I Lost You, Nae Chagiya…

I LOST YOU, NAE CHAGIYA…

Author : Mega Flaminho

Main cast :

–          Choi minho

–          Lee Hyera

–          Oh Nara

Length : one shoot

Genre : Romance, sad

Rating : General

A.N : ini ff pertamaku, jadi mohon dimaklumi jika gaje+membosankan…

Mohon batuannya, I need ur comment^^. Gomawo buat admin, udah nge-publish ff ku ^_^

Credit song :

–          Please don’t go

–          In my room

Summary : Mungkin memang susah melupakan seseorang yang sudah kamu anggap sangat berarti dalam hidupmu. Tapi bukankah untuk mencapai sesuatu yang kau inginkan memang membutuhkan suatu perjuangan ataupun pengorbanan?

 

HYERA  POV

Aku berjalan sendiri di jalanan yang sepi ini. Tubuhku terasa membeku jika mengingatnya. Mataku tetap tertuju pada jalanan, tetapi pikiranku melayang entah kemana. Ini memang saatnya untukku menyadari semua kenyataan ini. Meski menyakitkan sekalipun, tapi aku harus tetap menerimanya. Tak ada yang bisa kulakukan untuk memintamu tetap disisiku. Aku tau semuanya sudah terlambat, tapi apakah memang sudah tak ada lagi bagiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya?.  Aku tau bahwa aku yang salah, dan aku telah menyadarinya………… aku kehilanganmu…….

FLASHBACK

AUTHOR POV

“oppaaaaaaaa !”, teriak seorang yeoja berperawakan cantik menghampiri seorang namja yang dipanggilnya ‘oppa’.

“hyera..apa yang kau lakukan disini?”, tanya namja itu.

“o? apakah salah jika seorang yeojachingu menghampiri namjachingu nya yang kelihatan lelah setelah menyelesaikan tugasnya?”, tanya yeoja itu bingung.

“ah, aniya..bukan begitu maksudku. Bukankah kau ada mata kuliah hari ini? Kenapa malah menemuiku disini?”, tanya namja itu lagi takut jika yeojanya salah paham.

“sebenarnya begitu, tapi tiba-tiba saja kami mendapat kabar kalau dosennya tidak datang. Jadi aku berinisisatif untuk menemui oppa disini, karena aku yakin oppa pasti akan langsung ke taman ini sepulang kuliah. Dan tebakanku benar kan? Hahaha”, hyera memerkan senyuman termanisnya yang membuat namja itu ikut tersenyum dan mengacak rambutnya.

“tebakanmu memang selalu benar. Kau pasti tau apa saja yang akan aku lakukan. Hm,, bagaimana jika kita berkeliling di sekitar taman ini? Sekalian untuk menyegarkan pikiran kita. Eotthe???”, hyera terlihat berpikir sebentar dan langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

MINHO POV

Aku sedang berjalan menyusuri taman bersama yeojachinguku, hyera. Dia adalah yeoja yang imut dan ceria. Kami sudah berpacaran selama satu tahun . Tapi tidak pernah sekalipun aku merasa jenuh ketika berada disampingnya. Senyumnya selalu memberi semangat yang baru untukku. Ia selalu bisa membuatku tersenyum dengan senyumannya yang manis itu. Aku merasa sangat beruntung memiliki yeojachingu sepertinya. Bahkan aku merasa tidak ingin melepasnya meski hanya untuk sedetik. Tanpa sadar aku terus memandanginya ketika berjalan tanpa mendengar semua ocehannya.

“oppa, waeyo? Kau tidak mendengarku dari tadi? Ah, menyebalkan…”, dia memajukan bibirnya yang membuatnya semakin lucu.

“ahaha, mianhae chagi~ bukannya aku tidak mendengarmu, tapi aku terlalu serius memperhatikan wajahmu…”, godaku  pada yeoja yang bersamaku ini.

