Precious Person – Part 2

Precious Person – Chapter 2

 

Title: Precious Person

 

Author: Han Eunwon

 

Main Cast:

Choi Minho

Lee Sooran (Imagine You)

Lee Taemin

 

Support Cast:

Park Hyena

Kim Jonghyun

Etc

 

Length: Sequel

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: G

 

Happy Reading^^

 

“Annyeong Sooran-ah…” Sapa orang itu sambil tersenyum manis pada Sooran. Sooran tidak balas menyapa, hanya sekedar membalas senyum namja itu saja sudah malas. Sooran malah melengos melewati namja itu menuju Appanya.

“Ini ada Dokumen penting Appa yang tertinggal di rumah” Sooran memberikan Dokumen tersebut pada Tuan Lee. Bukannya menerima Dokumen itu, Tuan Lee malah menatap Sooran tajam. “Appa, waeyo?”

“Apa Appa pernah mengajarkan padamu untuk tidak membalas sapaan orang lain!? Kalau seperti itu, kau tidak punya sopan santun!!” Bentak Tuan Lee pada Sooran. Sooran hanya bisa menatap Tuan Lee dengan tatapan memelas, Appa yang tidak pernah sekasar ini padanya tiba-tiba membentaknya karena masalah kecil yang bahkan menurut Sooran itu bukanlah masalah.

“Appa…” Mata Sooran sudah memanas, “Aiisshh… Annyeong Choi Minho-ssi” ucap Sooran sambil menunduk sedikit. Minho hanya menyeringai melihat tingkah gadis bocah di hadapannya.

“Lain kali jangan begitu…” Suara Tuan Lee melunak lalu menepuk bahu Sooran, dan bertanya kemudian “Kau sudah makan siang?”.

“Belum… Ayo kita makan Seafood!!!” Seru Sooran semangat kembali. karena Seafood, mood nya naik drastis.

“Kalau begitu, saya pamit dulu ya Ahjussi, Annyeong…” Saat Minho hendak berjalan keluar, dia ditahan oleh Tuan Lee.

“Minho, kau mau temani Sooran makan di restoran Seafood di sebrang jalan? Aku ada rapat 5 menit lagi, Tadi katamu kau belum makan siang…” Seru Tuan Lee, Sooran membelalakkan matanya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa suara.

“Ah, boleh, kebetulan aku juga sedang bingung mau makan dimana. Ayo Sooran…” Minho tersenyum pada Sooran, Sooran mengalihkan pandangannya dan berjalan duluan keluar ruangan Appanya.

Sooran terus berjalan diikuti Minho di belakangnya, sampai saat mereka sudah berada di luar gedung, dengan cepat Sooran menghentikan sebuah taksi. Minho hanya memperhatikan Sooran, tapi ia langsung menghampiri Sooran dengan cepat ketika Sooran menaiki taksi tersebut dan hendak pergi. “Kau mau kemana?”

Sooran menurunkan kaca jendela taksi dan berujar ketus, “Pulang, memangnya mau apalagi disini?”.

“Kau tidak mau makan seafood denganku? Kata Appamu, kau sangat suka seafood”

“Aku memang menyukai seafood, sangat suka. Tapi kalau makan denganmu, aku tak berselera makan!” Sooran menutup kaca jendelanya dan taksi mulai berjalan meninggalkan minho yang terlihat sangat kesal.

“Aiisshh dasar… selamat Lee Sooran, kau yeoja pertama yang menolak makan denganku!”

***

 

Sooran POV

“Lalu kau menolak Ahjussi itu??!” Tanya Hyena padaku saat bell istirahat dan kami berdua malah mengobrol di kelas yang sudah sepi dari tadi.

“Ne, aku sudah tidak suka dengannya sejak pertama kali bertemu, aku menganggapnya Ahjussi mesum semenjak dia menyodorkan buku NC21 padaku waktu itu…”

“Tapi kau tak pernah menolak siapapun yang mengajak mu makan seafood selama ini! aneh…” ujar Hyena. Aku hanya menggeleng tak mengerti. “Apa Ahjussi itu sangat jelek sampai kau tak mau makan dengannya?”

“Ani…!!” Aku menggeleng cepat. “Dia tidak jelek, tidak sama sekali!”

