Tak Ada Akar, Rotan pun Jadi

Tak Ada Akar Rotan pun Jadi

Ga usah heran kalau ini ff awut-awutan, karena ini adalah ff debut saya. Terima Kasih, gomawo, jeongmal gomapta pada admin yang tercinta yang mau mem-publish ff aneh saya. Sungguh benar-benar terima kasih. Dan untuk reader saya benar-benar minta maaf kalau ff saya sangat tidak memuaskan. Monggo dimaos!

Author : Zee^^

Main Cast : Lee Taemin SHINee, Kim Kibum SHINee

Support Cast : Changmin DBSK

Length : Oneshoot

Genre : (saya tidak bisa menentukannya, mian) Friendship *mungkin*

Rating : General

Hei, kenalkan aku Hana. Umurku 18 tahun. Dan ya, aku baru saja menyelesaikan SMA ku. Lalu kalian pasti bertanya mau apa aku? Siapa aku? Pentingkah aku hingga kalian harus tahu aku? Hahahaha…Memang sangat tidak penting. Tapi disini aku ingin sedikit berbagi dengan kalian satu pengalamanku. Semua ini berawal dari kegagalanku diterima di universitas impianku, dan keinginanku untuk bekerja terlebih dahulu. Mengetahui keinginanku, sahabatku yang memang tak berminat melanjutkan studinya, mengajakku bekerja. Dan tahukah kalian, kerja seperti apa yang ia tawarkan padaku? Hahaha aku tertawa sendiri sekaligus tak percaya padanya kalau ingat yang ia katakan padaku,

“bagaimana kalau kita jadi TKI aja di Korea??”..hahaha KOREA, sahabatku ,Nia bilang KOREA dan jadi apa? TKI kawan. T-K-I. Mari kita eja bersama T-K-I-K-O-R-E-A.

Baiklah,kenapa aku begitu kaget dan terus memikirkannya? Jawabannya adalah karena aku adalah seorang K-Pop Lover dan aku Shawol. Kalau kalian tak percaya, periksa saja kamarku. Kamar kecil yang dipenuhi gambar para 5 namja yang Ya Tuhan tak pernah kubayangkan akan mengenal dan mencintainya dengan begitu. Bahkan sempat terjadi perang dunia ketiga antara aku sebagai sekutu dan ibuku di kubu sentral yang tak mengijinkan poster-poster tersebut terpajang. Karena menurut beliau, kata orang tua tak akan ada malaikat yang mau masuk, tapi dasar aku. Sudahlah kalau terus membahas ibuku, kita butuh tinta lebih dari 1 botol. Yang jelas akhirnya setelah memikirkan penawaran Nia dan bertapa melewati 5 purnama, akupun tergiur dengan penawarannya. Namun, perjalananku tak mulus begitu saja, seperti biasa ibuku akan melarangnya. Tapi, jangan panggil aku Hana kalau tak bisa menentang ibuku, ckck durhaka sekali aku ini, maafkan anakmu ini bu. Aku tahu ibuku sebenarnya mengkhawatirkanku, tapi dengan segala kemampuan dan jurusku, aku berhasil meyakinkan ibu bahwa aku akan baik-baik saja. Berawal dari ijin ibuku, gerbang(?) dunia kerja ku dibuka.

Aku dan Nia memulai kursus Bahasa Korea kami. Tentu saja kami harus bisa bahasa orang sana (baca:Korea), setidaknya dasar dan sedikit percakapan sehari-hari. Kursus dilakukan 1 bulan sebelum akhirnya kami berangakat bersama rombongan kami. Dan hari itu kamipun terbang ke Korea. ‘Huuuwaaa Korea..Korea..Korea..’ jeritku dalam hati.

***

Wuuuuuuussshh..pesawat pun terbang. Dan setelah melewati beberapa jam perjalanan, kami pun sampai di Incheon Airport. Dari Bandara kami dijemput mobil yayasan yang akan mengantarkan kami ke tempat pelatihan dan menginap para TKI untuk sementara karena nantinya kami akan tinggal di rumah majikan kami masing-masing. Lumayan jauh menurutku, karena aku sampai tertidur.

“Han, Hana..bangun. Udah sampai nih.” Nia yang duduk disampingku membangunkanku.

