A Year Love Story Part 6 : In The End of February [2.2]

A Year Love Story

{NC-18 SKIP} Part 6 — In the End of February 2.2

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance, No Children

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {NC-18 SKIP} NO CHILDREN!! WARNING!!

Summary         : Bisakah Onew mengerti perasaan Chaerin?? Sebenarnya Onew mau mengajak Chaerin kemana?? Yang lagi hot sebenarnya siapa ya??? Keep cool your head, heart and mind ……

                           (Unknown voice ‘Author yg satu ini emang jago kalo ngarang “yadong” wek … ‘)

Note                : ini SKIP version!!! Maaf yach yang masih UNDER AGE!!! Harus eonni PROTECT yg NC-21 nya. Buat editor dan staff SF3SI, thanks ya udah publish yang NC-18 SKIP nya dulu??? Gomawo and …… Happy reading yach???!!!

~ ~ ~

 

*J* Quotes:

©      ‘But his kiss was so sweet, and so closely he pressed, that I languished and pined till I granted the rest – John Gay’

©      ‘It is hard to pretend to like someone you don’t but even harder to pretend to not like someone when you really do…’

©      Hana eonni said ‘Jika pernah tersakiti, hiduplah dengan bangga. Rasa sakit itu sebagai cambuk hidup, cermin tingkah laku dan pagar kata-kata. Jangan berbangga karena menyakiti karena itu perbuatan seorang pengecut’

~ ~ ~

10 menit kemudian ……

*J* Jinki POV

“Mau kemana kita?” tanya Chaerin.

“Ke ……… sana” jawabku sembari menoleh kearahnya. Seketika …… aku melihat ada yeoja yang hampir tidak kukenali berdiri dibelakangku sekarang.

Rambutnya diikat ekor kuda, memakai swimsuit dan pinggangnya dibalut selendang pantai yang tadi kubelikan. Dia tidak memakai kacamatanya!

Ketika dia membenahi poninya berserakan di dahi karena diterpa angin, aku hanya bisa menelan ludahku.

‘OTAKKU TIBA TIBA MESUM!!!’

“Jinki-ssi?? Kau melamun ya?” tanyanya padaku.

“Ani. You look so different, without glasses” kataku. Ada senyuman yang sangat manis yang tersungging di sudut bibirnya.

“Really?” sahutnya.

“Aku tadi kan sudah bilang padamu” kataku kemudian. Lalu kuberanikan diri lagi untuk menggandeng tangannya sembari bertanya …..

“May I hold your hands?” tanyaku padanya

“Sure” jawabnya singkat.

Langsung saja kuraih tangannya, kutarik pelan sembari menuruni tangga didepan motel dengan setengah berlari kecil. Aku ingin menunjukkan padanya satu tempat rahasiaku yang bakal disukainya.

Sebuah tempat yang bisa memandang lautan dengan sangat jauh dan seolah olah tidak ada batas diantaranya. Kami disana lumayan lama, dan tak terasa sunset pun tiba.

Setelah puas memandang laut, kami berjalan dipinggir pantai.

“Aku suka melihat sunset disini, rasanya seperti menghilangkan beban berat di pundak” kataku.

“Kukira kau bahagia?” tanyanya.

“Aku memang bahagia” kataku sembari menarik tangannya dan mengajaknya duduk diatas pasir.

Aku berhenti sesaat dan menghela nafas dalam dalam. Lalu ……

“Aku berasal dari keluarga yang utuh, berada dan bahagia. Appa dan Umma tidak pernah melarangku melakukan sesuatu yang aku inginkan. Tapi sebagai artis, banyak tekanan yang semakin kurasakan” kataku.

“Malhaebwa?” katanya padaku.

“Aku tidak diperbolehkan berbuat sesuatu yang bisa membuat skandal. Minum di cafe, makan dan jalan dengan teman temanku, bertemu dengan yeoja ataupun mengucapkan sesuatu yang tak lazim” kataku.

“Ruin your image, right” katanya.

“Ya. Ngomong ngomong, bahasa inggrismu sangat baik sekali” kataku padanya.

