Love You Forever

Title: Love You Forever

Author: dhedingdong

Main Cast: Choi Minho, Seo Ji Hye (OC)

Length: Oneshoot

Genre:  Romance, Angst, Sad, Life

Rating : PG16-NC17

A.N:  inspirasi dari mana-mana (telivisi lebih banyak), tapi plot dan alur tetap milik saya!!! J

 maafkan aku Flamers, aku tak bermaksud..

hanya saja, saya dapet idenya juga kayak begitu ;_________;V

 

**********

Have you tried thinking about me

Given any thought about me

The times we stayed together

like lovers flying free

**********

“kau masih melakukannya?” lagi-lagi, pertanyaan yang sudah aku hafal diluar kepala itu terucap lagi dari bibir mungilnya.

“hmm” aku berusaha menjawabnya sesingkat mungkin, agar ia tak perlu bertanya lagi lebih jauh.

“sudah berapa kali harus kubilang? kau tak perlu melakukan pekerjaan itu!” tersirat jelas di wajahnya, jika ia terlalu khawatir padaku.

“kau berpikir terlalu jauh, tak usah berpikiran macam-macam! Yang terpenting jika uangku telah cukup, kita akan segera menikah”

“aku takut kehilanganmu” kutarik cepat tangan kanan yeoja yang telah mengisi lubuk hatiku selama 2 tahun itu ke dalam dekapanku.

“kau akan terus bersamaku, sampai kapanpun” ucapku pelan. namun ia terus memeluk erat tubuhku, seakan ia tak mau jauh dariku.

Selama 2 tahun aku memiliki hubungan dengan Seo Ji Hye, selama 2 tahun itu pula aku menghadapi rintangan demi rintangan bersamanya. Namun hingga saat ini, tuhan masih mengizinkanku untuk bersamanya. Kelurga yeoja chinguku, Seo Ji Hye menentang hubunganku dengannya. Ya memang, aku tak akan pernah menyalahkan mereka jika aku tak diterima sebagai ‘calon suami’ putri tunggalnya. Bagaimanapun, Ji Hye adalah putri satu-satunya dari keluarga yang berada. Ia juga belum menamatkan sekolah menengahnya. Begitu juga denganku, umurku baru saja menginjak 20 tahun. Namun pekerjaan yang telah kutekuni selama 2 tahun terakhir inilah yang membuat masa depanku jauh dari kata cerah. Aku hanya sebatang kara, yang tak pernah memiliki pendidikan yang cukup. Alasan itu pula yang sampai sekarang membuatku tak pernah berfikir untuk mencari pekerjaan yang lebih layak. Karena aku yakin, jika tidaklah mudah menemukan pekerjaan seperti itu dengan status pendikan yang aku miliki. Aku sadar bahwa keluarga berada manapun tidak akan ada yang mau menyerahkan sang anak pada namja sepertiku. Namun aku bersumpah, hingga kapanpun aku tak bisa jauh darinya apalagi meninggalkannya.

***

Seperti saat ini, aku bersamanya bertemu secara sembunyi-sembunyi di belakang gedung yang telah lama tak digunakan. Ya, karena ditempat inilah yang paling aman untuk berdua dengannya. Sama sekali tidak romantis memang, namun setidaknya aku masih bebas bercanda tawa dengannya saja sudah begitu bersyukur.

“Chagiya…” panggilku padanya ragu.

“hm?” jawabnya tanpa menoleh sedikitpun kearahku.

“bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“mwo?” dan akhirnya ia menolehkan kepalanya ke arahku, bisa kutebak ia tertarik dengan pertanyaanku kali ini.

“apakah kau merasa terganggu dengan pekerjaan hina ku ini?” kutundukkan kepalaku dalam-dalam, jujur saja aku tak sanggup melihat wajah polosnya. Aku malu, aku sama sekali tak pantas menjadi kekasihnya. Terlebih untuk menjadi kekasihnya, duduk bersandingan dengannya saja aku sungguh merasa tidak pantas.

“aku..” butuh waktu lama menunggu jawaban lengkap darinya.

“aku percaya padamu” ia mengangkat daguku pelan, dan memberikan senyuman yang menenangkan bagiku.

“kau tidak malu?”

ia menggeleng.

“kau tidak takut?”

ia menggeleng lagi.

“kau tidak-” ia memotong pertanyaanku dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibirku. Lalu ia menggeleng pelan.

