You Save Me from My Silent World – Part 4

You Save Me from My Silent World-part 4

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Krystal Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15 maybe

Summary:

Hana POV

Aku ingin sekali menceritakan masalah pribadiku pada seseorang, tapi aku tidak tahu harus menumpahkannya pada siapa. Aku merasa tidak ada orang yang mau mendengarkan keluh kesahku, kalaupun ada, belum tentu aku percaya padanya, terutama jika orang itu adalah yeoja. Jujur saja, dalam hidupku, aku kurang bisa mempercayai mulut yeoja, yah…walaupun aku juga yeoja. Mulut yeoja itu tidak beda dengan infotaiment berjalan, menyeramkan. Setidaknya aku pernah menjadi korban ketajaman mulut yeoja sewaktu SMP, sudahlah…sebaiknya aku tidak usah mengenang kejadian yang sangat menyakitkan itu.

Saat ini aku sedang merasa lelah. Tiap hari kuliah, kerja part time sampai malam, belum lagi harus belajar sampai larut malam. Sekalinya libur, aku harus berkutat dengan setumpuk cucian baju dan tugas-tugas kuliah. Rutinitasku membawaku pada puncak kejenuhan, rasanya kepalaku tidak pernah terasa ringan selama seminggu belakangan ini.

Ditambah lagi tadi pagi aku mendapat kabar dari umma bahwa umma diusir dari rumah kontrakan kami karena tidak mampu membayar uang sewanya, dan akhirnya umma pontang-panting mencari tumpangan sementara. Aku sedih membayangkan keadaan umma di sana. Aku tidak dapat membantunya apa-apa, bahkan aku tidak ada disampingnya di dalam kondisi seperti ini. Umma…maafkan anakmu yang tidak berguna ini. Aku benar-benar merasa bersalah padamu umma…

Minho POV

Nyaris setiap hari aku melihatnya seperti mayat hidup. Datang kuliah dengan mata sayu, tidak ada tawa maupun senyum yang terlukis di wajahnya. Entah kenapa aku tidak suka pada yeoja seperti ini, yeoja yang selalu murung dan menyendiri.

“Hana sshi!” aku memanggilnya dengan nada sedikit kesal.

Ia hanya melirik dengan tatapan tanpa ekspresi. Hana, padahal aku berharap kau marah. Ya, dengan begitu aku tidak harus melihat kesedihanmu yang setiap hari tersirat di wajahmu. Lebih baik aku melihatmu marah.

“Dasar Pabo! Kau niat kuliah tidak sih? Setiap hari kau tampak seperti orang yang melamun dan tidak bersemangat, kalau kau tidak niat kuliah, lebih baik kau keluar saja!!” Entah kenapa aku malah mengeluarkan kata-kata seperti ini. Aku hanya ingin ia berubah, tidak seperti ini setiap hari. Kurasa ia bukan ibu-ibu rumah tangga yang dipusingkan oleh banyak masalah rumit, jadi aku tidak suka melihat anak seusia kami hidup seolah-olah ia memanggul negara ini di punggungnya.

“Jangan asal bicara, kau tidak tahu apa-apa tentangku!” ia tersenyum sinis padaku, tapi kulihat matanya memerah dan mulai basah.

“Aku tidak asal bicara, memang itu yang terlihat setiap hari. Aku tidak peduli dan tidak tertarik mengenai masalahmu, tapi bisakah kau tidak menunjukkan muka membosankanmu itu, aku muak melihat kau yang lebih mirip seperti boneka hidup setiap datang kuliah.” Aku menanggapinya dengan nada datar.

Hana POV

“Dasar Pabo! Kau niat kuliah tidak sih? Setiap hari kau tampak seperti orang yang melamun dan tidak bersemangat, kalau kau tidak niat kuliah, lebih baik kau keluar saja!!” aku tersentak dengan kata-katanya.

