Complicated Destiny – Part 1

COMPLICATED DESTINY

(part 1)

Author                                    : UpinIpin

Maincast                    : Kim kibum, Choi Minho, Kim Jonghyun, Kim hyuna

Support Cast             : Kibum’s halmeoni, Kibum’s umma, Kim Hyuri

Length                       :Sequel

Genre                         : Romance, Humor(maybe :p)

Rating                        : PG15

N.B                             : Annyeong, ini ff pertamaku .. jadi mian bgt yah kalo bahasanya ga jelas n gaje, hehehehe ,, Aku ngerjain ini 5 hari loh  trus aku lagi PKL buat riset Skripsi aku (ga ada yang nanya) hahaha~ ff ini terinspirasi saat aku sama temen seperjuanganku ini abis diomelin sama karyawan disini, hehehe (curhat dikit ah).

Happy reading \(^0^)/

 

Author POV

“Kriiiingg…..” bel sekolah berbunyi pertanda jam sekolah telah usai. Semua siswa Shinhwa High School satu-persatu mulai meninggalkan kelas kecuali dua namja tampan idola sekolah, mereka menunggu salah satu sahabat mereka yang sangat populer dan playboy.

“Nah itu dia si tampan playboy.” seru Minho.

“YA! Kim Jonghyun, dari mana saja kau?” tanya Kibum dengan nada kesal.

“Hehehehe~ mianhae chagiya~” ledek Jonghyun sambil mengelus dagu Kibum.

“Baiklah ku maafkan, yeobo. Lain kali jangan ulangi lagi membuatku menunggu lama seperti ini.” Ucap Kibum sambil memukul lengan Jonghyun dengan genit. (bisa bayangin, kan? :p)

“Hey kalian ini apa-apaan sih?! Seperti orang pacaran saja!” seru Minho sambil menarik tangan Jonghyun yang kekar. “Ayo chagi kita pulang, kita tinggalkan saja namja cerewet ini~” lanjut Minho.

“Eh? O,o YA KALIAN BERDUA JANGAN TINGGALKAN AKU~~~” teriak Kibum sambil berlari menyusul Minho dan Jonghyun yang meninggalkannya.

Mereka berlarian menuju halte bis tetap dengan Jonghyun yang menebar pesonanya menggoda para yeoja di sepanjang jalan. Minho dan Kibum hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabatnya yang genit itu.

*****

Tawa mereka tak juga henti karena ulah Jonghyun yang tetap saja mengooda para yeoja termasuk di halte bis ini. Dan sampai akhirnya tawa mereka berhenti dan pandangan mereka tertuju pada bis yang mengarah ke halte tempat mereka menunggu.

“Wah penuh sekali.” keluh Kibum ketika pintu bis terbuka ternyata bisnya penuh.

“Sudahlah kita naik saja, daripada harus menunggu lama lagi. Ini sudah sore.” Ujar Minho sambil menarik tangan Jonghyun untuk segera masuk ke dalam bis yang penuh itu. Tetapi yang ditarik tangannya tetap saja mengelluarkan aksinya dengan melambai-lambaikan tangannya ke arah yeoja dan sesekali bernyanyi Noona Neomu yeppo.

Dengan sangat terpaksa mereka bertiga masuk ke dalam bis yang penuh sesak itu. Dan sudah dipastikan mereka tidak mendapatkan tempat duduk. Kibum yang cerewet pun sudah marah-marah tak karuan karena tidak nyaman dengan suasana di dalam bus. Dasar emak-emak -___________-

“Ya Jonghyun! Lihat akibat dari ulahmu tadi yang berpacaran dengan noona di sekolah, sekarang kita tidak dapat  tempat  duduk, aku kan cape berdiri, mana tadi sudah lari-larian untuk cepat sampai halte, penuh sesak tau!!” gerutu Kibum sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena kegerahan. Jonghyun tidak menggubris omelan Kibum, dia sedang konsentrasi(?) memandangi para yeoja di dalam bis. Kibum pun mendengus kesal dan langsung mengalihkan omelannya pada Minho.

“Lalu kau, Minho, apa yang sedang kau pikirkan? Sepanjang perjalanan kau hanya diam saja, kau sakit? Atau sedang menahan PUP(?)  hahahahahaha~~” ucap Kibum, dan seketika tawa mereka pecah karena ucapan Kibum barusan.

“Anniyo~ Kibum, aku hanya memikirkan tugas Bahasa Inggris kita besok, kita kan besok presentasi, kau lupa? Jangan bilang kau juga lupa Kim Jonghyun?“ tanya Minho dengan tatapan sinisnya.

“Anni, aku tidak akan melupakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru tercantik kita di sekolah, lagipula tenang saja kan ada Kim Kibum, umma kita yang jago bahasa Inggris, bukan begitu, Kibum? Hehehehe..” tanya jonghyun dengan genitnya sambil mengedipkan mata kanannya ke Kibum. Kibum membalas kedipan Jonghyun dengan tatapan sinis.

Di dalam perjalanan mereka hanya terdiam setelah kelelahan bercanda. Jonghyun asik sendiri mendengarkan iPod sambil sesekali mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti irama lagu yang sedang diputar. Minho tidur dengan pulasnya. Kibum hanya diam saja menikmati pemandangan kota Seoul dari dalam bus. Tapi tampaknya Kibum  merasa ada seseorang yang memperhatikannya daritadi.

