Let It Go – Part 2

Let It Go (Part 2)

Author                         : Deesullivan

Main Cast                    : Song Eun Cha, Lee “Onew” Jinki, Min Hyeri, Kim “Key” Kibum

Supporting Cast           : Kim Jonghyun “SHINee”, Min Sunye “Wonder Girls”, Jung Nicole “Kara”,  the rest of SHINee Members

Length                         : Sequel

Genre                          : Anguist, Romance, Friendship

Rating                          : PG-13

 

Let It Go (Part 2)

Author _PoV_

Hyeri terkejut sekali dengan kedatangan dua namja yang sebenarnya tidak dia sangka akan datang kerumah Eun Cha, apalagi dilihat dari kedudukan mereka ditempat kerja Eun Cha dan Hyeri. Kedua namja itu adalah bos mereka di ‘Korean Tv’, salah satu stasiun TV terkemuka di Korea Selatan. Mereka pemegang saham terbesar sekaligus menangani secara langsung tempat tersebut.

Eun Cha bekerja sebagai news reader untuk acara berita di stasiun televisi tersebut, sementara Hyeri adalah jurnalis dan biasanya dia terjun kelapangan bersama krew lain apabila ada berita hangat yang layak untuk ditayangkan. Kedua namja yang menatap Hyeri saat ini memiliki paras rupawan yang membuat para wanita akan melakukan apapun untuk mendapatkan secuil saja perhatian mereka, kecuali dia dan Eun Cha tentu saja.

Kedua namja itu memakai setelan formal, meskipun namja yang satu nya lagi telah melonggarkan dasinya dan telah melepaskan jas yang sekarang dia sampirkan ditangannya.  Dalam hati Hyeri mendengus melihat ekspresi tengil salah satu bosnya itu.

“ Annyeong, Mr Lee, Mr. Kim” sapa Hyeri sesopan mungkin dengan senyum manisnya

“ Tak usah formal begitulah. Kita kan ada diluar kantor ” tandas Mr.Kim dengan nada malasnya yang menurut kebanyakan para wanita seksi sekali, tapi tidak bagi Hyeri.

“ Well, maafkan saya kalau saya bersikap sopan” balas Hyeri dengan nada sinis.

Mr. Kim tersenyum geli dan sejujurnya Hyeri tidak suka akan hal itu. Untuk apa dia menertawakan kekesalanku?

Setelah mereka masuk, Hyeri mempersilakan mereka untuk duduk sambil menunggu Hyeri membawakan minuman ala kadarnya. Maklum, Hyeri belum sempat mengisi persediaan sembako untuk Eun Cha.

Sambil menunggu kedatangan Hyeri yang akan membawakan minuman, mereka melihat-lihat keadaan sekitar rumah sederhana tapi rapi yang dimilik pegawai mereka. Rumah tersebut memiliki dua lantai dan lumayan besar bagi orang yang tinggal sendirian.

“ Kurasa alasanmu ikut kemari karena sudah tahu kalau Hyeri ada disini” ujar Mr.Lee yang bernama lengkap Lee Jinki berujar dengan sedikit nada menggoda disuaranya.

“Tentu saja tidak!” tandas Mr Kim, Kim Kibum, dengan cepat, “tidak ada salahnya kan aku menengok keadaan Eun Cha. Biar bagaimanapun dia kan karyawanku  juga”

“Sesukamu lah”

“Anyway, aku tidak menyangka kepergian sepupumu bisa membuat Eun Cha mengalami depresi hebat” Kibum, atau yang sering disapa Key oleh orang-orang terdekatnya, tampak merenung “ Sepertinya Jjong memang sangat berarti bagi dia.”

“ Kau benar” ujar Jinki dengan nada lirih. Matanya memancarkan duka sekaligus kesedihan yang sepertinya tidak berhubungan dengan sepupunya. “Dia juga sangat berarti bagi Jjong. Biar bagaimanapun juga hubungan mereka telah berlangsung semasa mereka kuliah dulu. Yang lebih mengejutkan lagi…ketika hubungan mereka beranjak ketahap yang lebih serius, kecelakaan itu malah merenggut kebahagiaan mereka berdua”

“ Jujur saja aku kagum dengan keteguhan hatimu dan moral yang kau junjung itu. Aku mengerti perasaanmu terhapad di……”

“Maaf menunggu lama” Hyeri membawa baki berisi dua gelas teh yang telah dia janjikan pada kedua tamu ‘agung’ tersebut. Tak menyadari bahwa kedatangannya telah menginterupsi percakapan kedua namja itu.

