STRONGEST OF LOVE – PART 1

STRONGEST OF LOVE

 

Maincast:

–      Kim Kibum (Key)

–      Luna ( anggap aja diri sendiri)

 Support cast:

–      Lee Jinki (Onew)

–      Kim Jonghyun

–      Choi Minho

–      Lee taemin

 Author : Anty a.k.a Lee Anty

 Genre              : Romance

 Length             : Squale

 Ratting                        : PG -16

STRONGEST OF LOVE

PART 1

 

Seorang gadis yang tidak dikenal telah menjadi penyelamat hidupnya. Sejak kejadian itu dia bertekad untuk menyerahkan seluruh hidupnya pada gadis tersebut. Walaupun gadis itu tidak menginginkannya, tapi dia tidak peduli. Apapun yang terjadi, dia harus terus berusaha agar dia dapat bersama dengan gadis itu selamanya

Jam menunjukkan pukul 01.00 malam, dan jalanan sudah terlihat sepi. Tapi luna masih tetap ingin menikmati keindahan malam dikotaseoul. Dia terus berjalan, menyusurikotaitu dan sekali-sekali matanya melihat-lihat lampu-lampu jalan dan gedung-gedung yang megah di sekelilingnya. Tiba-tiba dia melihat seorang pria keluar dari sebuah night club dengan jalan sempoyongan yang akan menyebrang. Tanpa memastikan kanan kirinya pria itu langsung masuk ke badan jalan dan menuju ke sebrang.

Bruukkk!!!!!! Suara keras itu mengagetkan Luna dan ternyata sebuah truk menghantam tubuh pria tadi hingga membuatnya terpental beberapa meter dari tempat kejadian. Dengan segera Luna pun berlari menghampiri pria yang sudah tidak sadarkan diri itu.

“Gwaenchana?” tanya luna sambil mengguncang-guncangkan tubuh pria itu namun dia tidak bergerak sama sekali. Luna sangat panik, apalagi disana sudah sangat sepi, tidak ada orang sama sekali. Luna mencari-cari truk yang menabraknya tadi  namun sia-sia, truk tadi sudah kabur begitu saja. Luna bingung, tidak tahu harus apa, dilihatnya kepala pria itu sudah berlumuran darah.

“Kalau tidak segera ditolong dia bisa kehabisan darah nanti.” Gumam luna. Luna pun meraba-raba kantong celana pria itu untuk mencari identitas pria itu, namun yang ditemukannya hanya kunci mobil.

“Mana mobilnya ya?” gumam luna sambil melihat sekelilingnya tapi yang dilihatnya hanya sebuah mobil sport merah di sebrang jalan. “Mungkin itu mobilnya.” Pikir luna sambil memapah pria tadi dan membawanya ke mobil. Benar saja, itu memang mobilnya. Tidak lama mereka sampai dirumah sakit dan pria itu langsung di bawa ke UGD.

“Anda kerabat pria korban kecelakaan itu?” seorang suster keluar dari UGD.

“Anio, aku tadi tidak sengaja melihat tabrak lari itu. Karna tidak ada yang menolongnya jadi aku bawa saja dia kesini.” Jawab luna. “Sus, keadaannya bagaimana?” tanya luna cemas.

“Dia kehabisan banyak darah, golongan darahnya B. Dan kebetulan persediaan darah B dirumah sakit kami sedang kosong. Dia tidak punya banyak waktu, kalau tidak segera mendapatkan donor darah mungkin dia tidak akan bisa diselamatkan lagi” Jelas suster.

“Sus, golongan darahku B. Ambil saja darahku sus, yang penting dia bisa selamat.” Luna menawarkan diri.

“Baiklah, tapi anda harus diperiksa dulu. Mari ikut saya.” Kata suster dan Luna pun mengikutinya. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan ternyata hasilnya darah Luna layak untuk didonorkan. Luna pun disuruh masuk ke ruangan dimana si pria itu terbaring. Betapa terkejutnya luna setelah melihat wajahnya.

“Oh my god!! Kim Kibum??” jerit luna tidak percaya.

“Nona ada apa?” tanya suster yang mendengar jeritannya.

“Suster, apa benar dia pria korban tabrak lari itu?” tanya Luna seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Benar, nona. Memang dia orangnya.” Jawab suster.

