee yang sudah mulai melajukan mobilnya.

*

Bell pulang sekolah berbunyi, anak-anak satu persatu meninggalkan kelas dan pulang menuju rumahnya masing-masing. Tapi tidak untuk Sooran, ia memilih untuk lebih lama berada di sekolah ketimbang berada di rumah yang tidak ada siapa-siapa disana.

“Park hyena, kau tahu betapa menderitanya aku kemarin, huh???” Keluh Sooran pada Hyena sebelum ia menghempaskan dirinya di sofa di cafetaria tempat mereka biasa berkumpul dengan teman-teman yang lainnya. Hyena hanya terkekeh melihat wajah sahabatnya terlihat sangat kesal.

“Aku tahu… Mungkin itu hukuman untukmu karena selalu mementingkan Seafood mu, haha..” Hyena tertawa pelan melihat Ekspresi Sooran menjadi lebih buruk.

“Huh, bukan karena hal itu saja… Aku juga bertemu namja menyebalkan. Bukan namja, tapi dia Ahjussi!!” Sooran terlihat sangat kesal dengan hanya mengingat namja itu lagi.

“Wahh… Kawanku ini di ganggu Ahjussi?? Apa ahjussinya tampan?? Kenapa kau tak menanyakan nomer ponselnya??” Goda Hyena dengan tersenyum penuh arti, Sooran menatap Hyena dengan tajam, siap menerka Hyena yang posisinya sedang tidak siap, tapi dia urungkan karena melihat seorang namja yang menarik perhatiannya. Seorang Namja berambut merah dengan wajah manis sedang berjalan ke arah gerbang sekolah. Tidak sedetik pun Sooran mengalihkan pandangan dari namja manis itu, terlalu terpesona padanya.

“Lee Taemin!!!” tiba-tiba saja Hyena berteriak memanggil namja manis itu, Lee Taemin. Sooran terkesiap begitu melihat Taemin menoleh dan tersenyum lalu berjalan menghampiri mereka.

“Park Hyena, apa yang telah kau lakukan!?” Ujar Sooran dari sela-sela bibirnya dan langsung menatap Hyena dengan tatapan apa-yang-harus-ku-lakukan?.

“Hi Hyena, Hi Sooran… Kalian belum pulang?” Taemin tersenyum manis pada Sooran dan hyena membuat lutut Sooran melemas dan salah tingkah. Ia bahkan menjatuhkan gelas cappuccino nya saking gugupnya. Taemin hanya menatap Sooran bingung, lalu membantu Sooran mengembalikan gelasnya ke meja. “Gomawoyo…” Ujar Sooran pelan.

“Taemin, bisakah kau mengantar Sooran pulang? Aku harus ke rumah Nenekku dulu jadi tidak bisa pulang bersama Sooran” Ujar hyena santai, tapi Sooran sama sekali tidak bisa santai, ia sangat gugup sekarang.

Taemin berpikir sejenak, dan dengan ragu ia pun mengiyakan tawaran Hyena. “Ayo Sooran, ku antar kau pulang”.

“Mwo?” Sooran terlihat tidak percaya, tapi Hyena mengangguk menyuruh Sooran pulang duluan bersama Taemin. Dengan cepat, Hyena mendorong Sooran mendekati Taemin dan Taemin langsung menggandeng tangan Sooran, membuat Sooran benar-benar melayang.

Taemin menaiki motor sportnya dan memberi isyarat pada Sooran untuk segera naik juga. Dengan ragu, Sooran naik kemotor sport milik Taemin. “Pegangan yang kuat ya..” Ujar Taemin tersenyum dan tanpa sadar Sooran pun langsung memeluk Taemin.

“Kau tidak mau mampir dulu?” Tanya Sooran pada Taemin begitu mereka sudah sampai di rumah Sooran. Taemin hanya menggeleng ramah.

“Aku masih ada latihan dance nanti, jadi aku harus cepat pulang. Bye Sooran!” Taemin menyalakan kembali mesin motornya dan melesat dengan cepat.

“Hati-hati Taemin!!” Teriak Sooran dari tempatnya. Sooran terdiam selama beberapa menit, tersenyum-senyum sendiri menyadari barusan Taemin mengantarnya pulang. Lamunan Sooran buyar saat Hwang Ahjumma memanggilnya dari dalam rumah.

Sooran menghambur menghampiri Hwang Ahjumma, “Ada apa Ahjumma?”.

“Nona, ada dokumen penting milik Tuan yang tertinggal………” Ujar Hwang Ahjumma ragu-ragu.

“Lalu?”

“Supir Kang sedang tidak masuk, dan aku harus masak untuk makan malam…umm” Hwang Ahjumma terlihat ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

“Jadi? Ahjumma ingin memintaku mengantarkan ini untuk Appa??” Tanya Sooran sambil mengambil Dokumen penting tersebut dari tangan Hwang Ahjumma. Hwang Ahjumma hanya menunduk takut.