“Lalu?”

“Molla…”

“Annyeong…” Terdengar suara dari arah pintu, dan saat aku menoleh, kulihat namja yang selama ini selalu mencuri perhatianku, namja yang selalu ada di pikiranku, tengah berdiri di depan pintu kelas kami, tersenyum kearahku dan Hyena.

“Taemin? Ada apa kau kesini? Mencari Sooran ya??” Hyena beranjak menghampiri Taemin sambil sesekali menggodanya.

“Hehe, Annyeong Sooran…” Taemin tersenyum dan melambai padaku.. Ohhh,, rasanya aku ingin terbang jauh saat melihat seyuman Taemin yang sangat manis itu. Aku hanya bisa membalas senyumnya, mulutku kaku sekarang hingga tak bisa bergerak untuk bicara.

Taemin hanya berbincang dengan Hyena sebentar dan lalu kembali pergi. Aku hanya senyum-senyum sendiri membayangkan senyumannya tadi. “Hey!!!” Seru Hyena membuyarkan lamunanku.

“Aiisshh kau mengagetkanku, Hyena!!”

“Tadi aku minta pada Taemin untuk mengantarmu pulang, dan dia setuju!”

“Jinjja?? Omo omo~ Gomawoyo Hyena-ya!!!” Seruku sambil melompat-lompat riang. Tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu, dan aku langsung tartunduk lemas, “Hyena, aku ada janji dengan Appa nanti saat pulang sekolah, dan Appa akan menjemputku… Otte??”

“Mwo?? Aigoo~ malang sekali nasibmu… Artinya hari ini adalah hari tanpa Taemin…” Hyena berubah jadi ikut lemas tak bersemangat.

“Humm,, tak apalah, masih ada banyak waktu bersama Taemin, semoga saja…”

“Yah… semoga saja…”

*

Saat pulang sekolah, kulihat mobil Appa sudah bertengger di depan sekolahku, pasti ia akan mengajakku makan di restoran seafoodku, biarlah tak ada Taemin yang penting aku mendapatkan seafoodku, haha!!

“Appa….!!! Kita mau kemana??” Tanyaku senang, walau aku sudah tahu jawaban apa yang akan Appa berikan.

“Kemana lagi? Pastilah restoran seafood kesukaan my princess laa…” Ujar Appa, aku tersenyum senang dan langsung menaiki mobil Appaku.

Benar saja, mobil Appa berhenti tepat di restoran seafood yang berada tepat di sebrang gedung perushaan Appa. Appa segera turun dan membukakan pintu mobil untukku, “Silahkan Princess…”

“Thanks, My King!!!” Ujarku senang dan langsung melompat keluar. Appa berjalan duluan ke dalam restoran, aku menyusul dan menggandeng tangannya dengan erat.

Kami duduk di kursi vip, tempat biasa aku dan Appa makan disini. Seorang pelayan menghampiri tempat kami. “Mau pesan apa Tuan, Nona?”

“Aku pesan lobster, cumi bakar, udang, kepiting telur, ikan kerapu dan minumnya ice mocha frappe freeze dan Orange Juice…” ujarku dan di catat oleh pelayan itu, lalu pelayan itu langsung pergi saja meninggalkan kami. “Hey, mau kemana kau!?”

“Ada apa lagi nona? Mau pesan lagi?” Tanyanya seramah mungkin.

“Appa ku belum memesan, kau main pergi saja! Kau pelayan baru ya??”. Pelayan itu kembali memeriksa catatannya lalu menatapku tidak percaya.

“Bukankah ini sudah di pesan untuk dua orang?” Tanyanya heran.

“Aniyo, itu hanya untukku.. Appa ayo pesan!” Kulihat Appa tertawa kecil, lalu mulai memesan. Aku kan memang biasa memesan semua makanan ini setiap makan seafood, sepertinya dia memang pelayan baru disini. Pelayan itu hanya tersenyum-senyum menahan tawanya.

“Kau makan banyak sekali, princess!” Ujar Appa setelah pelayan itu pergi.