Kibum POV

‘Perasaanku kok aneh ya?  Sepertinya daritadi ada yang memperhatikanku, tapi siapa? Tidak ada yang ku kenal selain 2 namja pabo sahabat ku ini, mungkin hantu? Hah apa yang ku pikirkan, sore-sore begini mana ada hantu! Di dalam bis pula. Lagian aku kan tampan, kalaupun ada mungkin hantu itu menyukaiku, hehehehe~’  gumamku dalam hati. Tatapan mataku seketika terhenti ketika memergoki seorang namja yang ternyata telah memperhatikanku daritadi dengan kaca spion besar yang ada di hadapanku ini, aku menoleh dan mengalihkan pandangan ku ke arah lain.

“Minho, apa kau melihat apa yang ku lihat?” tanyaku, tapi Minho tak bergeming. Hahh ternyata ia tidur! Dengan ketidakpedulianku, aku pun mengguncang-guncangkan Minho sampai ia bangun hihihi :B

“YA KIBUM KAU MENGGANGGU TIDURKU SAJA!” omel Minho. Seketika seisi bus langsung menatapnya, iapun langsung tertunduk malu. Aku hanya terkekeh melihatnya “Aishhh kau Kibum! Ada apa sih?”.tanya Minho dengan nada kesal.

“Apa kau lihat apa yang ku lihat?” ku ulangi pertanyaan yang tadi.

“Tidak. Aku kan tidur daritadi! Sudalah aku mau lanjut tidur.” bentak Minho. Akupun hanya bisa mendengus kesal padanya.

‘Dasar tukang tidur!’ umpatku dalam hati.

“Hah, memang apa yang dari tadi kau lihat? Apa kau sedang memperhatikan yeoja cantik di depanku ini?” celetuk  Jonghyun sambil memajukan bibirnya mengisyaratkan yeoja yang dimaksud.

“YA! KIM JONGHYUN! Berhenti membicarakan para yeoja, apa hanya itu yang ada dipikiranmu?“ omel Kibum dengan nada tinggi sehingga orang–orang disekitar mereka memperhatikan dengan tatapan seakan-akan mengatakan “sssshhhhtttt, berisik sekali!”

Kibum menarik-narik tangan Minho yang ada disampingnya dan berbisik “Coba liat kaca spion besar itu deh, sejak tadi driver itu memperhatikan ku terus, aku jadi takut. (bayangin kaca spion di busway).” bisik Key dengan pelan.

“Mungkin dia menyukaimu.” jawab Minho datar.

“Ya kau Minho pabo, apa maksudmua dia menyukaiku? Dia itu seorang driver, ahjussi pula, kau pikir aku ini apa? Aku masih suka dengan yeoja tau!” balas key dengan sinis dan mengerucutkan bibir tipisnya.

“Jonghyunnie~ apa ada yang salah denganku? Wajahku mungkin? Pakaianku? Atau rambutku? tanya Kibum beruntun.

“Anniyo, memangnya ada apa? Apa kau merasa ketampananku ini mengalahkan wajah imut mu? Yaa, memang aku tampan dari lahir, lihat saja para yeoja itu sedai tadi hanya memperhatikanku.” balas jonghyun dengan PDnya.

Apa yang dia bicarakan? Para yeoja? Hah! Daritadi kulihat para yeoja itu kan hanya memperhatikan Minho seorang, Choi Minho, sahabatku yang satu ini memang berwajah charismatic dan gayanya yang sangat cool, membuat para yeoja yang melihatnya langsung meleleh seperti coklat.

“Kibum~ah, apa yang kau lakukan? Cepat turun! Kita sudah sampai, ppali~ ppali~“

Teriakan seseorang membuyarkan lamunanku. Ternyata itu Jonghyun dan Minho! Mereka sudah berada di luar bis. Aishh mengapa mereka meninggalkanku?! Kurang ajar! Akupun segera turun dari bis sebelum bis ini jalan.

JONGHYUN  POV

“Bumie~~ apa yang kau lakukan? Cepat turun! Kita sudah sampai, ppali~ ppali~“ teriakku dari luar bis.

Sepertinya Kibum kesal kami meninggalkannya. Ini bukan salahku dan Minho, tapi salahnya melamun di bis, sudah kuperingatkan sebelumnya untuk turun, dia diam saja. Yasudahlah~

“Kibum, kau kenapa? Sejak tadi kau hanya diam dan melamun, apa kau sedang memikirkan Su Bin noona? Hehehe“ tanyaku dengan nada meledek. Su Bin noona adalah kakak kelasku, ia gadis terpopuler di sekolah kami. Kecantikan dan kepintarannya membuat para namja di sekolah suka padanya termasuk aku. Andai saja dia bukan teman rumahku pasti aku sudah menjadikan yeojachinguku sejak lama, tapi sayang dia hanya menganggapku namdongsaengnya.

“Eh? Gapapa kok.” sahut Kibum.

