My Pink Hair Bind

My Pink Hair Bind

 

Author : Ryu / Ryu_kun

Main cast: Kim Gweboon (Key swicthgender)

Support Cast   : Choi Minho, Kim Taeyon (Taemin swicthgender), KimJonghyun,VictoriaSong, Cho Kyuhyun

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Friendship,

Rating : PG -15

Summary : ‘seandainya aku menjadi salah satu orang yang juga bisa mengisi hari-harimu,…”

A.N : Anneyoung *lambai.pakai.sarung.onew.appa* Ini ff debut saia, saia mulai tergoda untuk membuat ff. Mian, kalau ff ini mengecewakan. Selamat membaca 😀 Jangan lupa komen. Karna komen cingudeul bagai ayam goreng bagi saia dan onew appa, hehe 😛

 N.B : Untuk author, dimohon pada karya yang selanjutnya penulisan bisa lebih rapi dari FF ini. Terima kasih.

*Gweboon POV*

Dia Jinki, Lee Jinki. Semua orang diChungwoonHigh Schoolpasti mengenalnya. Siswa tampan dengan segudang prestasi yang juga menjabat sebagai Ketua Osis. Hampir semua yeoja di sekolah ini menjadi pengagumnya, bahkan mungkin seongsaenim yeoja. Dan aku adalah salah satu penggemarnya. Semenjak aku menginjakkan kaki di sekolah ini, aku sudah mnyukainya. Saat MOS dulu, dia merupakan kakak kelas yang teramah, terbaik, terbijak dan mempunyai sifat ter-baik lainnya. Namun aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Haaahhh… andai aku bisa berbicara sekali saja dengannya, aku pasti bahagia sekali.

                                                            #######

            “Selamat belajar Gweboon-ah! Nanti sms oppa kalau sudah pulang. Arasso?”

“Ne, oppa.” Aku turun dari mobil. “Mmm… ini masih jam 6.30 pagi, kau bisa belajar sebelum pelajaran dimulai,”

“Kau mengantarku ke sekolah terlalu pagi, Jjong oppa,” aku merajuk. “Mianhae, aku harus harus ke kantor lebih pagi hari ini, Gweebon-ah.Okay, oppa berangkat dulu. Anneyoung, “ Jjong oppa menutup pintu mobil lalu melaju kencang dengan mobilnya. Aku segera melangkahkan kaki memasuki sekolahku ini. Sekolahnya sepi sekali. Aku takut masuk sendirian. Apa aku menunggu saja di taman, sampai ada jam masuk sekolah. Ahh.. tidak. Selama beberapa menit aku hanya mematung di depan sekolahku. “Kau sedang apa?” Seseorang menepuk pundakku. “Ahh!!!” Aku berteriak. “Ya!! Aku hanya bertanya, bangunlah,” Seseorang menarikku untuk berdiri. Ku buka mataku. Jinki sunbae! Yah, itu Jinki sunbae. “Sampai kapan kau mau melongo terus seperti itu?” ucap Jinki sunbae. Sepertinya dia menahan tawa. Aku buru-buru menutup mulutku. Oh tidak, aku gugup sekali. “Kau tidak masuk?” “Ahh, iya sunbae, permisi” aku membungkuk dan segera berlari masuk. Wajahku pasti merah sekali. >///<

*Gweboon POV end*

*Jinki POV*

“Ahh, iya sunbae permisi.” gadis itu membungkuk dan berlari menjauh dariku memasuki koridor sekolah. Apa-apaan ini, akukanbukan hantu –“. Aku hanya menegurnya untuk tidak berdiri mematung seperti tadi. Ya sudah, aku ingat niatku berangkat pagi hari ini, aku belum mengerjakan tugas Sungmin Sonsaengnim. Hari ini pengumpulan terakhir, coba saja kemarinMinhotidak datang ke rumah. Tentu aku tidak akan asyik bermain play station sampai lupa mengerjakan tugas. Segera kulangkahkan kakiku. Tapi tunggu, sebuah benda berkilau menghentikan langkah kakiku. Ikat rambut? Warnanya mencolok sekali. Pink. Mungkin ini milik gadis tadi. Kim Gweboon. Aku sempat melihat tag namenya. Sepertinya dia adik kelasku. Aku segera memungutnya, dan segera berjalan menuju kelasku.