“Huh? Aku memang selalu makan segitu apabila sudah ada disini…”

“Tapi sepertinya pelayan tadi belum tahu…”

“Huh…” Aku mengalihkan pandanganku dari Appa, menatap sekeliling restoran dengan malas. Tiba-tiba mataku menangkap sesuatu yang tidak kusukai, wanita itu, berjalan ke arah kami. Appa menoleh begitu wanita itu memanggilnya. Mood-ku langsung menurun drastis begitu dia duduk di sebelah Appa.

“Annyeong Sooran-ah…” sapanya. Aku hanya menatapnya enggan.

“Sooran, cepat beri salam pada Sekretaris Kim! Dia akan bergabung dengan kita untuk makan, siang ini” Appa menatapku tajam, aiisshhh menyebalkan sekali! kenapa wanita ini mengganggu makan siangku dengan Appa sih!!

“Annyeong…” ujarku malas.”Aku ingin ke toilet”. Langsung saja aku beranjak meninggalkan tempat kami, aku tak akan betah duduk satu meja dengan Sekretris genit yang selalu menggoda atasannya. Masa bodoh dengan makanan yang tadi kupesan, walaupun aku sangat lapar sekarang ini, tapi aku tak akan pernah mau makan bersama wanita itu!

***

Minho POV

“Sebaiknya kita rapat untuk masalah ini besok…” Ujar Mr. Kim, saat dia, aku, dan Ayahku sedang makan siang di restoran seafood dekat kantor Tuan Lee. Sedari tadi aku hanya menatap ke arah gedung perusahaan Tuan Lee yang berada di seberang restoran ini, barangkali aku bisa menemukan Sooran dan mengajaknya jalan-jalan agar bisa pergi dari sini segera.

“Iya Mr. Kim, kebetulan jadwalku untuk besok sedang kosong” Ujar Appaku masih sambil tersenyum.

“Oh ya, kapan aku akan mendengar kabar baik darimu, Minho? Ku dengar Kau masih sendiri ya?” Mr. Kim beralih berbicara padaku, pembicaraan yang paling tak ku suka.

“Ah… Iya, Mr. Kim, segera…” Ujarku ragu, lalu kembali mengalihkan pandangan ke sekeliling resoran. Sedetik kemudian, mataku menangkap sesuatu, seorang gadis yang kukenal, yang dari tadi ku cari-cari, sedang berjalan sambil memberenggut kesal menuju toilet wanita. Dapat kulihat dari raut wajahnya, pasti ia habis mengalami kejadian yang sangat menyebalkan karena wajahnya yang terlihat sangat kacau berantakan.

“Hmm… Maaf Mr. Kim, Ayah, aku ingat ada urusan… Aku harus segera pergi, Annyeong…” tanpa menunggu jawaban dari mereka, aku langsung berlari kencang ke arah toilet wanita dengan sangat riang. Tentu saja aku hanya menunggu di depan pintu toilet. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu saat melihat Sooran tadi, seperti perasaan senang luar biasa (?), Ah mungkin hanya persaanku saja.

Beberapa menit kemudian kulihat Sooran keluar dari dalam toilet dan sedikit terlonjak saat melihatku. “Kau!? Bagaimana bisa ada disini!?? kau mengikutiku ya!??”

“Ani, aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu disini. Dan saat kulihat wajahmu kusut, langsung saja ku datangi” Ujarku jujur. “Kau kenapa?”

“Hm? Aniyo…” Suaranya melembut. “Mau makan diluar?” Ajaknya yang mebuatku agak tersentak, “Bukan bermaksud apa-apa, aku hanya lapar…”

“Haha… kau mengajakku makan?? Ayo!!” Ujarku riang dan merangkulnya keluar restoran. “Memangnya ada apa dengan restoran ini? Bukankah kau sangat suka menu-menu disini?”

“Jangan banyak tanya sebelum aku berubah pikiran!!” Serunya kesal dan melepaskan rangkulanku.

“Aiisshhh iya iya!!”

*

Karena permintaan Sooran, kami makan Tteokbokki di kedai pinggir jalan yang letaknya tak jauh dari restoran seafood tadi. Aku terpaksa makan lagi hanya untuk menemaninya makan, dari caranya makan, aku bisa menebak dia pasti sangat lapar. Sebenarnya pertanyaanku dari tadi adalah, ‘kenapa anak ini bisa sampai meninggalkan seafoodnya??’

