You and He is My Life

Title                 : You and he is my life

Author             : shineelover14

Main Cash       : Choi Minho (SHINee), Jung Sora a.k.a Jeon Boram (T-ARA)

Support Cash  : Jung Yoogeun, Kim Kibum (SHINee)

Lenght             : Oneshot

Genre              : Romance

Rating             : General

 

Annyeong .. Saya pendatang baru disini, n semoga bukan pendatang haram .. Hee (*Ngomong apa sih author ..ABAIKAN). Ini FF pertama yang aku post disini. Semoga respont dari readers semua positif. Klo ada yang negatif juga gpp. Saya selalu menerima segala kritik dan saran dari siapa aja dengan terbuka. Oke deh gak lama-lama lagi. Happy Reading !!

<><><><><><><><><><><><><><><><><>

Jung Sora P.O.V

Mata ku membelalak ketika seorang dokter menyatakan bahwa aku hamil. Dan ia mengatakan bahwa umur kandungan ku sudah berumur 2 minggu. Aku memalingkan wajah ku kearah namja yang ada disebelah ku. Namja yang notabene adalah namjachingu ku. Aku sangat bingung harus berkata apa sekarang. Aku hanya diam saja dan memikirkan bagaimana kelanjutan masa depan ku nanti.

Pikiran ku melayang mengingat kejadian 3 minggu yang lalu, saat hujan itu kami melakukannya sekali lagi setelah sehari sebelumnya ia juga melakukan hal itu kepada ku dan membuat buah cinta kami hidup didalam rahim ku sekarang.

Aku berjalan lemas seraya dituntun oleh namjachingu ku, Choi Minho. Terlihat raut bahagia diwajahnya. Ku rasa ia senang mendengar berita kehamilan ku.

“Sora-nie, kau harus menjaga kesehatan mu mulai sekarang. Arraseo. Tenanglah aku akan segera menikahi mu”ucap Minho sambil memandang ke arah ku dengan tatapan penuh cintanya.

“Ne ..”ucap ku sambil tersenyum kearahnya. Aku lega karna ia mau bertanggung jawab atas diri ku.

“Besok aku akan memberitahu eomma ku tentang hal ini”ucapnya lagi. Dan aku hanya mengangguk saja meng-ia kan perkataannya.

<><><><><>

Hari ini aku pun pergi bersama Minho kerumahnya. Aku sedikit ragu untuk masuk kedalam rumah yang tampak sangat mewah itu. Tapi Minho menggenggam tangan ku sangat erat dan itu membuat ku sedikit tenang.

Perlahan pintu rumah itu terbuka dan keluar seorang wanita muda dari sana. Ia menyambut kami dengan ramah. Sepertinya ia adalah pembantu dirumah Minho. Jujur aku baru pertama kali berkunjung kerumah Minho. Sudah setahun kami berpacaran tapi Minho belum pernah mengenalkan ku kepada kedua orang tuanya karna ke dua orang tuanya sangatlah sibuk setahun terakhir.

Aku pun dipersilahkan duduk oleh Minho. Dan ia segera bergegas mencari eommanya.

“Eomma .. eommaaaa ..”teriak Minho mencari eommanya.

“Neee .. ada apa jagi”ucap eommanya keluar dari kamar.

“Lihatlah aku membawa seseorang”ucap Minho sambil mengajak eommanya ke ruang tamu.

“Siapa dia?”tanya eommanya pada Minho sambil menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki ku. Jujur saja aku merasa risih jika dilihat seperti itu.

“Ia adalah yeojachingu ku eomma, namanya Jung Sora”ucap Minho memperkenalkan diriku. Aku pun menunduk memberi salam sambil tersenyum pada eommanya. Akan tetapi wajahnya terlihat tidak senang melihat kehadiran ku.

“Duduklah”ucap eomma Minho dan pandangannya masih tak lepas dari diri ku.

“Eomma, aku ingin menikahinya”ucap Minho.

“Mwo?! Kau ingin menikahi yeoja miskin ini”ucap eomma Minho.

“Eomma, jangan berkata begitu. Aku sangat mencintainya eomma. Izinkan aku menikahinya eomma”ucap Minho memohon sambil berlutut didepan eommanya.

“Haah .. Kau ingin menikahi yeoja miskin ini? Mau taruh dimana martabat keluarga Choi jika kau menikahinya”ucap eomma Minho dengan nada tinggi. Aku tak mampu berkata apa-apa, hanya bisa tertunduk menerima ucapan dari eomma Minho. Memang benar, keluarga Choi pasti akan sangat malu jika menerima menantu seperti aku yang yatim piatu dan tak memiliki siapa-siapa lagi didunia ini.

“Eomma, ia punya nama. Dan namanya adalah Jung Sora. Aku tidak suka eomma memanggilnya yeoja miskin”ucap Minho membela ku.

“Dengar, apa yang telah kau lakukan hingga anak ku ingin menikahi mu?”bentak eomma Minho pada diri ku. Aku hanya diam saja, aku takut ia akan semakin marah jika ia mengetahui kalau saat ini aku sudah mengandung anak Minho.

“Eomma, sekarang ia sedang mengandung anak ku. Dan aku ingin segera menikahinya”ucap Minho mantap.

Dan PLAAAAAK .. Sebuah tamparan mendarat tepat di wajah Minho.

