Just a While – Part 1

Tittle : Just a While part 1

Author : tiara_jinki

Main cast : Lee Jinki, Kim Seohyun.

Support cast : Kim Kibum, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Choi Minho, and others.

Length : sequel

Rating : PG

Genre : Romance, sad.

A.N: annyeong haseyo readers, ini adalah ff pertamaku jadi mianhae kalau ffnya jelek, bikin bosan dan gak menarik. Kalian boleh gak comment ff ini. Boleh juga kritik ff ini karena itu bisa membuat saya lebih baik. Happy reading readers…sekali lagi mian kalo ffnya buruk. Hehe :D.

-seohyun pov-

Duniaku ini penuh dengan kesepian.

Aku telah biasa menjalani itu semua.

Tapi semuanya berubah, ketika aku bertemu denganmu.

Duniaku yang biasanya terasa dingin kini berubah menjadi hangat.

Kehadiranmu, membunuh kesepian di duniaku.

Kehadiranmu, membuat duniaku lebih terang dan berwarna.

Tapi itu semua hanya ku rasakan sesaat.

Sebelum duniaku ini berakhir, bolehkah aku merasakan…

Merasakan semua yang ingin ku rasakan.

Merasakan kebahagiaan, merasakan di cintai, dan merasakan mencintai…

Walaupun itu hanya sesaat, tapi itu membuatku bahagia…

-seohyun pov end-

Pagi hari di kota seoul, seorang namja sudah siap untuk pergi ke universitasnya. Namja itu mengambil tasnya yang tergeletak di kasurnya. Namja itu keluar dari kamarnya dan menuruni tangga rumahnya. Di lantai bawah, keluarganya telah menunggunya untuk sarapan pagi.

“ya! Oppa! Lama sekali kau ini! Aku bisa terlambat gara-gara menunggumu!”teriak seorang yeoja yang sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapih.

“kalau begitu. Lain kali, tidak usah menungguku”

“lalu, siapa yang akan mengantarku ke sekolah?hah!”

“makannya jangan cerewet”

“aish…kalian ini! Pagi-pagi sudah bertengkar”seorang wanita yang lebih tua dari mereka.

“chicken oppa ini membuatku kesal. Ahjumma”yeoja itu menatap tajam ke arah namja yang duduk di depannya.

“ya! Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku punya nama! Namaku LEE JINKI!”ujar namja itu.

“kenapa? Bukankah kau chicken maniak?”.

“aish…anak ini!”.

Yeoja itu menjulurkan lidahnya ke arah namja yang bernama lee jinki itu. Wanita yang di panggil ahjumma oleh yeoja itu datang dengan makanan di tangannya.

“sudah-sudah, jangan bertengkar lagi. Yu kyung, jinki cepat habiskan sarapan kalian. Bukankah kalian tidak ingin terlambat ke sekolah kalian?”.

“ne, ahjumma”jawab yu kyung dan jinki kompak.

*****

Yu kyung turun dari motor sport milik jinki. Ia akan masuk ke dalam sekolahnya namun sebelum itu ia membalikkan badannya dan mencubit pipi jinki. Jinki kesakitan dan mengelus-elus pipinya.

“ya! Yu kyung-ah! Kenapa kau mencubitku?! Sakit tahu!”rintih jinki.

“ada dua alasan kenapa aku mencubit pipi oppa. Pertama karena pipimu sangat lucu dan yang kedua karena kau selalu membuatku terlambat”. Jawab yu kyung. “ahh~ aku tidak mau di marahi songsaengnimku oppa. Aku masuk dulu yah… bye!”yu kyung berlari masuk ke dalam sekolahnya.

“aish anak itu!”gumam jinki dan pergi dari tempat itu.