“kau tak perlu menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu. sudah berapa kali kubilang, jika aku percaya denganmu! aku tahu walaupun kau melakukan pekerjaan seperti itu, kau akan tetap mencintaiku sampai kapanpun”

Kuraih tubuhnya, dan memeluknya seerat mungkin. Aku terisak pelan dibahunya, aku tak tahu jika ia terlalu polos untuk mencintaiku atau memang dengan tulus ia mencintaiku.

ia melepaskan pelan pelukanku, lalu mengusap air mataku yang terlanjur meleleh. “seharusnya yeoja yang pantas menangis, tapi mengapa kau yang menangis?”

aku tersenyum simpul melihat keluguan Ji Hye.

“saranghaeyo~” ku kecup bibirnya pelan, namun ia tak berusaha membalas kecupan itu. bukan berarti ia menolak, tapi ia hanya diam tidak berusaha untuk melawan.

-AUTHOR POV-

“Seo Ji Hye!” yeoja manis itu menoleh ke arah sumber suara.

“Ji Hye-ya!!!” terdengar panggilan itu lagi yang terasa cukup panik.

“mwo?” jawab pemilik nama Ji Hye itu dengan acuh tak acuh.

“aku..aku..” dari kepanikan itu berubah menjadi keraguan.

“hyaaaa! apa yang ingin kau katakan?” yeoja manis itu berubah menjadi sedikit menyebalkan.

“aku.. aku seperti melihat Choi Minho masuk ke dalam rumahmu!”

‘deg!’ Seo Ji Hye yang sebelumnya tampak biasa saja, kini menjadi seperti es beku yang menunggu untuk dicairkan. tak ada lagi kata yang dapat terucap dari bibirnya. Segudang pikiran buruk tentang keadaan Choi Minho mengganggu konsentrasinya untuk bersekolah.

“aku harus kembali ke rumah!” tanpa berpikir panjang ia berlari meninggalkan sahabatnya.

“Ji Hye-ya! Kau gila! Sebaiknya kau pergi untuk izin pada songsaenim! Ji Hye-ya!!” teriakan itu sama sekali tak mengurungkan niat Ji Hye untuk pulang ke rumah meskipun bel masuk sekolah belum dibunyikan.

Tunggu aku Choi Minho..

Aku akan menyelamatkanmu,

Kau tak perlu takut menghadapi keluargaku,

Aku yakin kita akan terus bersatu,

Aku akan mengeluarkan segenap tenagaku hanya untuk bersama denganmu,

Aku akan menyerahkan segenap nyawaku hanya untuk melindungimu..

***

“kau kekasih Ji Hye?”

Namja tampan itu mengangguk pelan. Wajahnya terlihat tegang, ia hanya memalingkan wajahnya kearah jendela mobil sembari memandangi pemandangan lalu-lalang kota Seoul di pagi hari.

“berapa lama kalian menjalin hubungan?”

“sekitar 2 tahun” jawab namja itu singkat.

“oooooh~ cukup lama kalian melakukan hubungan tersebut secara sembunyi!”

namja itu tak membalas perkataannya, bukan karna ia takut. hanya saja ia tak mau merusak suasana, sehingga ia semakin dijauhkan dari Seo Ji Hye.

“ternyata kau lebih rendah dari yang kami kira!” ahjumma itu menyunggingkan senyum liciknya.

namja itu hanya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan. Ia kembali tak mau menjawab pertanyaan ahjumma tersebut. Ia tak bisa mengelaknya lagi, karena sudah kenyataannya jika namja bernama Choi Minho menjadi makanan sehari-hari oleh para ahjumma kaya.

“akan kuberikan satu penawaran yang fantastis, dan kau harus memikirkannya baik-baik!” senyuman licik dari ahjumma itu tak kunjung menghilang, membuat Choi Minho merasa sedikit terganggu.

“penawaran?” tanya Choi Minho sedikit terkejut.

“ya! penawaran yang mudah, kau hanya menjadi simpananku. menemaniku saat aku kesepian menunggu suamiku pulang dari luar kota atupun negeri. dan kau tahu apa untungnya? kau bisa melihat Seo Ji Hye semau yang kau inginkan, kau tak perlu melihatnya secara sembunyi-sembunyi lagi”

Namja itu diam mematung. tenggorokannya seperti tercekat hingga ia tak dapat mengeluarkan suaranya. ia berada pada pilihan yang cukup sulit. Ia ingin melihat kekasihnya secara bebas tanpa harus melakukannya dengan diam-diam, namun di sisi lain ia tak mau jika kekasihnya melihat sendiri apa yang ia kerjakan terutama dengan ibu dari sang kekasihnya.