“Ini seperti mimpi”. Pikir Luna masih tidak percaya. Ternyata yang diselamatkannya adalah Kim Kibum, salah satu member grup idola Shinee.

Operasi pun berjalan lancar dan Kibum sudah dipindahkan di kamar rawat. Luna merasa sangat sedih melihat idolanya itu terbaring tidak berdaya. Sudah satu jam operasi itu selesai tapi Kibum belum juga sadar.

“Nona, kami menemukan ponselnya di saku celananya”. Kata suster sambil menyerahkannya pada luna.

“Ghamsahamnida”. Jawab luna. Dilihatnya 23 missed call, 15 new message dan 10 voice message pada layar ponselnya. Dan itu semua dari seluruh member.

“Mereka pasti cemas karna semalaman Kibum tidak pulang dan tidak ada kabarnya. Apa aku beri tahu mereka saja ya?” pikir luna sambil memeriksa contact list dan memilih nama Onew hyung, leader mereka.

“Ya! Kim Kibum, kau kemana saja. Kenapa semalaman kau tidak menjawab telpon kami dan kenapa kau tidak pulang?” belum sempat Luna bicara, Onew sudah berteriak-teriak.

“Maaf, apa benar ini nomor ponselnya Onew-ssi?” tanya luna hati-hati.

Mendengar suara wanita Onew terkejut. “Nae, kau siapa? Bukannya ini ponsel milik Key?” tanyanya kemudian.

“Syukurlah. Begini, sekarang Kibum-ssi ada dirumah sakit. Dia mengalami tabrak lari tadi malam.” Jelas Luna.

“Mwo? Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Onew cemas.

“Dia belum sadarkan diri, apa bisa kau kesini?” kata Luna kemudian.

“Nae, aku akan segera kesana.” Jawab Onew sambil mematikan telponnya.

“Hyung, wae gurae?” tanya Taemin

“Key,, Key,,,” Onew panik sehingga membuatnya kesulitan bicara.

“Hyung, kau tenang dulu. Key kenapa?” kali iniMinhoikut bingung melihat hyung-nya.

“Key kecelakaan, sekarang dia dirumah sakit.” Jawab Onew gemetaran.

“Mwo?? Keadaannya bagaimana hyung?”

“Apa dia baik-baik saja?”

“Aku tidak tahu, sekarang ayo kita kerumah sakit.” Mereka pun bergegas meninggalkan dorm.

Setibanya mereka dirumah sakit, mereka langsung mencari kamar yang disebutkan Luna ditelpon tadi. Mereka tidak peduli meskipun banyak orang yang memperhatikan mereka, sekalipun saat itu ada paparazzi mereka juga tidak peduli.

“Key.” seru leader mereka sambil menerobos masuk dan sedihnya mereka melihat Key tidak berdaya dengan luka dimana-mana dan perban yang membalut kepalanya.

“Anyeong haseyo”. Sapa Luna.

“Anyeong. Kau luna-ssi?” tanya Onew.

“Ne. Tadi malam kebetulan aku lewat saat kejadian itu. Mianhae, pagi ini aku baru memberi tahu kalian.” Jawab Luna.

“Ghamsahamnida, atas bantuanmu. Kalau tidak kami tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.” Kata Onew dengan sedikit membungkukkan badannya.

“Cheonmaneyo. Kalau begitu aku permisi dulu. Oh iya, ini kunci mobil Kibum-ssi.” Kata luna sambil menyerahkannya pada Onew.

“Luna-ssi, rumahmu dimana? Biar aku antar.” Jonghyun menawarkan diri.

“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.” Tolak Luna.

“Andwae, aku akan mengantarmu”. Jonghyun menarik tangan luna dan mengantarnya pulang.

Dimobil mereka berdua hanya diam saja. Luna masih tidak percaya kali ini dia ada dimobilnya Jonghyun bahkan Jonghyun mengantarkannya pulang.

“Luna-ssi, dimana rumahmu?” Jonghyun membuka pembicaraan.

“Ne? Ah, aku menginap di hotel.” Jawabnya

“Hotel?” Jonghyun mengernyitkan keningnya tanda dia tidak mengerti.

“Aku bukan orangkorea. Sebenarnya aku dariIndonesia, dan aku kesini untuk liburan.” Jawab Luna.

“Mwo? Tapi bahasakoreamu sangat lancar?” tanya Jonghyun tidak percaya.

