Secret Of Dawn – Part 8 [END]

Author                                     : Storm

Main Casts                              : Dawn, Shinee

Main Supporting Cast        : Sky

Genre                                       : Psychology, Life, Family, Friendship

Length                                     : Sequel

Rating                                      : PG-13

Inspired by                           : Perfect Match by Jodi Picoult

Cover by                                : Suci a.k.a Icusnabati

 

SECRET OF DAWN
File 8 – A Fool!! [End]

 

Hukum itu relative. Tergantung dari indikator apa kau melihatnya. Indikator sosial kah? Atau dari indikator hukum itu sendiri? Menurut pasal A ayat B, mencuri adalah bla bla bla bla bla, dan orang yang melakukannya harus bla bla bla bla bla. Begitupun dengan pelecehan seksual atau tindak kekerasan seksual.

Sayangnya dengan sifatnya yang relative itu, kau tidak bisa menghukum seseorang tanpa bukti. Hanya hukum yang absolute yang bisa mengatakan seseorang itu bersalah. Dan parahnya, hukum yang absolute itu hanya dimiliki oleh Tuhan. Manusia? Tidak berhak untuk mengatakan bahwa orang itu, pencuri itu, pemerkosa itu, adalah orang yang bersalah dan harus dihukum gantung ataupun ditembak mati.

Lalu bagaimana dengan kasus Dawn? Haruskah kita melihatnya dari berbagai macam sudut pandang? Masihkah keputusan bersalah itu ditolerir? Dipertanyakan? Masih haruskah kita menggunakan sifat hukum yang relative itu?

“Dalam hal ini, Taemin tidak bersalah!” Rahangku mengeras mendengar Manager Song berkata seperti itu.

“TIDAK BERSALAH???” Teriakku kencang. Manager ini gila atau sinting atau bahkan sudah tidak waras?? Bagaimana mungkin Taemin dinyatakan tidak bersalah seenak jidadnya! Atas dasar apa ia memutuskan seperti itu? Memangnya dia Tuhan?

“Key! Turunkan nada suara mu! Ini masih di rumah sakit!” Pinta Jonghyun hyung padaku. Nada bicaranya masih normal. Seolah tidak terjadi apa-apa.

“Kenapa? Takut terdengar orang-orang?”

“KEY!!” Sela Minho kencang. Rahangnya juga terlihat ikut mengeras.

“Biarkan semua orang tau bahwa ada monster di group kita. Biarkan mereka tau bahwa magnae polos ini ternyata tidak sepolos yang mereka pikir. Biarkan mereka tau bahwa ternyata magnae polos favouritenya adalah monster pemakan adiknya sendiri! Biarkan mereka tau!” Satu jariku mendorong-dorong dada Taemin, si monster. Sedangkan ia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam. Memang apa lagi yang bisa ia lakukan?!

“Aku menyesal hyung. Aku benar-benar menyesal.” Ucapnya dengan kepala tertunduk dan isakan. Dari tadi di ambulance Taemin adalah orang yang paling kencang menangis. Meminta Dawn untuk bertahan. Memintanya untuk membuka matanya. Menghapus darah yang terus bercucuran dari kepala Dawn dengan kedua tangannya. Biar kuhempas berapa kalipun, biar aku terus meneriakinya agar jangan menyentuh adikku, Taemin tetap membersihkan darah di kepala Dawn, Taemin tetap menyentuh adikku itu. Ia tetap menyentuhnya! Menjijikkan!!

“Menyesal??” Kutarik kerah bajunya. Mencengkramnya kuat. Membuat Taemin mendongak dan menatap mataku langsung.

“Kau menyesal??” Kepalanya terangguk pelan. Dapat kulihat matanya penuh dengan air mata. “PEMBOHONG! KALAU KAU MENYESAL, KAU SEHARUSNYA MEMBUNUH DIRIMU SENDIRI!! SEHARUSNYA KAU IKUT MENYAYAT TANGANMU KETIKA DAWN TERUS MENYAYAT DIRINYA! KAU IKUT MEMBUAT TUBUHMU MEMBIRU KETIKA DAWN MEMBERSIHKAN DIRINYA DENGAN BATU DAN SIKAT GIGI!! KAU SEHARUSNYA BERBUAT ITU, LEE TAEMIN!!!”

“KEY!!”

“Lepas Minho!” Kugedikkan pundakku kasar, menghempas tangan Minho yang mencoba mencegahku berbuat brutal.

“KAU SEHARUSNYA ME-”

“KEY!!” Kali ini Minho membalikkan badanku. “Tenanglah!!”

“Bagaimana aku bisa tenang??? Bayangan Dawn menangis kesakitan, menjerit ketakutan selalu muncul jika aku melihat dia!”

“Key.. Kami semua-”

“Kalian semua apa???” Kuputus ucapan Minho. “Membela Taemin?”

“KEY!!!”

“Kalau kalian menyayangi Dawn. Kalian tidak mungkin begitu santainya menghadapi kasus ini. Kalian semua tidak mungkin begitu tenangnya melihat monster kejam ini ada di hadapan kalian! Seharusnya kalian langsung menghunus pedang kalian untuk membunuhnya. Seharusnya kalian memukulinya sampai babak belur. Sampai wajahnya tidak berbentuk. Dan sampai ia koma! Sama seperti keadaan Dawn saat ini. Seharusnya itu yang kalian lakukan!!”

“Key bukan seperti itu..” Sahut Jonghyun hyung langsung.

“Lalu seperti apa??” Pekikku.

“Karena mungkin semua yang kau katakan itu tidak benar. Bisa saja kau hanya menduganya. Kau bahkan tidak mempunyai bukti yang mengarah bahwa Taemin adalah pelakunya.” Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Jadi selama ini, mereka pikir aku berbohong? Mereka pikir semua ini hanya halusinasiku? Mereka pikir selama ini aku hanya berkhayal? Aku bahkan tidak pernah membaca cerita dongeng khayalan!

