Love & Tragedy [1.2]

LOVE &TRAGEDY

Author             : Kim youngyua

Main Cast        :kim junhyun, kim jooyeon (KJ twins), and all member shinee

Support Cast   : yoona, jeon hanum ( ahjuma), keluarga kim (orangtua angkatnya), Suju

Length             : Two shoot

Genre              : family, sad and romantic

Rating             : PG-15

Summary         : ini cerita masalalu dari KJ twins, dari pertemuaan itsuiko sampai tragedy rencana pembunuhan oleh orangtua angkatnya sendiri yang diatur oleh jeon hanum.

Annyeong chingu ^_^, i’ll be back hehehehe ini penjelasan dari FF ku yang i want to remember, iya yang sedikit aneh menurutku. Jadi aku iseng-iseng aja buat lagi dan sekaligus melanjutkan endingnya, hmm aku susah berkata-kata puitis dan indah jadi chingu baca aja yaa… semoga kalian suka (amin)

=====/=====

Kim junhyun dan kim jooyeon itu saudara kembar yang dibesarkan dipanti asuhan selama 5 tahun. Dipanti, mereka ini tergolong anak yang bandel-bandel tapi pintar. Hobinya yaa kerjain pengasuh dan anak panti lainnya tapi kalau masalah kegiatan seperti drama atau bermusik dan sebagainya mereka jagonya. Katanya mereka ini mampu mempelajari sesuatu dengan cepat  yaa bisa dikatakan sempurna gitu. Pada akhirnya mereka di asuh oleh keluarga yang sudah 5 tahun tidak memiliki anak, awalnya hanya mengadopsi si jun karna mereka sangat menginginkan namja daripada yeoja. Ntah kenapa, mereka akhirnya mau mengadopsi mereka berdua, hanya anak-anak yang beruntung sepeti mereka yang bisa menikmati arti sebuah keluarga tapi mereka gak langsung dibawa, orangtua angkatnya harus mengurus surat-surat dan melakukan dol- jan- chi walau udah telat dari 100 hari tapi katannya mereka tetap melakukannya…

jun, bangun… apa hari ini mereka menjemput kita, ayo kita cepat bersiap-siap” membangunkan saudara kembarnya. Mereka  tidur sekamar dengan tempat tidur yang berbeda

“aku masih ngantuk jo… kan mereka datangnya seminggu lagi” menutupi seluruh badannya dengan selimut, dia sering kekurangan tidur karna harus menunggu jojo tidur dulu

”seminggu kok lama yaa, aku bener-bener gak sabar lagi jun bisa makan bersama dengan keluarga baru kita, sepertinya mereka menyenangkan… oh yaa kita belum mengucapkan kata perpisahaan dengan anak-anak lainnya, ayo… kita kerjain dulu mereka semua” siap-siap memikirkan ide jahatnya.

” Iya juga yaa… anggap aja ini terakhir kalinya kita kerjain mereka, petasan dan perlengkapan kita lainnya masi ada gak?” langsung membuka selimutnya.

Begitulah mereka, selalu kerjain teman-temannya tapi gak hanya dipanti diluar panti juga. Lagi asyik-asyiknya  kerjain orang, ada pria asing yang membawa mereka secara paksa mungkin badannya sangat besar jadi bisa mengangkat mereka berdua sekaligus. Ntah apa tujuan dia menculik anak yatim piatu, disitu bukannya panik mereka malah senang diajak jalan-jalan pake mobil, maklumlasama sekali gak pernah merasakan enaknya naik mobil. Lalu pria itu memberikan mereka banyak makanan dan dia bilang…

 “aku akan membawa kalian kerumah dimana seharusnya kalian ditempatkan, mian tadi aku agak kasar dengan kalian karna ada orang yang selalu mengawasi kalian” dia pun tersenyum…

Mereka  terkesima mendengar penjelasannya bahwa orangtuanya masih ada dan dia menyuruh orang ini menjemputnya. Ditengah perjalan, tiba-tiba aja mobilnya kehilangan kendali. Awalnya dia bilang jangan panik tapi mobil itu sama sekali gak bisa di rem lalu mobil itu keluar jalur menuju hutan terlarang karna diujungnya ada jurang yang sangat dalam. Sampai akhirnya pria itu menyuruh mereka keluar dari mobil ketika mobil itu menambrak sebuah pohon besar, bener-bener gak ada pilihan lain dan mereka mengikuti apa yang diperintah pria itu. Setelah mereka berdua berhasil keluar dari mobil itu, jun mengalami luka dikakinya karna pecahan kaca mobil.Hal itu membuat dia susah menolong jo sampai akhirnya mobil itu meledak dan dia terkena luka bakar yang sangat serius.