“aku..”

“tenang saja, bayarannya 2 kali lipat dari biasanya!”potong ahjumma itu cepat.

namja itu semakin bimbang, ia tak tahu harus memilih yang mana.

“aku akan memikirkannya”

“jangan sampai kau salah mengambil keputusan”

Choi Minho mengangguk pelan seperti ia tak mempunyai tenaga lagi hanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.

“turunlah, kita telah sampai”

Choi Minho berjalan mengikuti ahjumma tersebut masuk menuju ke rumah mewah, atau lebih tepatnya juga ke dalam rumah kekasihnya.

“yaaa! apa kau juga melakukan ini pada partnermu yang lain? kau malah lebih pantas terlihat seperti pembantuku! Kau tak perlu jalan di belakangku, kau telah kusewa! jadi mulai saat ini kau hanya milikku seorang! bukan milik orang lain atau Seo Ji Hye sekalipun”

dengan cepat Choi Minho menggandeng tangan kanan Nyonya Seo tersebut berharap tak ada lagi komentar-komentar yang keluar dari mulutnya, dan berusaha memulai pekerjaannya kali ini.

“masuklah ke dalam kamar, dan buka kemejamu! aku akan mengganti pakaianku terlebih dahulu!”

terlihat begitu jelas jika jari jemari Choi Minho begitu bergetar saat membuka kancing-kancing kemejanya, ia seperti tak sanggup melakukan pekerjaan yang biasa ia lakukan. ‘ini demi kau Seo Ji Hye, demi uang untuk biaya kita menikah tanpa ada campur tangan dari keluargamu! sedikit lagi chagiya, sedikit lagi..’

“aku tidak bisa, mianhae”

“aku sudah membayarmu! kau tak bisa begitu saja meninggalkanku!”

“akan ku kembalikan bayaranku hari ini padamu! SEMUANYA! tanpa kurang sepeserpun!”

“tidak, kau harus menemaniku!” tubuh namja itu terhempas begitu saja diatas kasur besar.

“UMMAAAAA!” teriakan serta hentakan keras dari pintu itu menghentikan sejenak aktivitas 2 makhluk tersebut.

“Ji Hye-ya” jawab Minho lirih sambil dengan refleks merapikan kemejanya.

“sebaiknya kau menghentikan pekerjaan itu, aku tak sanggup melihatnya!” tangis yeoja manis itupun pecah tak dapat terbendung.

“kau harus bersabar, sedikit lagi uangnya terkumpul! Dan kita akan segera menikah! kau akan menunggunya kan? aku berjanji, satu bulan lagi kita akan berdiri di depan altar untuk mengucapkan janji suci kita untuk sehidup dan semati” ujar Choi Minho yang bermaksud untuk meyakinkan kekasihnya.

“tetapi aku tak sanggup melihatmu berhubungan dengan wanita lain, walaupun kau menganggapnya sebagai pekerjaan yang harus diselesaikan demi uang untuk biaya kita menikah!” yeoja itu masih dalam keadaan terisak.

“kau masih kecil! tak seharusnya memikirkan pernikahan! yang harus kau pikirkan adalah pendidikan! Lagipula, Choi Minho telah berjanji pada umma untuk menemaniku setiap saat aku membutuhkannya!”

“TIDAK, UMMA BOHONG! ITU SEMUA TIDAK BENAR!!” tangis keras Seo Ji Hye membuat hati Choi Minho melebur. Ia semakin menganggap dirinya sebagai namja yang tak berguna. Ia tak dapat berbuat lebih jauh lagi, diam adalah pilihan yang paling tepat untuknya.

“CHOI MINHO, KATAKAN JIKA ITU SEMUA TIDAK BENAR!!” tangisan Ji Hye semakin tak terkontrol. Ia terus meronta-ronta, memukul dada bidang Choi Minho dengan kedua tangannya. Namun apa yang bisa dilakukan kekasihnya? Membuka mulut saja sangatlah sulit baginya. Pengecut. Ya, mungkin satu kata itu yang terus terngiang di pikiran Minho.

