Hyori’s Life Channel – Part 5

Title                 :    Hyori’s Life Channel  [part 5]

Author             :    deyamonk a.k.a milkyGreen

Main Cast       :    Han Hyori (imaginary cast), SHINee’s Taemin, SHINee’s Onew, Jung Soori  (imaginary cast), SHINee’s Minho

Supprot Cast   :    Jung Soobin (imaginary cast), Pegawai Toko Handphone, SHAWOL yang ngejar-ngejar Taemin dan Minho.

Legth               :    Sequel

Genre              :    Drama, Life, Romance

Rating             :    [G], [PG-13]

A.N                  :    Annyeong reader deul! Saya kembali… beuh, kalo diliat-liat ini FF perkembangannya lambat banget, yak – 3 – … jadi di part ini alur ceritanya aku percepat sedikit. Buat para Flames dan Taemints, bersabarlah… ini Cuma Fanfiction, okey? NO BASHING! Karena di part ini bakal banyak kejadian yang diharapkan para Taemints dan Flames sedunia bakal terjadi… Tapi kalau kalian sekedar pengen komen dan kritik yang pedes banget juga nggak apa, silahkan langsung ke leave comment ^^ and HEY, DON’T BE A SILENT READER, GUYS!! Remember, Comment Like Oxygen! Happy Reading 😀

*****

“Oh ya Taemin! Hyori kan tidak punya handphone, tadinya kami berniat untuk membelinya hari ini. Karena kebetulan ada kau dan orang disebelahmu itu, kenapa kalian tidak mengantarnya membeli handphone saja?” ucap Soori, diikuti mata Taemin dan Hyori yang sukses membelalak hebat.

 

Dengan sigap Soori menarik tangan Minho. “Aku harus membawa Minho pada Soobin. Dia kan Flames. Pasti dia akan senang sekali bisa bertemu dengan Minho. Ya, kan?” ujar Soori sambil sedikit mencubit lengan Minho yang tidak berdosa itu dan memberikan tatapan ikuti-saja-kalau-kau-masih-mau-hidup.

*****

[Part 5]

Taemin berlari kecil diikuti Hyori menuju sebuah taksi yang sudah mereka panggil sebelumnya. Mereka masuk dan duduk dengan terus menjaga jarak.

Hyori panik bukan main. Dia tidak pernah menyangka kejadian ini akan terjadi padanya! Yah, kalau dipikir-pikir, bukankah kejadian hari ini seperti… mmm… Kencan? Entahlah. Yang pasti Hyori sangat senang sampai dia ingin pingsan.

Taemin terus memandang keluar jendela taksi. Tidak ada suara diantara mereka berdua, hanya bunyi mesin kendaraan atau klakson. Diam-diam, Hyori berusaha melihat raut wajah Taemin. Dia tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Ini sangat dekat. Terlalu dekat.

Taemin yang menyadari tatapan Hyori, memutar tubuhnya menghadap yeoja itu. Wajah mereka berdua memerah dengan sempurna dari dahi sampai dagu. Hyori menunduk malu, sementara Taemin memalingkan wajahnya. Mereka diam lagi. Suasana kembali hening.

*****

Soori melepas genggamannya. Dia langsung membalikkan tubuhnya menghadap Minho. “Kau boleh pulang.” Ujarnya singkat. Minho terlihat sangat bingung. “Loh, bukankah tadi Noona bilang akan mengajakku bertemu… mmm.. soo… Soobin..?” Tanya Minho ragu. “Ani. Itu cuma alasanku saja agar Hyori dan Taemin bisa berduaan. Kalau ada kau kencan mereka pasti bakal hancur.” Lanjut Soori sambil berusaha menemukan taksi. “Jadi… Noona mau membantu Taemin?” Tanya Minho semangat. “Bukan membantu Taemin, tapi membantu Hyori.” Jawab Soori ketus.

Soori berhasil memanggil sebuah taksi. Sedangkan Minho hanya terbengong memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Melihat Soori yang hendak menaiki taksi, Minho jadi kelabakan. “Tunggu Noona!!” ujar Minho panik sambil berusaha menghentikan Soori. “Ya! Apa-apan kau ini!??” umpat Soori. “Aku… Sebenarnya aku tidak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Aku mau menemui gadis bernama Soobin itu, kok!” paksa Minho.

