It’s You

Title : It’s You
Author : Reene Reene Pott
Main cast : Choi Minho  and YOU
Supporter cast : Dongwoon, Minhye.
Genre   : Romance, School Life
Length  : Ficlet
A/N : ANNYEONG!!! Aku kembali membawa cast abadiku. Choi Minho!!!! Tapi yang ini Happy end, gak kayak Go away yang sad end. Anggep aja tokoh yeojanya reader-reader sekalian….
Your POV
Aku melrik namja jangkung berandal yang sedang duduk sebangku denganku ini. Sekarang di tertidur pulas sehabis melakukan kebiasaannya yang sudah merupakan rutinitas bersama teman-teman sesama berandalnya, apalagi kalau bukan berantem. Heuuu. Aigoo, apa dia tidak memikirkan Jung sonsaengnim akan menggantungnya di tiang bendera? Ckckckck…
Bel telah berbunyi. Aku kembali melirik namja ini, lalu menyenggol lengannya serta menyodorkan buku catatanku ke arahnya.
“Igeo. Catat yang ketinggalan. Besok ada ulangan,” kataku singkat karena aku sudah tau dan hapal akan reaksinya lalu berbalik ke kantin.
..:::#####:::…
Pada pelajaran Biologi, kami ditugaskan oleh Kim sonsaengnim untuk menjawab 50 soal tentang syaraf, otak, peredaran darah dan jantung secara berkelompok. Dan, masalahnya kami ditugaskan berkelompok dangan sebangku. Hanya ada 2 anggota tiap kelompok. Beruntung nian si Dongwoon, ia sebangku dengan Minhye, pakar Biologi sekaligus pengganti Einstein. Sedangkan aku? Hellooo… aku sebangku dengan Choi Minho, dan aku sangsi ia sangat cuek bahkan malas atau lebih parahnya TIDAK PEDULI dengan tugas ini, sehingga kemungkinan besar aku harus menjawab soal-soal ini SENDIRIAN! Hah, haruskah aku meminjam otak Minhye untuk menjawabnya?
Well, it’s impossible. But I have to try, right? Perlahan ku coba untuk berbicara kepadanya seramah—garis bawahi itu—SERAMAH mungkin kepadanya. Karena, yang kutakutkan adalah aku sudah mendapat gelar almarhum jika berani menantangnya atau—dianggapnya—mengajaknya bertengkar.
“Minho-ssi, dimana kita mau mengerjakannya?” tanyaku menoleh ke arahnya dan memberikannya sedikit senyum. Kenapa sedikit? Karena mungkin ia tak akan menghargai itu. Ia hanya meliriku dingin. See?
“Terserah,” jawabnya ketus. Ya, ya, aku sudah tahu kalau dia tidak niat sama sekali. Kurasa saatnya untuk sedikit lebih keras terhadapnya.
“Geurae. Aku tunggu kau di taman dekat persimpangan jalan sekolah ini. Bila kau tak datang, terpaksa aku mencoret namamu karena yang kerja cuma aku,”
“Kapan?”
“Jam 5 sore ini,” dan selesai aku berkata, ia langsung pergi. Kemana? Ke kantin. Sudah rutinitasnya dan aku sebagai teman sebangkunya hapal akan kebiasaannya. Ckckckck.
…:::######:::…
Aku menunggunya sambil duduk di kursi panjang yang ada di taman itu. Sudah 15 menit. Baiklah, kalau sampai ia 15 menit lagi ia tak datang, namanya akan kucoret dengan senang hati. Kenapa? Karena selama menunggunya aku sudah mengerjakan 35 soal! Hebat nian diriku ini.