“eh, udah sampai ya Ni,” jawabku sembari menguap, ngulet, dan mengucek mataku, 3 hal yang selalu kulakukan kalau bangun tidur.

Kamipun turun dan setelah membenahi barang-barang di kamar kami masing-masing, kami mendapat briefing untuk pelatihan.

“untuk kapannya kalian akan diterjunkan, kalian akan tahu nanti. Yang jelas kalau kalian dinyatakan siap, maka kamipun akan langsung menerjunkannya(?). Paham? Ada yang ingin ditanyakan?” jelas trainer kami mengakhiri briefing siang itu.

***

Setelah 2 minggu, akhirnya giliranku dan Nia diterjunkan (?). Setelah 45 menit berjalan, akhirnya mobil yang mengantar kami berhenti tepat di sebuah gedung. Dan tahukah kawan? Gedung di depan mataku ini adalah gedung S.M Entertainment. ‘Oh My God God,benarkah?’ batinku.

“Hana, “ panggilan treinerku membangunkanku dari lamunanku

“Ne?”

“Kau akan bekerja disini , mulai hari ini kamu akan mendapatkan pengarahan dan seterusnya akan bekerja sampai kontrak yang berlaku habis. Baiklah ayo turun dan saya antar”

“Oh ye”, akupun berjalan mengikuti trainer ku.

Setelah berjalan beberapa menit, kami sampai di sebuah ruangan. Di situ sudah ada seorang ahjusshi yang tengah memberikan pengarahan kepada sejumlah orang. Rupanya mereka juga sama sepertiku, karyawan baru.

“Umh, annyeong, mianhamnida. Kami terlambat” kata trainerku seraya membungkukan badan nya, hal tersebut pun aku ikuti.

“Ah, ne gwenchana. Silahkan bergabung!”

“Kereom, saya permisi”  sambung trainerku setelah aku bergabung dengan gerombolan karyawan baru.

“Nah, kalian akan mendapatkan tugas di departemen yang berbeda-beda, tapi tugas kalian sama yaitu sebagai office boy dan office girl. . . .bla bla bla” jelas ahjusshi yang ternyata penanggung jawabku. Ya sudah kuduga, memang untuk pekerjaan tersebut lah aku bekerja dengan pelatihan-pelatihan yang telah dilewati sebelumnya. Hari ini kami, calon karyawan-OB dan OG- hanya diberikan penjelasan tentang apa selanjutnya pekerjaan kami dan beberapa yang mesti kami ketahui, seperti denah gedung ini. Aduh membosankannya mendengarkan penjelasan ini, ingin rasanya keluar dan berjalan-jalan menyusuri tempat ini dan menemukan idola-idola ku, oppa-oppa SHINee.

Setelah berjam-jam, akhirnya penjelasannya selesai dan kami diijinkan pulang. Aku pulang dengan mobil jemputan ke penginapan. Saat aku akan naik, omoo ekor mataku tak sengaja menangkap sosok seseorang sesaat sebelum semua tubuhku benar-benar berada di dalam mobil. Dia berada persis di smping kiri belakang mobilku. Hohoho, apa nyata yang kulihat tadi? Aku melihat Changmin DBSK langsung. Haha benarkah? Ah, andaikan tadi sedikit lebih lambat, maka aku mataku benar-benar akan menangkap sosok tampannya..Arrgh

***

Keesokan harinya aku sudah mulai bekerja. Dan kini aku tengah mengepel lantai lobi gedung ini.

Soomeul gotdo chatji mothae naneun piharyeogo aesseo bwado

Geobujocha hal su eopneun nege gadhyeobeorin

Sarangieotdamyeon jeongmal saranghaetden georamyeon

Naegaireojineun mala Her wishper is the Lucifer.

Kudendangkan lagu favoritku itu sambil memaju-mundurkan gagang pelku. Menikmati masa-masa kerjaku. Karena saking asyiknya bekerja, tiba-tiba seseorang terpeleset dan menabrak tubuhku. Whoooaaa…………. teriak kami berdua dan