“Apa kau bilang?! Ia hamil?!”ucap eomma Minho tak percaya. Untuk sesaat eommanya berdiam diri lalu meneruskan kalimatnya. “Dasar yeoja murahan .. Berani-beraninya kau menggoda anak ku. Aku tidak akan membiarkan anak ku menikah dengan mu. Lihatlah diri mu dan sadarlah kau sangat tidak pantas untuk bersanding dengan anak ku”

“Eomma, jangan bicara seperti itu. Apa pun yang terjadi aku akan menikahinya”ucap Minho.

“Dia tak sederajat dengan kita Minho-ah. Masih banyak yeoja lain yang tertarik pada mu, dan kau dapat menikahi mereka. Tapi tidak untuk yeoja ini”ucap eomma Minho dan tentu saja hati ku benar-benar sakit mendengar perkataanya tadi.

Tiba-tiba eomma Minho pergi menginggalkan aku dan Minho di ruang tamu tersebut. Minho mendekatiku yang masih saja tertunduk. Ia tau pasti saat ini aku sedang menangis. Ia meminta ku untuk menatapnya. Ku lihat matanya yang penuh kasih sayang itu sedang menatapku.

“Tenang lah, aku pasti menikahimu walau berbagai resiko yang ku hadapi”ucapnya.

Aku pun tersenyum padanya dan ia menghela air mata ku. Tak lama tiba-tiba eomma Minho datang dan melempari wajah ku dengan uang yang sangat banyak sekali. Tentu saja aku benar-benar sangat terkejut dengan perlakuan eommanya.

“Ambil uang ini, dan cepat gugurkan kandungan mu itu. Aku tidak ingin melihat bayi itu lahir kedunia”ucap eomma Minho dan tentu saja ini membuat hati ku terpukul.

“Maafkan aku nyonya Choi. Tapi aku tidak akan mengugurkan bayi yang ada dirahim ku ini. Anda adalah seorang ibu, tapi mengapa bisa anda berbicara seperti itu”ucap ku lirih lalu meninggalkan rumah Minho.

“Sora-nie, kau mau kemana?”ucap Minho ingin mengejar ku tapi langkahnya ditahan oleh ibunya.

Aku terus menangis mengingat semua perkataan eommanya Minho. Hati ku benar-benar sakit sekarang. Aku benar-benar tidak memiliki tempat tujuan sekarang. Kemana aku harus mengadu? Eomma, Appa, mengapa kalian begitu cepat meninggalkan ku? Aku benar-benar merasa sendiri sekarang. Bagaimana aku harus menghadapi kenyataan ini?

Jung Sora P.O.V end

<><><><><>

Minho P.O.V

“Eomma, mengapa eomma tega sekali berkata seperti itu kepada Sora? Ia pasti sangat sedih sekarang mendengar perkataan eomma tadi”ucap ku.

“Dia harus mengugurkannya. Ini demi kebaikan mu nak”ucap eomma.

“Aniy eomma, yang terbaik untuk ku adalah menikah dengan nya”ucap ku lalu pergi meninggalkan eomma.

“Kau mau kemana Minho-ah. Eomma tidak akan mengizinkan mu untuk bertemu yeoja miskin itu”teriak eomma dari dalam rumah. Tapi aku mengabaikan itu semua, yang terpenting adalah Sora. Ia pasti sangat terpukul menerima perlakuan dari eomma ku.

Dari kejauhan kulihat yeoja bertubuh mungil sedang duduk ditaman sendirian. Aku berjalan mendekatinya dan kini aku telah berada dihadapannya. Wajahnya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis.

“Maaf kan eomma ku”ucap ku seraya memeluknya. Aku memeluknya dengan erat sekali. Dapat kurasakan ia menangis lagi dalam pelukanku.

“Jangan menangis lagi. Kalau anak kita mendengar kau menangis, ia pasti akan sangat sedih sekali”ucap ku padanya. Dan ia pun tersenyum menanggapi perkataan ku. Aku pun menghela air mata yang masih membasahi pipinya. Lalu ku kecup bibirnya lembut.

“Saranghae ..”ucapku padanya.

“Nado ..”ucapnya sambil tersenyum.

Aku pun mengantarkannya kembali ke apartemennya. Aku menyuruhnya untuk segera tidur, karna ia telah menjalani hari yang berat sepanjang siang ini. Setelah ia benar-benar tidur, aku pun menyelimutinya dan segera pulang kerumah untuk menyelesaikan masalah ku dengan eomma.

Aku masuk kedalam kamar eomma perlahan dan ku lihat ia sedang duduk ditepi ranjangnya. Eomma yang menyadari diriku langsung mencuekkan ku. Aku berjalan mendekatinya dan berlutut dihadapannya sambil memegang tangannya.

“Eomma, aku mohon dengan permintaan ku kali ini. Eomma tau kan seumur hidup ku aku tidak pernah mengabaikan perintah eomma. Aku hanya minta kau menyetujui pernikahan ku dengan Sora. Aku tidak minta lebih dari itu. Jika aku harus hidup kekurangan, aku akan jalani itu semua eomma. Ku mohon eomma. Izin kan aku”ucap ku tapi Eomma hanya diam saja.

“Eomma, ia adalah yeoja yang benar-benar sangat aku cintai. Aku tidak bisa hidup tanpanya eomma. Dia adalah segalanya untuk ku dan bayi yang dikandungnya adalah keinginan ku. Aku ingin hidup bahagia bersamanya dan bersama anak ku kelak”ucap ku sambil menangis memohon kepadanya eomma.