Setelah 5 menit menunggu lagi, akhirnya aku menemukan sosoknya melangkah mendekat, namun ada yang janggal. Ia berjalan dengan langkah terseok-seok. Bingung, heran dan penasaran, aku menghampirinya. Mataku membulat maksimal ketika melihatnya secara keseluruhan. Sudut bibirnya terluka, lebam menghiasi setiap lekuk wajahnya—yang kuakui memang tampan dan sempurna—serta pelipisnya mulai membiru.
“Aigoo, ayo ikut aku,” kataku dan langsung memapahnya menuju rumahku yang memang ada di seberang taman. Ia hanya menurut. Setelah mendudukkannya di sofa, aku langsung mengambil sebaskom air, handuk kecil dan kotak P3K.
Ia terus memandang lurus ke depan, menghiraukanku yang mulai beraksi dengan kapas dan alcohol. Sesekali ia meringis ketika aku mengompres lebamnya. Karena ia tak kunjung bicara, kutekan luka di pipinya dengan handuk yang kupegang.
“Akh,” ringisnya lalu melotot ke arahku.
Deg…
Ige mwoya? Aku terpaku menatap mata besar itu. “Ya! Kau melakukan apa hah?” kataku spontan. Ia hanya menatapku tanpa ekspresi. “Kau berantem? Ckckck..” kataku lagi sambil berusaha berkonsentrasi pada lebam di wajahnya. “Kenapa sih melakukan hal tak berguna seperti itu? It’s so useless,” omelku pelan sambil membereskan kotak P3K dan beranjak menaruhnya kembali di lemari. Aku menyambar buku Biologi dan pena, lalu kembali duduk di sofa.
“Ige mwoya?” tanyanya heran menatapku. Apakah ia sudah amnesia? Oh… jangan menatapku seperti itu, Minho, kau membuat jantungku tak karuan.
“Ya! Kita janjian untuk mengerjakan tugas pabo!” seruku padanya. “Igeo, aku sudah mengerjakan setengah lebih karena menunggumu,” lanjutku. Ia menghembuskan napas pasrah dan membuka buku itu. Aku terus memandangnya yang sedang menulis.
“Kenapa terus memandangku?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari buku tugas. Aku tersentak, lamunanku buyar seketika.
“Ani, geunyang, aku memikirkan sekuat apa orang itu memukulmu, hingga lebammu sampai sangat biru seperti itu,” jawabku asal. Ia memandangku tajam.
“Kau meremehkanku?” katanya mendekat.
“Aniyaaa…”
“Huh?” wajahnya mulai mendekati wajahku yang mulai memanas, dan sekarang pasti sudah memerah.
“Ne!! Mianhae!!” kataku keras dan ia kembali ke posisi semula.
…:::#####:::…
Tak terasa sudah menginjak tahun terakhir SMA. Karena kedekatanku dengannya yang terbilang ‘aneh’ banyak orang menyangka kami saudara, bahkan ada yang mengira kami berpacaran. Tapi karena kedekatanku itulah, aku sudah bisa merubahnya menjadi lebih baik, walaupun dinginnya sih sama ==’.
Tapi karena itu juga, ia jadi populer sekarang. Buanyaaaaaaakk haksaeng yeoja yang tergila-gila padanya. Coba kalau mereka tahu seperti apa ia dulu, mungkin mereka akan mengelus dada.
Aku terseok-seok membawa box besar berisi, waw, surat, kartu, coklat, boneka—hei, darimana mereka tahu bahwa seorang Choi Minho suka boneka?—dan banyak hal lagi yang tak terhitung banyaknya bagai bintang di langit utnuk Minho. Kenapa aku harus membawanya? Karena dia bilang itu tugasku sebagai asistennya. WHAT THE HELL????
Bruukk…
“Ya! Apa lagi yang harus kukerjakan hah?” dengusku kesal sambil menghentakan box itu di hadapan namja jangkung yang sedang duduk di depanku. Lokasi kami sekarang sedang ada di atap sekolah. Ia menyeringai kecil.
