A Year Love Story Part 9: In the End of March

A Year Love Story

{PG-15} Part 9 — In the End of March

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {PG-15}

Summary         : Chaerin pingsan? Tapi kenapa? Bagaimana bisa dahinya berdarah juga? Siapa laki-laki mencurigakan itu? Siapa yang akan bertemu akhirnya? Apa yang dilakukan SHINee member selanjutnya?

Note                : Life is queer with its twists and turns, as every one of us sometimes learns, and many a fellow turns about. When he might have won had he stuck it out, don’t give up though the pace seems slow. You may succeed with another blow. Happy reading???!!!

~ ~ ~

*J* Quotes:

©      ‘I love you not because of who you are, but because of who I am when I am with you’

©      ‘Just because someone doesn’t love you the way you want them to, doesn’t mean they don’t love you with all they have’

©      Hana eonni said ‘Janganlah hidup berdasarkan apa yang orang lain pikir benar, tapi hiduplah sesuai dengan keinginanmu sendiri. Sedikit bicara, banyak mendengarkan, akui kesalahan dan maafkan dirimu sendiri akan membuat hidupmu lebih berarti’

~ ~ ~

8 p.m. – At Gyeonggi Hospital ……

*J* Jinki POV

Aku mondar mandir di depan pintu ER, hatiku, pikiranku dan tubuhku tak bisa berkompromi dengan keadaan ini.

“Hyung, … otte?” tanya Key dan Minho bersamaan. Kelihatannya mereka berlari karena nafasnya tersengal sengal.

“Molla!” sahutku lalu beringsut duduk.

“Honey?” itu sepertinya suara Umma. Ketika aku menoleh kulihat Appa berjalan dibelakang Umma.

“Umma, ……” sapaku sambil memeluknya lalu mencium pipinya.

“Chaerin-ah, ottohke?” tanya Umma padaku.

“Masih didalam” jawabku sambil melepas pelukannya.

“Annyeong” sapa Key dan Minho sambil membungkukkan badannya.

“Ah, Minho-ya, Kibum-ah” jawab Umma.

Pintu ER tiba-tiba terbuka, Dokter Jung keluar sambil melepas maskernya.

“Jung, ottohke?” tanya Appa padanya.

“Tuan Lee, Chaerin mengalami benturan yang cukup keras tapi tidak sampai gegar otak. Cuma ……” jelasnya yang menggantung dan tak diteruskan.

“Cuma apa?” tanyaku penasaran.

“Kelihatannya benturan itu bukan suatu ketidaksengajaan” kata Dokter Jung meneruskan.

“Maksudmu itu pukulan bukan jatuh?” dugaan Appa.

“Ne, benar Tuan Lee” jawab Dokter Jung mantap.

“Bagaimana bisa? Aku tidak melihat siapa-siapa di toilet tadi?” jelasku pada mereka semua.

“Hyung, itu bisa saja terjadi. Mungkin seseorang ada ditoilet sebelum nuna masuk kan?” sahut Key.

“That’s right. Pak Gu, bisa bicara denganmu sebentar?” kata Appa dan langsung memanggil pengawalnya.

“Ne, Tuan Lee” jawab Pak Gu sambil mengikuti Appa menuju ketempat lain, menjauh.

“Umma, mianhae?” kataku pada Umma.

“Kwaenchana, honey. Sekarang kau temani Chaerin, nanti keperluan kalian biar diantar Pak Gu ya?” kata Umma menenangkanku.

“Umma-nya Chaerin, ottohke?” tanyaku lagi.

“Gokjongma, kubilang pingsan dan menginap dirumah kita. Umma kayo?” pamit Umma sambil memelukku.

“Ne” sahutku singkat.

Sekarang Chaerin sudah dipindah ke ruang inap, Key dan Minho masih menemaniku.

“Chibe kayo?” tanyaku pada mereka saat aku mengambil kursi dan menyeretnya kesebelah bed Chaerin dibaringkan.

“Ntar lagi hyung, kami tak tenang meninggalkanmu sendirian” jawab Minho. Dia duduk disofa dengan meletakkan tangan didagunya, tanda gelisah.

“Kalian tadi belanja makanan tidak? Aku lapar nih?” tanyaku padanya.

“Issoyo, chamkkamanyo” sahut Key sembari keluar.

Beberapa menit kemudian, Key sudah kembali dan membawa satu kantong plastik penuh makanan.

“Aku tinggal disini ya? Takut hyung kelaparan?” kata Key padaku sambil meletakkan kantong plastik itu diatas meja.

“Ne” jawabku sambil beringsut merebahkan tubuhku disofa panjang satunya.

“Hyung, setelah ini kau harus lebih hati-hati lagi. Aku takut nuna ……” kata Minho, tapi tak diteruskan. Kalimat Minho barusan membuatku heran, sebenarnya dia bicara seperlunya, saat dibutuhkan. Tapi sekali bicara terkadang sarat makna dan sangat berarti. Apa maksud perkataannya barusan?

“Mwohae?” tanyaku heran sambil memandang kedua dongsaengku ini.

“Kami takut ada anti-fans yang berbuat nekat. Ini baru dugaan saja, tapi ……” lanjut Key kemudian.

“Arasso. Keunyang, ……” selaku ragu.

“Mwo?” tanya mereka bersamaan.

“Walau aku tak mencintainya, dia tak seharusnya mengalami hal seperti ini. Dan untuk itu, aku merasa lebih bersalah lagi padanya” jelasku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“To fall in love is easy, even to remain in it is not difficult; our human loneliness is cause enough. Sekarang belum hyung, tapi tunggulah sebentar lagi dan kau akan membuktikannya sendiri” jelas Key padaku sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.

“But you start to love her, I can see it hyung” kata Minho kemudian.