Tanpa ada yang mengomandani, Ji Hye pergi tanpa berkomentar sedikitpun meninggalkan umma dan kekasihnya yang masih berada di dalam kamar mewah tersebut. Sangatlah terlambat memang jika ia merasa begitu terpukul melihat kekasihnya sedang melayani para ahjumma, namun kali ini kesabarannya telah habis. Ia berusaha sabar, memaklumi pekerjaan yang telah ditekuni kekasihnya. Disingkirkannya seluruh pikiran negative yang silih berganti menghampiri otaknya.

**********

My feet won’t move

It feels unreal today

One side of my heart aches

**********

‘Tuhan, apakah yang kulakukan ini terlalu egois? apakah aku egois, jika aku tak mau melihat kekasihku bersama wanita lain demi pekerjaan untuk menopang biaya hidupnya dan pernikahanku kelak? apakah aku begitu egois, jika aku hanya menginginkan Choi Minho di sampingku sepenuhnya tanpa harus melakukan pekerjaan itu?’

Seo Ji Hye terus saja menangis di dalam kamar, menyenderkan tubuhnya pada pintu kamar. Ia teringat ketika mendapati sendiri kekasihnya sedang melayani sang umma. Terbesit jelas bayangan Choi Minho dengan pakaian yang acak-acakan, bahkan beberapa kancing kemejanya yang masih terbuka. Diusahakannya ia untuk terus berfikiran positif dan menaruh kepercayaan penuh pada Choi Minho. Namun apa daya, Ji Hye hanyalah seorang remaja wanita biasa. Ia terlalu mencintai Minho sehingga tak bisa melihatnya bersama dengan wanita lain.

‘dddrrt..dddrt..’

terdengar suara getaran ponsel milik Ji Hye. Ia membuka flip ponselnya, sebuah pesan dari kekasihnya.

from: Choi Minho ❤

Mianhae.

Air mata Ji Hye kembali meluncur dengan bebas membasahi pipinya. Matanya mulai sembab seakan menandakan ia terlalu banyak menangis. Ia belum sanggup untuk membalas pesan dari Minho. Hatinya masih terlalu sakit mengingat kejadian yang baru saja dilihatnya dengan mata kepala sendiri.

‘drrdtt..drrrt..ddrrrrt’

belum berselang 5 menit, ponselnya kembali bergetar. tak usah ditebak siapa pengirimnya, bisa dipastikan itu adalah Choi Minho. dengan sengaja ia tak membuka pesan tersebut, menunggu agar hatinya lebih tenang.

hingga 15menit, rasa penasaran di hati Ji Hye mengalahkan semuanya. ia memang tak bisa melewatkan 1 pesanpun dari Choi Minho. maka dengan hati-hati ia membuka satu demi satu pesan yang telah diterimanya.

from: Choi Minho ❤

maaf, aku tahu betapa sakitnya hatimu melihatku sedang bersama ibumu.

tapi aku tak melakukan apa-apa dengannya, aku menolak segala permintaannya.

aku yakin kau pasti percaya padaku.

from: Choi Minho ❤

satu lagi, aku menerima ajakannya karena ia menjajiikan bayaran yang lebih besar dari sebelumnya.

dan aku berfikir jika aku melakukannya, semakin cepat uangku terkumpul.

dan semakin cepat kita dapat melangsungkan pernikahan.

namun ternyata aku salah.

from: Choi Minho ❤

aku tahu. aku sangat mengecewakanmu.

aku tahu. aku tak pantas menjadi kekasihmu.

aku tahu. aku tak pernah membahagiakanmu.

aku tahu. aku hanya mempermalukanmu karena status pekerjaanku.

namun aku masih mempunyai satu.

aku masih mempunyai cinta yang besar hanya untukmu seorang.

yang tak bisa dikoyakkan oleh siapapun.

maukah kau menikah denganku?

jika kau menjawab YA, kau harus menghampiriku sekarang juga.

jika kau menjawab TIDAK, kau hapus semua pesanku dan tak usah menghampiriku.

ku tunggu kau di taman kota. terakhir, saranghaeyo~ 🙂

matanya terpaku pada pesan terakhir yang diterimanya. ia membeku. entah karena begitu senangnya, atau khawatir tentang apa yang terjadi selanjutnya ketika semua ini tertangkap basah oleh keluarganya.

yang begitu aneh di benaknya ialah, Choi Minho mengajaknya untuk bertemu di taman kota. Ya! apa yang merasuki pikirannya? tidakkah ingatkah dia jika kaki tangan appa siap berada dimana saja dan kapan saja? dan tak segan-segan menyakitinya jika tertangkap basah sedang berduaan denganku? apa yang ada di pikiran namja itu saat ini?