“Sooran-ah, kau kenapa sih, pergi dari restoran seafood dan makan di kedai begini?” tanyaku saat dia sudah menyelesaikn makannya.

“Hmmm……” dia menggumam tak jelas lalu menatapku. Ku letakkan kedua tanganku di bahunya, “jawab aku!”.

“Sebenarnya… Tadi aku sudah pesan makanan, tapi karena ada wanita itu aku jadi malas makan…” Ujarnya malas sembari menyingkirkan tanganku.

“Wanita itu? Siapa?”

“Sekretaris Appa ku di kantor, dia wanita yang sangat genit!!”

“Appamu menyukainya?”

“Molla…” ia hanya menggeleng lemas.

“Sudah makannya? Mau tambah lagi?” tanyaku sambil mengeluarkan dompetku untuk membayar makanan. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan pipi yang di gembungkan, lucu sekali haha…

Setelah kubayarkan semua makanan, kuhampiri lagi Sooran, “Hey, mana ponsel mu?”

Dia mengeluarkan ponselnya dan memberikannya padaku, “Mau apa kau Ahjussi??”

“MWO!? Kau memanggilku apa?? Ahjussi?? OMO~ aku tidak setua itu!!!” seruku tak terima, aiisshh gadis bocah ini benar-benar menyebalkan!

“Eh? Lalu apa? Kau terlihat seperti orang kantoran…” Ujar Sooran tampak kebingungan.

“Aku memang orang kantoran, tapi umurku masih 24 tahun, jadi panggil aku Oppa!!!” ujarku cepat sambil mengetikkan nomer ponselku di ponselnya, lalu mengembalikan ponselnya, “Ini, nama kontak nya Minho Oppa”

“Hm? Minho Oppa…” Ujarnya pelan, sangat pelan tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas.

“I Like it! Panggil aku Minho Oppa, arra??”

“Ne, Minho Oppa…”

“Mau pulang? Ku antar ya??” Tawarku pada Sooran.

“Ah, good idea!!”

*

“Sooran-ah, boleh aku bertanya sesuatu??” tanyaku saat aku dan Sooran sedang dalam mobilku menuju rumah Sooran.

“Apa? Tanya saja…”

“Kenapa sebelumnya kau tak pernah semanis ini padaku? Kau selalu ketus…”

“Hm? Itu… Kenapa ya??” Sooran mengingat-ingat.

“…”

“karena Oppa memberiku sebuah ‘buku yang tak aku sukai’ saat aku menunggu Appa rapat waktu itu…”

“Eh? Buku apa? Ah iya aku ingat!!! Hehe,, itu bukan buku ku… Dan aku memberikan mu buku itu agar kau diam, anak kecil!” Kataku sambil tertawa kecil dan mengacak rambutnya.

“Dan saat itu juga aku berpikiran kau adalah Ahjussi Mesum!!” Seru Sooran sambil menekankan suaranya pada kata ‘Ahjussi Mesum’. Aku hanya membalasnya dengan tertawa keras.

“Hehe, jangan anggap aku Ahjussi Mesum… Anggap aku Oppamu yang paling baik, Arra??”

“Ne, Arraseo Minho Oppa…” Ujarnya sambil tersenyum manis, senyum pertama yang pertama kali ku lihat dari seorang Sooran, dan entah kenapa aku sangat senang karenanya.

***

Author POV

Saat itu hari sudah hampir gelap dan Tuan Lee belum mendapati putrinya berada di rumah, dia sangat cemas dan terus bertanya-tanya dimana Sooran berada sekarang. Tiba-tiba bell berbunyi, Tuan Lee langsung berlari menuju pintu untuk membukakan pintu berharap anaknya lah yang pulang. Dan benar saja, Sooran berdiri di depan pintu, Dia menatap Appa nya sebentar lalu melangkah cuek menuju kamarnya.

Sooran masih kesal karena Appa mengundang Sekereris Kim di waktu makan siang special mereka berdua. Ia merasa di duakan oleh Appanya karena Appanya selalu membela sekertaris Kim, Sooran takut Appa nya juga memiliki rasa pada Sekertaris Kim.