“I was born and lived in New York for almost 14 years. My parents get divorce and …… finally me and Umma go back to Korea. My father has another woman. So pity, isn’t it?” katanya.

“Sometimes, we don’t even think and expect what will happen. Just try to do the best” kataku.

“Yeah, by the way your English not too bad, really!” katanya padaku.

“Tidak semua orang harus tahu apa yang kita bisa kan???” kataku padanya.

“You right” katanya.

“Jalan-jalan yuk?” pintaku sembari berdiri.

“Kemana?” tanyanya kemudian.

“Sudahlah, …… ayo?” tangannya kutarik dan kugenggam.

“Apakah hal ini pernah terpikirkan olehmu sekali saja?” tanyanya padaku.

“Mwo?” sahutku sambil menoleh padanya.

“Perjodohan ini?” katanya kemudian.

“Ehm, …… ani” jawabku pendek.

“Then, ……” sambungnya kemudian.

“Like I said, something may comes once in our life even if expectable or not. I’ve try to point it out till now. Umma won’t do something regretful to me, right?” kataku.

“Arasso” sahutnya pelan sambil menunduk.

“What about you?” tanyaku padanya gantian.

“I don’t even think about it before. I’ve agreed just because your parents not for my self. Even if without love” katanya.

Dia berhenti, lalu memandang cakrawala yang mulai muncul. Kulihat wajahnya agak pucat atau itu hanya terkena pantulan cahaya.

“Chaerin-ah, …… kwaenchana?” tanyaku padanya

Kulihat dia menoleh padaku dan tersenyum, manis tapi tiba tiba ….. dia memegangi kepalanya, matanya mengerjap tak beraturan lalu ……

— BRUK! —

Dia pingsan.

Dipangkuanku.

Aku bingung, apa yang harus kulakukan? Tempat ini sangat jauh dari Seoul. Kalo aku kembali setidaknya memakan waktu 3 jam lebih.

Akhirnya, aku membopong badannya kembali ke motel. Syukurlah, jarak motel dan tempatku sekarang hanya sekitar 20 meter.

Ketika sampai diatas, Tuan dan Nyonya Hong sedang menonton TV dan mereka ikut panik ……

“Tuan Jinki, ada apa dengannya?” tanya mereka.

“Bisakah Anda membantuku membukakan pintu kamarku?” kataku padanya.

“Baiklah” jawab Tuan Hong yang sembari berlari mendahuluiku untuk membukakan pintu kamarku.

Seketika itu, aku menaruh tubuhnya diatas ranjang dan ……

“Tuan Jinki, apa Anda membutuhkan sesuatu?” tanya Nyonya Hong padaku.

“Bisakah aku minta air panas, saputangan dan minyak gosok?” kataku sembari menggapai hpku dimeja.

“Baiklah, kuambilkan sekarang” sahut Nyonya Hong sambil berjalan keluar kamar.

Aku panik, lalu aku memencet nomor Dokter Jung dan ……

“Yoboseyo”

“Dokter Jung, ini Jinki. Chaerin pingsan, ottohke?” tanyaku padanya.

“Tenang Tuan. Pertama, lucuti pakaiannya agar dia bisa longgar bernafas. Lalu gosokkan minyak angin ke punggungnya dan berikan juga aromanya supaya dihirup. Lalu kompres dengan air hangat dan minumkanlah obat yang berwarna merah di dalam tasnya”

“Baiklah. Tapi ……” selaku kemudian.

“Anda kan calon suaminya, pasti Anda membutuhkannya suatu saat nanti. Berusahalah Tuan Jinki”

Lalu Dokter Jung menutup telefonnya. Baiklah Jinki, FIGHTING!

“Tuan Jinki, ini barang yang Anda butuhkan. Saya letakkan diatas meja dan permisi” kata Nyonya Hong kemudian.

“Baiklah, kamsahamnida” kataku.

Bagaimana ini? Aku harus melucuti semua pakaiannya?

