Egoistic Marriage: Jinki in Blue (VI)

Author : Ria

Main Cast :

–          Choi Min Ho

–          Kim Ki Bum

–          Kim Jong Hyun

–          Lee Taemin

–          Lee Jinki

–          Kang Hye Mi (Imaginative Character)

Support Cast :

–          Nenek Goo Hara

–          Kakek Kang Nam Gil

–          Shin Min Mi (a.k.a Uthie)

–          Park Ha Chan (a.k.a Ai)

–          Lee Chaerin (Taemin and Jinki’s eomma)

–          Kim Taeyeon (Key and Jonghyun’s eomma)

–          Dong Hae

leght : Sequel

genre : romance, family

rating : PG 15

Egoistic Marriage—Jinki in Blue

            Kebetulan itu memang ada dalam kehidupan kita. Hyemi tahu betul itu. Tapi kebetulan yang ini, Hyemi tidak habis pikir. Hari senin ini, Hyemi kembali kuliah di SM University. Saat ia keluar dan mau berangkat, Hyemi mendapati mobil sedan BMW warna krem itu. Lagi. Lagi dan lagi. Dari balik kemudi, Jinki menurunkan kaca jendela lalu tersenyum pada Hyemi. Hyemi mendesah. Kenapa selalu Jinki yang ada dan rela (?) mengantarnya ke kampus? Kebetulan macam apa ini?

Karena memperhitungkan ongkos jalan dan lamanya perjalanan, gadis itu memutuskan diantar oleh Jinki saja. Toh, memang itu tugasnya.

“Pulang juga kujemput ya,” kata Jinki saat Hyemi duduk disampingnya.

Hyemi hanya mengangguk mengiyakan. Toh, belum tentu Jinki benar-benar akan menjemputnya. Dia kan sibuk sekali.

***

            TIN TIN!

Spontan Hyemi berbalik. Melihat mobil BMW warna krem itu lagi, Hyemi membulatkan mata. Jinki benar-benar berniat menjemputnya rupanya.

“Tumben. Kau tidak sibuk?” tanya Hyemi saat sudah berada dalam mobil.

“Sibuk apa?” tanya Jinki balik.

“Kau kan sudah hampir lulus,” kata Hyemi. “Kata Taemin, kau sibuk mengurus skripsi.”

Jinki tersenyum. “Ya benar. Tapi hari ini dosen pembimbingku sedang ke Incheon, jadi aku tidak ada jadwal bimbingan. Kenapa? Tidak suka kujemput? Kau sendiri kenapa cepat pulang?”

“Ani,” jawab Hyemi. “Kalau aku karena memang hari ini hanya ada satu mata kuliah.”

Jinki melirik jam tangannya. “Kau sudah makan siang?”

Hyemi baru saja akan menjawab tidak tapi kejadian saat bersama Taemin dulu langsung teringat. Karena memang Hyemi belum makan siang dan memang ia benar-benar lapar, kenapa tidak jujur saja? Syukur lagi kalau Jinki mau sukarela mentraktirnya.

“Belum,” jawab Hyemi akhirnya.

“Bagaimana kalau kita makan siang dulu? Aku punya tempat yang bagus untuk makan siang. Makanannya enak dan harganya terjangkau,” kata Jinki.

“Kau yakin?” tanya Hyemi.

“Memang sih, aku sudah beberapa bulan tidak makan disana, tapi aku tahu siapa pemiliknya. Bagaimana?”

“Mnnn…” Hyemi tampak berfikir. Bukan apanya, ia takut restoran itu makanannya mahal-mahal dan Jinki tidak mentraktirnya.

“Kutraktir,” sambung Jinki.

“Baiklah,” kata Hyemi akhirnya.

***

            “Ini yang kau sebut dengan ‘makanannya enak dan harganya terjangkau’?” tanya Hyemi dengan nada sinis. Ia sengaja menekankan bagian ‘harganya terjangkau’. Bagaimana tidak, Jinki membawanya di restoran mahal yang ada dibagian depan mall. Sebuah restoran masakan Italia. Apalagi tadi namanya? Las Vera? Las Vegas? Pokoknya itulah.

“Memang murah,” jawab Jinki sekenanya.

“Selamat datang di Las Vera, silahkan mau duduk dimana, Tuan Goo Lee Jinki?” tanya seorang  laki-laki pada Jinki. Sepertinya ia adalah manajer restoran ini karena ia tidak memakai pakaian pelayan.  Dan tampaknya sudah mengenal Jinki.