Hatiku terasa sakit seperti habis tertusuk sebilah pisau tajam. Tau apa dia tentang kehidupanku, seenaknya mengatakan bahwa aku menjalani perkuliahan tanpa semangat. Tahukah kau minho, aku benar-benar berjuang keras untuk tetap bisa kuliah, melawan kenyataan kondisi perekonomian, melawan kepenatan dan rasa lelah tubuhku serta membunuh perasaan sakit yang dirasakan batinku. Dan kau, siapa kau?  Kau tidak berhak menilaiku seperti itu!

Aku menahan amarahku, aku berusaha agar tidak keluar kata-kata kasar dari mulutku. Kurasa sebaiknya aku menyimpan rasa marah ini di dalam hatiku saja.

“Jangan asal bicara, kau tidak tahu apa-apa tentangku!” aku rasa ini jawaban yang terbaik, tidak ada gunanya menceritakan kisahku panjang lebar. Orang seperti dia takkan mau mendengarkannya kurasa.

“Aku tidak asal bicara, memang itu yang terlihat setiap hari. Aku tidak peduli dan tidak tertarik mengenai masalahmu, tapi bisakah kau tidak menunjukkan muka membosankanmu itu, aku muak melihat kau yang lebih mirip seperti boneka hidup setiap datang kuliah”

Aku menatapnya sengit sembari menahan air mataku yang sudah nyaris tak terbendung. Tidak, aku tidak mau seorang pun melihat air mataku ini, jangan sampai aku menangis sekarang

PLAKK…

Aku menampar keras pipinya, aku merasa marah sekali dengannya, tapi aku tidak mampu berkata-kata lagi setelah mendengar ucapannya tadi. Aku tahu tingkahku ini bodoh dan kasar, tapi saat ini aku sedang dikuasai amarahku aku tidak dapat berpikir jernih tentang apa yang harus kulakukan.

Minho POV

PLAKK

Aku terperanjat saat sebuah tamparan mendarat keras di pipiku. Aku memang mengharapkannya marah, tapi tidak menyangka ia akan menamparku. Menurutku kelakuannya ini sangat tidak sopan. Orang tuaku saja bahkan belum pernah menamparku dan aku pun tidak pernah main fisik pada orang lain. Bagaimana seorang yeoja seperti dia bisa menamparku dan membuat harga diriku jatuh di hadapan orang banyak yang sedang menyaksikan kami saat ini. Aku benar-benar tidak terima dengan kelancangannya ini!

Aku menarik tangannya dengan kasar, merengkuh paksa wajahnya mendekatiku, menahan dagunya dengan kuat, lalu menempelkan bibirku ke bibir yeoja ini dengan kasar, kutahan beberapa saat sampai akhirnya kurasakan air matanya mendarat di wajahku, baru aku melepaskannya.

Kali ini kulihat ia menangis, seketika aku juga ingin menagis. Argghhhh…apa yang barusan aku lakukan! First kiss ku baru saja kulakukan, tapi bukan ini yang harusnya kulakukan. Aku telah melakukan hal yang sangat menjijikan! Aku jadi ingin memaki diriku sendiri. Aku baru saja menodai seorang yeoja suci dan membuat air matanya terurai. Ahhhh…Minho pabo!!

Hana POV

Aku benar-benar menangis di hadapan orang banyak! Aku benar-benar marah pada namja kurang ajar yang ada di hadapanku ini, aku tidak pernah menyangka ia melakukan hal mengerikan seperti tadi kepadaku. Tapi saat itu aku juga tak berdaya karena wajahku ditahan kuat oleh tangannya. Aku benar-benar ingin menamparnya sekali lagi. Tapi aku ngeri membayangkan konsekuensinya, bisa saja ia akan melakukan hal yang lebih parah.

Aku memutuskan untuk buru-buru pergi setelah membereskan barang-barangku yang ada di meja. Aku tidak mau lama-lama berada di sini, melihat wajah tampan yang ternyata sangat busuk ini, melihat tatapan mengerikan yeoja-yeoja di sekitarku. Aku tidak sanggup lagi!