“Sooran… Buka pintunya dong…” Sejak dua jam yang lalu, tuan Lee terus mengetuk pintu kamar Sooran, tapi tak ada jawaban dari dalam.

“Sudahlah Appa… jangan ganggu aku, aku sudah melupakan semuanya…” Akhirnya Sooran angkat bicara, tapi tetap tidak pindah dari posisinya, ia tetap duduk di pinggir ranjang menatap majalah-majalah minggu lalu.

“Baiklah… Tapi jangan sampai kau tak makan malam ya!”

“Ne…”

Akhirnya Tuan Lee membiarkan putrinya untuk sendirian dulu. Didalam kamar, Sooran bosan dengan majalahnya-yang sebenarnya dari tadi hanya dia tatap. Sooran menggapai ponselnya yang terletak di meja belajar. Banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya, dari Appa, Hyena, dan… Taemin. Tapi entah kenapa, Sooran tidak terlalu senang menerima pesan dari Taemin, sekarang dia sedang menunggu seseorang yang lain menghubunginya. Sooran merubah pandangannya tentang Choi Minho, menurutnya Minho adalah Oppa yang baik, dan dia bisa merasakan itu saat tadi Minho menemaninya makan dan mengantarnya pulang.

Ponsel Sooran berdering, “Minho Oppa… Omo!!!” Sooran terlonjak senang setelah membaca siapa nama yang tertera di ponselnya, dia melompat-lompat kegirangan di atas kasurnya dan lalu mengangkat ponselnya.

“Yoboseo Sooran…” Ujar seseorang di seberang sana.

“Yoboseo, Minho Oppa…!!”

“Hahaha kau menunggu telpon dari ku ya?? Suaramu terdengar sangat senang…” Goda Minho pada Sooran.

“Mwo!? Aniyoo~ Aku sama sekali tidak menunggumu, sekarang sudah malam, aku ngantuk…” ujar Sooran kesal.

“Ngantuk? Yasudah sana anak kecil tidur! besok kau sekolah kan?”

“Ne Oppa… Yoboseo…” Sooran menutup telpon singkat nya dengan Minho dengan sedih, dia sedih karena hanya sebentar bisa berbincang dengan Minho, tapi pada kenyataannya, Sooran lah yang berkata ingin mengakhiri telponnya dengan Minho.

“Hooaahhmmm~” Sooran menguap dan mulai terlelap tidur.

***

“YAA!! Kenapa kau tidak membalas pesanku??” Seru Hyena begitu Sooran masuk ke kelas. Sooran hanya menggeleng. “Taemin juga, katanya kau tidak membalas pesannya…”

“Oh ya!? Ada pesan dari Taemin juga, tapi aku tak membalasnya… Aisshh babo babo!!” rutuk Sooran pelan pada dirinya sendiri, lalu berujar “Mian, aku tak sempat memeriksa ponselku”

“Aiisshh memangnya kau ada kesibukan apa sampai tak sempat memeriksa ponselmu, huh?”

“Aniyo…” Ujar Sooran Lemas.

“Apa yang terjadi, Sooran…?”

“Sekertaris Kim menggoda Appa lagi…”

“Aiisshh, sekertaris Kim yang di kantor Appamu itu!? Ayo bawa aku kesana, akan kuberi dia pelajaran!!” Seru Hyena emosi.

“Tapi… Sepertinya Appa juga tertarik dengan dia…”

“Mwo?? Kau harus bilang pada Appamu bahwa kau tak suka dengan wanita itu…”

“Akan kubilang nanti… Sekarang, mari kita ganti topik karna aku tak suka membicarakan ini…”

“Apa? mollayo…”

‘Trriiiinnngggg!!!!!!!!!!!’ bell tanda masuk sekolah berbunyi, dan anak-anak kembali ke tempat masing masing.

**

“Sooran!!” Panggil seorang namja yang setengah berlari menuju Sooran. Sooran yang tengah berjalan dengan teman-temannya, Hyena, Eunwon, Hyowoo, dan Seori, menoleh. Ke-empat temannya terperangah menatap namja yang tadi memanggil Sooran, Sooran membelalakkan matanya.

“Minho Oppa, apa yang kau lakukan disini!!” Tanya Sooran setengah berbisik.