*****

Taemin dan Hyori berhenti di sebuah mall besar di Seoul. Mereka melangkah dengan kaku untuk masuk kesana. Tapi tiba-tiba, “Kita buat kesepakatan.” Ujar Hyori dengan nada yakin. Taemin hanya melongo. “Maksud Noona…?” “Dengar. Saat di dalam, aku tidak akan memanggilmu Taemin. Kalau ada yang dengar bisa repot… Aku akan memanggilmu Taesun. Nama kakakmu. Ingat itu baik-baik. Kalau tidak kau bisa dikerubungi SHAWOL.” Ujar Hyori dengan sedikit berbisik. Taemin hanya manggut-manggut. “Oh ya. Lebih baik kita pergi ke apotek dulu. Kita beli masker.” Ujar Hyori cepat lalu langsung menarik tangan Taemin menuju sebuah apotek dekat situ.

*****

Minho hanya diam melihat Soori yang sepertinya sebal dengannya yang akhirnya duduk satu taksi dengan si Nenek Sihir Soori. Minho mencoba mencairkan suasana. “Ngomong-ngomong kalau aku boleh tau… Soobin itu siapanya Noona?” Tanya Minho ragu. “Dongsengku.” Jawab Soori singkat. Glek! Minho menelan ludah. Kakaknya saja sudah galak setengah mati. Apalagi adiknya??!!!! Batin Minho. Dia kembali merinding. Seharusnya aku tidak usah ikut menemui Soobin!!

*****

Yup, penyamaran Taemin sempurna. Kacamata gelap, topi yang menutup rambutnya dengan rapat, baju yang tidak mencolok serta masker yang hampir menyembunyikan wajahnya. Dengan begini tidak akan ada SHAWOL yang mengenalinya. “Nah, dengan begini kita bisa berbelanja dengan tenang.” Ucap Hyori sambil tersenyum lebar, namun buru-buru dia sembunyikan melihat Taemin yang memandanginya. “Kamsahamnida, Han Hyori Noona…” “Jangan panggil aku begitu. Panggil Hyori Noona saja…” timpal Hyori sambil menahan rasa grogi. Taemin langsung menurutinya.

Hyori dan Taemin dengan anteng mengelilingi seluruh mall, mencari handphone murah dan berkualitas (Hadoooh… iklan banget – 3 – ). “Noona ingin handphone yang seperti apa?” Tanya Taemin yang masih sibuk dengan brosur-brosur handphone yang diberikan para SPG. “Mollayo… aku sudah sangat cocok dengan handphone-ku yang lama. Tapi aku memang berpikir untuk membeli yang lebih canggih juga, sih…” jawab Hyori. Hyori menghela nafas panjang. “Aku agak menyesal karena tidak begitu mengikuti kemajuan teknologi…” ujarnya sambil manyun. Taemin pun ikut bingung.

 

Aku sih bisa saja menelpon Key Hyung atau Onew Hyung dan meminta pendapat mereka, kira-kira handphone yang paling bagus saat ini apa. Tapi… Key Hyung pasti bawel kalau tau aku beli handphone baru. Dia pasti berpikir aku membelinya untukku sendiri. Padahal untuk orang lain…batin Taemin. Tiba-tiba Taemin baru menyadari bahwa yeoja yang tadi berdiri disampingnya sudah lenyap. “Lah, kemana Hyori Noona?” Tanya Taemin. Matanya mengelilingi sudut-sudut mall mencari sosok yeoja kecil itu.

“Taesun, sebelah sini!!” ujar Hyori. Oh ya, sekarang namaku Taesun. Batin Taemin, eh, maksudnya Taemin yang sekarang jadi Taesun. Dia langsung menghampiri Hyori yang kelihatan asyik sekali dengan toko kecil disudut mall itu. “Lihat, lihat! Handphone disini murah-murah sekali!” ujar Hyori girang sambil menunjuk beberapa handphone yang dipajang di lemari kaca. Tiba-tiba seorang gadis muda penjaga toko itu menghampiri Hyori dan Taemin. “Annyeonghaseyo. Apa kalian berdua tertarik dengan handphone ini?” ujar si penjaga toko ramah. “Kebetulan, hari ini adalah hari pertama toko ini dibuka. Jadi kami melakukan diskon besar-besaran.” Lanjut si penjaga toko sambil tersenyum. “Wuah, kebetulan sekali! Aku memang sedang butuh handphone yang murah…” ujar Hyori sambil terus melihat-lihat isi toko.

Taemin hanya berdiri menunggu Hyori melihat-lihat handphone. Namun si penjaga toko mulai mengenali perawakan Taemin. Dia mulai menyelidik Taemin. “Sepertinya saya pernah melihat anda… Apakah kita pernah bertemu?” ujar si penjaga toko dengan nada mengintrogasi. Glek! Taemin menelan ludah. “Ti-tidak… kita tidak pernah bertemu…” jawab Taemin sambil berusaha merubah suaranya. “Benarkah? Kalau begitu… Siapa namamu?” Tanya si penjaga toko tak kenal menyerah. “Namaku… Han Taesun…” jawab Taemin sambil terus berusaha menghindar.

