My Lovely Friend – Part 1

[FF] My Lovely Friend Part 1 of 3

Author             : zea a.k.a onzea a.k.a zesha

Cast                 : Shin chaerin, Key a.k.a kim kibum

Support Cast   : Choi minho, Choi eunra

Length             : Sequel

Genre              : Romance, a bit sad

Rating             : PG 15

A/N                 : Ini ff keduaku. Kalau kata-katanya masih banyak yang berantakan author mohon maaf. Maklum author masih belajar. So jangan lupa kritik dan sarannya. Please tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca ff ini. Dari situ author jadi lebih mengenal reader ^_^ jangan lupa kunjungi wp author juga ya!!! leezesha.wordpress.com

Happy reading~

———————————————————————————————————————

Butir-butir airmata masih mengalir deras dari kedua pelupuk mataku. Kurasakan belaian lembut dari orang disampingku. Ia tersenyum manis saat aku menatapnya, hanya senyuman itu yang selalu menguatkanku.

“ aku janji ini airmata terakhir untuk menangisi namja itu”

Dia tersenyum dan menyodorkan jari kelingkingnya padaku “yakso??”

Kutautkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya “ne, yakso” kamipun tertawa bersamaan.

~~~

“chaerin~ tunggu!!” seorang yeoja menghampiriku dengan nafas terengah-engah. Dia berhenti sejenak mengatur nafasnya. Mukanya lucu sekali.

“ ne, ada apa eunra?”

“ ige,.. untukmu” dia menyodorkan sebuah buku  lusuh padaku.

“mwo? kau memilikinya?” kataku tidak percaya.

“ ne, aku tau kau sedang mencarinya”

“omo!! gomawo eunra, akhirnya aku bisa mengerjakan tugas kim sonsaengnim. Tapi dari mana kau tau aku sedang mencari buku ini? seluruh toko buku sudah ku masuki tapi tak menemukan buku ini, dari mana kau mendapatkannya?”

“ oppa yang bilang, ehm.. maksudku menyuruhku meminjamkan buku ini padamu. Buku ini kado terakhir dari appa, dan sudah tidak diterbitkan lagi”

“ Ah, mianhae eunra seharusnya kau tak perlu meminjamkan buku penting ini padaku. Aku bisa mencari referensi lain”

“ aniyo, aku senang buku ini bisa membantumu” ucapnya meyakinkanku.

“ sekali lagi gomawo eunra aku janji akan menjaga buku ini baik-baik”

“ ne, aku percaya padamu”

~~~

Ku tarik nafas dalam – dalam, tiga jam berlalu, tapi tak juga kuselesaikan tugas ini . Detak jam di dinding kamar membuatku tersadar sudah pukul 11 malam, omo!! Aku harus segera menyelesaikannya.

Aku berjalan gontai menyusuri lorong menuju kelas pertama. Lingkar hitam di kedua mataku membuatku terlihat sangat mengerikan, seperti zombie.

Untung saja aku berhasil menahan rasa kantukku di kelas pertama tadi. Park sonsaengnim pasti akan menelanku hidup-hidup kalau aku sampai ketiduran di kelasnnya. Aku kembali berjalan gontai mencari tempat nyaman untuk tidur. Kali ini aku punya ide untuk tidur sepuasnya tanpa tergangu siapapun.

Sial!! Ada seseorang yang mendahuluiku sampai di tempat ini. Tapi, tunggu bukannya itu… “key??”

Orang yang kupanggil tak bergeming. Ku guncang-guncang tubuhnya, masih tidak ada reaksi. Apa mungkin dia pingsan?

Aku langsung berlari mencari dokter jaga. Kutarik paksa tangannya saat ku temukan dia di ruang guru.

“hey!!berhenti!! kau mau membawaku kemana??” kami berhenti sejenak.

“temanku pingsan sonsaengnim, kau harus memeriksanya. Dia di uks” dia mengerti dan berjalan mendahuluiku.