“Kalian masih muda, bagaimana bisa tahu hal itu lebih dulu dari aku?” tanyaku heran.

“Tak ada yang mengajari kami hyung, tapi kehidupan yang menunjukkannya” seloroh Key penuh arti.

“Tuan Muda Jinki, ini semua keperluan Anda” tiba-tiba Pak Gu sudah kembali dengan koper yang kulihat berisikan pakaianku dan Chaerin.

“Ne, gomawo” kataku padanya.

“Baiklah, hyung. Kami pulang dulu, biar Taemin-nie aku yang mengantar besok dan langsung kesini” kata Key sambil meraih jaketnya.

“Hyung, chonhwa halkeyo?” kata Minho.

“Ne, chayo” sahutku pada para dongsaengku ini. Mereka sangat perhatian padaku walaupun terkadang aku merasa kalo akulah yang sering menyebalkan pada mereka.

Sudah pukul 11 malam, mataku tak bisa kutahan kantuknya. Lalu aku mencoba merebahkan tubuhku disofa untuk beristirahat sebentar. Sampai akhirnya aku tertidur.

~ ~ ~

The next morning, in SHINee dorm ……

*J* SHINee POV

“Umma, kok pulang malam sih?” tanya Taemin-nie sambil menghabiskan sarapannya.

“Ehm, kau kuantar hari ini?” jawab Key sambil membawa mangkuk nasi untuk Jjong dan Minho.

“HEH? Chongmallyo?” teriak Taemin-nie keheranan dan celingak celinguk sendiri.

“JJONG YEOBO!! NAONARA!! PALLI!!” teriak Key pada Jjong kemudian.

“NE! CHAMKKAMANYO!” sahut Jjong tak kalah kerasnya.

Lalu Jjong keluar dari kamarnya dan langsung mengetuk kamar Minho. Tok tok tok tok ……

“MINHO-YA! IRONA!” ketuk Jjong sambil berteriak.

“IRONAYO!” teriak Minho pada hyung-nya itu.

“Mianhae?” jawab Jjong tersenyum sambil berjalan menuju meja makan.

“Sigani isseoyo?” tanya Key pada Jjong yang mulai melahap sarapannya.

“Ne, all day long” jawab Jjong mantap.

“Minho-ya, palliwa!” pinta Key pada Minho. Lalu seketika itu Minho yang sudah rapi, berjalan keluar kamar dan mengambil duduk disebelah Key dan mulai sarapan.

“Chal deureosoyo?” pinta Key kemudian.

“Heh?” sahut Taemin-nie kaget.

“Chaerin nuna pingsan saat pulang dari KBS kemarin. Oje pame, aku dan Minho pulang telat karena langsung kerumah sakit” jelas Key tanpa ekspresi.

“Nuna?” sela Taemin-nie.

“Hyung?” tanya Jjong kemudian.

“Onew hyung menemaninya semalam. Jjong hyung dan Minho duluan ke rumah sakit aja, nanti kususul setelah mengantar Taemin-nie. Ottohke?” papar Key sejelas-jelasnya.

“Arasso. Minho-ya, beliin Onew hyung sarapan sekalian ya?” pinta Jjong pada Minho.

“Ne” jawab Minho singkat.

“Nanun ottohke?” tanya Taemin-nie yang menunjuk dirinya sendiri dengan merengut.

“Onul pame, hakgyo first” suruh Key dengan mata melotot.

“Arasso” jawab Taemin-nie pasrah.

“Finish, kayo?” tanya Jjong pada Minho.

“Key, chigum kayo. Taemin-nie, kongbuheyo” pamit Minho pada key dan Taemin-nie.

“Ne, hyung. Chal ka” sahut Taemin-nie lalu mengambil tas punggungnya di kamar.

“Baby, uri kayo?” tanya Key ‘Umma’ yang sudah membawa kunci mobilnya.

“Kajja” sahut si ‘Baby’.

“Chamkkanmanyo? Towajo?” pinta Key pada Taemin-nie.

“Mwo hyung?” sahut Taemin-nie sambil menutup pintu dorm dan masuk ke lift.

“Chaerin nuna yeoja chingu mannalkayo?” tanya Key ingin tahu.

“Ne, Raena nuna? Waeyo?” tanya Taemin-nie balik karena penasaran.

“Uri mannalkayo? Setelah pulang sekolah” pinta Key pada Taemin-nie.

“Arasso” sahut Taemin-nie.

~ ~ ~

At Gyeonggi Hospital ……

*J* Jinki POV

“Emmmpphhhh ……” aku membuka mataku dan beringsut bangun. Saat mataku sudah benar-benar terbuka, aku melihat Chaerin masih dalam keadaan terbaring dengan mata tertutup rapat. Bagaimana keadaannya? Kulirik jam tanganku, oh …… sudah pukul 8 atau sebaiknya aku mandi dulu sebelum dia bangun nanti. Kuambil handuk dan pakaian ganti dari dalam koper dan berjalan menuju kamar madi yang masih berada dalam ruangan inap ini.

10 menit kemudian ……

Ketika aku selesai dan keluar dari kamar mandi, kulihat tubuh Chaerin bergerak-gerak. Kuletakkan pakaian kotor dan handukku di sembarang tempat dan menghampirinya. Kuraih tangannya, kupegang pelan lalu kugenggam.

“Chaerin-ah, ……” panggilku pelan. Dia masih terlihat sulit membuka mata, kupegang dahinya, kusibakkan poninya yang menutupi bekas lukanya yang diperban.

“Chaerin-ah, ……” panggilku lagi. Lalu matanya terbuka dan menatapku sayu.

“O … oppa” sahutnya lirih.

“Ottohke?” tanyaku padanya.

“Kwaenchana, … chogum … aphu” katanya pelan sambil memegang dahinya.

“Mianhae?” selorohku padanya.