“Tapi sepertinya perwakanmu agak mirip… ya, kau tau… SHINee Lee Taemin…” ujar si penjaga toko, terus berusaha mengorek jati diri Taemin. “Ah, yang benar? Yaah… orang-orang memang sering bilang aku mirip dengan Lee Taemin… hahahaha…” jawab Taemin dengan tawa yang hambar. Tapi si penjaga toko nggak menyerah juga. “Kalau begitu, kenapa kau memakai masker dan kacamata?” Glek! Taemin menelan ludah lagi. “Itu karena… aku sedang flu! Ya, aku sedang flu. Uhuk uhuk!!! Dan mataku… mataku memang punya kelainan. Mataku tidak bisa bertahan dibawah sinar matahari dan lampu terlalu lama…” ujar Taemin sambil berlagak sakit. Si penjaga toko terus memperhatikan bentuk tubuh dan suara Taemin. Dia makin curiga.

“Taesun, coba lihat yang ini!” ujar Hyori, mengangetkan si penjaga toko. Huuuufft… aku selamat. Kamsahamnida, Hyori Noona! Batin Taemin. Dia pun langsung menghampiri Hyori. Hyori pun menunjukkan handphone yang dimaksud. “Bagaimana menurutmu? Apa yang ini bagus?” Tanya Hyori polos. Taemin menggeleng dengan ragu. “Sepertinya itu tidak punya fitur yang lengkap…” jawabnya pelan. Taemin menjelajahi setiap handphone yang dipajang disana, sampai matanya tertuju pada sebuah handphone yang sangat familiar. “Noona, bagaimana kalau yang ini?” ujarnya sambil menunjukkan handphone yang dimaksud.

Hyori sedikit tersentak. “Samsung Anycall Haptic??” Taemin mengangguk. “Aku kan punya handphone ini. Aku rasa fiturnya sangat banyak dan nyaman digunakan. Lagipula, harganya juga tidak terlalu mahal.” Ujarnya sambil tersenyum. Hyori bukannya tidak mau, tapi dia merasa tidak adil kalau sampai punya handphone yang sama dengan Taemin. Mana ada SHAWOL di dunia ini yang tidak mau punya handphone yang sama dengan idolanya, bahkan disarankan oleh idola itu sendiri? Hyori merasa terlalu bahagia. Dia merasa tidak pantas.

“Aku senang kok kalau Noona punya handphone yang sama denganku…” lanjut Taemin pelan melihat ekspresi Hyori yang kelihatan seperti berusaha untuk menolak. Mendengar itu Hyori jadi grogi. Ya sudahlah. Toh handphone itu lumayan bagus. Batin Hyori. Hyori pun memutuskan untuk membeli handphone itu. Samsung Anycall Haptic.

Di kasir, ada beberapa pernak-pernik handphone yang dipajang di meja kaca. Hyori yang melihat itu sangat tertarik. Terutama pada sebuah phone-strap berwarna hijau dengan gambar pangeran katak yang lucu. “Bolehkah aku lihat yang ini?” ujar Hyori. Petugas kasir pun mengeluarkannya. Wuah, phone-strap ini lucu sekali!!! Harganya juga murah… aku ingin membelinya! Batin Hyori. “Oh, phone-strap ini berpasangan. Ada bentuk pangeran katak dan putrinya. Apa anda mau sekalian membeli pasangannya?” ujar si petugas kasir. Hyori sebenarnya ingin tapi untuk siapa? Soori tidak akan suka phone-strap berbentuk putri yang imut begini.

“Wuah, phone-strap-nya lucu juga.” Ujar Taemin tiba-tiba. Hyori sedikit grogi. “Kau… mau membelinya?” tanyanya ragu. Taemin melihat wajah Hyori yang kelihatan grogi. “Phone-strap ini berpasangan. Ada betuk pangeran katak dan putrinya. Aku berniat membeli yang berbentuk pangeran katak…” lanjut Hyori. Taemin mulai melihat titik cerah dari perkataan Hyori.

Bukankah ini kesempatan bagus? Ini bisa menjadi pengikat antara hubunganku dan Hyori Noona… Memang sih, aku tidak benar-benar mencintainya. Tapi setidaknya bukankah ini harus kulakukan supaya terlihat seperti nyata?