Wah, …… apa aku minta tolong pada Nyonya Hong saja? Tapi, …… kemana Nyonya Hong tadi? Pintu kamarku sudah tertutup rapat.

Ehm, …… baiklah. Aku akan melakukannya sendiri.

Aku berjalan ke pinggir ranjang dan melepaskan lilitan sarung pantainya. Terlihat olehku pinggangnya, pinggulnya dan pantatnya yang …… SEXY.

Hot pants sepaha yang dia pakai akhirnya aku harus aku lepaskan juga, tapi kututupi selimut dulu tubuhnya. Kalo sampai ketahuan olehku bagaimana tubuhnya, bisa gawat nanti kalo juniorku sampai protes.

Kemudian, kaus longgar warna krem yang dipakainya juga akhirnya berhasil aku lepaskan. Kini tinggal swimsuit 2 pieces nya saja yang (aku kira) masih dipakainya.

Ah, …… biarlah seperti itu, lagian tadi kan tidak basah terkena air laut kan?

Lalu aku mengambil minyak angin dan mengoleskan dipunggungnya dan sedikit memberikan aromanya di hidung yeoja itu. Lalu aku mengambil kemeja putih di almari dan memakaikan padanya. Aku takut nanti kalo sampai dia masuk angin.

Ouch, …… aku harus melihat tubuhnya kali ini?? Ya tuhan, kuatkanlah imanku untuk kali ini saja … (*lain kali apa gak perlu dikuatkan lagi??// GUBRAK! J)

Lalu keletakkan kompres di dahinya kemudian. Tak terasa sudah hampir 3 jam yeoja itu pingsan, dan sekarang sudah hampir jam 8 malam. Bagaimana aku kembali ke Seoul kalo yeoja itu belum siuman?

Mungkin sebaiknya aku mengabari Umma agar dia tidak kebingungan mencarinya.

To: Umma

Umma, Chaerin bersamaku saat ini. Tapi dia pingsan dan kami tak bisa kembali pulang malam ini. Aku sudah mengabari Dokter Jung dan memintakan izinnya besok. Umma tolong kabari Umma-nya Chaerin ya? Gomawo. Love, Jinki.

 

To: Key

Aku tak pulang malam ini, aku ada di Incheon. Kabari aku kalo ada apa apa.

Tak seberapa lama kemudian, ada balasan dari Umma dan Key yang hampir berbarengan.

From: Umma

Honey, Umma-nya Chaerin bereslah. Jaga Chaerin ya?? Love, Umma.

From: Key

Arasso, dengan Chaerin ya? Besok langsung ke tempat rehearshal aja ya? Selamat bersenang senang, Hyung! J* (~_^)*

Sialan Key, apa dia tak tahu yang terjadi sekarang ini? Bisa bisanya dia menyuruhku bersenang senang. Setelah membaca sms dari Key, sebenarnya mataku sangatlah berat untuk tetap terjaga.

Akupun beringsut pindah di sebelah Chaerin dan merebahkan diriku sebentar saja. Saat dia bangun nanti akupun pasti akan tahu.

~ ~ ~

Malam itu, ditempat lain disebuah ruangan ……

*J* Author POV

(*author akhirnya keluar lagi nih???? Pas waktunya yadong nih J’/ MIANHAE!!!)

“Kau harus memuaskan aku malam ini, chagiya?” kata yeoja itu.

“OK!” kata laki laki itu.

“Palli, Onew takkan datang malam ini. Arasso!” sahut yeoja itu kemudian sembari menuang dua gelas wine dan meminumnya.

“EHM!” angguk laki laki itu.

Kemudian, laki-laki itu mendekat dan melepas jaket kulit yang dipakainya, lalu mendekat duduk disebelah yeoja yang masih menikmati tetesan wine-nya yang terakhir. Setelah berhasil diteguknya, laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke yeoja itu dan mulai mencumbunya.

“Let start, baby” bisik laki-laki itu ditelinganya dan diakhiri oleh gigitan kecil yang membuat yeoja itu  kaget dan menoleh padanya.