“Pertama. Dari semua sikap Dawn terhadap kita yang selalu menjerit ketakutan, yang selalu meminta kita untuk menjauhinya, Dawn hanya melirih pada Taemin. Ia tidak teriak pada Taemin. Tidak pernah!!”

“Itu hanya pradugamu saja Key.” Aku berdecak kesal.

“Kedua, perubahan sikap Taemin.” Minho dan Jonghyun hyung melipat dahi mereka, menaikkan satu alis mereka. “Ingat kejadian di meja makan? Ketika Jinki hyung menampar Dawn?” Mereka berdua mengangguk. “Siapa yang menggebrak meja? Bahkan Jonghyun hyung tidak berani menggebrak meja di hadapan Jinki hyung, hyung tertua kita. Tapi ia berani. Anak kecil ini berani!! Kenapa ia melakukannya?” Tidak ada yang bisa menjawab. “Karena ia takut Dawn membocorkan rahasianya. Rahasia bejatnya!”

“I-itu mungkin..” Demi Tuhan! Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka tidak percaya apapun yang aku katakan?? Itu semua adalah bukti tersirat!

“Dan yang ketiga, siapa diantara kita yang terus menangisi Dawn ketika Dawn terkapar lemah karena percobaan bunuh dirinya?? Siapa yang terus meminta maaf? Hah? Kalian pikir kenapa ia melakukan hal seperti itu???” Sekali lagi, mereka berdua terdiam. Matanya menyiratkan rasa tidak percaya. Dapat kulihat di mata mereka, wajah Taemin dan aku bergantian memasuki mata hitam mereka. Mungkin mereka bingung atas kenyataan ini. Mereka bingung dan tidak tahu siapa yang harus mereka percaya. Aku? Atau Taemin adik mereka yang polos?

“Aku pernah melihatnya duduk bersimpuh di kamar Dawn. Menangis. Meminta maaf. Masih kurang?”

“Masih. Masih kurang! Itu semua hanya tebakanmu!” Minho yang berucap. Si bodoh ini!!

“Itu semua benar.”

“Taem?” Minho menatap Taemin tidak percaya. Aku menyeringai sinis. Benar kan?

“Kenapa?” Jonghyun hyung mengguncang-guncangkan pundak Taemin. “KENAPA????”

“A-aku. I-itu ka-kare-”

“Keluarga dari Nona Dawn?” Pengakuan dosa Taemin terputus. Aku langsung menghampiri suster yang baru datang itu. “Aku, oppanya.”

“Kami membutuhkan banyak darah. Golongan O atau B.”

“Aku B!” Sahutku langsung. “Masih kurang. Kami benar-benar butuh banyak darah. Minimal dari dua orang lagi, setidaknya untuk hari ini.”

“A-aku O.” Jinki hyung? Kulihat ia berjalan lemah. Manager Park yang membantunya berjalan.

“Maaf tapi anda baru saja mendonorkan darah anda. Sudah cukup untuk anda hari ini. Isitrahatlah di kamar. Anda benar-benar lemah Tuan Lee.” Ujar suster tersebut.

“Kalau masih kurang satu orang, lalu siapa lagi kalau bukan aku?” Jinki hyung tetap ngotot ingin mendonorkan darahnya lagi. Tapi kembali suster itu menolak.

“Apakah AB bisa?” Suster itu menggeleng menjawab pertanyaan Jonghyun hyung. Hyungku itu langsung menendang udara. Begitupun dengan Minho, kata rutukan ‘sial’ terucap darinya.

“Tidak bisa. Golongan darah nona Dawn adalah B. Jadi harus dari O atau B.” Aku mendesah pasrah. Tuhan.. Tolong selamatkan adikku. Kumohon. Di depan ruang operasi ini aku berdoa. Benar-benar berdoa. Berharap ada keajaiban. Berharap ada seseorang yang mengatakan ia berdarah O atau B lagi.

“Aku B. Dan aku bersedia mendonorkan darahku.” Apa??

***

“Taemin! Aku tidak mau kau mendonorkan darah mu untuk Dawn. Aku tidak mau darahmu berada dalam tubuh Dawn. Aku tidak mau!” Aku langsung menolaknya. Taemin mendonorkan darahnya untuk Dawn? Ayolah!! Si monster menyelamatkan sang putri? Gimme a break! Bahkan dalam cerita dongeng tidak ada yang seperti ini!

“Izinkan aku hyung. Setidaknya ini yang bisa kulakukan.” Pinta Taemin memelas. Aku masih menggeleng keras. Membayangkan darah bejatnya memasuki tubuh Dawn saja sudah membuatku ingin menghajarnya habis-habisan, apalagi jika darahnya benar-benar berada dalam tubuh Dawn, bercampur dengan darah Dawn?? Tidak akan! Dan kalau itu sampai terjadi, kupastikan samurai akan segera terhunus, pelatuk akan segera tertekan!!

“Hyung kumohon. Aku harus menyelamatkannya. Aku harus membuatnya melihat diriku. Aku harus membuatnya berteriak padaku dan mengusirku. Kumohon hyung.” Taemin terus memohon lirih. Aku masih tetap enggan untuk menjawab ‘Ya’. Dan Jinki hyung masih terlihat lemah untuk menggeleng ataupun mengangguk. Di matanya dapat kulihat rasa sesal dan kecewa yang sangat besar. Mungkin ia menyesal karena ia tidak bisa menjaga adik perempuannya. Dan kecewa karena ia juga tidak bisa membimbing dan menjaga Taemin. Selayaknya Dawn pada saat menatap langit dari kaca kamarnya kemarin, tatapan Jinki hyung juga seperti itu, kosong. Udara yang berlalu-lalang di paru-parunya benar-benar berjalan pelan. Bahkan hampir tidak terlihat bahwa ia bernafas.