Taemin menyembunyikan wajahnya yang makin memerah dan panas. “…Bo-boleh juga…” Hyori langsung kelabakan. Dia mematung di tempat. Melihat reaksi Hyori yang diam saja, akhirnya Taemin memberanikan diri mengambil tindakan duluan. “Kami ambil yang ini.” Ujarnya sambil menyerahkan dua phone-strap itu pada petugas kasir. Hyori hanya bisa mematung tidak percaya. Matanya sudah sebesar bola basket sekarang.

*****

Soori dan Minho sampai disebuah perumahan. Mereka terus berjalan sampai mereka sampai disebuah rumah kecil berwarna pastel yang agak pudar. “Silahkan masuk.” Ucap Soori pelan kepada Minho setelah dia selesai membuka kunci pagar. Minho hanya mengangguk pelan sambil melangkah masuk. “Aku pulang.” Ujar Soori begitu memasuki rumahnya. “Annyeonghaseyo…” ucap Minho pelan. Tapi tidak ada jawaban. Dan tidak ada suara langkah kaki yang menghampiri mereka.

Ckiiiit!! Terdengar suara aneh dari sebuah kamar menuju ruang tamu. Minho sedikit kaget mendengar suara aneh yang menurutnya sangat tidak wajar itu. “Soobin? Kau dimana?” Tanya Soori seraya mempersilahkan Minho duduk. “Aku di kamar, Eonni!!” Minho agak sedikit lucu mendengar suara yeoja bernama Soobin itu. Suaranya cempreng, berbeda dengan Soori yang serak-serak becek.

“Mianhamnida, Eonni… Aku sedang latihan biola tadi, jadi aku tidak mendengar suara pintu terbuka…” ujar Soobin seraya keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah biola ukuran sedang. DEG!! Minho kaget bukan main. Ternyata suara aneh itu dari Soobin. Minho sedikit prihatin melihat keadaannya. Soobin keluar kamar dituntun Soori. Ya. Soobin tidak berjalan. Dia memakai kursi roda. Dia lumpuh.

“Dia… Mi-mi-mi-mi… Minho Oppa?!! SHINee Minho?!!!!” jerit Soobin begitu melihat Minho duduk di ruang tamunya. “Eon, kamu yang bawa dia kesini?!!” Tanya Soobin tidak percaya. “Yaeyalah… Aku nemu dia di pinggir jalan.” Jawab Soori ketus. Minho berdiri, lalu membungkukkan badannya. “Annyeonghaseyo… SHINee Minho imnida…” ujarnya pelan. Minho masih sedikit miris dengan kondisi Soobin. Dia agak tidak percaya bahwa adik Soori Si Nenek Sihir adalah seorang yeoja yang lumpuh. Soobin pun membungkukkan separuh badannya. “Annyeonghaseyo… Soobin imnida…” ujarnya sambil menahan grogi. Dapat Minho lihat wajah Soobin memerah dengan sempurna.

“Kalian ngobrol saja dulu. Akan aku buatkan teh.” Ujar Soori sambil melangkah menuju dapur. Suasana langsung hening. Tapi melihat keadaan Soobin, Minho akhirnya memulai pembicaraan. “Kudengar… Kau seorang Flame, ya?” tanyanya pelan. Soobin terperanjat kaget. “Dari mana Oppa tau…?” Tanya Soobin ragu sambil terus menahan grogi. “Soori Noona mengatakannya padaku.” Jawab Minho sambil menyunggingkan senyuman penuh kharismanya. Soobin serasa meleleh.

“Aku tidak tau kalau Oppa dan Eonni saling mengenal…” ucap Soobin pelan. “Kami bertemu secara kebetulan… Aku juga tidak begitu mengenal Noona… Sebetulnya kami bertemu secara terpaksa, sih…” jawab Minho. Suasana kembali hening, tapi Minho berusaha untuk terus menghibur Soobin. “Sejak kapan kau menjadi Flame?” Tanya Minho. Soobin mengangkat alis, berpikir sejenak. “Mollayo, sepertinya sejak pertama kali aku melihat Oppa…” jawabnya dengan wajah merah dan panas.

“Sepertinya kau pandai memainkan biola… Maukah kau memainkannya untukku?” ujar Minho yang membuat Soobin terkejut dengan sukses. “Engh, aku… aku hanya bisa, bukan pandai…” jawab Soobin panik. “Kwenchana. Aku hanya ingin mendengar kau memainkannya.” Ujar Minho sambil tersenyum sangaaaat… manis. Author yang nulisnya aja sampai meleleh >/////<

Perlahan Soobin mengambil biolanya, lalu memposisikan kepala dan tangannya untuk mulai menggesek senar-senar biola. Sreeek!! Suara gesekan dawai-dawai biola mulai terdengar lembut. Awalnya Minho tidak tau lagu apa yang dimainkan Soobin, namun setelah beberapa detik Minho tersenyum bangga. Lagu itu sangat mengena di hati Minho. Noona Neomu Yeppo.