Sebelum jinki pergi ke universitasnya, ia pergi ke toko buku. Setengah jam berlalu dan jinki keluar dari toko buku itu. Jinki berjalan dengan mata yang menatap ke arah buku itu dan BRAKK…

Tanpa sengaja jinki menabrak seorang yeoja. Yeoja itu dan jinki terjatuh ke tanah. Secepatnya jinki bangkit dan menolong yeoja yang di tabraknya untuk berdiri. “mianhae…jongmal mianhae”ucap jinki.

Yeoja itu melihat ke bawah dan melihat bunga-bunganya rusak karena terjatuh tadi. “bunga-bungaku…”ujar yeoja itu. Yeoja itu menarik nafas panjang “ne, gwenchana”.

Jinki melihat ke arah bunga yang rusak itu. “apakah kau mau aku menggantikan bunga-bungamu itu?”.

“annio, tidak usah”.

“tapi aku merasa bersalah denganmu”.

“anggap saja hal ini tidak pernah terjadi”.

Jinki memperhatikan yeoja di depannya. Jinki tampak terpesona dengan yeoja yang berambut panjang itu. Yeoja itu memungut bunga-bunganya dan membuangnya. Tanpa basa-basi yeoja itu pergi meninggalkan jinki. Saat yeoja itu sudah jauh, jinki baru ingat. Jinki menepuk keningnya “damn! Aku lupa menanyakan namanya! Ah…bodoh sekali aku”.

-jinki pov-

aku terpesona melihat yeoja yang tidak sengaja ku tabrak. Dia berlalu begitu saja, tidak seperti yeoja lainnya. Entahlah aku rasa dia yeoja yang menarik. Saat dia sudah berjalan jauh, aku beru menyadari kalau aku belum menanyakan namanya. Bodoh sekali aku ini. Aku kembali ke motorku dan pergi menuju universitasku.

****

Aku masuk ke dalam kelasku, aku melihat minho sedang mendengarkan music di ipodnya. Aha! Sebuah ide jahil terlintas di otakku. Aku berjalan hati-hati menuju minho. Perlahan ku buka headphone yang terpasang di telinganya dan berteriak “CHOI MINHO!”.

Jonghyun sontak kaget dan memukul perutku. “ya! Kau jinki! Jangan berteriak di telingaku! Bisa-bisa indra pendengaranku hilang karenamu!”.

Aku hanya tertawa melihat ekspresi jonghyun. “haha…mianhae minho”.

Minho melepas headphone miliknya dan memasukkannya ke dalam tas miliknya. “karenamu, aku jadi tidak ingin mendengarkan music lagi!”.

“ayolah aku cuman bercanda minho”.

Minho tidak menjawabku dan masih menekuk mukanya. Tiba-tiba kang songsaenim masuk ke dalam kelasku. “annyeong haseyo, songsaengnim…”sapa seluruh murid termasuk aku kepada kang songsaenim.

Tanpa basa-basi, kang songsaengnim langsung memberi perintah untuk membuka halaman 250. Aku bingung terhadap kang songsaengnim, dia tidak ada ramahnya sama sekali kepada murid-muridnya.

****

Akhirnya kelas kang songsaengnim selesai rasanya seperti keluar dari penjara yang mengerikan. Aku melirik ke arah minho yang masih cemberut. Come on! Tadi aku hanya bercanda. Aku duduk di depan minho. “minho-sshi, apakah kau masih marah padaku?”.

“anni”.

“tapi, kenapa kau masih cemberut saja?”.

“aku memikirkan tugas-tugas yang tertumpuk di rumahku. Jika mengingatnya moodku menjadi turun”.

“ouh, minho. Ayo kita ke kantin, apakah kau tidak lapar?”.

“aku sudah bilang padamu kalau aku sedang bad mood. Kau saja yang ke kantin aku tidak berselera”.

“aish…ok. Bye!”. Aku keluar dari kelasku meninggalkan minho.

Berjalan sendirian menuju kantin sangat menyebalkan. Biasanya, aku pergi dengan minho. Entah ada angin apa dia menjadi seperti ini. Tapi aku tidak bisa memaksanya karena itu haknya. Akhirnya aku sampai di kantin, aku masih bingung apa yang akan aku beli. Setelah aku pikir-pikir lagi aku jadi tidak bernafsu makan.