+++++++

Author POV

Sore ini awan hitam bagaikan menyelimuti sekeliling tubuh hana. Biasanya hana datang ke restoran dengan penuh semangat, karena di tempat inilah ia bertemu orang yang membuat harinya menjadi indah, melihat senyuman malaikat jinki yang membuat hati hana menjadi bahagia dan mendengar suara yang mampu menghangatkan hatinya. Tapi kali ini mata hana tampak sembab, sejak pulang kuliah sampai saat ini mata hana masih berkaca-kaca, sesekali ia menghela nafas untuk mencegah air matanya turun di tempat umum.

Begitu sampai di tempat kerjanya, hana buru-buru melangkahkan kakinya ke toilet. Disana ia menumpahkan air matanya hingga ia merasa sedikit lega. Sebelum keluar toilet, ia menghapus air matanya hingga benar-benar tidak ada bekasnya, kecuali matanya yang sembab.

“Hana sshi, kau habis nangis?” Jinki meneliti wajah hana dengan seksama, lalu mengamati tangan hana yang tampak gemetar saat menaruh pesanannya ke meja.

“Ani, aku tidak menangis” Hana menggeleng kuat.

“Lalu kenapa matamu sembab? Hais…kau berbohong padaku. Ayolah berbagi denganku ya?”

“Aku tidak apa-apa. Sudah ya jinki oppa, aku harus melayani yang lain dulu, kau lihat kan sekarang restoran sedang ramai” Ada sedikit getaran pada sura hana dan jinki menyadari itu.

Jinki tidak memaksa hana untuk bercerita karena memang yang dibilang hana, suasana restoran sedang ramai saat ini.

Hana POV

Aku membalikkan badanku dari jinki, aku tidak mau jinki menyadari bahwa aku habis mengangis berat. Yah…biarkan aku memendam sendiri kisah yang memalukan tadi.

“Hana sshi…kita jumpa lagi” Sebuah suara yeoja yang tidak asing lagi membuatku tersentak begitu menyadari siapa yang ada di hadapanku kini. Krystal dan minho!

Aku malas melihat minho, rasanya aku jijik padanya setelah kejadian tadi.

“Kau bekerja di sini ya?” krystal bertanya padaku sambil melemparkan senyum, mau tidak mau aku membalas senyumnya lalu mengangguk.

“Kau mau pesan apa krystal sshi?” tanyaku sesopan mungkin. Bagaimanapun aku harus professional, saat ini posisiku adalah seorang pelayan restoran, bukan seorang mahasiswa.

“Aku mau ayam saus italia ya, minumnya vanilla latte aja. Kau mau pesan ama minho?” krystal menepuk bahu minho yang ada di sebelahnya.

“sama seperti kau saja” sahut minho dengan muka yang terlihat malas.

“Ya! Choi minho, ada apa denganmu? Tadi kau semangat mengajakku makan, sekarang justru kau terlihat malas.”

Seperti biasa, kulihat Minho tidak menjawab.

“Ada lagi yang ingin dipesan?” aku berusaha menahan emosiku yang mulai tersulut setelah melihat wajah minho yang menyebalkan ini.

“Tidak ada. Oya, kalian kan teman sekelas, kok tidak saling sapa? Ayolah…tersenyum sedikitlah kalian…” kata-kata krystal terkesan seperti sedang menggodaku dengan minho.

“Malas.” jawab minho dingin

Aku juga malas tersenyum apalagi menyapamu, Choi Minho!

“Cih, aku juga malas” timpalku dengan nada kesal

Jinki POV

“Tidak ada. Oya, kalian kan teman sekelas, kok tidak saling sapa? Ayolah…tersenyum sedikitlah kalian…”

Kata-kata pelanggan yang tadi dipanggil krystal oleh hana itu membuatku berpikir sesuatu tentang hana.

“Malas”  sahut namja yang ditanyai oleh krystal

“Cih, aku juga malas”

Jawaban hana ini yang membuatku menduga bahwa hubungannya dengan namja yang bernama minho itu tidak harmonis. Yang aku tahu Hana tidak pernah sejutek ini pada orang, apalagi pada pelanggan. Aku memang tidak tahu banyak tentang kehidupan hana dan bagaimana kehidupannya di luar pekerjaan. Tapi dari sorot matanya aku tahu ia bukan tipe orang yang jutek, mudah marah ataupun mengeluarkan kata-kata yang terkesan tidak sopan. Tapi baru saja aku mendengar hana mengucapkan sesuatu dengan nada yang menurutku-penuh kebencian.