Soobin terus memainkan biolanya dengan penuh perasaan, karena kini dia memainkan lagu kesukaannya dengan alat musik kesayangannya, di depan orang yang paling diidolakannya. Terkadang dia memejamkan matanya menikmati nada-nada yang mengalun dari dawai-dawai biolanya. Sampai di bagian Chorus kedua, Minho ikut menyanyikan lagu itu. Soobin semakin semangat memainkan biolanya. Gesekan biolanya semakin lembut. Minho pun menyanyikannya dengan senang hati, melihat penggemarnya memainkan alat musik untuknya dengan begitu indah.

*****

Taemin dan Hyori berjalan di mall itu dengan sangat canggung. Mereka masih kikuk mengingat phone-strap couple yang kini menggantung di handphone mereka yang bermerek sama. Sekali lagi Hyori mengelus pipinya yang sangat panas dan merah. Dia sangat malu! Bahkan untuk memperkecil jaraknya dengan Taemin saja dia tak sanggup. Sesekali dia melirik handphone barunya. Ya Tuhaaaan… aku tidak akan pernah menjual handphone ini!! Ujarnya dalam hati.

Taemin sebenarnya sedikit risih dengan keadaan mereka yang saling merasa canggung satu sama lain. Dia ingin sekali mengobrol dengan Hyori, seperti ketika dia mengobrol dengan teman-temannya yang lain. Tapi dia tidak berani. Dia takut membuat Hyori makin grogi. Jadi dia memilih untuk diam, menunggu Hyori mengatakan sesuatu.

Tapi Taemin sudah tidak sabar. Dia ingin cepat-cepat mencairkan suasana kikuk ini. Akhirnya dengan agak buru-buru Taemin menarik tangan Hyori yang tengah asyik memandangi handphone barunya. Tangan Hyori yang agak lemah dengan mudah terlepas saat Taemin berusaha mengambil handphone itu darinya. “Ini nomor handphoneku, Noona. Aku menulisnya dengan nama Lee Taemin. Aku ingin bisa menghubungi Noona dengan bebas.” Ujar Taemin. DEG!! Hati Hyori tidak karuan. Antara senang, kaget, dan tidak percaya.

“Lee… Taemin…?” ucap Hyori pelan. Taemin mengangguk. “Ne. Noona bisa menghubungiku kapan saja. Selama aku tidak sibuk, aku pasti akan membalas sms Noona dan mengangkat telpon dari Noona.” Hyori makin mematung. “Tapi… Wae…?” Tanya Hyori pelan penuh heran sambil terus mematung. Taemin menghela nafas sejenak, mengumpulkan semua keberanian yang tertahan di tenggorokannya. Ingat, Taemin… ini hanya pura-pura… batinnya. Taemin pun menjawab sambil memasang senyumnya yang paling manis. “Karena aku ingin lebih mengenal Hyori Noona.”

Hyori terperanjat. Lututnya lemas seketika. Suasan mall saat itu sedang sangat ramai, tapi Hyori merasa seaka-akan disana tidak ada orang lain selain dia dan Taemin.  Benarkah ini? Apa aku tidak mimpi?!! Dia sangat bahagia. Tidak. Dia terlalu bahagia. SHINee Taemin ingin lebih mengenalku??!!!!

“KYAAAAAAAAAKKKK!!! ADA SHINEE TAAEEEMMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNN~!!!!!!!!!!!” jerit seorang yeoja tiba-tiba. Yeoja itu menunjuk Taemin dan Hyori dan berkali-kali meneriakkan nama Taemin dengan sangat kencang, membuat seisi mall hening sesaaat.

“TTAAAAAAAAAAAAAAAEEEEEEEEEEEMMMMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNN~!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Hampir seluruh isi mall mengerubuti mereka. Para SHAWOL yang kebetulan ada disana langsung berusaha untuk sekedar menyentuh jaket Taemin. Tapi ada juga yang nekat menarik baju Taemin atau mencubit tangan Taemin karena gemas. Taemin melesat kencang sambil menarik tangan Hyori. “Ayo Noona!! Kita harus kabur!!” ujarnya panik. Dia terus berlari sambil berusaha menghindari orang-orang dengan sangat lincah. Sementara Hyori hanya terbengong saja sambil mengingat-ngingat kata-kata Taemin. Dia ingin lebih mengenalku… dia ingin lebih mengenalku… oh, kata-kata itu! Menggema sampai kelubuk hatiku…

Taemin terus berusaha kabur, walaupun tenaganya sudah mulai habis. Sebenarnya, Taemin bisa saja berhenti dan memberikan tanda tangan atau menerima tawaran foto bersama. Tapi pengunjung mall yang mengejarnya terlalu banyak. Dia tidak akan bisa meladeni mereka semua. Lagipula sekarang dia sedang bersama Hyori. Dia pun terus berlari sambil menarik Hyori, sementara Hyori masih tenggelam dalam dunianya sendri.

