You Save Me from My Silent World – Part 1

You Save Me from My Silent World-part 1

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Luna f(x), Yoona SNSD

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

Ini ff debutku..masi berantakan banget pastinya…mian. mohon kritik sarannya, aku akan terus berlatih jd penulis ff yang baik…

Mungkin jika aku menghilang dari dunia ini pun,

Tak kan ada yang menanyakan keberadaanku,

Atau bahkan tak ada yang menyadari bahwa aku tidak ada…

Hana POV

Kususuri koridor menuju ruang kelas kuliahku sambil memasang headset di telingaku. Seperti biasa, aku masuk ke kelas dan duduk di posisi favoritku, di barisan ketiga. Ya, duduk di barisan ketiga adalah posisi aman menurutku, karena aku masih bisa mendengarkan dan melihat penjelasan dosenku dengan jelas dan aku juga bias tidur tanpa terlihat mencolok jika aku mulai bosan menyimak pelajaran.

Saat ini di kelasku belum ada dosen, alhasil teman-temanku masih sibuk bergosip. Aku? Aku hanya memandangi temanku,mengamati raut wajah mereka dan apa yang mereka lakukan. Sebenarnya aku bukan yeoja yang pendiam, tapi bukan juga yeoja yang banyak omong atau lebih tepatnya aku tidak terlalu lincah bermain kata-kata. Dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku ingin sekali ikut berbaur dengan mereka, aku menyayangi mereka namun di sisi lain aku merasa tidak punya teman dekat di sini, aku merasa kesepian dan tidak tahu harus berbagi cerita dengan siapa, aku menjalaninya seorang diri…di sini tidak ada yang menginginkanku untuk jadi teman se-genk mereka. Di saat aku mengalami kepedihan dan kesulitan, aku melaluinya seorang diri, tak ada yang membantuku atau sekedar menyemangatiku. Sudah satu tahun aku merasa hari-hariku di jurusan ini sangat hampa, ditambah lagi aku memang tidak tertarik sama sekali dengan jurusan ini, jurusan  IT.

Tak lama Han songsaenim datang dan seketika suasana kelas menjadi hening, pelajaran maut pun dimulai. Aku memandang ke papan tulis dan berusaha sebanyak mungkin menyerap apa yang ia terangkan, karena memang tidak mudah bagiku untuk mencerna sesuatu yang tidak aku suka.

+++++

Author POV

Jam 5 sore

Hana merasa pikirannya kalut sekali hari itu, ini gara-gara setengah jam yang lalu ia mendapat sms dari ummanya bahwa ia sedang tidak bisa mengirim uang bulanan untuk 2 minggu ke depan karena keluarga Hana memang terjerat hutang pada lintah darat.

Akhirnya Hana memutuskan untuk mampir ke tempat favoritnya, tempat dimana ia bisa menangis sepuasnya tanpa bisa diketahui oleh siapapun. Di sinilah Hana  biasa menjernihkan benang kusut yang memenuhi kepalanya, sebuah tempat yang sangat indah dan tenang dimana ia dapat melihat danau yang masih jernih dan pepohonan hijau yang di sekitarnya.

Hana duduk bersandar pada salah satu pohon yang paling besar di sana, menghela nafas, berteriak keras dan tak lama air matanya mengalir. Lalu ia menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya.

Dari jauh ada seseorang yang tidak sengaja mengamatinya dari samping. Ia mengamati apa yang sedang hana lakukan. Awalnya orang itu tidak sengaja lewat dan penasaran setelah mendengar teriakan Hana yang diwarnai isak tangis. Lalu orang itu duduk dibawah pohon yang sama dengan pohon tempat hana berteduh, ia duduk tepat di sebelah hana.

“Eh?’ Hana buru-buru menghapus air matanya begitu menyadari ada orang yang duduk di sebelahnya.

Hana POV

“Eh?” aku kaget bagitu menyadari ada seorang namja duduk di sebelahku. Buru-buru aku menghapus air mataku, aku tidak mau ada seorang pun  melihat air mataku, apalagi namja yang

tidak ku kenal ini.

Aissh…kenapa namja ini mesti duduk di sini?! Memangnya tidak ada pohon lain lagi? Aku kan jadi tidak leluasa menangis lagi. Tadinya aku ingin marah padanya, tapi saat ini aku sedang tidak punya energi untuk marah, lagi pula ini memang tempat umum, aku tidak berhak melarangnya duduk dimanapun. Ah, sudahlah, lebih baik aku pulang saja.