Hana menghilang dari pandanganku, sepertinya ia masuk ke dapur. Aku terlalu sibuk menguping sampai-sampai tidak menyadari kalau hana sudah pergi.

“Minho pabo, kau pasti habis membuat masalah dengan hana sampai-sampai ia bersikap seperti tadi? Hana memang tidak berkata macam-macam, tapi dari tatapan matanya padamu aku rasa ada sesuatu yang tidak beres diantara kalian, benarkan?” suara krystal yang setengah berbisik terdengar samar-samar di telingaku

“Memang ada, tadi siang sesuatu yang terjadi. Sudahlah, aku tidak mau membahasnya. Jangan bertanya lagi” jawab minho dengan mata yang seperti menghindari krystal

Entah mengapa aku jadi marah pada minho setelah mendengar jawabannya. Aku memang tidak tahu masalah apa yang ada di antara mereka. Aku cuma tahu minho lah yang membuat hana menjadi kacau sekali hari ini, dan karena itulah aku marah padanya. YA! Aku tidak mau seorang pun menyakiti hana sampai dia kusut seperti tadi. Mungkin, aku terlanjur saying pada hana setelah aku berbincang-bincang padanya nyaris setiap hari. Walaupun tujuan pertamaku mengajak ngobrol adalah bukan untuk….ah, sudahlah, pokoknya saat ini aku ingin sekali marah padanya. Tapi aku tidak berhak marah padanya, setidaknya ini adalah restoran, tidak lucu kalau aku sampai berkelahi dengan minho.

++++++++

Author POV

“Ayo ceritakan padaku apa yang membuatmu kusut hari ini?” Jinki melepaskan tangan hana yang sedari dari ia tarik

Ya, sesaat setelah Hana mengantarkan pesanan untuk krystal dan minho, Jinki menarik tangan Hana keluar dari restoran tanpa memberikan kesempatan pada hana untuk protes. Jinki membawa hana ke sebuah taman yang tidak jauh dari restoran itu.

“Aku baik-baik saja oppa” Hana tertunduk, tidak berani memandang tatapan malaikat jinki.

“Hais, kau kira aku anak kecil yang gampang dibohongi. Aku tahu kau sedang bermasalah, dan kalau boleh kutebak, salah satunya disebabkan oleh orang yang bernama minho tadi” jinki menegakkan kepala hana yang tertunduk dengan halus.

Kali ini air mata hana yang sudah ditahannya dari tadi perlahan menetes, membuat hati jinki bertambah teriris menyaksikannya.

“Oppa..aku bingung menceritakannya” Hana terisak , dan hal itu membuat jinki menarik kepala hana ke dalam pelukannya.

“Menangislah dulu sepuasmu” Jinki tidak mendesak hana untuk bercerita dulu, membiarkan kemejanya dibasahi oleh air mata hana, tapi jinki tidak mempermasalahkan itu. Ia mengelus rambut hana dengan lembut. Di dalam hatinya, ia merasa sedih juga mendengar isakan yeoja yang perlahan sudah mulai ia sayangi ini.

Setelah merasa lega, hana melepaskan diri dari pelukan jinki. Matanya benar-benar merah kini. Persis seperti orang yang tidak tidur selama beberapa hari.

“Kau mau berbagi semuanya denganku?” jinki menunggu jawaban hana dengan tatapan penuh harap. Ia sangat ingin hana menceritakan masalahnya, ia sangat ingin membantu hana menyelesaikannya.

“Jinki…ah, maksudku, jinki oppa, aku bingung menceritakannya dari mana. Yang jelas aku memang sedang jenuh dengan semua masalahku.”

“Mulai dari yang terjadi hari ini” jinki tersenyum pada hana

 Hana POV

“Mulai dari yang terjadi hari ini” jinki menjawab kebingunganku sambil melempar senyum hangatnya. Ya, melihatnya tersenyum seperti ini membuatku sedikit bahagia. Setidaknya aku tahu, ada satu orang yang tulus di kehidupanku saat ini.