Saat itu jo hanya berfikir apa hidupnya hanya sampai disini, dia melihat jun berusaha menggendongnya walaupun kakinya terluka parah, dia terus membawa jo ketempat keramaian dan akhirnya kmereka ditolong oleh warga sekitar. Setiba dirumah sakit, bukanya ditolong jun malah ditanya pertanyaan yang bertubi-tubi. dia bingung harus jawab gimana sampai dia ketemu dengan seorang dokter yang sangat tampan dan baik hati yang mau menolong mereka, lalu dokter itu menyuruh suster membawa jo ketempat dokter spesialis kulit untuk melalukan operasi plastik diseluruh tubuhnya kecuali wajah. Selesai melakukan operasi plastik, jo melihat ada seorang wanita sedang berbicara dengan jun. dia sama sekali tidak mengenalnya tapi kata jun dia membantu mereka memberitahukan ke orang-orang panti. Setibannya mereka dirumah sakit, jun langsung menceritakan kejadiannya tapi jo sama sekali gak mendengar jun mengatakan kalau pria itu menyebut masalah orangtuanya. Hampir 4 hari mereka dirumah sakit, akhirnya jojo bisa kembali seperti biasanya tapi dia dilarang melakukan kegiatan yang langsung terkena matahari karna dalam waktu 1 jam tubuhku langsung memerah dan seperti orang sekarat makanya dokter itu memberikan cairan yang bisa mendinginkan kulitnya mungkin seperti sunblock tapi ini sangat dingin. Sedangkan jun, dia hanya luka di kakinya dan hanya mendapatkan jahitan.

“jun… ahjuma yang kemarin kau temui itu siapa? Aku sama sekali gak kenal”lagi siap-siap pulang

”oh ahjuma itu… aku juga gak tau siapa, dia cuman tanya kenapa kita bisa kayak gini tapi anehnya dia tuh kayak kenal sama pria asing yang membawa kita, yaa aku jawab aja gak ngomong apa-apa. Lagian kau selalu bilang jangan kasih tau orang kalau itu masalah penting”tersenyum dan membantunya untuk berjalan padahal yang harus dibantu itu dia.

”kau ini… aku gak usah dibantu, kan kakimu yang terluka, dasar bodoh hehehehe” langsung membantu jun berjalan.” Katanya hari ini kita langsung kerumah orang tua angkat kita, mereka menunggu kita di pakiran” terus berjalan menuju pakiran…

Sesampai dipakiran mereka terkejut, bukan orang tua angkatnya tapi ahjuma yang berbicara dan membantu jun kemarin.

“kau ahjuma yang berbicara dengan saudaraku kan?” langsung bertanya.

 “ternyata ingatanmu kuat juga, iya… aku yang berbicara dengannya dan membantu menelpon orang-orang panti, oh iya aku ini saudara dari umma dan appa kalian… panggil saja aku jeon ahjuma” mengusap kepala mereka

”kenapa ahjuma gak bilang, ah aku pikir ahjuma orang jahat hehehe… mianhe” langsung dicubit pipinya jun, mungkin karna gemes liat senyuman jun.

Lalu jun dan jojo dibawa kerumah mereka, bener-bener besar seperti mereka orang kaya. Hal pertama yang jojo lakukan hanya terkesima, bengong, dan whoa!

jun… rumah ini besar sekali, satu panti bisa ngumpul disini semua. Pasti dibelakang ada kolam renangnya” langsung keluar dari mobil

”hey… tunggu aku” ikut keluar dan mengejarnya.

“jeon… apa mereka cocok untuk kami, mereka udah mengalami kecelakaan pasti organnya udah gak bagus lagi”seorang pria yang sedang mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobilnya

“aduh yeobbo… yang dioperasi itu cuman kulit jadi gak mungkin organnya” seorang wanita yang sedang membantu suaminya

“sudah lah, udah untung kalian dapat organ gratis tanpa harus membayar mahal dan bermasalah dinegara… ntar kalau udah 10 tahun kita priksa organnya, kalian masih hidupkan ahahaha” ketawa lepas

“kau pikir kami semudah itu mati, percuma punya uang banyak kalau gak bisa memperpanjang umur. Baiklah 5 tahun itu sebentar kok” langsung memasukakan barang-barang kedalam rumah.

Kehidupan mereka berdua sangat mewah disini, apapun yang kami minta pasti dikabulkan. Mereka  merasa seperti anak seorang raja dan ratu, tapi itu hanya sebentar jo rasakan karna posisinya digantikan oleh anaknya jeon ahjuma. Dia memang cantik dan lucu, sampai-sampai jun menyukainya dan lebih senang bermain dengannya. Hal itu membuat jo benci dengan yoona, dia selalu bertingkah yang membuat semua orang selalu memperhatikannya.

Tiga tahun kemudian, mereka sekolah disalah satu sekolah swasta yang sangat mahal dan sekarang kelas 4 SD, kok bisa ? walaupun umur mereka baru 8 tahun tapi mereka mampu mengitu pelajaran dengan cepat, mereka ikut sistem loncat kelas yaitu waktu umur kami 7 tahun, mengikuti pelajaran hanya 4 bulan lalu loncat ke kelas 2 sampai akhirnya mereka kelas 4 SD sekarang. Hebatkan hehehehe itu semua berkat jun yang bisa mengusai komputer selama 2 tahun, dia diajari appa tentang sisitem komputer dan internet jadi dengan mudah mereka mencari kunci jawaban dan ujian sekolah. Liburan sekolah pun tiba….