“Hahaha, jangan memanggilku tuan, Jaejoong hyung. Kau seperti orang lain saja,” kata Jinki pada pelayan bernama Jaejoong itu.

“Hahaha, kau sendiri kenapa baru datang lagi hah?” tanya Jaejoong sambil menepuk pundak Jinki.

“Kita duduk di dekat jendela saja ya,” kata Jinki pada Hyemi. “Meja nomor 2, yang dekat jendela.”

“Hei, kau belum cerita. Benar, dia yang ditungankan nenek padamu?” bisik Jaejoong ditelinga Jinki.

Jinki melirik Hyemi yang berjalan dibelakangnya. “Benar. Puas? Kau jangan banyak tanya lagi hahahaha.”

Kemudian Jaejoong mengantar keduanya ke meja nomor dua. “Silahkan Jinki,” kata Jaejoong lagi sambil memberikan daftar menunya pada Jinki dan Hyemi.

“Murah dalam pengertianmu,” kata Hyemi pada Jinki saat melihat-lihat daftar menu. Bukan daftar makanannya, tapi harganya.

“Pesan saja. Aku yang traktir,” kata Jinki.

***

            “Kau sangat dikenal disini. Memangnya ada hubungan apa dengan restoran ini?” tanya Hyemi begitu pasta special-nya sudah tiba.

“Las Vera dulu milik abeoji(ayah) sebelum diberikan pada Heechul ahjusshi,” kata Jinki.

“Heechul ahjusshi?” tanya Hyemi. Setahunya, Tuan Goo siwon adalah anak tunggal.

“Anak angkat nenek sebelum melahirkan abeoji,” kata Jinki. “Jaejoong hyung itu anaknya.”

“Dia tampan ya,” kata Hyemi lalu membekap mulutnya sendiri.

“Dia memang idola saat masih sekolah di SM university dulu,” kata Jinki lagi.

“Kenapa keluarganya tidak tidak datang di pertunangan kita?” tanya Hyemi.

Jinki menatap Hyemi karena gadis itu tidak sadar telah menyebut ‘pertunangan kita’. “Dia sedang di Singapore. Dia sakit dan berobat kesana. Kalau Jaejoong, kebetulan waktu itu dia ikut ke Singapore melihat keadaan Heechul ahjusshi.”

Hyemi sibuk ber-ooh ria. Keluarga Goo memang sudah takdirnya diisi namja-namja tampan. Dan lagi, sedikit demi sedikit fakta tentang keluarga Goo mulai ia ketahui. Selanjutnya apa lagi ya?

***

            Jinki sibuk memperhatikan Las Vera. Sudah hampir setengah tahun lamanya Jinki tidak mampir padahal dulu setiap minggu Jinki selalu menyempatkan dirinya untuk datang. Jaejoong hyung yang merupakan manajer dulu sangat dekat dengannya. Kadang, Minho juga sering ikut bersamanya berkunjung.

Mata Jinki tertumbuk pada sesok yeoja berpakaian pelayan yang sedang mengantarkan pesanan. Jinki mengucek matanya, takut salah lihat. Tidak, Jinki tidak salah. Jinki masih mengingat dengan baik cara yeoja itu berjalan dan tersenyum…

“Hyung, dia siapa?” tanya Jinki pada Jaejoong yang kebetulan melintas disampingnya.

“Oh dia. Dia itu Park Ha Chan. Pelayan baru , wajar kalau kau tidak mengenalnya,” kata Jaejoong membuat Jinki membulatkan matanya.

“Kau mengenalnya?” tanya Jaejoong lagi.

“Dia… Dia… Dia teman lama. Teman yang benar-benar lama ah tidak, sangat lama tidak kulihat lagi,” kata Jinki tergagap.

“Jinjja? Jankaman,” kata Jaejoong. Belum sempat Jinki berkata, Jaejoong sudah menghampiri Hachan dan membawanya ke tempat Jinki. Mendadak Jinki memalingkan wajah. Ia memang sangat ingin bertemu dengan Hachan tapi tidak bersama dengan Hyemi.

“Ada apa tuan manajer?” tanya Hachan pada Jaejoong saat mereka sudah berada di meja Hyemi dan Jinki.

“Ada yang ingin bertemu denganmu,” kata Jaejoong. “Hei, sudah kubawakan teman lama yang sangat lama belum kau temui.”