“Suster, bisakah kau ambil darahku dulu? Nanti akan kuusahakan untuk mencari golongan darah B.” Suster itu terdiam. Kurasa ia tidak mengerti dengan semua ini.

“Tapi.. adik anda benar-benar dalam masa kritis, ia benar-benar membutuhkan banyak darah. Ia tidak bisa menunggu. Ia-”

“Aku akan mendonorkan darahku.” Kubalikkan badanku. Kuhampiri namja yang dari tadi memohon itu. “Kubilang TIDAK! KAU TIDAK BERHAK MENYAMPURKAN DARAHMU DENGAN DARAH ADIKKU!! TIDAK BER-”

“Anak kecil. Bayi. Gay. 2min. Namja cantik.” Sentakanku terhenti. Apa maksud kata-katanya itu? Ada apa dengan semua julukannya itu?

“Itu yang dikatakan semua teman lelaki ku di sekolah. Mereka mengejekku seperti itu. Mereka bilang aku gay. Selalu bersama Minho hyung. Hyung tidak tau kan kehidupanku di sekolah seperti apa?” Jinki hyung, Jonghyun hyung, dan Minho mulai mengalihkan pandangan mereka pada Taemin.

“Memangnya seperti apa kehidupanmu di sekolah?” Tanyaku sinis.

“Ejekan. Caci maki. Tuduhan sepihak. Itu yang aku alami. Pandangan merendahkan. Itu yang kudapat setiap pagi. Make up di wajah, lipstick merah di bibir, itu yang kualami setiap berkumpul dengan teman-temanku di jam istirahat. Kau tau apa yang mereka katakan?” Kami semua terdiam.

Ya.. Taeminie, neoumu neomu kyeopta. Kau benar-benar seperti seorang yeoja.” Kami semakin terdiam.

“Itu yang mereka katakan setelah mereka mendandaniku habis-habisan. Menyuruhku berjalan dengan melenggokkan pinggangku.” Taemin terisak. Satu tangan Jonghyun hyung langsung berada di bibirnya, mencoba menutupi rasa terkejutnya. Minho memerosotkan dirinya di tembok. Kurasa kaki panjangnya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Jinki hyung?

“Tapi tidak berarti kau harus berbuat kejam seperti itu pada Dawn, adikmu sendiri! Tidak berarti kau harus memperkosa adikmu sendiri!!” Jinki hyung menarik kerah baju Taemin dan memekik. Satu langkah kakiku melangkah ke belakang tanpa aku sadari. Ada apa dengan semua ini? Ada apa dengan kedua adikku. Bukankah seharusnya ada scene pukul-memukul? Tapi kenapa jadi seperti ini? Kenapa justru mengguncang jiwa dan menambah perih di hati?

“Lalu apa yang harus aku lakukan hyung? Pada saat itu yang muncul dalam pikiranku adalah melakukan hal itu. Aku.. Aku..”

“Bodoh! Lee Taemin BODOHHHHHH!!!” Minho berteriak kencang dalam terjerembabnya perasaan. Jonghyun hyung langsung bangun dari duduknya dan menarik kerah baju Taemin. Ia tidak berkata apa-apa. Hanya mencengkram kuat kerahnya dan menatapnya dingin. Kemudian menghempasnya kembali, membuat Taemin kembali tersungkur.

“Hiks.. Aku hanya remaja yang butuh pengakuan atas normalnya diriku. Aku bisa bertahan jika di atas panggung. Tapi dalam dunia nyata? Aku tidak bisa hyung. Tidak bisaaa!!” Taemin setengah berteriak dalam isakannya. “Aku benar-benar tidak bisa hyung.. Tidak bisa..”

Aku benar-benar sudah tidak tau harus berkata apa. Haruskah sifat hukum yang relative itu digunakan sekarang? Dari indikor apa aku harus melihatnya? Sosial? Psikologi? Hukum?

“Suster kumohon ambil darahku sekarang.” Hanya itu kataku pada suster yang juga ikut mematung menyaksikan pengakuan Taemin. Suster ini tidak tau apa yang terjadi pada Dawn. Tapi ia tau pasti apa yang terjadi pada Taemin. Ia tau pasti itu.

“Hyung.. Izinkan aku mendonorkan darahku. Kumohon izinkan aku. Setidaknya aku harus membuat Dawn tetap hidup.” Aku terus berjalan menjauhinya. Aku benar-benar tidak tau apa yang harus kukatakan. Sekarang aku mengerti, kenapa banyak orang yang tidak mau menerima kenyataan. Aku mengerti sekarang, benar-benar mengerti. Karena kenyataan itu sangat menyedihkan, menyakitkan.

“Manager, bawa lelaki bodoh ini ke penjara. Perkarakan kasusnya.” Jinki hyung, sebagai hyung tertua kami, akhirnya bertitah.

“Hyunggg..” Taemin melirih.

“Donorkan darahmu. Setelah itu, ikut manager Park ke kantor polisi.”

***

Aku, Jinki hyung, Jonghyun hyung, dan Minho sekarang berada di kamar rawat Dawn. Memperhatikan dirinya yang kini sedang menutup mata dengan selang infuse di tangannya, dengan oksigen di hidungnya, dan dengan monitor yang menayangkan pergerakan detak jantung Dawn di samping tempat tidurnya. Sudah berminggu-minggu gadis kesayanganku ini tidak juga membuka matanya. Tampaknya ia lebih senang untuk terus menjadi putri tidur.