“kita mau kemana ahjuma?” yoona bertanya dengan istri tuan kim.

”kita mau ketempat yang sangat indah, kau pasti suka yoona sayang” langsung menghadap kebelakang dan tersenyum.

”jun… kau bawakan camera dan handycam appa, jangan sampai lupa” sedang mengendarai mobil

“tenang appa, aku bawa semuanya lengkap sampai batre dan tasnya hehehehe” langsung menunjukkan didepan muka appanya

.”mereka ini… dari tadi aku dicuekin. Ini gara-gara si yoona sok imut ini, kenapa dia gak tinggal sama jeon ahjuma sih. Dasar parasit” ngomong sendiri dengan nada pelan.

Setibanya mereka ditempat pariwisata yang cukup terkenal di seoul, semuanya langsung bergegas berjalan-jalan mengelilingi tempat itu. Bener-bener tempat yang sangat indah dan udara yang sangat dingin, tempat yang mereka kunjungi sangat tinggi seperti di daerah pegunungan gitu. Lalu umma dan appa meninggalkan KJ twins begitulah sebutan mereka untuk jun dan jo di pinggir jurang karna appa lupa bawa dompet dan mereka memutuskan kembali ke mobil.

“jun sayang… liat lah, pemandangannya bagus. Fotoin aku” langsung berpose kayak artis.

“oh baiklah… siap-siap yaa, 1 2 3 “ jun langsung memotret yoona seperti potografer handal

 “ih menjijikan kali melihat mereka berdua, jun bener-bener melupakanku ah tega kali dia sama saudara kembarnya yang cakep ini” sedih melihat jun lebih akrab dengan yoona.

“jun sayang… sekali lagi, aku belum puas hehehe” mulai ganti-ganti gaya

“iya suka-suka mu lah… sampai gaya 2020 kau pake pun gak masalah karna jun bodoh akan setia memotret mu” ketusnya

”Kau iri yaa karna aku punya rambut lebih panjang dan indah, makanya rawat donk ke salon jangan main aja kerjaanmu” balas yoona

 “indah katamu… kayak ijuk gitu,makanya jangan sering-sering disetrika tu rambut” mendekati yoona

”Orang iri selalu seperti ini, dasar anak pungut “ mendorongnya ketepi pagar

”Kalian berantem yaa, aku pikir cuman becanda aja. Tapi gambar kalian keren kok”

Karna jo gak tahan mendengar kata anak pungut dia langsung  memukulnya dan yoona kehilangan keseimbangan lalu tersangkut dipagar jurang, jo berusaha menolongnya tapi malah kebawa pula jadilah mereka berdua tersangkut dijurang. Jun saat itu malah bengong sampai yoona teriak-teriak minta tolong dan akhirnya dia sadar lalu cepat menolong…

“bertahanlah, aduh aku bantu yang mana tenagaku gak kuat menahan dua beban sekaligus” memegang tangan aku dan yoona.

 “jun sayang… kau harus menolongku dulu, aku takut sekali” menangis lalu melanjutkan pembocaraannya

 “jun sayang… kau pernah bilang suka denganku, kalau kau menolongku aku akan menerima cintamu” saat itu jo gak bisa ngomong apa-apa, dia bener-bener takut

Tiba-tiba ada gempa kecil, hal itu membuat jun melepaskan tangan yoona dan cepat-cepat membantu jo keatas. Jun gak pilihan lain lagi, salah satu harus dikorbankan. Akhirnya yoona meninggal dan jasatnya gak bisa ditemukan sampai sekarang karna tertumpuk batu-batuan tepi jurang. Semenjak itu jo berubah menjadi yeoja yang pendiam dan aneh.

Setelah itu mereka sekolah lagi dan mengikuti lagi ujian naik kelas 5, lalu 4 bulan kemudian mereka naik kelas 6 sampai akhirnya mereka lulus SD pada umur sekitar 9 tahun. Tentu saja orangtua angkat mereka bangga dan sebagai perayaannya mereka dikasih liburan ke disney land dan keliling dunia sepuasnya. Mereka menerimanya dan pergi selama 4 bulan, walaupun mereka sudah jalan-jalan keliling dunia, jun merasa gak ada perubahan di wajah saudara kembarnya. Ekspresinya datar dan hanya ngomong seadanya jika ada orang yang berkomunikasi dengannya, dia gak segan-segan mengeluarkan kata kasar.

