I’m Yours – Part 1

Title : I’m Yours [Part 1]

Author : Kenya Ivana

Main Cast : Lee Taemin, Kim Karin (OC), Han Yana (OC), Kim Heechul

Support Cast : SHINee Other Members

Length : Sequel

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : all of the casts here are belongs to SM entertaiment.

=========

Kim Karin’s POV

 

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah liburan panjang. Sekarang aku sudah tingkat 8 dan aku adalah seorang OSIS. Itu artinyaaaa … aku akan mengerjai hoobaedeul ku yang baru masuk kelas 7. MOS !! Huuufth … Aku sudah siap mengerjai mereka.

Kupatut diriku di cermin. Rambut sudah rapi, seragam sudah rapi, sepatu oke .. Geurae! Sekarang aku akan berangkat ke sekolah.

Aku melangkah mantap keluar rumahku. Kunaiki sepedaku kemudian mengayuhnya menuju sekolah.

Kini aku sudah sampai di gerbang sekolah. Kulihat teman-temanku sesama OSIS sudah memarkir sepeda mereka berjejer di dalam gerbang.

“Pagi, ketua!” sapa Hye Ra, temanku yang merupakan wakilku. “Hey, selamat pagi Hye-ah! Kau sudah melihat anak-anak baru yang akan kita kerjai hari ini?” tanyaku.

Hye Ra menunjuk ke arah kerumunan di depan ruangan OSIS, kemudian berkata, “tuh, mereka di sana. Kau harus melihat mereka, kau pasti akan tertawa terbahak-bahak.”

Aku jadi penasaran. Kemudian aku melangkah mendekati kerumunan itu. Kuperhatikan anak-anak baru yang berdiri di antara kerumunan orang itu. Benar kata Hye Ra, rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak melihat mereka .

Murid-murid kelas 7 yang yeoja, rambutnya dikuncir 10 naik ke atas. Sepatunya beda sebelah, warna kaos kaki juga beda sebelah. Semua wajib menggunakan kacamata superbesar.

Sementara yang namja, kaki kiri mengenakan sepatu, kaki kanan mengenakan sendal jepit. Rambut dihiasi jepitan pita, dan diwajibkan mengenakan celana yang panjangnya beda sebelah.

HAHAHA !!! Mereka semua terlihat seperti orang gila. MICHYEOSEYO !!! Aku jadi penasaran siapa yang membuat peraturan mengenakan atribut gila seperti itu.

Tak kuat menahan tawa, aku langsung berlari dan menyeruak ke antara anggota OSIS lainnya yang sedang berkumpul di depan taman sekolah.

“Yaaa !! Neomu michyeoseyo !!! Hahahahahahahha ! Siapa, siapa orang gila yang membuat peraturan aneh tentang atribut-atribut itu ?? Ini benar-benar parah gilanya,” seruku sambil tertawa keras sekali. Masih kubayangkan beberapa wajah anak-anak baru yang tampak polos tadi, dihiasi atribut MOS yang gila itu.

“Aku yang membuatnya. Bagaimana? Hebat kan?” jawab Jung Ra sambil membusungkan dada. “Daebak, daebaaak !!!” pujiku disusul suara tawa anggota OSIS lainnya.

===

RIIIING !!!

Bel tanda masuk sekolah sudah berbunyi. Aku sebagai salah satu anggota OSIS bertugas untuk menyuruh murid-murid kelas 7 berbaris dengan rapi di halaman. Aku sedikit menahan tertawa melihat wajah aneh mereka satu per satu.

Namun ada seorang murid, yah dia seorang namja dan ia mengalihkan perhatianku. Entah mengapa aku berpikir kalau dia sangat tampan meskipun dalam atribut MOS yang aneh-aneh seperti ini. Aku melihat papan nama yang menggantung di lehernya.

‘Lee Taemin’. Itulah nama yang tertera di atas papan namanya.

Aku memandangi wajah Taemin sejenak. Pita yang ada di rambutnya membuatnya terlihat manis. Aku rasa aku menyukainya. Dia benar-benar imut. Neomu kyeoptayo.

“Waeyo sunbae? Kenapa anda menatap saya seperti itu?” kata Taemin pelan.