Aduh, Hyori  Noona malah diam saja… bantu aku dong, Noona!! Aku sudah mulai kehabisan tenaga!

Taemin terus berlari, namun dia terhenti ketika beberapa yeoja menghalangi jalannya untuk kabur. Ya, sekarang Taemin dan Hyori terhimpit dan dikelilingi para SHAWOL. Mereka sudah tidak bisa kabur.

*****

Minho mulai mengobrol dengan Soobin, membicarakan hal-hal kecil seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, tentang impian Soobin untuk menjadi pemain biola yang hebat, dan sejak kapan Soobin menjadi seorang SHAWOL. “Aku sangat menyukai lagu kalian, Noona Neomu Yeppo. Memang sih, aku bukan Noona kalian. Tapi iramanya sangat trendy dan liriknya mudah diingat. Benar-benar lagu yang easy listening.” Ujar Soobin penuh senyum. Minho hanya bisa tersenyum melihat penggemarnya menyukai lagu SHINee. “Kalau boleh tau, sekarang berapa umurmu? Kelas berapa?” Tanya Minho. “14 tahun, Oppa. Kelas 2 SMP.” Jawab Soobin. “Wuah, baru 14 tahun tapi permainan biolamu sangat indah… Kau sangat berbakat, Soobin-ah! Daebak!!” ujar Minho sambil mengacungkan jempol dan memberikan senyuman kharismanya yang udah pasti bikin melting. Soobin hanya bisa tersenyum grogi mendapat pujian dari idolanya sendiri. Suara Minho yang memanggilnya ‘Soobin-ah’ selalu terngiang di telinganya.

Minho secara tidak sengaja melihat kaki Soobin yang hanya tergontai lemas di kursi roda. Rasanya tidak ada yang aneh dengan kaki Soobin. Tapi kenapa Soobin tidak bisa berjalan? “Aaah… Oppa… Kakiku tidak lumpuh dari luar…” ujar Soobin seakan-akan bisa membaca pikiran Minho. Minho tertegun. “Kata Soori Eonni, waktu umurku 3 tahun aku jatuh dari gendongan Ummaku. Lalu kepala bagian belakang dan bagian punggungku terantuk batu. Menurut dokter, benturan itu membuat saraf menuju kakiku bermasalah. Sehingga kakiku tidak bisa digerakkan…” ujar Soobin dengan senyum yang 100% dipaksakan.

“Tidak hanya kaku, kakiku mati rasa. Kalau aku jatuh atau berusaha bertumpu pada kakiku pun, aku tidak akan merasakan sakit, atau rasa apapun. Bahkan walaupun tulang kakiku patah, aku tidak akan bisa merasakan apapun…” Minho hanya memandangi Soobin dengan tatapan penuh simpati. “Aku tidak bisa menggunakan kaki palsu, karena kaki palsu tetap haru digerakan dengan kaki bagian atas. Sedangkan kakiku lumpuh total dari bagian paha atas sampai ujung jari kaki…” lanjut Soobin. Minho sudah tidak kuat mendengar kenyataan itu. Terlalu menyedihkan.

“Apa yang kalian bicarakan?” ujar Soori sambil membawakan beberapa cangkir teh. “Aku hanya menanyakan tentang keadaan member SHINee yang lain, kok.” Ujar Soobin penuh senyum. Minho tidak percaya apa yang dilihatnya. Dengan mudahnya Soobin tersenyum, menyembunyikan semua penderitaannya dari Eonni-nya sendiri. Padahal sudah 11 tahun dirinya memendam kesedihan di kursi roda itu. Minho masih tidak menyangka betapa tegarnya yeoja yang lumpuh itu.

*****

Taemin dan Hyori makin terhimpit. Para SHAWOL makin menjerit, bahkan ada yang berhasil mengambil kacamata Taemin. Taemin mulai berkeringat dingin. “Noona… Ottokhe!!???” jerit Taemin. Hyori yang sudah mulai bangun khayalannya berusaha mencari akal.

Ting! Sebuah bohlam menyinari otaknya. Hyori mengarahkan telunjuknya ke sudut mall. “Uwwwooooaaaaa~!!! Taemin, para Hyung-mu dari Super Junior dan TVXQ datang menjemputmu, tuh!!! Wuoaaaah! Ada Minho, Jonghyun, Key, dan Onew jugaaa!!!” jerit Hyori. Spontan seluruh mata melirik arah yang ditunjuk Hyori. Tapi tidak ada siapapun disana.