Aku pun bangun dan mengibas-ngibaskan bagian belakang celana jeans ku agar tidak ada daun ataupun tanah yang menempel.

“Hei, mengapa pergi?” pertanyaan namja itu mengagetkanku.

 Ya! Jelas saja aku pergi, itu gara-gara kau datang dan seenaknya duduk tepat di sebelahku, dasar pabo! Aku merutukinya dalam hati.

“Mwo? Kau bertanya padaku?” aku pura-pura bodoh saja.

“Ne, memangnya disini ada siapa lagi selain kau dan aku? Oya, apa yang sedang kau lalukan?  Siapa namamu?” Tanya namja itu dengan mata yang sama sekali tidak menatapku.

“Hei, kau sedang bicara pada siapa sih? Matamu sama sekali tidak melihatku” Aku agak tersinggung dengan sikapnya itu.

“Mmm…ya sudah, aku pergi” Jawabnya dingin sambil pergi dengan langkah sok cool nya, meninggalkanku yang tidak habis pikir kenapa bisa ada orang seaneh dia.

+++++++

Kuhempaskan tubuhku ke kasur. Arghhhh…rasanya kepalaku berasap. Aku pusing!! Aku pun menarik-narik rambutku dengan keras agar sakit kepalaku hilang, namun nyatanya tidak berhasil. Aku pun menangis dalam keheningan, tidak ingin teman-teman satu rumah kost-anku mendengarnya. Aku sangat tertekan saat ini. Ah, orang sepertiku memang tidak seharusnya kuliah, andai saja aku tidak lolos ujian beasiswa masuk shinning university, mungkin aku tidak ada di sini, tidak usah pusing-pusing memikirkan hal seperti ini, memikirkan kondisi keuangan ummaku yang hanya berjuang seorang diri, membuang rasa malu bekerja sebagai pembantu rumah tangga , serta cara bertahan hidup di kota yang jauh dari rumahku. Selain itu,  gara-gara ujian itu juga aku terjebak dalam jurusan yang sangat memuakkan ini, pihak universitas menempatkan aku di jurusan ini. Entah apa yang mereka pikirkan saat mereka memilih jurusan untukku, aku lebih merasa bahwa bakatku adalah menghafal. Rasanya lebih baik aku bekerja saja membantu umma melunasi hutang! Tapi ummaku keras kepala ingin aku melanjutkan kuliahku, aku tidak ingin aku bernasib sama dengan seseorang yang sangat dia sayang namun kini telah pergi entah kemana, ya, Aku punya seorang kakak berandalan, setelah lulus SMA ia hanya menganggur dan tidak jelas apa yang dilakukannya, main perempuanlah, balapan motorlah, bukannya mencari kerja, sungguh tidak tahu malu hanya mengandalkan orang tua saja. Memang saat itu kondisi perekonomian keluargaku masih mapan, tidak seperti sekarang ini, tapi tetap saja ia tidak sepantasnya bermalas-malasan seperti itu. Ya, kakakku yang tidak tahu diri itulah yang membuat appaku jantungan setelah ia mengaku menghamili seorang yeoja dan dituntut oleh keluarga yeoja tersebut untuk menikahi anak mereka yang sedang hamil 7 bulan. Aku benci padanya! Untung saja aku tidak melihatnya lagi karena sejak appa masuk rumah sakit, ia menghilang entah kemana. Arghhhh…Hana…ayo buang semua kenangan burukmu!!

Aku berusaha memikirkan hal indah, hal yang dapat membuatku tersenyum…ya…aku memikirkan malaikatku…seseorang yang menyelamatkanku dari ide bodohku untuk bunuh diri saat appaku meninggal. Mengenangnya sambil berharap ia akan muncul esok pagi, memberikanku sebuah semangat untuk menjalani hidupku dengan kuat…ya, aku terus berharap dan entah kapan ini jadi nyata.

+++++++

Hana POV

“Kyaaaa!!!” kudengar jeritan riuh beberapa teman yeojaku yang dari tadi masih betah nongkrong-nongkrong di depan kelas.

Ada apa sih? Aku jadi penasaran. Walaupun aku sudah menyumpal telingku dengan headset, aku masih bias mendengar keriuhan teman-temanku yang menurutku sih agak norak. Aku pun mengangkat kepalaku yang sejak tadi kutelungkupkan ke meja. OMO! Ternyata penyebab kegaduhan itu adalah namja aneh yang kemarin soren bertemu denganku di danau.