*Jinki POV end*

*Gweboon POV*

Kelasku terasa lengang. Sebagian anak-anak di kelasku sibuk mengerjakan pr natematika, sebagian lagi mungkin ke kantin. Inikanmemang jam istirahat. Tapi aku tidak minat untuk keluar kelas. Aku harus diet! Kemarin aku mengantar halmoni ke rumah sakit untuk periksa. Halmoni terkena penyakit diabetes, jadi harus rutin periksa ke rumah sakit. Iseng-iseng aku mengecek berat badanku. Dan hasil yang ku dapat adalah 53 kilo. 53 kilo!! Padahal bulan lalu berat badanku hanya 45 kilo. Maka dari itu aku harus diet secara ketat. Saat ini aku hanya memandang keluar melalui jendela kelasku. Tempat dudukku dekat jendela di pojok belakang. “Gweboon-ah, kau sudah mengerjakan pr matematika?” gadis bernama Taeyon itu berjalan ke arahku sambil membawa buku tugasya. “Sudah, wae?” “Aku pinjam yah? Hehehe..” “Ne.” Aku menyerahkan buku tugasku ke tangannya. “Lagi pula tumben sekali kau tidak mengerjakannya? Dalam hal matematikakan, kau jagonya,” aku berkomentar. “Kemarin aku dan eomma pergi ke pesta ulang tahun adik sepupuku di Busan. Sampai di rumah jam 11 malam. Mana sempat Gweboon-ah,” Dia berkata sambil mengerjakan tugasnya di sebelahku. “Jangan liat ke halaman terus, aku liat disanaadaMinhooppa, jangan sampai kau suka dengannya,” “Ani! Aku hanya mencari seseorang, Taeyon-ah” “Jinki sunbae?” “Uhmm. . ya.. begitulah, merekakandekat. Tapi dari tadi aku tidak menemukannya.” Aku melihatMinhosunbae yang asyik bermain bola sendirian, Jinki sunbae mana? :/ “Mungkin dia tidak masuk,” Taeyon meletakkan bukuku di meja. Lalu duduk di depanku. “Mungkin. . “ aku hanya mendesah pelan. “Kyaa..kyaa..!!” Aku reflek melihat pintu kelas karena mendengar jeritan beberapa temanku. Tiba-tiba Jinki sunbae berjalan ke arahku. Hah?! Jinki sunbae di kelasku?. “Kim Gweboon?” “Nde??” Omo,! dia di depanku! >< “Yeogi, bukankah ini milikmu?” Jinki sunbae menyerahkan sesuatu di tanganku. Ikat rambutku! “Mianhae, aku tidak langsung mengembalikannya, aku jarang melihatmu, dan tidak tahu kau ada di kelas berapa. Selama 4 hari ini, aku mencari tahu kelasmu di mana. Mian” ucap Jinki sunbae sambil mengelus tengkuknya. Aigo, dia tersenyum manis sekali dihadapanku. Aku rasa aku kehilangan akal sehatku. “Gweboon? Gweboon-ah? Kau tak apa-apa?” kurasakan tangannya yang memegang pundakku. “Ani, sunbae. Gamsahamnida sunbae.” Aku berdiri dan sedikit membungkuk padanya. “Gwenchana. Sudah ya, aku ke kelas dulu, anneyoung,” dia berlalu dari hadapanku. Aku hanya melongo memandang punggungnya yang semakin menjauh. “Gweboon-ah, kau beruntung sekali,” Taeyon menepuk pundakku. Ahh!!! Aku senang sekali. 😀