“ dimana temanmu?” tanyanya sesampai kami di uks.

“ Dia…” yang kulihat hanya ranjang kosong dan rapi. Ini aneh, aku yakin tadi dia tertidur disini. Aish~ apa mungkin dia mengerjaiku.

“ya!!! Berani-beraninya kau membohongiku chaerin!!”

“ aniyo seongsanim, tadi temanku benar-benar ada disini. Tapi sepertinya dia sudah sehat dan pergi dari sini, hehe…” ucapku asal.

“ oke, kali ini kau selamat karena aku sedang berbaik hati. Tapi tidak untuk lain kali, ingat itu!!” ucapnya tepat di wajahku.

Aish~ sial sekali aku hari ini, awas kau key terimalah pembalasanku nanti.

~~~

Seharian ini aku belum menemukan batang hidungnya, pintar sekali dia bersembunyi.

“chaerin~” ini 3 kalinya dalam minggu ini eunra memanggilku seperti itu. Kali ini apa lagi yang dia bawa.

“ ne, eunra. Hari ini apa yang kau bawa untukku?” dia terlihat bingung dengan ucapanku barusan.

“ani, aku hanya mau menyampaikan undang makan malam untukmu, ahjumma dan ahjussi ”

Ini diluar dugaan, appa dan umma pasti sangat senang menerima undangan ini. Tapi aku belum ingin bertemu dengannya. Aku berfikir sejenak, menimbang-nimang sebaiknya menolak atau mengiyakan.

Dengan berat hati kuanggukan kepalaku “ne, kami akan datang” Dia terlihat sangat puas dengan jawabanku. “gomawo, pasti oppa senang mendengarnya”

~~~

Keluargaku memenuhi undangan makan malam keluarga choi dan untuk kesekian kalinya kami dipertemukan.

Eunra tampak sangat cantik dengan dress biru selututnya, dan mini dress yang dipilihkan umma membuatku terlihat sangat mempesona. Tak kalah cantik dari eunra.

Setelan kemeja dan celana yang berwarna senada dengan dressku membuat kami sangat serasi. Dan ku akui dia terlihat tampan, bahkan sangat tampan.

 “ kau sangat cantik” bisiknya saat dia duduk disampingku. Mukaku pasti semerah tomat saat ini.

Mendadak suhu ruangan sangat panas padahal ac sudah dihidupkan, dan aku memakai mini dress tapi tetap terasa panas. Apa karena orang yang duduk disampingku ini, orang yang sedari tadi terus menggenggam tanganku dengan sangat erat. Benar-benar sulit terlepas dari genggamannya.

Omo!! Aku ingin segera keluar dari ruangan ini. Kenapa appa dan umma malah terlihat sangat bahagia menyantap hidangan makan malam mereka. Apa mereka tidak tau anaknya sedang mengalami hal mengerikan.

“ jangan menatapku seperti itu!!” aku merasa jijik terus ditatap seperti itu.

Dia mendekatkan wajahnya dan membisikan sesuatu ditelingaku “ kau milikku, wajar kalau aku terus memandangimu. Aku bahkan dapat melakukan yang lebih dari sekedar memandangimu, Chagi…” tiba-tiba tubuhku membeku. Dia membenarkan posisi duduknya dan kembali menyantap makanan dengan tenang seakan tidak terjadi apa-apa.