Laki-laki itu mulai mencium kening lalu berpindah ke pipinya yang mulus dan mulai menjalar ke leher jenjangnya. Kissmark yang sangat merah tidak lupa disisakannya dibeberapa tempat dan sekarang mulai mencumbu bibirnya yang merah merona.

Akhirnya yeoja itu mulai terpancing dan memulai permainannya.

———- SKIP SKIP SKIP ———-

15 menit kemudian ……

“Gomawo chagiya!” ucapnya sambil mengecup bibir laki laki itu lembut. Dan laki laki itu hanya tersenyum manis ke arahnya dan berjalan keluar kamar. Sedangkan tanganku sibuk mengeringkan tubuhku dengan handuknya setelah aku mandi bersama dengannya.

~ ~ ~

Incheon, di motel, satu jam kemudian ……

*J* Chaerin POV

“Ehmmpph ……” aku terbangun dan …… mencoba mengingat ingat apa yang terjadi. Ya tuhan, aku tadi pingsan. Tapi, …… siapa yang menggendongku hingga ke ranjang dan ……

Jinki-ssi …… sekarang tertidur lelap disampingku. Dia terlihat sangat lelah dan …… polos sekali wajahnya.

Aku tidak pernah membayangkan akan bisa melihat wajahnya sedekat dan sejelas ini. Mungkin sebaiknya aku mandi air hangat supaya pening dan rasa sakit di badanku hilang. Tapi, …… KEMEJA!! Aku melihat diriku sendiri sekarang!

Mengapa aku memakai kemeja? Kemeja siapa ini? Apa ini kemeja Jinki-ssi juga? Trus, …… kaus tadi yang kupakai  kemana? Hot pants ku sekarang juga sudah tak ada? Siapa yang melepasnya? Apa mungkin ……?

Ah, tidak mungkin! Apa dia seberani itu melucuti semua pakaianku? Mengapa dia tertidur disampingku tadi? Atau, …… ada yang terjadi? CHAERIN-AH, JANGAN BERPIKIRAN MESUM!!!

Krucuk … krucuk … ah, perutku juga tidak bisa diajak kompromi. Mungkin aku bisa minta Tuan dan Nyonya Hong untuk menyiapkan makan malam dulu sebelum aku mandi. Aku bergegas keluar kamar dan bertemu Tuan dan Nyonya Hong yang sedang menikmati makan malam mereka.

“Agassi, kau sudah siuman?” tanya Nyonya Hong.

“Ne” jawabku sembari mengambil duduk di sebelahnya.

“Kau tidak apa apa kan? Tuan Jinki tadi sangat panik hingga menelfon dokternya di Seoul” kata Tuan Hong padaku.

“Chongmallyo?” tanyaku hingga terbengong bengong. Tapi, …… ya tuhan apa Dokter Jung juga memberitahu Jinki-ssi tentang penyakitku ini.

“Ehm, bisakah Anda menyiapkan makan malam untuk kami?” tanyaku sedikit malu.

“Ooo, jangan khawatir. Aku sudah membuatkan masakan kesukaan Tuan Jinki. Aku akan mengantarnya ke kamar. Nona tunggu disana saja” kata Nyonya Hong sembari tersenyum dan berjalan menuju dapur.

“Baiklah. Gamsahamnida” kataku membungkuk dan kembali ke kamar.

Ketika aku sampai dikamar, Nyonya Hong sudah berada dibelakangku dan langsung menaruh satu nampan penuh makan malam lengkap diatas meja depan sofa.

“Silahkan” katanya sembari keluar dan menutup pintu.

“Gamsahamnida” jawabku sembari membungkukkan badan. Mungkin aku sebaiknya mandi dulu sebelum makan.

15 menit kemudian ……

Ah, …… segarnya. Rasa letih, pusing dan berat terasa hilang seketika saat terkena guyuran air hangat tadi. Sekarang mungkin seharusnya aku membangunkan Jinki-ssi agar bisa mandi dan makan malam. Kulihat sedari tadi siang saat menjemputku, Jinki-ssi belum menyentuh makanan sama sekali.

