Dazzling Autumn – Part 5

Dazzling Autumn – Part 5

 

Main cast :

Kim Ki bum [Key] | Min Hye ri

Supporting cast :

Lee Jinki [Onew]|Min So Hee |The rest of SHINee members|Nicole KARA|Luna f(x)

Author             : Song Eun cha

Length             : SEQUEL

Genre              : Friendship, Horror,Romance,Mystery

Rating             : PG 15-NC17

 

 

_Author PoV_

Namja bermata sipit itu masih duduk di selasar rumah sakit.

Sesuatu yang diingatnya siang tadi benar-benar membuat dirinya kacau.

“Oppa, gwaencanha?” tanya yeoja berambut pirang yang kini duduk di sampingnya.

Namja bernama Lee Jinki itu menoleh ringan “Ah! Ne, gwaencanha.” Ucapnya, meskipun dari wajahnya terlihat jelas bahwa ia tidak baik-baik saja.

“Oppa, kumohon jangan sedih. Biarkan lah Minho oppa pergi dengan tenang.” Ucap yeoja itu lagi, kali ini ia menggenggam tangan Jinki.

Jinki segera memandang yeoja itu ketika tangan mereka beresentuhan.

Ada sesuatu yang kembali ia pikirkan, sesuatu yang lain yang sangat mengganggunya.

Ditatapnya mata dan tangan yeoja itu bergantian, kemudian ia memaksakan seulas senyum.

“Nan jeongmal gwaencanha.” Ucap Jinki seraya menggenggam balik tangan yeoja itu, membuat wajah yeoja bernama Park Sun yeong itu bersemu merah.

“Kau pulanglah.” Tambah Jinki seraya mengacak rambut Luna.

“Aniyo oppa, aku akan pulang bersamamu.” Rengek Luna.

“Aku masih ada urusan di sini, pulanglah bersama Nicole.” Jinki menolaknya dengan halus dan sukses membuat Luna mengikuti keinginannya.

Menolak?

Benar, entah sudah berapa kali Jinki menolak Luna. Bukan hanya dalam masalah kecil seperti ini, tapi Jinki selalu menolak Luna yang terang-terangan menyukainya.

Itu bukan karena Jinki jahat atau tidak berperasaan, melainkan karena tak ada yeoja lain yang bisa dicintainya selain Min So Hee.

Kini Jinki menundukkan kepalanya, kenangan yang ia ingat saat di halte bus tadi terus menempel dalam ingatannya dan membuatnya kembali meneteskan air mata.

“So Hee-ya, bogosipheo…” bisiknya lirih.

Pikirannya tentang So Hee segera buyar begitu ia mendengar langkah kaki menuju ke arahnya.

_Jonghyun PoV_

Aku berjalan keluar dari kamar tempat mereka membawa Kibum setelah ia pingsan.

Aku tahu Kibum sangat terpukul dengan kepergian Minho yang tiba-tiba dan dengan cara yang tidak wajar.

Tapi Ya Tuhan!

Aku tidak percaya dengan apa yang diucapkannya untuk mengusirku dari ruangan itu.

Gila! Dia memang gila!

Kulihat sosok Jinki yang duduk di kursi selasar, ia memandangku saat aku berjalan menghampirinya.

Ia mengusap kedua pipinya, apa Jinki menangis?

Itu wajar, ia kembali kehilangan salah satu orang yang dicintainya dengan cara yang tidak wajar.

Aku segera duduk tepat di samping Jinki yang kuperhatikan terlihat lebih kurus.

“Jinki-ya, kau tahu apa yang kupikirkan?” tanyaku langsung.

Jinki hanya memandangku seolah bertanya apa?

Aku menarik nafas dalam-dalam, berusaha menguatkan diriku dengan pemikiran yang akan kuutarakan pada Jinki.

“Aku rasa Kibum tidak bisa dibiarkan lagi.”

“MWO? apa maksudmu hyeong?” tanpa melihat wajah Jinki aku bisa merasakan bahwa ia terkejut dan berpura-pura tidak mnegerti dengan ucapanku.

“Kau tahu maksudku Jinki, Kibum semakin parah…” kini aku membalikkan tubuhku menghadap Jinki.