BRUUK

Kami berdua jatuh dengan posisi terlentang dia menindih tubuhku. Mataku tertutup karena menahan sakit di punggung dan bokongku, dan sedetik ah tidak, bukan sedetik tapi sepersepuluh detik mungkin setelah kubuka mataku, rasanya waktu berhenti berjalan, tubuhku melayang, tetapi jantungku berkekuatan leopard berlari. Ya Tuhan, bolehkah aku bertanya padaMu? Apa sekarang aku sudah mati dan berada di surga? Hahaha aku mati karena terpeleset, lucu sekali. Entah kapan otakku kembali berfungsi dan kesadaranku kembali, yang aku tahu sekarang ada sebuah tangan besar dan kuat yang terulur kearahku. Setelah kucapai, dia membantuku berdiri. Ya Tuhan bajunya kotor, aku segera mengeluarkan saputangan dan memberikan kepadanya. Sesaat setelah menerimanya, dia sempat melihat saputanganku dan tersenyum. Omoo, cepat panggil ambulan! Aku takut pingsan di tempat. Senyumnya membuat jantungku nyasar ke bagian tubuhku yang lain.

“Ah,,mianhamnida mianhae, jeongmal mianhae” aku membungkukan tubuhku berkali-kali. Aku merasa bersalah karena kerjaku yang tak becus.

“Gwenchana, aku yang tidak hati-hati. Sudahlah!” dia memegang lenganku agar aku berhenti membungkuk. Kemudian dia balik membungkuk padaku. Aishh, sopannya, baik kali dia, ups logat batak dari kakek buyutku muncul.

“Annyeong, akan kucuci dulu. Aku permisi dan gamsahamnida.” Katanya dan berlalu meninggalkanku yang masih tak tahu letak jantungku sekarang.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil mengerjap-ngerjapkan mataku sesekali. Aku dan Lee Taemin? Hidungnya tepat di depan hidungku. Dan tadi bibirnya, sebentar lagi.. ish apa yang kupikirkan? Di saat sperti ini tak patut aku memikirkan hal menjijikan seperti itu. Ah, untung saja lobi ini sepi, kalau tidak aku bisa malu dan mungkin aku bisa dimarahi. Sudahlah, aku lanjutkan saja pekerjaanku.

***

Taemin POV

“Ah,,mianhamnida mianhae, jeongmal mianhae” dia terus meminta maaf membungkukan tubuhnya berkali-kali. Aduh, aku jadi tidak enak, apalagi aku yang salah karena tak memperhatikan jalan dan terlebih aku menindih tubuhnya.

“Gwenchana, aku yang tidak hati-hati. Sudahlah!” aku memegang lengannya agar dia berhenti membungkuk. Pasti cape dan lagipula tubuhnya sakit semua karena dia yang menabrak lantai. Lalu aku membungkuk menyapanya,

“Annyeong, akan kucuci dulu. Aku permisi dan gamsahamnida.” Kataku sambil berlalu, karena aku memang buru-buru. Kupikir biar aku cuci dulu saputangannya. Hahaha ternyata dia shawol dan taemints pula. Saputangannya penuh sulaman tulisan SHINee dan namaku, serta tulisan-tulisan yang aku tak tahu, aku jadi merasa terharu. Ekspresinya juga lucu sekali saat terjatuh tadi. Aduh, pasti benar-benar sakit. Yasudahlah, besok aku sekalian meminta maaf karena tadi belum sempat aku minta maaf padanya, lagipula sepertinya aku sudah membuat dia berdebar karena bertemu denganku. Aishh percaya diri sekali aku. Hahaha lucunya ekspresi gadis itu.

End of Taemin POV

***

Hari ini adalah hari keduaku bekerja di kantor SM Entertainment, lagi-lagi kebagian di lobi. Namun, hari ini aku begitu bersemangat. Kejadian kemarin benar-benar membuatku gila memikirkannya semalaman. Kupikir hari ini jika aku beruntung bisa bertemu idol SM yang lain, mungkin Super Junior, Kyuhyun? Leeteuk? Siwon? atau Shinee? Lee Jinki? atau atau aishh aku ini terlalu berharap “ Loverholic Robotronic la la la~~” kuteruskan pekerjaanku sambil mendendangkan lagu kesukaanku saat ini hingga tiba-tiba,

“Annyeong haseyo” akupun mendongakkan kepalaku yang tertunduk dan

“Apaaa?” mulutku menganga lebar hingga kuyakin satu butir telur bisa kutelan bulat-bulat.

“Annyeong” sapanya lagi sambil mengibaskan kedua tangannya di depan wajahku membuat aku kembali ke dunia nyata.

“Ah ne, ada yang bisa saya bantu?”