“Ibuku orangKoreadan ayahku orangIndonesia.” Jawab Luna.

“Ooooh,, pantas kau begitu cantik.” Jonghyun menggodanya.

“Ah, Jonghyun-ssi terlalu berlebihan”. Kata Luna sambil tertawa kecil.

“Jangan panggil dengan bahasa formal dong. Panggil aku oppa aja.” Kata Jonghyun kemudian “ biar kita bisa akrab”.

“Ne, arrasho oppa.” Dan keduanya tertawa.

“Hyung”. lirih Key memanggil hyung-nya.

“Key, kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?” tanya mereka lega.”

“Aku dimana?” tanya Key seraya mancoba bangun. “Au! Kenapa sakit sekali?” katanya kemudian.

“Ya! kau istirahat saja dulu. Kau dirumah sakit.” Jawab Onew

“Mwo? Rumah sakit? Memangnya aku kenapa?” tanya Key lagi.

“Tadi malam ada truk yang menabrakmu.” Jawab Onew.

“Makanya, sudah berkali-kali aku bilang jangan ke night club sendirian tapi kau masih saja bandel.” Kali iniMinhomemarahinya.

“Untungnya ada seorang gadis yang menolongmu, kalau tidak kami tidak tahu bagaimana nasibmu, hyung.” Magnae ikutan bicara. Tiba-tiba dokter masuk dengan didampingi dua orang suster.

“Kibum-ssi, anda sudah sadar? Kita periksa dulu ya keadaanmu.” Seru si dokter seraya menghampirinya. “Keadaan anda sudah mulai membaik, kibum-ssi. Untung gadis itu melakukan tindakan yang cepat, tanpa pikir panjang dia langsung mendonorkan darahnya.”

“Mwo? Maksud dokter apa?” Onew tidak mengerti.

“Kalian belum tahu? Saat kibum-ssi masuk UGD dia kehabisan banyak darah dan persediaan darah yang sesuai dengan darahnya sedang kosong. Gadis itulah yang mendonorkan darahnya.” Dokter menjelaskan panjang lebar.

“Hyung, siapa yang kalian bicarakan? Gadis? Gadis apa?” tanya Key yang dari tadi tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan mereka.

“Gadis yang menolongmu.” Onew masih shock mendengar apa yang dikatakan dokter.

“Kibum-ssi, kondisi anda akan segera pulih setelah menjalani perawatan selama beberapa minggu disini.” Kata dokter kemudian melangkah keluar.

“Hyung, dimana dia sekarang?” tanya Key penasaran.

“Jonghyun hyung sudah mengantarnya pulang.” Jawab Minho.

“Kalian tolong cari dia, aku belum sempat bilang apa-apa padanya. Dia sudah mendonorkan darahnya, itu artinya sama saja dia sudah menyambung nyawaku.” Desak Key.

“hyung, kau tenang saja dulu. Jonghyun hyung pasti sudah tahu alamat rumahnya, nanti kalau hyung sudah sembuh, hyungkanbisa langsung kesana.” Usul Taemin.

“Taemin benar. Yang penting sekarang kau sembuh dulu, arrachi?” sambung Onew kemudian dan Key hanya menuruti kata-kata mereka.

$$$$$$$$$$$$$

Dua minggu pun berlalu dan Key sudah benar-benar pulih. Hari ini dia berniat mengunjungi Luna.

“Hyung, kau tahukanalmat rumahnya Luna?” tanya Key pada Jonghyun.

“Ani.” Jawab jonghyun cuek, matanya masih sibuk dengan majalah ditangannya.

“Hyung, bagaimana bisa kau tidak tahu? Bukannya kemarin kau mengantarnya pulang?”

“Oh, itu. Luna orangIndonesia.”

“Mwo?Indonesia? Apa maksudmu hyung?” key bingung dengan jawaban jonghyun.

“Dia bukan orangkorea, katanya kesini hanya untuk liburan”. Jawab jonghyun masih dengan cueknya.

“Lalu kemana aku harus menemuinya?” Key mulai kebingungan.

“Kemarin aku mengantarnya ke hotel.”

“Kenapa hyung baru bilang sekarang?” tanya Key sambil melotot.

“Aku tidak kepikiran soal itu, lagian kenapa kau tidak tanya?” Jonghyun mencoba membela diri.

“Sekarang apa dia masih di Korea?” tanya Key lagi.