“jo… kau capek? Mau aku pijitin…” mendekati jo yang lagi duduk baca komik dikamar “lupakan masa lalu itu, bukan kau yang salah. Mungkin itu takdir jo”

“kalau aku gak mendorongnya pasti lain ceritanya, aku ini pembunuh”berhenti membaca

“berhentilah mengatakan dirimu pembunuh, aku bosan mendengar kau ngigau-ngigau seperti itu. Itu sama aja membuat aku tersiksa melihatmu menangis-nangis sampai mengeluarkan darah” mulai berkaca-kaca

“kalau kau bosan, pindah aja… bawa barang-barangmu kan kamar sebelah, kosong kan?” tetap dingin

“Plak” jun menampar jo agar dia sadar “kau tau kenapa saat itu aku langsung menolongmu bukan dia, karna kau saudaraku. Kita ditakdirkan selalu bersama sampai kapanpun, kenapa kau bisa bicara seperti itu denganku” Akhirnya jo sadar dan menangis dipelukan jun.

“mianhe… aku bener-bener menyanyangimu jun”

“gwencana… “ mengelus-ngelus rambutnya sampai jo ketiduran. Itu memang kebiasaan dia kalau udah puas nangis langsung tidur.

10 tahun, umur mereka udah cukup untuk melakukan cek-up sekaligus liburan ke jepang maka KJ twins serta keluarga dan jeon ahjuma. Setibanya di jepang, mereka tinggal disebuah perumahan yang arsitekturnya masih mempertahankan unsur kerajaan jepang. Pemandangannya juga bagus banyak pohon-pohon sakura yang sangat terkenal disana kebetulan mereka tinggal didataran tinggi jadi udaranya sangat dingin sangat cocok untuk kulitnya jo yang sensitif dengan panasnya matahari. Keesokkan harinya mereka sekeluarga pergi ke rumahsakit yang cukup terkenal dan mewah disana, semua melakukan cek fisik dan sebagainya sampai semuanya selesai…

“kau mau kemana jo?” liat jo lagi pake jaket

“aku mau beli jajanan disana katanya enak” ngajak jun yang lagi asyik nonton naruto the movie.

”oh… hati-hati, mianhe aku gak bisa temanin” gak ada memandang mukanya

Jo pun langsung keluar dan berjalan menuju sebuah toko yang ada dibawah. Dia terus menelusuri jalan menurun sambil memasukkan tanganku kejaket karna suhunya sangat dingin sampai akhirnya dia sampai di sebuah toko yang sangat kuno. Disitu banyak menjual jajanan zaman dulu, banyak anak-anak yang menjadi pelanggan si nenek tua sebagai pemilik toko itu.

Setelah dapat apa yang dia mau, langsung membayarnyalalu dia berjalan lagi kerumahnya, ah cukup melelahkan juga kayak mendaki gunung dibuatnya. Disebrang sana dia melihat ada seekor anjing sepertinya terkena rabies ada busa dimulutnya, awalnya jo mau putar arah tapi dia ingat kata jun, kalau ada anjing pura-pura gak tau aja dan berjalan seperti biasa. Jadi dia ikutin sarannya dan dia berjalan sampai mendekati anjing itu tapi nyatanya malah mengejarnya, spontan jo melempari semua jajanannya kemuka anjing itu tapi tetap aja mengejarnya. Sampai dia bertemu dengan seorang namja dan namja itu langsung melempari anjing itu dengan batu yang cukup besar sampai melukai kepala anjing itu dan pergi jauh dari hadapan mereka…

“kau baik-baik aja” berbicara dalam bahasa jepang , tapi saat itu jo susah berbicara karna menahan rasa sakit dikakinya, tadi sempat terkena seng ntah kaca.

“kakimu luka biar aku bersihi lukanya, kayaknya gak terlalu parah”.membersihi lukanya dengan syal yang dia pakai

”kalau gitu biar aku gendong pasti kau susah berjalankan, ayo…” balik badan dan jongkok,

lalu jo mengikuti perintanya. Dia merasa ada sesuatu didadanya seperti ada orang main drum di jatungnya, sampai-sampai namja itu juga merasakannya

“kau kenapa? Kayaknya jatungmu berdetup kencang… ah jangan takut aku orang baik pasti akan mengantarkanmu pulang tapi kita istirahat dulu yaa, kan rumahmu diatas sana…  aku tau karna sering melihatmu disana kalau aku 20 rumah dari rumahmu jadi bisa disebut tetangga gitu “dan dia menuruni jo tepat dibawah pohon sakura.

Ntah kenapa, dia terus memandangi jo tanpa berkedip sedikitpun. Lalu dia memberinya sebuah minuman kaleng dan mereka sama-sam meminumnya, rasanya biasa aja tapi kalau minumnya seperti ini jadi luar biasa(hehehehe). Tiba-tiba aja dia langsung mengambil minuman jo dan melepaskan pembuka kaleng tersebut…

“sekarang kau milik ku, ntah kenapa aku menyukaimu jangan tanya alasannya tapi bener-bener menyukaimu” memasangkan seperti cincin, lalu dia mencium tepat dibibirnya jo ah cuman bentar kok sekilas gitu. jo bener-bener shock dibuatnya, baru pertama kalinya dicium seorang namja. dia pikir cuman ada di drama-drama aja ternyata