Saat ini namja itu sedang berjalan memasuki kelas sengan gayanya yang…yah, aku akui deh, gayanya menmang keren dan ia memang sangat tampan. Aku juga lumayan meleleh,kekeke~

Namja itu berjalan dengan diiringi segerombolan(?) yeoja yang membuntutinya. OMO, dia memilih duduk di bangku yang ada di sebelahku. Dia tidak menyapaku ataupun tidak tersenyum padaku. Syukurlah, kuharap ia tidak ingat padaku, aku tidak mau seorangpun melihatku sedang menangis. Tapi menurutku namja ini sombong, entah mengapa aku menilainya seperti itu.

”Kau anak baru ya? Siapa namamu? Aku Park Hana” Aku ingin tahu responnya, semoga saja ia memang tidak ingat aku.

“Ah, ternyata itu namamu. Namaku Choi Minho. Kita bertemu lagi ternyata” Ucapnya sambil membuka air mineral yang dibawanya sejak tadi.

Ah…dia masih ingat aku…yasudah, mau bagaimana lagi.

“Ya! Hana, kau curang, kenapa malah kau duluan yang berkenalan dengannya, padahal kami yang dari tadi mengikutinya” Kata Luna sambil menatapku tajam.

“Mian..” Aku nyengir kepada luna yang mukanya terlihat sangat bête saat ini.

Dan adegan selanjutnya adalah…yah…bisa ditebaklah ya…para yeoja itu berebutan untuk berkenalan dengan Minho. Ah, aku tidak peduli, ada hal yang harus kulakukan.

Aku pun mengeluarkan Koran yang baru saja kubeli sebelum aku memasuki gerbang kampus. Aku tak menghiraukan berita-berita yang tertera di beberapa halaman depan. Aku hanya ingin mengamati satu halaman

INFO LOWONGAN KERJA

Minho POV

Aissshhh…aku paling benci yeoja-yeoja norak seperti mereka. Yeoja-yeoja ini kegatelan, sedikit saja bertemu orang tampan sepertiku langsung keluar deh sikap kampungan mereka.  #author: Minho kegeeran nih! Emang ganteng sih, tp tenang jinki, aku tidak berpaling darimu >.<

Rasanya aku ingin pergi dari sini, tapi terlalu banyak yeoja yang mengelilingiku. Aku malas meladeni mereka dengan berbagai macam tingkah noraknya, ada yang senyum-senyum sok manis, kedip-kedip mata, melet-melet lidah(?), dan yang paling tidak aku suka, mengelus-elus telapak tanganku…aku geli!!!

Ah, aku tidak mau melihat mereka. Aku pun mengalihkan pandanganku dari mereka, melirik ke sebelah kananku

INFO LOWONGAN KERJA

Kulihat Hana sedang serius mengamati satu-persatu apa yang tertera di Koran itu, beberapa kali wajahnya terlihat kecewa, sampai akhirnya ia tersenyum tipis sambil menunduk. Oh, sepertinya dia sedang butuh kerja part time, mmm…jangan-jangan ini yang membuatnya pusing sehingga ia mengangis di danau itu kemarin. Aissh, ngapain juga aku peduli yeoja ini ya. Bukan urusanku ia menangis, aku tidak mau tau urusan orang lain.

+++++++++

Hana POV

Hari ini aku bekerja untuk pertama kalinya. Hiya..!!! akhirnya aku menemukan pekerjaan yang tidak minta gelar sarjana sebagai persyaratannya. Kemarin aku melihat info lowongan kerja di koran, ada sebuah pekerjaan untuk menjadi pegawai di sebuah butik, sayang sekali mereka hanya mencari orang yang bisa bekerja dari siang sampai jam 9 malam, jelas saja itu tak mungkin kulakukan karena aku kuliah sampai jam 4 sore. Dan akhirnya saat aku turun dari bus, aku melewati sebuah restoran serba ayam yang letaknya masih di sekitar halte bis tersebut. Di pintunya terpampang sebuah pengumuman lowongan sebagai pelayan. Aku pun diterima dengan jatah shift dari jam 5 sampai jam 10 malam. Aku mendapatkan libur setiap hari minggu, sementara hari sabtu aku bekerja dari jam 9 sampai jam 5 sore. Sebenarnya hari sabtu aku diminta bekerja seharian, tapi setelah sang manajer menelepon si pemilik restorannya, aku diberi keringanan untuk bekerja sampai jam 5 saja karena aku adalah mahasiswa dan tentu saja membutuhkan waktu belajar. Syukurlah, aku tidak tahu siapa pemilik restoran ini, yang pasti aku sangat bersyukur ada orang sebaik dia, aku akan mengucapkan rasa terima kasihku secara langsung jika aku bertemu dengannya.