Aku membalikkan badanku dan keluar dari antrian. BRAKK…aishh…terjatuh lagi. Ada apa denganku? Kenapa aku selalu tertabrak dan terjatuh. Aku berdiri dan melihat orang yang menabrakku. “mianhae…jongmal mian..”ucapannya terhenti saat melihatku.

Aku kembali bertemu dengan yeoja yang tak sengaja aku tabrak tadi pagi. “ah~ kita bertemu lagi yah. Bisakah kita mengobrol sebentar?”. Tanyaku. Dia membalasnya dengan menganggukkan kepalanya. Entah kenapa aku langsung menarik tangannya dan membawanya ke taman di universitasku.

Kami duduk bersebelahan di bangku panjang yang terdapat di taman ini. Rasanya ada yang aneh dengan jantungku. “ehm…mianhae karena menabrakmu tadi pagi dan membuat bunga-bungamu rusak”.

Yeoja itu menegok ke arahku “bukankah kau sudah mengatakannya tadi?” jawabnya datar.

“aku masih merasa bersalah padamu. Apakah kau sangat menyukai bunga?”.

“ya, aku menyukai bunga. Terlebih bunga lily dan tulip”.

“ouh, apakah kau kuliah di sini?”.

“anni, aku hanya ingin bertemu dengan dongsaengku”.

“siapa dongsaengmu? Semester berapa dia?”.

“dia bernama lee taemin. Dia baru semester satu”.

Aku baru ingat kalau aku belum berkenalan dengannya. Aku mengulurkan tanganku “aku hampir lupa. Kita belum berkenalan. Jeonun lee jinki imnida”.

Seohyun terlihat bingung, apa mungkin karena sikapku? Namun akhirnya dia membalas uluran tanganku. “jeonun kim seohyun imnida”.

“tunggu dulu, jika namamu kim seohyun, kenapa dongsaengmu bernama lee taemin?”.

“dia sepupuku tapi dia lebih muda dariku”.

“sepertinya kau dekat dengan sepupumu itu sampai-sampai kau ke sini”.

“seperti itulah”.

Suasana menjadi hening, aku tidak tahu kenapa jantungku berdetak begitu kencang. Biasanya aku tidak seperti ini, aku tidak pernah kehabisan kata-kata. Aku melirik ke arahnya dan aku melihat bercak darah di pakaiannya. Apakah penglihatanku yang tidak benar atau… ah sudahlah. Aku melihat ke arahnya untuk memastikan apa keadaannya baik-baik saja.

Saat aku melihat ke arahnya ia sedang sibuk menghentikan darah yang keluar dari hidungnya. “ya! Seohyun…apakah kau baik-baik saja?”tanyaku dengan nada khawatir.

Dia diam sejenak “aku hanya kelelahan jadi tidak usah khawatir. Kenapa kau begitu khawatir? Bukankah kita baru kenal?”.

“ahh~ tapi aku sudah menganggapku sebagai temanku apakah salah jika teman mengkhawatirkan temannya? Apakah kau mau ku antarkan ke rumah sakit?”.

“anni, tidak usah.sudahnya aku mau bertemu dengan taemin dulu. Bye!”. Dia pergi dengan darah yang masih mengucur dari hidungnya.

Benar juga katanya tadi kenapa aku begitu khawatir dengannya? Padahal aku baru kenal dengannya. Ini benar-benar aneh, benar-benar tidak maksud di akal.

-jinki pov end-

-seohyun pov-

Aku berlari menuju tempat aku dan taemin janjian. Dasar taemin! Gara-gara menunggunya aku kembali mimisan. Tapi namja yang bernama jinki itu benar-benar aneh. Padahal kami baru kenal tapi dia terlihat begitu khawatir saat melihatku mimisan.