”wah… pipimu merah, sangat lucu” dia memegang pipinya, sangat hangat dan nyaman “oh iya nama mu siapa?” mulai menanyai identitas jo

“ha! Aku yutsuiko, senang berkenalan denganmu” menundukkan kepalanya, dia sengaja memberikan nama jepangnya karna orang jepang susah menyebut nama koreanya, untung aja orangtua mereka sempat membuat nama jepang untuk KJ twins

“oh… nama yang bagus”lalu namja itu memasangkan cincin yang sama sepertinya

“nah… kalau gini, kita seperti sepasang kekasih kau mau kan menikah denganku kalau kita udah besar” menyatukan tangannya dengan tangan jo, dia hanya bisa tersenyum. Tapi cuaca yang bisa diajak kompromi, angin bertiup kencang dan awan menjadi gelap

“sepertinya mau hujan, ayo aku antar pulang…” dia lalu mengendongnya sambil menyanyikan sebuah lagu, sepertinya jo pernah mendengarnya tapi lupa dimana.

Sesampainya dirumah, namja itu langsung pergi karna hujan mulai turun dan jo masuk rumah dengan wajah yang begitu bahagia.

“jo… mana belanjaan? Eh kakimu kenapa, duduk sini” menariknya kekursi

“kenapa gak langsung ditangani, kau ini ntar infeksi bisa diaputasi kakimu” mulai mengobati kakiku, tapi jo malah senyum-senyum gak karuan hal itu membuat jun bingung

“hey~ kau kenapa? Jangan bilang tadi jatuh jadi otakmu agak error” gomel-gomel

“ah kau ini… aku lagi jatuh cinta tau” malah senyum-senyum

“apa? Hey sadarlah umur kita baru 8 tahun, tau apa kau tentang cinta… belum pantas untuk seusia kita” malah ceramahi aku

“kayak dia gak pernah aja, kau kan pernah nembak yoona dulu berarti itu cinta kan” ingat masa lalu “beda lah, saat itu aku hanya menyukainya”

Lalu dia menceritakan semua kejadian yang dia alami tadi tapi gak bilang kalau ciuman ntar jun marah besar jadi dia cuman bilang aja dicium pipinya. Sebenarnya jo sengaja cerita sama dia karna ingatannya sangat dangkal kadang suka terbalik-balik kadang dia ngarang aja jelasin ke orang lain. Makanya masalah hapalan mereka sering tukaran posisi disekolah, gak bakal ketahuan orang kembar. Lagian rambutku dan rambut dia sama-sama pendek yaa potongan namja.

”terus nama namja itu siapa?” mulai introgasi

“nama? Aigo… aku lupa tanya abis dia cakep kali jun hehehehe” garuk-garuk kepala

“dasar yeoja bodoh, kalau gitu gimana kalian bisa ketemu lagi”sinis

 “andwae… dia tetangga kita tau, rumahnya hanya 20 rumah dari rumah kita jadi besok aku bakal mencarinya soalnya aku juga lupa bilang terimakasih” langsung pergi kekamar dan meninggalkan jun sendirian dibawah

Keesokan harinya…

            “aku jadi penasaran seperti apa namja yang dia ceritain kemarin, ah paling jelek dia kan matanya agak rabun” keluar rumah

Mereka berdua mau jalan-jalan sambil mencari namja yang diceritakan jo kemarin. Tiba-tiba, ada orang yang langsung memeluknya dari belakang spontan dia melepaskan dan mendorong namja itu

            ”kau siapa? Kenapa tiba-tiba memelukku, kau gila yaa” marah-marah

            ”baru kemarin aku menolongmu, kenapa kau lupa? Jangan becanda, itu membuatku takut”langsung berbicara dengan bahasa korea

            ”hmmm… kapan yaa? Terus dimana, aku gak ingat… kalaupun iya, itu gak penting”langsung berubah jadi jo sementara, dalam hatinya jadi ini namjanya….

            ”oh… kalau gitu aku pulang dan mungkin kita gak bakal ketemu lagi” pergi dari hadapan jun

”huft~ untung jo belum keluar, kalau gak? bisa heboh terus aku dicuekin. Jadi itu anak yang dia ceritakan… jelek gitu, keliatan tampang playboynya… cih seenaknya dia mencium kembaranku, gak sudi aku. Sampai kapan pun kalian gak bakal ketemu, itu janjiku” ngomong sendiri.

Lalu jo keluar karna tadi dia sakit perut jadi harus setor dulu ke toilet,siap-siap pergi eh gak taunya orangtua mereka pulang ntah darimana dan langsung mengajak mereka berdua kembali secepatnya kekorea, awalnya jo gak mau dia menangis-nangis dan memintanya untuk menundak keberangkatan besok pagi dan akhirnya orangtua mereka setuju tapi jun yang panik.

“ayo kita jalan-jalan, aku mau kerumah ke 20 pasti dia lagi main didepan rumahnya” narik tangan jun

“eh udah sore kali jo, lagian cuacanya juga mendung nie ntar kau sakit” mencari-cari alasan

bentar aja jun, ayo lah… yaa” senyum sambil menaik-naikkan alisnya  dan akhirnya ikut juga.