“Oppa gokjonghajima” sahutnya sambil tersenyum lembut.

Tok tok tok tok ……

“Ne?” sahutku sambil menoleh.

“Annyeong” sapa Jjong dan Minho bersamaan.

“Ah, kalian rupanya ……” timpalku pada mereka.

Seketika itu, Jjong mendekatiku sambil menyeret kursi dan duduk disampingku.

“Hyung, ottohke?” tanya Jjong padaku.

“Kwaenchana, hanya luka robek dan lebam sedikit” jawabku padanya.

“Chaerin-ah, …… oppa neomu gokjongma?” kata Jjong pada Chaerin.

“Oppa, gokjonghajima. Kwaenchanhaseyo” jawabnya lirih.

“Hyung, achim mogoso?” tanya Minho padaku.

“Ani?” jawabku.

“Mogo?” pinta Minho kemudian.

“Ambogo” jawabku singkat.

“Hyung-ah, …..” rengek Minho.

“Hyung, mogo. Ah, chongmal” pinta Jjong juga padaku. Aku memang tak bisa menolak permintaan mereka tapi ……

“Chaerin-ah, uri … katchi mogo?” tanyaku pada Chaerin.

“Chaerin-ah, … jebal?” pinta Jjong memelas yang sebentar kemudian diiringi anggukan Chaerin.

Seketika itu, Jjong memencet tombol tertentu pada remote diatas meja dan seketika bed Chaerin naik bagian atasnya. Lalu Minho membuka kantong coklat yang dibawanya dan mengeluarkan semua isinya, nasi, kimchi, samgyetang dan sundubu-jjigae yang sudah di pak dalam wadah tersendiri.

“Hyung, samgyetang akan lebih tepat untuk Chaerin-ah kurasa” papar Jjong sambil beralih duduk disebelah Minho. Aku mengambil mangkuk nasi dan melengkapinya dengan samgyetang lalu kubawa kemeja kecil disebelah bed Chaerin sekalian membawa segelas teh aroma (?) hangat yang barusan dituang Minho.

“Kusuapi kau” kataku padanya pelan. Kulihat wajahnya bengong, kelihatannya tidak yakin dengan ucapanku barusan. Aku sendiripun jadi kikuk dan bingung lalu ganti menoleh pada kedua dongsaengku yang ada dibelakangku. Kulihat Jjong dan Minho menyungging senyumnya, senyum yang kurasa mencurigakan. Lalu aku beralih menoleh pada Chaerin yang kurasa meragukan tawaranku untuk menyuapinya.

“Ambogo?” tanyaku padanya sambil menyodorkan sesuap yang kini sudah ada dihadapan mulutnya yang siap dilahap. Dengan pelan … Chaerin membuka mulutnya, aku semakin mendekatkan suapan itu … yang kini sukses masuk kedalam mulutnya yang … mungil.

“Nuna, … mani mogo biar lekas sehat” sahut Minho dengan nada menggoda dan tersenyum J*.

“Aigoo, … hyung. Aku jadi malu sendiri lihat kalian begini. Minho, kajja” kata Jjong dan mengajak Minho keluar.

“Odiga?” tanyaku kemudian.

“Cuci mata, kali aja ada pasien cantik lagi sendirian” jawab Jjong sambil mengerlingkan sebelah matanya, menggodaku dan langsung menutup pintu.

“Aaiisshhhh, mereka ……!” sahutku heran.

“Oppa …?” panggil Chaerin lirih.

“Heh? …… mianhae?” sahutku sambil kembali menatap Chaerin. Ternyata, …… dia menunggu suapan yang sudah ada didepannya yang sempat berhenti menuju mulutnya karena ulah Jjong tadi.

Ya tuhan, …… jadi malu sendiri!!! J*

~ ~ ~

At Seoul International School ……

*J* Taemin POV

“Nuna …!” teriakku pada Raena nuna yang hampir saja masuk ke mobilnya.

“Taemin-na, weniriseyo?” sahut Raena nuna yang menutup pintu mobilnya kembali dan berjalan menghampiriku.

“Kidariseyo? Uri hyung mannalkayo” kataku pada Raena nuna.

“Hyung, nugu?” tanyanya padaku.

“Chamkkamanyo. Ah …… igo!” kataku sambil menunjuk seseorang dan langsung saja Raena nuna menoleh pada orang yang kutunjuk.

Seorang namja dengan grey jeans, baseball jacket, black cap, white sport shoes dan memakai masker, ya …… itu Key hyung. Kalo masalah penyamaran, hyung-ku yang satu ini memang ahlinya karena paling susah dikenali. Kalo pun dikenali, itu karena pakaian yang dipakai selalu fashionable dan para stalker sering menjadikannya kiblat ‘the latest and hot fashionista’.

Saat Key hyung mendekat padaku dan membuka maskernya ……

Raena nuna melotot, bengong dan segera menutup mulutnya yang terbuka seolah tak percaya siapa yang ada dihadapannya sekarang. Ya, sebenarnya aku tahu kalo Raena nuna itu salah satu LOCKET dan ……

“Chaerin nuna yeoja chingu?” tanya Key hyung padanya.

“N … n … ne?” jawab Raena nuna terbata-bata.

“Malhasuissoyo? Tapi tidak disini” tanya Key hyung kemudian dan langsung disusul dengan anggukannya. Sedangkan aku, tak bisa menutupi senyumku karena mungkin ini agak mengejutkan bagi Raena nuna. Ada kebiasaan Raena nuna kalo sedang gugup yaitu hanya mampu mengagguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Nuna, santai saja?” pintaku yang langsung membukakan pintu belakang mobil Key hyung.