“… dan jika aku boleh mengatakannya padamu, kematian Minho itu ada hubungannya dengan…” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku Jinki segera memotongnya.

“Aniyo hyeong! Kau tidak boleh berpikiran seperti itu! Kibum tidak melakukan apapun, kau harus mempercayainya.”

Aku hanya tersenyum pahit, semua yang diucapkan Jinki justru memberitahuku bahwa ia berpikiran sama dengan ku.

Kami hanya diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Tuhan! Apa yang harus kulakukan pada Kibum?

Kini aku lebih berharap ia tidak pernah bangun lagi setelah koma 7 hari.

***

Dua hari berlalu setelah kematian Minho, masih belum ada petunjuk tentang si pelaku.

Aku berharap polisi tidak pernah menemukan apapun tentang jejak si pembunuh.

Itu bukan karena aku jahat terhadap Minho, tapi karena aku tidak mau menerima kenyataan jika apa yang kutakutkan menjadi nyata.

Minho akan dimakanmkan hari ini, selama dua hari pula Kibum tidak pernah tidur.

Aku selalu memergokinya menangis tengah malam.

Dengan jas hitam dan skinny jeans nya Kibum telah menungguku di dalam mobil, aku segera berlari ke arah mobil begitu aku selesai mematut diri.

Selama perjalanan Kibum tidak mengucapkan sepatah katapun, matanya masih dipenuhi kesenduan yang mendalam.

Aku yakin, ia melakukannya di luar kesadarannya.

Tuhan! Maafkan dongsaengku…

“Berhentilah menangis Kibum-ah, Minho tidak akan senang jika kau terus-terusan menangisinya. Biarkan dia pergi.” Aku mengelus punggung Kibum untuk menghiburnya, membuat airmatanya semakin deras.

***

Jinki sudah datang lebih awal di pemakaman, ia menunggu kami tak jauh dari kerumunan orang yang memakai baju serba hitam.

Jinki terlihat begitu rapi dengan jas hitam dan skinny jeans nya, namun wajahnya masih terlihat sendu.

Aku tidak tahu seberapa sedih hati Kibum akan kematian Minho hingga aku harus memapahnya menuju tempat Minho akan dimakamkan.

Jinki memelukku sekilas kemudian ia menghampiri Kibum.

“Biar dia bersamaku hyeong.” Tawar Jinki kemudian ia membawa Kibum perlahan menuju tempat Minho akan dimakamkan.

Aku membiarkan mereka berdua pergi lebih awal, karena aku masih punya urusan lain.

Aku harus menemui kedua orangtua Minho. Yeah! Hanya untuk meyakinkan mereka bahwa Kibum tidak ada hubungannya dengan kematian Minho.

Apa aku orang yang jahat karena menyembunyikan sesuatu tentang kematian Minho? TIDAK! Aku tidak jahat, aku hanya melindungi dongsaengku.

FLASHBACK

Aku tidak bisa tidur karena Kibum belum pulang, ini sudah jam 12 malam.

Tentu saja ia bukan anak kecil lagi yang harus kucemaskan, tapi keadaannya yang seperti sekarang ini membuatku benar-benar mengkhawatirkannya.

“Kreeekkk.” Terdengar suara pintu belakang, aku segera membesarkan volume tv dan berjalan mengendap menuju pintu belakang.

“Huh…huh.. apa yang harus kulakukan?” aku segera menyembunyikan tubuhku di balik lemari es begitu mendengar suara Kibum.

Ia terdengar sibuk dan panic, dalam ruangan yang gelap itu ia seolah mencari-cari sesuatu.

Kresek…kresek…

“Maja! Aku harus membersihkan tubuhku. Di mana? Ah!” kembali terdengar suara Kibum, bisa kupastikan ia baru saja mengambil trashbag dari dalam laci dapur.

Aku menyipitkan mataku, berusaha melihat apa yang dilakukan Kibum.

Ah SIAL! Tempat ini gelap sekali.

Aku terus memasang telingaku, aku tidak boleh melewatkan sesuatu pun.

Aku  menahan nafas saat Kibum melewatiku, ia menaiki tangga.

Lampu di sekitar tangga memberiku penerangan.

Apa yang baru saja dilakukannya? Ia hanya memakai tshirt dan celana boxer.