Mereka terus berjalan dan berjalan sampai tepat didepan rumah ke 20 tapi hampir sejam mereka pencet bel gak ada yang keluar lalu ada tetangganya yang memberitahukan kalau yang sewa tempat ini sudah pergi 4 jam yang lalu. Jo sangat sedih dia belum sempat menanyai siapa namanya dan mengatakan “arigato” kepadanya, ntah setan mana yang menghasut dipikirannya dan dia bersikeras mau tinggal disini dan melanjutkan sekolah dijepang. Semenjak itu jun marah dan gak mau berkomunikasi lagi dengan jo. Dalam hatinya, dia gak bakal ketemu dengan namjanya itu karna dia tau jelas kalau namja itu tinggal dikorea bukan dijepang.Hampir Seminggu jun gak denger kabar darinya. Walaupun jun marah dan kesel tapi dia tetap kangen sama saudara kembarnya, dia merasa gak ada jo jadi susah pelajaran di SMP karna banyak hapalan. Lalu dia menelpon jo dan merayunya akan mencari itsuiko bersama-sama dengan sistem online, mungkin sering chatting dengan namja sana dan dalam seminggu sekali mereka ke jepang. Begitulah tawaran dari jun akhirnya jo setuju dan pulang kekorea.

Setibanya di korea, jun langsung kerumah barunya dan mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Awalnya mereka hanya main berdua tapi lama-lama banyak juga temannya, tapi sifat buruknya gak pernah hilang yaitu kerjain anak orang dan kali ini korbanya nobita itu lah sebutan mereka buat anak yang suka nangis. Hampir tiap hari mereka kerjain anak itu mulai dari tendang dia pakai bola secara bergantian terus mencuri permennya lalu menarik celana, hal itu membuat umma anak itu kesel dan mengejar-mengejarnya tapi selalu lolos. Sampai akhirnya mereka berhenti mengerjainnya saat si nobita terjatuh dan alisnya terluka. Melihat kenakalan mereka, umma dan appa harus mengganti rugi biaya rumah sakit dan pindah rumah lagi. Hal itu membuat mereka merasa bersalah karna menyusahkan orangtuanya tapi mereka gak marah katanya itu kan cuman masalah kecil lagian rumah itu kurang strategis, katanya…

Di rumah baru mereka, banyak anak yeojanya daripada namjanya salah satu dari mereka ada yang jadi noona nya KJ twins yaitu shin sekhyun. Dia sangat cantik menurut jun tapi menurut jo dia biasa aja. Hanya 5 bulan mereka dirumah itu lalu pindah lagi, sebenarnya mereka juga pusing kenapa harus pindah-pindah rumah dan sekolah.

Akhirnya mereka sekolah di SMP yang berbeda,karna orangtuanya lagi mengalami sedikit krisis ekonomi. Mereka berdua juga gak tau pekerjaan orangtuanya, yang mereka tau kalau appa hanya dirumah dan duduk didepan laptopnya sedang umma, hah~ dia sedikit aneh menurut mereka karna setiap pergi keluar atau ke supermarket pasti pulangnya bulan depan. Umma memang hoby jalan-jalan sama teman-temannya dan menghabiskan banyak uang.

Semenjak itu jun jadi banyak fansnya terutama yeoja, banyak yang tergila-gila dengannya. Mungkin dia terlalu baik jadi menerimanya tanpa berfikir resikonya. Kalau jo biasa aja, karna dia tetap dingin dan kasar terutama dengan yeoja jadi kebanyakan teman-temannya namja. Walaupun berbeda sekolahnya tapi mereka sering tukaran tempat dan posisi karna gak ada yang tau kalau mereka kembar didaerah itu makanya mereka pilih sekolah agak jauhan jadi aman.tapi tetap aja selama setahun udah 3 kali pindah sampai akhirnya jun satu sekolah dengan hongki dan jo satu sekolah dengan seung hyun.

Setahunkemudian, mereka lulus SMP dan melanjutkan ke SMA dengan usia saat itu baru 12 tahun. Jadi mereka sangat kecil badannya dibandingkan teman-temannya disana. Oh iya, jun melanjutkan kesekolah SMA IT (satu sekolah dengan jinki) dan jo di SMA biasa (satu sekolah dengan jung yong hwa). Walau begitu jo masih tetap terus mencari itsuikonya, ntah kenapa dia mulai merasa kalau itsuiko ada di korea tapi terkadang dia merasa itsuiko bener-bener tinggal dijepang hanya berdasarkan dari cara pengucapannya yang sempurna dalam berbahasa jepang.

“jo… besok kau gantiin aku yaa? Besok aku malas sekolah” baring-baring dikasur

            “kenapa? Jangan bilang besok sibuk ngatur schedul kencan sama yeoja-yeoja anehmu itu”

            “itu alasan kedua, kita udah gak dikasi uang jajan lagi kan? Jadi aku mau ngikutin cara appa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu 15 detik”

            “kau ini… jangan diikutin, dosa tau… memindahkan uang orang ke tabungan kita, mank siapa targetmu?”