“Maafkan aku anak ku. Eomma tidak bisa mengizinkan mu. Eomma akan menuruti semua keinginan mu, tapi jangan minta eomma untuk mengizinkan mu menikah dengan yeoja yang bernama Jung Sora itu”ucap eomma dan tentu saja ini membuat ku sangat kecewa mendengarnya.

“Tidak eomma, aku tidak ingin apa-apa selain dirinya. Kalau pun aku harus keluar dari keluarga Choi, aku akan terima itu jika eomma merasa malu mempunyai anak seperti diriku”ucap ku lagi.

“Sudahlah Minho-ah, jangan memohon seperti ini kepada eomma. Eomma tidak akan mengizinkan mu”ucap eomma seraya pergi meninggalkan diriku yang masih berlutut.

Minho P.O.V end

<><><><>

Jung Sora P.O.V

Hari ini aku memutuskan untuk tidak kuliah. Sepertinya untuk setahun kedepan aku akan cuti kuliah dulu, karna sangat tidak mungkin aku kuliah dengan keadaan hamil seperti ini.

Aku berjalan kedapur lalu kulihat isi kulkas ku sudah kosong. Dengan sangat terpaksa aku pun pergi untuk membeli beberapa bahan makanan.

Sekarang sedang musim semi, bunga-bunga pun mulai bermekaran. Tanpa sengaja aku melintasi sebuah taman yang didalamnya terdapat banyak sekali jenis bunga-bunga. Aku tersenyum memandang bunga-bunga yang sudah mulai bermekaran itu. Lalu tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara klakson mobil yang berasal dari belakang ku. Aku pun menoleh, dan kulihat eommanya Minho memanggilku dan menyuruh ku untuk masuk kedalam mobilnya. Ia membawa ku kesebuah cafe.

“Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu Jung Sora”ucap eomma Minho.

“Ne. Silahkan. Katakan saja nyonya”ucap ku sopan.

“Aku langsung to the point saja. Aku akan memberi mu dua pilihan tentang masalah ini. Tinggalkan anak ku, atau gugurkan kandungan mu”ucap eomma Minho sambil menatap ku tajam.

Aku bingung sekali harus menjawab apa. Ini pilihan berat bagi ku.

“Anda tega sekali kepada diri ku. Aku tau aku bukanlah yeoja yang sepadan untuk anak anda, tapi kumohon jangan suruh aku untuk mengugurkan anak yang sedang ku kandung sekarang. Baiklah aku akan meninggalkan anak anda tapi ku mohon setelah itu jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi nyonya Choi”ucap ku sambil menahan tangis. Jujur saja ini pilihan yang sangat berat sekali. Karena keduanya adalah hidup ku.

“Baiklah, aku akan menyuruh anak ku untuk melanjutkan kuliahnya ke Amerika, jadi aku akan memberikan mu kesempatan sekali lagi untuk bertemu dengannya dan tolong yakin kan ia agar ia mau melanjutkan kuliahnya di Amerika. Apa kau mengerti? Setelah itu jangan pernah muncul dalam kehidupan anak ku lagi. Jika itu terjadi, maka kau akan tau sendiri akibatnya”ucap eomma Minho.

“Baiklah nyonya, aku mengerti”ucap ku pasrah. Lalu eomma Minho memberiku sebuah amplop, aku tak tau apa isinya.

“Apa ini?”tanya ku.

“Ambil saja, itu akan berguna jika kau melahirkan kelak”ucap eomma Minho.

“Mianhamnida nyonya Choi. Saya tidak membutuhkan uang ini. Kelak jika aku akan melahirkan aku akan berusaha sendiri. Jadi anda tidak perlu serepot ini”ucap ku lalu pergi dari cafe itu. Tidak lupa aku memberikan hormat kepadanya.

<><><><><>

Aku harus menjadi wanita yang kuat  karna aku akan membesarkan anak ini  sendirian kelak. Tak terasa air mata ku pun menetes. Tapi cepat-cepat ku usap, karna aku tidak ingin anak ku sedih jika ibunya menangis terus.

Tak lama bell apartemen ku berbunyi. Aku yakin sekali yang datang adalah Minho, karna sebelumnya ia menelponku ingin membicara sesuatu. Ini terakhir kalinya aku akan bertemu dia.

Ku buka pinti itu perlahan. Kutatap namja yang ada didepan ku sekarang. Air mata ku ingin tumpah lagi, tapi cepat-cepat ku hapus kembali.

“Kau kenapa menangis?”tanya nya.

“Aniy, aku senang melihat mu. Aku benar-benar merindukan mu”ucap ku. Ya tentu saja aku akan merindukannya, karna mungkin untuk selamanya aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.

“Masuk lah”ucap ku mempersilahkannya.

Ia pun menarik tangan ku ke ruang tengah. Sekarang kami sedang duduk berhadapan.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”tanya ku.

“Eomma ku sudah menyetujui hubungan kita, tapi ada syarat yang diberikan eomma ku”ucapnya dan tentu saja aku tidak terkejut, karna ini adalah akal-akalan eommanya saja.

“Apa syarat nya”tanya ku lagi.

“Eomma menyuruh ku untuk melanjutkan kuliah ku di Amerika, setelah kuliah ku selesai aku baru boleh pulang dan segera menikahimu”jelasnya.

