Happy Birthday and Goodbye!

Happy Birthday and Goodbye!

Author             : Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki

Main cast         : Lee Taemin & Lee Jin ah

Suporting cast : Member SHINee

Length             : Oneshot

Genre               : Friendship, Angst(?), Sad(?)

Rating              : PG-13

Annyeong Chingu ini FF pertama yang kukirim ke SF3SI. Hehe jd mohon komennya ya.. soalnya saya masih author amatir. Semoga suka.. J selamat baca..

 

Taemin POV

“ Taemin!! Cepat!” seru Jin Ah dengan semangat menyuruhku menyusulnya dengan cepat. Aku berlari menghampirinya dengan napas yang tersengal-sengal.

“ Jin ah! bisakah kita jalan saja? Aku lelah” Keluhku pada Yeoja sahabatku ini. Hari ini aku dan Jin Ah ingin mengunjungi sebuah taman yang kami temukan beberapa tahun lalu ketika kami sedang bermain bersama.

“ Kau lelah? Kalau begitu kita duduk dulu disini” katanya lalu duduk di atas sebuah batu. Aku pun mengikutinya. Kami sama-sama diam menikmati keheningan di taman ini. Kami sudah beteman selama 8 tahun, waktu itu orang tuaku di haruskan pindah karena perkerjaan. Aku yang masih berumur 8 tahun saat itu sangat sulit untuk memiliki teman. Tapi Jin Ah dengan mudahnya mengulurkan tangannya padaku yang sedang duduk sendirian di taman bermain.

‘ kenapa tidak bermain?’ tanya Jin Ah. aku menggeleng.

‘ tidak usah malu! Ayo bermain bersamaku saja jika kau tidak mau bermain dengan yang lain’ katanya ceria lalu menarik tanganku untuk bermain bersamanya. Sejak saat itu dia selalu melindungiku dan menjadi temanku apapun yang aku lakukan. Akupun sudah menganggapnya seperti saudaraku. Aku selalu sedih setiap kali melihat Jin Ah di siksa oleh ayahnya, walaupun dia selalu di siksa tapi dia tidak pernah menitikkan air matanya di depan orang lain selain aku. Setiap kali ayahnya menyiksanya, dia akan datang lewat lubang yang kami buat di dinding bawah kasurnya tanpa sepengetahuan orangtua kami yang langsung menuju kamarku karena kamar kami bersebelahan. Ia datang sambil tersenyum, lalu dia akan becerita tentang banyak hal dan tidak jarang tiba-riba dia menangis. Aku hanya bisa menemaninya menangis saat itu, dan berpikir kenapa ada ayah yag begitu kejam pada anaknya sendiri. Sekarang umurku sudah 16 tahun, kebiasaan Jin Ah datang ke kamarku belum hilang sampai sekarang bahkan terkadang ia meminta izin untuk tidur dikamarku. Tentu saja aku mengizinkan, dia adalah sahabatku, jika rumahnya tidak nyaman baginya aku rela berbagi kamarku untuknya.

“ Taemin-ah, aku ingin kita bersama terus seperti ini. Kau tahu? Kau adalah sahabat terbaikku” kata Jin Ah membuyarkan lamunanku.

“ Tentu saja, kita akan bersama terus! Apa kau juga tahu, bahwa kau sahabat terbaikku?” balasku. Dia tersenyum.

“ Ya, aku tahu itu” katanya lagi. Kami terdiam beberapa saat menikmati matahari terbenam.

“ Kita harus pulang Taemin-ah. Nanti ayahku bisa marah” kata Jin Ah. aku hanya mengangguk dan bersiap-siap untuk pulang kerumah. Kami berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Ini juga salah satu kebiasaan kami sejak dulu yang tidak bisa diubah. Aku tahu orang lain bisa salahpaham pada kami tapi kami merasa kuat satu sama lain ketika bergandengan tangan.

“ Daahh Taemin.. sampai jumpa besok” kata Jin Ah di depan rumahnya.

“ Kenapa harus besok? Aku bisa ke kamarmu jika kau mau” balasku. Dia tersenyum.