“ah, jinja? Wae? Apakah ada sesuatu diwajahku, oppa?”, tanya hyera dengan kepolosannya.
“ne, tenang. Ada sedikit noda di pipimu..”

CUP

Aku  mencium pipinya  sekilas, “nodanya sudah kubersihkan..”, kataku sambil tersenyum puas.

“ah oppaaaa, kau membohongiku. Mencari kesempatan saja…”, hyera semakin memajukan bibirnya.

“hahaha. Bercanda chagi, masa itu aja kamu ngambek. Masih mendingkan namjachingumu yang mencium pipimu, daripada namjachingu orang lain? Kekeke”, jawabku  cengengesan melihat tingkah yeojaku ini.

“ne, ne arasso oppa. Aku rela seperti itu daripada dengan namja lain…”, jawab hyera.

“gitu dong, itu baru yeojaku. Hahaha”, aku hanya bisa tertawa melihat wajahnya yang sedang malu seperti itu jika kugoda. Hahaha lucu sekali yeojaku ini.

AUTHOR POV

Setelah berjalan-jalan mengelilingi taman, Minho mengantarkan hyera pulang ke rumah karena hari sudah mulai senja.

“gomawo oppa, sudah mengantarku pulang. Aku sangat senang hari ini karna bisa menghabiskan waktuku bersamamu lagi. Aku harap kita bisa seperti ini selamanya.”, kata hyera sambil tersenyum setelah sampai di depan rumahnya.
“ne chagi… jangan bicara seperti itu, aku pasti akan bersamamu selamanya. Mana mungkin aku rela melepas yeoja seperti dirimu.”, jawab minho yang membuat semburat merah di pipi hyera.

“benarkah? Kau membuatku malu oppa. Kalau begitu, sampai jumpa. Hati – hati di jalan, jangan kebut-kebutan bawa motornya”, hyera memperingati namjanya.

“ne ne ne, sampai jumpa nae chagi… jaljayo, jangan lupa mimpikan aku~”, jawab minho seraya melajukan motor besarnya pergi meninggalkan rumah hyera.

HYERA POV

Hari ini aku ada kuliah pagi, malasnya pergi kuliah hari ini. Dari tadi aku hanya berharap agar dosennya tidak datang lagi.kekeke

“Hyeraaaa !”, aku menoleh ke belakang ketika mendengar seseorang menyebut namaku.

“ah, nara. Ada apa?”, tanyaku pada nara, teman terbaikku.

“aniya, aku hanya ingin berbincang denganmu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu semenjak kepergianku ke London. Bogoshipoyo hyera~”, jawab nara sambil memelukku.

“ah, aku juga merindukanmu. Bagaimana kalau setelah mata kuliah kita duduk di taman belakang kampus? Aku juga ingin mendengarkan ceritamu selama di London.”, jawabku dan nara pun menyetujuinya.

“hah, mianhae. Apakah kau sudah lama menunggu?”, tanyaku ketika melihat nara sudah duduk di salah satu bangku taman kampus.

“aniya, aku juga baru sampai. Ayo duduk, kelihatannya kau capek berlari kesini. Hahaha”, jawab nara masih dengan senyumnya yang lama sudah kurindukan sejak setahun kepergiannya ke London.

“kau tau saja.kekeke. jadi apa yang ingin kau ceritakan kepadaku? Aku rasa kau memiliki cerita yang menarik kali ini.”, tanyaku dengan penasaran.

“ah, geure. Kau tau, umma menelfonku sehari sebelum kepulanganku ke Seoul. Umma bilang dia akan menjodohkanku dengan anak temannya. Awalnya aku memang menolak, tapi setelah bertemu dengan namja itu, aku rasa aku mulai mencintainya.”, cerita nara yang membuatku semakin bersemangat mendengar ceritanya. Baru kali ini ia bercerita tentang namja padaku, biasanya ia selalu terlalu fokus dengan pendidikan.