Aku berjalan mengendap menaiki tangga dan merapatkan telingaku pada pintu kamar Kibum.

Tak ada suara apapun, hingga aku memberanikan diri untuk masuk.

Klek

Kubuka pintu perlahan, jantugku berdebar hebat. Entah pemandangan apa yang akan kulihat dalam kamarnya.

Kosong! Ia tidak ada di sini.

Aku berjalan perlahan menuju kamar mandi dalam ruangan Kibum.

Aku segera menuju dapur begitu mendengar suara shower dari dalam kamar mandi Kibum.

***

Dengan tergesa-gesa aku menyalakan lampu dapur dan mencari-cari apa yang baru dibuang Kibum. Aku yakin ia membuang sesuatu ke dalam trashbag.

Perhatianku segera tertuju pada tempat sampah besar yang berada di bawah tempat cuci piring.

Aku mengacaknya dengan cepat.

Deg! Jantungku kembali berdebar hebat saat membuka trashbag yang berlumuran darah itu.

Hoodie, skinny jeans dan sebuah balok kayu yang berlumuran darah.

Kibum-ah! Apa yang kau lakukan?

Apa ia baru saja melukai seseorang? Siapa?

Pikiranku sangat kacau.

Wait! Masih ada sesuatu, ponsel slide berwarna hitam.

Ponselnya sudah rusak, sepertinya Kibum membantingnnya atau memukulnya dengan sesuatu.

Bagaimanapun keadaan ponsel itu aku yakin itu bukan milik Kibum, itu pasti milik seseorang. Seseorang yang darahnya menempel pada hoodie dan skinny jeans Kibum.

Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat, tanpa pikir panjang aku segera menyambar minyak dan pematik api.

Aku menyeret trashbag perlahan melalui pintu belakang dan membawanya menuju halaman belakang.

Aku menumpahkan isi dalam trashbag ke atas tanah yang dipenuhi daun-daun maple yang kering kemudian menyiramnya dengan minyak.

Api segera berkobar begitu aku menempelkan sedikit api pada hoodie Kibum.

***

Pagi tiba, kepalaku sedikit pening.

Ah! Tidak! Ini baru jam.4, aku tidak bisa tidur tenang.

Aku tak tahu apa yang baru saja kulakukan benar atau salah, yang jelas semuanya kulakukan demi Kibum.

Aku segera turun ke bawah, bau anyir darah menyeruak begitu aku memasuki dapur.

SIAL! Kenapa aku tidak menyadarinya semalam? Aku segera menumpahkan pewangi toilet dan mengepel seluruh lantai dapur untuk menghilangkan bau anyir ini sebelum eomma atau appa bangun.

Aku harus mandi! Bau darah itu pasti menempel pada tubuhku.

***

Kuteguk sebotol air mineral tanpa ampun.

Kulirik iPad ku, masih jam 9 tapi aku sudah menyelesaikan ritual pagiku-jogging.

Pikiranku masih dipenuhi dengan kejadian tadi malam, membuat mataku tak hentinya melirik ke arah dapur.

Baiklah! Aku akan memasak saja, jika ada bau lain yang tertinggal di sekitar tempat cuci piring semua orang akan mengiranya sebagai bau sisa makanan.

all the eyes on me in the center of the ring
just like a circus
when i crack that whip everybody gonna trip
just like a circus

Aku baru saja membuka lemari es untuk mengambil bahan makanan saat ponselku tiba-tiba berbunyi.

“yeoboseyo.” Sapaku ringan begitu melihat nama Lee Jinki muncul di layar.

“Ne, dia masih tidur. Wae?” tanyaku begitu Jinki mengatakan ia tidak bisa menghubungi Kibum.

“NE?” aku nyaris jatuh dan segera berpegangan pada ujung lemari es begitu mendengar kabar dari Jinki.

Aku terdiam beberapa detik “Hyeong,gwaencanhayo?” tanya Jinki di sebrang sana.

“Ne, gwaencanha. Aku akan membangunkan Kibum dan memberitahunya soal ini.” kataku kemudian segera memutuskan sambungan telpon.

Minho hilang… apa ini ada hubungannya dengan Kibum? Apa darah yang menempel di pakaian Kibum adalah darah Minho?