“Gomawo..”
“Gomawo saja tidak cukup. Aku minta kau jelaskan tentang rumor itu,” kataku sambil duduk di sebelahnya. Ia merenyit heran.
“Nde?” baiklah, kebiasaannya malas ngomong masih ia bawa sampai sekarang. Aku memutar kedua bola mataku kesal. Cih, dia pura-pura tak tahu.
“Rumor bahkau kau-sedang-menyukai-seseorang itu!!” kataku menjitak pelan kepalanya.
“Akh, ne, itu benar,” katanya sambil mengelus kepalanya.
“Ya! Ya! Ya! Jincha?? Waaahh.. aku ketinggalan,” tak bisa kupungkiri bahwa aku sangat penasaran dengan yeoja itu. Aku memandang box itu. Di dalamnya, ada sepucuk surat dariku. Hahaha, aku memang menyukainya sejak 2 tahun lalu. Namun sepertinya perasaan itu harus kukubur dalam-dalam. Aku rasa cintaku bertepuk sebelah tangan. Melas nian diriku ini. “Nuguya?” tanyaku hati-hati.
“Wae? Kau takut tersaingi?” Ndeee?? Apa-apaan itu??
“Tersaingi?? Aniyooo, geunyang, kalau kau menyukai yeoja yang salah aku bisa memperbaiki,” kataku spontan. Ia hanya tertawa.
Tiba-tiba tangannya terulur mengambil salah satu benda di dalam box itu. A… Andwae!! Biasanya aku yang membacakan!! Lagipula bagaimana kalau ia membaca suratku? Yaaahhh.. walalupun aku tak menuliskan namaku BAHKAN aku mengetiknya dengan komputer, tetap saja! Dan sekarang tanagnnya meraih sebuah amplop putih. Ya! Itu milikku! Tapi aku tetap diam. Sekarang ia mulai membacanya.
“Mwo?? Ketik komputer? Tanpa nama? Ya! Kau tahu siapa pengirimnya?” tanyanya tiba-tiba padaku. Aku hanya menggeleng.
“Ani. Itu sudah ada begitu saja di situ,” syukurlah.. lebih baik ia tak tahu. Lalu ia mulai senyum-senyum sendiri membaca surat itu. Apanya yang lucu hah? “Yaa!! Apa kau sudah gila?? Kenapa kau senyum-senyum??”
“Aniyo, hanya saja penulisnya babo sekali,”
“Nde??? Ya! Jangan meremehkan tulisan! Itu perasaan tau! Nulis juga pake mikir!” seruku.
“Maksudku bukan itu,” katanya menenangkan. “Hanya saja tulisannya polos sekali, lihat, ‘kau memang menyebalkan, tetapi kenapa ya aku menyukaimu?’ “ Oh, teruslah tertawa Choi Minho, lama-lama kucekek juga lehermu.
“Memang babo, hahaha… anak yang polos,” kataku meledek diriku sendiri. “Ya!! Jangan mengalihkan topik pembicaraan!!”
“Ne?”
“Nuguya? Yeoja yang kau suka itu!!! Palli!! Lelet sekali sih kau ini!!”
“Pengen tau banget sih?”
“Ya jelas lah. Aku sahabatmu. Dan, aku harus tahu duluan!”
“Wae?”
“Karena aku sahabatmu!”
“Cih, sahabat,”
“Lhoo… memangkan??” pekikku pelan. “KKaja, beritahu aku siapa yeoja sial itu, hehehe…”
“Haissh, kau benar-benar ingin tahu?”
“Ne! tentu saja!”
“Baiklah. Inisialnya N.”
“N? Nuguya?? Nana? Neul Mi? Nuguya?? Bisa kau deskripsikan lebih jelas?”
“Dia seorang yeoja..”
Bletakkk…
“Aku tahu babo! Tapi maksudku adalah, apakah dia tinggi, pintar, cantik, yang seperti itu!” kataku sambil menjitak kepalanya.
“Dia ceria, suka menolong, namun sedikit pabo,” Ndee?? Nuguya?? Aiissshh aku penasaran sekaliiii!! “Ah, terlalu sulit. Sudahlah sebutkan saja namanya, janji ga bakal bilang siapa-siapa!” kataku sambil membuat huruf V dengan jariku.