“Hana-sshi, meja nomor 5 memesan ayam crispy pedas, antarkan segera” Seorang seniorku yang sedang sibuk membereskan piring bekas pelanggan berkata kepadaku. Namanya Yoona, ia seorang yang energik dan sangat ramah.

“Yee” Aku sagera mengambil pesanan dari dapur  dan melesat menuju meja nomor 5. Tidak lama setelah aku menaruh pesanan ke meja 5, ada yang memanggilku dari meja nomor 7.

Aku mengampiri meja itu, seorang namja berusia sekitar 20 tahunan tersenyum padaku, sepertinya ia sebaya denganku. Dan senyumnya itu…senyum yang sangat menyenangkan, jauh dari kepalsuan seperti senyum orang-orang yang ada di dunia saat ini. Aku membungkuk dan membalas senyumnya. “Mau pesan apa tuan?’ tanyaku ramah.

“Aku mau pesan ayam crispy dan cappuccino dingin. Oya, ngomong-ngomong aku belum pernah melihatmu sebelumnya” Namja itu tersenyum ramah lagi.

 Kyaaa…lama-lama aku bias bertingkah norak seperti teman-temanku juga kalau terus-terusan disuguhi senyuman semanis ini…Omo, apa yang kau pikirkan Hana! Ayo serius kerja.

“i…iya, aku baru bekerja di sini hari ini” Aku menjawab dengan gugup dan kulihat ia tertawa melihat kegugupanku…aaaa…jangan tertawa lagi, aku tidak tahan melihat kau tertawa seperti itu, sangat manis.

 Ah, kumat lagi pikiran anehku! Apa sih yang kupikirkan! Omong-omong sepertinya ia adalah pelanggan di restoran ini sampai-sampai ia hafal mana pelayan lama dan baru.

“Siapa namamu?”Tanya namja itu dengan tidak lupa memajang senyum sehingga gigi kelincinya terlihat jelas.

“Aku? Ah iya, namaku Park Hana…salam kenal”Aku membungkukkan badan kearahnya.

“Park Hana…mmm…oya, aku Lee Jin Ki…aku memang sering kesini, jadi aku tahu kau pelayan baru, tidak usah heran ya.”

“Oh..sudah kuduga..ah, jinki sshi, aku layani dulu ya pesananmu, permisi…” Aku buru-buru berpamitan karena bisa-bisa aku meleleh jika terus di hadapannya…gawat kan.

Jinki POV

“Park Hana…mmm…oya, aku Lee Jin Ki…aku memang sering kesini, jadi aku tahu kau pelayan baru, tidak usah heran ya.” Kataku sambil memikirkan sesuatu.

Aku merasa aneh dengan diriku sendiri, kenapa aku berkata bahwa aku sering kesini, padahal yeoja itu tidak menanyakannya sama sekali. Untung saja ia menjawab bahwa ia juga sudah menduganya, berarti ia memang sudah menebak bahwa aku memang sering kesini, dan itu artinya bukan aku yang kegeer-an. Sepertinya ia adalah yeoja yang sering berpikir dan mengamati sesuatu, bagus. Eh, mwo? Kenapa aku harus berbohong? Entah, aku hanya merasa sebaiknya inilah yang harus kukatakan untuk perkenalan.

TBC…

Kira-kira siapa ya malaikatnya Hana?

Lalu, siapakah Jinki? Apakah ia malaikatnya Hana? Lalu mengapa Jinki Harus Berbohong? Berbohong dalam hal apa? Baca terus ya lanjutan ff ini…semoga ff ini berhasil kutamatkan sebelum mulai kuliah lagi

Gomawo buat yang udah mau baca ff debutku, maaf kalo ada salah2 kata atau kurang greget ceritanya. Aku akan berusaha lagi. Don’t be silent reader ya…*bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

45 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 1”

  1. Ih kata siapa kurang greget? Engga kok thor!
    Malahan aku suka, kebayang jinki senyum terus gigi kelincinya keliatan. Ih lucu, haha.

    Pokoknya Hana harus sama jinki ya, thor. #maksa, hehe

    Ditunggu kelanjutannya…

  2. Kyaa kereenn :Dd
    jangan2 ntar cinta segiempat? Minho suka hana, hana suka jinki, jinki suka aku #PLAKK
    ayo lanjut lanjutt

  3. hyaaa ini ff pertama … tulisannya rapiiiii …
    huwaaa keren … ceritanya menarik …
    hana whaiting !!
    bohong tentang apa ya ??? kok aku ngak nalar … mnk jinki boong ??
    ahaah minho nasib mu jdi org ganteng!! wkakak…

    authoorrr lanjutlahh !!