Minho… kemarin aku melihatnya di lobi rumah sakit bersama Kibum. Apa benar Kibum ada hubungannya…

END OF FLASBACK

_Key PoV_

Jinki memapahku menuju tempat Minho akan dimakamkan.

Langkahku rasanya semakin berat, lututku bergetar hebat saat melihat kerumunan orang berpakaian serba hitam.

Namun tanpa kata-kata Jinki terus memapahku ke sana.

Seorang pendeta telah berada di sana, berdiri tepat di depan liang lahat Minho.

Ia memegang al kitab dan mulai membacakan khotbah kematian.

Jinki membawaku ke barisan paling depan, ia tahu aku pasti sangat ingin melihat Minho untuk yang terakhir kalinya.

“Kematian adalah sesuatu yang lazim dan setiap manusia akan mengalaminya tanpa kecuali. Hanya saja setiap orang memiliki waktu yang berbeda…” sang pendeta memulai khotbahnya.

Aku hanya menunduk, airmataku tak bisa berhenti menetes.

“…Walaupun kematian membawa perpisahan dari orang-orang yang dikasihi, namun berbahagialah orang yang mati di dalam kebenaran Tuhan. Mereka ini semua akan dibangkitkan kembali pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali. Dan kita semua yang setia akan kembali berjumpa dengan orang-orang yang kita kasihi yang telah mendahului kita.” Lanjut pendeta.

Aku mengalihkan pandanganku dari lubang besar yang akan menjadi tempat terakhir Minho.

Kulihat Nicole dan Luna berdiri tepat di sebrangku.

Nicole memandangku dengan senyumah pahit, entah apa yang dipikirkannya.

“Dari debu kembali kepada debu. Namun kita harus yakin bahwa kita akan dibangkitkan, karena Tuhan pun bangkit dari kematian. Untuk itu marilah kita semua setia, agar dapat kembali berjumpa dengan mereka yang kita kasihi nanti.” Si pendeta kembali melanjutkan khotbahnya.

Kali ini fokusku buyar, aku terus memandangi Nicole. Ada sesuatu yang ia sembunyikan, benar.

Seketika kembali muncul bayangan Nicole yang berkata “Benar, aku yang melakukannya.”

Aku memejamkan mataku agar bayangan itu hilang .

Bayangan lain muncul, bayangan Minho yang berkata “itu yang terjadi, percayalah!”

“Arggh!” erangku pelan, aku tak mau mengganggu prosesi pemakaman Minho.

Kemudian muncul bayangan lain, berbeda dengan bayangan yang kualami dua hari yang lalu.

Kali ini seseorang berteriak pada Minho  “GEOTJIMAL!!!!!”, kemudian ia memukulkan sesuatu ke kepalanya.

Orang lain! Bukan aku yang memukul kepala Minho. Yeah! Bukan aku!

Aku kembali mengerjapkan mataku dan kembali muncul bayangan Nicole

“Benar, aku yang melakukannya.”

“ngghhh.” Aku kembali mengerang, bayangan Nicole tak hentinya berkelebat dalam pikiranku.

Nicole masih memenadangiku dengan tatapannya yang sulit kuartikan.

Deg! Seketika jantungku berdebar hebat.

Tuhan! Orang yang membunuh Minho adalah… Nicole.

Benar! Aku yakin, Nicole yang melakukannya.

How dare you bitch!

Aku memandang tajam ke arah Nicole, ia balik memandangku seolah ia bisa membaca pikiranku.

Aku terus memandang Nicole. Aku bersumpah aku tidak akan memaafkanmu Jung Nicole!

Airmata kembali menetes dari kedua bola mataku.

Aku masih terus menangis ketika seseorang menyentuh pundakku.

Min Hye ri? Sejak kapan ia ada di sini? Aku bahkan tidak ingat padanya selama dua hari ini.

Hye ri hanya tersenyum, ia masih memegang kedua pundakku dan berbisik “Sebaiknya kita pergi dari sini.”

Tanpa mengatakan apapun aku segera mengikuti Hye ri, meninggalkan kerumunan orang-orang.

_Author PoV_

Lee Taemin masih membolak balikkan jurnal pribadi pasiennya setelah mendengar cerita Key.