“Benarkah? Kalau begitu  pergilah, setelah kau pulang dari Amerika kita akan menikah”ucap ku berusaha mengendalikan hati ku yang terasa sakit ini.

“Apakau tidak apa-apa jika ku tinggal nanti? Bagaimana dengan anak kita nanti?”tanya Minho pada ku dengan tatapan penuh kekhawatiran.

“Aku sangat mencintai mu juga anak yang ada dikandungan ku ini. Jadi aku pasti akan selalu menunggu mu dan akan membesarkan anak kita dengan baik. Percayalah pada ku”ucap ku meyakinkannya walau hati ku benar-benar tidak kuat jika tanpa ia disisiku.

“Baiklah aku percaya pada mu. Aku berjanji akan kembali dengan cepat”ucapnya sambil tersenyum. Itu membuatnya terlihat semakin tampan. Ia pun mengecup bibir ku. Air mata ku menetes lagi, mungkin ini terakhir kalinya aku merasakan kecupan kasih sayang yang ia berikan. Hiduplah dengan bahagia Minho. Aku akan menjaga anak kita dengan baik dan akan membesarkannya menjadikan ia seperti dirimu.

Jung Sora P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

7 bulan kemudian ..

Terlihat seorang yeoja sedang berjalan terseok-seok membawa sebuah nampan besar yang berisikan kue tteok yang terbuat dari beras. Keadaannya terlihat sangat miris. Bajunya yang begitu lusuh karna belum diganti berhari-hari serta kakinya yang melepuh akibat kakinya yang mulai membengkak dan dipaksakan untuk berjalan. Tampaknya ia sangat kelelahan. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Ia pun berhenti sejenak di depan sebuah toko cosmetik untuk beristirahat. Akan tetapi sang pemilik toko cosmetik tersebut sangat risih melihat dirinya yang duduk didepan tokonya.

“Hei. Pergi kau dari sini. Dasar pengemis. Apa kau tidak melihat orang-orang jadi tidak mau masuk kedalam toko ku karna kau duduk didepan sini. Cepat pergi sana”ucap sang pemilik toko.

“Mianhamnida nyonya. Izinkan aku beristirahat sebentar disini, aku benar-benar lelah nyonya”ucap yeoja itu.

“Andwe .. andwe .. cepat pergi dari sini”ucap sang pemilik toko sambil menendang nampan yang dibawa yeoja itu dan al hasil kue tteok yang dibuatnya seharian tadi tumpah begitu saja dijalanan. Yeoja itu hanya menangis saja meratapi kue-kue yang akan dijualnya itu jatuh berserakan dijalan. Ia pun memunguti kembali kue-kue itu hingga tak tersisa lagi dan segera pergi meninggalkan posisinya tadi.

Yeoja itu pun dengan terpaksa kembali kerumahnya tanpa membawa apa-apa karna tak satupun jualannya laku dibeli orang.

Ia hanya terduduk lemas didalam rumahnya yang berukuran 2×2 m. Wajahnya pucat karna sudah seharian ini ia tidak makan. Ia hanya meneguk segelas air putih untuk sekedar menghilangkan rasa laparnya itu.

“Anak ku, bertahanlah. Eomma akan berusaha dengan kuat agak kita bisa hidup bersama. Maafkan eomma karna tidak memberikan mu makan hari ini, eomma benar-benar tidak mendapatkan uang hari ini nak”ucap yeoja itu sambil menangis sambil mengusap-usap perutnya. Ia benar-benar sangat menyayangi bayi yang ada didalam rahimnya itu.

2 bulan kemudian ..

Yeoja itu terus saja menjajakan jualannya kepada setiap orang yang di lewatinya. Ia berusaha dengan keras agar mendapatkan uang hari ini. Ia tidak mau membiarkan anak yang ada didalamnya rahimnya itu menjadi tidak sehat. Dan tanpa sengaja seseorang menabraknya. Tentu saja itu membuat kue yang bawanya terjatuh kejalanan. Pupuslah harapannya untuk memberi makan pada bayi yang ada dirahimnya itu. Ia pun menangis sambil memunguti kue tersebut.

“Mianhamnida nona”ucap namja itu. Akan tetapi yeoja itu terus saja menangis sambil tetap memunguti kue-kuenya.

“Aku akan mengganti semuanya. Jadi ku mohon berhentilah menangis”ucap namja itu.

Yeoja itu hanya menatap namja itu dengan tatapan heran, karna ini baru pertama kalinya seseorang memperlakukannya dengan baik.

“Gamsahamnida ..”ucap yeoja itu pelan.

“Ne .. “ucap namja itu sambil mengeluarkan uang yang ada didompetnya. Namja itu memberikan 300 ribu won kepada yeoja itu. Tentu saja seketika yeoja itu terkejut menerima uang yang diberikan oleh namja itu.

“Ini terlalu banyak tuan”ucap yeoja itu.

“Sudah ambil saja semuanya. Kau pasti sangat membutuhkan uang itu untuk membeli makanan yang bergizi. Bayi yang ada didalam perut mu itu sangat membutuhkannya”ucap namja itu. Yeoja itu pun menitikkan air matanya melihat perlakuan namja itu baik terhadapnya.