Aku berjalan kepinggir ranjang dan mencoba menggoyang goyangkan tubuhnya agar bangun.

“Jinki-ssi, …… Jinki-ssi, ……” selorohku pelan sembari terus menggoyang goyangkan tubuhnya.

“Ehm, mwo?” matanya mengerjap dan mulai terbuka, kemudian bangun dan melihatku. Aneh rasanya melihatnya bangun seperti itu ……

“Mandi dulu sana lalu segera makan malam. Aku ganti baju dulu” kataku.

“OK!” katanya sembari menyambar handuk dari dalam lemari.

10 menit kemudian ……

Kami berdua sudah duduk disofa dan memegang mangkok nasi masing masing.

“Kenapa kau tak memakai baju?” tanyaku.

“Kemejaku kan kau pakai, aku tak membawa baju lain” katanya enteng.

“HEH! Kapan kita pulang?” tanyaku kemudian.

“Kita menginap malam ini. Lagian, ini sudah hampir jam 10 malam” jawabnya.

“Ehm, … s … ss … siapa yang melucuti pakaianku?” tanyaku dengan menunduk, menahan malu akan pertanyaanku sendiri.

“Aku, kenapa?” tanyanya balik sembari menoleh kearahku, mungkin agak terkejut.

“Ani, ……” jawabku sembari menggeleng gelengkan kepalaku.

“A … a … apa terjadi sesuatu?” tanyaku lagi.

“Kalo iya, kenapa?” jawabnya sembari tersenyum, nakal dan genit.

“HEH! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?” teriakku. Aku langsung membanting mangkok nasiku, berdiri dan berkacak pinggang padanya.

“YA! KAU PINGSAN LALU KUBOPONG KEKAMAR, KULUCUTI PAKAIANMU, MENGGOSOKKAN MINYAK GOSOK DIPUNGGUNGMU, MENGOMPRES DAHI DAN KAKIMU YANG DINGIN SEPERTI MAYAT! APA LAGI YANG KAU KIRA!” jawabnya sembari teriak dan membanting mangkok nasinya dan pergi kebalkon. Dia menahan marah. Beberapa detik kemudian ……

“APA KAU MENGIRA AKU SEMESUM ITU? BAGAIMANA MUNGKIN AKU TEGA MEMBIARKAN SEORANG YEOJA PINGSAN DAN KEDINGINAN LALU BERBUAT HAL YANG ANEH! AKU TIDAK SEKOTOR ITU TAHU!” katanya. Nafasnya terengah engah, tak beraturan, ada keringat yang menetes dari dahinya, matanya membulat melihatku seolah olah mau menelanku saja.

Sedangkan aku, berdiri dipinggir sofa menahan tangis, kaget, shock mendengar apa yang barusan  dikatakannya. Aku tak mengira kalo dia semarah itu, apakah dia khawatir atau merasa aku sangat merepotkannya?? Aku tidak bisa berfikir sekarang.

Tiba tiba kakiku lemas, air mata yang kutahan sejak tadi sudah tidak bisa terbendung lagi untuk keluar. Badanku menggigil ketakutan, kebekapkan kedua tanganku menutupi mukaku dan aku jatuh terjongkok dan menangis ……

“Mianhae?” sahutku pelan, terisak lirih. L* Lalu, kurasakan sebuah pelukan, …… hangat dan sebuah kecupan mendarat dikepalaku. Lalu ……

“Sudahlah, …… kau tadi sempat membuatku sangat khawatir. Hampir 3 jam pingsan dan badanmu sedingin mayat” katanya sembari mengusap punggungku pelan lalu ……

“Mana mungkin aku berbuat sesuatu yang aneh terhadapmu dalam situasi yang seperti itu?” katanya.

“Mianhae?” kataku lagi.

“Ayo, teruskan makam malam saja jangan lupa minum obatmu. Setelah itu kau tidurlah beristirahat. Aku akan tidur disofa nanti” katanya sembari membantuku berdiri dan ketika duduk, dia mengusap air mataku, …… lembut.

“Bagaimana kau tahu tentang obatku?” tanyaku heran.