“Sayang, kenapa belum membuka matamu?” Tanyaku lirih. “Kau tau kau tampak seperti putri tidur. Apakah kau menunggu pangeran yang akan memberikanmu kecupan?” Kami semua tertawa dalam lirih.

“Bangunlah sayang..” Jinki hyung mengelus kening Dawn. Memperhatikan wajahnya yang penuh luka akibat tabrakan tersebut. “Bukankah sudah berhari-hari kau tidak makan ice cream? Kau tau setiap hari aku selalu membelikanmu ice cream. Dan sekarang freezer kulkas kita sudah penuh dengan ice cream. Kau bisa memakannya setiap hari jika mau. Aku tidak akan melarangmu.” Satu air mata menetes di pipi kanan Jinki hyung. Ia tidak mencoba menghapusnya. “Bangunlah ku mohon..”

“Atau memang kau sedang menunggu pangeranmu?” Tanya Jonghyun hyung. “Baiklah. Aku akan mengecupmu.” Tidak ada yang menghalangi Jonghyun hyung untuk mengecup kening Dawn. Minho yang biasanya langsung ambil ancang-ancang kali ini hanya bisa diam. Matanya benar-benar berkaca-kaca.

“Sudah ku kecup. Kenapa belum bangun?” Jonghyun hyung menangis.

“Tentu saja tidak akan bangun, karena pangerannya kan aku.” Kami semua menoleh ke arah datangnya suara,“Sky?”

Sky tersenyum lembut. Aku selalu berterima kasih atas dirinya yang selalu menjadi teman baik Dawn. Yang selalu ada di samping Dawn. Yang bahkan rela untuk tidak tidur semalaman, untuk menjaganya 24 jam jika kami harus perform di salah satu stasiun tv.

“Belum ada perubahan hyung?” Minho menggeleng.

“Detak jantungnya stabil.” Sky melihat monitor kecil di samping tempat tidur Dawn. “Hey! Cepat bangun! Kau tidak mau makan spaghetti buatanku lagi? Huh? Cepat bangun! Jangan manja seperti ini!”

“Jangan kasar Sky..” Pinta Minho sambil terus menghapus air matanya.

“Jae, Chae Yeon, dan teman-teman yang lain terus bertanya tentangmu. Aku harus bilang apa?? Kau sakit? Bukankah kau paling anti dibilang sakit? Huh? Ayo cepat bangun!”

Tapi semua pertanyaan itu percuma. Tidak ada gerakan apapun dari Dawn. Ia tetap tertidur. Menutup matanya dengan cantik.

***

“We wish you a merry Christmas”

“We wish you a merry Christmas”

“We wish you a merry Christmas and Happy New Year”

“Yeayyyy.. Selamat Natal sayangggg.. Lihat saljunya banyak sekaliii.. Ayo cepat buka matamu. Itu cantik sekaliiii..” Minho tetap meminta Dawn membuka matanya. Sudah 3 bulan, sejak kecelakaan itu, dan Dawn belum juga bangun dari tidurnya.

“Jeng! Jeng! Lihat kado natal apa yang kubawa untukmu. Ayo bangun! Buka kadomu.” Jonghyun hyung dan Jinki hyung langsung menaruh kado-kado yang mereka belikan untuk Dawn. Dari jaket merah Manchester United, buku-buku Hilter dan penguasa-penguasa Jepang di masa lalu,sampai poster So Ji Seob dan Wonbin lengkap dengan tanda tangannya. Mereka taruh tepat di samping tubuhnya yang tidak bergerak.

Aku? Aku hanya memberikan doa untuknya, ‘Merry Christmas honey, May God always bless you ^^’

*Cup

***

Happy Valentineeeeeeee…” Kami berteriak dengan kencang. Sebenarnya Dawn paling tidak suka merayakan valentine, karena menurutnya hanya membuang-buang uang saja.

Belum tentu diterima. Kenapa harus memberi coklat duluan? Kalau ditolak memangnya tidak rugi?” Itu yang selalu dikatakan Dawn. Pada waktu itu, kami hanya tertawa dan memberikannya cibiran, “Itu karena kau tidak punya kekasih. Makanya kau bicara seperti itu! Jatuh cintalah pada seseorang!

Jatuh cinta pada Sky boleh?” Jawabnya menanggapi cibiran kami dan langsung kami berikan teriakan, “TIDAKKKK!!” Dawn terbahak mendengarnya.

Taukah kau, aku rindu pada tawamu. Sadarlah. Kumohon sadarlah. Ini sudah bulan ke-lima dan kau sama sekali belum sadar, belum terjaga. Sebenarnya apa mau mu dengan diam seperti ini? Huh?

“Lihat! Ini coklat dari oppaaa..” Jonghyun hyung menunjukkan coklatnya yang berbentuk hati. Aku memperhatikannya berbicara seakan Dawn membuka matanya dan menanggapi ucapannya. “Manis kan?? Lihatlah. Ayo buka matamu. Lihat coklat yang kubuat khusus untukmu. Kau ha-”

“Minggir! Kini giliranku. Adik cantik, ayo lihat, aku juga membuat coklat khusus untukmu. Kalau Jonghyun hyung hanya satu, aku banyak!” Minho memamerkan coklat yang juga ia buat sendiri. “Lihat ada tulisannya. Kau tau tidak tulisannya apa?” Tanya Minho. Bibirnya tersenyum. Tapi aku tidak tau bagaimana hatinya.

Mollayo?” Tanya Minho lagi. “Oppa sayang Dawn. Itu tulisannya.. Ayo cepat bangun, dan segera cicipi, oke?” Jinki hyung hanya tertawa. Ia juga menyiapkan coklat untuk Dawn. Tapi tidak ribut seperti dua adiknya itu.