“Tidak jadi.” Katanya sambil beranjak meninggalkanku.
“Ya! Ya! Ya! Aisshh, minho-aa, nanti kutraktir deh!! Yahh?? Tapi kasih tau dulu!!” kataku sambil menahan lengannya. Ia hanya melirikku, dan aku langsung memansang puppy eyes andalanku. Sedetik kemudian lengannya sudah melingkar di pinggangku dan bibirnya sudah menyapu lembut di atas bibirku. Aku mendelik.
IGE MWOYA MWOYAA????????
Ia pun melepaskan bibirnya. Aku hanya mematung. Aku shock setengah mampus.
“Neo. Yeoja itu. Neo,” bisiknya lirih sambil menatap mataku. Aku kaget setengah mampus. Pasti ini mimpi. aku menabok pipiku.
Plakk…
“Auuuuwww….” Sakit ya Tuhan!! Ini nyata!!!!!
“Ya! Kenapa kau megira ini mimpi hah?” bentaknya tepat di depan wajahku, membuatku sedikit terjengkang ke belakang padahal aku sedang bersender di tembok. “Surat yang pakai ketikan komputer itu darimu, kan?” katanya lagi. Aku kembali kaget.
“Da.. Darimana kau tahu??”
“Aku mengikutimu pabo,”
“NDEEEE?? AKHHH DASAR KAU!!!” teriakku malu sambil memukuli tubuhnya. Ia malah mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“Yah, walaupun aku sudah tahu jawabannya, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu,”
“Jawaban apa?”
“…”
“Yaa!!”
“Kau menyukaiku kan??”
JLEBBBB!!! Mampus lo!!! Mau jawab apa sekarang. Molla.
“Kalo iya memang kenapa?” wadu, ngomong apa pula aku ini. Ia terus menatap mataku. Aku juga balas memandangnya. Sekejap kemudian bibirnya sudah meraup bibirku dan melumatnya dengan ganas, yang membuatku tak tahan untuk tidak membalasnya. Ia menjadi semakin beringas, dan aku semakin was-was. Aku berusaha melepaskan ciumannya, namun ia terlalu kuat. Namun kemudian aku berhasil melepaskannya.
“Saranghae,” kataku. Lhoo….. lhooo…. Aku bukan mau bilang itu!! Itu spontan!! Reflek!! Aisshhh… lihat, ia mulai menyeringai menjengkelkan.
“Nado saranghae,” katanya sambil mengecup bibirku kilat dan menarik tanganku untuk mengikutinya turun dari atap.
“Ya! Mau apa kau?”
“Memberi tahu ke seluruh dunia bahwa yeoja itu kau, dan kau sudah jadi yeoja chinguku!!!”
…:::FIN:::…
Puahhh… gimana reader?? Sudah puaskah anda membayangkan diri sendiri di tembak dengan cara yang aneh seperti itu oleh Choi Minho?? Huakakakakaka.. ini autornya lagi ngelantur ga jelas. Mohonmaap yaaa kalo masih banyak typonya, ini author negbut ngetik ini karena ini udah ditulis pake tulis tanagn, dan FF author lain KE DELAYED SEMUA KARENA MANDEK!!! Yo oloo.. ini nih gak enaknya. Ya sudah, yang sudah baca, WAJIB KOMEN!!!
Oh Ya… soal sequel Go away… aku belum bisa menyelesaikannya secara cepat, jadi kemungkinan akan lama keluarnya… Tapi kalau mau lihat, sudah di post di blogku dengan judul She Belongs With Me Because of Her. Tapi masih belum selesai. WordPressku: Reenereenepott.wordpress.com
Gomawoo…… Dimohon kritik dan sarannya yah!!!! XDD
NB : kemungkinan ada sequelnya, tapi kemungkinannya kecil. Kalau pada ga mau ada sequelnya, gak akan kubuat. Tapi kalo ada yang minta, aku pertimbangin lagi. Oke??
Advertisements