“Baiklah, kita pisah disini saja, aku ingin langsung pulang untuk menyiapkan bahan-bahan presentasi kita besok, kuharap kalian juga, karena kita sudah kelas 2, arraseo? Dan kau Kibum, soal ahjussi tadi jangan kau pikirkan, mungkin itu hanya perasaanmu saja, atau mungkin dia memperhatikan kita karena kita hanya tertawa saja dari tadi. Ini semua ulahmu Jonghyun, kau tak ada hentinya menggoda para yeoja. Hahaha~ sudah ya aku pulang dulu. Annyeong~” pamit Minho sembari melambaikan tangan padaku dan Kibum. Aku membalas lambaiannya lalu berjalan menuju rumahku bersama Kibum. Kebetulan rumahku dan Kibum satu arah.

**********

AUTHOR POV

“Hey  Kim Jonghyun, kau tidak berangkat dengan Kibum? Kenapa ga bareng? Kau naik apa? Motor atau di antar appa mu?” tanya Minho bertubi–tubi.

“Aku tadi bareng dengan Su Bin noona, sekalian nanti mau mengantarnya ke toko buku jadi hari ini aku bawa motor.” jawab Jonghyun, Minho hanya mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti. “Lalu kemana Kibum? Sudah jam berapa ini? Anak itu selalu saja membuat orang khawatir.”  lanjut Jonghyun cemas.

“Ya apa yang kalian lakukan disini? Cepat masuk, sebentar lagi kita presentasi!!” tiba-tiba datang Kibum mengagetkan kedua namja yang sedang bingung itu.

“Kau ini darimana saja sih? Bikin khawatir tauga!” tanya Minho

“Nanti saja ku ceritakan, ayo cepat masuk kelas!“ balas Kibum dengan cepat.

Mereka memulai presentasi dengan sangat tenang dan baik, terutama Kibum, dia memang fasih berbahasa inggris karena ia pernah mengikuti program pertukaran pelajar beberapa tahun lalu. Kemudian disusul Minho yang (mungkin) semalam belajar dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan kata-kata yang baik dan benar untuk diucapkan di depan teman-teman sekelasnya. Kecuali Jonghyun, lagi-lagi hanya menebarkan pesonanya kepada para yeoja di kelas dan gurunya yang cantik itu.

Selesai presentasi, saat Minho berjalan kearah tempat duduknya, ia melihat seorang yeoja cantik berambut panjang sedang duduk di sebelah bangkunya, Minho pun bertanya-tanya dalam hati ‘Siapa yeoja itu? Apa yang dia lakukan di situ? Kenapa dia harus duduk disitu?’ tidak lama kemudian bel pun berbunyi menandakan pelajaran berikutnya akan segera dimulai, yaaa … pelajaran kimia yang sangat mereka benci, selain benci dengan pelajarannya mereka juga benci dengan gurunya, bagaimana tidak? Gurunya galak sekali dan kaku! Sementara itu, Minho masih bertanya-tanya dalam hati tentang yeoja misterius itu sambil memandangi sang(?) yeoja yang sedang asyik membaca buku.

“Eh kalian kenal dengan yeoja yang disamping ku ini?“ tanya Minho pada Kibum dan Jonghyun berbisik.

“Anni~ aku juga baru lihat dia pagi ini tadi di gerbang sekolah.” jawab Jonghyun.

“Ooh itu, dia itu murid baru dikelas kita, tadi pagi aku telat karena harus mengantarkan dia ke ruang kepala sekolah, kami bertemu di dekat rumah ku, sepertinya dia tetangga baru ku. Hehehehe” sahut Kibum.

“Haii beautiful lady, anak baru ya? Aku boleh pinjam pulpen?” tiba-tiba Jonghyun menoleh ke tempat duduk Minho, menggoda siswi baru itu dengan pura-pura meminjam pulpen.

“Ne, warna apa?” balas yeoja itu sambil membuka kotak pensilnya dan menyodorkannya ke Jonghyun.

‘Waahh, daebak … kau punya banyak warna pulpen, aku boleh pinjam warna merah? Seperti warna bibirmu, hehehe~” goda jonghyun dengan sangat genit, jeoya itu hanya menatap Jonghyun dengan tatapan jijik -_-v PLETAAAAAAKKKKK ….. Tiba-tiba suatu benda melayang di dalam kelas dan jatuh tepat mengenai kepala Jonghyun.

 “Ya kau Kim Jonghyun, apa yang sedang kau bicarakan dengan siswi baru itu? Berisik sekali, kau menganggu teman-temanmu, tau tidak?? Apa kau sedang merayunya?” bentak guru kimia itu dengan galaknya.

“Aniyo pak guru, aku hanya meminjam pulpen padanya, pulpen ku ketinggalan.” jawab Jonghyun terbata-bata.

“Pulpen apa? Memang teman sebangkumu, Kibum, tak bisa meminjamimu, hah?” tanya Pak Guru sekali lagi.

“Dia hanya punya satu. Iya kan, Bumie?” jawab Jonghyun lalu menoleh ke Kibum sambil memberi isyarat agar Kibum menjawab ‘iya’.

“Eh? Ngg.. iya pak, aku hanya punya satu.” jawab Kibum tegang.

“Kalau kau tidak suka pada pelajaranku, kau bisa keluar sekarang.” balas pak guru dengan tatapan sangarnya.