                                                            ########

Dingin!! Oppa kejam sekali menyuruhku membeli mie instant dan cemilan lain untuknya dan teman-temannya. Kejam!! Aku beli di dekat-dekat sini saja. Aku segera masuk ke supermarket terdekat dan segera menuju stan mie instant. Pilih rasa yang extra pedas saja, biar kepedasan massal sekalian. Segera kuletakkan ke keranjang dengan menggerutu tidak jelas. “Gweboon?” aku menoleh. “Jinki sunbae?” Brakk.. tak sengaja kujatuhkan keranjangku . “Ya!! Apa aku ini hantu? Kenapa kau selalu begitu saat bertemu denganku?” Jinki sunbae mengangkat keranjangku dan menyerahkannya kepadaku. Aku menerimanya dengan canggung. “Mian, sunbae.” “Kau penyuka pedas?” “Nde?” “Keranjangmu hampir penuh dengan cup mie instant rasa pedas,” Aku segera melihat keranjangku. Benar saja. Keranjangku penuh dengan mie instant. “Hehehe… bukan sunbae, teman-teman oppaku datang dan menyuruhku membelikan mereka makanan. Padahal di luar udaranya dingin sekali.” Aku menggembungkan pipiku kesal sambil meletakkan beberapa mie intan ke stannya. “Hahaha… kasian sekali kau ini,” “Sunbae sedang membeli apa?” aku melirik ke keranjang Jinki sunbae. Terlihat beberapa bumbu masakan, sebungkus snack kentang, 1 pack jamur, dan 1 bungkus ayam. “Ah, beberapa bahan makanan, aku meminta eomma membuatkan makan malam kesukaanku, jadi yah aku beli saja bahan-bahannya,” “Sunbae suka ayam?” “suka sekali, apapun masakan olahan ayam, aku pasti suka.” Ohh, aku baru tahu akan hal itu. “Kau sudah selesai?” “Ah..nde, sunbae,” “Kalau begitu ayo kita ke kasir.” Aku mengikutinya di belakang. “Kenapa di belakangku?” Jinki sunbae menarik tanganku dan memposisikan tubuhku agar berjalan di sampingnya. “Apa aku terlalu menakutkan bagimu?” “Ani! Sunbae sama sekali tidak menakutkan, hanya saja..” “Hanya apa?” “Aku terkejut, sunbae termasuk popular di sekolah. Aku agak sedikit canggung,” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. “Haha.. kau ini. Akukancuma murid biasa” dia tersenyum manis ssekali. Aku bisa pingsan melihatnya tersenyum seperti ini. Eomma!! Tolong anakmu! ><

*Gweboon POV end*

*Author POV*

Mereka berjalan beriringan keluar dari supermarket sambil menjinjing belanjaan mereka. “Rumahmu dimana, Gweboon-ah?” Jinki membuka pembicaraan. “Disekitar sini sunbae, mungkin sekitar 800 meter dari sini. “Aku antar yah?” “Ah, andwae sunbae. Rumahku dekat sekali kok,” “Tidak apa-apa, lagi pula tidak baik yeoja pulang sendirian malam-malam begini. Ayo!” Jinki menarik tangan Gweboon ke arah motornya yang diparkir. “Ini pakailah,” Jinki memakaikan jaketnya ke Gweboon. “Sunbae..” “Sudahlah, ayo naik,” Gweboon hanya mematung. Dia tidak menyangka dia bisa sedekat ini dengan Jinki. “Ayo!”Jinki menarik Gweboon. Mau tak mau, Gweboon naik ke jok belakang motor Jinki. “Pegang yang erat,” “……..” “Gweboon,” Jinki menuntun tangan Gwebonn untuk memeluk pinggangnya. Gweboon memeluk dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Jinki segera memacu laju motornya. ‘hangat’ batin Gweboon. Gweboon menyandarkan kepalanya ke punggung Jinki. Jinki tersenyum merasakan kepala Gweboon di punggungnya. Jinki semakin memperlambat laju motornya. “Sunbae, sebentar lagi sampai, itu, rumah bercat hijau,” Gweboon mnunjukkan rumahnya. “Oh, ya.” Jinki mengarahkan motornya hingga sampai di pekarangan rumah Gweboon. “Gamsahamnida sunbae,” Gweboon turun dari motor Jinki kemudian berdiri di samping Jinki yang masih di atas motornya sambil melepaskan jaket Jinki. “Ne, cheonmaneyo. Sudah, masuksana, pasti oppamu dan teman-temannya menunggu cemilan yang kau bawa,” “Ne, anneyoung sunbae.” Gweboon membungkuk dan segera masuk ke rumahnya. “Gweboon!” “Ne?” Gweboon berbalik. “Jangan panggil aku sunbae, panggil oppa saja, anneyoung,” Jinki melambaikan tangannya dan segera melajukan motornya menjauhi pekarangan rumah Gweboon.