“Gamsahamnida Tuan. Jeongmal gamsahamnida”ucap yeoja itu sambil membungkuk. Namja itu pun berlalu meninggalkannya. Dan tiba-tiba yeoja itu merintih kesakitan. Ia merasakan perutnya berkontraksi. Ia pun berjalan sekuat tenang sambil menahan sakit yang menerjangnya. Tapi perutnya terlalu sakit dan akhirnya ia terduduk ditepian jalan. Tak satu pun orang yang membantunya. Untung saja namja tadi belum terlalu jauh meninggalkan yeoja itu. Ia dapat mendengar teriakan yeoja itu. Dengan cepat ia menggendong tubuh yeoja itu masuk kedalam mobilnya.

“Bertahanlah nona, aku akan segera membawa mu kerumah sakit”ucap namja itu dan langsung melaju mengendarai mobilnya.

“Andwe .. jangan bawa aku ke rumah sakit tuan. Aku tidak punya uang untuk membayar persalinannya. Biar aku pulang kerumah saja dan melahirkan disana”ucap yeoja itu sambil menahan sakit diperutnya.

“Mwo?! Andwe .. andwe .. itu sangat berbahaya nona. Biar aku saja yang akan membayar persalinannya, anda tenang saja. Aku akan menghubungi suami anda, apa anda bisa memberitahuku dimana ia sekarang?”tanya namja itu.

“Tidak usah tuan, itu sangat merepotkan anda”ucap yeoja itu berusaha mengatur nafasnya.

“Sudah anda tenang saja. Sekarang beritahu dimana suami anda, biar aku yang menghubunginya”ucap namja itu.

“Aku tidak memiliki suami tuan. Aku hidup sendiri”ucap yeoja itu. dan tentu saja membuat namja yang ada disebelahnya itu sangat terkejut. Namja itu pun tak banyak bicara lagi sekarang. Pikirannya sedang tertuju kejalan dan mengemudi dengan baik.

Sesampainya dirumah sakit bersalin, dengan cepat namja itu menggendong tubuh yeoja yang ia sendiri pun tak tau nama nya. Namja itu terlihat panik sekali. Ia terus saja mondar-mandir didepan kamar bersalin. Sesekali terdengar teriakan dari dalam kamar bersalin itu.

Author P.O.V end

<><><><><>

Jung Sora P.O.V

Aku dibawa masuk dengan cepat oleh para suster yang ada dirumah sakit bersalin ini. Aku bersyukur sekali ada orang yang bermurah hati mau membantuku seperti ini. Kulihat dokter yang menangani ku pun sudah bersiap.

“Ayo nyonya .. tarik nafas anda dalam, lalu keluarkan”ucap dokter itu.

Aku pun menuruti perkataan dokter tersebut. Sekuat tenaga aku mendorong bayi ku untuk keluar. Tapi ini benar-benar terasa sangat sulit sekali. Ayo Jung Sora, kau pasti bisa melahirkan anak mu ini. Semangatlah Sora, dia lah yang benar-benar kau nantikan selama ini, ucap ku dalam hati.

Aku pun mengulangi apa yang dikatakan oleh dokter itu. Dengan sekuat tenaga, kukeluarkan bayi yang ada didalam perut ku ini walau tanpa appa nya. Air ku kembali menetes mengingat orang yang benar-benar ku cintai itu. Entah bagaimana keadaanya sekarang.

Aku pun berteriak ketika vaginaku mulai terasa sangat sakit sekali. Sakit melanda seluruh tubuh ku. Namun tiba-tiba bayang namja yang aku cintai itu berada disamping ku sekarang, aku tersenyum kepadanya dan ia berkata “Teruslah berusaha, aku sangat menantikan kelahiran anak kita”.

Dengat sekuat tenaga aku berjuang mengeluarkan bayi ku dan tak lama terdengar suara tangisannya. Aku menangis lagi. Aku bahagia mendengar tangisannya. Aku bersyukur bisa melahirkannya dengan selamat.

“Minho, aku telah melahirkan anak mu dengan baik”ucap ku.

Ku gendong ia dengan penuh kasih sayang. Aku menangis melihat bayi laki-laki yang ku lahirkan ini benar-benar mirip appa nya. Aku pun mengecup keningnya.

Jung Sora P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Tiba-tiba seorang suster menghampiri namja yang sedang duduk gelisah didepan kamar bersalin.

“Maaf tuan, anda harus menyelesaikan administrasinya dulu. Silahkan isi data-data anda disini”ucap suster itu seraya memberikan sebuah formulir kepada namja itu.

Namja itu pun mengisi data dirinya dengan lengkap dan langsung memberikan data dirinya itu kepada suster yang ada dihadapannya.

“Baiklah Tuan Kim Kibum, anda sudah bisa menemui istri anda sekarang. Chukkae, anak anda laki-laki”ucap suster itu.

Namja yang bernama Kim Kibum terlihat sedikit lega karna yeoja yang di tolongnya itu dengan selamat melahirkan anaknya. Ia pun pergi menuju kamar rawat Sora. Dilihatnya Sora tengah terbaring lemah. Kibum pun menghampiri ranjang bayinya, dilihatnya bayi laki-laki yang sangat mungil dan tampat tengah tertidur. Tiba-tiba Sora berkata sesuatu.

“Tuan, terima kasih atas segala pertolongan anda. Aku tidak tau lagi bagaimana nasib ku jika tidak anda tolong”ucap Sora sambil menangis.

“Gwenchanayeo. Aku sangat tulus ingin menolong mu. Hiduplah dengan baik dan besarkan anak ini hingga tumbuh menjadi namja yang tampan”ucap Kibum.