Aku ingin menangis dan berteriak. Tapi kusadari posisiku saat ini, aku harus menjaga perasaan kedua orangtuaku dan choi ahjumma.

~~~

Tok tok tok ~

 “chaerin~” panggil umma dari luar kamar.

“ne, umma. wae?”

“ada minho, cepat temui dia!!”

Aish~ bisakah sehari saja dia tidak mengganguku “ne” . Aku berjalan gontai menghampirinya yang sedang duduk di depan tv bersama appa. Cih~ cari mati rupanya kau minho.

Dia tersenyum saat aku menghampirinya, “ tak usah basa basi, apa tujuanmu kemari?” ucapku to the point.

“ jaga mulutmu chaerin!! Appa tidak pernah mengajarkanmu kurang ajar seperti itu, apa lagi dengan calon suamimu. Cepat minta maaf pada minho!!!”

“appa~ tapi aku…”

“maafkan chaerin appa, mungkin karena aku datang diwaktu yang tidak tepat”.

Mwo? dia bahkan berani memangil appa didepanku, mati kau chaerin. Bagaimana aku bisa lepas dari namja ini.

“ mianhae appa. mianhae oppa, ada perlu apa kau kemari?” ucapku sopan padanya hanya agar appa tidak memarahiku lagi.

“ Ige, eunra menitipkan kotak ini padaku. Aku tak tau isinya, lebih baik kau buka sendiri”

Pintar sekali dia membaca pikiranku. Tapi aku merasa mengenal kotak ini.

“ kalau oppa tidak ada urusan lagi aku mau kembali kekamar, aku harus belajar”

“ baiklah, belajar yang rajin. Sebentar lagi kau ujian” katanya sambil mengacak-acak rambutku.

Tanpa memperdulikannya aku langsung berlari menaiki tangga. Aku ingin segera membuka kotak itu.

~~~

Sudah satu minggu ini key tidak masuk sekolah. Kabar yang aku dengar, katanya dia ada diluar kota bersama keluarganya. Tapi aku merasa sekarang dia ada dirumah.

Sekarang aku sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Aku tak perlu mengetuk pintu atau memencet bel rumah itu, karena orang yang ingin aku temui ada dihadapanku.

Aku menghambur memeluknya dari belakang, dia sedikit melonjak kaget dengan perlakuaanku yang tiba-tiba itu. Tanpa sadar airmataku sedikit tumpah membasahi kemejanya. Ku akui aku sangat merindukan sahabatku ini.

“chaerin??” ucapnya sambil melepas pelukanku.

“ ya~ dari mana saja kau? Aku ingin membuat perhitungan denganmu. Tapi sebelumnya, bisa kau jelaskan maksud kotak ini?” kusodorkan kotak berwarna pink itu padanya. Dia membelalakan mata saat melihat kotak itu.

“ dari mana kau mendapatkannya??” ucapnya sedikit berteriak.

“ dari eunra, awalnya aku pikir ini untukku tapi setelah aku baca surat didalamnya ternyata kotak ini untukmu” jawabku polos. Wajahnya sangat tegang seperti memikirkan sesuatu, bahkan tatapannya tak beralih dari kotak itu.

“key~ sebenarnya ada apa?”tanyaku kawatir.

“ aniyo, ayo masuk diluar dingin!!” ucapnya sambil tersenyum.

Dia membawaku ke ruang yang dipenuhi ornament berwarna pink dan putih. Dia memang paling suka dengan warna pink, sampai-sampai hampir seluruh rumahnya dipenuhi hal-hal berwarna pink.

“hey!! Apa yang kau lakukan disitu, cepat kemari” aku masih tertegun melihat ruangan itu, sangat cantik dan rapi.

“ah, ne~” aku menghampirinya yang sedang berdiri di depan sebuah piano.

“apa kau bisa memainkannya??” tanyaku jengah karena dari tadi dia hanya memandangi piano itu.

“menurutmu?” aku hanya menjawabnya dengan mengerucutkan bibirku. Dia sedikit tertawa melihat tingkahku dan kemudian mulai memainkan jari-jarinya di atas tuts piano. Tiba-tiba permainannya terhenti, padahal aku baru mulai menikmatinya. Dia melirikku sebentar kemudian tersenyum tipis padaku.

Dia kembali memainkan jari-jarinya di atas tuts, sangat rapi.

There’s a song that’s inside of my soul

Mataku tercengang mendengar sebait lagu yang dia lantunkan. Aku kira dia hanya akan bermain piano, ternyata dia juga bernyanyi. Dan suaranya itu sangat merdu.

