My Little Bride – Part 11

Title : My Little Bride (chapter 11)

Author : Choi Ji Yeon

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

SUJU – What If

Choi Minho POV

“Minho, kau sudah yakin kan?”tanya Yuri sambil menepuk pundakku. Aku mengangguk mantap. Aku melakukan ini semua hanya untuk Ji Yeon. Aku ingin membuktikan padanya kalau aku sangat mencintainya. “Yuri, tapi aku sudah harus pergi dari tempat ini sebelum jam sepuluh. Bisa tidak?”

Yuri terlihat berpikir. “Mm… akan aku usahakan deh. Yang penting kau harus konsentrasi dulu ke balapan ini.”

Aku mengangguk. “Thanks. You’re so kind.”

“Hahaha… kau ini! Ji Yeon beruntung sekali ya memiliki suami sepertimu?” kata Yuri.

“Beruntung apanya kalau dia cemburuan? Masa aku dikiranya berpacaran denganmu? Apa itu tidak gila?”

“Ya… kau saja yang belum memahami wanita. Kalau aku jadi Ji Yeon, aku juga pasti akan cemburu. Itu wajar Minho…”

“Baik, guru!” kataku bercanda.

“Aissh! Kau ini!” Yuri memukul kepalaku pelan. “Eh, sepertinya sudah dimulai. Ayo sana! Konsentrasi!”suruh Yuri dan aku langsung menjalankan motor MV Agusta Superbike ku ke garis start.

Di garis start, aku melihat ada sekitar tujuh orang yang akan menjadi sainganku. Entah, aku merasa berbeda malam ini. Memang bukan pertama kalinya aku mengikuti balapan seperti

ini, ya walaupun dulu aku mengikuti balap mobil. Tapi ini di Jepang, bukan Korea. Aku belum paham betul bagaimana karakter anak-anak balap disini.

Beberapa saat kemudian seorang yeoja dengan pakaian sexy mulai maju ke depan garis start sambil membawa sebuah kain merah. Setelah hitungan detik, ia menerbangkan kainnya dan aku langsung melajukan motorku dengan kecepatan tinggi.

Sekarang, yang ada di pikiranku hanya Ji Yeon. Aku harus mempertahakannya. Aku tidak mau ia dibawa pergi oleh si Jinki itu. Dan balapan hari ini, akan memperlihatkan padanya betapa aku mencintainya. Juga membuktikan padanya, kalau aku masih mencintainya. Aku tidak ingin kehilangannya.

Ji Yeon… andai kau bisa melihat mataku, sekali saja dan menyadari betapa besar cinta yang ada di hatiku untukmu. Dan aku harap, kau selalu menyimpanku dalam hati dan imajinasimu itu. Agar aku akan selalu ada dalam pikiranmu… Aku ingin itu terja…

CIIIIIIIIIIT……… BRUK! BUGH!

Tiba-tiba motorku terjatuh dan aku terpental jauh. Baru kali ini aku merasakan sesuatu yang amat sakit dan dahsyat membentur kepalaku. Badanku seolah remuk dan tidak berbentuk lagi. Mungkin tulang-tulangku sudah patah sekarang.

Aku melihat seperti semburat cahaya putih di depan mataku. Setelah itu aku mencium bau darah yang amat menyengat. Di mataku sekarang, hanya ada Choi Ji Yeon… ini semua untukmu… chagiya…

“MINHO, MINHO!”

Ku dengar suara Yuri meneriakkan namaku. Aku sudah semakin lemas, perlahan mataku tertutup, entah untuk berapa lama. “Choi… Ji..Yeon…” gumamku lemah. Aku takut tidak bisa bertemu lagi dengannya….

Choi Minho POV END

 

Choi Ji Yeon POV        

“Kenapa Ji Yeon?”

Aku bahkan tidak menjawab pertanyaan Jinki oppa. Aku terlalu terpaku dan shock mendengar berita itu. Apa aku tidak salah dengar? Apa ini hanya bercanda?

Jinki oppa menghentikan mobilnya. “Ji Yeon, Ji Yeon, gwaenchana?” tanyanya sambil mengguncang bahuku.

Perlahan aku mendapatkan kesadaranku kembali. “Oppa, aku harus pergi. Mianhae,” kataku cepat lalu keluar dari mobil Jinki oppa dan menyetop taksi.