“ Jangan nanti kalau ayahku tahu kau bisa celaka” katanya sambil tertawa.

“ Baiklah. Tapi jika kau membutuhkanku kau tahu kan? Kau bisa ke kamarku kapan saja” kataku padanya. Ia hanya tersenyum.

“ Aku tahu Lee Taemin!”

“ Ya sudah aku pulang dulu ya Jin Ah. cepat masuk sana nanti kau bisa sakit” kataku sambil mengusap kilas kepalanya dan berjalan kerumahku yang berada di sebelah rumah Jin Ah.

Jin Ah POV

“ Ya sudah aku pulang dulu ya Jin Ah. cepat masuk sana nanti kau bisa sakit” kata Taemin sambil mengusap kilas kepalaku dan berjalan kerumahnya. Aku memperhatikan punggung Taemin.

“ Aku tak ingin pulang kerumah ini Taemin-ah, aku takut” bisikku. 16 tahun aku menyimpan semua kepedihan ini, tempatku berbagi hanyalah Lee Taemin tetangga baruku 8 tahun lalu. Dia selalu membuatku merasa lebih baik walaupun tubuhku sakit penuh luka. Selama ini dia selalu bersama-sama denganku, aku tahu dia pasti ingin bermain bersama yang lain dan merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang Pacar, Maka dari itu aku tidak ingin menyusahkannya lebih dari ini. Dia punya kehidupan sendiri, aku tidak bisa terus mengganggunya dengan masalahku. Aku tahu jika dia mengtahui aku berpikir seperti ini dia akan memarahiku. Tapi aku sudah memutuskannya. Maaf kan aku Lee Taemin. Kau akan selalu menjadi sahabatku.

Aku berjalan memasuki rumah yang selama 16 tahun menjadi saksi bisu kehidupanku.

“ Aku pulang!” kataku begitu memasukki rumah. Aku berjalan ke arah ruang keluarga. Kulihat disana ayahku sedang duduk di sofa.

“ Dari mana saja kau? Kau tahu ini jam berapa?” tanya ayah padaku.

“ Maafkan aku ayah. Tadi aku mengerjakan tugas sekolah bersama Taemin” jawabku. Dengan langkah cepat ayahku mengahampiriku yang berdiri di ambang pintu. Dan seperti sebelumnya dia langsung menjangkau rambutku dan menariknya.

“ KAU BILANG APA HAH?! KAU BILANG KAU PERGI BERSAMA LEE TAEMIN LAGI?? SUDAH BERAPA KALI KUBILANG?? KAU JANGAN BERMAIN DENGANNYA TERUS!! KAU HARUS SEGERA MENCARI SEORANG CALON SUAMI YANG KAYA RAYA!! KAU TIDAK BISA BERSAMA DENGAN LEE TAEMIN TERUS!!” ayahku berteriak tepat didepan wajahku. Napasnya yang sedikit berbau alkohol dan rokok memenuhi rongga hidungku.

“ Ta.. tapi ayah aku masih kelas 1 SMA. A..aku tidak mungkin menikah” jawab ku berusaha menahan air mataku.

“ KAU TAHU BANYAK LAKI-LAKI KAYA RAYA DISANA YANG TIDAK PEDULI TENTANG UMURMU. YANG MEREKA MAU HANYA TUBUHMU!! KAU HANYA PERLU MENIKAHI MEREKA DAN KAU AKAN MENDAPATKAN UANG MEREKA!!” teriak ayahku sambil terus memukul seluruh bagian tubuhku, menjambak rambutku.

“ Ta..tapi ayah aku juga ingin sekolah seperti anak lainnya. Merasakan jalan-jalan bersama mereka, mengerjakan tugas bersama dan…” *PLAK! kata-kataku terpotong karena tangan kasar ayahku menyentuh pipiku keras. Pipiku seketika itu terasa panas.

“ DIAM KAU..*PLAK.. ANAK..*PLAK…. BODOH PLAK PLAK PLAK” tamparam bertubi-tubi mendarat di pipiku. Kurasakan cairan hangat merah mengalir dari pipiku. Darah. Pipiku berdarah. Aku tak sanggup lagi airmataku pun mengalir perlahan dari ujung mataku.