It’s the one that I’ve tried to write over and over again

I’m awake in the infinite cold.

But you sing to me over and over and over again.

So, I lay my head back down

And I lift my hands and pray

To be only yours, I pray, to be only yours

I know now you’re my only hope

Key!!! tiba-tiba aku merasa tak benar-benar mengenalmu. Seorang namja yang sedang memainkan piano itu tidak seperti kau yang selama ini aku kenal. Kau sangat berbeda…

Sing to me the song of the stars.

Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.

When it feels like my dreams are so far

Sing to me of the plans that you have for me over again.

Dia terlihat sangat menghayati setiap bait dari lagu itu. aku bahkan melihatnya mulai meneteskan air mata. Apa mungkin ada sebuah cerita dibalik lagu ini yang selama ini dia sembunyikan?

I give you my destiny.

I’m giving you all of me.

I want your symphony, singing in all that I am

At the top of my lungs, I’m giving it back.

 “ aku sangat menyukai lagu ini” ucapku saat dia mengakhiri permainannya.

“na do. Ini lagu favoritku, dulu aku sering memaikannya bersama eunra”

“mwo,eunra??” ucapku tak mengerti.

“ kami pernah belajar piano bersama dulu. Tapi cuma sebentar sebelum dia pindah”

“jadi kalian sudah saling mengenal sebelumnya? Tapi kenapa sekarang kau dan eunra kelihatan seperti orang yang baru bertemu. Benar-benar tidak menyangka kalian saling mengenal”

“kami memang tidak terlalu akrab. Dia sangat tertutup aku bahkan tak berani mendekatinya ataupun mengajaknya bicara. Kecuali masalah piano”

“benarkah? Aku juga tidak tau kalau eunra pintar bermain piano”

“sudahlah tak perlu dipikirkan. Lebih baik kau menemaniku belanja, kajja” ucapnya sambil menarik tanganku.

“aish~ kau itu laki-laki tapi hobimu belanja. Aku tidak mau, aku mau pulang saja”

“ayolah~ nanti kita beli baju couple. Bagaimana?”

“aniyo, pasti warna pink lagi. Sudah ada 10 baju warna pink yang kau belikan untukku” jawabku ketus.

“wae? Kau tak suka?”

“aish~ kau ini namja atau yeoja sih. Aku bosan key, yang aku suka warna ungu bukan pink”

“baiklah, kalau begitu kita cari baju couple yang warna ungu dan pink”

“kedengarannya menarik. Kalau begitu ayo kita berangkat, kajja”

~~~

Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh ~

Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh ~

 “yoboseyo?”

“YA!! KEMANA SAJA KAU? Dari tadi aku menghubungimu tapi tidak kau angkat” ucap seseorang disebrang sana.

“aish~ bisa tidak kau mengurangi volume suara cemprengmu itu? aku sedang mengerjakan tugas. Ada apa kau mencariku?”

“mwo? Cempreng? Aish~ kau ini benar-benar… sudahlah cepat ambilkan seragam gantiku diloker!! Disini sangat dingin”

“sirheo, aku sedang sibuk. Kau bisa mengambilnya sendiri”

“aigo~ ayolah chaerin. Aku sudah sangat kedinginan. Lagi pula aku sudah mengerjakan tugasmu, ada diloker kau bisa mengambilnya. Tapi ambilkan dulu bajuku dan bawa ke uks. Aku malu jalan tanpa mengenakan pakaian, orang-orang pasti akan berfikir yang tidak-tidak”

“ baiklah, akan ku cek dulu apa kau benar-benar mengerjakan tugasku atau tidak”

“aish~ terserah kau saja lah. Cepat!! Aku tunggu di uks”

Tut tut tut ~

Isi loker key sangat berbeda dengan isi loker siswa lain. Lokernya sangat rapi bahkan sangat cantik, penuh dengan warna pink. Aish~ aku rasa kami berdua tertukar jenis kelamin. Dia seharusnya yeoja dan aku namja. Bagaimana bisa lokerku kalah rapi dengan lokernya, padahal aku ini yeoja.

Dia benar-benar membuatkan tugas untukku. Bisa ku lihat dia membedakan sampul bukuku dengan buku lainnya. Warna ungu membuat buku itu sangat mencolok di antara tumpukan buku lain yang dominan berwarna pink.

Setelah mendapatkan seragam ganti milik key, aku langsung berlari menuju uks karena 10 menit lagi kami akan masuk kelas.

“key~” panggilku saat berada di uks.

“bawa kemari bajunya” ucapnya dari balik korden. Aku menurut saja dan menyerahkan baju itu padanya.

“key mukamu pucat sekali, apa kau sakit?” ucapku saat melihatnya keluar dari balik korden.

“ani. Aku hanya kedinginan, ini gara-gara kau lamban sekali membawa baju gantiku”

“hey! Kenapa malah menyalahkanku. Siapa suruh… tunggu!! Lalu kemana bajumu? Bukannya tadi kau pakai seragam?”

“itu, tadi bajuku terkena tumpahan makanan. Kau tau sendiri aku paling tidak suka pakai baju kotor”

“arra, kajja kita kembali ke kelas!!”