“Yaaaaaa pak guru, kenapa kau sangat tidak menyukaiku? Apa kau cemburu padaku tidak bisa menggoda yeoja ini? Hahahahaha” balas jonghyun sambil mengambil tas dan mengajak kedua sahabatnya itu keluar dari kelas dan kabooorrrrrrr …

“KIM JONGHYUNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak pak guru dari dalam kelas.

**************

Mereka keluar dari kelas dengan membawa tas, entah kemana tujuan mereka, mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.

“Tunggu! Sepertinya ada yang mengikuti kita.” ucap Kibum berbisik ke Jonghyun dan Minho.

“Jinjja? Siapa?” jawab Jonghyun sambil melihat  ke setiap sudut sekolah. Tiba-tiba tatapannya tertuju pada sesosok yeoja. “Kau! Sedang apa kau disini? Bukannya kau tadi di kelas? Kau mengikuti kami ya?” tuduh Jonghyun sementara Kibum dan Minho langsung menoleh.

Yeoja itu adalah siswa baru dikelas mereka tadi. Aneh memang mengapa tiba-tiba yeoja itu mengikuti mereka. Yeoja itu hanya bengong karena dituduh mengintili.

“Ya kalian berempat sedang apa disini? Cepat masuk kelas!” terdengar suara dari kejauhan. Ternyata itu satpam sekolah.

Belum sampai satpam itu menghampiri mereka, mereka segera mengambil langkah seribu untuk kabur. Akhirnya mereka sampai di belakang sekolah dengan nafas yang terengah-engah. Tanpa sadar tangan Jonghyun memegang tangan yeoja itu. Ternyata waktu mereka lari tadi tangan yeoja itu refleks ditarik oleh Jonghyun sehingga dengan terpaksa yeoja itu ikut berlari dengannya. Sambil menormalkan(?) nafasnya yang terengah-engah, Kibum dan Minho memperhatikan Jonghyun yang sedang berpegangan tangan. Tiba–tiba yeoja itu sadar karena pandangan Kibum dan Minho, yeoja itu lalu menghempaskan tangan Jonghyun ke udara(?).

JONGHYUN POV

Tunggu, sepertinya penjaga melihat kita bertiga.. tidak …. berempat dengan yeoja itu.

“Lariiiiiiii ……….. ppali ya ppali ….” Seruku.

Aku memberi aba-aba pada kedua temanku untuk berlari ke belakang sekolah, Akhirnya kami sampai di belakang sekolah dengan nafas terengah-engah. Aku merasa heran ketika dua sahabat ku menatapku dengan tatapan aneh. Aku merasa seperti menggenggam tangan seseorang. Tangan yeoja itu! Ternyata tanpa sengaja aku tadi menarik tangan yeoja itu untuk lari bersama kami karena refleks saking paniknya.

“Aw!” aku meringis kesakitan ketika tiba-tiba yeoja itu menghempaskan tangan ku kencang sekali. “Yaa! Kau kenapa sih? Harusnya kau berterima kasih telah ku selamatkan dari penjaga yang siap memakan kita tadi.” seruku dengan kesalnya. Yeoja itu tidak menjawab, ia hanya berkacak pinggang sambil menatapku sinis.

MINHO POV

Apa yang ku lihat barusan? Jonghyun menarik tangan yeoja itu, yeoja yang membuat ku bingung kenapa tiba-tiba dia duduk di sebelahku, siapa yeoja itu sebenarnya? Wajahnya tidak asing untukku, bukaaan … bukan tidak asing lagi,  tapi sangat ku kenal.Tapi siapa sih gadis itu?

“Sudah jangan ribut disini, kita ini mau cabut, kau mau ikut? Eh tapi ngomong–ngomong siapa namamu? Sejak kau masuk aku tak tau namamu siapa.” tanyaku.

“Anneyong, Kim Hyuna imnida, aku pindahan dari Daegu” jawabnya memperkenalkan diri sambil membungkuk 90 derajat..

“Choi Minho imnida, bangapseumnida.” balasku sambil membungkuk juga “dan ini sahabatku Kibum dan Jonghyun.” lanjutku memperkenalkan kedua sahabatku. Kibum hanya tersenyum, dibalas oleh Hyuna. Sedangkan Jonghyun diabaikan. HAHAHA-__-v

“Ne, yaudah cukup perkenalannya, kita pada mau cabut dan manjat tembok sekolah ini, kau mau ikut?” tanya Kibum.

“MWO? Aku? Manjat tembok itu? Tidak mau! Aku pakai rok, tau! Lagipula apa gunanya aku ikut kalian.” Jawab Hyuna ketus.

“Yah~ udah nanggung tau, udah nyampe sini, masa balik lagi?? Nanti malah ketahuan guru.” Ucapku sambil berjongkok bersiap memanjat tembok sekolah yang tinggi ini.”Cepat naik ke pundakku! Ppali..!! dan kalian berdua cepat manjat duluan sana!” perintahku.