*Author POV end*

*Gweboon POV*

Cklek. . kututup pintu rumahku dan bersandar di daun pintu. Apakah ini mimpi? Aku menepuk-nepuk pipiku sendiri. “Kau sedang apa menepuk pipimu sendiri?”. Jjong oppa menghampiriku yang sedang tersenyum-senyum mengingat kejadian beberapa saat tadi. “Kau sudah gila ya?” gumamnya sambil menyentuh dahiku. Aku menepis tangannya. “Lama sekali sih? Aku sudah lapar tau!” dia merebut kantong belanjaanku. “Ya!! Kenapa hanya mie instant?!!” Jjong oppa siap-siap memarahi aku. “Ahh!! Oppa!!! Aku senang sekali!!” ujarku sambil mencubit pipinya dan berlari menuju kamarku. “Kau pikir aku ini boneka! Cepat, masakkan aku mie instant ini!!” “Andwae! Aku mau tidur, mehrong!” kututup pintu kamarku dan segera kukunci dari dalam. “Ya!! Gweboon!!” Jjong oppa menggedor-gedor pintu kamarku. Aku melompat ke tempat tidurku. Memeluk boneka sapi berwarna pink kesayanganku. Kutatap langit-langit kamarku. Bertemu di supermarket dan dibonceng Jinki oppa, berbicara dengannya, haaa..!!!! aku bisa gila!!. Kau makin membuatku makin suka padamu oppa!!! ><

                                                            #########

“Gweboon-ah, apakah aku pantas memakai pita ini?” Taeyon menunjukkan pita biru yang menjepit sedikit poninya. “Ya, itu bagus, kau beli dimana,”. “Di dekat rumahku, kau mau?,” “Belikan aku yang warna pink, yah?” aku merajuk. “Okay,okay, itu bisa diatur. Tapi antar aku ke kantin, aku lapar, dari tadi kita di perpustakan terus,” Taeyon menggembungkan pipinya  sambil menarik tanganku. “Ne, ne, arasso,” aku membereskan buku-bukuku dan mengikutinya berjalan. Kami berjalan keluar perpustakaan. “Taeyon-ah!” Taeyon dan aku membalikkan badan.Minhosunbae? “Taeyon-ah, boleh kita bicara sebentar?”Minhosunbae berbicara dengan Taeyon. “Gweboon-ah, mian aku tidak jadi ke kantin, kau bisa ke kantin sendirian atau kelas. Mianhae, tak apa-apakah?” “Ne, mungin aku akan kembali ke kelas,sanatemui Minho sunbae,” Aku mendorong Taeyon ke arahMinhosunbae. “Gomawo Gweboon-ah, anneyoung,” Taeyon melambaikan tangannya menujuMinhosunbae. Aku mengangguk dan meninggalkan mereka berdua. Saatnya ke kelas.