“Ani, saya hanya ingin mengembalikan saputangan yang kau pinjamkan kemarin, ini,” sambil menyodorkan saputanganku.

“Ne, gamsahamnida”

“Dan mengenai saputangan, ada banyak sekali sulaman shinee dan taemints, serta ada beberapa yang tidak aku tau. Jadi kau fans kami. Hahaha aku senang sekali.” Katanya dengan tawa renyahnya. Ya Tuhan aku minta penyangga untuk jantungku sekarang karena jangan sampai aku kehilangan jantungku.

“Ah kureo, aku seorang shawol terutama aku fansmu. Aku orang Indonesia, chounen Hana imnida” aku memperkenalkan diri malu-malu.

“ Ye, salam kenal. Kalau aku tak perlu memperkenalkan diriku kan? Hahaha pasti kau sudah mengenalku. Ya Tuhan aku percaya diri sekali.” Dia tertawa lagi, tolong setelah ini jangan membuat tubuhku gemetar lagi dengan mengeluarkan senyum maut (?) itu.

“Hahahaha.. iya kau percaya diri sekali. Memalukan saja..hahaha” omoo omoo, aish mulutku. Kututup mulutku segera dan meminta maaf.

“Kau ini lucu sekali.” Yakz yakz taemin bilang aku lucu? Aduh jangan sampai pipiku sekarang seperti sotong rebus, ups maksudku kepiting rebus.

“Umhh..sebenarnya aku malu mengatakannya, tetapi apa kau mau menyia-nyiakan kesempatan ini?”

“Mwo? Aku tidak tau apa maksudmu?”

“Hahaha..kau ini benar-benar fans yang aneh, kau sama sekali tidak histeris, meminta tanda tangan ataupun foto bersama. Sepertinya aku yang terlalu percaya diri, yasudahlah”

“aha aha, benar tanda tangan. Iya foto juga” aku gelagapan sendiri mencari benda apa yang bisa kugunakan untuk tanda tangan pangeranku (?) ini. Tapi apa? Jelas aku tak memiliki apa-apa. Aku kan bukan bekerja sebagai pelayan restoran yang membawa memo dan pulpen saat bekerja.

“Sayang sekali aku tidak punya pena” kataku lemas.

“ Atau mungkin begini saja, sebagai ucapan terima kasihku karena kau mau meminjamkan saputanganmu dan fan service aku akan mentraktirmu makan siang nanti, mumpung aku tak ada jadwal seharian ini. Mungkin ini fan service yang berlebihan kupikir, tapi karena aku menyukaimu jadi ya tak apalah.”

“…”

“Keroeom, nanti siang datanglah ke café SM. Kutunggu kau ya? Nah aku permisi dulu, hyung sudah menungguku.” Sambungnya sambil membungkukan badannya.

Yang kutahu sekarang belum waktunya kiamat, bukan? Tadi pagi, seingatku matahari masih terbit dari timur dan kutahu belum ada yang pernah bertemu binatang aneh, tapi mengapa semuanya berhenti. Hei, siapapun tolong saya. Tubuhku tidak lumpuh kan? Kenapa sulit sekali digerakan? Dan kuharap tadi aku tidak tuli atau otakku rusak. Huwaaa makan siang dengan seorang Lee Taemin, lead dancer boyband R&B kontemporer Korea yang terkenal dan bersinar(?) dan dan favoritku, SHINee. Huwaaaaaaaaaa……………

“Hana, Han.. Hana” Kudengar suara Nia

“Eh, kenapa kau disini?”

“Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu? Sedangkan sekarang kita ada di mobil dan kau berteriak membuat semua kaget dan khawatir, kukira kau kenapa. Tidur seenaknya sih.” Kueadarkan pandanganku dan mereka yang di dalam mobil bersama kini tengah menatapku dengan ekspresi kaget bercampur marah. Ah, apa semua tadi cuma mimpi?

“Ni, sekarang kita mau kemana?” tanyaku untuk meyakinkan apakah tadi mimpi?

“Kau ini bagaimana sih, kita ini ya akan menuju tempat kerja kita. Kita akan tahu dimana kita bekerja sebentar lagi. Kuharap kita bisa bekerja bersama, bagaiman denganmu?”