“ Kumohon.. ayah.. hentikan.. kumohon” aku memohon padanya. Aku tahu tak ada gunanya berkata seperti itu padanya sekarang. Dia tidak akan pernah mendengarkannya. Tapi aku benar-benar tidak kuat lagi.

PLAK…PLAK.. “ BERHENTI MENANGIS ANAK BODOH!!” DUG! Hal terakhir yang kurasakan kepalaku membentur dinding ruang keluarga dengan keras dan cairan hangat merah mengalir deras. TAEMIN, tiba-tiba kata itu muncul dalam pikiranku sebelum tiba-tiba semua gelap.

Taemin POV

“ BERHENTI MENANGIS ANAK BODOH!!” kudengar suara ayah Jin Ah berteriak. Sepertinya dia sedang menyiksa Jin Ah lagi. Aku benar-benar tidak bisa diam saja kali ini. Aku harus kesana menghentikannya. Aku hendak berlari ketika seseorang menahan tanganku. Aku menoleh. Ibuku menahan tanganku.

“ Tolong lepaskan aku bu! Aku harus membantu Jin Ah!” kata ku sambil berusaha melepaskan cengkraman ibuku.

“ Apa yang bisa kau lakukan untuknya? Ayahnya sudah gila! Jika kau ikut campur bisa-bisa malah terjadi apa-apa denganmu!” kata Ibuku. Aku tahu dia juga merasa kasihan pada Jin ah. tapi kasihan saja tidak akan cukup. Aku tidak bisa melihat Jin ah seperti ini terus.

“ Tapi…” kata-kataku terputus ketika mendengar sebuah suara yang sangat keras dari arah rumah Jin ah. suara itu seperti suara sesuatu menabrak dinding. Jangan-jangan…. tidak itu tidak boleh terjadi. Segera kulepaskan cengakraman ibuku dan berlari secepat mungkin kerumah Jin ah.

Dirumah Jin ah, kulihat Jin ah terbaring di dekat pintu ruang keluarga. Ayahnya menatapya dengan tatapan kosong. Kuhampiri tubuh Jin ah. Kulihat darah mengalir dari kedua Pipinya dan dari bagian belakang kepalanya. Segera kutelepon Ambulans. Kupeluk tubuh lemahnya.

“ Bertahanlah Jin ah… bertahanlah demi diriku… aku mohon!” air mataku mengalir tak terbendung. Kumohon jangan tinggalkan aku Jin ah, aku masih membutuhkanmu disini.

Tubuh Jin ah segera dibawa kerumah sakit begitu ambulans sudah datang. Aku duduk di sisinya ketika diambulans. Kulihat setetes air mata disudut matanya yang tertutup. Kusapu air mata itu dengan jariku.

“ Kumohon Jin ah bertahanlah!” ratapku sambil memegang tangannya.

Author POV

Tiga tahun sejak kejadian itu….

“ Jin ah.. aku punya cerita menarik! Hari ini aku bersama para Hyungku baru saja menggelar konser. Disana banyak sekali para Fans yang datang! Waaahh aku benar-benar senang! Aku tidak menyangka bahwa aku akan menjadi seorang idol seperti sekarang” kata Taemin antusias pada seorang gadis di hadapannya. Yang tak lain adalah Jin ah. mereka sedang berada di taman rahasia mereka. Saat kejadian 3 tahun lalu setelah Taemin mengantar Jin ah kerumah sakit ia dilarang keluar rumah oleh orang tuanya. Ia sangat khawatir akan keadaan Jin ah, setiap hari ia mengecek ke kamar gadis itu tapi hasilnya Nihil. Jin ah tidak ada. Sampai satu bulan setelah itu tiba-tiba Jin ah muncul di kamar Taemin dengan senyum lebar. Ia terlihat lebih sehat dari yang selama ini Taemin kenal.