“Mollaso. Kau kenapa sih ingin menemuinya? Kami sudah mengucapkan terima kasih kok padanya.”

“Terima kasih tidak cukup, dia sudah mendonorkan darahnya untukku!” Key pun langsung pergi tidak peduli dengan hyung-nya yang terkejut mendengarnya.

Key pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju hotel yang dimaksudkan Jonghyun.

“Sillyehamnida, apa disini ada pengunjung yang bernama Luna?” tanya Key pada receptionist.

“Sebentar ya tuan”. Jawab recepcionist itu sambil mengutak-atik komputer didepannya.

“Nona yang bernama Luna sudah check out, tuan.” Jawabnya kemudian.

“Mwo? Kapan itu?” tanya Key lagi.

“Sekitar 5 menit yang lalu, tuan.” Jawabnya.

“Berarti kemungkinan dia masih disini”. Gumam Key. “Ghamsahamnida”. Katanya kemudian dan langsung berlari keluar.

“Ah, sial. Akukantidak tahu wajahnya, bagaimana bisa menemukannya.” Pikirnya kemudian dan dia langsung menghubungi Onew untuk membantunya.

“Hyung, kau tidak sibukkan?” tanya Key.

“Ani, wae?”

“Kau harus bantu aku mencari Luna hyung, dia udah check out dan aku tidak bisa mencarinya karna tidak tahu wajahnya. Kaukanpernah melihatnyakanhyung. Bantu aku ya hyung?” Key memohon.

“Baiklah, jadi sekarang aku harus kemana?”

“Kemungkinan sekarang dia akan ke bandara, kita ketemu disana ya hyung?”

“Ne, arraso!” Onew pun menutup telpon dan bergegas ke bandara.

Sesampainya keduanya dibandara, mata mereka sibuk mencari-cari gadis yang bernama Luna.

“Hyung, matamu harus jeli hyung.” Key mewanti-wanti Onew untuk yang kesekian kali.

“Ne, arra!” jawab Onew sedikit kesal karna dari tadi Key tidak henti-hentinya menyuruhnya untuk teliti.

Sudah hampir 1 jam mereka berkeliling bandara namun yang dicari juga tidak ada. Hingga akhirnya Onew putus asa.

“Ya! kau yakin dia disini?” tanya Onew sambil tersengal-sengal.

“Jonghyun hyung bilang dia bukan orangKorea, lantas mau kemana lagi dia kalau sudah check out dari hotel? Masa’ dia check in ke hotel lain?” jawab Key.

“Bisa saja, mungkin dia tidak puas dengan pelayanan dihotel itu?” terka Onew.

“Mana mungkin, jelas-jelas hotel itu hotel bintanglima. Hyung, ayolah bantu aku cari lagi.” Desak Key.

“Aku lelah, aku susah bernafas karna terlalu lama pakai masker ini. Mau aku buka saja.” rengek Onew.

“Andwae, hyung. Kalau disini ada paparazzi mereka bisa seenaknya mengarang berita tentang kita yang larisanalari sini.” Cegah Key.

Akhirnya setelah mencari beberapa lamanya dan tidak ketemu juga, mereka pun menyerah dan memutuskan untuk kembali ke dorm. Sesampainya di dorm tanpa bicara sepatah katapun Key langsung mengurung dirinya dikamar.

“Tidak ketemu, hyung?” tanya Jonghyun, Onew hanya menggeleng.

“Aku akan bicara pada Key.” Seru Minho sembari ke kamar Key.

“Gwaenchana?” tanyaMinhodan dia terkejut melihat Key yang menangis. “Kenapa kau seperti ini? Kau bahkan tidak mengenalnya, kalau tidak ketemu, ya udah, berarti kalian tidak berjodoh.” Nasihat Minho.

“Minho-ya, kau tidak mengerti perasaanku saat ini. Coba kalau kau berada diposisiku, pasti kau juga akan sedih.” Jawab Key.

“Arra. Tapi, kau tidak perlu berlebihan seperti ini. Kau harus ingat, kau itu seorang idola, masih banyak fans di luarsanayang menantimu. Sudahlah, lupakan dia.” Kata Minho.

“Andwae!! Aku tidak bisa melupakannya. Sekalipun aku harus keliling dunia ini supaya menemukannya, akan ku lakukan.” Jerit Key.