Tak berfikir panjang, Seo Ji Hye segera menyambar jaket dan segera berlari menemui kekasih yang sangat dicintainya. Tak ada kaki tangan Tuan Seo yang berjaga di sekitar rumahnya. Aman. Meskipun begitu ia harus tetap siaga, karena bisa saja ia mengutus agar mengikutinya diam-diam kemanapun Ji Hye pergi.

***

Sesampainya di taman kota Ji Hye tidak menemukan seseorang yang dicarinya. Ia hanya dapat menolehkan kepalanya ke kanan ke kiri, berharap mendapati kekasihnya datang dan membawakan cincin yang telah lama menjadi impiannya.

atau lebih manisnya, Choi Minho telah mempersiapkan sebuah kejutan untuk melamarnya?

Seo Ji Hye berusaha mengntrol hatinya. Ia tak perlu menunjukkan wajah terlalu gembira. Tetapi ia tak bisa menahan gejolak riang di hatinya, yang sewaktu-waktu dapat meledak.

Namun menit demi menit berlalu, dan namja yang dicarinya belum menunjukkan batang hidungnya.

Hingga seorang anak berteriak,

“YAAAAAA!! ADA KECELAKAAN DI TIKUNGAN JALAN!”

‘DEG’

perasaan tak enak pun kini menyelimuti hati seorang Seo Ji Hye. ia berharap agar Choi Minho segera datang dan mengobati bad feelingnya saat ini.

terdengar beberapa desas desus dari beberapa pengunjung yang mampir ditelinganya.

‘malang sekali namja itu!’

‘namja itu sepertinya akan melamar seseorang, kau lihat apa yang dibawa-‘

‘DEG’

tanpa diperintah, kaki Ji Hye berlari sekencang mungkin kearah terjadinya kecelakaan. seketika tangan kakinya membeku, saat melihat sebuah kerumunan. hatinya tak tenang, ia seperti mengetahui siapa yang berada di dalam kerumunan tersebut.

Ia terus berusaha masuk kedalam kerumunan itu. meskipun banyak orang membentak bahkan mengatainya karena dengan seenaknya ia masuk ke dalam kerumunan tersebut.

**********

It’s not easy for me like my farewell greeting

My heart won’t become mine to control

**********

kedua kakinya melemas saat melihat apa yang terjadi pada Choi Minho, kekasihnya. matanya terasa begitu panas, seakan tak dapat membendung air mata yang kapan saja dapat turun begitu derasnya. ia tak dapat berkata lagi, tubuhnya bergetar hebat. dilihatnya sebuah kotak yang berbentuk hati warna merah yang berada di genggaman Choi Minho yang penuh dengan darah. kotak itu terlihat terbuka, dan tidak ada isi di dalamnya. pandangan yeoja manis itu tertuju pada sebuah cincin berwarna putih yang tergeletak begitu saja tak jauh dari tangan sang pemilik.

tangisnya pecah. “OPPA KAU BERBOHONG!!”

dipindahkannya kepala Minho keatas pangkuannya. ia menepuk pelan pipi kiri namja tampan itu, berharap agar Choi Minho membuka matanya.

“kau berkata jika kita akan menikah di depan altar bulan depan! namun mana janjimu? MANA JANJIMU OPPAAAAAA??” Ji Hye masih saja menggoyang-goyangkan tubuh Minho berharap ia mendengar pertanyaannya.

“kau juga belum mendengarkan jawabanku” kata yeoja cantik itu diikuti isakan pelan.

 “KAU TAHU, AKU MENJAWAB ‘YA’ OPPA! AKU BERSEDIA MENIKAH DENGANMU!!” ia berteriak layaknya orang kesetanan, namun seseorang yang diajaknya berbicara tak kunjung mengeluarkan jawaban.

**********

My heart can’t let you go

Is it really the end?

**********

“Oppa! kau mendengarku?” dilihatnya mata Minho yang mulai bergerak seakan akan ia membuka matanya.