Flashback

“ Jin ah?? kau sudah sehat?” tanya Taemin kaget ketika melihat Jin ah duduk di atas Kasurnya sepulang sekolah.

“ Apa kabar Taemin!! Oh iya kenapa kau tidak pernah mengunjungiku di rumah sakit?” tanya Jin ah.

“ Maafkan aku Jin ah. aku sangat ingin mengunjungimu tapi orangtuaku melarangku. Aku benar-benar minta maaf” jawab Taemin menyesal. Jin ah tersenyum manis.

“ Tidak apa-apa Taeminnie, aku mengerti. Oh iya sekarang ayahku sedang dipenjara. Dan aku akhirnya bebas dari dia. Tapi aku harus pergi dari rumah itu karena aku tidak mungkin tinggal disana sendirian. Jadi aku akan pergi ‘kerumah’ almarhumah ibuku” kata Jin ah dengan nada sedih.

“ Apa harus?? Aku masih membutuhkanmu. Kau satu-satunya temanku. Aku tidak punya teman selain kau”

“ Tapi.. Taeminnie”

“ Tinggallah disini. Kau bisa tinggal di rumahku. Kami masih punya banyak kamar” tawar Taemin. Jin ah menatap ragu Taemin.

“ Baiklah aku akan meminta izin pada mereka untuk tinggal disini. Tapi hanya sampai kau bisa berteman dengan orang lain. dan aku akan tetap tinggal di rumahku sendiri.  Bagaimana?” tawar Jin ah.

“ Ehh?? Tidak bisakah kau disini selamanya?” tanya Taemin penuh harap.

“ Maaf Taeminnie tapi itu tidak bisa. Jika kau tidak mau menerima tawaranku ya sudah” ancam Jin ah. Taemin memandang Jin ah ragu. Lalu akhirnya mengangguk.

“ Baiklah!! Aku tidak akan mengecewakanmu” kata Taemin.

Flashback end.

 Jin ah tersenyum mendengar keceriaan dalam kata-kata Taemin.

“ Waahh sekarang kau sudah punya banyak teman ya Taemin” kata Jin ah. Taemin tersenyum.

“ Hehe.. tadinya kukira Key Hyung, Minho Hyung, Jonghyun Hyung dan Onew Hyung itu orang yang jahat tapi ternyata mereka benar-benar baik. Mereka benar-benar sayang padaku” kata Taemin bersemangat.

“ Sepertinya mereka benar-benar orang yang baik, Aku jadi ingin bertemu langsung dengan mereka” kata Jin Ah.

“ Jika kau mau kau bisa ikut aku, aku bisa mengenalkanmu pada mereka” kata Taemin tersenyum.

“ Tapi.. aku tidak pernah punya waktu Taemin-ah. Sejak ayahku di penjara aku harus selalu merapikan rumahku, mengerjakan tugas, memasak dan macam-macam lagi” kata Jin Ah.

“ Iya ya. Maaf ya Jin Ah aku tidak bisa membantumu” kata Taemin menyesal.

“ Tidak apa-apa. Aku tahu jadi seorang idol pasti sulit. Jadwal mereka pasti sangat padat” kata Jin Ah tersenyum.

“ Oh iya bagaimana kalau mereka kuajak saja kesini bertemu denganmu!” usul Taemin lagi.

“ Tidak perlu! Aku tahu kalian sibuk” tolak Jin Ah. Taemin hanya cemberut mendengar penolakkan Jin Ah.

“ Sudahlah tidak perlu cemberut begitu.. besok kan hari ulangtahunmu yang ke 19 (ukuran orang korea lhoo) kau mau hadiah apa?” tanya Jin Ah mengalihkan topik.

“ Ahh iya besok sudah tanggal 18 Juli ya?? Hmm.. apa ya? Terserah kau saja deh”

“ Baiklah. Kalau begitu. Tapi besok kau tidak ada jadwal?”

“ Tidak. Jadi kita bisa merayakannya berdua. Oh iya kenapa tidak kita ajak saja member SHINee yang lain. Jadi mereka tak perlu merayakannya lagi” usul Taemin.