“Micheosoyo?? Bahkan wajahnya saja kau tidak tahu, bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Kim Kibum, kau sadarlah!” bentakMinho.

“Gurae!! Aku memang sudah gila karnanya. Aku mencintainya.” Kata Key lirih.

“Mwo?” teriak semua member yang ternyata dari tadi menguping pembicaraan mereka berdua.

“Hyung, bagaimana bisa kau mencintai sesorang yang belum kau lihat wajahnya?” Taemin seperti tidak percaya.

“Aku mendukungmu Key. Kau tidak akan menyesal kalau bersamanya. Selain dia cantik, dia juga baik, bicara dengannya terasa nyaman padahal aku baru mengenalnya. Dia juga gadis yang ramah, punya mata yang bisa membuat pria jatuh hati, kulitnya putih bersih, bibirnya pink dan senyumannya begitu indah. Itulah luna.” Jelas Jonghyun panjang lebar yang membuat semua member tertegun melihatnya.

“Hyung, kau sakit?” tanya Taemin sambil memegang dahinya.

“Wae?” tanya Jonghyun heran.

“Sebelumnya kau tidak pernah memuji wanita hingga seperti ini. Kau selalu bilang “biasa saja” setiap kutunjukkan wanita yang cantik.Adaapa denganmu? Jangan-jangan kau juga menyukainya?” hardik Taemin.

“Mungkin.” Jawab Jonghyun sekenanya.

“Hyung!!” teriak donghae dari kamarnya.

“Arra, Aku hanya bercanda. Akukansudah bilang akan mendukungmu, jadi mana mungkin aku mengejarnya juga.” Kata Jonghyun sambil melangkah masuk ke kamar Key dan duduk disamping dongsaeng-nya itu. “Tapi Key sepertinya berat bagimu, karna Lunakanbukan orangkorea. Apa bisa kau menemukannya?” Jonghyun meragukannya.

“Aku akan berusaha keras untuk menemukannya. Darah kami udah menyatu, jadi jiwa kami juga harus menyatu. Pokoknya aku harus menemukannya!!” tekad Key yang lalu di iyakan oleh semua member.

$$$$$$$$$$$

Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, dan hari itu sangat cerah, cocok untuk lari pagi. Key pun bersiap-siap dengan sepatu sport dan pakaian training nya. Pagi itu dia memutuskan untuk lari pagi dulu sebelum melakukan aktivitasnya yang lain.

Bruuuuk!!!! Tiba-tiba ada seorang gadis tersungkur tepat didepannya. “Au!!!” pekik gadis itu.

“Gwenchanayo?” Key menghampirinya.

“Gwenchana”. Kata gadis itu dan dia menyeka luka dilututnya dengan tangannya.

“Pakai ini!” seru Key sembari memberikan handuk kecil yang membalut lehernya. Gadis itu pun mendongak ke atas dan setelah melihat pria yang didepannya matanya membulat.

“Ki….ki..kibum-ssi”. Suaranya nyaris tidak terdengar. Key pun tersenyum lebar dan berjongkok, membantu membersihkan luka dilututnya. Gadis itu tidak dapat bicara apa-apa, dia hanya diam melihat apa yang dilakukan Key.

“Kau punya plester?” tanya Key mengejutkan lamunannya.

“Ani.” Jawabnya singkat.

“Kau tunggu sebentar disini ya, aku akan membelinya disana.” Kata Key sembari berlari kecil menuju sebuah kedai kecil. Gadis itu hanya diam, pandangannya nanar menatap punggung Key. Tidak lama Key pun kembali dengan membawa beberapa plester.

“Tahan ya, ini sedikit sakit.” Kata Key sambil menempelkan plester ke lututnya. “Selesai”. Katanya kemudian.

Hello hello

Narumdaero yongkirul naesseoyo

Hello hello

Jamsi yaeginhallaeyo

 “Yeobseo”. Jawab Key.

“Ne, aku juga sudah mau pulang. Sampai nanti hyung”. Dia pun menutup telponnya.

“Kau bisa jalankan? aku harus pergi sekarang, lain kali hati-hati kalau jalan, hmm.” Kata Key pada gadis itu dan setelah memastikan dia baik-baik saja, Key pun bergegas pulang.

Gadis itu kembali menatap nanar tubuh Key yang lama-lama menghilang dari pandangannya.