“baiklah. Mulai dari hari ini. Tadi pagi ummaku telepon, dia cerita kalau ia diusir dari rumah kontrakan karena tidak bisa bayar, dan saat ini umma belum memberikanku kabar dimana ia menumpang untuk sementara. Jinki,eh, jinki oppa”

“panggil aku jinki pun tidak apa” jinki memotong ucapanku, sepertinya ia sadar kalau aku masih agak canggung memanggilnya oppa. Aku mengangguk, lalu melanjutkan ceritaku

“cerita umma saja sudah membuatku sedih. Ditambah lagi akhir-akhir ini aku memang memporsir diriku untuk melewati UTS, dalam kondisi lelah dan jenuh, aku tidak tahu harus berbagi cerita dengan siapa, aku benar-benar merasa sendiri melewati kehidupanku, aku mati-matian agar aku bisa bertahan di jurusan yang bukan pilihanku ini, aku bahkan benci dengan jurusanku saat ini, tapi aku tetap berusaha untuk rajin kuliah, belajar sampai larut malam dan mengerjakan semua tugasku. Aku tahu, mungkin ini jalan satu-satunya bagiku agar aku dapat membahagiakan umma suatu hari nanti. Tapi tadi pagi….”  Aku kembali menangis lagi, tidak sanggup melanjutkan apa yang terjadi di antara aku dan minho.

Jinki memelukku lagi, dan air mataku pun kembali membasahi pakaiannya. Berada dipelukannya seperti ini membuatku nyaman. Aku seperti makhluk kubub yang sangat merindukan kehangatan seperti ini.

Jinki POV

Aku cukup terhenyak mendengar ceritanya. Ternyata hana yang selalu menemaniku ngobrol setiap hari di restoran, hana yang terlihat polos ini, punya banyak masalah. Aku tidak tahu kalau kehidupan hana begitu berat. Ia telah menceritakan kehidupan keluarganya, dari mulai kematian ayahnya yang membuatnya terpuruk, masalah perekonomian yang ia hadapi pasca ditinggal oleh ayahnya, bagaimana ummanya menghidupinya selama beberapa tahun belakangan, oppanya yang berandalan hingga rasa kesepiannya di kelas. Aku bisa mengerti mengapa ia merasa tertekan. Tapi satu hal lagi yang belum ia ceritakan, masalahnya dengan minho. Ia masih terlihat takut untuk menceritakannya.

“Baiklah jinki, aku akan menceritakannya, tidak peduli kau menilaiku apa setelah ini” ia menghela nafas panjang.

Hana menceritakannya dengan terbata hingga tuntas. Dan aku merasa sesak saat hana bilang : Minho mencium bibirnya dengan paksa!

“Hana, aku mengerti perasaanmu, kau pasti berat menjalaninya. Tapi hana, kalau kau berhasil melewati semua ini dengan baik ,aku akan menjadi pemenang dalam hidupmu. Aku yakin kau kuat. Kau hanya perlu teman curhat dan sedikit rileks dalam menjalani hidupmu. Aku punya beberapa saran, kau mau dengar?” aku berusaha memberinya sebuah semangat, kurasa inilah yang paling dibutuhkan saat ini.

Hana mengangguk pelan, tatapan matanya menunjukkan bahwa ia menunggu kata-kataku selanjutnya. Aku menghela nafas dulu untuk meredam emosiku akibat cerita hana tentang minho.

“Pertama, dengan kau bekerja part time saja sudah meringankan beban ummamu, kau jangan terlalu merasa bersalah. Aku yakin ummamu akan sedih kalau kau seperti ini. Kedua, kau tidak tahu apa alasan oppamu menghilang setelah ia membuat appamu sakit, bisa jadi ia merasa bersalah dan tidak berani menampakkan diri lagi, memang ada orang yang seperti itu. Ketiga, Aku, bukan, maksudku-saudaraku rumahnya masih di sekitar  kampung halamanmu, kudengar ia bekerja disana dan selalu pulang dimalam hari, jadi mungkin ibumu bisa berkerja disana, aku akan bicara padanya, kau tenang saja.”