Omo !! Suaranya manis sekali~

Tapi aku berusaha terlihat tegas di depannya. “Anni, tak mengapa. Baris yang rapi,” ujarku kemudian berjalan menuju mimbar.

“Joheun Achim hoobaedeul!” seruku lantang membuat suaraku yang sudah diperbesar microphone terdengar sangat keras.

“Joheun Achim sunbaenim !!” jawab mereka tak kalah lantangnya.

“Naneun Kim Karin imnida ! Blasteran Jepang-Korea. Kalian dapat memanggil saya eonnie, atau noona ! Tak perlu memanggil sunbaenim ! Arraseo ???” aku menjelaskan tentang diriku.

“Arraseumnida !” jawab murid-murid kelas 7.

===

Akhirnya bel tanda istirahat mulai berbunyi juga. Aku sudah kehabisan suara setelah berteriak-teriak memberi komando pada anak-anak kelas 7. Namun entah kenapa, selama MOS hari ini, mataku hanya tertuju pada Taemin.

Aaaah, aku jadi memikirkan dia.

MWOYA ?! Ahh, Kim Karin neun paboya ! Kau bahkan tidak tahu karakter aslinya, siapa tahu dia berandalan. Lagipula, dia juga kelas 7. Sadar usia !

Aku berjalan menuju kantin sekolahku. Aku yakin sekali pasti anggota OSIS lainnya sudah berkumpul di sana. Aku sedikit mempercepat langkahku.

Di Kantin ..

 

Aku melihat Hye Ra, Song Ra, dan Ji Hoon sudah duduk di sebuah meja. Aku segera berlari ke arah mereka. Tanpa sadar, kutabrak seorang anak kelas 7.

“Aaah !!!” teriakku pelan. Kurasakan sup panas mengalir membasahi seragamku.

“Jeo .. jeongmal mianhamnida Karin Sunbaenim !!” anak yang menabrakku meminta maaf dengan suara bergetar. Aku mengangkat kepalaku kemudian melihat bahwa yang kutabrak adalah Taemin. Duuuh, Karin pabo! Sekarang sup nya tumpah dan aku yakin Taemin tak punya makan siang.

“Aa .. mianhae! Aku yang harusnya minta maaf, aku tidak sengaja menabrakmu. Mianhae!” ujarku sembari mengeluarkan dompet dari dalam kantong rok-ku. Kukeluarkan selembar uang 1000 won dan kuserahkan kepadanya.

“Su .. sunbaenim .. kenapa kau memberiku uang ini?” tanyanya bingung.

‘Pabo,’ ujarku dalam hati. “Tentu saja untuk membeli makananmu! Sudah sana cepat beli. Aku pergi dulu. Mianhae. Annyeong!” ujarku cepat kemudian menuju meja teman-temanku.

“Aigoo, Karin? Kenapa seragammu basah begitu sih?” tanya Ji Hoon prihatin melihat keadaan seragamku yang mengenaskan.

“Tersiram sup. Sup nya Taemin lagi. Ingin rasanya aku hilang ditelan bumi sekarang,” jawabku pelan. Aku yakin wajahku pasti merah.

Meja makan hening sejenak. Sesaat kemudian, tawa Hye Ra, Song Ra, dan Ji Hoon meledak-ledak.

“BHAHAHAHAHAHA !!!! Kim Karin neomu pabo !!! Kau tabrak anak baru yang kau sukai itu hah?” teriak Song Ra lepas kendali. Liar sekali tertawanya. Aaah, tidak tahu ya chingu-nya ini sedang kesusahan? Bukannya dibantu malah ditertawakan.

“YAAA !!! Kye Song Ra jahaaaat !! Bukannya kau bantu aku, malah aku ditertawakan! Huh,” dengusku kesal.

“Ya, ya! Mianhae! Aku kan bercanda,” kata Song Ra setengah tidak niat.

===

Waktu istirahat sudah berlalu dan sekarang OSIS harus melatih anak-anak baru itu baris berbaris.

Aku memegang komando. Tadinya aku serius memberi komando, namun tiba-tiba ada sesuatu yang mengalihkan perhatianku.

Anak yang berdiri di paling depan dari barisan paling kanan. ITU TAEMIN !!

Aku jadi kurang konsentrasi karenanya. Saat sedang baris-berbaris, wajahnya yang manis itu tampak sangat serius.