Aku? Seperti natal kemarin, ‘Happy Valentine honey. Saranghae ^^’

*Cup

***

5 bulan sejak hari Valentine kemarin. Dan sekarang sudah hampir memasuki bulan ke-enam. Sudah hampir setengah tahun. Tapi kenapa Dawn masih belum membuka matanya?

Detak jantungnya normal, tidak ada yang salah dengan itu. Paru-parunya juga menjalankan fungsinya dengan baik, maksudku oksigen tetap berjalan dengan lancar dalam tubuhnya. Bahkan luka-luka di wajahnya sudah menghilang dengan sendirinya. Tapi kenapa ia masih tidur? Apa yang membuatnya tidak mau membuka matanya? Tidak mau bangun dari tidurnya yang panjang?

Yen pernah berkata padaku, kemungkinannya adalah karena alam bawah sadarnya menolak untuk bangun. Hal ini bisa saja terjadi karena trauma yang cukup besar. Trauma yang mungkin, menurut Dawn, adalah trauma yang sangat menyakitkan. Sehingga ia lebih memilih untuk diam di dunianya sekarang.

Mungkin, jika aku jadi Dawn, aku juga akan melakukan hal yang sama. Tidak akan pernah bangun dari tidurku. Kenyataan bahwa oppa yang sangat kau sayang sudah melakukan kekerasan seksual pada dirimu dan membuatmu seperti orang gila adalah alasan yang kuat untuk melakukan itu semua. Untuk tetap tinggal di dunia yang membuatmu nyaman. Tapi sayang, bukankah aku tidak menyakitimu? Bukankah aku sangat menyayangimu? Apakah alasan itu kurang untuk membuatmu terjaga? Hmm?

*BRAK

“KEY!” Terbukanya pintu kamarku berhasil membuatku sadar dari lamunanku. “Kenapa Minho?”

“Dokter Cho. Dokter Cho.” Ujar Minho dengan nafas tersengal.

“Kenapa dengan Dokter Cho?” Sahutku malas, tidak perduli. Maksudku, selain urusan Dawn, aku malas mendengar berita apapun. Lagipu-

“Dokter Cho bilang, Dawn sudah sadar!”

***

Dawn sudah sadar! Dawn sudah sadar! Ia sudah sadar! Aku benar-benar gembira mendengarnya. Kami semua langsung menuju rumah sakit dari rumah kami. Selama perjalanan kami juga merutuki lampu merah dan juga para penyebrang kaki, yang menurut kami berjalan dengan lambatnya.

“Ya! Ahjussi! Cepat jalannya!” Teriak Jonghyun hyung dari dalam mobil.

“Argh! Sial! Tau seperti ini, aku naik motorku saja.” Gerutu Minho. Jinki hyung tidak berucap apapun. Ia hanya sering berdecak kesal dan menekan klakson mobil kencang-kencang. Terkadang satu tangannya memukuli setir mobil. Kurasa semua dalam keadaan tidak sabar. Tentu saja tidak sabar. Gadis kesayanganmu sudah sadar. Apalagi yang akan kau lakukan jika tidak segera menemuinya?

Langkah kaki kami bergerak dengan cepat sesampainya di rumah sakit. Membuat bunyi ‘Drap. Drap. Drap’ yang cukup nyaring di setiap lorong yang kami lalui.  Hingga akhirnya kami sampai di kamar yang sering kami kunjungi.

Knock, knock.

Kuketuk pintunya. Tapi tidak begitu dengan Jinki Hyung. Ia langsung saja menyerobotku dan membukanya.

“DAWN!! Kau sudah sadar?” Tanyanya dengan setengah berteriak. Aku hanya bisa diam di depan pintu ini. Hanya melihat Jinki hyung, Jonghyun hyung, dan Minho berlari ke arah gadis yang rambutnya sudah memanjang itu, dan juga langsung mendekapnya erat.

“Kau sudah sadar. Kau sudah sadar. Syukurlah kau sudah sadar.” Tangan Jinki hyung membelai lembut wajah Dawn yang masih terlihat bingung. Apa yang kau bingungkan sayang? Mereka itu oppa-oppa mu.

“Ohh! Tuhan terima kasih. Terima kasih akhirnya kau sadar juga.” Ucap Jinki hyung lagi yang kembali mendekap Dawn erat. Dan sekali lagi, Dawn memberikan wajahnya yang terlihat bingung.

“Kau tau kami sangat mengkhawatirkan mu. Sudah berapa bulan kau membuat kami cemas? Hah? Berapa bulan??” Omel Jonghyun hyung pada Dawn dengan air mata. Ya, Jonghyun hyung menangis. Kurasa ia sangat bahagia. Tapi tampaknya tidak begitu dengan Dawn. Ia benar-benar terdiam. Matanya mengamati kami satu persatu. Ia bahkan melepaskan pelukan Jonghyun hyung. Ia terlihat risih.

Wae?” Tanya Jonghyun hyung heran ketika Dawn melepaskan pelukannya.

“Ehm.. Nuguseyo?”

***

FIN

***

A/N:

Wanna say thanks to:

My besties, Ndut [untuk penjelasan sifat hukumnya.] Yanik, [untuk pendapat psikologisnya.] Lucky to have you guys  as my besties!

Reader pertama, Galih dan Suci [Untuk pendapat dan masukannya]

All readers di SF3SI dan Tick Tock, yang selalu berkomentar di FF ini, especially:

Sung Hye Mi, Sagita dan Yeorin_Taemints [untuk analisa tersangkanya yang akurat 100% d^^b], Shin Chaerin dan Ella [Untuk curahan hati dan pemikirannya yang tertulis di setiap komentar kalian dan selalu bikin aku WOW! ^^b], Clau aka spiritVIP [yang selalu nunggu FF ini published, sampai ngafalin jadualnya ya? ^^] dan Ichaaavey [Untuk komen pertamanya di FF aku. Aku tersanjung Ichaaaa.. ^//^]

Dannnnn…semua readers lainnya.. Jeongmal Gamsahamnida.. *deepbow!