*Gweboon POV end*

*Jinki POV*

Kulihat Gweboon berjalan sendirian sambil membawa buku. Segera kuhampiri dia. “Anneyoung Gweboon-ah,” aku mengampirinya. “Sun. . sunbae..” “Akukansudah bilang, panggil aku oppa,” “Ne, mian op..ppa,” Gweboon menjawab sambil menundukkan kepanya. “ Kenapa setiap berbicara padaku, kau menundukkan kepalamu?” “Ani. . gwechana oppa,” Gweboon mulai mengangkat wajahnya. ‘Yeppeo’. “Gweboon-ah, aku punya sesuatu.” Aku mengeluarkan dua ikat rambut yang bentuknya seperti cherry dari dalam saku seragamku dan menyerahkannya ke tangan Gweboon. “Kemarin aku jalan-jalan dan menemukan ikat rambut ini. Aku teringat dirimu, jadi kubelikan untukmu. Kau suka warna pinkkan?” Aku melihat Gweboon yang terpaku menatap ikat pemberianku. “Gweboon?” “Ahh.. Gamsahamnida oppa,” Gweboon membungkuk kemudian menatapku sambil tersenyun. “Syukurlah, kalau kau suka. Ohh, aku harus kembali ke kelasku. Anneyoung Gweboon-ah,” Aku berlari meninggalkan Gweboon. Kenapa aku senang sekali melihatnya tersenyum? Apa aku menyukainya?

*Jinki POV end*

*Gweboon POV *

Syukurlah, kalau kau suka. Ohh, aku harus kembali ke kelasku. Anneyoung Gweboon-ah,” Jinki oppa berlari meninggalkanku. Ku tatap ikat rambut pemberiannya. Aku mendekapnya erat dan tersenyum lebar. Rasanya seperti diberi segudang coklat yang tak akan habis kau makan bahkan sampai kau mati. Aku senang sekali!!! “Yaa!! Kau kenapa?” Taeyon tiba-tiba sudah ada dihadapanku.  “Kau tak apa-apa? Aku pikir kau sudah ada di kelas. Ternyata ada disini. Ayo ke kelas!!” Taeyon menarik tanganku dan berjalan ke kelas. Aku masih tidak bisa berpikir jernih. ><

                                                            #############

Hari ini, aku membuatkan bekal untuk Jinki oppa, jangan pikir macam-macam dulu. Aku hanya berterima kasih karena 2 hari kemarin, aku diberikan dua ikat rambut. Cantik sekali. Yang satu kupakai sedangkan yang satunya aku simpan. Saat ini sekolah terasa lengang. Terang saja, ini sudah melewati jam pulang. Sekarang, aku berjalan menuju ruang basket. Hari ini jadwal eskul basket, dan aku tahu, Jinki oppa ikut eskul tersebut. Kulihat Jinki oppa bersandar di depan pintu ruang itu. Tapi kenapa ada seorang yeoja d sampingnya? Aku bersembunyi di samping loker. Aku tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, aku mengintip mereka. Omo! Yeoja itu mencium Jinki oppa sebelum dia meninggalkannya, dan Jinki oppa terlihat tersenyum bahagia sekali. Aku berbalik. Kurasakan kakiku bergetar dan kotak bekal yang kupegang jatuh. Aku segera berlari, aku tak kuat melihat kejadian tadi. Kurasa air mata mulai menggenang di kelopak mataku. Aku duduk di bangku kelasku, air mataku sudah tak bisa kutahan lagi. Kenapa aku bisa sebodoh itu. Jinki oppa adalah siswa yang tekenal tampan, jadi dia pasti mempunyai seorang yeojacingu. Pabo! Gweboon pabo!