Aku mengambil handphoneku dan mengirim pesan pada taemin : “hey! Taemin! Kenapa kau membiarkan nunamu menunggu seperti ini? Cepat datang!”. Aku menunggunya dan mencoba menghentikan darah yang terus mengalir dari hidungku.

Hah…ini kenyataan yang harus ku hadapi. Hanya beberapa orang saja yang peduli padaku. Apa karena aku merindukan oppaku yang kedua?. Oppaku yang hangat dan selalu ceria di depanku. Apakah karena aku terlalu merindukannya sampai harus seperti ini?.

Karena ini sudah kehendak Tuhan, apa boleh buat?. Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya taemin datang. Wajahnya yang ceria berubah menjadi khawatir saat melihatku mimisan. “ya! Kemana saja kau?! Aku sudah menunggumu daritadi”.

“mianhae nuna…tapi apakah kau baik-baik saja? Kau mimisan lagi nuna? Haruskah kita ke dokter?”Tanya taemin yang begitu khawatir denganku.

“anni, bukankah ini sudah hal yang biasa terjadi pada orang sepertiku”.

Taemin terdiam, wajahnya menjadi murung dan sedih.

“hey, aku baik-baik saja. Kenapa kau begitu khawatir? Appaku saja tidak khawatir sama sekali denganku”ujarku dan berusaha membuat taemin ceria.

“ya! Seohyun nuna…aku sayang padamu. Aku telah menganggapmu sebagai nuna kandungku! Bagaimana aku tidak khawatir?!”taemin menitikkan air mata.

Sebegitu besarkah rasa sayangnya padaku?. Terima kasih taemin, itu membuatku semangat untuk hidup. “ya…kau ini! Kenapa kau cengeng sekali? Sudahlah aku saja tidak menangis. Ayo kita pergi”.

Taemin mengusap air matanya dan kembali tersenyum. “ayo, kita pergi”.

Teruslah tersenyum seperti itu taemin. Aku merasa senang karena masih ada yang sayang padaku. Aku juga telah menganggapmu sebagai dongsaeng kandungku. Tapi aku takut senyummu akan memudar di hadapanku kelak. Aku takut jika melihatmu menangis di depanku kelak.

Sementara taemin membeli ice cream, aku menunggunya di bangku taman. Menunggu adalah hal yang menyebalkan. Drrtt…drrtt…drrtt… ponselku bergetar. Aku lihat kibum oppa menelfonku. Aku mengangkatnya. “annyeong, oppa. Ada apa?”.

“ya! Harusnya kau  ke rumah sakit jika kau mimisan!”.

Apa?mimisan? tahu darimana dia? Pasti taemin yang memberitahu, anak itu!. “mianhae, oppa. Aku membuatmu khawatir. Kau tidak usah mengkhawatirkanku, yang sakitkan aku kenapa kau khawatir?”.

“mwo? Aku pasti khawatir denganmu! Kau itu dongsaengku satu-satunya! Kau ini! Cepat pulang!”kibum oppa langsung mematikan pembicaraannya.

Tak lama kemudian taemin datang dengan dua buah ice cream di tangannya. Ia duduk di sampingku dan memberikan ice cream vanilla padaku.

“hey, taemin! Kau ini…kenapa memberitahukan kibum oppa? Pasti di rumah dia akan memarahiku”.

“mianhae, nuna. Aku tidak bisa berbohong pada hyung saat dia menanyakan keadaanmu tadi”.

“lain kali, jangan sampai dia tahu. Aku tidak ingin membebani orang lain”.

“aish…kau ini nuna! Aku dan kibum hyung begini karena kami sayang padamu”.

Terima kasih telah mengatakan itu lagi taemin. Membuatku sedikit bahagia. “jangan terlalu sayang padaku. Karena cepat atau lambat aku akan bertemu dengan jonghyun oppa”.

“lalala~ kau bicara apa nuna? Aku tidak dengar!”.

Hal yang biasa ia lakukan saat aku berbicara tentang ini. “baguslah kau tidak dengar”.