Maaf kalau akhirnya mengecewakan.. *deepbow

XOXO

-Storm-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

159 thoughts on “Secret Of Dawn – Part 8 [END]”

  1. Akhirnya keluar juga!! Lama bgt nunggu lanjutannya… Omo, ternyata emg taemin pelakunya?.. Endingnya bgs, emang lbh baik ilang ingatan aja.. Ff nya daebak deh

    1. Hehe..iyaa..lama ya nunggunya? maaff.. aku emang bikinnya agak lama hehe..
      Ahh..benerkan? benerkan? bagusan ilang ingatannn? hehe..

      makasih sudah datang dan meninggalkan jejakkkk ^^
      oh iya, mau kupanggil siapa? Kyeo? hehe..

  2. it’s too… *speechless*
    AAAAAAHHH!!! SEDIIIIIHHH THORRRYYYYYYY HUAAAAA!!!
    HOW COME?! Dawn jadi amnesiaaaaaaa! *ngelap air mata*
    ya ampuuuun, thanks to thorry who wrote this ancient storrrryyy!
    tapi unn, pas endingnya rada kecepetan.. Coba ditambahin narasi yang lebih banyak soalnya narasi buatan thorry sangatlah tasty(?) kyaaaaa XDD
    pokoknya…

    1000000000000000x thumbs up for our thorry! ^^d
    you’re great!

    1. Kyaaaa my arrrooowwwwww is hereeee ^o^

      jiahahaha..tasty gimana Rrowwy? hahaha
      iya, ya.. seharusnya dinarasikan lebih panjang.
      biar ga gantung juga.. =(

      Ahhh….1000000000000000000000000000000000000 thumbs up juga buat Rowwyy ^^
      sini aku kecup dulu =*

      Makasih Rrowwwyyyy selalu datang di FF ini..
      mmmmuuuuuaaccchhhh =*

  3. saya baru baca dari part 1 ehehehe. ff-nya keren! gak nyangka ternyata taemin pelakunya-_- ending-nya juga baguss

  4. *ngebut baca dari part 1*
    Omooo, kerennn sekaleh ffnya. Campur aduk nih emosinya. Apalagi pas ketauannn. Ga nyangka kalo taemin yang bakal begitu-begitu-_-
    Endingnya keren juga nih. Emang mendingan amnesia aja. Tapi penasaran gimana reaksi para oppanya terutama key~
    Good job author strom!!(≧▽≦)

  5. GAWWDD DAEBAK BANGET SUMPAH AKU SPEECHLESS…. D:

    Dawn amnesia atau gimana? Yaampun ngeri juga ya kalo ngga mau bangun selama 6 bulan.

    Best Part: “Sekarang aku mengerti, kenapa banyak orang yang tidak mau menerima kenyataan. Aku mengerti sekarang, benar-benar mengerti. Karena kenyataan itu sangat menyedihkan, menyakitkan.” Aww itu kata-kata ngena banget deh :”)

    Sedih banget aku waktu pas natal sama valentinenya Dawn belum juga bangun. Sedih aku waktu mereka pada ngasih kado, pura-pura senyum padahal hatinya? tercabik-cabik. Sedih aku waktu mereka buru-buru ke rumah sakit. Sedih aku waktu dawnnya bilang, “Ehm.. Nuguseyo?”

    Ahhh rasanya baca ff ini kayak baca novel yang super seru dan sarat makna. Authornya keren sumpah ngga boong……

  6. seru banget loh author.. saya udah tunggu lamaaaaaaaaaaaaaaaa banget ini ff baru keluar juga..
    tapi gak apa sudah terobati sama ini..
    si dawn ilang ingatan ya?? bagus jadinya dia gak ingat masa lalunya..
    wahhh tapi kasian juga si taemin.. karna mau tunjukin dia normal ke teman2 sekolahnya dia harus perkosa dawn.. tapi yang paling terluka dawn.. dan harus merasakan sakit itu 😦

    yahh udah abis ya?? lagi seru tuhh >.<

  7. astaga ,, baca bagian2 awalnya agak menyayat hati gituw ..
    belom lagi paz mereka nunggu dawn sadar ,, dan akhirnya dawn hilang ingatan ..!!
    DAEBAK ……!!
    plotnya bener2 kerasa hidup ,, bikin hati jadi cenat cenut (??) ..
    ditunggu karya mu yang laenx …..

  8. Mian thor ga comment d yg ke 2 ampe yg k 7 plak hehehe
    Comment ny d gbung jd 1 aj ya ~

    Good story , ga nyangka trnyta taemin , hmm pokoknya daebak dh walo d ending knp gantng thor ? Hoho

    Good job thor ^^v

  9. HAAAA AKU TELAAATT!! AKU TELAT NGOMEN AAAAAAAA (╥﹏╥) huwaaaaaaa aku telaaaatt (╥﹏╥)
    YaAllah astoff.. Nuangis aku baca part iniii.. Apalagi bagian “we wish you marry chirstmas and happy new year” sama “ehm.. Nuguseoyo?” AAAHHHH aku teriak ga karu-karuan yaammpuuunn ._.
    KAAAAYYY itu addooohh Jonghyun kasian banget. Lega deh tebakanku bener Taemin yang ‘itu’in. Haaahh Taemin melas bangeet._. Key keukeuh deh.
    Eonni sumpaaahh.. Saking aku bacanya ga dirumah, ga bisa nangiiss, cuma bisa jerit2doang._. Hyaaaaaa
    Aduuhh ffnya hidup banget, bahasanya mendalami pooll.. Keren bahasanyaaa (з´⌣`ε) iri akuu ._. Aduhh perutku geli semua nahan nangis baca inii;___;;
    Keren eonni.. Aduh.. Kapan aku bisa nulis sebagus ini (•̯͡.•̯͡) *heaaa
    Karya selanjutnya ditunggu loh eon, benetan deh suwerr.. Ngefans sama ff ini. Idup banget. JJANG!
    Taemin oppa.. Cepet mbalik dari penjaraaa :”’ hehe ._.v ohya eonni.. Makasih juga namaku disebut di situu.. Kkkk~ jeongmal gomapseomnida and chukkaee! Eonni’s ff is the best ff I ever read \(´▽`)/