~ ~ ~

*J* Key POV

Tak seberapa lama mobilku melaju dijalan, sekarang telah sampai di restoran favorit kami. Kami langsung masuk dan memilih tempat duduk yang agak tersembunyi karena aku takut dikenali. Sambil menunggu pesanan kami datang, aku membuka percakapan terlebih dulu untuk mencairkan suasana. Sedangkan Taemin-nie fokus konsentrasi ingin mendengarkan percakapan kami ini.

“Annyeong, Key-imnida” sapaku memulai.

“Annyeong, Raena-imnida. Bangapsumnida” sapa yeoja itu kemudian.

“Mian, karena bertemu seperti ini” jelasku kemudian.

“Kwaenchana. Sansirun, mwohanungoya?” tanya yeoja itu menyelidik.

“Apa nuna tahu kalo Chaerin nuna ke MuBank kemarin?” tanyaku penasaran.

“Ne, Chaerin-ah memang cerita. Weniriseyo?” tanya yeoja itu balik karena kelihatannya dia juga penasaran.

“Waktu pulang, Chaerin nuna pingsan di toilet. Mungkin, dipukul orang” jelasku.

“MWO?” tanya Taemin-nie kaget.

“Taemin-na, …!” pintaku pada si ‘Baby’.

“Arasso, hyung” jawabnya sambil menyilangkan tangannya diatas meja tanda merajuk.

“Jinjja? Chigum ottohke?” yeoja itu kaget dan terlihat tidak percaya.

“Aku tahu kalo berita Onew hyung dan Chaerin nuna terlalu mendadak, tapi baru saat itu Onew hyung mengumumkan rencana pernikahannya. Dan saat itu pula Chaerin nuna pingsan” jelasku pada yeoja itu.

“Keuraeso, … apa kau mencurigai sesuatu?” tanyanya padaku.

“Ehm, nuna kan yeoja chingunya. Jika ada sesuatu yang aneh atau bahkan mencurigakan, tolong beritahu aku dulu” pintaku padanya.

“Waeyo? Jinki-ssi ottohke?” tanyanya heran atas permintaanku.

“Onew hyung biar fokus sama rencana pernikahannya. Sebagai dongsaengnya, aku juga ingin melindunginya juga kan?” jelasku kini.

“Majayo. Keundae, …… apa mungkin ada yang senekat itu?” tanyanya yang masih diliputi rasa heran.

“Kau tahu kami siapa kan? Hal itulah yang membuat khawatir. Anti-fans atau bahkan fans bisa saja melakukan sesuatu. Banyak hal yng nuna tidak tahu apa yang tak boleh kami lakukan, sebagai idola” jelasku padanya.

“Arasso, memang terlihat mewah dari luar walau sebagai fans kami juga tak tahu tekanan yang kalian rasakan” paparnya kemudian.

“Hyung, …” sela Taemin-nie padaku.

“Mwo?”tolehku padanya.

“Ajak Raena nuna sekalian ntar malam, gimana?” tanyanya ragu.

“Oh! Ntar malam kami mau jenguk Chaerin nuna, ottohke?” aku menanyakan kesediaannya ikut.

“Na? Arasso. Jam berapa?” sahutnya.

“Sekalian barengan, aku jemput. Sms saja alamatmu” timpalku padanya.

“Ne. Tapi jangan panggil nuna, kurasa kau lebih tua sedikit dariku kan?” pintanya yang kusambut dengan tawa kecil.

“Arasso, …”sahutku singkat sambil mengangguk setuju.

“Chalmokkesumnida hyung, nuna” sela Taemin-nie yang menyadarkanku bahwa makanan kami sudah datang.

“Ne, chalmokkesumnida Taemin-nie, Key-ssi” sahutnya. Aku melirik pada yeoja itu, mungil, manis, tak jauh beda dengan Chaerin nuna tapi lebih ceria. Sedangkan Chaerin nuna lebih pendiam.

~ ~ ~

The ninght, at Gyeonggi Hospital ……

*J* Jinki POV

Saat makan malam, ……

Aku menyuapi Chaerin, hal itu tak pernah kulakukan bahkan pada siapapun. Sedari tadi, aku memang terganggu pada fikiranku sendiri. Yeoja ini datang tiba-tiba dikehidupanku, dijodohkan denganku tanpa minta persetujuanku. Bahkan aku tak mengenalnya sedikitpun, tapi kini dia duduk dihadapanku, kusuapi, kutemani dan kutunggu semalaman. Aku merasa diriku sudah tak waras.

Bagaimana tidak, aku bahkan tidak mencintainya sedikitpun tapi mengapa aku perduli. Saat dia pingsan, dengan sukarela membopongnya ke tempat tidur, menggosok punggungnya dan mengganti bajunya. Saat dia tidak segera keluar dari toilet, hatiku tiba-tiba resah, takut terjadi apa-apa. Bahkan saat tahu dia pingsan dan berdarah, aku bahkan tak perduli pada wartawan yang telah mengerubungiku.

Saat dia terbaring dengan mata masih tertutup, terasa perutku tidak lapar dan setelah dia mau kusuapi makan, perutku terasa kenyang dengan sendirinya. Dan tadi, saat Dokter Jung memperbolehkannya pulang lusa, seolah beban berat yang kurasakan hilang seketika, nafasku terasa lega, rasa cemasku hilang dan ada rasa …… tenang.

KREK ……

“Hyung, ……” sapa Key yang tiba-tiba masuk bersama ……

“Nuna? Bogoshiposo?” ya, …… si ‘Baby’ Taemin-nie yang kurasa tak bisa dilupakan atau terlupakan. Dan ……

“Annyeong, Jinki-ssi” sapa yeoja itu.

“Oh, Raena-ya” sapaku padanya.

“Ne, …… Chaerin-ah, odi aphu?” tanyanya yang langsung beringsut dipinggir bed Chaerin. Raena tak perduli kalo sekarang aku berada diseberangnya dan sedang menyuapi Chaerin.