“Syukurlah, kau sudah sembuh Kibum-ssi. Dengan begini aku bisa tenang meninggalkanKorea”. Gumamnya sambil melangkah dengan sedikit menyeret kakinya yang sakit.

“Luna luna luna!! Kenapa aku tidak bisa menemukan mu?! Kau sekarang ada dimana? Sudah di Indonesia atau masih diKorea?!” Key berteriak-teriak dikamarnya.

Onew pun menghampirinya,,

“Key, kau kenapa sih tidak bisa melupakannya saja? kau harus ingat, kau seorang idola. Banyak gadis-gadis yang mengejarmu, tidak perlu kau cari-cari dia lagi. Lagi pula bisa saja dia melakukan ini karna dia ingin memanfaatkan status mu.” Onew berusaha membuat Key untuk tenang.

“Cukup hyung !! Aku masih menghargai kau sebagai hyung-ku, jadi tolong jangan paksa aku untuk melupakannya.” Bentak Key.

“Nae, arrasho!!! Sekarang terserah padamu, apa yang mau kau lakukan, mau kau apakan gadis itu jika kau menemukannya nanti, aku tidak mau tahu!!” Onew emosi dan kemudian meninggalkan Key.

Seperti biasa, setiap jadwalnya kosong, Key memanfaatkannya untuk mencari gadis yang bahkan wajahnya pun dia tidak tahu. Matanya terus menyusuri setiap tempat berharap ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk untuknya. Tiba-tiba dia melihat seorang gadis jatuh tersungkur dan Key segera memarkir mobilnya. Setelah memastikan penyamarannya aman dari paparazzi, dia pun langsung menghampiri gadis itu.

“Gwaenchana?” tanyanya.

“Gwaenchanayo”. Jawab gadis itu sambil berusaha untuk berdiri tapi sepertinya kakinya terkilir, dengan sigap Key membantunya berdiri.

“Kenapa setiap bertemu denganmu, selalu dalam keadaan yang seperti ini? Apa matamu rabun ya, hingga kau sering terjatuh?” tanya Key.

Sambil tersenyum, gadis itu pun berkata “Kibum-ssi, gomawo. Kau menolongku lagi.” Jawabnya.

“Kalau besok kita bertemu lagi, aku tidak mau pertemuan yang seperti ini.” Ledek Key. “Rumahmu dimana, biar aku antar.” Tawarnya kemudian.

“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.” Gadis itu menolaknya.

“Dengan kaki yang seperti ini?” tanya Key, gadis itu hanya diam.

“Sudahlah, biar aku antar.” Key pun memapahnya sampai ke mobil.

“Oh ya, kita sudah dua kali bertemu tapi aku belum tahu namamu.” Key membuka pembicaraan.

“Jo neun—-” belum sempat gadis itu menjawabnya, ponsel Key berdering.

“Sebentar ya,,” katanya kemudian dan menjawab telponnya.

“Taem, wae gurae?”

“Omma?”

“Ne, aku segera pulang. Bilang pada omma tunggu aku sebentar lagi, Taemini pokoknya kau tahan dia ya? ne,,ne.” Telpon pun ditutup.

“Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu dulu, ibuku datang dan beliau tidak bisa lama-lama katanya.”

“Aku turun disini saja”.

“Andwae. Begini saja, kau ikut aku dulu baru setelah itu aku akan mengantarmu, bagaimana?” tawar Key.

“Anio, tidak perlu seperti itu aku bisa pulang sendiri. Aku tahu kau pasti sangat sibuk.” Tolak gadis itu.

“Kau menurut saja”. Key tidak mempedulikan gadis itu yang udah mati-matian menolak untuk diantar.

“Kibum-ssi, kau inikanseorang idola tapi kenapa kau selalu sembarangan membantu orang. Apa kau tidak takut aku akan membawa masalah besar untukmu nantinya?” tanya si gadis

“Adaseorang gadis yang menyelamatkan nyawaku, dia juga tidak mengenalku tapi dia rela membantu dengan tulus. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukannya. Yang lebih gilanya lagi, aku sama sekali tidak tahu wajahnya. Menurutmu, apa aku bisa menemukannya?

“Aku tidak tahu”. Jawab si gadis singkat.

Dan tidak lama kemudian sampailah mereka disebuah apartemen.

“Kau tunggu dimobil dulu ya, aku hanya sebentar”. Kata Key dan gadis itu hanya mengangguk, Key pun memberikan ipod-nya supaya gadis itu tidak merasa bosan.