Mau tidak mau Jinki berbalik dan menatap Hachan. Jinki bisa melihat perubahan raut wajah yang sangat drastis pada wajah yeoja itu. Sementara itu, Hyemi yang tidak mengenali wajah Hachan meskipun pernah melihatnya dari jauh hanya tersenyum sambil membungkuk.

“Kau kenal Jinki kan?” tanya Jaejoong polos. “Oh, dia datang bersama tunangannya. Ini, nona Hyemi, tunangan Jinki.”

Hyemi membungkuk lagi. Jaejoong benar-benar terlalu tidak tahu dan ketidak tahuannya itu berakibat fatal. Hachan tersenyum canggung pada Jinki dan Hyemi.

“O-oh? Chu-chukkae…” kata Hachan terbata.

“Ha-Hachan, dengar dulu,” kata Jinki tapi terlambat. Hachan mendadak berlari keluar Las Vera.

“Dia kenapa? Kalian sebenarnya kenapa?” tanya Jaejoong pada Jinki tapi Jinki terus berlari keluar Las Vera, bermaksud mengejar Hachan.

“Dia kenapa?” tanya Jaejoong pada Hyemi yang masih duduk bengong.

Hyemi menggeleng lalu tersenyum cengengesan. “Jweisonghamnida Jaejoong kandongnim. Soal makanan ini, aku tidak ada uang untuk membayarnya saat ini. Kau bisa kan memintanya nanti pada Jinki?”

***

            Hyemi berjalan sendirian di jalan utama SM University. Hari ini tidak ada satupun dari kelima namja kaya itu yang mau mengantarnya pulang. Mungkin Taemin mau, tapi Hyemi takut menganggunya. Bisa saja namja itu sedang sibuk mengikuti trainee. Lalu jangan harap pada Key atau Jonghyun. Sementara Jinki… Hyemi tidak melihatnya lagi sejak insiden di Las Vera itu.

Lalu Minho… Ya namja itu mungkin mau mengantarnya pulang. Hyemi lalu menepuk dahinya. Menelepon Minho dan minta diantar pulang? Pada namja gunung es itu? Yang benar saja! Lagipula Hyemi terlalu malu untuk meneleponnya. Hyemi kan menyukai namja itu.

Hyemi pun berjalan terseok-seok menuju gerbang universitas. Ia akan pulang naik bis yang memakan waktu satu jam . Tapi sebelum mencapai gerbang, gadis itu melihat spanduk besar yang mengumumkan Final pertandingan basket SM Unversity lawan YG University. Seketika Hyemi tersenyum. Pertandingan basket… berarti Minho sedang bertanding kan?Kenapa tidak menonton pertandingan itu dulu baru pulang?

***

            Pertandingan hampir berakhir. Sementara score 57-58 untuk YG. SM tertinggal satu point.

Bola dipegang oleh Seungri, center di tim YG University lalu mengoperkannya pada TOP, striker mematikan milik YG. TOP menembak di titik Three Point dan Minho melompat tinggi hingga bola terpental karena hanya mengenai tangan besar Minho.

SM melakukan serangan balik. Jonghyun mendrible bola dengan cepat menembus pertahanan lawan lalu mengoperkannya pada Yunho kemudian Yunho mengoper lagi ke Jonghyun. Umpan satu dua yang bagus yang membuat G Dragon sebagai guard tidak bisa memotong.

Jonghyun menerima operan dari seniornya, Yunho lalu memutuskan menembak. Sayang, Jonghyun terlalu gegabah. Wajar saja, permainan tinggal 3 menit! Dan ini final!!! bola membentur papan lalu terpental. Minho mengambilnya dengan sigap lalu menembak di sebelah kanan.

MASUK! dua point untuk SM. Minho tersenyum lalu mengedarkan pandangannya keseluruh stadion. Disaat itulah Minho mendapati Hyemi duduk diantara penonton. Hyemi sadar lalu mengacungkan jempolnya pada Minho. Minho tersenyum lalu balas mengacungakn jempol kanannya kearah Hyemi.

Jonghyun juga melihat Hyemi. Di tempat lain tadi juga Jonghyun melihat Minmi. Jonghyun kemudian tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.

Dua menit lagi, dan pertandingan final berakhir. SM menang dengan selisih tipis yaitu satu point berkat tembakan Minho disaat-saat terakhir.

***

            SM menang dengan gemilang. Top Scorer dimenangkan oleh Minho dan untuk kategori pemain terbaik direbut Jonghyun. Jonghyun naik keatas panggung untuk mengambil pialanya setelah Minho.

“Jeongmal Gamsahamnida untuk semuanya!” seru Jonghyun diatas panggung. “Piala ini untuk SM!!!!”