“ Hmm.. kebetulan sekali kalau begitu. Ya sudah ajak saja mereka. Aku jadi tidak sabar bertemu mereka” kata Jin Ah semangat. Taemin tersenyum melihat senyum ceria Jin Ah yang belum pernah ia lihat dulu.

Taemin POV

“ Saenggil Chukkahamnida Taeminnie!!” teriak para Hyungku ketika aku masuk kedalam dorm. Aku tersenyum melihat mereka. Belum pernah ada orang yang merayakan ulangtahunku selain Jin Ah. aku benar-benar bersyukur bisa bertemu orang-orang seperti mereka.

“ Selamat ya Taeminnie.. omo! Anakku sekarang sudah tumbuh besar!” kata Key. Aku tersenyum lalu memeluk Key.

“ Selamat ya Taemin!! Ini hadiah dari kami” kata Minho hyung sambil memberikan 4 buah hadiah yang berbungkus kertas kado.

“ Terima Kasih ya Hyung! Kalian memang daebak (the best)!!” kataku senang.

“ Oh iya Hyung. Aku ingin mengundang kalian ke rumahku sore ini untuk merayakan ulangtahunku bersama Jin Ah” kataku lagi.

“ Jin Ah sahabatmu yang selalu kau ceritakan itu?” tanya Onew Hyung.

“ Ya. Dia sangat ingin bertemu kalian yang sudah menjagaku hehe. Kalian mau kan?” tanyaku untuk memastikan.

“ Tentu saja! Kapan lagi kami bisa bertemu orang yang selalu dibanggakan anakku ini!” kata Key. Aku tersenyum mendengar perkataan Key Hyung.

Jin ah POV

Hari ini adalah hari ulangtahun Taemin. Aku senang selama 3 tahun ini dia benar-benar berubah jauh lebih baik. Sekarang dia bisa berteman dengan banyak orang, bahkan sekarang dia adalah seorang idola banyak wanita. Aku meletakkan lilin ulangtahun di atas kue ulangtahun Taemin. Aku menatap kue itu lekat-lekat. Sepertinya sudah saatnya.

“ Taeminnie… aku menyayangimu.. sangat menyayangimu”

***

“Permisi……” kudengar suara di depan rumah Taemin. Itu pasti teman-teman Taemin di SHINee. Lalu kudengar langkah-langkah menuju kekamar Taemin. Kami akan merayakan ulangtahun Taemin di Kamarnya. Lalu kulihat Taemin membuka pintu dan masuklah 4 orang namja yang sering diceritakan oleh Taemin padaku.

“ Jin Ah… ini dia hyung-hyung yang sering aku ceritakan padamu” kata Taemin ketika mereka semua sudah berkumpul.

“ Annyeonghasseo.. Joneun Lee Jin Ah imnida” kataku memperkenalkan diri. Kulihat keempat namja itu tersenyum hangat.

“ Annyeonghasseo.. Joneun Leader Onew imnida” kata namja yang berdiri paling kiri. Dia tersenyum. Senyumnya sangat manis. Pantas saja banyak orang suka padanya.

“Annyeonghasseo.. Joneun Flaming Charisma Minho imnida” kali ini namja yang paling tinggi yang memperkenalkan diri.

“Annyeonghasseo.. Joneun bling-bling Jonghyun inmnida” kali ini namja yang paling pendek memperkenalkan diri.

“Annyeonghasseo.. Joneun almighty Key imnida” mereka semua tersenyum sambil memperkenalkan diri.

“ Jadi ini yang namanya Jin Ah yang sering di ceritakan Taemin pada kami. Pantas saja, dia sangat manis” kata Namja yang tadi mengenalkan diri bernama Jonghyun. Tiba-tiba key memukul kepala Jonghyun pelan.

“ Yak! Kau itu tidak bisa melihat Yeoja cantik sedikit! Se Kyung mau kau kemanakan?” tanya Key kesal. Aku memperhatikan mereka dengan tersenyum. Benar yang Taemin ceritakan selama ini padaku. Melihat mereka, aku yakin Taemin akan baik-baik saja.