“gomawo taemin”.

“untuk apa nuna?”.

“karena menyanyangiku”.

“tidak perlu berterima kasih nuna. Aku kan dongsaengmu”.

Aku hanya tersenyum mendengar perkataan taemin. Rasanya angin kedamaian menerpa diriku. Apakah mereka akan kuat saat aku tidak ada lagi di sisi mereka?. Tentu saja mereka pasti akan kuat.

******

“kami pulang…” aku masuk ke dalam rumahku. Kibum oppa menghampiriku dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.

“ya! Seohyun-ah…kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau mimisan?!”Tanya kibum oppa.

“untuk apa? Aku sudah biasa seperti ini. Jadi tidak perlu khawatir oppa”.jawabku datar. “sudahlah, aku capek. Aku ingin istirahat dulu”lanjutku dan pergi menaiki tangga rumahku menuju kamarku.

Aku menjatuhkan diriku ke kasur. Berpikir tentang semua hal yang ku alami. Aku merasa sangat lelah dan terlalu lelah untuk memikirkan segala hal. Aku mulai menutup mataku dan aku tertidur.

Kesepian, kesepian itu menyelemutiku setiap hari.

Kebahagiaan, hanya sedikit yang ku rasakan.

Di duniaku tidak ada yang namanya kehangatan atau kebahagiaan.

Yang ada hanya kesepian dan kesepian.

Apakah suatu saat itu bisa berganti?.

Apakah aku bisa merasakan kehangatan?.

Apakah Tuhan mengizinkanku merasakan kebahagiaan?.

Aku harap aku bisa merasakan itu.

Aku harap duniaku bisa berubah.

Walau hanya sesaat, itu cukup berharga bagiku…

Aku berjalan di taman yang sunyi dan sepi. Aku rasa di taman ini tidak ada siapa-siapa, hanya aku di sini. Aku merasa damai di sini, aku merasakan ketenangan di sini. Mungkin malaikat merasa kasihan padaku lalu mereka memberikanku mimpi seperti ini. Aku duduk di bangku taman itu. Aku ingin sekali bertemu dengan jonghyun oppa walaupun hanya di dalam mimpi tapi itu sudah cukup.

Aku memejamkan mataku dan membukanya lagi. Aku merasakan ada seseorang di sampingku. Aku menoleh ke samping kananku dan jonghyun oppa sudah ada di sana. “oppa..”.

Dia tersenyum padaku, senyum yang sangat ku rindukan. “ya…seohyun-ah”.

Aku memeluknya dan menangis dalam peluknya. “oppa, aku sangat rindu sekali padamu!”.

Jonghyun oppa mengelus-elus rambutku. “aku juga, seohyun-ah…”.

Aku melepaskan pelukanku dan mengusap air mataku. “apakah oppa tinggal di sini sekarang?”.

“ne,seohyun-ah”.

“aku iri padamu, kau tinggal di tempat yang damai ini”.

“aku juga iri padamu karena kau tidak tinggal sendirian”.

“kalau begitu aku tinggal denganmu saja oppa. Sepertinya oppa membutuhkan teman”.

“anni, jangan. Hyung dan taemin masih membutuhkanmu”.

“baiklah aku ikut perkataanmu saja oppa. Ehm…bolehkah aku bertanya sesuatu oppa?”.

“tentu saja”

“ehm…apakah aku akan menyusulmu? Apakah aku akan mati?”.

“semua orang pasti akan mati”.

“bukan maksudku sebentar lagi apakah aku akan mati?”.

“entahlah, aku tidak tahu”. Jonghyun oppa tersenyum padaku. “baiklah, waktunya sudah habis. Oppa pergi dulu”.

“baiklah”.

“apakah kau bahagia?”.

“sangat”.

“kalau begitu oppa juga bahagia. Bye, seohyun-ah…”lalu jonghyun oppa menghilang.