“Gomawo jinki, jeongmal gomawo” Hana mulai tersenyum , walaupun ini bukan senyumannya yang bisaa.

“Lalu, tentang minho…” aku menghentikan kata-kataku, aku harus lebih dulu menyingkirkan perasaan pribadiku, aku tidak mau kata-kataku dicampuri oleh emosi, ini hal yang tidak boleh kulakukan.

“kurasa apa yang dikatakan minho tidak sepenuhnya salah. Mungkin hana yang dating ke kampus adalah hana yang selalu berwajah muram, kau sendiri yang bilang bahwa kau memang benci jurusanmu, secara tidak sadar hal itu mempengaruhi raut wajahmu saat kuliah. Apalagi kau punya banyak masalah. Kau benar, minho tidak tahu apa-apa tentangmu, tapi mungkin ia hanya ingin kau menjalani hidupmu dengan lebih selamat. Dan kurasa kau harusnya sadar, masih ada orang yang memperhatikanmu, ya-setidaknya ia menyadari kau tidak seperti temanmu yang lainnya, yang bisa tertawa dan tersenyum lepas. Dan penyebab minho menciummu paksa, kurasa itu hanya emosi sesaat. Mungkin minho adalah tipe orang yang tidak terima dipermalukan di depan umun, apalagi ditampar olehmu.”

Hana POV

Setelah mendengar perkataan jinki tentang minho, rasa benciku pada minho sedikit berkurang. Jinki benar, mungkin tujuan minho baik. Dan aku jadi tahu, bahwa ada seorang lagi yang sebenarnya pedli padaku, hanya caranya saja yang membuatku salah paham. Aku harus minta maaf karena telah menamparnya. Tapi tetap saja aku masih belum bisa sepenuhnya memaafkannya, first kiss-ku direbut paksa olehnya. Aku marah, malu juga. Siapa yang tidak marah dicium di depan umum, memangnya aku yeoja macam apa, dengan gampangnya dicium oleh namja.

Aku merasa beruntung pernah bertemu jinki. Orang ini malaikatku, dia menghiburku dengan tawa dan senyumnya setip hari, menjadi teman ngobrolku sampai mau menolong ummaku. Satu lagi, selain baik, ia juga orang yang sangat bijaksana, aku bisa merasakannya dari perkataannya tadi. Jinki, gomawo…You’re my angel. Dan tahukah kau…aku bertambah kagum padamu, mungkin tidak lama lagi aku akan jatuh cinta padamu. Atau mungkin saat ini aku memang telah jatuh cinta padamu? Entahlah…

“Hana, satu lagi yang mau kukatakan, tapi aku tidak tahu kau bersedia atau tidak. Maukah kau…”

TBC

++++++++

Kira-kira apa yang mau dikatakan jinki? Dan sebenarnya apa tujuan jinki waktu pertama kali ngajak hana ngobrol? Lalu bagaimanakah kelanjutan pertemanan Hana-Minho ? tunggu terus lanjutannya ya…

Hiyya…disinilah mulai masuk ke intinya. Maap kepanjangan dialognya, udah gitu banyak deskripsi yang kayak kereta api. Tapi aku memang harus ngejelasin itu semua supaya ga janggal di part-part berikutnya. Buat flames…jangan ngamuk ya minho-nya aku buat kayak gini dulu…dia ga brengsek kok, aku ga bakal tega bikin selingkuhanku(pacar saya onew) ini jadi orang semacam itu #plak, digaplok flames n MVP

Gomawo buat semua yang udah baca …jangan bosen-bosen baca FF ini ya…kritik sarannya ditunggu ^_^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

37 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 4”

  1. Wuahh~
    makin seru aja..
    Itu Jinki mau ngapain?
    Jinki mau nmbak Hana yah? #readersoktahu
    jgn lama2 yah next partnya 🙂