  4. thor, ni FF harus berakhir dg pasangan hana-jinki *reader pemaksa hahaha.plak!!*
    walopun bagian jinki baru keluar dikit, ntah kenapa suka deh sama karakter dia *secara saya MVP kekekekeke*
    lanjut thor!!!

  5. Aku sih terserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hahaha. * kebanyakan nnton ttng politik*
    karna banyak yang memilih Jinki-Hana, maka saya memilih Minho-Hana. Awalnya di part 1 pasti belum keliatan karakternya. Haha.
    Lanjut!

  6. Wooaahh baguuuuussss!!
    Jinki bohoong? Bohong apaan tuh? Terus sikapnya minho ntar ke hana gimana?
    Wkwk tadi dikirain yg punya restorannya jinki hoho-_-
    Lanjut yaa!!!!

  7. wuah…gomawo admin udh mau nge-post ff amatiran ini

    itu cinta segi berapa yah? bukan segitiga juga nantinya sih…

    gomawo bwt smua yg udah mau baca n komen. klo ada yg ngerasa belum greget, emg di part 1 ini baru pembukaan

    kakaknya hana? author jg paling demen ama calon orangnya, hehe..tunggu aja ya

    endingnya si kepinginnya jinkinya ama author aja #dibakar MVP

  8. part 1 nya kayaknya masih tahap pengenalan ya?
    kurang greget bacanya. tapi aku tetep suka.
    hana sama minho atau yang lain dong, jinki buat aku aja*diiris-iris MVP.
    lanjut thor. yang cepet *reader maksa

  9. ……Entar minho suka hana nih
    Tapi jinki suka hana juga
    Hana suka jinki
    Kasian minhooooooo :'(:'(
    Tapi gak kebayang juga sih ngebayang senyumnya jinki T_T
    Minho pede banget wkwkwk emang ganteng kok 😉

  10. iya, ini masih tahap perkenalan kok, ceritanya ntar ngembang, aq udh bikin part2 berikutnya, tinggal 3 part akhir.

    kegantengan minho emg bikin mabok, tp author lebih ga waras klo udh ngebayang senyum gigi kelinci jinki.

    baca terus lanjutannya ya…

  11. Iya, dong harus baca kelanjutannya.
    Kalau baca setengah-setengah kan ga enak (?)

    Iya thor, bner banget! (apaan sih)
    Senyum gigi kelinci jinki memang memukau, hahaha.

    Eh, mau usul dong!
    Kalau boleh di part-part berikutnya lbh menonjolkan kegantengan onew yah?#plak, abaikan
    Aihh meleleh dh jadinya, kebnyang gigi kelincinya onew, hahahha.

  12. pas ada kata2 restoran ayam…aku udh tau pasti hana bkal ketemu jinki dsni..entah jinki sbg owner, pelayan, atau pelanngan setia..eh tnyta pelanggan toh…

    di part 1 sih blom ada greget na…

  13. Kukira awalnya itu jinki!!! Ternyata minho T_T
    & ketemu jinki nya knp harus di restoran ayam… Huahahaha
    Baru baca nih thor hehe~

  14. huaaa aku kira namja yg ikut duduk di pohon itu onew tapi pas diliat lagi ada kata2 cool nya ,he ? emang onew cool setau gw onew sangtae /plak ~ jadi saya pikir itu minho ~ dan benar
    terus saya pikir lagi *ke banyakan pikir* jangan2 onew yang jadi malaikatnya hana ~
    DENG ~ ternyata bukan mereka baru ketemu di restoran ayam meheheh ~
    jadi banyak teka tekinya kkkk~
    over all gw suka jalan cerita yang gak gampang di tebak ~
    next~ karena ini udah komplit jadi gw nungu dan gk bikin gw galau hahaha XD

  15. wah…
    akhrx nemu jg main story dr ff yg td q bca…
    sorry bib,bru baca…
    awalx agak aneh,berasa bukn tulisan bibib,cz bysany kan tiap tulisan bibib pke bhs yg agk konotatif,jd yg baca jg smbl mikir.tp dsni,gya bhsax lbh jlz dan gmblng entah knp aq suka yg bysax).
    tp pas bc ulang foreword sm summary,bru ngeh klo ni ff prtamamu bib…

    aq ngarepx malaikatx hana tu jinki aja,soalx jinki emg lbh cocok dg image i2 ktimbang minho…#d bacok flames

    mw lanjut k part 2…

Leave a Reply to hanjia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s