“Omma, hati-hati dijalan ya? kalau sudah sampai jangan lupa telpon aku.” Kata Key manja.

“Ne, kau jaga kesehatan dan selalu hati-hati saat menyebrang dan menyetir.”

“Ne, arrasho!” jawabnya

“Aku titip Key pada kalian ya, tolong jaga dia selama aku di singapura.”

“Ne, ommonim”. Jawab semua member.

Mereka pun kembali akan masuk setelah ibu Key pergi.

“Key, kau mau kemana lagi?” tanyaMinhosaat melihat Key melangkah keluar. Key hanya mengedipkan sebelah matanya.

“Kau menunggu lama?” tanya Key pada gadis tadi.

“Ani.” Jawabnya tersenyum.

“Kajja.” Ajak Key sambil membukakan pintu mobil.

“Kemana?” tanya si gadis bingung.

“Kau tidak lihat, kaki mu bengkak. Kita obati dulu, baru setelah itu ku antar kau pulang.” Jawab Key sambil memapahnya.

“Key, siapa dia…..hah!!! kau menemukannya?” teriak Jonghyun setelah melihat Key bersama seorang gadis.

“Apa maksudmu hyung? Micheosoyo?” Key malah meledeknya.

“Luna-ssi, annyeong!!” sapa Jonghyun dengan akrab, mendengar nama luna Key pun terkejut.

“Hyung,,siapa yang kau panggil luna?” suara Key gemetar.

“Ya! Kim Kibum, kau tidak tahu kalau gadis yang bersama mu itu Luna?” terdengar suara Onew dari dalam.

“Mwo?? Kau Luna??” tanya Key tak percaya dan Luna hanya mengangguk pelan.

$$$$$$$$$$$$

“Luna-ssi, kau tidak tidur?” terdengar suara Key dari kamar.

“Aku tidak bisa tidur.” Jawab luna ketus. Terdengar langkah kaki menghampirinya ke ruang tengah.

“Luna-ssi, sejak pernikahan kita aku tidak pernah melihat senyum mu lagi, apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ini?” pertanyaan itu benar-benar memancing emosi Luna. Sejak Key dapat menemukannya, sedikitpun Key tidak pernah mau melepaskannya. Bahkan sudah berkali-kali Luna bilang, meskipun dia artis, dia tampan, dia dipuja-puja oleh banyak wanita, dan bahkan Luna sendiri begitu mengidolakannya, tapi Key bukanlah pria impiannya. Luna tidak berniat untuk menjadi istri seorang Kim Kibum. Tapi entah itu gila atau apa, Key masih terus menggenggamnya tanpa mau melepasnya sedikitpun.

Pernikahan itu pun terjadi sebulan yang lalu, namun sedikitpun Luna tidak ingin Key menyentuhnya. Dia selalu menghindar jika Key mulai memeluknya dan menciumnya.

Flash back

“Mwo?? Besok kita akan menikah?” mata Luna membulat, terkejut dengan apa yang didengarnya barusan.

Dengan anggukan mantap Key menjawab “Ne, semuanya sudah aku persiapkan, mulai dari undangan, catering, gedung sampai gaun pengantin untukmu. Oh ya, aku juga sudah minta restu pada orang tuamu, kemarin aku dan orang tuaku terbang keIndonesiauntuk menemui orang tuamu, dan mereka setuju dengan pernikahan kita.

“Kibum-ssi, micheosoyo?? Dimana akal sehatmu?? Bahkan kau belum mendapat persetujuan dariku!” Luna mulai emosi.

“Apa pun pendapatmu, kita akan tetap menikah besok. Sore ini orang tuamu akan tiba disini.” Tegas Key sambil mengecup kening Luna.

“Ya! sirheoyo!! Aku akan kembali keIndonesiahari ini juga. Aku akan bilang pada orang tua ku tidak akan pernah ada pernikahan.” Luna bersih keras menolaknya.

“Luna-ssi, sejak kau donorkan darahmu untukku aku telah berjanji pada diriku bahwa aku harus terus bersama mu. Apapun itu, aku akan selalu disampingmu.” Kata Key kemudian.

“Kau benar-benar sudah gila, Kibum-ssi.” Hardik Luna dan bersiap beranjak dari duduknya berniat meninggalkan café ini.