Aku mendengar Jinki oppa meneriakkan namaku, tapi tidak kuhiraukan. Minho…Minho…Minho… Aku terus menggumamkan namanya di hatiku. Aku terus berdoa, semoga ia baik-baik saja.

Aku berlarian di dalam rumah sakit setelah bertanya pada resepsionist. Aku bahkan tidak memedulikan cercaan orang-orang yang kutabrak tanpa sengaja. Aku tidak bisa percaya saat suster itu bilang kalau pasien baru bernama Choi Minho sedang dalam keadaan kritis. Minho benar-benar kecelakaan. Dan sampai sekarang belum sadarkan diri.

Langkahku terhenti saat aku melihat Appa, Umma Minho dan Taemin sedang menunggu di depan sebuah kamar. Aku melihat Umma Minho menangis dalam pelukan suaminya dan Taemin menekuk wajahnya. Dengan lemas aku berjalan ke arah mereka. Aku takut sebentar lagi aku akan pingsan.

“Noona?” kata Taemin saat melihatku. Lalu kedua orang tua Minho melihatku. Umma Minho langsung memelukku. Ia menangis dan aku juga langsung meneteskan air mataku.

“Ji Yeon…Minho…” ucap Umma Minho sambil menangis. Aku tak kuasa untuk menumpahkan semua air mataku. Tangisku benar-benar pecah.

“Umma… maafkan aku…” ucapku. “Aku tidak bisa percaya padanya. Maafkan aku…” kataku sambil terisak. Aku sangat merasa bersalah pada Minho.

“Minho sangat mencintaimu… Kau juga harus mencintainya Ji Yeon…” kata Umma Minho sambil mengelus pundakku lembut. Aku mengangguk.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar di depan kami terbuka. Aku langsung melepas pelukan Umma Minho dan melihat seorang dokter berdiri disana.

“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Appa Minho.

“Choi Minho sudah melewati masa kritisnya,” kata dokter itu membuat kami semua sedikit bisa bernafas lega. “Tapi… ia mengalami banyak luka dalam. Kemungkinan akan sembuh dalam waktu lama. Dan kemungkinan ia juga akan koma. Permisi,” jelas dokter itu lalu pergi dengan beberapa perawatnya.

Aku terpaku setelah mendengar penjelasan dokter itu. Apa? Minho akan koma? Dia juga akan cacat sementara? Andwae! Ji Yeon, ini semua salahmu! Apa yang kau lakukan? Kau tidak percaya pada nampyeonmu sendiri! Kau jahat Ji Yeon!!!!

“Noona, noona!” Taemin menyadarkanku yang sudah mulai frustasi dengan memukul-mukul kepalaku sendiri. “Noona, hajima… ini bukan salahmu,” kata Taemin lalu memelukku.

“Minho oppa…” ucapku.

“Apa kau sudah siap noona?” tanya Taemin disampingku.

Aku mengangkat kepalaku dan mengangguk padanya. Appa, Umma dan Taemin sudah melihat keadaan Minho sementara aku sendiri belum. Aku masih terlalu shock menghadapi kenyataan ini.

Taemin memegang tanganku. Ia tersenyum. “Minho hyung pasti sangat merindukanmu, noona…” ucapnya menguatkanku. Lalu dituntun Taemin aku masuk ke kamar perawatan Minho.

JGREK, Taemin membuka pintunya dengan hati-hati sekali. Seolah Minho akan terbangun dari tidurnya yang tenang.

“YA! CHOI JI YEON! Wae Irrae?!”

Aku bahkan masih membayangkan saat Minho memarahiku. Sungguh, aku sangat merindukan saat-saat itu kembali. Aku merindukanmu, Choi Minho…

“Choi Ji Yeon neo jeongmal ppabo! Masa begini saja tidak bisa?”

Air mataku tumpah lagi saat aku melihat tubuh Minho terbaring lemah di ranjang putih rumah sakit. Kedua kaki, tangan kiri dan kepalanya diperban. Ini menunjukkan betapa parahnya kecelakaan itu. Di ruangan ini juga terdegar bunyi monoton alat pendeteksi detak jantung. Aku tidak bisa membayangkan kalau alat itu berhenti berbunyi.

Aku menatap kedua matanya yang indah tertutup . Seolah ia sangat menikmati tidurnya. Apa yang ia impikan? Apa aku? Tidak, aku tidak pantas berharap seperti itu setelah aku begitu tega tidak mempercayainya.