  2. Aih jinki
    Baik banget
    Sampe nolongin ibunya hana
    Itu si minho wahahaha langsung cium sembarangan
    Emang krystal galiat?
    Tapi jinki daebak banget
    Minho juga cuma caranya salah
    Katakatanya kasar banget bikin kesel
    Lanjuut

  3. jinki mau ngajak kawin,haha,ga ding…
    Authorny jg lp jinki mw blg apa,ntar aq baca lg part5ny,hehe…yg pasti bukan nembak kq

  4. @nikitaemin: pacar*jinki* emg baek,hoho…
    Kristay ga liat gmn?aq ga ngrti mksud prtanyaan km,mian lemot authorny.ga liat bagian apanya?wkt minho ki** hana?

  5. Kekeke,, Minhoooo,, gue suka gaya luuuuuuuuu!!!!

    Jinki,, as always si dubu yg lembut dan bijaksana… Authornya pinter nihh bikin penasaran,, itu si jinki punya tujuan apa deketin Hana,, ucapannya pake dipotong segala lagi,, hehehe

    good job y author!!!!
    Ceritanya makin seru dan bahasa juga enak,, ditungguin next part ny,,

  6. huaaaaa … jinki so sweet amat :D,
    pasti kata – kata terakhir itu “maukah kau jadi pacarku ?” hhahah

    kyaaaaa … kenapa itu minho cium si hana ? bibir mu itu cuman milik aku minho … hhaha #dirajamflames

  7. Jinki asli bijak banget. Karakter Hana memang menyedihkan. Kalau aku jadi Minho, aku juga tidak suka melihat teman sekelas sendiri setiap datang ke kampus mukanya murung terus.
    Asyiiiiik, mau masuk ke intinya.
    Nice story.

  8. asikk….asik… makin seru .. huwaaa si minho dah buat org emosi ampe segitunya .. ehh malah dia emosi ampe cium2 segala! kasian anak org ! -_-”
    huwaaa hana … hwaiting! jinki baik bgt nih ..
    mau bilang apa jinkinya .. ahh pasti itu ya .. itu tuh …
    ahhh udah deh di part selanjutnya ajah …
    ahahha good job thor ..

  9. mmm,kayakny bnyk yg ngira jinki mw nembak atw smacemny y.pdhl…ntar ada jawabanny d part6.

    Iya,si minho emosiny serem,serampangan amat nyium2 org.kl gt author mw jg bkin minho emosi ah…#abaikan

    jinki kn emg bijak,secara,leader musti gt kn emg.pokokny author cinta jinki apa adanya,jinki is mine*curcol g penting

    aduh gaje gini balesny.mian,author lg stress mw ujian

  10. Minho!!! Neon nappeun namja!!
    Tapi minho tuh maksudnya baik:”’
    Thank u jinki!
    Haaaaaaaa jinki baiknya selangit
    Gakkuat X_X
    Janganjangan mau ditembak?
    Woh!!!

  11. author , author , author ,,,,,!!!! *panggil2 author sok gawat ..*
    kok kayakna aq dapat firasat kalo jinki itu kakak’nya hana yg menghilang itu yaa ??
    bener gag siey ?? *ato cuma pikirian ngaco yg gag sengaja lewat*

  12. Aah, senangnya dapat teman curhat setampan Jinki. Udah tampan, baik, dan juga bijaksana. Tapi Minho juga baik tuh, hanya sifatnya yang terlalu dingin. Mungki saja Jinki mau mengatakan, ‘MAUKAH KAU MENJADI PEMBANTUKU?’ hahaha. #plak

  13. jinki bukan kakakny hana yg ilang kq.lgian hana kn g ktemu ka2kny sejak smp,otomatis taulah wajah ka2kny kaya apa.ntar kakakny hana cm cameo doang kq,dan org’a adlh yeobo ku,wahaha#ngarep

    aq jg ngarep ada org ky jinki d khdupan nyataku,syg’a seribu satu yg ky gt mah

  14. Waw..jinki mw nembak hana yaa…aduuoo…oh ya thor..part ini feel nya krasa bnged..apalagi pas minho nyium hana
    hahahaha…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s