“kau membuatku penasaran. Jadi kau sudah mencintainya? Begitu cepatnya?”, tanyaku.

“ne, aku yakin aku sudah mencintainya. Memang kedengarannya sedikit aneh, jatuh cinta pada namja yang pertama kali aku temui bahkan aku tidak mengenalnya.”, jawab nara sambil tersenyum-senyum.

“kau harus memberitahuku siapa namja beruntung yang mendapatkan hatimu, nara. Aku sangat penasaran.”, aku ikut merasakan kebahagiaan temanku ini.

“ne, pasti aku akan mengenalkannya padamu. Namanya minho..”, jawab nara yang langsung membuat mataku terbelalak tak percaya. Mungkinkah namja yang dimaksud nara adalah minho oppa, choi minho?. Tapi minho oppa tidak pernah memberitahuku tentang perjodohan ini. Terakhir kami bertemu di taman, dia hanya bilang akan sibuk beberapa hari mendatang karena kuliahnya,

“hyera, kau kenapa?”, tanya nara padaku heran.

“ah, aniya. Aku tidak apa-apa. Hm, apakah namja itu juga mencintaimu, nara?”, tanyaku hati-hati.

“mollaso, aku lihat dia sedikit dingin padaku. Kata ummanya, dia memang namja yang sedikit dingin pada yeoja. Tapi aku akan berusaha membuatnya mencintaiku, ah aku sungguh tergila-gila padanya.”, untung saja nara tidak mencurigaiku.

“nara-ya, aku pulang duluan ya. Badanku sidikit lemas, mungkin karena kelelahan.”, aku benar-benar sudah tidak tahan sekarang. Aku tidak tau apa yang harus kukatakan pada nara.

“ne, sampai jumpa hyera~”

Nara adalah teman terbaikku selama ini. Setelah kepergian umma dan appa, aku selalu mengurung diri di rumah. Aku tidak mau bertemu dengan siapa pun. Aku belum bisa menerima kenyataan bahwa aku harus hidup seorang sendiri di dunia ini. Tiba-tiba nara datang dan meyakinkanku bahwa aku tidak sendiri. Dia memintaku untuk tinggal di rumahnya, tapi aku menolak. Umma dan appanya pun berjanji akan membiayai pendidikanku sampai aku mendapatkan pekerjaan dan bisa membiayai hidupku sendiri. Mereka sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Namun, setelah tamat SMA nara mendapat beasiswa ke London. Aku harus kehilangannya lagi, tapi sekarang dia kembali ke Seoul karena ummanya memaksa menjodohkannya dengan seorang namja. Apa yang harus kulakukan jika namja itu benar-benar minho oppa? Apakah aku harus mempertahankan minho oppa dengan ke egoisanku ini?. Tapi nara juga begitu berharga bagiku, dia yang selama ini menemaniku dalam kesepian ketika aku kehilangan orang-orang yang sangat berarti di hidupku. Nara lah yang mengembalikan senyumku yang dulu hilang karena kehilangan umma dan appa. Bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidup, karena aku tidak akan sanggup menjalani hidup tanpa mereka. Tapi, nara dan keluarganya memberikan keyakinan padaku agar aku bisa bertahan. Mungkin ini saatnya aku memberi kebahagiaan untuk nara, aku akan membalas jasanya dan keluarganya. Aku harus membicarakan ini dengan minho oppa besok.

AUTHOR POV

“annyeong nae chagi. Seminggu tidak bertemu denganmu membuatku begitu merindukanmu. Bagaimana kabarmu?”, tanya minho ketika melihat yeojanya sudah menunggu di taman tempat biasa.

“annyeong oppa, aku juga merindukanmu. Oppa, ada yang ingin aku tanyakan?”, tanya hyera ragu-ragu.

“waeyo? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa yang ingin kau tanyakan?”, tanya minho.

“apakah benar oppa dijodohkan dengan yeoja yang bernama nara? Kenapa oppa tidak pernah menceritakannya kepadaku?”, tanya hyera yang membuat minho terdiam.