60 thoughts on “It’s You”

  1. kyna d ff (trmasuk ff-ku),minho mesum ya.kissing2 mulu,haha…minho yg asli gtu jg ga y?
    Bkin squelny thor biar seru,kl oneshot mah trlalu singkat.
    Hah,kreatip tu ngetik pke kmputer.pdhl kl dijabarin isi suratny lbih bkin nyengir lg thor,abis lucu yeoja ntu

  2. setuju sama bibib dubu…kalau isi suratnya dijabarin bkal lbh seru…

    author lain kali tulisannnya aga gedean and jngan terlalu rapet2 dong…biar lbh enak dibacanya…

    1. Kaga keidean.. ._.a kapan-kapan dah kalo inget.. #pletakk
      Mian yhaa.. padahal udah ku kasih spasi dari e-mail. mungkin faktor draft nya, ato entah kenapa… XDD
      gomawooo~~~

  3. Oh my god x_x
    Hahahahah malu demi deh itu
    Ternyata diikutin
    Dan minho sudah merencanakan untuk membaca surat ketikan beramplop putih

      1. ini versi OL via WP nya thor xD ehehehehe~~~
        mau donk request ehehehehe
        (gw paling demen request FF ama orang) hehee salam kenal thor^^
        Call me Vero :p

        1. bang dino???
          Dinosaurus??=tinggi=minho??? ._.aa
          huaaaa jangan request sama aku, bakalan lama keluarnya neng..
          hutangku pada belon lunas semua pula.. T^T

        2. hahaha dino = jjong sayangku xD
          huweee~~ siapa yang bersedia gw request-in FF???
          (soalnya cpk jg di request mulu, pengen sekali2 jd pihak yang dibikinin FF xD)
          aku dah mampir ke wp mu loh… cuma lom bc FF aja :p
          ntr malem / bsk maybe 😀

  4. iya thor buat sequel ! ahahah tuh yeoja bener2 deh ahahahah pasti lucu klo baca surat cintanya .. klo ngak buat minho pov ! aku penasaran apa perasaan minho
    !! huaa main kissu ajah nih org !! wkwkkwkw
    good job !

  5. Minho…
    Ich coba IAM kya minho gtu, sadar klu yeoja yg slalu disamping ska ma dy…. *curcol
    Ish…
    Chingu, temen sekampus aku ada yg mirip bgt ama minho lho… Tp orgnya nybelin bgt….

    1. IAM?? sape tuhh??
      Jinjaa?? hoa…. dia nyebelin?? paling-paling suka… buahahaha #bletakkkk
      dinikmatin ajah nyebelinnya… sapa tau tiba-tiba nembak… #duarrr *abaikan*

      gomawooo yahh.. XDD

  6. Senyam senyum baca ni ff,singkat tp keren..hoho boleh jg klo d’buat sequel’a chingu..

    Aduh tu Minho knpa begitu ya? Tp bner2 unik cara jadian’a,blom apa2 udh cium2,wush wush dasar Minho..hehe

  7. baca awalnya aja aku udah ngakak, “cast abadiku choi minho” wkaakakakak
    kereeeeeeen FFnya! haha, author tahu aja kalau aku puas ngebayangin ditembak minho dengan cara seperti itu. hahaha. *mupeng

  8. Ya ampyun,,mau dong gua di kissu minho*pletak,messum T_T*he..he,,crtx kerren thor..^^..sbnrx sich kurg pnjg,*mksudx br baxk kissu2x,,(yadong bener da ah..)*tp g pa2 dech,yg pntg author ma minho oppa bahagia…

    1. HOO….
      ITU KAN KARENA AUTHORNYA JUGA YADONG~~~ #PLETAKKBAKKBUKDUARRRCHESSSS
      huaaa.. makasiii aku didoain ma Minho happily ever afterrrrrrrrr~~~*muncrat*
      GOMAWOO~~ XDD

  9. Ini cerita Daebak! d ^ O ^ b
    Minho oppa imagenya cocok ya, cool~
    aku baca berdua sama temenku namanya NISA lagi! (tapi bukan Nisa yang Author disini kok), jadinya rebutan deh -__- heheh

  10. Halo…saya temannya Nabila Hijri itu tuh *nunjuk-nunjuk comment Nabila Hijri*
    Aku udah baca FFnya (untuk kedua kalinya) dilihat dari segi manapun tetep Daebaaak!!
    Buat FF yang lebih bagus lagi yaa~ Hwaiting! 😀

  11. Ketahuan juga itu surat dari siapa. Jangan-jangan Minho juga sudah lama suka sama You. Nggak kebayang ekspresi Minho waktu ngikutin You dan tahu surat itu ditujukan ke dia. Kaget, geli, senang, heran?
    Nice story.

Leave a Reply to Flaming Jasmine Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s