My Little Bride – Part 9

 

Title : My Little Bride (chapter 9)

Author : Choi Ji Yeon

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

 

Choi Ji Yeon POV

“Lee Taemin imnida!” serunya sambil mengulurkan tangan padaku. Aku menyambutnya walau dengan ragu. “Omo… noona neomu yeppo!” katanya lagi dengan senyum lebarnya yang seakan ia tidak pernah lelah untuk melakukannya.

“Tapi… kau siapa?” tanyaku lagi.

“Aku namdongsaengnya Minho hyung.”

“M… MWO?! Namdongsaeng?”

“MINHO HYUUUUUNGG!!!” teriak Taemin begitu sampai di rumah. Aku heran sekali melihatnya. Dia benar-benar seorang namja yang ceria!

Tak lama kemudian Minho keluar dan terlihat sangat terkejut dengan kehadiran namdongaengnya itu. “MWO?! Kenapa kau…” serunya dengan mata yang membesar.

“Hehehe… aku diperbolehkan Umma untuk tinggal bersama kalian!” jawabnya.

“Mwo? Bagaimana bisa?!” tanya Minho lagi tapi Taemin tidak mendegarkan dan malah berlari ke kamar. Minho pun hanya geleng-geleng kepala dan kemudian melihatku. Raut wajahnya berubah. “Ji Yeon?”

Aigo, kenapa harus begini? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?

Choi Ji Yeon POV END

Choi Minho POV

“Ji Yeon?” gumamku dan ia terlihat terkejut juga saat melihatku. Apa ia masih marah padaku?

Ji Yeon hampir saja berlalu untuk menghindariku tapi aku berhasil menahannya. “Lepaskan!” berontaknya.

“Ji Yeon, dengarkan aku dulu,” pintaku sambil terus menggenggam pergelangan tangannya. “Aku dan Yuri tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman.”

Ji Yeon menatapku. “Berteman? Teman apa yang semesra itu?”

Aku seolah dibuat tidak percaya dengan apa yang dikatakan anaeku ini. “Mesra? Apa kau pikir kami mesra? Aku hanya menolongnya tadi. Kakinya kesleo saat pelajaran Olahraga,” kataku berusaha menjelaskan.

“Tapi kau terlihat akrab sekali dengannya. Benarkan? Kau telah berubah Minho.”

Choi Ji Yeon, bisa berkata seperti itu? Apa aku telah berubah? “Mwo? Kenapa kau bicara begitu? Apa salahku?”

“Kau telah mengkhianati semuanya!”

“Ani Ji Yeon. Aku masih mencintaimu, sampai kapanpun. Sudah kubilang kan, dia hanya temanku.”

“Aku tidak percaya padamu.”

“Lalu apa yang bisa kulakukan agar kau percaya padaku?”

Choi Minho POV END

Lee Taemin POV

“Lalu apa yang bisa kulakukan agar kau percaya padaku?” kata Minho hyung pada Ji Yeon noona. Ada apa dengan mereka? Apa mereka bertengkar?

Beberapa saat kemudian aku melihat Minho hyung mencium Ji Yeon noona. Mereka mesra sekali. Apa mereka seperti ini setiap hari? Bayangkan saja, semua hal bisa terjadi saat di dalam rumah hanya ada mereka berdua. Hh… kapan aku seperti Minho hyung ya?

Setelah Minho hyung melepaskan ciumannya, lalu ia memeluk anaenya itu. Hh… pelukan yang hangat. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Beruntung sekali Minho hyung memiliki anae secantik Ji Yeon noona? Hah, Appa dan Umma pintar sekali memilihkan yeoja untuk Minho hyung.

Lee Taemin POV END

Choi Ji Yeon POV

“Kau bisa memasak Taemin?” tanyaku saat melihat Taemin sibuk di dapur.

“Hehe… Sebenarnya tidak.  Minho hyung yang sering memasak untukku. Tapi karena ada yeoja secantik noona aku jadi ingin memasak,” kata Taemin.

“Mwo? Aissh… kau pintar sekali memuji yeoja!” aku mengacak-acak rambut jamurnya.

“Hehe…”

“Mm, Taemin-ah, apa aku boleh tanya sesuatu padamu?”

“Memang mau tanya apa noona?”

“Apa Minho… itu orangnya memang begitu?” tanyaku.

“Maksud noona?”

“Minho, apa orangnya memang pemarah dan sombong seperti itu?” jelasku. Semoga

Taemin tahu sesuatu.

“Mm… sebenarnya tidak juga,” jawab Taemin sambil menatapku. Lalu ia melihat ke masakannya lagi. “Waktu kecil, Minho hyung adalah seorang anak yang ceria dan baik hati. Ia suka menolong orang lain. Aku ingat sekali saat di TK, ia selalu menolongku saat aku dikerjai teman-temanku. Ia juga anak yang ramah,” cerita Taemin seolah membayangkan masa kecilnya.

“Jeongmal? Lalu kenapa ia berubah sekarang?”

“Karena satu hal yang membuatnya sangat frustasi. Ia jadi terpuruk.”

“Mwo? Apa yang terjadi padanya?”