 “Huhh baiklah~” jawab Hyuna dengan malasnya dan dengan sangat terpaksa ia pun naik ke atas pundakku. “Yaaa Choi Minho! Janji ya jangan liat apa–apa!!! Ku bunuh kau kalau mengintip sedikit saja.“ ancam Hyuna. Aku hanya tersenyum-senyum saja. Ehehe kesempetan 😀

Tidak sulit untukku karena tubuhku termasuk kekar. Sedangkan Hyuna mempunyai bentuk tubuh yang ramping, tidak gemuk maupun kurus. Ideal. Hanya satu kata itu yg dapat menggambarkan Hyuna. Ia juga mempunyai wajah yang cantik dan senyum yang manis mampu membuat para namja meleleh(?) termasuk aku :”)

‘Omona! Apa yang barusan kulihat? Dadaku? Kenapa ini?’ tiba-tiba dadaku berdetak dengan cepat dan akupun langsung tertawa terbahak-bahak ketika menyadari apa yang baru saja aku lihat..

AUTHOR POV

‘Omona! Apa yang barusan kulihat? Dadaku? Kenapa ini?’ tiba-tiba Minho berkata dalam hati. Dadanya berdetak dengan cepat dan langsung tertawa terbahak-bahak ketika ia menyadari apa yang dilihatnya barusan.

“Yaa kau Minho! Kenapa kau tiba-tiba tertawa keras sekali? Mengagetkanku saja! Untung aku tidak jatuh ke bawah!” bentak Hyuna, Minho tidak menjawab karena tidak bisa berhenti tertawa. Hyuna yang tersadar apa maksud Minho langusng buru-buru merapatkan roknya “jangan bilang kau tadi lihat isi di balik rok ku?!” tanya Hyuna panic.

“Eh? Tidak kok. Nggg sedikit, hehe~” jawab Minho terkekeh.

“YA! KURANG AJAR KAU!” seru Hyuna sambil menjitak kepala Minho di bawahnya.

“AW! Sakit tau!” seru Minho kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya. “Mianhae, aku kan tak sengaja melihatnya.” Lanjutnya.

“Aish~ yasudalah ku maafkan. Untung saja situasinya sedang seperti ini.” Jawab Hyuna tidak ikhlas. “Cepat raih tanganku! Cepaaatt!” ucap Hyuna sambil mengulurkan tangannya.

Sementara dibawah sudah ada Kibum dan Jonghyun yang berteriak kepada mereka berdua untuk cepat turun. Minho sudah ada diatas tembok bersama Hyuna untuk siap-siap turun. Dan…….

“Heh! Apa yang sedang kalian liat?” dengan sigap Minho langsung menutup rok Hyuna dengan tasnya. “ Dasar kalian, cepat lari! Tunggu aku di ujung jalan sana.”

Hyuna hanya bisa diam dan terkejut dengan apa yang dilakukan Minho padanya, lalu mereka saling berpandangan, dan….saat itu untuk pertama kalinya melihat Kim Hyuna tersenyum manis untuk Minho dengan sepasang lesung pipitnya itu membuat Hyuna terlihat sangat lembut dan manis, tiba–tiba ….

Bruukkkkk …..

Mereka berdua jatuh karena tidak memperhatikan kayu–kayu yang diinjaknya daritadi semakin bergeser ke bawah. Mereka jatuh dengan posisi setengah tubuh Hyuna menimpa dada Minho, wajah mereka sekarang hanya berjarak beberapa senti.

“Aduuuhhhhh, sakiiitttt ….” teriak Hyuna dan memegang pinggangnya.

“Omo~ Kim Hyuna, gwenchanayo? Mianhae,,  ini salahku tidak menjagamu dengan benar” tanya Minho dengan panik.

“Aaiiiisshhh~ sudahlah! Aku ingin pulang. Kau dan kedua temanmu itu sudah membuat hariku sial. Aku tadi ingin ijin pulang, bukan ikut bersama kalian, malah ditarik, lari-larian, manjat dinding sekolah yang tinggi ini, sampe kalian semua melihat yang seharusnya tak kalian lihat, dan sampai aku jatuh dan terluka seperti ini!! Aku benci kau CHOI MINHO!!! omel Hyuna dengan kesal sambil menunjuk-nunjuk dan pergi menjauh meninggalkan Minho.

Yang ditinggalkan hanya bisa diam dan menatap kepergian Hyuna, Minho pun merasa aneh, kenapa dengan hari ini? Kenapa dengan yeoja itu? Kenapa dadanya bergetar tadi saat yeoja itu menaikki punggungnya? Kenapa dia merasa bersalah saat yeoja itu jatuh, dan yang paling aneh, mengapa ia tadi terlihat begitu marah saat Kibum dan Jonghyun mengintip rok Hyuna dengan wajah nakal. Begitu banyak pertanyaan yang ada di benaknya, yaaa .. baru kali ini Minho merasakan perasaan seperti ini.

****************

KEESOKAN HARINYA

AUTHOR POV

Mereka masuk seperti biasa, dan hari ini tidak ada yang berniat cabut dari sekolah, entah sejak kejadian kemarin, mereka sepertinya benar–benar menyesal. Minho mengarahkan pandangan ke setiap sudut sekolah mencari Hyuna, entah untuk apa. Apakah mungkin dia merasa bersalah telah membuat Hyuna  marah besar kemarin? Ya, mungkin.

‘Hyuna, kau dimana? Apa ia sakit setelah kejadian kemarin? Ahh, tapi kan itu cuma luka kecil. Tapi tunggu, kenapa aku mencarinya? Apa aku khawatir padanya? Rasanya tidak mungkin, hufht .. sudahlah .. kenapa aku jd memikirkanmu begini-_- aku dan Jonghyun hari ini kan ingin bermain ke rumah Kibum’ ucap Minho dalam hati.