~~~

Hari ini aku melihat sesuatu yang berbeda darinya, entah mengapa hal ini membuat hatiku malah tidak tenang.

“ hey~” pangil seseorang disebelahku, “kenapa kau melihat mereka seperti itu? kau cemburu?” ucapnya lagi.

“aniyo, cepat jalankan mobilmu atau aku turun sekarang!!”

“baik tuan putri, kita berangkat ”

Ada yang berubah dari key, tapi entahlah mungkin hanya perasaanku saja. Atau karena sekarang dia terlihat lebih dekat dengan eunra daripada aku. Sudah beberapa hari ini mereka terlihat sangat akrab bahkan pulang sekolah bersama.

Seperti yang kulihat sekarang ini, mereka sedang berjalan berdua dan masuk kesebuah cafe. Niatku untuk membuntuti mereka mendadak hilang saat melihat tawa key yang begitu lepas di depan eunra. Tak pernah ku lihat sikapnya semanis itu pada seorang yeoja.

Apa aku kawatir? Entah lah, aku merasa dia mulai jauh dariku. Perasaanku tidak karuan, ada rasa tidak rela bila melihat mereka sedang berdua.

~~~

“Otteokhe!!” ucapku panik sambil membongkar seluruh isi ranselku. Tapi tak ku temukan dimanapun. Tubuhku lemas seketika.

“ada apa, kau kehilangan sesuatu?” tiba-tiba saja key sudah berada dihadapanku. Aku hanya mendiamkannya. Ku rapikan kembali ranselku dan beranjak pergi sebelum lenganku ditahannya.

“ sebenarnya ada apa denganmu chaerin? Apa aku melakukan kesalahan?” dia menatapku bingung.

Aku balik menatapnya “ aku sedang ingin sendiri key, kumohon lepaskan tanganku!!”

“baiklah” dia melepaskan genggamannya dan berlalu meninggalkanku.

~~~

“eunra, annyeong~” dia tersenyum lebar saat melihat kedatanganku.

“annyeong, chaerin” sekarang kami hanya berdua. Aku sangat hafal kalau setiap hari selasa eunra akan sendirian dirumah. Waktu yang tepat untuk menemuinya.

Wajahnya terlihat bingung dengan kedatanganku yang sangat tidak biasa ini “apa yang membuatmu kemari chaerin, kau tau oppa tidak ada dirumah kan?”

“ ne, arra. Aku hanya ingin memimta sesuatu darimu?”

Dia menatapku curiga “apa yang bisa aku bantu untukmu?”

“eunra, bisakah kau menerima key menjadi kekasihmu?”

“MWO??kekasih??” dia terlihat sangat kaget dengan permintaanku barusan.