Kami semua menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk Taemin. Lalu para member SHINee memotong Kue Ulangtahun Taemin sambil sesekali mengambil krim kue itu dan mengoleskannya di pipi yang lain. Aku hanya bisa tertawa melihat mereka. Kalau begini aku bisa pergi dengan tenang. Aku yakin mereka akan menjaga Taemin dengan baik.

Taemin POV

“ Yak! Hyung! Kue nya jangan di buang begitu!” seruku sambil tertawa melihat tingkah para Hyungku ini. Aku memperhatikan sekeliling. Tapi Jin Ah tidak ada.

“ Hyung apa kalian melihat Jin Ah?” tanyaku pada Jonghyun Hyung.

“ Tidak. Tadi dia kan ada disana” kata Jonghyun hyung smabil menunjuk tempat tadi Jin ah duduk.

“ Iya tapi sekarang dia kemana ya?” tanya Onew. Tiba-tiba saja aku melihat Jin ah, dia sedang berdiri menggunakan dress putih bersih. Dia terlihat sangat cantik dan bersinar.

“ Wahh Jin Ah.. kau sampai menyiapkan ini di ulangtahunku. Kau sangat cantik” kata ku terpana. Dia tersenyum manis. Sangat manis.

“ Taeminnie.. apa kau ingat janji kita? Bahwa aku akan pergi jika kau sudah bisa berteman dengan orang lain?” tanya Jin Ah padaku. Ya tentu aku ingat.

“ Tentu. Tapi kenapa?” tanyaku bingung. Jin ah tersenyum dan menatap hyungku satu persatu.

“ Aku tahu jika Taemin bersama kalian ia akan baik-baik saja. Maukah kalian menjaga Taemin untukku?” tanya Jin Ah pada para Hyungku.

“ Te..tentu saja. Taemin sudah seperti adik kami sendiri, tapi apa maksudmu bertanya seperti itu Jin ah-ssi?” jawab Onew hyung tergagap tapi tegas. Jin ah kembali tersenyum manis.

“ Kalau begitu aku sudah bisa pergi ‘kerumah’ ibuku dengan tenang” kata Jin ah. aku menatapnya bingung. Aku kembali mengingat perjanjian kami 3 tahun yang lalu.

“Tidak apa-apa Taeminnie, aku mengerti. Oh iya sekarang ayahku sedang dipenjara. Dan aku akhirnya bebas dari dia. Tapi aku harus pergi dari rumah itu karena aku tidak mungkin tinggal disana sendirian. Jadi aku akan pergi ‘kerumah’ almarhumah ibuku” rumah almarhumah?? Aku tersentak! Kenapa aku baru sadar. Tidak! ini tidak mungkin terjadi!

“ Tidak, Tidak mungkin! Ini bohong kan Jin ah? Katakan kalau ini bohong!” kataku pada Jin ah. dia hanya tersenyum.

“ Hentikan senyuman itu Jin ah! aku tidak percaya ini! Ini bohong kan?!” kataku sedikit teriak. Hyung-hyungku hanya menatapku dan Jin ah dengan bingung.

“ Maafkan aku Taem, 3 tahun lalu aku tidak mengatakan yang sebenarnya padamu. Aku benar-benar minta maaf. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum seperti dulu saat kita bermain bersama” kata Jin ah lembut. Air mataku mengalir. Aku benar-benar tidak percaya ini.

“ Kumohon jangan tinggalkan aku Jin ah! kumohon!” aku memohon pada Jin ah dengan sangat.

“ Maaf.. aku benar-benar minta maaf Taeminnie. Dan terimakasih banyak selama 16 tahun hidupku aku benar-benar merasa hidup ketika bertemu denganmu” kata Jin ah.

“ 16 tahun? Bukankah Jin ah-ssi seumuran denganmu Taem? Seharusnya dia sudah hidup selama 19 tahun kan?” tanya Minho Hyung bingung.

“ Omo! Jangan bilang kalau!!” kata Key hyung. Sepertinya dia sudah menyadari apa yang terjadi. Kulihat Jin ah masih tersenyum.