“Ehm, … opso” jawab Chaerin lirih.

“Jinki-ssi, mungkin sebaiknya kau memaksanya makan lebih banyak. Dia agak keras kepala soalnya” kata Raena padaku lalu beringsut duduk di sofa berhadapan dengan Key.

“Ne, hyung. Selesaikan suapanmu dulu ya? Taemin-na, illiwa. Umma anjoso” pinta Key sambil menyeret Taemin-nie duduk disebelahnya. Aku tahu maksud mereka sebenarnya, akupun mulai merasa kalo aku sedang diawasi para pengawal kerajaan saat aku menyuapi tuan putri yang baru bangun dari tidurnya.

“Wae geurae? Raena-ya, illiwa” pinta Chaerin kemudian.

“Eat first, …..” sahut Raena sambil tersenyum.

“Oppa, …… aku sudah kenyang” kata Chaerin padaku.

“Ne” jawabku sambil menaruh mangkuk yang kubawa keatas meja depan Key. Sejurus kemudian, Raena dan Taemin-nie langsung berlari menuju bed Chaerin dan duduk disebelah kiri dan kanannya. Mereka terlihat khawatir dengan Chaerin juga.

“Taemin-na, jangan ganggu nuna dulu. Aku dan Onew hyung akan keluar sebentar” kata Key yang langsung menyeretku keluar ruangan dan disusul anggukan Chaerin.

Aku dan Key akhirnya memilih menikmati hot chocolate di cafetaria sambil menikmati masa-masa akhir musin dingin ini. Kami berdua duduk diam dan mencoba berkonsentrasi pada pikiran kami masing-masing. Tiba-tiba ……

“Hyung, …?” sela Key yang membuatku kaget.

“Ehm?” sahutku yang terus menikmati hot chocolateku.

“Chaerin nuna choayo?” tanya Key yang membuatku kaget seketika.

“HEH?” timpalku  setengah berteriak.

“Keunyang, …… sampai saat pernikahanmu nanti, kau harus lebih berhati-hati” pinta Key padaku.

“Aku akan minta tolong pada Pak Gu. Kita hanya punya waktu luang sedikit, sedangkan pernikahanku 2 minggu lagi kan?” jawabku padanya.

“Arasso, setidaknya antar jemput kesekolah jika bisa. Taemin-nie aku yang urus” timpal Key.

“We’ll see” sahutku singkat.

Sebenarnya, dongsaengku yang satu ini memang sangat teliti dalam segala hal. Maka dari itu, dia dipanggil ‘Umma’ oleh member yang lain, karena terlalu cerewet mungkin. Tapi itulah kelebihannya, selalu tak merasa lelah mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan.

~ ~ ~

*J* Charin POV

Sudah hampir seminggu lalu aku pulang dari rumah sakit dan Dokter Jung menyarankanku untuk istirahat dirumah. Dan semenjak itu, setiap hari Jinki oppa selalu datang kerumahku pagi hari untuk mengantarkanku kesekolah.

Dan sore harinya, selalu membawakan makan malam dan mengajak semua dongsaengnya mengungsi bermain dirumahku. Apalagi Taemin-nie yang tak pernah mau ketinggalan, selalu ada saja yang dilakukannya untuk membuatku tertawa.

Dan selama itu pula, Jinki oppa selalu terlihat lain. Terjadi sesuatukah padanya? Apa sebenarnya yang dipikirkannya? Hal itu membuatku tak nyaman.

Tok tok tok tok ……

“Ne?” jawabku menyuruhnya masuk.

“Ige mwoya?” tanya seseorang dibalik pintu. Tangannya menyembul masuk dan memegang boneka Pororo besar dan suaranya terdengar tidak asing, walaupun sebenarnya dibuat-buat.

“Aaaah, … igo Taemin-nie” jawabku sambil membukakan pintu kamarku. Dan tertebaklah siapa yang ada dibelakang Pororo tadi.

“Aaiisshhhh, nuna!” teriak Taemin-nie cemberut sambil menggembungkan pipinya. Dan seketika itu kucubit pelan sambil tersenyum padanya.

“Aigooo, …… kwiyeopta” timpalku.

“Uri ottohke?” kata para namja dibelakangnya sambil merangsek masuk satu persatu ke kamarku.

“Arasso arasso. Jjong oppa, annyeonghaseyo. Key-ssi, Minho-ssi annyeong. Heh?” sahutku memberi salam pada mereka tapi kok …… kurang satu. Aku celingak-celinguk mencarinya, kemana dia?

“Hyung sedang diruang tamu dengan ahjumma” jelas Minho yang menjawab penasaranku.

“Ooo” kataku sambil menutup pintu dan HAH?

“Mwo?” tanya Key yang kaget melihat ekspresiku saat aku sadar kalo mereka membawa 3 kantong besar belanjaan yang ditaruh dikamarku.

“IGO?” tanyaku sambil menunjuk kantong kantong itu.

“Malam ini aku menagih janji nuna mengajariku memasak, setidaknya untuk makan malam kami. Ottohke?” papar Key yang setengah memaksa dan …… tak bisa kutolak juga.

“MWO??” tanyake terheran heran.

“So?” tanya Key balik.

“Kalian bertiga, bawa kantong itu ke dapur. Aku dan Taemin-nie akan menyiapkan menu. Arasso?” tanyaku meyakinkan mereka.

“Ne ne ne” jawab mereka serempak. Dan langsung saja tanpa komando, Jjong oppa, Minho dan Key langsung menyahut masing-masing satu kantong belanjaan dan berjalan menuju dapur. Dan saat itu aku langsung menuju meja belajarku dan membuka laptopku dan menyalakannya.

“Taemin-nie, illiwa” pintaku pada Taemin-nie yang segera mendekat kearahku.