Aku tetap berusaha berkonsentrasi memberikan komando dan aba-aba. Sesekali mataku melirik ke arah Taemin untuk ‘mencuci’ mataku. Kyaaa, dia benar-benar tampan.

“YAAAK !! JALAN DI TEMPAT, GRAAKKK !!!” seruku mengaba-abakan jalan di tempat.

“Kiri kanan kiri~” kudengar seruan anak-anak kelas 7 yang tengah menghentakkan kaki mereka, yak berjalan di tempat seperti yang kuperintahkan.

Aku berpatroli ala polisi untuk melihat kaki siswa mana yang tidak benar langkahya. Taemin adalah siswa dengan langkah paling kacau. Aku tahu aku menyukainya, tapi sebagai OSIS aku juga harus tegas menegur siswa yang melakukan kesalahan.

“Ya! Kau Lee Taemin, langkahmu ti-“

Kalimatku dipotong oleh tubuhnya yang tiba-tiba ambruk ke tubuhku yang berdiri di belakangnya. OMO dia pingsan !!!

“KYAA !” seruku spontan meresponnya yang tiba-tiba jatuh ke tubuhku. Ahhh otthokkaee ??!! Aku tak bisa membawa dia ke UKS, aku kan juga harus meneruskan komando di sini.

Oh ya, sebaiknya Hye Ra sebagai wakilku yang membawa Taemin ke UKS.

“Yak Song Hye Ra! Bawa siswa baru ini ke UKS ! Dia pingsan,” seruku dari tempatku berdiri. Song Ra datang dengan Ah Jin kemudian membopong Taemin ke UKS.

Ah! Aku jadi ingin cepat-cepat menyelesakan PBB. Aku harus menjenguk Taemin di UKS. Harus!

===

Jam Istirahat Kedua …

 

Aku berlari menuju UKS dengan nafas sedikit tersenggal. Aku benar-benar buru-buru ingin menjenguknya. Apa Taemin masih pingsan?

Kubuka pelan pintu UKS. Kulihat wajah manisnya dengan mata tertutup rapat sedang tertidur di sana.

Aku masuk ke dalam ruangan dan melangkahkan kakiku ke dekat tempat tidurnya. Tak kusangka, Taemin bangun begitu aku duduk di sebelah tempat tidurnya. Aku agak kaget.

“Taemin, kau sudah bangun?” tanyaku mencoba ramah.

“Ka .. Karin Sunbae .. nim?” katanya mencoba mengingat namaku dengan tatapan lemas.

“Hei .. kau ingat tadi kau pingsan saat PBB? Apa yang terjadi denganmu? Kau sakit?” tanyaku bertubi-tubi.

“A .. mianhamnida sunbaenim .. aku anemia. Ngg, dari kecil tubuhku memang lemah,” katanya pelan, bahkan hampir tak terdengar.

“Begitukah? Yasudah, istirahatlah yang cukup. Kau tak usah lanjutkan sesi berikutnya. Nanti kau pingsan lagi, aku yang repot,” kataku.

“Mianhamnida sunbaenim !!! Aku tak bermaksud merepotkanmu,” katanya setengah berteriak dengan nada bersalah.

“Ssst .. aku hanya bercanda. Gwaenchanayo. Aku tidak merasa direpotkan olehmu,” kataku. Kusunggingkan senyuman di wajahku. Taemin membalas senyumanku dan OMOO dia sangat manis ><

“Kamsahamida sunbaenim. Aku berhutang budi padamu,” katanya. “Tak usah merasa begitu. Sudah ya, aku pergi dulu. Aku belum makan. Sebaiknya kau juga makan. Mau kubelikan bubur?” tanyaku.

“Anni .. tidak usah,” jawabnya pelan. “Nng .. kau kan belum makan. Biar nanti kusuruh OSIS lain untuk membelikanmu bubur. Aku pergi Taemin. Annyeong,” ujarku kemudian keluar ruangan UKS sambil menutup pintunya perlahan.

Aku melangkahkan kakiku ke kantin. Di sana kubeli semangkuk bubur hangat untuk Taemin dan seporsi takoyaki untuk diriku sendiri. Ahh, sudah tak keburu waktu makan, sebaiknya aku ngemil saja. Belum lagi aku harus mengantarkan bubur ini ke ruangan Taemin.