“Aigoo~ Ahjumma tidak perlu segan meminta tolong padaku, santai saja…” Sooran menepuk pundak Hwang Ahjumma, wanita itu mendongak dan tersenyum pada putri majikannya tersebut. “Haha, baiklah, aku ganti baju dulu baru akan mengantar dokumen ini ke kantor ya…”.

Sooran melangkah riang ke kamarnya, mengingat bahwa tadi ia di antar pulang oleh Lee Taemin, namja incaran Sooran sejak dulu, Betapa senangnya ia tadi memeluk Taemin selama di perjalanan pulang, dan Taemin tersenyum manis padanya saat pamit tadi. Semua terasa seperti Mimpi indah bagi Sooran.

Sooran mengganti bajunya dengan cepat, dan begitu semua beres, ia segera berlari untuk mencari taksi. Dalam beberapa menit saja, Sooran sudah mendapatkan taksinya, “Gedung Choi Corp.” ujarnya pada supir taksi.

Sesampainya di kantor Tuan Lee, Sooran langsung menuju ke ruangan di mana Appanya berada, ia ingin mengajak Appanya makan di Restoran Seafood kesukaannya, itulah alasan utama ia datang kesini, selain mengantar Dokumen yang katanya penting itu.

Saat Sooran membuka pintu Ruangan Tuan Lee, tanpa mengetuk terlebih dahulu tentunya, ia melihat Appanya sedang bersama seseorang yang langsung membuat mood nya menurun drastis. “Sooran, Ada apa kesini?” tanya Tuan Lee menatap Sooran bingung. Orang yang sedang bersama Tuan Lee, menatap Sooran sebentar, lalu tersenyum manis.

“Annyeong Sooran-ah…” Sapa orang itu sambil masih tersenyum manis pada Sooran.

 

To Be Continue . . .

A/N : Cerita ini ku ambil dari novel Teenlit yang udah jadul, jadi maklum aja kalo ada beberapa kesamaan^^ dan Mian ya kalo ada banyak Typo~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Precious Person – Part 1”

  1. mmmmmm ,,, sooran ama minho yaa ??
    kacian tuch minho ,, cakep2 dibilang ahjussi ..
    harabeoji ajja sekalian ,,, *ditendang flames*

  2. huwaaa seru !! ahahah taemin … manly bgt sih kau !!
    ahahahhaahah
    minho kok mulai kayak jjong ya ?? ckckckck
    sooran !! bangun cepet kasian appa mu !!
    tuan lee sabar ya punya anak kayak gitu !!ahahha
    authorrrrr!! lanjutannya jgn lama2 !!

  3. Huahaha. Seru author!

    Wah,tp iya sih bnyak ksamaan ma novel. Ini diangkat dr novel “U!” kn thor? 🙂

    Hampr aja td aku nyangka author jiplak kalo aja author ga blang hwehehe.#blushing

    1. nah iya itu judulnya!! tadinya mau nulis judul teenlitnya sekalian tapi lupa-_-”
      hehe aku ganti ganti tokohnya aja dan nambah-nambah dikit… jadi ini bukan full ceritaku, jadi author mau ngebayangin aja kalo oppa-oppa shinee jadi karakter di cerita ini^^

  4. ohhh..pantesan kayak familliar ma ceritanya..hehe

    Ini diangkat dari novel “U!” ya thor??

    bagus..bagus.

    minho keren disini kekekek. cocok karakternya.

    hampir aja aku tadi nyangka author jiplak, kalo author ga bilang di kalimat terakhir “diangkat dr novel teenlit” -___- hehehe.

  5. Minho nya… Ahahha-__-
    nyodorin yg bener-bener(?) Ya ke Sooran haha
    Ntar sooran jodoh sm Minho, Taem nya otte? Kkk
    Aduhh pasti cool banget deh itu Taemin hmm
    Lanjuuttt

  6. Minho nya… Ahahha-__-
    nyodorin yg bener-bener(?) Ya ke Sooran haha
    Ntar sooran jodoh sm Minho, Taem nya otte? Kkk
    Aduhh pasti cool banget deh itu Taemin hmm
    Lanjuuttt

  7. ihhh.. keren, ceritanya lucu tapi juga romantis, kebetulan yang menyenangkan kalo bisa ketemu CHOI MINHO, siapa juga mau kali. ke ~ ke ~ ke
    aku tunggu kelanjutannya unnie ^^

  8. ceman cemaann~ ini ceritanya dari novel teenlit yang judulnya “U!” yaa~
    bukannya author ngejiplak, cuma pengen tahu aja kalo tokohnya diganti jadi oppa oppa shinee… trus iseng iseng kirim kesini deh^^

  9. LOL for Minho
    bisa bisanya dia kepikiran ngasih buku kayak gitu -__-
    hasilnya mujarab sih, Soorin jadi ga ngantuk lagi -__-

    akhirakhirnya sama Minho ya?
    apa Hyena dan Taemin ada sesuatu?

    aku belum baca teenlitnya AAAAAAAARGH!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s