“Ne .. tentu saja tuan”ucap Sora.

“Baiklah, siapa nama anda?”tanya Kibum.

“Jung Sora ..”ucap Sora singkat.

“Aku Kim Kibum. Senang bisa membantu mu”ucap Kibum.

“Oh ia, aku harus pergi karna masih ada urusan lain. Semua administrasinya sudah aku lunasi, jadi kapan saja anda bisa keluar dari rumah sakit ini”ucap Kibum.

“Ne, sekali lagi gamsahamnida Tuan Kibum”ucap Sora.

“Ne”ucap Kibum dan berlalu meninggalkan Sora.

Author P.O.V end

<><><><><>

4 tahun kemudian ..

Minho P.O.V

Aku sudah tak sabar lagi ingin pertemu Sora dan anak ku. Pasti ia tumbuh dengan sehat sekarang. Aku pun mempercepat langkah ku menuju pintu gerbang bandara Incheyon. Ku lihat appa dan eomma ku sudah menunggu disana. Aku kangen sekali dengan mereka. Tapi mana Sora? Tanya ku dalam hati. Mengapa ia tidak datang menjemput ku?

“Eomma .. Appa .. Jeongmal Bogoshippoyeo”ucap ku sambil memeluk kedua orang tua ku itu.

“Ne .. Na do jagi-a”ucap eomma seraya menitikkan air mata. Aku pun segera menghapus air mata eomma ku itu.

“Jangan menangis eomma, aku tak ingin melihat eomma sedih. Oh ia, Sora mana eomma?”tanya ku. Lalu dengan sepontan mimik wajah appa dan eomma ku berubah. Sebenarnya ada apa in? Aku penasaran sekali.

“Masalah Sora, kita bicarakan dirumah saja”ucap eomma sambil mengajakku masuk kedalam mobil.

Hati ku merasa sangat tidak tenang sekali. Sepertinya telah terjadi sesuatu dengan Sora, tapi mengapa eomma dan appa hanya diam saja? Aku benci seperti ini.

Sesampainya dirumah, aku pun segera menanyakan kembali tentang masalah Sora.

“Eomma, jawablah pertanyaan ku. Apa yang sebenarnya terjadi?”tanya ku meminta penjelasan dari appa dan eomma.

“Duduklah dulu, kita bicarakan baik-baik”ucap appa. Dan aku pun menurutinya.

“Begini, sebenarnya Sora”ucapan eomma tiba-tiba terhenti. Aku benar-benar penasaran sekali. Mengapa eomma ragu untuk mengatakannya?

“Eomma, cepatlah beritau aku dimana Sora?”ucap ku tak sabaran.

“Sora sudah meninggal nak. Ia mengalami keguguran dan akhirnya ia meninggal bersama anak yang dikandungnya”ucap eomma. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Air mata ku seketika mengalir. Aku masih tidak percaya ia begitu cepat meninggalkan ku. Meninggalkan semua kenangan ku bersama nya. Aku hanya tertunduk lemah. Aku benar-benar merindukannya saat ini. Merindukan tatapan nya begitu teduh, merindukan tawanya, merindukan segala yang ada pada dirinya.

Minho P.O.V end

<><><><><>

3 bulan kemudian ..

Author P.O.V

Seorang bocak kecil sedang menggandenga eomma nya dan berjalan dengan setia mengikuti eommanya kemana pun eommanya pergi.

“Apa kau senang hari ini kita akan pergi berbelanja?”tanya eommanya.

“Ne ..”ucap bocak itu senang.

“Baiklah, jangan meminta yang macam-macam. Arraci? Eomma akan membelikanmu susu pisang”ucap eommanya.

“Ne ..”ucap bocah itu sambil tersenyum.

Tiba-tiba dari kejauhan seseorang sedang memanggil-manggil eomma dari bocah itu.

“Sora-ssi .. Sora-ssi ..”ucap seorang namja. Eomma dari bocah itu pun menoleh dilihatnya orang yang sudah lama tidak ia temui, terakhir kali ia melihat  namja itu ketika ia menolong Sora ke rumah sakit.

“Kibum-ssi. Annyeonghaseo”ucap Sora sambil membungkuk memberikan salam.

“Annyeonghaseo ..”ucap Kibum.

“Anda mau kemana?”tanya Kibum.

“Kami ingin pergi berbelanja ke super market”ucap Sora. Dan tentu saja pandangan Kibum beralih pada bocak yang sedang digandeng oleh Sora. Kibum berjongkok, lalu tersenyum kepada bocah itu.

“Ternyata kau sudah besar sekarang. Siapa nama mu?”tanya Kibum sambil mengacak-acak rambut bocah itu.

“Jung Yoogeun ..”ucap bocah yang bernama Jung Yoogeun itu.

“Baiklah, setelah besar kelak, kau harus menjaga eomma mu dengan baik. Arraci?”tanya Kibum.

“Ne ..”ucap Yoogeun mantap.

“Baiklah Sora-ssi, senang bisa bertemu dengan anda. Anda memang wanita yang kuat bisa membesarkan anak anda hingga sebesar ini”ucap Kibum.

“Ne, tentu saja aku juga sangat berterima kasih atas segala pertolongan yang telah anda berikan. Aku akan terus menjadi wanita yang kuat, itu janji ku”ucap Sora. Dan setelah itu Kibum pun pergi meninggalkan sepasang ibu dan anak itu.

Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju supermarket. Sesampainya disana Sora pun segera mengambil kereta belanjanya. Ia terlihat sedang memilih beberapa sayuran yang segar-segar dan tanpa sadar kalau Yoogeun tidak ada disampingnya.

<><><><><>

Bocah itu terlihat kebingungan sekali mencari eommanya. Ia berjalan sambil meminum susu pisang yang ingin dibelinya tadi. Dan tanpa sengaja ia menabrak seorang namja bertubuh tinggi dan bermata bulat.

“Hei. Apa kau baik-baik saja?”tanya namja itu pada Yoogeun yang terjatuh karna menabraknya. Yoogeun hanya diam saja.

“Eomma, lihatlah sepertinya anak ini sedang tersesat”ucap namja itu kepada eommanya. Eommanya pun mendekat melihat Yoogeun. Ia memperhatikan bocah itu lekat-lekat.

“Cobalah kau lihat, wajahnya lucu sekali. Ia benar-benar sangat mirip dengan mu ketika kau masih kecil”ucap eomma namja itu.

“Benarkah?”tanya namja itu lalu memandangi Yoogeun lekat-lekat.

“Ya dia memang mirip dengan ku”ucap namja itu lalu menggendong Yoogeun.

“Eomma ..”ucap Yoogeun hampir menangis.

“Cepat bawa ia ke bagian informasi. Eommanya pasti sangat khawatir sekali”ucap eomma namja itu.

Namja itu pun bergegas membawa Yoogeun menuju bagian informasi. Sesampainya disana ia pun meminta agar petugas informasi menginfokan bahwa ditemukannya seorang bocak laki-laki mengenakan kemeja kotak-kotak.

Author P.O.V end

<><><><><>

Jung Sora P.O.V

Aku panik sekali mencari Yoogeun. Ia tidak terlihat dimana-mana. Aku hampir menangis mencarinya. Dan tiba-tiba bagian informasi mengumumkan tentang seorang bocak yang tersesat. Aku yakin sekali itu pasti Yoogeun. Aku pun mempercepat langkah ku menuju bagian informasi. Ku lihat ia duduk sendirian disana. Aku pun segera berlari kearahnya.

“Yoogeun-nie. Kemana saja kau nak, eomma khawatir sekali”ucap ku sambil menangis.

“Uljima eomma .. uljima ..”ucapnya dan membuat ku memeluknya dengan erat. Aku takut sekali jika harus kehilangannya.

Tiba-tiba seseorang memanggil Yoogeun.

“Yoogeun-nie, ini es krimmu”ucap seorang namja dari arah belakang ku. Aku terdiam mendengar suara itu. Aku benar-benar mengenal suara itu. Ya suara seseorang yang sangat ku rindukan dan sudah sangat lama aku tidak mendengar suara itu. Aku pun memberanikan diri menoleh kebelakang. Ku lihat namja yang begitu ku cintai itu sedang berbicara dengan Yoogeun. Ia tak menyadari keberadaan ku. Aku terus menangis menatap kedua orang yang begitu kucintai itu.

Jung Sora P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

“Ini es krim mu. Paman akan membukakannya untuk mu. Oh ia, eomma mu mana? Apa sudah datang?”tanya namja itu kepada Yoogeun. Dan Yoogeun hanya mengangguk saja sambil menjilati es krimnya.

“Oo .. ya, mana?”tanya namja itu lagi. Lalu Yoogeun pun menunjuk kearah eommanya. Dan bertapa terkejutnya namja itu  melihat sosok yang ada didepannya itu. Ia pun berjalan mendekati yeoja yang sudah lama dinanti-nantinya itu. Namja itu menangis sambil menyentuh wajah yeoja yang sangat ia cintai.

“Ini bukan mimpikan?”ucap namja itu.

“Aku juga berharap ini bukan mimpi”ucap Sora. Dan seketikan namja itu pun memeluk Sora dengan kuatnya. Begitu pula sebaliknya. Mereka berdua menangis tidak percaya bahwa ini adalah kenyataan. Keduanya tidak pernah mengira mereka akan bertemu lagi setelah 4 tahun tidak bertemu.

Tiba-tiba Yoogeun memanggil eommanya.

“Eomma .. Dia siapa? Mengapa eomma memeluknya”ucap Yoogeun dengan polosnya. Sora yang menyadari anaknya sedang memanggilnya pun segera melepaskan pelukan Minho. Minho pun berpaling menatap Yoogeun.

“Apa ia anak kita?”tanya Minho.

“Ne ..”ucap Sora sambil mengangguk. Seketika Minho langsung menggendong Yoogeun dan menciumi wajah bocah itu.

“Eomma, dia siapa?”tanya Yoogeun lagi.

“Dia appa mu nak ..”ucap Sora sambil menangis menahan terharu. Yoogeun pun memeluk appanya dengan kuat.

Dari kejauhan sepasang mata sedang memandang kearah ketiganya. Tatapan haru dan sedikit penyesalan. Ia pun berjalan mendekati ketiga orang tersebut. Sora sangat terkejut melihat eomma Minho ada didepannya. Eomma minho pun berjalan semakin mendekat.

“Apakah ia adalah cucu ku?”tanya eomma Minho sambil memegang pipi Yoogeun.

“Ne. Nyonya, dia adalah cucu anda”ucap Sora sedikit ragu.