MINHO POV

“apakah benar oppa dijodohkan dengan yeoja yang bernama nara? Kenapa oppa tidak pernah menceritakannya kepadaku?”, tanya hyera yang membuatku langsung  terdiam. Darimana dia tau tentang perjodohan ini. Apa yang harus kukatakan sekarang?. Aku tidak rela melepaskannya, tapi umma dan appa sangat memaksaku untuk menikah dengan yeoja itu. Aku tidak tega melihat hyera seperti ini, apalagi kalau melihatnya sampai menangis karnaku. Setetes air matanya bagaikan jarum yang jatuh dan menusuk jantungku.

“hyera, dengarkan penjelasanku dulu. Sebenarnya aku ingin menceritakannya padamu. Umma dan appa memaksaku untuk menikah dengannya. Aku sudah bilang kepada mereka bahwa aku mencintaimu, tapi mereka tetap memaksaku. Aku tidak bisa melepasmu begitu saja.”, aku menjelaskan semuanya pada hyera. Kulihat air matanya langsung jatuh dan membasahi pipinya.

“sudah cukup oppa, aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak bisa menjalani semuanya tanpa persetujuan orangtuamu. Sebaiknya kita harus berpisah. Ini demi kebaikan kita dan juga nara.”, jawab hyera dengan tangisnya.

“bagaimana bisa aku melepasmu? Aku masih mencintaimu hyera, aku tidak pernah sedikitpun mencintai nara. Aku mohon jangan lakukan ini padaku. Dan aku yakin bahwa kau masih mencintaiku.”, aku mulai terisak.

“hentikan semuanya oppa. Aku tidak bisa! Tolonglah mengerti bagaimana posisiku, nara begitu berarti bagiku. Bahkan dia ada sebelum kau ada disisku oppa. Aku mohon, lupakan aku. Kalau kau benar-benar mencintaiku, cintailah nara. Maka dengan itu kau sudah membuatku bahagia. Aku akan pergi ke Jepang besok, appa nara memberiku kepercayaan untuk melanjutkan usahanya disana, aku juga akan melanjutkan kuliah disana.”, jawab hyera yang membuatku semakin sesak. Bahkan aku hampir lupa bagaimana caranya bernafas.

“hyera, apa maksudmu? Kau tidak bisa memutuskan ini sendiri..”, aku merasa susah bicara karena kehabisan nafas.

“mianhae oppa, aku yakin bahwa kau masih mencintaiku. Dan aku yakin kau akan mencintai nara, karena kau ingin melihatku bahagia. Annyeong oppa…”, hyera langsung berlari pergi meninggalkanku begitu saja. Apa ini? Aku tidak bisa menerimanya. Nafasku mulai tercekat, aku merasa kehilangan oksigen. Karena oksigenku telah pergi meninggalkanku begitu saja.

Apa yang harus ku lakukan sekarang?. Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu?. Bahkan dia akan pergi ke Jepang besok?. Apa aku harus mengerjarnya?. Tapi aku tidak bisa membantah permintaan umma dan appa.

“arrgh, naega pabo-ya !. andwaeyo hyera !”, erang minho sambil meneriaki kepergian hyera.

HYERA POV

Dadaku sungguh sakit. Aku tidak tau apa yang kurasakan sekarang, nafasku begitu tercekat saat mengatakannya. Aku yakin ini yang terbaik untukku, minho oppa, dan juga nara. Kebahagian mereka adalah kebahagianku. Aku yakin mataku sudah sembab sekarang, dadaku begitu sesak. Aku harus menerima keputusanku sendiri. bukankah untuk mencapai sesuatu yang kau inginkan memang membutuhkan suatu perjuangan ataupun pengorbanan?. Aku mengorbankan perasaanku. Sudah tidak ada kesempatan bagiku, jika aku tetap egois aku akan menyakiti semua orang di sekelilingku. Aku harus segera ke Jepang besok, annyeong oppa.