Minho… apa kau merasakanku? Kuharap kau akan memaafkanku sekali lagi… Tidurlah sejenak, kau terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini. Jangan pikirkan aku kalau itu hanya akan membuatmu tersiksa. Tapi… suatu saat bagunlah, dan tersenyum padaku, seperti setiap pagi yang kita lewati bersama…

Choi Ji Yeon POV END

Choi Minho POV

Dimana aku? Kenapa semuanya putih? Apa aku berada di surga? Jadi aku sudah mati? Lalu

bagimana dengan Ji Yeon? Tidak Tuhan… aku belum menyelesaikan masalahku dengannya.

“Minho-ya!”

Kenapa… aku seperti mengenal suara itu? Aku pun langsung membalikkan badan dan melihat seorang yeoja cantik dengan sayap putih di punggungnya. Aku tidak bisa mempercayai penglihatanku sendiri. Yoona noona?

“Ya! Apa yang kau lakukan disini?!”

“No… noona?”ucapku terbata-bata. Aku tidak percaya ia akan menjadi semakin cantik seperti ini setelah meninggal. Apa di surga ada salon yang bisa mengubah menjadi benar-benar cantik?

“Minho-ya! Kenapa wajahmu begitu? Apa kau sudah lupa padaku?” tanya Yoona noona lagi. Nada bicaranya masih sama seperti dulu. Aissh, apa dia tidak bisa sopan sedikit apa di surga?

“A… apa kau Yoona noona?”

“Keurom! Aissh, kau benar-benar lupa padaku ya?”

“Noonaaa!” aku langsung memeluknya erat. Ia membalas pelukanku.

“Kau sangat merindukanku kan?” ucapnya dan aku mengangguk lalu melepas pelukan itu.

“Noona… neomu yeppo!” pujiku sambil tersenyum lebar.

“Aissh! Jangan tunjukkan wajah imutmu lagi! Kau sudah besar tahu!” Yoona noona menjitak kepalaku.

“Noona, apa setelah di surga kau dihadiahi sepasang sayap oleh Tuhan?” tanyaku penasaran.

“Mm, tidak semudah itu! Kau harus menjalani serangkaian ujian sebelum kau pantas diberi sayap indah seperti ini. Ngomong-ngomong, apa kau sudah meninggal?”

Aku bingung menjawab pertanyaannya. Apa aku benar sudah meninggal? Kenapa semudah itu? Akhirnya aku menggeleng,”Molla, noona…”

“YA! Kau meninggal atau tidak pun kau tidak tahu? Pabo!” lagi-lagi Yoona noona menjitak kepalaku. Aigo, aku sangat senang bisa bertemu dengannya lagi. Terima kasih Tuhan…

“Minho-ya! Jangan-jangan kau jadi suka melamun ya setelah kutinggal mati? Dasar!”

“Anio! Aku tetap bersemangat kok!” elakku. “Noona, apa di surga itu enak?”

“Keurom! Kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau. Tapi… untuk apa kau kesini? Apa Tuhan telah memanggilmu?”

Aku mengangkat kedua bahuku.

“Lalu bagaimana dengan anaemu? Kau tega sekali!”

“Noona? Bagaimana kau tahu?”

“Aku bertanya pada malaikat disini. Hehe…”

“Aissh, kenapa sifatmu tidak ada yang berubah sama sekali?” tanyaku heran. Bukankah seharusnya ia bisa berubah sedikit lembut?

“Aku dengar, hidupmu cukup sulit Minho?”

Aku menatap Yoona noona. “Noona… bolehkah aku tinggal disini? Bersama noona?”

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

77 thoughts on “My Little Bride – Part 11

  1. Kkyyaaa huwwwaa Minho koma? Jd Minho kecelakaan karena balapan..aigo,knp mesti balapan? T.T

    Kesian Ji Yeon,udh gtu pake ketemu sm Yoona,pasti si Minho jd lupa lg sm Ji Yeon deh..

    Ehm cepet lanjut cerita’a chingu,gak sbar mw tau si Minho mati apa gak..hehe

  2. waaa minho..
    Inget jiyeon min! Jangan sampe deh kamu nemenin yoona. Nemenin jiyeon aja dulu *ngomong apa ini?
    Next part ditunggu 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s