Hup!! Taemin dan Hyori langsung berlari keluar dari kerumunan begitu kesempatan kabur datang. Mereka lekas memanggil taksi dan meminta supir untuk ngebut. Di dalam taksi, mereka ngos-ngosan. Begitu capeknya untuk kabur dari para SHAWOL tadi. “Haaaaah… Capeknya…” desah Hyori. “Mianhamnida, Noona… Ini semua gara-gara aku…” ujar Taemin menyesal. “Hahaha! Bukan, ini bukan salahmu. Penyamaranmu sudah sempurna, kok! Hanya saja ada seorang yeoja yang matanya sangat teliti dan bisa mengenalimu. Itu saja!” jawab Hyori enteng sambil menepuk pundak Taemin. Hek! Hyori langsung menarik tangannya. Dia lupa kalau dia sedang bersama Taemin.

Selama perjalanan Taemin dan Hyori tidak banyak mengobrol. Tapi yang pasti mereka sudah lebih akrab dari sebelumnya. “Aku harap Noona suka handphone baru Noona…” ujar Taemin. “Tentu saja! Aku akan menjaganya baik-baik!” ujar Hyori sambil tersenyum dengan begitu bangga. “Kapan-kapan aku ingin jalan-jalan dengan Noona lagi…” ujar Taemin lembut. Hyori hanya mengangguk sambil menahan malu.

Akhirnya, taksi mereka sampai di apartemen Hyori. “Kamsahamnida atas hari ini, Hyori Noona. Aku sangat senang bisa jalan-jalan dengan Noona… Walaupun dengan sedikit gangguan…” ujar Taemin dari kaca taksi. “Ah, harusnya aku yang berterimakasih… Aku sangat senang kau mau menemaniku hari ini… Gomawo…” jawab Hyori sambil membungkuk sangat dalam. Tuk! Tiba-tiba Taemin mengeluarkan handphone-nya. Phone-strap putri kataknya terbentur dengan kaca taksi. “Pilihan Noona memang tidak salah, phone-strap ini bagus sekali! Aku akan menjaganya baik-baik!! Annyeonghaseyo!!” ujar Taemin seraya taksi itu berlalu. Hyori pun melambaikan tangannya, mengantar kepergian Taemin.

*****

“Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan. Sekarang cepat transfer uang itu ke rekeningku!” ujar seorang yeoja lewat ponselnya. “Ne, tentu saja. Kamsahamnida. Pekerjaanmu sangat bagus. Kuharap suaramu tidak hilang setelah berteriak sekeras itu.” Jawab suara dari ponsel. “Kuharap uangmu cukup untuk membeli suaraku, Nona Lee.”

*****

Matahari mulai tenggelam. Minho pun berniat pulang. Lagipula, hari ini dia sudah puas menyenangkan Soobin dengan banyak mengobrol dengannya, memberikannya tanda tangan dan banyak berfoto dengannya. “Aku harus pulang. Kalau aku terlambat, Key hyung pasti akan ngomel-ngomel.” Ujar Minho seraya bangkit dari duduknya. “Hati-hati, Oppa!” ujar Soobin sambil berusaha mengayuh roda kursi roda dengan tangannya, berusaha mengantar Minho pulang. “Ah, kau tidak usah mengantarku!” ujar Minho. Soobin pun cepat menurut. “Kamsahamnida atas hari ini, Soori Noona, Soobin-ah.” Ujar Minho seraya membungkukkan badannya. “Ya!! Sejak kapan kau memanggilnya Soobin-ah?! Sok akrab banget!” ujar Soori ketus. “Udahlah, Eon! Biarin aja! Lagipula aku senang-senang aja kok dipanggil begitu sama Minho Oppa! Mehrong!!” timpal Soobin sambil menjulurkan lidahnya. Minho pun mengucapkan salam dan berjalan pulang. Soori pun ikut untuk mengantarnya sampai taksi.

Belum sampai 5 langkah, Minho berbalik. Dia melepas topi abu-abu yang sedari tadi menutupi rambutnya. Lalu dia memakaikan topi itu ke kepala Soobin. Soobin hanya melongo tidak percaya. “Kenang-kenangan dariku.” Ujar Minho sambil memberikan charismatic wink andalannya. Wajah Soobin serasa hampir meledak. “Kamsahamnida, Minho Oppa!” ujar Soobin. Minho pun melambaikan tangannya. “Minho Oppa, Saranghae!!” pekik Soobin sambil melingkarkan tangannya ke atas kepalanya membentuk lambang hati. Minho pun membalasnya dengan melakukan gerakan yang sama. “Nado saranghae.”