Seketika eomma Minho menciumi bocah yang sedang di gendong oleh Minho. Ia benar-benar terlihat sangat menyayangi bocah itu. Lalu pandangannya pun beralih kepada Sora.

“Maafkan aku karna aku, hidup mu pasti sangat sulit. Aku sungguh menyesal dengan perbuatan ku selama ini. Mau kah kau memaafkan ku?”tanya eomma Minho pada Sora.

“Tentu saja Nyonya”ucap Sora tersenyum.

“Aniy, jangan panggil nyonya. Panggil eomma saja, karna aku akan menjadi eomma mu juga”ucap eomma Minho dan tentu saja Sora langsung memeluk eomma Minho dengan hangat.

<><><><><>

1 Minggu kemudian ..

Sora sangat senang sekali ia bercermin didepan kaca memandangi tubuhnya yang dibalut gaun pengantin yang begitu indah. Akhirnya ia dapat menikah dengan Minho, namja yang di cintainya. Setelah 4 tahun hidup menderita, akhirnya terbayarkan sudah dengan dapat hidup berdampingan dengan orang yang sangat ia cintai, serta dapat membesarkan anaknya dengan cinta bersama suaminya kelak.

Sora pun berjalan berdampingan dengan appanya Minho. Dan mengantarkan Sora kedalam genggaman Minho. Pendeta pun mulai mengucap sumpah.

“Choi Minho .. Apakah anda bersedia menerima Jung Sora sebagai istri anda? Baik suka maupun duka hingga ajal menjemput kelak?”tanya pendeta itu.

“Ya .. Saya bersedia”ucap Minho sambil terus memandangi Sora.

“Jung Sora .. Apakah anda bersedia menerima Choi Minho sebagai suami anda? Baik suka maupun duka hingga ajal menjemput kelak?”tanya pendeta itu lagi.

“Ya .. Saya bersedian”ucap Sora.

“Baiklah, kalian sah sekarang menjadi sepasang suami istri”ucap pendeta itu.

Terlihat rona bahagia yang tergambar jelas pada setiap orang yang menghadiri pernikahan Minho dan Sora. Minho pun mengecup lembut bibir istrinya didepan para tamu undangan dan itu membuat suasana menjadi riuh. Tepuk tangan menggema dimana-mana. Yoogeun yang duduk di sebelah neneknya pun ikut bertepuk tangan melihat appa dan eommanya berciuman.

The End

Tolong respontnya yang readers. Segala bentuk comment diterima. Makasi buat yang udah baca.

33 thoughts on “You and He is My Life”

  1. aku lumayan suka ceritanya. tapi yang aku ga setuju, koq Minho tega-teganya ninggalin Sora. hiks….kasian kan..
    but fighting trs bwt shineelover14!!!

  2. Ah terharu bacanya, sedih tp akhirnya happy ending :’)
    Keren thor!!! Coba dilanjutin ada cerita kehidupan keluarga minho-sora-yoogeun

  3. Masuk gak kali ini komennya??? Udah 3 kali tdi cba msa ga msuk2… *nunjuk atas*
    Pokoknya daebak lah nih FF, aku suka banget alur dan cara penulisannya. Terus berkarya γª thorr!!!!
    Btw itu key cuma numpang bentar ye??? Hauahahhahaha #plakkk

    XDD

  4. Wuaaah…. Key baik banget ya~~
    Here i give you a kiss, key… Hadiah buat kebaikan hatimu…. Hahahahah *kabuuur takut dibantai lockets*

  5. Aaaaa
    Mau nangis banget
    Yoogeun lahir semua berubah
    Key bener bener berjasa banget
    Nolongin sora dalam keadaan kritis begitu

  6. Waah happy endiing ^▽^
    Untung yaa eommanya minho sadar terus minta maaf kk
    Dikirain ada kelanjutan ceritanya kibum, eeh gaada wkwk
    Bagus kook (y) daebaaak! 😀

  7. huwaa miris … kira aku soora bakal sma key .. ahahah key kau dewa penyelamat !! huwaaaa kerenn !!
    happy ending …
    yoogeun .. !!! lucu bgt sih …

  8. key bnr2 cuma numpang lewat ya dsni..py peran na penting…
    coba ini sequel and konflik na lbh diperdalam…
    psti crta na jdi seru bngt….

  9. joahaeyo..
    Tapi terlalu cepat, jadi berasa ngebut.
    Lebih bagus lagi kalo ini dibikin twoshot, jadi ga begitu terburu-buru 🙂

  10. Huuuaaa ..
    Makasi yagh buat admin yang udah berbaik hati ngepublis FF aku ..

    Mian kalo FF ini terlalu banyak kurang nya ..
    🙂

    Ke depan bakal lebih baik lagi ..

    @mpebri : Sebenarnya aku mau buat twoshot, tapi karena keburu jadinya aku singkat-singkat jadi oneshot ..
    Mian kalo jadinya kurang memuaskan ..

  11. Jung Sora melalui banyak penderitaan. Untung ada Key.
    Kehadiran Yoogeun emang dapat mencairkan kekerasan hati neneknya.
    Tapi gimana peran Key selanjutnya setelah Sora dan Minho menikah?
    Nice story.

  12. Happy ending :*
    Itu kabar key yg sangat berjasa sekali itu gmana ya??
    Ceritanya kilat banget, tapi greet job (y)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s