“Minoya~~ kau dan Jonghyun jadi kerumahku tidak hari ini?” tanya Kibum tiba-tiba membuyarkan lamunan Minho.

“Ne. Tapi kau hari ini dijemput appamu kan?” tanya Minho.

“Iya, aku dijemput appa. Mau ke dokter sebentar. Kau ikut saja sekalian yuk!” ajak Kibum.

“Ahh tidak, sebaiknya duluan saja, aku menunggu Jonghyun dulu.” Jawabku.

“Oh..yasudahlah. Kau yang sabar ya menunggu Jonghyun. Ia pasti sedang beraksi, dasar playboy cap dinosaurus!” omel Kibum.

Minho hanya terkekeh mendengar ocehan Kibum yang kesal pada Jonghyun. Kibum pun pamit, karena appanya sudah menjemputnya. Minho duduk di pinggir lapangan menunggu Jonghyun sambil melihat adik kelas berlatih basket. Biasanya Minho ikut bermain, tapi  kali in sepertinya dia tidak ada hasrat untuk bermain karena cemas memikirkan Hyuna.

“Minoya~~ mianhae chagi, kau menungguku ya? Hehehehe“ Jonghyun pun datang dan menepuk pundak Minho lalu merangkulnya.

“Yaa! Kim Jonghyun, jangan memanggilku chagiya, aku ini namja, dan aku bukan yeojachingumu!! Arraseo??” Minho melepaskan rangkulan Jonghyun dari pundaknya.

“Aishh kau galak sekali hari ini, Minho! Sudahlah ayo kita berangkat ke rumah Kibum.” Ajak Jonghyun.

Mereka meninggalkan sekolah dan berjalan menuju halte bis karena hari ini mereka tidak membawa motor ke sekolah. Sepanjang perjalanan menuju halta bis, mereka hanya terdiam. Suasana hati Minho sedang tidak enak hari ini makanya Jonghyun tidak berani mengajaknya berbicara apalagi bercanda. Takut kena omelannya lagi-_-. Tidak lama kemudian bis yang ditunggu pun tiba, seperti biasa, bis penuh sesak. Dengan terpaksa mereka berdua naik karena hari sudah sore dan mungkin Kibum sudah menunggu lama di rumahnya.

 ‘Setiap naik bis ini perasaanku selalu aneh, kenapa ya? Mungkin hanya perasaanku saja’ ucap Minho dalam hati.

Minho mengalihkan pandangannya ke Jonghyun. Minho tertawa melihat kelakuan namja sahabatnya itu sedang menggoda yeoja yang duduk disebelahnya. Lalu Minho menatap ke depan, melamun dan entah sedang memikirkan apa, sekilas ia melihat ke kaca spion besar milik driver itu. Driver yang waktu itu memperhatikan Kibum.Sepertinya Minho kenal wajah driver itu, tidak asing baginya. Tanpa sadar mereka sudah sampai di halte yang mereka tuju. Minho dan Jonghyun turun dari bis. Sambil sesekali Minho memperhatikan driver yang sedang merapikan topinya dari luar bis.

*****************

 “KIM KIBUM, KIM KIBUM, KAU DIRUMAH??” teriak Jonghyun yang tanpa permisi lansung masuk ke rumah Kibum diikuti oleh Minho di belakangnya.

Pletaakk…

“Hey Kim Jonghyun, kapan kau berubah sih? Selalu seperti ini, masuk ke rumah orang tanpa permisi, teriak-teriak seenak jidatmu, memang rumahku ini hutan, apa?! Membuatku kesal saja!” bentak Kibum.

“Hehehehe~ mianhae chagiya.” cengir Jonghyun memamerkan giginya yang rata.

“Aish~ ayo kita ke kamar. Kajja!” ajak Kibum. Jonghyun dan Minho mengikuti dari belakang.

Dikamar kibum..

“Bummie, kau punya buku yang berjudul AKU karangan Chairil Anwar?” tanya Minho sambil memperhatikan satu persatu buku yang tertata rapi di rak buku Kibum.

“Sepertinya aku punya buku itu kalo ga salah itu hadiah ulang taun dari temanku waktu sekolah SMP dulu. Cuma aku lupa taruh dimana. Sebentar ya ku cari dulu.” jawab Kibum sambil mencari buku itu dan tidak lama kemudian ia menemukannya. “Nah ini dia!” seru Kibum.

Ia langsung memberikan buku itu ke Minho dan ia kembali duduk di tepi bawah kasur dengan Jonghyun menonton DVD.

“Jinjja? Wah~ aku sudah lama mencarinya ditoko buku, tapi udah gak terbit lagi.” seru Minho dengan mata berbinar-binar kegirangan. “Gomawo Kibummie~~”

“Ne, cheonmaneyo. Lagian tumben kau mau baca-baca buku seperti ini, Ho. Ada angin apa?” tanya Kibum penasaran.

“Ah? Anniyo~ aku ingin membacanya saja.” jawab Minho sambil membuka-buka buku itu perhalaman tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh dari dalam buku itu. “Apa ini, Kibum?” tanya Minho.

“Oh itu paling pembatas buku.” Jawab Kibum singkat.