===

Tok tok .. kuketuk pelan pintu ruang UKS. Aku masuk dan melihat ternyata Taemin sedang tertidur (lagi). Yah, dia memang perlu banyak istirahat, lagipula tubuhnya juga lemah. Jadi kuletakkan saja bubur itu di meja yang terletak di sebelah ranjangnya. Cepatlah pulih, Taemin.

===

Taemin’s POV

Trak ..

Samar-samar kudengar suara pintu ditutup. Aku mencoba bangun dan mengerjapkan mataku sejenak. Seingatku tadi Karin sunbaenim menjengukku kemudian setelah ia keluar, aku tidur lagi.

Aku dapat mencium bau bubur yang enak di sekitar ruangan ini. Kujelajahi ruang UKS dengan mataku sampai kulihat semangkok bubur di atas meja. Ah, Karin sunbaenim ! Pasti ia yang membelikan untukku. Aku benar-benar berhutang budi pada dia.

Aku mencoba duduk di atas tempat tidurku. Kuraih mangkok bubur itu dan kulahap sampai habis. Hmm, rasanya sangat lezat. Karin sunbaenim benar-benar baik. Aku sudah sedikit melupakan rasa pusing di kepalaku, yang telah digantikan oleh sosoknya. Aish, aku rasa .. aku sudah mencintai Karin sunbaenim. Wajahnya cantik, hatinya baik .. benar-benar yeoja idamanku. Tapi, apakah ia bisa mencintai namja lemah seperti aku?

Aku jadi mengkhayal kalau-kalau Karin sunbaenim benar-benar menjadi yeoja-ku. Tiba-tiba, pintu ruang UKS dibuka, membuyarkan lamunanku.

Itu Mi Young sonsaengnim datang sambil membawa secangkir teh.

“Annyeonghaseyo Taemin-ah .. bagaimana keadaanmu? Sudah tidak pusing?” tanyanya ramah.

“Ne, sonsaengnim, aku sudah merasa lebih baik,” senyumku ke arahnya. Sonsaengnim menyodorkan teh itu ke hadapanku kemudian aku menyeruputnya pelan.

“Taemin, pulang nanti kau harus menemui Kim Karin, murid kelas 8-1 ya. Dia terus menanyakan keadaanmu saat memimpin MOS tadi. Sepertinya dia benar-benar mengkhawatirkanmu,” kata sonsaengnim membuatku menyemburkan teh-ku.

“Uhukk! Uhhuuukk!!” aku terbatuk-batuk. “Taemin? Taemin?! Gwaenchana?!” tanya sonsaengnim. Aku meraih tisu di samping tempat tidurku kemudian mengelap mulutku sambil masih sedikit terbatuk-batuk.

“Ngg .. gwaenchana sonsaengnim. Aku kaget saja, apa benar yang kau katakan barusan? Karin sunbaenim menanyakan keadaanku?” tanyaku memastikan.

“Ya memang begitu, Lee Taemin-ah. Kau temui dia ya? Setelah ini aku masih ada kelas, istirahatlah,” jawab Mi Young sonsaengnim kemudian meninggalkan ruanganku.

Aku mematung di tempatku. Apakah benar yang dikatakan Mi Young sonsaengnim? Kalau iya, aku benar-benar bahagia.

===

“Sunbae, sunbae!” panggilku ketika kulihat sosok yeoja manis itu berjalan menuju perpustakaan.

“Nugu .. oh kau, Taemin. Sudah tidak sakit lagi kan?” tanyanya sambil meraba keningku. Aku tersenyum dan mengangguk. “Sudah tidak sakit lagi, Sunbaenim!” jawabku mantap.

Kulihat Karin sunbaenim menatapku. Aku jadi gugup kalau begini! Lebih baik aku pulang agar tidak terlihat salah tingkah. Aish, Lee Taemin pabo!

“Ngg .. sunbaenim, aku pulang duluan ya,” kataku seraya membalikkan badan.

“Eeeh! Chamkkamaaaan!” teriak Karin sunbaenim sebelum aku melangkahkan kakiku.

“Ne?” kataku agak heran.

“Biar kuantar kau dengan mobilku. Aku takut terjadi apa-apa denganmu di jalan,” kata Karin sunbaenim. Deg .. deg .. hatiku tiba-tiba berdesir. Tanpa berkata apa-apa lagi, aku segera mengikuti Karin sunbaenim ke mobilnya.