“Saat kau pingsan tadi aku menelfon Dokter Jung dan memberitahuku untuk mengingatkanmu minum obat” jelasnya kemudian.

“Ehm, …… Jinki-ssi?” kataku.

“Ne?” jawabnya.

“Aku tidak keberatan kalo kau tidur seperti tadi, kau terlihat sangat lelah” kataku sembari menunduk.

“HEH? Apa kau tak takut kalo aku melakukan sesuatu padamu nanti?” jawabnya kaget.

“Ani, aku percaya padamu. Kalo pun nanti terjadi apa apa, aku akan terima itu karena aku calon istrimu” kataku sembari membereskan makan malam dimeja.

“Akhirnya, kau terpesona padaku juga?” katanya sembari tersenyum dengan percaya diri.

“Jangan berangan angan Jinki-ssi, bukan terpesona olehmu. Kutahu kau tipe orang yang punya aturan, itu bisa kulihat dari Umma dan Appa-mu” kataku sembari melangkah naik ke atas ranjang dan menarik selimut hingga ke dadaku.

“Hajiman, ……” katanya kemudian.

“Waeyo??” selaku.

“Mianhae, soal …… ciuman yang kemarin …” katanya pelan.

“Kwanchana, …… I’ll be your wife soon” jawabku santai (*kok bisa ya?? Kalo author pasti minta ppoppo lagi???/// PLAK!!! J*)

“You’re very different” katanya tersenyum sambil menyusulku naik ke ranjang.

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

Aku tidak bisa memejamkan mataku dan itu sudah lebih dari 2 jam semenjak kami berusaha untuk tidur.

Aku terus memikirkan perlakuannya padaku yang lembut, perhatian dan sangat dewasa. Padahal dia kekanak kanakan, manja dan keras kepala, itu kata Nyonya Lee. Apa dia sedang bersandiwara didepanku atau itu sisi lain dari dirinya.

“Jinki-ssi, apa kau sudah tidur?” aku memberanikan diri bertanya padanya dan membalikkan badanku.

“Ani, waeyo?” katanya lirih. Ah, …… dia juga belum tidur ternyata.

“May I ask you some questions?” tanyaku padanya.

“Sure” jawabnya singkat.

“Bagaimana bisa kau tak pernah membawa yeoja kesini sebelumnya? Padahal mudah bagimu untuk menarik salah satu dari yeoja yang mengagumimu kan?” selorohku enteng.

“Aku tidak semudah itu tertarik dengan seorang yeoja, walaupun mereka sangat tertarik padaku” katanya sembari berbalik kearahku.

“Waeyo?” tanyaku lagi.

“Aku ingin mempunyai istri seperti Umma-ku, seorang wanita yang sempurna dalam apapun” terangnya kemudian.

“Apa kau tak pernah tertarik pada seorang yeoja?” sahutku.

“Issoyo, …… sekarangpun aku masih berhubungan dengannya” katanya yang ……

— PLAK!—

Seketika rasanya seperti ada ribuan tamparan yang menimpaku. Ya tuhan, ada seorang yeoja yang disukainya.

“I don’t mind Jinki-ssi. Though our marriage is arranged, I won’t push you to love me. We do it for our parents, aren’t we?” kataku kemudian.

“Arasso. But, don’t call me with -ssi again from now on” katanya lagi.

“Why?” tanyaku kemudian.

“Jinki adalah panggilan kesayanganku, kau boleh memanggilku seperti itu. But, in front of other people, please call me oppa so the people won’t feel uncomfortable. Arasso?”

“Arasso,  …… oppa” jawabku.

Tetapi, setelah memanggilnya oppa, hatiku sangat terasa ringan, tanpa beban, walaupun ku tahu kalo dia punya yeoja yang spesial dihatinya. Kami tidur saling memunggungi, tak berani berhadapan dan …… kami tenggelam dalam pikiran masing masing.

Hingga pagi tiba.