“Nuna? Mwoya ige?” tanya Taemin-nie padaku.

“Kamu pilih makanan apa yang kau mau di list ini sementara aku mengambil celemek buat hyung-mu? Arasso?” pintaku kemudian.

“Ottohke?” sahutnya kebingungan sambil garuk-garuk kepala.

“3 makanan utama dan 2 makanan penutup” lanjutku dan meninggalkannya sendirian.

Aku menuju dapur dan ternyata, Jinki sudah ada disana.

“Oppa?” sapaku sambil menuju laci dapur atas sebelah lemari es untuk mengambil celemek, tapi …… tanganku tak sampai.

“Kalo butuh bantuan, apa susahnya bilang sih?” timpalnya yang seketika mengulurkan tangannya keatas dan mengambilkannya untukku.

“Ne, …… gomawo” jawabku dengan tersipu. Memang tinggiku hanya 174 cm dan Jinki sekitar 179 cm, itu lumayan jauh rasanya.

“Kalian harus membantunya! …… jangan biarkan Chaerin terlalu payah! Arasso” dengan setengah berteriak, Jinki menyuruh ketiga dongsaengnya untu membantuku kali ini dan rasanya seperti punya 3 asisten yang bisa kusuruh apa saja. Tak seberapa lama kami mengeluarkan isi ketiga kantong belanjaan, Taemin-nie datang dengan membawa selembar catatan dan diserahkannya untukku.

“Nuna, issoyo” katanya kemudian. Dan saat aku melihatnya, …… anak ini punya selera makan yang bagus juga ternyata.

“Nah, …… sekarang buat para asistenku yang baru, makanan utama kita hari ini adalah Peppered Chicke Pasta, Japanese Tofu Hotpot dan Carabba Grill Meatball. Lalu untuk desertnya Cheesecake Bleu dan Banana Souffle. Bagaimana?” tawarku pada mereka.

“Heh?” sahut Jjong oppa melotot.

“Nuna?” sahut Minho dan Key dengan wajah memelas bersamaan.

“Waeyo?” jawabku sambil menoleh kearah mereka.

“Sulit” sahut Jjong.

“Lama” sahut Minho.

“Ribet” sahut Key.

“Nuna?” sekarang suara Taemin-nie yang terdengar memelas dang beringsut ke belakangku.

“YA! Mau makan saja susah amat kalian” teriak Jinki pada dongsaengnya.

“Aku hanya butuh dua jam saja …… kalo kalian semua membantuku. Ottohke?” tawarku pada mereka.

“Kalo pasta dan hotpot-nya sih bisa tapi bisakah kau masak seperti dirumah kemarin?” pinta Jinki sambil memamerkan senyumnya.

“Arasso. Jjong oppa bagian pasta, Minho kau hotpot-nya dan Key … the chicken is yours. Trus cheesecake dan souffle bagianku” terangku pada mereka tentang tugasnya masing-masing.

“WOKE!” teriak mereka bertiga.

Dalam hitungan menit, mulutku tak diam memberi perintah apa saja yang harus mereka kerjakan. Dari langkah pertama sampai dengan penanganannya yang rumit (*operasi kaliiiiii?). Jinki kuberi tugas untuk mencampur bahan dessert dan Taemin membantu semua yang diperlukan oleh para hyung-nya. Tak terasa waktu berlalu, bahkan sudah hampir waktu makan malam tiba. Tapi aku masih didapur karena aku ingin membuatkan minuman untuk mereka.

“Nuna, illiwa?” pinta Taemin sambil membawakan nampan yang berisikan Wendy’s Frost dan Frappucino.

“Chaerin-ah, Umma tadi mengajak ahjuma ke butik mungkin diantar pulang agak malam” kata Jinki padaku.

“Heh? Kwaenchana, lagian Umma memang jarang keluar rumah kok” jawabku ringan.

“Chalmokkesumnida” kata Taemin memulai acara makannya. Aku penasaran bagaimana tanggapan mereka dengan masakan ini semua. Aku masih melihat mereka satu persatu, wajah mereka saat makan dan ……

“HWAAAAA ……NEOMU MASITTA” teriak Taemin-nie.

“DAEBAK DAEBAK!!” teriak Jjong oppa kini.

“NUNA ……” kata Minho sambil mengacungkan kedua jempolnya yang kuiringi dengan senyum dan anggukan. Lalu ……

“NUNA …! Kau harus ajari aku, arasso!” kata Key sambil mencondongkan tubuhnya mendekatiku. Dan aku hanya bisa manggut-manggut tanda setuju. Tinggal satu lagi ……

Tapi  ternyata celutukan yang kutunggu tak datang juga. Aku hanya bisa melihat wajahnya lalu dan beralih pada makan malamku sendiri. Tapi ……

“Hyung?” sela mereka berempat pada hyung-nya yang terkenal cuek ini.

“Mwo?” tanyanya keheranan sambil menoleh pada para dongsaengnya.

“Ottohke?” tanya mereka penasaran.

“Aish, …… sudahlah. Aku tahu, Chaerin sudah pernah masak dirumah dulu” jawabnya sambil mencomot ayam dimeja …… 2 potong sekalian (*tetep rakus ya??).

“Kalo enak, katakan saja hyung. Tak usah malu” seloroh Jjong yang terus menghabiskan makanannya.

“KAU!” teriak Jinki padanya.

“Oppa, sudahlah” pintaku kemudian.

Setelah kami selesai makan, para namja membantuku dengan mencuci piring dan membersihkan sisa makanan diatas meja. Sekarang kami sedang duduk diruang tengah sambil menonton TV dengan saluran asal dan seadanya (*Onew yang bawa remote soalnya???) Lalu … Taemin-nie mendekat dan duduk disebelahku.