“Dulu ia mengenal seorang yeoja yang merupakan kakak kelasnya. Namanya Im Yoona noona. Minho hyung sangat dekat dengan Yoona noona. Karena bagi Minho hyung, Yoona noona adalah seorang yeoja yang sangat baik dan penuh dengan kasih sayang, disamping ia juga sangat cantik. Walaupun Minho hyung tidak pernah mengatakannya, tapi dari kedua matanya pun aku tahu kalau ia sangat mencintai Yoona noona. Dari cara dia menatapnya, memperlakukannya… Semuanya tentang Yoona noona pun ia tahu.”

“Apa Yoona itu cinta pertamanya?”

“Mungkin. Minho hyung bukan seorang namja yang gampang jatuh cinta pada seorang yeoja. Tapi kemudian, Minho hyung harus rela melihat Yoona noona sudah memiliki seorang namjachingu. Minho hyung sangat sedih saat itu. Ia sampai bermain basket 2 hari tanpa henti hanya sebagai pelampiasan sakit hatinya. Tapi yang aku suka darinya adalah, ia sadar kalau cinta tak harus memiliki. Ia bisa tetap menjadi teman Yoona noona dan melindunginya sepenuh hati.”

Minho sampai begitu? Ya Tuhan… ternyata masa lalunya tentang cinta begitu buruk. “Lalu?”

“Dan saat Minho hyung sudah merelakan Yoona noona, ternyata Yoona noona diputuskan oleh namjanya.”

“Mwo? Sincha? Tega sekali namja itu!”

“Ne, bukan itu saja. Karena terlalu frustasi, akhirnya Yoona noona bunuh diri di depan mata Minho hyung. Dan hal itu sangat membuatnya terpukul.”

“Sincha?” tanyaku tidak percaya. Apa begitu kelamnya masa lalu Minho sampai membuat seluruh sikapnya berubah. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kita cintai. Itu sangat menyakitkan…

“Noona, apa kau ingin melihat wajah Yoona noona?” tawar Taemin dan aku langsung mengangguk setuju. Lalu Taemin mengeluarkan Samsung Anycallnya dan menunjukkan foto seorang yeoja. Apa dia Yoona?

“Omo, jeongmal yeppo!”

“Cantikkan?”

“Mm… cantik sekali. Aku jadi iri…” ucapku. Wajahnya seperti peri, cantik sekali dan ia sepertinya orang yang ramah. Tapi… kalau kuperhatikan kok mirip… Yuri?! “Oh sesange!”

“Wae noona?”

“Mm.. igo…”

“Ya! Apa sih yang kalian masak? Lama sekali?!” tiba-tiba Minho datang dan mengejutkan aku dan Taemin. Taemin langsung menyimpan handphonenya dan tersenyum lebar ke hyungnya.

“Anio hyung, sudah matang kok,” jawabnya berusaha senormal mungkin.

Untungnya Minho percaya dan ia pun pergi dari dapur. Aku dan Taemin menghela nafas lega. “Noona, jangan bilang-bilang ya.”

“Arasseo..”

Paginya…

Aku berangkat sekolah dengan Taemin hari ini. Aku juga tidak menyangka kalau ia masuk ke sekolah yang sama denganku dan Minho. Tapi kami hanya beda kelas. Dia jadi hoobaeku.

“Baguskan sekolah noona?” tanyaku saat kami berdua sampai di sekolah. Aku merasa senang dengan adik iparku ini. Tadi kami berangkat dengan menggunakan scooternya Taemin. Aigo… lucu sekali!

“Ne. Bagus sekali noona. Aku suka!”

“Taemin-ah, aku jadi sunbaemu disini,” kataku sambil merangkulnya. Aku benar-benar senang memiliki adik seperti dia.

“Tapi noona tetap kakak iparku. Hehehe…”

“Ssstt… jangan sebut aku kakak ipar disini. Arasseo? Kan tidak ada yang tahu kalau aku dan Minho sudah menikah,” bisikku pada Taemin.

“Oh, sincha? Jadi pernikahan kalian masih rahasia?”

Aku mengangguk.

“Arasseo noona!” patuh Taemin sambil berlagak hormat padaku.

Lalu kamipun berjalan menuju ke kelasnya Taemin. Persis seperti dugaanku, semua orang langsung menatap kami. Aku dan Taemin sepertinya menjadi sumber pembicaraan pagi ini. Pasti mereka bertanya-tanya, siapa Taemin? Kenapa aku tidak bersama Minho? Apa aku punya pacar baru yaitu Taemin? Dan sebagainya. Hoho… mereka tidak tahu betapa beruntungnya aku kan?

“Ya Tuhan… siapa dia? Imut sekali!”

Teriakan-teriakan semacam itulah yang langsung terdengar saat aku dan Taemin memasuki kelas Taemin. Semua yeoja langsung mengerubungi kami.

“Taemin, kau tidak takut kan?” bisikku. Aku takut ia malah merasa tidak nyaman dengan yeoja-yeoja itu.

“Tenang saja noona…” jawab Taemin sambil mengedikkan sebelah matanya.

“Taemin-ah, ngomong-ngomong Minho tahu kan kau sekolah disini?” tanyaku. Kalau Minho tidak tahu, bisa gawat urusannya!

“Anio.”

Mataku langsung membulat saking kagetnya. Apa yang ia katakan tadi? “MWORAGU?! Minho tidak tahu?!”

“YA TAEMIN-AH!” teriak seseorang di belakangku.

Omo… aku pasti akan kena masalah lagi!

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

59 thoughts on “My Little Bride – Part 9

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s