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

79 thoughts on “A Year Love Story Part 6 : In The End of February [2.2]”

  1. Eonnie,aku boleh nanya ya..itu yang adegannya di skip,sebenarnya mereka siapa?apa omma sama appa nya jinki?
    Mian ya?aku mang rada gak nyambung..
    Aku setuju sama comment yang diatas,part ini mang sweet banget,,
    Lanjut,eonn!!

  2. Huwaa…
    Aku kira jinki yg berbuat nc, eh, ternyata bukan *kecewa #dicekikjinki

    jujur, aku rada2 khawatir sma endingx, takut bakalan sad ending. Judulnya “a year love story” sih. Aku jadi galau *readerbanyakcincong

    next chapnya jangan lama2 ya, thor ^^
    keep writing n fighting!!

  3. wah,,onew oppa baik bangt ya,,imanx kuat,,he..he,,yg mesum td siapa tuch..o.0…keren bangt crtx,,oiya,anneyong sy reader br didunia FF,,*skdr prknlan(g pntgT.T)mian,,slhkn mlnjtkn crtx author..^_^..

  4. ya ampun yeojachingu.nya jinki ma siapa tu ?? wah penasaran.
    aq kra jinki mau ngelakuin ‘itu’ ma chaerin. hahahaha
    dasar otak yadong !!
    lnjut author.

  5. Eonn,, (sok akrab jiahhhh)hehe

    part yg ini so sweet dehh.. Tp kenapa pendek yea?? Trs agak keganggu sm yg lg yadong2an itu tuhh,, aq nebaknya paling si Ahra tuh yg lagi merencanakan sesuatu buat onew Ma Chaerin (sotoy kumat nih oen,, hehe)

    ditunggu part lanjutannya ya,,

  6. aigoo namaja yg berduan sama cewe’ itu siapa??
    key?? kok kurang jelas sih ceritanya jadi bingung??

    aigoo cepet2 ya keluarin next partnya author, HWAITING

  7. Jinki jangan ada adegan yadongya ya … Kkkk ~

    Syp itu yg ngeyadong ? Menurut akuu itu pacarnya jinki ya yg ngeyadong ? Sypa namanya ahra klo ga salah ? Iya kan … #readersotoy

  8. jiah kirain yg bkal ngelakuin yg skip skip skip itu onew..tnyta onew toh…

    aga aneh sih tiba2 ahra muncul ditengah2 cuma buat scene yadong doang…py aku ttp suka ko…ditunggu lanjutan na thor…

  9. eon, berarti buat yg NC21 tuh bukan jinki kan? ikhlas dah gak baca hahahaha
    jebal, jinkinya jgn dibikin terlalu yadong. kepikiran mesum boleh lah *namanya jg cowo hahahaha*
    ayo lanjut eon, saya tunggu part berikutnya =)

  10. annyeong… mian..udah smp part ini,, tp br komen.. *bow
    padhal aq suka critanya..seru..
    palagi cintanya dibkin datang pelan-pelan…huwaa…maniiissX)))
    eh,, iya…aq dr tadi udah bongkar2 nih,, tp blum nemu part 4…
    ada link tak?? *hehehe..

  11. chaerin mulai jtuh cinta jg sm onyu wuaaa nikah aja deh cepetaaan. fiuh, aku kirain yng nge-NC itu onyu chaerin. trnyata bukan haha gpp deh aku ga baca part nc-nya. Yng pnting bkn partnya onyu chaerin xD trus apa yng nge-nc itu ahra? :O

  12. eon..knp yg part 5 g bs dibuka linknya??
    sedih deh.. terpaksa ini ak loncatin ke part 6 yah.
    tp yg full story ko diprotect jg..
    yaaah :(( jd gbs menikmati jalan ceritanya
    blh mnt pw nya ga eon ??

  13. part ini sweet banget eon…
    jinki manis banget sama chaerin jdi ngiri tpi agak sakit wktu jinki blg pny org special.. sudahlah jinki lbh baik kau dgn chaerin ^^

  14. aehh jinki lembut banget sama chaerin
    mau dong jadi chaerin ×_×

    oiya thor, part 5 nya kemana? ini baca rada ga nyambung

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s