“ bisakah kau mengabulkan permintaanku eunra???”

~~~

Aku yakin dengan keputusan yang aku ambil sekarang. Asal dia bahagia akupun akan bahagia. Dia selalu membuatku tersenyum, sekarang waktunya aku membuatmu tersenyum key.

“Aku ingin bertemu denganmu, dimana kau sekarang??”

Pikiranku gusar, dari tadi pagi aku belum melihatnya. Aku mencarinya disetiap ruang di sekolahan ini tapi tidak ku temukan.

Sekarang aku berjalan ke taman sekolah, dan seperti dugaanku dia ada ditaman tempat favoritnya saat ingin menyendiri, tapi yang ku lihat dia tak sendiri. Dia bersama seorang yeoja.

Aku hanya bisa mematung melihat dua orang yang aku kenal sedang melakukan sesuatu yang membuat dadaku sesak. Bibir mereka saling bersentuhan cukup lama. Walaupun hanya bersentuhan, tapi mampu membuat kedua mataku memanas dan entah sejak kapan airmata mulai membasahi pipiku.

Aku tak tau perasaan apa ini, yang aku tau dadaku terasa sangat sakit. Lebih sakit dari dihujam seribu belati.

Kurasakan sebuah lengan mendekap erat tubuhku dari belakang, sangat hangat. Dia membalikan tubuhku dan memelukku “Uljima chaerin!! Kau akan membuatku semakin merasa bersalah” ucapnya lirih di telingaku.

Aku malah semakin terisak dalam pelukannya. Kini aku kehilangan pelukan yang mampu menghentikan airmataku. Dan sekarang aku harus membiasakan diri berada dalam pelukan namja ini, namja yang akan menjadi suamiku. Minho menggenggam tanganku, membawaku pergi dari tempat itu.

Walaupun tubuhku berada jauh darimu, tapi hatiku selalu untukmu “Saranghae key…”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

13 thoughts on “My Lovely Friend – Part 1”

  1. Agak ga ngerti sedikit ceritanya … ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ._.v

    Tapi kasian ya chaerin … Sama abnk minong ajj chaerin 😀
    Key biarin buat eunra

    Huaaaa … Lagunya aku suka, jadi inget film “a walk to remember” gara” tuh lagu 😦

  2. Wah,, teman lama jadi cinta. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Kalo aku jadi chaerin, aku pasti merelakan Key. Kan ada Minho. Haha..
    Lanjut thor!

  3. Key! kalo suka sama eunra bilang dong ke chaerin!!! lo jahat banget sih!!! kasian Chaerinnya!!
    Minho, ayo! kau harus merebut hati chaerin!!

  4. Ga ngerti cerita yang akhir akhirnya
    Tapi nuyesek banget
    Minho aja minho
    Tapi key mencurigakan banget sumpah
    Mukanya pucet
    Gatau kenapa feeliing key menutupi sesuatu
    Lanjuut

  5. ga tau ya..aq tu tertarik ama crita nya bikin penasaran.pi ngebingungin jg ._______. pa lgi paz bgian awal. truz karakter chaerin jg agak bingung aq

  6. pokoknya aku pingin ceritanya key sadar kalu dia suka ma eunra terus rebutan deh ama minho tapi akhirnya eunra milih minho *reader maksa
    tapi kalau gak juga gak papa yang penting ceritanya menarik

  7. huwaaa nyesekk !! key .. ma eunra .. huwaaa … minho ternyata baik .. ya aku ngerti nih jalannya ..
    chaerin suka ma key, tpi dah di jodohin ma minho, key suka ma eunra, dan itu ngebuat eunra sakit kan … huwaa nyesekkk … lanjutannya di tunggu .. akhirnya chaerin ma spa nih ??
    huwaaa keyy … ngak suka ahhh klo kiss ma eunra !!!
    huwaa kasian chaerinnn ….

    lanjutannya cepetan thorrr

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s