“Menjemputmu, Sekolahmu lumayan jauh ya…” Ujar Minho santai.

“Aiisshh, kembali ke mobilmu dan tunggu aku disana!” Seru Sooran kesal dan kembali ke teman-temannya yang masih terus menatap minho kagum.

“Yaa!! Kalian sedang apa??” Seru Sooran membuyarkan lamunya keempat temannya.

“Sooran, jangan bilang dia adalah namja yang waktu itu kau bilang ‘Ahjussi’!!” Ujar Hyena ragu-ragu.

“Sayang sekali, tapi dialah Ahjussi mesum itu.” Ujar Sooran mantap dan menyeringai.

“Dia sangat Tampaannn!!!! Seperti pengeran-pengeran di negeri dongeng!!!” Seru keempat temannya bersamaan.

“Jangan melebih-lebihkan, dia tidak sebagus itu! Well,, aku duluan ya!!” Sooran berlari menuju mobil Minho. Keempat temannya hanya bisa memberenggut kesal karena Sooran tidak memperkenalkan namja itu pada mereka.

“Itu tadi siapa?” Tanya seorang namja yang tanpa mereka sadari sudah ada di antara mereka sejak tadi.

“Huh? Taemin? Sejak kapan kau disini?” Tanya Seori menatap Taemin bingung.

“Sudah dari tadi… Tadi siapa yang bersama Sooran?” Taemin mengulang pertanyaannya lagi.

“Mollayo,, dia tidak memperkenalkannya pada kami…” Hyena angkat bahu lalu menyadari sesuatu, lalu ia menatap Taemin dan tersenyum penuh arti padanya.

“Hm, Wae??” Taemin yang menyadari tatapan Hyena langsung salah tingkah.

“Kau… Cemburu ya???” Selidik Hyena dengan curiga.

“Huh? Aniyo!!!” Taemin menggeleng-gelengkan kepalanya dan lalu melesat pergi, tidak kuat dengan para Yeoja yang menyerangnya, yeoja-yeoja tersebut hanya bisa tertawa keras melihat tingkah taemin.

To Be Continue . . .

A/N : Sekali lagi mian ya kalo masih banyak Typo~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

22 thoughts on “Precious Person – Part 2”

  1. Hayolo Taemin…… Hayolo minho(?)…
    Hmm bisa banget sooran berubah jadi manis gitu sama Minho. Yaaww minho nya juga ikutan manis kaan. Saya melting kan jadinyaaa haduuh
    Lanjut yaaaaa 😀

  2. wow,
    critanya mkin seru,
    aigo,
    minho… Kasihan skali drimu,
    cakep2 gitu dbilang ahjussi mesum,
    ckckck..,
    ciee…. Taemin suka sooran,,,
    lanjuutttt……

  3. Aaaaaaaaaa
    Ajushi mesum bikin taemin cemburu
    Jadi lucu liat taemin cemburu
    Garagara sms ama telfonnya ga diangkat
    Giliran minho aja wwkwkwkw
    Lanjuut

  4. huwaaa lucu bgt !!! suka pas bgian sooran banyak pesenannya … !!
    huwaaaaa suka…suka…
    minhoo kasian bgt di kasih nma ahjusi mesum ?!!

    taeminnn huwaa kasian .. soooran taemin tuh .. 😦
    ayoo lanjutannya di tunggu !!

  5. wahhahahahha…. minho ahjussi? kemudaan deh kayaknya. oooo ternyata sooran juga mulai suka sama minho. taemin juga suka sama sooran ya? kok cepet banget? thor critanya agak dilamain ya..biar tambah seru.
    lanjut….

  6. Wkwkkwkwkw
    Gak kebayang minho muncul did sekolah x_x x_x
    Lucu bgt sih kalo udah baikaaaan :3
    Taemin janganjangan suka lagi…omo….
    Jangan dong!!!
    Jadi minho bisa sama sooran kekeke

  7. Kyaaa, Love triangle >.<
    Wkwk, jdi si ahjussi mesum emang suka sooran, sooran suka ahjussi mesum, sooran gk trlalu suka taemin, taemin suka sooran (?)
    wkwk, maaf bikin plot cerita ndiri, thor wkwk xDv
    Lanjuut xD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s