*Gweboon POV end*

*Jinki POV *

“Jinki-ya!Victoriamemanggilmu!!” Kyuhyun hyung berteriak memanggilku. “Na?” “Iyalah, cepat temui dia,” Kyuhyun hyung mendorongku menjauh. Aku berjalan menemuiVictoriayang menungguku di depan pintu ruangan. “Adaapa?” aku menghampirinya. “Jinki-ah,limahari lagikankau ke Daegu, nanti aku belikan dress seperti ini yah,”Victoriamenunjukkan gambar sebuah dress berwarna hijau. “Ya!! Aku ke Daegu bukan untuk jalan-jalan, tapi ikut kompetisi basket!” “Ayolah Jinki-ah!! Hanya di toko ini dress secantik ini dijual, jebal!!”Victoriamerajuk sembil menarik-narik baju basketku. “Ne. .ne. .arasso. Tapi buatkan aku ayam goreng yang banyak saat aku pulang nanti!,” aku menghentikan kegiatannya menarik-narik bajuku ini. “Ok!! Siplah, tapi janji belikan yah!!, uangnya sudah kutitipkan ke eommamu. Gomawo Jinki yah,” cup. .Victoriaberlari setelah mencium pipiku. Anak itu, yasudahlah. BRAKK. . kudengar suara benda yang terjatuh. Sepertinya terdengar dari samping loker di samping luar pintu ini. Kotak bekal? Kulihat seorang yeoja berambut ikal yang rambutnya dikuncir ke belakang. Sepertinya aku kenal ikat rambut itu. Gweboon??!! Aku mengejarnya. Sepertinya dia masuk ke kelasnya. Aku berhenti di depan pintu kelasnya. Kuatur nafasku. Segera ku hampiri dia. Dia menyembunyikan wajahnya dan kudengar suaranya seperti menangis. “Gweboon-ah, kau tak apa-apa?” Aku duduk di depan bangkunya dan mengelus lembut rambutnya. “Op..oppa!!” Gweboon mengangkat wajahnya. Air matanya masih mengalir melalui kedua mata kucingnya. “Kenapa oppa disini?” “Seharusnya aku bertanya seperti itu, kenapa kau masih ada disini?” ku hapus sisa air matanya yang mengalir di pipinya. “Kenapa?” “……..” “Kau cemburu yah?” aku tersenyum evil kepadanya. “Ani!!, lagipula kenapa aku bisa cemburu dengan oppa, aku ini siapanya oppa?” “Bilang saja iya,” “Ani!!” dia menepis tanganku di pipinya. “Kau cemburu karena melihatku denganVictoriakan?” kutatap matanya lagi. Dia menunduk. “Ya! Jawab pertanyaanku” Aku mengangkat matanya agar mau menatapku. “Op..oppa terlihat senang sa.. saat yeoja tadi berbicara dengan oppa,” dia berkata sambil menatapku dengan takut-takut. Tuk.. kusentil dahinya “Aa.. appo!!” dia bergumam kesakitan. “Pabo!! Yang kusuka itu kamu Gweboon-ah!!” ujarku mantap, “Victoriaitu sepupuku,” “Hahh??” Gweboon melongo.