            “hmm… bboy yang lagi naik daun, super junior dan DBSK. Tapi gak semuanya hanya Siwon, ryeowook dan jaejong aja”

            “berapa yang akan kau ambil?”

            “hmm sekitar 1 juta satu orang, mungkin setiap 6 bulan sekali aku pindahin nya”

            “kau yakin itu gak bakal ketahuan? Kau kan masih baru didunia seperti ini”

            “tenang aja, uang yang aku ambil langsung aku investasikan ke saham SM town yaa istilahnya cuci uang gitu. Lagian kau pakar nya dalam meramalkan? Kira-kira kita untung besar gak”

            “menurutku iya, dilihat dari perkembangannya pasti mereka bakal maju dan terkenal diluar negeri”

            “hmm gitu, oh yaa aku kasih tau teman-temanku disekolah nanti biar kita gak ketahuan kalau kembar. Kalau yang ini namanya henry dia anaknya manja panggilan jeleknya si dooly” dia terus menjelaskan teman-temannya sekelasnya sampai teman akrabnya hingga”nah… kalau yang ini soulmate ku si jjanggo, miripkan? Ah dia itu sedikit aneh dan konyol juga anaknya, semua orang memanggilnya si autis karna dia suka autis sesuatu tapi kau hati-hati yaa sama dia. Anaknya suka peluk-peluk orang”

“oh arraseo… tenang aja, diapeluk aku tinju dia ahahahaha dah ah aku mau tidur dulu”

            “tidurlah, aku masih penasaran sama kejadian waktu kita kecil dulu. Siapa orang itu dan dimana orangyua kandung kita, kenapa dia membuang kita dipanti. Apa kita anak haram” melanjutkan penelitiannya didepan laptopnya

Keesokan harinya, jo pergi keseolahnya jun dan memakai motor besar (kayak motor balap). Sebenarnya jo terbiasa bawa mobil ketimbang motor tapi karna ini disekolah jun jadi terpaksa dah. Ternyata benar apa kata jun…

            “hya… jun pyo !” langsung peluk dari belakang

            Langsung melepaskan pelukakannya “kau ini… kebiasaan kali, kau bukan homo kan? Jadi berhentilah seperti ini” melanjutin jalannya

            “ah kau ini, tentu saja aku masih normal. Kenapa disekolah ini gak ada yeojanya?”

            “kau ini bodoh atau sok polos, kenapa juga masuk sekolah ini kalau mau bersenang-senang dengan banyak yeoja”

            “bukan mau ku tapi orangtuaku yang memaksanya, katanya lulus dari sini aku harus melanjutkan usaha appa ku” menunduk sedih

            “itu deritamu, tanggunglah resikonya… Kalau aku sie cuman untuk have fun aja sekolah disini”

            “gak biasanya kata-katmu meyakitkan seperti ini oh iya ntar ujian aku bakal kalah denganmu, pasti nilai ujianku bakal lebih tinggi darimu”

            “iya iya… kau ini cerewet sekali kayak yeoja jjanggo, ayo lah kekelas ntar lagi masuk”

            Setelah berakhirnya pelajaran, jo langsung kepakiran motornya tapi jinki mengejarnya karna dia mau nebeng…

“jun pyo ! aku ikut yaa, please” naik-naiki alisnya sambil tersenyum aneh

“aduh gak bisa, aku harus cepat-cepat pulang. Kau kan biasanya jalan kaki” panik

“kali ini aja, aku bener-bener minta tolong. Aku ikut audisi menjadi penyanyi dan lokasinya sangat jauh dari sekolah kita. Kalau aku berhasil jadi penyanyi aku gak bakal melupakanmu jun” meneteskan air mata

“jangan nangis didepanku… huh~ baiklah tapi kau jangan peluk aku yaa cukup pegang jaketku aja”

Dan akhirnya mereka berangkat ketempat lokasi tersebut. Ternyata di SM town, menurutnya yaa sekalian aja cari-cari informasi disana. Setelah ditelusuri perusahaan ini memang cocok untuk berinvestasi.

“gimana audisinya? Kau gagal kan” sambil minum di dekat motornya

“aku lulus tau, mereka tau aja kalau aku berbakat ahahahaha”

“hmm kalau gitu kau harus mempersiapkan nama beken mu, jinki terlalu kampungan

“hya! itu nama pemberian keluargaku, jangan seenaknya kau menghinanya”

“oh… aku bercanda kok, ayo lah kita pulang asekalian aku antarin”

Setelah mengantar jinki kerumahnya, jo langsung kekamar dan melihat jun lagi sibuk sama laptopnya. Jun merasa ada yang aneh dengan namanya karna dari bayi mereka udah diberi marga kim seperti udah diatur dari awalnya tapi karna informasi yang didapati terlalu dikit jadi jun terus mencarinya sedangkan jo malah sibuk mencari namjanya, itsuiko.