“Nuna, …… sebenarnya aku ada PR? Tapi …… bukunya lupa?” kata Taemin-nie memelas.

“Besok kan masih ketemu, berangkat lebih pagi ya? Trus langsung ke kelas nuna, ottohke?” jawabku.

“Cihhuuuyyyy. Azik …. ?” teriak Taemin-nie kegirangan.

“Aku antar kau besok, kalo sampe bangun kesiangan …… AWAS?” seloroh Key sambil melotot.

“Arasso ‘Umma’!” sahut Taemin-nie cemberut.

“Teamin-na, yang ada digelas panjang itu punyamu lalu sisanya yang cangkir itu punya kalian” kataku.

“Ige mwoya?” tanya Taemin-nie saat mengambilnya.

“Wendy’s Frost, ada chocolate milk-nya kok?” terangku padanya.

“Lalu, yang ini nuna?” tanya Minho tiba-tiba. Ya, sedari tadi aku hampir tidak mendengar suaranya. Dia memang terkenal pendiam dan bicara hanya seperlunya saja.

“Frappucino Starbuck’s, instant coffee with vanilla cream. Cobalah?”  terangku pada si ‘Cool’ itu.

Mereka berlima langsung mengambil bagian masing-masing dan mulai meminumnya, pelan. Ekspresi wajah mereka berubah seketika, mungkin merasakan hal lain saat meminumnya tadi.

“Bagaimana kau bisa sepintar ini?” tanya Jinki tiba-tiba. Seketika itu aku terbengong-bengong, heran dengan apa yang barusan dikatakannya. Padahal sedari tadi, dia makan tanpa ekspresi sama sekali dan sekarang berkata seperti itu.

“Entahlah, itu hanya hobi. Tampilan luar makanan memang bisa mencerminkan rasanya tapi sebenarnya saat membuatnyalah yang menyempurnakan” jelasku padanya.

“Maksudmu?” tanya Jinki penasaran, dan itu diikuti oleh tatapan para namja lainnya didepanku saat ini.

“Saat aku memasak tadi, bahannya biasa saja, tak ada sesuatu yang istimewa, bahkan kalian tahu kalo aku tidak memasukkan sesuatu yang mencurigakan. Itu semua karena kalian membantuku, perasaanku jadi senang dan tak ada rasa sedih, dan hanya ada kegembiraan. Arassoyo?” jelasku pada mereka. Seketika itu, para namja didepanku semua mengangguk pelan, mungkin paham akan maksudku yang sebenarnya.

“Suasana hatimu yang bahagia yang bisa membuat makanan ini begitu lezat. Iya kan?” sahut Key.

“Kau yang bilang, kan?’ timpalku sambil berdiri dan berjalan kedapur. Tak berapa lama aku kembali dengan membawa 2 piring besar berisikan Cheescake Bleu dan Banana Souffle.

“Hwaaa …… desert” kata Taemin-nie riang.

“Tapi …… ini sudah malam” timpal Jjong kemudian.

“Hyung, aku belum mau pulang” kata Taemin-nie memelas.

“Cheesecake-nya boleh kami bawa pulang kan nuna?” tanya Minho padaku.

“Tentu” jawabku mantap.

“Hyung, mungkin sebaiknya kau temani Chaerin nuna sampai ahjuma pulang. Sedangkan kami pulang dulu karena aku takut Taemin-nie besok bangun kesiangan. Ottohke?” papar Key.

“Majayo. Hyung tadi kan bawa mobil sendiri dari rumah kan?” kata Jjong kemudian.

“Ne, arasso” sahut Jinki menyerah.

“Baiklah, kami pulang ya nuna. Chal jumuseyo” pamit Key dan Taemin-nie bersamaan.

“Bye Chaerin-ah. Chal chayo” pamit Jjong kemudian. Dan Minho hanya membungkukkan badannya.

“Chal chayo” sahutku pada mereka. Lalu aku menutup pintu dan menoleh …… deg ……

Aku hanya berduaan dengan Jinki …… sendirian. Aku langsung pergi kedapur dan mengambil piring kecil lalu memotong Banana Souffle untuknya.

*J* Jinki POV

Ah?

Bagaimana mereka bisa memaksaku menemani Chaerin sendirian begini? Malam-malam lagi?

Setelah kejadian di KBS itu, perasaanku menjadi tak tenang bila berhadapan dengannya. Bingung, kikuk, takut, ragu bahkan aku mulai merasa bersalah. Dia terlalu baik untuk jadi istriku nanti, padahal selama ini aku merasa belum jadi orang yang patut mendapatkan yeoja seperti dia. Ya, mungkin dengan bersikap dingin dan cuek bisa menutupi rasa ketidakyakinan dan ketidakpantasanku untuknya.

“Oppa melamun ya?” tanyanya sambil menyodorkan sepiring dessert untukku.

“Ani. Mianhae?” kataku padanya.

“Mianhadago? What for?” tanyanya heran.

“My doubtness. I think, being your husband is too diffucult. You’re too perfect to be my wife coz I’m not the perfect one for you. If you find someone who loves you after we get married, I’ll get you free” jelasku padanya.

Lalu, …… Chaerin tiba tiba berdiri, menatapku tajam.

“That’s not about that. I know you have someone you loves but for me …… I’ve told you that’s OK” timpalnya padaku.

“You’ll lost your chance, manage yourself don’t be defeated” sahutku dengan ketus.

“Ask to yourself, think about your parents. Just remember, I agree because of your parents not you” jawabnya tak kalah kerasnya.

“I don’t even know you before, I’m not in love with you yet. Until then, it won’t be happen” kini aku  ikut berdiri menatapnya dan mulai berteriak.

Tatapan Chaerin sangat menyesakkan, nafasnya memburu, matanya merah menyala dan tiba-tiba ……

— PLAK —

Ditamparnya wajahku (*mian MVP??? deep bow L*).