“Oppa, kau harus tunggu sebentar lagi! ambulance akan segera datang! kau harus cepat sembuh, dan kita akan menikah!”

namun Choi Minho menggeleng. “kau. harus. melanjutkan. pendidikanmu”

“andwe, aku tak bisa jauh darimu!!” sedikit demi sedikit air mata Ji Hye menetes ke atas pipi Minho.

“sa-rang. hae-yo” Minho menutup matanya secara perlahan diikuti dengan air matanya yang jatuh dari pelupuk mata.

“ANDWE!! OPPA!! ANDWEEEE!!” Ji Hye berteriak histeris. Ia menegakkan kepala Minho yang ada di pangkuannya. Ia mencium paksa bibir Minho yang telah  berlumuran darah. Namun apa hasilnya? tak ada lagi hembusan nafas dari bibir Minho yang bisa dirasakan Ji Hye. Tidak dihiraukannya lagi seluruh pandangan yang tertuju padanya.

**********

I should forget you

But when I see the picture

that we took together

I can’t ever forget you

**********

tak seperti biasanya, tempat pemakaman ini terasa begitu ramai dari biasanya. sebagian besar orang yang berada disana menampakkan wajah sedih dan pilu. namun ada satu-satunya orang yang menampilkan wajah berseri-seri, meskipun terlihat jelas bahwa air matanya menetes tak kunjung henti. Ia duduk disamping makam bertuliskan nama Choi Minho, menggunakan gaun pernikahan berwarna putih tulang. Dielusnya foto besar bergambarkan namja tampan yang sedang tersenyum.

‘Oppa, sesuai janjimu.. kita akan menikah satu bulan mendatang, dan kau tahu? hari ini adalah hari wisuda kelulusanku di Sekolah Menengah. Kau senang bukan? aku telah memenuhi permintaanmu. Oppa aku bahagia, akhirnya impian kita selama ini terwujud. Aku berjanji, tak akan mencintai orang lain selain dirimu. Aku bersumpah. dan yang lebih mengejutkan, keluargaku telah menyetujui pernikahan ini! meskipun aku tahu, mereka hanya dilandasi rasa kasihan terhadapku. mereka tak ingin aku menyusulmu Oppa.. hah, betapa jahatnya mereka kepadaku. Aku mencintaimu, lebih dari apapun dan sampai kapanpun’

==FIN==

PS: Bagaimana? GA to the RING! GARING! .___.

maaf ya, banyak typo :p :p

ceritanya standard aja, hahaha malah kayak sinetron2 gini 😀

lagian ga da rancana buat bikin, ngalir gitu aja==’

DON’T BE SILENT READERS! I HATE SILENT READERS!

Tolong komentarnya ya, biar saya tahu mana kekurangan dan kelebihan ni FF ^^

Jeongmal Gomawoyoooo~

FLAMERS, jangan timpuk saya TT____TTv

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

86 thoughts on “Love You Forever”

  1. yay,dkira profesi minho apaan.ah,sy ga sk minho dsni,trlalu sempit pkiranny.kl emg cinta,usaha dong cari krjaan yg halal.masa sampe udh kawin nanti mw gtu2 mulu krjaanny.mian,emosi ni ama namja ky gt

  2. wow minong gila nih..
    hampir aja umma cwenya ndri juga mau dilayanin…demi bsa ngumpulin biaya nikah…cwe mna yg mau nikah dari hasil krja bgtuan..apa lagi klw duit na dri bercinta sma ibu sendiri..tapi kasian minho mati dsni..

  3. minho sini deh kerja di rumah aku aja, jadi babu gapapa kan? dari pada kerja kayak gitu.. wwkwk… authornya tega, tapi daebak!! Aku ikut sedih banyaknya #lebayyyy

  4. Keren banget thor ceritanya..
    Sampe2 aku pengen nangis gini T^T minhooo :((((
    Tapi aku bingung jadinya ji hye itu gimana? ._. Nikah yang dia bilang itu maksudnya apa? ._. *banyak nanya* ._.v

  5. si umma umma ahjummanya kejam -___-
    bisabisanya jihye punya umma kayak dia! udah selingkuh, selingkuhnya sama pacar anaknya
    umma macam apa ini!
    mending ummaKey HA HA HA #ups

  6. ngebayangin minho brlumuran darah gitu .. AHHH .. NGGAK BOLEH !! TT_TT

    tragis . cwenya tu ceritanya jadi rada” depresi gitu ya ?