Setelah duduk disofa kecil dihadapan dua tamunya itu, Hyeri langsung menatap mereka dengan tatapan penuh.

Jinki yang menangkap maksud Hyeri langsung angkat bicara, “Kami kemari tentu saja ingin menjenguk Eun Cha. Dan kurasa kau tidak menyadarinya, tapi kami membawakan parsel buah yang telah Key taruh disitu” Jinki mengarahkan pandangannya pada meja didepannya dan dari ekspresi Hyeri sepertinya gadis itu memang baru menyadarinya. So oblivious.

“ Oh Kamsahamnida” Hyeri tersenyum manis dan tiba-tiba saja Key mendengus padanya. Kenapa sih dia? tanyanya dalam hati

“ Aku dan Key berharap bisa bertemu langsung dengan Eun Cha kalau kau tidak keberatan. Kau tahu bahwa kami peduli padanya, kan?!”

Hyeri melihat tatapan penuh harap dari Jinki. Sebenarnya dulu dia merasa Jinki memiliki perasaan khusus pada Eun Cha, tapi karena sepupunya sudah lebih dulu memiliki hubungan special dengan sahabatnya mungkin bos yang tampan ini sudah mundur teratur.

“Aku harus menanyakan ini pada Eun Cha dulu. Aku tahu sangat tidak sopan untuk menolak tamu yang bermaksud menengoknya……..”

“  Nah kau tahu ternyata” potong Key dengan seringai nakalnya.

“………tapi kondisi Eun Cha yang baru keluar dari rehabilitasinya juga  harus dipikirkan. Bagaimanapun aku akan menanyakannya” lanjut Hyeri tanpa peduli dengan interupsi Key. Biar saja dia dianggap tak sopan, toh Jinki disini tahu kalau namja itulah yang berulah.

Jinki mengangguk paham dan menyilakan Hyeri untuk menanyakan apakah dia mau menerima tamu atau tidak.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End of Author_PoV_~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jinki _PoV_

            Aku berharap Eun Cha mau menemui kami. Aku tahu kepergian Jjong sangat membuat dia terpukul, bahkan mengharuskan dia untuk diawasi seorang psikiater. Untunglah keluarga Lee memiliki koneksi yang bagus sehingga aku dapat mengusahakan psikiater yang kompeten. Tentu saja semua biaya aku tanggung sendiri walaupun dengan dalih asuransi dari pihak perusahaan.

            Kepergian Jjong pun membuat ku terpukul. Dia adalah sepupu yang sudah aku anggap sebagai adik sendiri. Hubungan kami sangat dekat, bahkan dia selalu bercerita tentang hubungannya dengan Eun Cha yang terlihat sempurna. Aku pun ikut senang dengan kebahagiaan sepupuku itu.

Setahun yang lalu, secara kebetulan Jjong merekomendasikan dua yeoja untuk mengisi posisi yang kosong di ‘Korean Tv’ sebagai reporter dan news reader. Saat itu Eun Cha dan Hyeri baru saja lulus disebuah universitas broadcasting di Seoul. Jjong sendiri berposisi sebagai cameraman disana.

            Aku dan Key memutuskan untuk menginterview dan menyeleksi mereka sesuai dengan prosedur perusahaan. Walaupun mereka atas rekomendasi Jjong yang memang orang kepercayaan, kami, kami harus tetap fair, bukan?!. Namun, saat diperkenalkan pada sosok yang tingginya sekitar 165 cm, bertubuh langsing dan berambut cokelat, aku merasa nafasku telah diambil dari tubuhku. Belum pernah aku melihat perempuan diawal masa dewasanya semenawan dan seanggun ini walaupun dengan gaya pakaian yang sangat formal dan sopan. Aku hanya berharap gadis itu bukan kekasih Jjong, karena gadis itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan kekasih Jjong.

            Mungkin takdir sedikit lebih kejam. Disaat aku merasakan perasaan seperti ini, perempuan itu malah milik sepupuku. Aku mencoba untuk mundur teratur, tapi rasanya sangat sulit sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk mendekati Eun Cha sebatas teman dekat saja. Aku tidak mungkin merebut orang yang sangat berarti bagi sepupuku, terlebih karena Jonghyun datang dalam hidup Eun Cha jauh lebih awal dari diriku. Sakit memang, tapi apa boleh buat.

            Well, segalanya berubah sekitar lebih dari 2 bulan yang lalu. Jonghyun tewas dalam kecelakaan mobil yang merenggut nyawanya seketika. Saat itu Jjong memutuskan untuk menigkatkan hubungannya dengan Eun Cha. Cincin pengikat yang telah dia siapkan selama satu bulan sebelum kepergiannya tidak pernah bisa dia berikan pada pujaan hatinya itu, Ternyata memang hanya maut yang dapat memisahkan mereka.