Aku terbangun dari mimpiku yang indah, saat aku terbangun kibum oppa telah berada di sampingku. “kau sudah bangun, seohyun-ah”.

“ne, kenapa oppa ada di sini?”.

“kenapa? Memangnya tidak boleh?”.

“boleh saja. Ouh ya oppa tadi aku bertemu dengan jonghyun oppa”aku bangun dan duduk di samping kibum oppa.

“benarkah?”.

“iya, aku iri sekali padanya. Dia tinggal di tempat yang sangat damai. Aku jadi ingin tinggal dengannya”.

Wajah kibum oppa menjadi murung saat mendengar perkataanku. “jadi, kau mau meninggalkan aku dan taemin?”.

“semua orang akan meninggal oppa. Termasuk aku. Bedanya aku hanya lebih cepat dari mereka”.

“kau ini sok tahu sekali!”.

Aku tersenyum kepada kibum oppa untuk menenangkan dia. Oppa, aku pasti akan merindukanmu. “aku sayang padamu oppa”aku memeluknya, kibum oppa membalasnya.

-seohyun pov end-

Jinki kembali ke kelasnya dan duduk di samping minho yang tengah asyik membaca buku. Jinki memikirkan semua pertemuannya dengan seorang yeoja hari ini. Jinki melamun sampai-sampai ia tidak mendengar kalau daritadi minho memanggilnya. Minho mendekatkan wajahnya ke telinga jinki sama seperti yang di lakukan jinki padanya. “LEE JINKI!”teriak minho.

Seketika jinki menoleh dengan wajah yang kaget, tangannya mengelus-elus telinganya. “ada apa?”.

“kau tidak marah?”Tanya minho bingung.

“terpaksa karena aku juga melakukan hal yang sama padamu tadi pagi”jawab jinki datar.

“mianhae…ouh ya. Tadi kau sudah makan?”.

“anni”.

“wae?”.

“tiba-tiba saja aku tidak berselera sepertimu. Tapi…”.

“tapi apa?”.

Jinki tersenyum senang “aku bertemu seseorang”.

“siapa? Pasti seorang yeoja”.

“haha…tepat!”jinki tertawa kecil.

“sudah kuduga”gumam minho.  “siapa yeoja itu? Apakah dia kuliah di sini juga?”lanjut minho.

“anni, dia bernama kim seohyun. Dia ke sini untuk bertemu dengan sepupunya yang bernama lee taemin. Apakah kau mengenalnya?”.

“lee taemin? Aku sangat mengenalnya. Dia akrab denganku. Dia junior kita. Dia baru semester satu”.

“benarkah kau mengenalnya? Besok kau tunjukkan padaku seperti apa lee taemin itu”.

“untuk apa?”.

“aku hanya ingin mengenalnya saja. Apa tidak boleh?”.

Minho menaikkan sebelah alisnya “kau aneh”. Kemudian minho menyadari sesuatu “ah~ aku tahu sekarang! Kau menyukai yeoja itu kan? Makannya kau ingin mengenal lee taemin”.

Jinki terdiam sejenak memikirkan sesuatu “entahlah, minho. Aku juga bingung”.

“baiklah, aku akan memberitahumu seperti apa lee taemin itu”.

“gomawo minho-sshi”jinki tersenyum lebar.

“ne, chicken jinki…hahahha”minho tertawa.

Senyum jinki memudar dan mukanya memelas. “darimana kau tahu itu? Pasti dari yu kyung”.

“maybe…hhahaha”.

“aish…dasar anak itu!”gumam jinki.

********

Sementara itu di rumah seohyun, seohyun sedang menatap langit dari jendela kamarnya. Taemin masuk ke dalam kamar seohyun dan menghampirinya. Taemin menatap seohyun yang sedang menatap langit. “ya…nuna, apa yang sedang kau lihat di langit?”.

Seohyun menoleh ke arah taemin dan tersenyum. “anni, aku hanya sedang bosan”.

Taemin berpikir sejenak “apakah nuna mau bermain piano denganku?”.