  7. Ya ampunnn ceritanya sedihh banget sihh !!!
    Jahat banget sihh keluarga nya ji hye !!! Ceritanya bener – bener menyentuh hati hiks hiks hiks !!!

  8. Hua…sedih banget ff nya…
    hiks,,hiks,, TT.TT
    Gila yach omma nya Ji Hye,tega ngelakuin hal itu sama namjachingu anak nya sendiri!
    Aku baca ff ini serasa aku jd Ji Hye nya..
    TT.TT
    Daebak,thor! Aku tunggu ff selanjutnya 🙂

  9. Tragis gilak!
    Apalagi itu orang tua Seo Ji Hye ngerestuin anaknya nikah pas orang yang dicintainya udah meninggal. Apa seumur hidupnya nanti Ji Hye nggak mau cari pengganti Min-Ho?
    Nice story.

  10. huuuaaa ..
    aku nya ampe’ nangis loh ..
    gk kbayang deh klo bneran kyk gt,udh strez duluan deh aku nya ..
    gara2 gk jd nikah ma minho ..

    hikz ..hikz ..

    eomma nya ji hye kog gt sih ..
    contoh eomma yg gk baik tuh ..

  11. baru baca, bagus thor
    gak kepikiran ternyata pekerjaan Minho giut
    tapi Minhonya gak mau kerja keras, kan masih banyak pekerjaan lainnya
    dan Minho matinya cepet banget thor *readerbanyakkomplain
    secara keseluruhan bagus thor 🙂

  12. Omo, minho ga nepatin janjinyaa. Huaaa, kalo gitu nikahnya sama aku aja deh. Haha *tuiiing
    #ditendanggaragarakomengabermutubanget.
    Ahh bagus-bagus! Aku sukaaa ^.^

  13. AAAAAAA!!!! ANDWAE!!! *caps digiles truk* *kaca pecah*

    minppa tragisssssssss TT.TT nangissss!!! Huaaaaaa kejem si emakna jihye!!!! Aaaaa T.T *histris*

    aduh endingnya nyayaaaaaaaat banget unnie… Hadoh ;_;

    unnie daebak. Ide ceritanya ga biasa dan sukses bkin air mataku jebol sejebol2na! (?) hiks hiks hiks ga rela minppa mati tragis gitu 😥 daebak

  14. annyeong aku readers baru di blog ini.. Hehe

    ceritanya bagusssss dan sangat mengharukan, hwaaaa..
    Ada kelanjutan ceritanya ka? Waa.. Gak sabar pengen baca..
    Lanjutkan unnie…

  15. nyesek dan ngenes banget ini ffT^T sampe nangis ini astagaaa *ambiltisu
    emang sih ceritanya khas film-film indonesia, tapi gatau aja kenapa feelnya dapet, mungkin karna minho *eh?
    bagus author deh pokoknyaaa. ditunggu ff lainnyaaa (≧▽≦)

  16. AAAAAAAAA kenapa meninggal minhonya :(:(:(
    Sedih banget yaampun……
    Dia jadi nikah? Yaampun yaampun
    Sedihhhh 😦

  17. hiks hiks hiks 😦
    menyayat hati banget..
    salut sama kesabaran jihye dan ketulusan + tekad minho untuk menikahi jihye..
    tapi, kenapa minho mesti mati?? hiks hiks hiks #lapingus
    eommanya jihye jahat -___-
    keren keren keren 🙂

  18. trnyta happy ending y chingu*ditimpuk* haha
    aduh profesiny minho chingu*geleng2 kpala*.
    Btw, ganjen bget ibuny jihye.
    ktwan ankny, eh mkin gatel dia.
    ampun deh.
    critany tragis bget chingu, nice dh

  19. kenapa harus kecelakaan di saat yang penting??apa tuhan juga ga ngizinin mereka bersatu?atau tuhan lebih ingin mereka bersatu di dunianya yang abadi??
    ckckck kasian yeojanya..btw kerjaan minho itu apa ya?yang penghibur’ gitu ya??

  20. Omaigat, tragis amat ya ampuuunnn…. T.T

    Minho, kau beruntung punya cewek kayak dia, mau nikah ama mayatmu itu tuh *ditabok*

    Keren banget ff-nya, chingu… ^^b
    Teruslah berkarya…

  21. hyaa….keren sumpah ffnya!!!!!!!!! kasian jihye nya. huhuhuhuhu…. keren keren keren keren kerennnnnnnnnnnnnn………………….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s