*****

“Gomawo.” Ucap Soori tiba-tiba. Kepalanya tertunduk dalam menahan malu. Minho hanya melongo. “Untuk apa, Noona?” “Untuk perhatianmu pada Soobin. Sejak dia menyadari kelumpuhannya, belum pernah ada orang yang bisa membuatnya tersenyum seperti tadi selain kau.” Jawab Soori. Minho dapat melihat wajah Soori yang memerah, entah karena malu atau karena pancaran sinar mentari senja.

“Aku senang bisa bertemu denganya.” Ujar Minho sambil menghela nafas. “Dia sangat tegar. Dia tetap berusaha menggapai mimpinya sebagai seorang pemain biola yang handal, walaupun dengan kekurangan pada fisiknya. Aku banyak belajar darinya.” Sekilas Minho dan Soori saling berpandangan. “Setidaknya dia tidak galak seperti Noona.” Ejek Minho. Minho sudah bersiap-siap menerima pukulan dari Soori, tapi ternyata respon Soori berbeda.

“Pokoknya, aku berterima kasih padamu! Aku sangat menyayangi Soobin, tapi aku tidak pernah berhasil membuatnya tersenyum. Aku berhutang budi padamu!” ujar Soori dengan agak membentak. Dia langsung berlari ke rumahnya.  Minho hanya melongo bingung.

Reaksinya beda… Agak aneh sih, tapi… Kenapa aku jadi deg-degan begini? Aduh, Minho, kau kerasukan setan apa sampai bisa menganggap sikap nenek sihir ini sangat manis??!!

 

Minho naik taksi dan pulang dengan perasaan kacau. Dia teringat tentang kaki Soobin, tugas kuliahnya yang menumpuk, dan… sikap Soori yang aneh.

*****

Para member SHINee sedang asik menghabiskan waktu senggang mereka di dorm. Onew sedang asyik main Winning Eleven dengan Minho, Jonghyun sedang melanjutkan lirik yang ditulisnya, Key sibuk masak dan Taemin mengerjakan PR-nya yang numpuk.

Semua member langsung menghentikan aktifitas begitu telepon dorm mereka berdering. “Yoboseyo? Ah, manager Hyung!” ujar Jonghyun yang mengangkat telpon. Seisi dorm langsung hening penasaran akan apa yang dikatakan manager.

Jonghyun langsung terbelalak mendengar apa yang dikatakan manager. “SHINee akan debut di Jepang 2 bulan lagi??!!”

To Be Continued —> Wuah, udah mulai ada perasaan nggak jelas antara Taemin-Hyori dan Minho-Soobin tuuh! Bagaimana kelanjutannya ya? Dan apa yang terjadi dengan misi Taemin untuk mendapatkan Hyori kalau SHINee bakal debut di jepang 2 bulan lagi? Penasaran kah? Tunggu di part selanjutnya, ya!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “Hyori’s Life Channel – Part 5”

  1. akhirrnyaaa yah !
    Kluar jg ni lanjutan FF ini .xD

    Aaaaaaaaaaaaaaaaaa !
    Ngiler bgt dah bca tiap scene d sni !
    Pengen bgtttt mah ini !
    Ini sih khayalan yg ak idam” kan dr dluuu ~
    Wkwkwkkaa #plak

    Ituuu .
    Yg agak aneh…mksd ny apaan scene yg pas ad cwe nelepon” itu ._.a
    Hwhwhwhw.

    D tunggu next chapter ny !!
    Jgn lma ;_;
    Dan smoga tmbah seru sm ga ngbosenin .xP
    Ihihihihihihi~
    Hwaiting ~ ^^

  2. baru baca yg part 1nya… seru bgt…

    baca yg part2 sebelumnya dulu deh…. ya ya ya.. belum baca dari awal soalnya…

  3. aku kemaren udah baca author, tapi karena otak ngak bisa muter aku baru komentar …
    hehehe maaf ya…
    makin seru … itu si yg di tlp tampa nama siapa?
    makin penasaran, huwaa taemin ckckckckcck
    miris ngeliat adiknya soori ..
    lanjut ya thor .. ^^

  4. waach ,, kayaknya lama banget niey baca part yg sebelumnya ……
    waaaawwww ,,,,,,, taemin udha ada rasa niech ama hyori ..
    next partnya jangan lama2 ..

  5. Mn nih lanjutannya??? Sayang banget klo ga d terusin…
    Lanjutin donk thor…pliss…
    Ff nya bagus…byk impian shawol ada d dlmnya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s