Hard, But Still Funny – Part 1

Hard, But Still Funny

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan

Support Cast    : Seo Yuchan (Rachan’s Eonnie), Tuan Kim.

Author             : Seo

Genre              : Prolog, Sequel, Romance

PG                    : 13


Part 1

Rachan POV o———

“Belum dapat kerja juga?” tanya eonnieku. Aku menggeleng lemah sambil melempar ijazah SMAku ke meja makan.

“Yakin kau tidak mau kerja ditempatku?” tanya eonnieku lagi. Dan aku menggeleng lagi. Memang sih, tak ada yang salah dengan pekerjaan eonnieku. Tidak masalah jika aku dan eonnie mempunyai pekerjaan yang sama. Tapi masalahnya, adalah ‘lingkungan’.

Eonnieku adalah seorang cleaning service di sebuah perusahaan. Perusahaan Sanja yang dibangun oleh sorang direktur yang dermawan. Tapi hal ituberkebalikkan dengan rekan-rekan kerja eonnieku. Rekan kerja eonnieku kebanyakan adalah orang yang… yah… kasarnya sih ‘bermasalah’ kalau menurut pandanganku.

Mengapa tidak? Mereka kebanyakan adalah bapak-bapak paruh baya yang selalu sok keren dihadapan para yeoja muda. Terutama seperti aku. Bagaimana aku bisa konsen bekerja kalau lingkungannya seperti itu? Hah? Eonniku itu tak usah ditanya, dia adalah yeoja tangguh, tak akan ada namja manapun yang berani melawannya. Sekali ada namja yang menggodanya nakal, sama saja namja itu cari mati. Eonnieku pasti akan menghajar habis-habisan namja itu.

“Aish~ tenang saja, jika mereka mengganggumu, aku akan menghajarnya!!” Eonnieku berkacak pinggang. Aku mengerutkan alisku.

“Shireo!! Pasti ada pekerjaan lain yang menerima lulusan SMA sepertiku selain ditempat Eonnie!!” ujarku keras kepala. Eonnieku menghembuskan nafas lelah.

“Lalu mau bagaimana lagi? Kalau kau tak kunjung dapat kerja, kau hanya akan menjadi pengangguran..” Eonnieku putus asa. Aku menunduk lesu. Yah… beginilah keluargaku… aku tak bisa melanjutkan ke bangku kuliah karena masalah ekonomi yang parah. Eonnieku bahkan tidak masuk bangku SMA. Setelah lulus SMP, dia langsung bekerja. Karena Eonnie ingin aku lebih pintar darinya, Eonnie selalu bersikeras untuk memasukkanku ke SMA. Eonnie bilang, orang lemah sepertiku mudah ditindas orang lain, makanya harus punya otak yang cerdas.

“Padahal Eonnie ingin sekali kau kuliah… kalau kau bekerja, pasti penghasilan kita berdua bisa untuk membayar biaya kuliahmu..”

“Eonnie.. jangan memaksakan untuk memasukkanku ke bangku kuliah, untuk kebutuhan sebulan saja sudah susah. Sudahlah Eonnie, aku akan berusaha sampai aku mendapatkan kerja yang berpenghasilan tinggi. Eonnie tak usah khawatir, aku sudah cukup pintar kok,,” hiburku pada Eonnie. Eonnie tersenyum tipis.

“Gomawo saengi~~”

==========

Aku harus mendapatkan kerja hari ini, harus!! Kalau tidak mau bekerja ditempat Eonnie, aku harus mendapatkan kerja secepat mungkin. Kajja,kajja, FIGHTING!!!

Bruk~~!!!

Aduh!!! Huh? Museun il-iya? Ah!! Jeongmal? Hampir saja!! Untung mobil itu tidak menggilasku dengan ban hitam legam nan elegant itu.. hanya goresan kecil…

“Aigoo~~~neo gwaenchanhni? Joesonghabnida…” seorang ahjumma menghampiriku dengan muka cemas.

“Eh? Ah…. nan gwaenchanha.. geogjeonghaji maseyo (jangan khawatir)..” ujarku antara kaget dan masih sedikit bingung dengan kejadian tadi yang hampir membuat jantungku copot.

“Tidak apa-apa bagaimana?! Kakimu memar begini!! Aku akan mengantarmu kerumah sakit!”

“Ah… tidak usah..” tolakku. Kalau sudah lihat kakiku memar kenapa masih bertanya? Aish!! Seo Rachan! Hati-hati kepada yang lebih tua!! Baboya~..

“Jangan menolak! Tuan Kim! Antar dia kerumah sakit! Aku ada sesuatu yang harus dikerjakan secepatnya di kantor.” Ahjuma itu meyuruh orang yang dipanggil Tuan Kim untuk membawaku kerumah sakit… sudahlah.. layani saja perintah Ahjumma itu..

==========

Kakiku dioles salap. Baunya agak aneh dan menusuk hidung. Aku berjalan terseok-seok menjari Tuan Kim yang mengantarku tadi. Aku harus berterima kasih padanya. Kutemukan dia keluar dari toilet pria. Aku langsung menemuinya.

“Tuan Kim..” panggilku. Tuan Kim menoleh ke arahku dan menunjuk ketelinganya. Dia sedang menelpon seseorang. Atau ditelpon seseorang. Aku menunggu sampai dia selesai menelpon.