  10. Waah…
    Daebak!
    Aku besyukur banget waktu baca part 7, soalnya ternyata bukan jonghyun tercinta pelakunya.
    Taemin, kalo mau nakal jgn sama dawn, sama eonnie aja sini sayang (loh?)
    ahahaa.
    Tp aku kira akhrnya taem tanggung jwb loh, soalnya kalo amnesia jd inget sinetron2 indo.
    Ahaha. Selamat thor, ffnya sukses ^^

  11. GUBRAK *piingsan*
    ya tuhaaaaan dawn! gak bisa ngomong ih jadinya!
    NO NO NO NO!
    aiissh, keren bangeeet! I LOVE LOVE LOVE IT!
    ya tuhaaaan gemeter ini ! haaahahahha 😀

  12. Wew aku telat banget.. *kebanyakan kencan sma tugas sih (?) lol.
    eh jadi Dawn amnesia ? terus Taeminnya msuk penjara gitu ?
    jadi semuanya berawal gara-gara Taemin sering di bully. Terima takdir Taem kalo garis wajah kamu itu emang feminin.hehe

    Parah banget ni Dawn..nyesek bacanya, udah koma selama 6 bulan, eh pas dah nyadar amnesia..ckck
    entar kalo amnesia nya sembuh gimana sikap Dawn ya???#berharap ada sequelnya.hehe
    over all daebak ihhh…

  13. Mungkin komen saya gak dibaca sama author.
    But. I want to say something,
    THIS IS A DAEBAK-EST FANFICTION I EVER READ!!!
    DAEBAAAK author daebak!
    Even my bias is Taemin, I really hate him in this fanfiction.
    Overallnya bagus. Banget.
    Makasih ya author udah buat ff ini (?)
    Ffnya keren banget.

  14. ehmmm…….
    sorrry ya thor telat comment tapi sbenarnya baca ni ff udh sejak lama……..
    but …. its so cool athor daebak…
    fantastic….
    saranghae……

  15. Author….
    fantastic….
    cool….
    awesome….
    wonderful….
    i love this ff so much……………
    saranghae……………

  16. yaaaaaaaaaahhh masa’ taemin pelakunya??
    terlalu polos……

    gapapa lah sekali2…. lagian cuma FF kok…. intinya… DAEBAK!!!

  17. Ya allah,,sumpah FF ini keren bgt ..

    Mian yagh aku baru comment di part terakhir,,soal nya hp ku suka gagal koneksi klo kelamaan buka FF ..

    Sumpah aku gk nyangka kalo pelaku nya Si baby Taemin ..

    Aku penasaran bgt dari part 1 nya,,ampe’ aku slsyin 8 part ini dalam 1 hari ..
    Aku deg ..deg ..kan baca nya ..

    Nie FF daebak bgt deh thor ..

    Itu ada sequel nya gk??
    Dawn nya kog jadi ilang ingatan gt??
    Kasian Taemin dy jd di penjara ..

    Keep writing ya author !!
    Hwaiting ..

  18. MELONGO HEBAT!!

    Ehm, nuguseyo??

    Sumpah author! Aku gak nyangka endingnya kyk gni!! Huwaaaa!
    Tega banget! Ini bener2 gantung!?
    Tp aku nangis lho pas part pengakuan taemin sama pas dawn koma…terharu banget…
    Fanfic terkeren dan bkin aku penasaran! Hebat!!

    Gak nyangka si magnae pelakunya! Jahat banget sih kamu!!
    Author, ini gak ada sequel nya yah? Endingnya itu lho gak nahan banget!! Gantung!bener2 gantung!!

    Sequel! Sequel! Sequel! #berisik!! Di gampar author!!#

    buat kyk gni lg yah thor! Aku suka banget!
    FIGHTING BUAT AUTHOR!! 🙂

  19. WHAAAAAAAAAAT??? TAEMINNIEEEEEE?????

    aiiish, gila aku baca FF ini thooor-__-
    1. mukul-mukul meja saking penasarannya
    2. gigit-git sendok saat tahu taemin pelakunya (biasku sendiri T^T)
    3. makin parah(?) gigit sendoknya saat tahu keadaan taemin
    4. mukul-mukulin bonekaku saat taemin di penjara-__-

    udah, itu aja….gigiku udah sakit gigit-gigitin sendok T^T *author : siapa suruh gigit sendok?*
    tapi, daebaaaaaaaaaaaaak!!! author udah buat aku 100% penasaran!! XDD

  20. Bow..
    Maap thor bru bisa comment part akhir..abs ngebut dr part 1 nya…
    Hehehe,,,
    dah lma aq pnsran ma ni ff, tp ga aq bca krna lom lngkap wktu ntu..
    Tp td aq bru nemu n tncap gas deh bcanya..
    Mian thor *bow…
    Bnar 2 ni ff bgs beud dah…
    Author Jjang
    aq dah curiga ma taeminnie dr awl krn dya ga biasa2ny mrh2..
    Ck, *sok tau aq….
    Tp thor nda adkah after story???
    😐
    msh pngen lnjutttt…