“Pembatas buku? Bukan ini foto, lihat deh.” Kibum menghampiri Minho dengan malas.

“OMO~ ini? ini yang kucari-cari selama ini, aaah Nana-ssi, akhirnya …..” seru Kibum. Minho dan Jonghyun hanya menatap heran sahabatnya itu.

KEY POV

“OMO~ ini? ini yang kucari-cari selama ini, aaah Nana-ssi, akhirnya …..” seruku. Minho dan Jonghyun hanya menatapku heran.

 “Ada apa sih?” tanya Jonghyun sambil merebu foto itu dari tanganku. “Omo~ siapa ini? Cantik sekali gadis kecil ini~ adikmu? Siapa namanya? Aku tidak pernah melihatnya, apa sekarang ia sudah besar? Bagaimana wajahnya? Tetap cantikkah?” Tanya Jonghyun penasaran seperti wartawan mewawancarai artis.

“Mwo? Adik? Bukan, dia bukan adikku. Ini.. aku tak tau namanya siapa, yang aku dengar dia dipanggil Nana sewaktu aku bertemu dengannya di tepi pantai dekat rumah halmeoni, dan foto ini diambil memakai ponsel appa.  Saat aku pulang dan balik kesana lagi saat liburan, halmeoni bilang Nana dan keluarganya sudah pindah. Aku sudah berusaha mencari alamatnya, tapi disini tak ada yang tau kemana mereka pindah, sampai aku lelah mencari keberadaan mereka” jawab Kibum dengan raut muka sedih.

“Gadis kecilmu ini cantik sekali kibum, tinggi badannya sama denganmu, lihat ini .. (sambil menunjuk fotonya) gadismu ini punya pipi yang chubby dan lesung pipit” tukas Jonghyun membuat Kibum tersenyum manis.

“DAEBAK kau Kim Jonghyun, baru kali ini ku mendengar kau berbicara bijak seperti itu, betul tidaaakkk (a la Aa’ Gym)” ledek Minho.

“Hahahahaha…..” mereka tertawa bersama.

“Kalo diperhatikan dengan jelas, karakter wajahnya seperti ku kenal, bukankah ini seperti Kim Hyuna??” ucap Minho membuat aku dan Jonghyun saling berpandangan.

“Mworago????? Hyuna-ssi? Kim Hyuna yeoja siswi baru itu? Minoya~ darimana kau tau Hyuna-ssi punya sepasang lesung pipit?” tanyaku penasaran.

“Yaaa Minho, rupanya kau sedang dekat dengannya ya? Ayooo, mengaku saja! Ioyakan? Bukntinya saat ku goda yeoja itu saja dia hanya diam dengan wajah datar. Tapi denganmu?  Dia tersenyum!” ledek Jonghyun.

“Wah benar itu. Ciye Minhoooooo~~~” ledekku juga sambil mencolek dagu Minho.

“Anniyo, aku melihatnya saat kita cabut dari sekolah, kau lupa aku membantunya memanjat tembok sekolah, mungkin itu ucapan terima kasih saja.” jawab minho datar entah karena ia marah atau menahan malu.

*****************

AUTHOR POV

“Umma, kerumah halmeoni yuk! Aku kangen padanya ..” rengek Kibum kepada umma nya yang sedang memasak di dapur.

“Aah Kibum, umma lupa memberi tahumu, sebulan lalu saat halmeonimu sakit kan umma menjenguknya, kau ingat?“ tanya umma Kibum.

“Ne, aku ingat. Wae?” jawab Kibum lalu kembali bertanya.

“Saat umma datang, disana ada seorang yeoja manis sekali sedang merawat halmeoni, mereka sangat terlihat akrab, kalo tidak salah halmeoni memanggilnya Nana .. iyaa, Nana .. umma ingat “ ucap umma Kibum yang otomatis membuat mata anaknya itu membulat antara kaget, tak percaya, senang dan juga ragu(?)

“Mwoya? Nana-ssi? Umma, kau jangan bercanda padaku, aku sedang tak ingin bercanda.” jawab Kibum dengan wajah malasnya.

“Anni, aah kau ini, umma serius tau, Tanya saja appamu.” jawab umma Kibum dan berjalan ke kamarnya.

‘Nana-ssi, sungguh itu kau?’ dalam hati Kibum bertanya-tanya. ‘Besok adalah weekend, aku harus kesana, memastikan semuanya, Jonghyun dan Minho harus ikut, baiklah, besok pagi aku akan menjemput mereka.’ tekad Kibum.

KEESOKAN HARINYA

Kibum bangun dari tempat tidurnya dan langsung bergegas mandi dan menyiapkan keperluan untuk berangkat ke rumah halmeoninya sambil menghubungi kedua sahabatnya itu. Untungnya Minho dan Jonghyun untuk menemani Kibum kerumah halmeoninya.

Kringgg~~ ponsel Jonghyun berdering, ternyata itu dari Minho, ia segera mengangkatnya.

Minho : “Jonghyunnie~ aku sudah di depan rumahmu, ppalii .. Kibum sudah menunggu kita ..”