Seohyun menganggukkan kepalanya.

Taemin menarik tangan seohyun dan membawanya ke lantai bawah. Taemin dan seohyun duduk berdampingan. “nuna, kau ingin memainkan lagu apa?”.

Seohyun berfikir sejenak ”kau kan suka lagu river flows in you. Bagaimana kalau kita memainkan itu saja?”.

Taemin menjadi antusias “kau tahu kalau aku suka lagu itu nuna? Ah…aku sangat senang. Baiklah ayo kita mainkan lagu itu”.

Taemin memulai memainkan piano lalu di ikuti oleh seohyun. Taemin sangat menghanyati lagu tersebut. Seohyun hanya tersenyum bahagia melihat taemin. Terdengar suara pintu terbuka, kibum masuk ke dalam rumah “aku pulang…”.

Tidak ada yang menjawab, taemin dan seohyun tengah asyik memainkan piano sampai tidak mendegar suara kibum. Kibum mendengar suara piano dan ia menghampirinya. Saat melihat taemin dan seohyun sedang memainkan piano kibum menjadi senang. Terlebih ia melihat seohyun sedang tersenyum bahagia. Kibum hanya berdiri memandangi mereka yang sedang bermain piano dengan senyum yang terukir di wajahnya.

******

Keesokan harinya.

Jinki sedang memperhatikan minho yang sedang bermain basket. Sudah satu jam jinki dan minho berada di situ. Minho masih saja bermain basket sementara jinki hanya diam tidak melakukan apapun. “YA! CHOI MINHO! Kita sudah satu jam di sini dan kau masih saja bermain basket. Apakah kau tidak lelah?”.

Minho menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah jinki “anni, memangnya kenapa?”.

“apakah kau tidak kasihan padaku? Aku hanya diam di sini melihatmu bermain basket. Sungguh membosankan!”.

“anni, aku tidak kasihan padamu. Haha”minho tertawa kecil.

“aish…kau ini! Hei! Kau bilang padaku kalau kau akan memberitahuku seperti apa lee taemin itu”.

“dia belum datang”.

“kapan dia datang?”.

“sebentar lagi dan dia akan ke sini. tunggulah sebentar lagi”.

“baiklah”.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Minho dan jinki menoleh ke pintu yang terbuka dan akhirnya orang yang di tunggu oleh jinki datang juga. “annyeong, hyung. Ada apa menyuruhku datang ke sini?”.

—————————————–TBC———————————–

Gimana FFnya? Jelek yah? Mian yah…kalo jelek. Mungkin otakku aja yang error jadi hasilnya gak memuaskan. Bagi yang merasa ff ini cukup bagus di tunggu yah kelanjutannya.

 

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “Just a While – Part 1”

  1. ada typo diatas dikit…wktu jinki ngagetin minho..nma jonghyun keselip dstu…karena cuma dikit jadi no problem…

    ini bkal sad ending ga ?mudah-mudahan engga deh…aku suka yg semuanya berakhir bahagia…

  2. huwaaa seohyun !! kasian bgt… jinki .. heheh lucu ya sma yu kyung ..
    kibum sma taemin manis bgt sih …
    thorr ada typo tuh pas jinki bangunin minho .. ahahha
    jjong huwaa udah di surga .. ??!!
    aisshhh sad story nih??
    lanjut lah !!

    1. Iya..seohyun nya kasihan..
      Kibum sama Taemin manis? Kayak lollipop dongg..#plakk *abaikan
      sad story??? Mungkin..
      Gomawo udh ngomen 😀

  3. berteriak “CHOI MINHO!”.

    Jonghyun sontak kaget dan memukul perutku. “ya! Kau jinki! Jangan berteriak di telingaku! Bisa-bisa indra pendengaranku hilang karenamu!”. <<< yang diteriakinkan Minho kenapa diawal paragraf nama Jonghyun yang disebut, chingu??

    itu saja… selebihnya bagus kok ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s