            Apakah aku bahagia dengan perginya sepupuku dari hidup Eun Cha untuk selamanya? Hell, NO!! Aku menyayangi Jjong dan akan melakukan apapun demi kebahagiaan sepupuku tersebut. Tapi satu hal yang kutahu dengan pasti bahwa dimanapun Jjong berada, dia akan selalu menempati tempat khusus dihati Eun Cha yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun, termasuk diriku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End of Jinki _PoV_~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author _PoV_

            Hyeri mendapati Eun Cha sudah selesai dengan makanannya. Hanya tinggal segelas jus jeruk yang masih tersisa dan sepertinya akan segera menyusul dengan makanan-makanan yang telah habis dilahap olehnya.

            “ Aku bisa menaruh dan mencuci piring-piring itu sendiri. Yang sakit kan mentalku, bukan fisikku” ujar Eun Cha dengan ekspresi datar.

            Hyeri menatapnya heran, apa yeoja ini tidak sadar bahwa dia telah mengatai dirinya sendiri agak kurang waras?  “ Baguslah kalau kau bisa melakukannya sendiri. Tapi tujuanku datang kemari bukan itu”

            Eun Cha menatap Hyeri dengan penuh tanda tanya.

            “ Mr. Lee dan Mr. Kim ingin menjengukmu. Mereka berharap kau mau bertemu mereka” Hyeri melihat keengganan dari Eun Cha sehingga dia melanjutkan, “Kau tidak perlu menemui mereka kalau kau tidak menghendakinya. Aku sudah memberi tahu mereka mengenai kondisimu dan ada kemungkinan kau tidak bisa menemui siapapun, meskipun mereka adalah bosmu, dan bosku tentu saja”

            Apa yang dikatakan Hyeri memang benar, tapi Eun Cha tidak mau bersikap tidak sopan pada kedua bosnya, apalagi mereka adalah sahabat dan keluarga dekat Jjong. Jjong….

            “ Aku tidak keberatan untuk bertemu mereka”

            “ Are you sure?! I told ya, it’s okay if you……”

            “ No, no. I’m cool with that. I don’t mind really” Eun Cha berusaha memperlihatkan keyakinannya dengan hal tersebut

            “ Tapi kau tahu kau akan bertemu dengan Jinki, dan dia itu kan……” Hyeri tidak melanjutkan perkataannya. Dia tidak ingin membuat Eun Cha kembali dikuasai emosi yang menekan dirinya apabila dia membahas tentang Jonghyun.

            “Mereka hanya ingin melihat kondisiku. What’s wrong with that anyway?”

            “ As you wish, Ma’am”

            Hyeri keluar dari kamar Eun Cha. setelah Hyeri pergi, Eun Cha menghela nafas, berusaha menenangkan dirinya. Sebenarnya dia lebih memilih tamu lain dari pada dua namja itu. Dua namja yang sangat berpengaruh bagi Jjong. Dia harus bisa menahan diri agar kondisi mentalnya tetap stabil. Apa yang terjadi dengan diriku? Mengapa aku bisa seperti ini? Mengapa kau meninggalkan aku, Kim Jonghyun?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End of Author _PoV_~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hyeri _PoV_

            Sebenarnya aku tahu Eun Cha tidak ingin menemui mereka. Mereka adalah tamu terakhir yang diharapkan datang kerumah ini. Apa mereka tidak sadar kalau kehadiran mereka bisa memicu sahabatku kembali teringat pada namja itu? Tentu hal tersebut akan merusak kestabilan emosi Eun Cha, bukan?! Tapi Eun Cha tidak sendirian, aku akan ada diantara mereka. Jadi kalau seandainya mereka membuat Eun Cha tidak nyaman dengan kehadiran mereka, aku tidak akan segan-segan mengusir mereka dari rumah ini, tanpa scenario apapun, tak peduli mereka adalah bosku di ‘Korean TV’.

            Aku melihat Jinki dan Kibum sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius. Tampaknya pembicaraan tersebut kurang menyenangkan apabila dilihat dari ekspresi sedih Jinki dan ekspresi tidak suka pada Kibum. Apa sih yang mereka bicarakan?

            Sebelum aku sempat mencuri dengar sedikit saja pembicaraan mereka, Bos Kim melihatku dan dalam seketika mereka menghentikan pembicaraan serius mereka. Damn him!!

            “ Eun Cha akan menemui kalian sebentar lagi” Aku kembali duduk dikursiku yang sebelumnya.