“Aku mencintaimu!!! Kau milikku selamanya!! Kalau kau tidak bisa bersamaku, lebih baik aku mati!!!” teriak Key hingga mereka menjadi pusat perhatian orang-orang.

To be continue……..

 

Mian ya, kalau misalnya FF ini Cuma buang-buang waktu kalian aja. Nih FF pertama aku jadi kalau ceritanya agak-agak ngebosenin harap dimaklumi*hehehehehe*. Mohon komen nya ya? kalau banyak yang suka aku akan lanjutin, tapi kalau gak ada yang suka juga akan lanjutin(lho?).

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “STRONGEST OF LOVE – PART 1”

  1. key mang udh gila…blom kenal blom apa tau-tau udh jatuh cinta…udh gtu maksa orng nikah lagi tnpa ngomong dlu sma luna nya…ckckck

    di lanjut sjalah dlu..mau liat gmna part2 nya…

  2. hehe author .. ff debut ye ?? heheh pke pov dong atau keterangan tempat, jadi pas percakapan si onew ma key pas di rumah sakit sama percakapan jjong luna di mobil, ada jarak biar org ngerti ..
    dan kesannya buru2 ya .. santai ajah, ngak usah terburu2.. biar fellingnya dapet ..

    suka sama jalan ceritanya, menarik, si key memegang teguh prinsip…
    cuman ya itu terlalu cepat, tiba2 ajah udah nikah…
    terus da typo tuh .. ada nama donghae .. heheeh

    udah deh segini ajah .. part selanjutnya di perbaiki ya .. biar readers yg lain yg menambahkan saran ..

  3. Lah lah laah kok jadi nikaaah?
    Hiww key nya kok…. Sesuatu gitu deh
    Btw aku ngakak banget waktu jonghyun maksa mau nganterin luna. Moduus bangeeet! Ahahahahahhahah terus nyuruh luna manggil oppa, aduh udah deh modus banget wkwkwk

    Oiyaah sama mau saran, ada beberapa scene yg settingnya udh beda tapi gaada sekat nya. Lain kali diperhatiin yaa biar gak bingung bacanya ^^

    Ayo dilanjuut 😀

  4. O’EmJi.. Luna? Jgn bilang kalo Luna Maya *ya nggak lah~* #ditimpukLOCKETS. Itu kn si Luna nya gk dmen ama Key, tp ksono-sono’a dbikin jd ska ama Key ya.. 😀 biar asik gtu crita’a #sokngatur .. Ywdh deh, inti’a ending musti ama Luna. Next part jgn lama” ya thor, kira” smnggu, banter” 2 minggu, jng lama”, jdwal hflanku bnyk, tkut kburu lupa. *rasa’a gue bacot bnget ya?* #abaikan

  5. Donghae kok muncul? o.o hehe

    ceritanya bagus, tapi agak gak ngerti. Gatau juga kenapa (?) hehe maaf thor ._.v
    key gila ya, asal ngajak nikah wahaha xD

  6. hemmm chingu latar ffnya aku edikit bingung .___. apa aku yang salah kali ya
    maaf ya udah comment kaya gini 🙂
    tadi ncerita kamu bagus kok chingu
    saya bingung sama luna sebenarnya luna suka gak ya sama key??
    kalo luna gak suka sama key mendingan saya aja deh hahahahha

  7. malangnya nasibmu key
    cintamu bertepuk sebelah tangan.

    O, iya thor aku tadi nemu tulisan donghae itu ada apa?
    sama latarnya agak nggak jelas.
    mian kalau aku banyak kritik

  8. kalo luna gag mau ,, sini ama aku ajja dhe ..
    tapi agak merinding juga bayangin key ampe terobsesi gituw ama luna ,,,, hiiiii sereem ..
    mendingan terobsesi ama aku ,, dengan senang hati aku terima dhe .. *ditendang lockets*

  9. Ide cerita menarik.
    Tinggal tulisannya dirapihin, dan latar tempat dibenahi.
    Soalnya bingung, ini dari mana dan udah di mananya gak ada jeda.

    Dan ada donghae nyempil tadi.

    Next part ditunggu,

  10. Hahahha kocak pas taeminie nanya hyung,kau sakit??dasar jjong casanova..lengkap banget descroibe in nya…mantep tau2 dah nikah aje si key…lanjuttt thor.. 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s