*Jinki POV end*

*Gweboon POV *

“aisshh… kenapa kamu suka sekali melongo sepeti itu sih,?” Jinki oppa berkata sambil mengelus bibirku. Aku segera megatupkan bibirku. “Mwoya? Apa yang Jinki oppa katakan?” “Saranghae, nae Gweboon,” Jinki oppa berkata di depan wajahku. Kemudian dia tersenyum hangat. “Oppa, pasti bohong! Aku tidak populer dan aku bukan murid yang cerdas seperti oppa, mana mungkin oppa suka padaku?” aku menggeleng-gelengkan kepalaku menepis ucapan Jinki oppa. “Dengar. Aku menyukaimu sejak MOS dulu, siapa yang tidak tertarik dengan yeoja manis yang selalu memakai ikat maupun jepit rambut berwarna pink setiap hari selain kau, Gweboon-ah,” ucap Jinki oppa sambil mengelus rambutku lembut. “Bagaimana? Kau juga menyukaikukan?” Jinki oppa kembali menatapku. “Ne, nado saranghae oppa,” aku berkata sambil tersenyum semanis mungkin untuknya. “Gomawoyo~” Jinki oppa lalu menarikku berdiri dan langsung memelukku erat. “Jadi, mulai hari ini kita resmi pacaran?” dia melepas pelukannya dan memegang pundakku sambil menatap mataku. Aku mengangguk pelan. “yess!!!” dia berteriak kegirangan. “Kalau begitu ayo jalan-jalan,” Jinki oppa meraih tasku dan menarik tanganku keluar kelas. “Chamkkan man~yo, bukankah oppa ada eskul basket?” Aku melepaskan tanganku. “Ah, masih ada besok, ayo kita jalan-jalan saja,” dia berkata sambil membawa tasku. “Tapi..” cupp… Kurasa Jinki oppa mencium pipiku. “Terserah kau saja, tapi tasmu ada di tanganku, mehrong,” Jinki oppa berlari sambil meleletkan lidahnya ke arahku. “Oppa!!!” Aku berlari mengejarnya. Kurasa~, mulai hari ini, hari-hariku mungkin akan lebih berwarna. 😀

Bagemana.bagemana? jelek yah,, mian #sujud. Meskipun jelek, komen.komen *nodong.ayam.goreng*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “My Pink Hair Bind”

  1. Jinki so sweet,, hehehe

    ahh jadi ngebayangin Key versi school of rock dehh,, jadi minder,, cz kayaknya cantikan Key daripada aq,, huhuhuhu

    teen romance banget ceritanya,, Unyu,, unyu,, kayak si Onyu,, kekekeke

    just talk !!! dari tadi aq bolak-balik di SF3SI kq baru FF ini yg dipost apa gimana y?? *bingung#

  2. walau key and taemin mang cantik…py ttp aja aneh bayangin key and taem jdi cwe…pas bca ini aku byangin cwe laen…klau byangin key nanti malah jadi geli sendiri…

    oh ya bnr tuh tulisannya dirapihin…aga pusing bcanya…

  3. Aku gak bisa bayangin gweboon itu key,
    pas baca malah jd kebayang cewek lain…
    Hehe
    sweet banget ceritanya

    oh ya, spasi antar kata coba lebih diperhatiin lagi ya thor..

  4. Wah, author ceritanya so sweet
    Jinki ya ternyata dh ska mulai mos
    Jd ya cinta ya gk bertepuk sebelah tangan
    Keren
    D tunggu cerita yg lainnya ya auhtor

  5. kereeen bangeet kebayang tuh key pas scholl of rock tapi agak lain disini key kuncir satu sedang kan di film kuncir dua

    kyaaa oppa nomu yeoppo

    heeehehehe author betul itu tulisannya agak berantakan jadi radabingung gitu bacanya

  6. Nice story… I like it..
    Sweet banget,, ternyata Jinki Oppa udah suka sama Gweboon dari MOS…
    Tapi aku ngga bisa ngebayangin Key nya jadi cewe…

    Sebenernya aku ngga terlalu terganggu sama tulisannya yang kurang spasi,,
    tapi akan lebih baik kalo tulisannya dirapi-in lagi…

  7. meleleh bacanya XD !

    ho’oh, penulisannya perlu dirapiin, bagian dialog jadi rada mikir siapa yang ngomong soalnya ga’ dipisah. ga’ ada maksud sotoy atau menggurui ya ^^
    keep writing! Hwaiting!

  8. hihihihihi ,,, lucu ..
    pasti imut banget key make aksesoris serba pink ,, kalah dhe aq sbg wanita tulen ..

    ow ya, ngetik’na jangan rapet2 gitu yaa ,, agak susah dibacanya ..

  9. daebak (y) 🙂
    ane paling suka thor kalau ada GWEBON AND TAEYON
    banyak-banyakin yea FF TAEBON NYA.. hehehe..
    ^_^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s