            Jinki menatapku dengan ragu. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan tapi enggan untuk mengutarakannya. Ada apa dengan kedua namja ini?

            Kulihat Eun Cha datang menghampiri kami. Ternyata dia sudah membenahi diri supaya terlihat  pantas untuk bertemu dua bos ini. Aku benar-benar tidak setuju dengan keputusannya untuk menemui mereka. Aku mendengus kesal dalam hati. Tapi tampaknya tanpa sadar aku melakukannya dan Kibum menoleh padaku.

            “ Sangat tidak anggun” komentar Kibum dengan kilatan geli dimatanya.

Aku menatapnya dengan tidak suka. Siapa pula yang ingin tampak anggun dihadapan kedua namja ini. Benar-benar menyebalkan sekali!!. Kemudian aku mendengus kembali untuk membuat bos besar itu tahu bahwa aku tidak peduli sama sekali dengan komentarnya.

            Kibum hanya memelototiku dengan mata sipitnya yang tidak aku pedulikan sama  sekali. Tiba-tiba aku menyadari ada atmosfir kekakuan disini, lebih tepatnya antara Jinki dan Eun Cha. Aku merasa tidak enak melihat pucatnya wajah Eun Cha dan tegangnya ekspresi Jinki. Rasanya aku ingin mengusir mereka sekarang juga.

            “ Hyeri….” Suara Jinki membuyarkan pikiran dan niatku, “ boleh aku bicara empat mata dengan Eun Cha?”

            “ Tidak!” tolakku dengan tegas “ Aku tidak akan pergi kemanapun”

            “Tapi…..”

            “ Maaf Mr.Lee, Saya tidak bisa memenuhi keinginan Anda. Ini bukan kantor, jadi Anda tidak memiliki hak apapun untuk memberi tahu apa yang harus Saya lakukan” aku menambahkan dengan nada dingin. Sudahlah peduli amat dengan posisi ku dikantor nanti. Kondisi Eun Cha lebih penting dari pada hal apapun saat ini.

            “ Hyeri, sudahlah, aku tidak apa-apa kok” Eun Cha berusaha menenangkanku. “Aku tidak keberatan bicara empat mata saja dengan Mr.Lee”

            “ Tapi…………….”aku merasa ada sesuatu yang menarikku menjauh sedikit dari Eun Cha dan Jinki.

            “ It settled then” itu suara Kibum “ Ayo Min Hyeri, temani aku jalan-jalan keluar.”

            Aku berusaha untuk mengelak dari genggaman kuat Kibum yang terkesan memaksa itu, tapi semuanya sia-sia. Aku pun ditarik keluar tanpa mengetahui apa yang akan terjadi didalam sana. Yang jelas aku tidak akan suka dengan hasil akhir pembicaraan mereka. Sedikitpun.

            Sebelum melewati pintu keluar, tiba-tiba aku mendengar Kibum berseru…..

            “Selamat bersenang-senang kalian berdua!!”

            Entah apa yang merasuki ku sehingga aku menginjak kaki namja yang bersepatu mahal itu lalu pergi meninggalkannya dengan senyum puas diwajahku. Aku tidak memperdulikan seruan kesakitannya dan umpatan yang mengatakan ‘wanita dan sifat barbarnya’. Siapa suruh dia menarikku sembarangan dari rumah sahabatku sendiri dan menyuruh kedua orang didalam sana untuk bersenang-senang sementara situasi sebenarnya jauh dari itu. Dasar pria barbar!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End of Part 2~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Let It Go – Part 2”

  1. akhirnya .. akhirnya … kluar juga !!
    huwaa ternyata jjong meninggal …
    ahhh hyeri ma key ya !! ^^
    seru nih .. berantem mulu kayaknya ..
    jinki gantian jaga eun chan dong .. hhehehe ??
    makin seru ..
    ayoo lanjutkan !!

    1. ide bagus tuh Jinki jagain Eun Cha
      okey ntar saya coba bikin kya gitu deh
      makasih udh baca dan comment ff saya 🙂

  2. aduh thor mian bisanya komen disini,
    tadi itu aku kan nemu cerita ini terus pingin baca tapi nyari part 1 dulu, eh waktu kucari gak ketemu jadi aku ngomen and baca disini doang.

    buat ffnya bagus thor panjangin lagi ya kalau bisa.

    1. kamu search aja keyword ‘deesullivan’ disitu ada koq part 1 nya saya udah cek
      saya usahain deh buat lebih panjang lagi ceritanya

      makasih udh baca dan comment ff saya 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s