  21. ga sukaaa akhir.a knpa taemin ga bhagia!?*maksa

    Udahmah taem di ejek,disiksa key,d penjara pula…. Hiks sedih.. Aaaaaa keren nih ff, taemin.a menderita bgt huks *nangis

    Sky kaya.a cakep bgt yaaaa huaah

  22. mau sequelnyaaaa…aaa
    bagus bagus bagus, heheh..
    tiap baca key, kenapa selalu pengen ketawa mulu yah. yg selalu terbayang adalah typical Gweboonnya yang keluar. arghhh

  23. mianhae baru baca ending hari ini, dan ga pernah komen di part sebelumnnya

    keren bgt waktu sky debat sama key.
    ffnya bener” bikin tenggelam dalam emosi, sampe nangis, teriak& ketawa sendiri. aku suka cara pemarannya. suka banget narasi-narasinya. tapi serem ngebayangin keadaan dawn di part-part awal.
    udah keliatan sih pelakunya taemin, tapi ga nyangka alasannya gara” dibully. kasian bias aku 😥

    kayanya shinee pada nyesek tuh, udah nunggu setengah tahun pas sadar malah amnesia.

  24. Aaaaahhhhhh . Strom ! You’re the best *peluk* aku fans banget sama kamu , semuaa buah karya kamu aku suka ;;) tapi aku juga mau protes (¬˛¬) kenapa uri oenni yang harus jadi tersangka hiksd~ ANDWEEEEE 😀 tapi beneran T.O.P B.G.T dah (y)

  25. STORM EONNI AKU SPEECHLESS!!!
    INI KEREN BANGEEEEEEEEEEEEET!

    maaf baru komen di part ini. Aku ngebut baca soalnya penasaraaaaaaaan bgt.

    IH SUMPAH YA KATA ‘SERU BANGET’ ITU GA CUKUP BUAT MENILAI FF INI. DAEBAK BANGEEEEEEET!!!

    Awalnya pas adegan awal si monster nge-rape dawn, aku langung kepikir Jjong coba ._. Gatau knp pikiranku langsung ngebayangin Jjong oppa. Terus sempet mikir Onew juga di tengah jalan. Malah sempet nuduh Key juga. Ganyangka bgt deh Taem. Swear. Aigooo harusnya aku sadar pas Tetem nanya dawn seksi apa engga pas di chap awal2 itu. Ah pokonya ini keren bgt!

  26. Eon, aku gak pernah kepikiran si Taem pelakunya loh, Taem si magnae polos, imut, dan cantik itu-gaknyangka-. Makanya pas key ngerjai Taem serasa bertanya-tanya, kenapa Taem diperlakukan kaya gitu. Kalo disuruh nebak-nebak, feelingku dari awal sih lebih ke Jinki, entah kenapa.
    Menurutku endingnya unpredictable .___.
    Pokonya Seru BeGeTe di setiap lembar File-nya — membuatku gak bisa ngelakuin hal lain selain mantengin Leppi.
    KEEP WRITING !! ._.

  27. Direkomendasikan ff ini sma temen. Sekali baca langsung semua part dalam semalem.
    Ah! bagus sekali… b^^d
    aku paling nyesek pas bagian Dawn cerita sama Sky kalo dia mendapat sexual abusement. Terlebih pelakunya adalah salah satu dari oppa2 yang dia sayangi.
    penggambaran gimana Dawn bener2 tertekan secara mental kena banget. Bener2 deh sedih.
    pokonya ini ff nya keren b^^d

  28. positive! its lee taemin, huwaaa~ sebenarnya msh ga rela kalo dia pelakunya (padahal udah ada feeling dari part awal kalo pelakunya dia, dialog dia aneh-_-), apalagi setelah tau alasan dia ngelakuin ‘itu’… ayay tapi gimanapun yg namanya penyimpangan tetap aja menyimpang kan? 🙄
    endingnya si dawn amnesia? aduh kasian juga si dawn pasti trauma berat deh, tapi setelah dipikir lagi kayaknya amnesia itu jalan terbaik buat dawn._._.
    wah stormssi ff ini ternyata sejak 2011? aku telat ‘bangeeeet’ bacanya, nyesel juga ga baca dari dulu, ff yg keren, feelnya dapet banget, daebak~!!! :mrgreen:

  29. Ini kereeeennnnn. Feelnya dapet bgt trz bisa bwt readers serasa hanyut dalam cerita. Pokoknya daebak banget deh. Akhirnya salah stu permintaan dawn bisa terwujud

  30. taemin plakunya? gk bisa bayangin

    tp ini keren bnget 🙂
    itu msih ngantung lan ya? si dawn gk lupa ingatan..
    sekali lagi keren ^^

  31. byuuushhh baca dari part 3 ampe abisss maaf ya komennya disini aja kkk~
    arrggghhh masih gak rela taemin pelakunya, tapi yang paling masuk akal emang taemin sih…. terus taemnya dipenjara ya? huhuhu … suka karakter sky bener bener kek pangeran :3
    DAE TO THE BAK!

  32. OMO! ff ini keren banget. Aku malah nyangka dari awal kalau sebenarnya monster itu adalah Key soalnya Key yang paling terlihat khawatir dan paling banyak disorot dalam ff ini. Kalau bukan Key, mungkin Jonghyun karena Jonghyun kan yang paling genit #PLAK (maafkah aku Jonghyun oppa, nggak bermaksud =,=)
    Menurut aku, Sky cuma nyelip disana (?) hehe. Aku nggak nyangka kalau pelakunya bener2 Taem tapi analisanya emang mengarah pada Taem. Aigoo… aku gak bakat jadi detektif nie ._.
    DAEBAK authornim! maaf telat baca. author buatnya tahun 2011 tapi aku baru baca pas 2014 LoL. Telat beud, kan? u,u

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s