 

END OF FLASHBACK

HYERA POV

Aku masih mengingat malam itu, malam terakhirku di Seoul. Malam terakhirku melihat namja yang begitu kucintai. Sudah di Jepangpun aku tidak bisa melupakannya. Setelah kepergianku ke Jepang setahun yang lalu, semuanya berubah drastis. Aku tidak pernah berhubungan dengannya lagi. Bahkan aku tak tau apakah dia benar-benar jadi menikah dengan nara atau tidak. Aku sangat merindukannya. Aku merindukan senyumnya yang hanya ia berikan kepadaku. Aku merindukan perhatiannya selama ini kepadaku. Aku merindukan ciuman lembutnya di pipiku. Aku merindukan segala hal tentangnya. Tapi, apakah dia juga merasakannya?. Tidak. Dia sudah memiliki nara. Aku yakin mereka sekarang sudah hidup bahagia sekarang sebagai suami istri. Semenjak aku di Jepang, aku tidak pernah mendapat kabar tentang pernikahan mereka. Aku hanya mendapat email dari nara yang selalu bercerita tentang kesehariannya. Tapi anehnya, dia tidak pernah menceritakan tentang hubungannya  dengan minho oppa lagi. Benar, aku tak pernah memberitahunya tentang hubungan kami. Aku yakin sampai sekarang nara tidak mengetahuinya. Tak ada yang tau, aku masih mencintai choi minho. Bodohkah aku, jika aku masih berharap tentangnya?. Salahkah aku jika sampai sekarang aku masih berharap waktu berputar kembali, dan minho oppa kembali kepadaku?. Sekarang aku menyadarinya, aku menyadari perasaanku sendiri…..sarangahe minho oppa…jeongmal saranghae…..yeongwonhi….

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “I Lost You, Nae Chagiya…”

  1. huwaaaa klo di lanjutin seru bgt nih!! please author lanjutin dong … nyesek bacanya .. klo nge gantung rasanya gmna gitu ..
    ok..ok.. author … authorr baikk deh reques nih .. heheheh

    huwaaa hyera terlalu baik .. minho .. ckckck kenapa kehidupan mereka kaya gitu bgt menyakitkan .. kasian tau .. 😦
    kayaknya pepatah bersakit2 dhulu, bersenang2 kemudian .. ngak ada di sini deh .. heheheh

  2. Unnie, kirain aku minhonya bakal muncul tiba-tiba di depan Hyera, hehe… bikin sequelnya donggg.. penasaran apakah si minho jadi nikah sama nara, ishh… nyebelin banget dehhh….

    1. gomawo udh baca chingu 🙂
      tenang aja, minhonya gak jd nikah sama nara. tp nikah sama author #dibunuhflamers 😀

  3. Hiks…
    YAAA AUTHORRR MANA LANJUTANNYAAAAAA????
    NYESEK NIAN INIIII~~~~~
    BUAT MINHO NIKAH SAMA HYERAAA!!!!! BUKAN NARAA!!! HUEE…
    NYESEK OY.. OY….
    AUTHOR!! SEQUELL!! PLEEEAAASEEEE~~~~
    akh, lupakan, daebak thor… sumpahh!!!!! XDDD

  4. iya thor buat jadi sequel dong
    si hyora kayaknya baik banget sama sahabatnya, sampai merelakan dirinya sendiri

    Hyora hwaiting

    author juga HWAITINGG

  5. gomawo chingudeul ^^
    lanjutannya masih dlm proses, gomawo udah baca 🙂
    semua comment minta sequel, jd mnding d lanjutin drpd dbunuh readers 😀
    ditunggu yaa ^_^

  6. Kyaaa kurang,, masi gantung????? klow bisa dilanjutin ya??? ^^
    kasian hyera, nyesek udah numpang , pacarnya dijodoin, trus harus pergi ke jepang,, ga dapet capa-capa lagi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s