Setahun kemudian, jinki merasa ada yang aneh pada dirinya. Dia mulai menyukai jun teman sekelasnya tapi dia berusaha menolak perasaan itu sampai-sampai dia menjahui jun karna takut jadi homo.

“jo… tadi jjanggo cerita sama aku, kalau kemarin dia abis dari spikiater”’’’

            “terus apa hubungannya dengan kita, bukannya kau bilang dia itu aneh”

            “dia merasa dirinya homo karna menyukaiku sekarang dia semakin aneh dan menjauh dariku, sepertinya kita kasih tau aja kalau kita kembar. Aku takut itu berpengaruh sama masa depannya nanti”

            “kau ini berlebihan kali… baiklah kalau itu mau mu, kapan kita melakukannya?”

            “besok setelah pulang sekolah, kau tunggu di taman kebetulan disitu sepi ntar aku sama jjanggo akan kesana sekalian kita ucapin perpisahaan sama dia, kan kita mau kerusia melanjutkan SMA disana aku denger disitu bagus ilmu IT dan ekonominya”

Keesokan harinya, jun mengajak jinki pergi ketaman yang telah mereka rencanakan. Awalnya jinki menolak karna takut perasaan anehnya timbul lagi. Beberapa menit kemudian dia mau juga karna daritadi dia merasa biasa aja. Sesampainya ditaman, jo langsung mengejutkan jinki dengan sembunyi dibalik semak-semak dan hal itu membuat jinki shock berat karna ada dua jun yang sama dan dia pingsan. Hampir 15 menit menunggu dia sadar dan akhirnya bangun juga…

“aku diamana? Apa aku udah mati, kenapa ada 2 jun didepanku. Sepertinya aku harus periksa mata dan kejiwaanku lagi”

            “hehehehe… gak usah, buang-buang uang aja. Kami ini kembar tau, dia itu yeoja namanya kim jooyeon jadi kau gak homo jinki” jun mulai menjelaskan

“sebenarnya aku gak mau, tapi jun selalu memaksaku tukaran… kau kaget yaa?” pegang bahu jinki

“kau yeoja? Mana mungkin, dadamu aja datar gitu” melihat agak kebawah

“kau ini…” siap-siap mengumpulkan energi buat hajar jinki

“sabar-sabar… jinki minta maaf sama dia, kalau kau masih mau hidup” menahan jo mukul jinki

“iya iya… mianhe, aku cuman gak percaya aja tapi… kenapa kau merahasiakannya?”

            “gak ada alasan khusus sie, biar mudah aja kami menjalani pelajaran ini. Walau kami kembar tapi kemampuan kami berbeda makanya sering tukaran posisi jinki”

“puas-puas lah kau liat kami karna ini hari terakhir disini, lusa kami mau ke rusia” ketus jo

Lalu jun menjelaskan kepergiannya ke rusia, jinki merasa terlalu cepat untuk mengatakan perpisahaan karna dia baru menyadari kalau dirinya normal dan mulai menyukai saudara kembarnya jun tapi jinki berfikir kalau mereka cuman kerusia untuk belajar bukan tinggal disana selamanya jadi ada kemungkinan jinki dan jojo bisa bersama, itu lah yang ada dipikirannya saat ini…

====================================TBC========================================

Advertisements

10 thoughts on “Love & Tragedy [1.2]”

  1. Agak bingung bacanya karna gak ada POV nya x ya?jadi bingung,siapa yang ngomong.teruz kadang-kadang udah nyeritain diri sendiri tapi diujung-ujung kalimat kayak author yg cerita..
    Ceritanya cukup seru,cara penulisan sama POV harus lebih diperhatikan..Ok chingu?
    Lanjut!!

    1. iya… aku juga lagi belajar masalah POV itu…
      ah nyesel dulu gak serius belajar b.indo…

      tapi aku usahain lah…
      aku suka comen kayak gini…
      oh ! yang lain juga kok ahahahaha
      ^_^

  2. waaaachhh ,,,,,,,, jadi melongo-longo sendiri baca’na ..
    tyuzz ,, cow yg dicari jojo itu siapa yaa ??
    jadi penasaran ……

  3. huwaaa ortu angkat itu sebenrnya mau mengambil organ tubuh jo sma jun ya ??
    terus yg kecelakaan itu, itu org mau nyelamatin mereka dan memberikan mereka pada ortunya .. tapi mobilnya malah di acak2in .. hehehe ..

    seru .. bener tuh apa yg di biang di atas .. POV nya …
    heheh .. masih bingung itsuki itu siapa ?!! huwaaaa
    lanjutannya dong …
    maksudnya si jo ma jinki ngak bisa ketemu ??

    1. wah…
      kamu baik sekali,,,
      aku ingin menangis dibuatnya *over…

      gomawo yaa wiga…

      Nb : jgn dipaksain kalau gak ngerti juga, aku khawatir (?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s