“ Kalian sudah berjanji akan menjaga Taemin kan? Kalian harus menepatinya ya, dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang” kata Jin ah.

“ Ten.. tentu saja Jin ah-ssi, aku janji!” kata Key hyung. Jin ah tersenyum.

“ Maukah kau memaafkan aku Taem? Jika tidak aku tidak bisa tenang” kata Jin ah padaku. Aku menatap mata indahnya.

“ A..ku.. maafkan aku juga Jin ah” kataku. Aku tak tahu harus berkata apa lagi. Aku tidak bisa membiarkannya tetap disini. Dia harus tenang disana. Aku akan menerima ini agar Jin ah bahagia.

“ Terimakasih Taeminnie. Waktuku sudah tiba. Kau harus selalu ingat walaupun fisikku tak ada di sini, tapi aku tetap berada di sampingmu selamanya. Selamat Ulang tahun dan Selamat Tinggal Taeminnie. Saranghae yo” ucap Jin ah lembut. Perlahan-lahan tubuhnya memudar dan wajah tersenyum bahagianya hilang dari penglihatanku. Aku menangis.

“ Na do Saranghae yo, Jin ah!” ucapku pilu. Key hyung langsung memelukku. Ketiga hyungku yang lain juga memelukku walaupun mereka bingung.

***

“ Hyung! Ayo cepat!” aku berteriak pada hyung-hyungku.

“ Iya iya. Kau ini bawel!” kata Minho hyung.

“ Baiklah ayo kita jalan” lalu kami semua masuk ke dalam mobil dan membawanya ke pemakaman. Ya hari ini kami akan ke pemakaman Jin ah. aku sangat merindukannya. Hyung-hyungku sudah kuceritakan semua kejadian yang menimpa Jin ah dulu. Mereka merasa Jin orang yang hebat. Aku juga berpikir begitu. Dia benar-benar sahabat terbaik dan terhebat yang pernah ada. Begitu tiba di depan makam Jin ah kami berdoa. Setelah berdoa aku sangat ingin kekamarku di rumahku dulu. Akupun meminta izin pada hyungku untukpulang ke rumah orangtuaku. Mereka mengizinkan setelah kuberi tahu alasannya. Aku sangat ingin mengenang saat-saat Jin ah bermain ke kamarku, mengobrol, menangis, bahkan hari di mana dia pergi terjadi dikamarku.

Aku memasuki kamarku yang interiornya sengaja tidak kuubah samasekali agar aku bisa mengingat Jin ah ketika aku melihatnya.

“ Jin ah… aku merindukanmu.” Bisik ku ketika melihat sekeliling kamarku.

“ Aku juga, Taeminnie” kudengar bisikkan lembut. Aku tersenyum.

~ THE END ~

Gimana?? Gimana?? Jelek ya?? Huft! Sudah kuduga. Tp mohon komennya ya. Gomawo~!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “Happy Birthday and Goodbye!”

  1. huaaaaaaaa sedih thor cerita na..mpe berkaca-kaca nih bca na…

    ga nyangka tnyta slma 3 tahun itu taem ditemenin sama roh…serem jga ye klw crta ini kjadian…

  2. Aaaaaa
    Sedih banget
    Ternyata pergi ke rumah almarhum ibunya
    Itu dia nyusul ibunya
    Taemin ga sadar gitu
    Aih mana hari ultah
    Nyesekkk

  3. hyaa !!! nyesek !!
    authorrr !! pantes aku rda ganjal pas jin ah bilang mau ke rumah alm ibunya .. rumah alm ibunya kan di situ .. ngapain pergi lagi … eh taunya bener2 !! ahhh !!!

    udah lma ngak baca sad … 😦

  4. ternyata yang 3 tahun nemenin taemin itu cuma arwahnya jin ah doang? jadi ternyata jin ah nya udh meninggal?
    anjir nyesek banget bacanya

  5. mataku berlinang air mata thor,
    bentar lagi pasti ada hujan yang berasal dari mataku.
    keren ceritanya. aku udah curiga waktu dia bilang pulang kerumah alm. ibunya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s