What’s wrong with me? Did I say something wrong?

“You …! One can’t call back a fire bullet” katanya padaku.

“MWO!!” tanyaku tak percaya.

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

Hana eonni message to readers

Buat para readers, author minta maaf yang sebesar besarnya. Author merasa ‘ngeblock’ dan mungkin part selanjutnya agak lama juga butuh suntikan ide yang fresh. Untuk itu, author mengundang siapa saja yang mempunyai saran bagaimana kelanjutan cerita ini dan kirim saja ke e-mail hana_kimchi808@yahoo.com

Thank you so much

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

63 thoughts on “A Year Love Story Part 9: In the End of March”

  1. eonni… bahasa korea n englishnya agak kurang paham. tolong dikasih translatenya yah.mian kmampuan bahasaku kurang baik.

    so far critanya natural. klo boleh aq minta twitter ato fb.ny donk buat sharing.
    tweet.q @Defty2406 fb.q Deftyan Hadi Pratita.

    ^^

  2. bgus ch critax, bgus bgt malah. . Tp q bingung sndri bcx, . . Kagak ngarti bo’ . . !! Tlong dikasih translatex donk chingu. . . Kmampuan bhsaq limit bgt. . Sklian bljr g2!!
    mksh ya. .
    annYeong. . .

  3. bahasa koreanya jangan yang susah-susah. yang udah biasa dipake di tiap ff aja. kalo pun mau nambahin perbendaharaan bahasa korea yang dipake, pake translate juga biar pada ngerti 🙂

  4. eonni..sma kaya yg lain…bhsa korea na lumayan msh bnyk yg bikin bingung cos ga familiar…jadi lbh baik dkasih translate na…

    onew udh suka aja tuh…py masih blom mau jujur juga sma perasaan diri sendiri…

    and itu bnr chaerin tinggi na 174 cm ???tinggi bnr..kasian jjong…pasti dia ga mau diri disebelah caerin…

    wadugh eonnie lagi butuh suntikan ide ya…wah aku orng na minim ide..jadi aku akan nunggu dengan sbar kelanjutan ff ini…

  5. kyak ada other love story ni !! Raena ma Key. hahaha
    ksh translate donk eon !!
    kshan onew kena tmpar chaerin. hohoho
    lanjut !!

  6. thor bahasa koreanya trans dong ,,,, ada beberapa yang kurang paham .. ok..ok..
    ceritanya keren .. huwaaa itu jinki! ampun deh!!
    ishhh malahan berantem lagi!!
    ayo..ayo lanjut …..

  7. Ceritanya asiik thoor! Ramee (y)
    Tapi sedikit bingung sama bahasa2 koreanya banyak yg ga ngerti hehe 😀 ._.v
    Tapi kereeen ceritanyaaa

  8. wah,,dah publish y..ketingglan dh..(mwek2 g’jlas)
    kyaaaa,,,kjam’y dikau oppa..msa’ blag gthu sh k chaerin,,
    shrus’y sneng donk pny clon istri kyk gthu…
    ehhem,,ehhem..kyk’y ad yg mlai trtrik am raena nh…xixixixi(trtwa ala mklmpir)
    lnjut oen…!!!
    gomawo..^^

  9. holaaaa…nu reader here 🙂

    hmmmm..alur ceritanya bagus…tapi boleh saran g????itu……………..anu………………….eummm………………..sepertinya kalo bahsa koreanya di kasi translation sedikit bisa lebih enak bacanya. hehehe…soalnya aku g terlalu ngerti bahasa korea, jadi pas baca ini malah agak bingung karna loading jd lebih lama *curcol…hahaha itu si derita aku kali yaaaa g ngerti b. korea xp /slapped*

    after all..daebak thor 🙂

    hwaiting 😀

  10. Maaf Hana Oen baru ninggalin jejak,,, Ini Part yg sebelum Jinki merit y??

    taemin sama Key lucu,,

    ditunggu lanjutannya Oen,,,

  11. hehehehe ada lampu merah, ngebutnya berhenti dulu deh…
    sambil nunggu lampu hijau ninggalin jejak dulu.
    mian eon nggak komen di beberapa part sebelumnya…
    hbis penasaran banget…..
    Minhae eon…*bow 90drjat*
    btw liat jwaban eoni yg ada di pertanyaan di atas aku mau read ulang di wb eoni…
    karena aku kurang ngerti sama bahasa koreanya..gomawo eon…

  12. kok tbtb bertengkar sih? pdahal hubungannya sudah adem ayem kaya dipantai (?) fiuh, tp gpp lah kan katanya cinta tnpa pertengkaran bagaikan sayur tnpa garam haha jd skali2 bertengkar gpp deh hehehe xD

  13. ternyata chaerin eonni pinter masak ^^
    pantesan jinki sm dongsaenya betah sm chaerin.
    daebak eon ceritanya 😀

  14. key to jinki : “To fall in love is easy, even to remain in it is not difficult; our human loneliness is cause
    enough. Sekarang belum hyung, tapi tunggulah
    sebentar lagi dan kau akan membuktikannya
    sendiri”
    ahhh umma dalem banget nih kata2nya… keren ^^

    jinki to chaerin : “My doubtness. I think, being your husband is too diffucult. You’re too perfect to be my wife coz I’m not the perfect one for you. If you
    find someone who loves you after we get
    married, I’ll get you free”
    ntr nyesel loo jinki klo ngelepas chaerin…

    keren thor… lanjut ^^

  15. oh, koreannya kurang paham unni jadi diganti ke english aja !!
    OMG apa itu tadi, Jinki ditampar???
    Ah,sebenarnya itu sih salah Jinki.. Ngomongnya kok gitu amat!! Huh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s