“Aigoo~ aku juga tidak tahu bagaimana..  aku juga belum menemukan siapapun untuk mengurus Tuan Muda.. susah mencarinya..” keluh Tuan Kim ditelepon. Aku menoleh. Belum menemukan siapapun untuk mengurus Tuan Muda? Sepertinya dia mencari seorang pengasuh untuk majikannya.. Aha!! Inilah saatnya bagiku untuk menjadi pahlawan!!

“Ah.. ne… sudah dulu.. aku harus kembali bekerja..” Tuan Kim menutup flip ponselnya lalu berkacak pinggang sambil mendengus kesal.

“Ehm… Tuan Kim,, apa anda sedang mencari seorang pengasuh?” tanyaku walau aku sudah tahu jawabannya ‘iya’.

“Ne, waeyo? Kau mau mengajukan diri?” tanya Tuan Kim. Aku mengangguk semangat. Kulihat senyuman lebar terukir diwajah Tuan Kim. Mungkin yang paling lebar yang pernah kulihat.

“Ah!!! Kamsahanida!!” seru Tuan Kim semangat. “NO PROBLEM!!” seruku tak kalah semangat.

“Bagaimana kalau langsung bekerja?” tanyaku. Aku ingin cepat-cepat menikmati pekerjaan pertamaku!.ini hanya menjadi seorang pengasuh anak kecil.. tak masalah bagiku!!

“Ah? Jinjja? Tidak apa-apa? Kalau kau mau silahkan saja..” ujar Tuan Kim. Aku mengangguk semangat. Ahaha!!! Ini hari keberuntunganmu, Seo Rachan!!!

==========

“Lewat sini…” Tuan Kim membukakan pintu yang seperti pintu istana. Aku menganga melihat isi ruangan itu. Rumah majikan Tuan Kim yang juga rumah majikanku. Ini rumah atau museum???!! Ommona….

“Dimana Tuan Muda yang kau bilang?” tanyaku. Suaraku sangat kecil berada diruangan seluas ini.

“Dia ada di kamarnya. Kau naik tangga yang ada disana, lalu belok kanan. Lurus, lalu kau akan menemukan pintu kamar bewarna putih. Disana kamarnya. Tapi hati-hati, Tuan Muda itu sangat dingin. Apalagi yang baru dia kenal. Dan satu lagi, jangan pernah meremehkannya!” peringat Tuan Kim. Aku mengangguk walau masih bingung. Ya sudah, turuti saja!

Aku membuka pintu kamar yang dari luarnya saja sudah menggambarkan isi kamarnya. Pasti indah, bagus, dan beberapa mainan anak-anak berserakan. Dasar Tuan Muda!

“Annyeong Haseyo… Naega Seo Rachan imnida..” Sunyi. Sepi. Ini kamar atau ruang kedap suara sih? Sepi amat? Eh? ada seorang namja berdiri menatapku dingin. Wajahnya imut, tapi sikapnya yang dingin membuatku agak ‘takut’.

“Nuguya?” tanya namja itu.

“Aku pengasuh baru Tuan Muda. Apa dia ada? Dimana Tuan Muda?” tanyaku agak hati-hati. Dia tersenyum ketus dan melipat tangannya. Apa-apaan sih?!

“Aku Tuan Mudanya, babo.. Lee Taemin imnida…” ujarnya dingin.

MWO?!

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 1”

  1. Tumben nihh si baby jadi peran dingin gitu,, kekeke

    udd ngatain babo ajj lagi,,,

    wahh,, authornya pinter nihh!!! lagi serunya pas ketemu Tetem ehh malah TBc,, bikin penasaran ajj dehh,, hehehehehehe

    lanjut next;;;

    1. omona~ jgn panggil aku eonni! shireo~ ^^

      gamsahamnida mimin tersayang yang sudah post ff ini… kirain gk ke kirim…^^
      kyk’a lanjutannya bkal lama.. soalnya author pengen tau respon para reader… kalau responnya bagus, bakal author terusin. tp mungkin reader harus sabar… kajja,kajja!! melatih kesabaran!!

      -seo-

  2. Bakalan seru nih FF…
    Pendek banget, jadi bikin penasaran…
    Ayo dong di lanjutin thor… YA YA YA *Mohon-mohon sama author

    1. oh? sama ya? mian, author bkannya plagiat, ini murni dari otak author sendiri…
      iya sih, dapet inspirasi dari beberapa ff, emg sama bgt ya? author gk tau…. ^^

  3. kalau taemin yg dirawat sih akau juga mau jadi perawatnya…taemin is urie baby….tapi dsni dia dingin gtu ya sifatnya bukan yg cute2 gtu…yasud nanti kta liat aja kelanjutannya..

  4. membetulkan comment cacat di atas -,-

    sama kayak komentar yg di atas, part pertama ini mirip kayak bad boy sitter.
    well, saya agak kecewa. tapi mungkin ini cuma kebetulan 🙂

    ayo thot lanjut ff-nya. dilarang nge-post pendek” hha 😀

    1. mian, author minta maaf…
      author tau ada ff bad boy sitter, tp author belum pernah baca suer deh -.-v
      jd author gk tw ceritanya gmna…

      tp kyak’y part2 selanjutnya beda.. author usahain kok! gomawo udha baca…^^

      -Seo-

  5. setelah baca judul yg pertama ada di otakku sepertinya asik…
    dan setelah baca part ini…
    nggak salah lagi pasti seru

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s