Mobil Karin sunbaenim hanya muat untuk dua orang. Kalian tahu kan mercy smart? Nah, itulah mobilnya. Aku masuk ke dalam mobil perlahan-lahan. Kemudian kututup pintunya. Sekarang aku benar-benar berdekatan dengan Karin sunbaenim. Bahkan aku bisa mencium bau parfumnya dengan jelas. Rambutnya yang panjangpun menyapu pipiku.

“Di mana rumahmu?” tanyanya memecah sunyi. “Aku tinggal sendirian. Di apartemen dekat Myeongdong,” jawabku. Karin sunbaenim langsung membulatkan matanya seraya menatapku.

“Mwo? Sendirian? Dalam keadaan anemia? Orang tuamu gila?” kata Karin sunbaenim kaget. Aku tersenyum kecil. “Bukan begitu .. appa ku sudah tiada, sementara eommaku bekerja di Amerika untuk membiayai kehidupanku. Lagipula eomma tak pernah tahu kalau aku menderita penyakit ini,” jelasku. Sesaat keadaan kembali hening. Kemudian kudengar suara tangisan yang pelan. Aku langsung menengok ke arah Karin sunbaenim.

OMO ia menangis. Apa karena ceritaku terlalu sedih? Aigoo!

“Sunbaenim? Ssst .. uljima, jebal uljima,” kataku. “A .. ah mianhada. Aku terlalu terbawa suasana. Nggh kalau begitu, boleh kujemput kau tiap pagi?” pertanyaannya membuat aku sedikit tersentak. Aku berdebar-debar. Ya Tuhan, aku harus mengatakan iya!

“Ne .. tentu saja boleh. Gomapta sudah mau menjemputku,” kataku cepat.

===

Aaah, akhirnya aku sampai di apartemenku. Aku ingat sekali kuncinya kutitipkan kepada Minho hyung, tetangga yang sudah kuanggap hyungku sendiri. Aku hendak meminta kuncinya ke kamarnya. Namun sebelum sampai di kamar Minho hyung, aku mendengar ribut-ribut di kamarku.

Dengan penuh rasa penasaran aku mengecek kamar apartemenku. Ada maling kah?

Aku membuka pintu kamarku. OMO aku sudah hampir pingsan melihat kamar apartemenkuuu !!!

“YAAAA !!! HYUNGDEUL KALIAN APAKAN KAMAR APARTEMENKUUUU !!!!”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “I’m Yours – Part 1”

  1. Yaampun
    Apatuh???
    Ancur deh pasti
    Wakakakakakka
    Lagi main nitip nitip kunci
    Titipin aku aja ^^(?)
    Lanjjutt

  2. Ahhh ceritanya imut bgtttt!!! Seimut Taemin :3
    Eh taemin kan skrg manly *ngmg sendiri*
    Daebak thor! Lanjut yaaa!:D

  3. knapa tuch ?????
    aihhhh ,, bayangin taeminnie yg imut2 aku jadi gemes …. *key: yeobo jangan selingkuh dunkz*

  4. Mian mau nanya
    disini karin msh kelas 8 kan?
    Kok bwa mobil?
    Hehehe
    mian aku agak bingung

    tpi ff nya keren, jalan crita nya aku suka
    lanjut ya. . .

  5. huwaaa klas 7-8 itu SMP kah ?? ahahah udah boleh bawa mobil sendiri ???
    keren !!! dah punya apartement sendiri pula .. wwkwkkwkw
    ahahah ngeliat tampang taemin lucu bgt kli ya !!
    ahahahahhaaha

    huwaa itu hyung2nya ngapain ??

  6. emangnya udah punya sim?
    kok udah bawa mobil sih?
    gak takut ditilang?
    terus dikamar taem ada apa?
    aduH aku kok jadi wartawan gini ya?
    udah ah aku capek jadi wartawan
    lanjutkan ffmu thor*ala SBY

  7. bukannya tadinya si karin bawa sepeda ke sekolah ya? kenapa jadi ada mobilnya? .__. atau aku yang salah baca? tapi suka banget sama ceritanya, ada taeminnyaaa aakkk *o*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s