“Ah hahahaha iya, semoga saja.” Jawabku gugup. Yah, jadi semua hanya mimpi dan aku bekerja di SM benar-benar mimpi apalagi bertemu Lee Taemin, jangan bermimpi Hana Asyifa!

“Baiklah, kita sampai. Ayo Hana Asyifa! Di rumah ini kau akan bekerja” Ajak trainerku.

“Lalu aku bagaimana? Apa aku tak bersama Hana” sela Nia

“Tentu saja tidak,”

“Tenanglah! Sesekali kita bisa bertemu saat libur.” Aku menghibur Nia, dia mengajakku memang agar dia punya teman, tapi sayang kami tetap tak bisa bekerja bersama. Setelah memeluk Nia akupun turun dan mengikuti trainerku.

Dia memencet bel rumah di depan kami, rumah yang menurutku sangat indah dan terlihat sangat nyaman, tidak terlalu besar ataupun kecil, tetapi banyaknya tanaman meninggalkan kesan asri pada rumah dengan papan bertuliskan ‘Mr. Kim’ di samping bel. Lalu terdengar suara dari interkom,

“Saya mengantar pembantu rumah tangga yang kemarin lusa Anda minta.” Jelas trainerku

“Baiklah, silakan masuk!” lalu kamipun masuk setelah gerbang terbuka dengan sendirinya. Di depan pintu telah menuggu seorang perempuan tua yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Nyonya Kim.

“Annyeong” kami saling menyapa. Setelah trainerku memperkenalkan diri, dia memperkenalkan diriku. Akupun membungkukan badan sebagai tanda hormat.

“Baiklah, Hana kau harus bekerja dengan baik.” Pesan trainerku yang kemudian pamit dan pergi.

“Ah, Hana ayo masuk! Kutunjukkan kamarmu agar kau bisa meletakkan barang-barangmu dan akan kutunjukkan dan kujelaskan rumah ini dan pekerjaanmu.” Aku masuk mengikuti nyonya Kim yang terus berbicara panjang lebar.

“Kami hanya memiliki 2 anak, tetapi mereka bekerja dan hanya pulang sesekali jadi pekerjaanmu tak terlalu berat kurasa. Dan apa mungkin kau mengenal anak bungsuku?” katanya dengan kalimat terakhir yang tak terlalu jelas karena dia menjauh dan menuju sebuah foto keluarga dengan ukuran besar yang dipasang di ruang keluarga. Saat aku menoleh dan betapa terkejutnya aku saat tau laki-laki yang berdiri di belakang nyonya Kim pada foto itu adalah Kim Kibum. Hahahaha pasti ini hanya mimpi. Dasar kau ‘mimpi’, kau kira bisa mempermainkan aku lagi, huh? kutampar-tampar pipiku sendiri dan ternyata sakit. Jadi bukan?

“Ada apa? Kenapa menyakiti dirimu sendiri?” Tanya nyonya Kim menyadarkanku dan buru-buru kujawab,

“haha animnida, hanya saja ada nyamuk nakal tadi” kataku sambil mengibaskan tanganku seakan ada nyamuk yang meledekku.

“Jeongmalyo? Ternyata rumah ini kurang bersih.” Beliau terlihat bingung sendiri.

“Oemma…” tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari dalam rumah. Oh tidak, suara itu, suara yang setiap malam selalu menemani tidurku. Benarkah? Dan eng ing eng mati saja kau Hana, Kim Kibum ada di depanku, kuulangi di depanku, matanya menatap mataku. Dan sudah dapat dipastikan jantung ini menjerit seperti kucing Amin-tetanggaku- minta kawin. Dan sekali lagi ini bukan mimpi seperti kasus Lee Taemin, hahaha Hana kau memang beruntung, yihay tak ada akar rotan pun jadi.

“Oh ada tamu, annyeong” sapanya sambil tersenyum. Kim Kibum jangan membuat ekspresi seperti itu, jebal! Karena saat kau tersenyum aku selalu ingat keautisanmu yang membuat aku selalu gemetar hingga mencubiti ibuku, apa sekarang aku harus mencubit lengan ibumu.

“Dia akan membantu oemma dalam mengurus rumah. Namanya Hana dan dia adalah tenaga dari Indonesia yang terlatih.”