Jonghyun : “Ne, aku segera keluar”

Jonghyun dan Minho berangkat ke rumah Kibum yang hanya berjarak satu blok dari rumah Jonghyun. Sesampainya di rumah Kibum mereka langsung segera berangkat setelah pamit kepada umma Kibum. Kibum tampaknya sudah tidak sabar ingin segera mencari tau, dan hari ini Kibum akan memastikan bahwa gadis kecil yang katanya sudah tumbuh besar dan cantik yang dikatakan ummanya itu benar Nana.

*******************

Sepanjang perjalanan Minho dan Jonghyun selalu tertawa, seperti biasa Jonghyun yang tidak bisa diam selalu ngelawak(?) menggoda yeoja yang mereka lewati dijalan. Tapi kibum hanya terdiam, hanya sesekali ia ikut tertawa, tidak seperti biasanya. Kibum sibuk dengan perasaan dan pikirannya sendiri.

Akhirnya mereka sampai dirumah yang sederhana dan dikelilingi oleh kebun buah dan bunga yang sangat hijau dan sejuk.

“Wah pemandangannya BEAUTIFUL!!” seru Jonghyun dari dalam mobil.

Dari dalam mobil mereka melihat 3 orang yang sedang asyik berbincang di kebun buah milik nenek. Kibum pun langsung turun dan pergi meninggalkan kami dalam keadaan mobil belum terparkir.

Minho dan Jonghyun pun segera menyusul Kibum dan berhenti saat perlahan saat melihat Kibum juga berhenti.

“Wae Bummie? Kenapa berhen…ti . “ tanya Minho terbata saat melihat satu yeoja yang ia kenal disana.

KEY POV

Omona~ mana Nana? Yang mana gadis kecilku? Apakah yeoja itu? Aahh. Aku segera menghampiri mereka yang sedang asyik berbincang-bincang.

“Nenek…. Bogoshippo“ teriak Kibum sambil berlarian memeluk neneknya.

“Kibum cucuku…..nado bogoshippoyo” nenek membalas pelukkan Kibum “Kenapa kau tidak bilang dulu padaku ingin kesini?” tanya nenek.

“Ne.. aku ingin beri kejutan pada nenek. Hehehehe.“ jawab Kibum dan melepaskan pelukannya “Nek, perkenalkan, ini kedua sahabatku.. “ lanjut Kibum.

‘OMG, benarkah apa yang ku lihat? Inikah gadis kecilku?’ gumamku dalam hati.

“Aah iya cucuku, ini dia gadis kecil yang suka bermain denganmu saat kecil, kau ingat? Dia nona Kim.  ayo perkenalkan diri kalian juga pada dua yeoja cantik ini ..” ucap nenek.

 “Ooohh, aa…anneyong. Kibum imnida.“ ucap Kibum memperkenalkan diri dengan suara yang terdengar gugup. Lalu lanjut dengan giliran Mnho dan Jonghyun yang memperkenalkan diri.

“Annyeong Kibum, aku Kim ………  “

                                                                        *tbc*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “Complicated Destiny – Part 1”

  1. pas ada kalimat “mereka menunggu salah satu sahabat mereka yang sangat populer dan playboy” udh nebak pasti itu jjong…dan tebakan sma sx ga meleset….
    jjong bnr2 tp sana-sini ye…smua cwe digodain…
    mau dong digodain…*ditarik onew

    syang ya ontae dsni ga ada…

  2. wiw~ suka suka! rame bener daaaahh~ lanjut dong please :3
    itu kocak lah pas hyuna diintip roknya ckckckkc~ karakter jong sbg playboy idup banget! XD

  3. huahahah pertama2nya buat aku ketawa .. inget sama kelakuan ku di kelas dengan temen sebangku ..
    dah kaya org pacaran “chagya” selalu keluar setiap manggil … ahahahah
    jadi curcol … huwaaa minho suka ma hyuna ya ?? ahahahhaha
    kibum nna itu siapa? apa hyuna ?? n penasaran ma driver itu .. jgn2 dy cwe .. ???
    huwaaa di tunggu lanjutannya ..

  4. Pas mereka naik bus kan sempit, jadi gak duduk, tp minho bisa tidur dgn nyenyak ya o_o ajaib xoxo
    Btw, salam kenal unn!^^
    Lanjut yaaa

  5. Aaaaa!!! Minho suka ya sama hyuna????
    Hyuna……..suka juga dong! :p
    Tapi itu nana itu hyuna ya?
    HAAAAA! Entar kibum juga suka
    Nanti rebutan gimana aaaa andwae andwae
    Lanjut part 2!

  6. waaacchhh ,, jangan2 itu,,,,, aku ??? *ngarep!!!*
    suka dhe ma jongkey moment ,, seru , asyik , n ngegemesin ……
    ayooo lanjooottt !!

  7. Penuh misteri!! Daebak!!
    Siapa ya sopir bus itu?? Dan siapa ya nana?? Apa ada hubungan dengan hyuna??
    Hehehe
    Ditunggu kelanjutannya thor xD

  8. hai semuanyaaaaa XD
    gomawo ya udah mau baca FF gaje kami *bow 90derajat*
    silakan yang punya kritik dan sarannya dikemukakan(?) akan kami terima dengan senang hati ^^

    see you to the next part(?) XD

  9. Wuah…
    Daebak thor 😀
    itu gadis kecilnya Kibum siaapa??hyuna atau..???
    Makin pnsaran…
    Next part jgn lama2 yah thor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s