Stadion pun riuh oleh penggemar Jonghyun yang bejibun. Sebagian besar adalah yeoja dari SM maupun dari universitas lain.

“Selanjutnya, piala ini juga kupersembahkan untuk seseorang yang spesial,” kata Jonghyun membuat semua orang riuh. “YANG DISANA!!! KANG HYEMI!!! AYO KESINI!!!”

Jonghyun menunjuk ke arah tribun barat tempat Hyemi duduk. Hyemi menunjuk dirinya sendiri lalu berbisik “Aku?” Semua orangpun menatap Hyemi. Kemudian petugas pun mengantar Hyemi naik keatas panggung.

“Apa yang kau lakukan bodoh!!!” bisik Hyemi ditelinga Jonghyun begitu sampai diatas panggung. Hyemi melirik Minho dibelakang Jonghyun. Tuhan, batin Hyemi. Apa yang akan dipikirkan Minho??

“Dengar semua. Hari ini aku akan membuat pengumuman. benar-benar pengumuman, bukan sebuah gosip belaka yang selama ini kalian dengar! AKU, KIM JONGHYUN, TELAH BERTUNANGAN DENGAN GADIS BERNAMA KANG HYEMI,” kata Jonghyun membuat semua orang berhenti bernafas sedetik. Rumor itu bukan isapan jempol belaka. Kim Jonghyun, namja playboy itu sudah bertunangan.

Jonghyun lalu memeluk Hyemi dan mencium dahi Hyemi saat itu juga. Penonton lagi-lagi riuh.

“Hyung, hentikan,” kata Minho membuat Jonghyun menghentikan aktifitasnya. Jonghyun menatap Minho tidak senang. “Disini banyak orang. Hentikan. Kumohon.”

Sementara dari bangku penonton di tribun timur, Minmi memegang dadanya. Kenapa rasanya sakit sekali didada begitu melihat Jonghyun mencium Hyemi? Kenapa ia merasa tidak rela?

“Sadarlah Shin Minmi! Mereka telah bertunangan, itu hal yang wajar!” gumam Minmi pada dirinya sendiri. “Aku kenapa sih!”

Minmi lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan stadion.

***

            “YAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” seru Hyemi saat ia, Minho, dan Jonghyun sudah tiba di halaman rumah. Minho dan Jonghyun kompak menutup telinga.

“APA YANG KAU LAKUKAN HAH, KIM JONGHYUN???!!!” seru Hyemi. Wajahnya sudah berubah ganas.

“Aku hanya mengatakan faktanya,” kata Jonghyun tak bersalah. “Kita kan memang pasangan bertunangan.”

“YAAAAAA!!!!!!!!!!!!” seru Hyemi lagi.

“Hyemi berhentilah berteriak,” kata Minho sambil menutup telinganya.

Hyemi maju selangkah dihadapan Jonghyun. Tangannya terkepal keras. “Aku sudah pernah mengatakannya kan Kim Jonghyun? Kalau kau menyentuhku lagi kau akan merasakan tinjuku. Kau ingat? Sekarang rasakan!!!” Kata Hyemi lalu melayangkan tangannya ke wajah Jonghyun. Dengan sigap Minho menahannya.

“KANG HYEMI! CUKUP!” kata Minho dengan tangannya masih menahan tangan Hyemi.Hyemi tidak bergerak. Minho dan Jonghyun melirik ke Hyemi. Hyemi ternyata menangis.

Minho lalu menurunkan tangan Hyemi. Dengan cepat, Jonghyun menangkap tubuh Hyemi yang lemas. Jonghyun memeluk Hyemi dan membiarkan Hyemi menangis di bahunya. Hyemi memukul-mukul kecil bahu Jonghyun.

“Jonghyun brengsek! Penggemarmu juga brengsek! Kau tidak tahu rasanya disakiti oleh penggemarmu itu!” kata Hyemi membuat Jonghyun dan Minho tahu alasan Hyemi menangis. Apalagi Jonghyun. Jonghyun merasa menyesal setengah mati.

“Mianhae, padahal aku sudah janji tidak akan melakukannya lagi padahal kulakukan lagi,” kata Jonghyun lalu mengeratkan pelukannya pada Hyemi. “Mulai sekarang,aku janji. Aku akan bertanggung jawab atas pernyataanku. Aku akan menjagamu dari para penggemarku.”

Minho membuang muka melihat keduanya.