“Wah kalau begitu mohon bantuannya, Hana-shi” dia tersenyum lagi dan sekarang aku sudah menghilang karena baru saja terbang ke alam lain dan ini suatu kebohongan jadi tolong jangan dihiraukan. Tapi Kim Kibum tersenyum adalah suatu kebenaran, senyumnya maniiis sekali.

“Tentu saja, aku padamu” kataku dalam bahasa Indonesia dan ekspresi genit yang menjijikan. Kulihat mereka terkejut dan menganga. Aissh mulutku mulai lagi dan ekspresiku tadi apa? Ekspresi apa tadi? Aaaaaaaaaaaaaaa…………

~FIN~

Alhamdulillah kelar,, tolong jangan lempari saya tomat apalagi telur! Tapi terima kasih sudah membaca^^v

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

25 thoughts on “Tak Ada Akar, Rotan pun Jadi”

  1. haha,lucu thor…sbelum ujian baca ini jd ringan kepalanya.
    Ini brasa kisah nyata authorny…aq mau ktemu member dbsk n shinee jg,hua…..

  2. Aduhhh,, teman-teman dikantor pada bilang saya mulai gila,,,
    parahh!! Gara-gara baca nih FF senyum-senyum gaje terus dari tadi;, kekeke

    ternyata mimpi yg jadi OG di SM,, kirain beneran,, kyaa,, seneng amat kerja dirumah Key!! Aq juga mau dong,, masih buka pendaftaran nggak,, kekeke *jiwa labil klo denger nama Key#hehehe

    two thumbs buat Authornya,, ceritanya unik dan judulnya juga menarik,,,

  3. Haha..
    Seru.. Seru..
    Bkin sequelnya dong.. Sptinya bakal seru.. Soalnya gaya crita author-nya brasa banget.. Hehe

  4. pengen dhe jadi hana ….
    wlwpun cuma jd pembantu di rumah key ,,, aku rela ………………………………………. serela-rela’nya !!
    huuuaaaahhh ,, kalo aku jadi hana uwda melted dhe ketemu key ,,,,,

  5. ngakak bgt pas baca bagian yg nyebut jantung nyasar ke bag tubuh lain.. wakakakakaka

    taemin PD bgt.. n dia nyadar ya klo dia PD… wakakakaakak

    kyaaaa mimpi… hahahahaha taemin udh PD bgt ternyata mimpi ya…

    tak ada akar, rotan pun jadi.. (akar = taemin, rotan = key) wakakakakaak *dijitak shawol*

    wajakakakakakka aku padamu.. wakakakaka

    bagus.. keren.. bikin ngakak…

  6. Yahahahha kirain yg ketemu taemin beneraan wkwkw
    Gaada taemin, key pun jadi haha. Ih seru kali ya kalo kebetulannya gituuu
    Ide nya bagus banget. Ketawa2 terus pas baca wkwk
    Daebaaaak 😀

  7. Haha, aku senyum2 sendiri bacanya. Ceritanya bagus ^^d
    kirain yg jadi OG tadi beneran, trnyata cuma mimpi.
    Eiya, tadinya aku juga mikir ini ceritanya author loh, hahaha
    nice ff :Dd

  8. hahahaha 😀
    aku juga sempat mau pergi ke korea~~ pake jalur TKI. wkwkwk :p
    hahaha 😀
    kirain emg beneran ketemu taemin ternyata cuma mimpi tapi seperti pepatah + judul FF ini…
    Tak ada taemin kibum pun jadi. wkwkwk :p

  9. hiaaa maaf nih baru muncul setelah sekian lama. gak pernah nyentuh komp lagi aku nih, nilai MID semester jelek jadi di hukum deeh xD

    iih enak amat jadi nada ih… iriiiii saya :((

  10. Yaah~ cuma mimpi~
    aku suka bagian ini: Dan sudah dapat dipastikan jantung ini menjerit seperti kucing Amin-tetanggaku- minta kawin.
    Itu lucu! (menurutku) hehehe
    Lanjutannya dong Thor! 😀

  11. hiyaaaa sangat menghibur XD
    yaampun kok bisa sih? temen aku juga pernah kepikiran kayak gini jadi TKI di korea haha
    pemilihan katanya enak lucu kocak xD
    yang paling terakhir itu apah? aku padamu huhahhaha xD

  12. Hahahahahaahahhahahahahahahahhahahha
    Bgus banget…super te o pe be ge te lah
    Tp g rela,ms key yg jd rotan nya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s