***

            Hari Sabtu tiba lagi. Terhitung sudah hampir dua bulan Hyemi tinggal di kediaman Goo. Karena sabtu libur, Hyemi hanya tinggal dirumah. Nenek Hara seperti biasa tidak ada dirumah. Mungkin keluar negri lagi. Lalu kelima namja itu juga tidak ada satupun yang terlihat.

Hyemi duduk di meja makan. Dua hari terakhir, Hyemi menjalani hari dengan tenang di SM University meskipun Hyemi sudah takut setengah mati diserang penggemar Jonghyun pasca pertandingan waktu itu. Jonghyun membuktikan ucapannya dengan terus mengantar dan menjemput Hyemi pulang. Namja itu malah yang terlihat paling tidak apa-apa. Dasar.

Tiba-tiba Hyemi mendengar suara biola lagi yang sama saat ia baru datang disini. Sebuah lagu milik DBSK “doushite” yang dimainkan dalam versi biola. Hyemi memutar otak. Jinki. Ya, pasti namja itu yang sedang memainkannya sama saat dulu. Penasaran, Hyemi pun menuju ruang musik dan mendapati namja itu dengan serius memainkan biolanya.

Tiba-tiba Jinki berhenti. Jinki menatap Hyemi. Gadis yang sedari tadi memperhatikannya dibalik pintu. Gadis itu membulatkan mata dan tampaknya hendak pergi.

“Jangan pergi,” kata Jinki membuat hyemi berbalik. “Masuklah.”

Hyemi pun masuk. “Duduk,” kata Jinki lalu Hyemi duduk dikursi disamping Jinki.

Jinki meneruskan permainannya. Hyemi menatap Jinki heran tapi karena memang dari dulu ia ingin sekali masuk kesini akhirnya mengambil kesempatan untuk melihat-lihat. Terutama soal foto yeoja yang pernah dilihatnya.

Oh. Bukan foto rupanya. Itu adalah sebuah lukisan seorang yeoja berambut panjang lurus berponi. “Siapa yeoja dalam lukisan itu?” tanya Hyemi ceplos. Hyemi membekap mulutnya.

Jinki mendadak menghentikan permainannya lalu menutup bingkai lukisan itu (ukurannya hanya 10R). “Bukan siapa-siapa. Hanya lukisan yang kubeli saat ke.. ke… ya ke paris!”

“Oh,” kata Hyemi. “Tapi yeoja dalam foto itu terlihat sedih. Jangan-jangan memang memakai model asli?”

“Aku tidak tahu. Aku hanya membelinya,” kata Jinki lalu menaruh biolanya. “Ayo keluar. Sepertinya makan siang sudah siap.”

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

68 thoughts on “Egoistic Marriage: Jinki in Blue (VI)”

  1. woahhhhh…….hyemi beruntung banget ea…….tunangan sma 5 cowok ckep skaligus….hahahahaha…hyemi,,,,,ntar kan cma mlih 1…mdah2an jha tu minho….(*reader bawel*) taemin ntuk q jha……hahahahahahahah (di kejar ma bini nya taem)…

  2. setuju .. nunggu lanjutannya lama banget .
    ingin tau part nya key , soalnya perasaan dari awal key jarang banget disebut nih ..

  3. haaaaaah, daebak to author. Mian bru smpet komen. Tadi liat jdwal publish ff trus bnyk yg nanyain ff ini mkanya emoon jdi pnasaran. Ol hp nyari kolom ‘search’ nya ga ada mkanya nyari di google #curcol. Ini jg bcanya ngebut #plakk

    makin bngung, hyemi bkal mlih siapa. Pngennya jonghyun, tpi trnyta ada minmi. Kalo key ada mantannya yoon siapa gitu #plakk. Taemin ada minri. Jinki ada hachan. Kalo minho, eungh park ririn? Siapanya tuh?

    Cpet publish yah thor. #lempardolar XD

  4. kapan niihhh dilanjutiinn??? penasaran setengeh setengah nii.. *lhah

    ayoo dong onnie.,

    aku bener bener penasaran.,…..

  5. Hwaaa author! Daebak.. Ceritanya onew mendalamibanget (╥﹏╥) gatega bayanginnya (╥﹏╥) taemin kok ga keluar thor? Kangen /eh
    Hehehe penasaran ujungnya hyemi sama sapa =D /sorry telat thor ._.

  6. Kenapa part TaeMin selalu paling sedikit diantara yang lain.
    Ditunggu lanjutannya author
    Siapa pilihan HyeMi, please TaeMin TaeMin

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s