Ia mengerutkan dahinya, sedikit bingung dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Kau harus mempercayainya seonsaengnim, Nicole yang melakukannya.” Sekali lagi Key meyakinkan dokter pribadinya itu untuk mempercayainya.

Taemin menghela nafas, kemudian menaruh jurnal pasiennya ke atas meja.

“Ceritamu bisa saja benar Kim Kibum, tapi kau tidak bisa melakukan apapun jika tidak ada bukti.”

Key hanya diam, apa yang dokternya katakan memang benar. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk Minho jika ia tidak memiliki bukti apapun.

Key diam beberapa detik, kemudian kembali membuka mulutnya saat ia mengingat sesuatu.

“Seonsaengnim, beberapa hari ini ingatanku sudah cukup bagus. Tapi masih ada beberapa hal yang belum kuingat, terutama soal luka ini. aku rasa aku akan mengingatnya jika aku kembali ke villa keluargaku ke Busan, boleh aku pergi ke sana?”

Lee Taemin hanya diam, ia memandangi pasiennya lekat-lekat.

Kali ini ia tidak boleh salah mengambil keputusan.

Setelah berpikir cukup lama dan cukup untuk membuat Key terlihat bosan, akhirnya Taemin membuka mulutnya

“Sure, jika itu bisa membuatmu mengingat yang kau lupakan. Kau boleh pergi ke sana, tapi kau tidak boleh mengingatnya terlalu keras.”

Dan jawaban Lee Taemin sukses membuat pasiennya itu tersenyum sumringah.

“Kamshahamnida seosaengnim.” Ucap Key kemudian meninggalkan ruangan Lee Taemin.

Ah! Key baru ingat bahwa ia lupa menceritakan tentang bayangan dirinya menyayat tangannya sendiri pada Lee Taemin.

Tapi karena ia terlalu senang, maka ia tidak memperdulikannya dan berniat menceritakannya setelah ia pulang dari villa.

***

Key begitu senang karena ia diijinkan kembali ke Villa, tentu saja ia akan mengajak Hyeri, So Heed an Jinki ke sana.

Ia yakin jika mereka mengulangi liburan itu lagi, ia akan mengingat apa yang ia lupakan.

“Hyeong, aku akan berlibur ke villa bersama yang lainnya.” Ucap Kibum pada Jonghyun yang tengah menonton tv di ruang tengah.

“MWO? ANDWAE!!! Kaku tidak boleh ke sana!” sesuai dugaan Key, hyeong nya pasti tidak mengijinkannya pergi.

“Aku akan tetap pergi hyeong, Lee Taemin seonsaengnim sudah mengijinkanku dan aku sudah menelpon yang lainnya. Kami akan tetap pergi.” Ucap Key kemudian berlalu tanpa menunggu tanggapan dari Jonghyun.

_Key PoV_

Aku terkejut begitu membuka pintu kamar, seorang yeoja dengan kemeja putih telah duduk di atas ranjangku.

“Hye ri?” aku berjalan menghampiri yeoja yang tengah membaca buku itu.

“Ah wasseo? Aku sudah lama menunggumu.” Hye ri menaruh buku yang dibacanya dan segera memeluk ku.

“Kau di sini? Kenapa Jonghyun hyeong tidak memberitahuku?” gerutuku.

“Mungkin dia lupa, sudahlah.” Ucap Hye ri manja, ia masih mengalungkan kedua tangannya di leherku.

“Kita akan ke villa kan? Ah! Bagus sekali, aku sudah lama tidak ke sana.”  Hye ri kelihatannya sangat senang dengan rencanaku pergi ke villa.

“Kau senang?” tanyaku lagi untuk meyakinkan dan dijawab oleh anggukan darinya.

“Baby, tapi kurasa kita juga harus membawa Nicole dan Luna ke sana.” ucap Hye ri tiba-tiba dan sukses membuat senyuman di wajahku hilang.

Aku melepaskan kedua tangan Hye ri yang mengalung di leherku.

“Sirheo!”

Hye ri kembali mengalungkan kedua tangannya di leherku

“Ayolah baby! Ini agar kau mengingat apa yang kau lupakan, saat kecelakaan itu terjadi bukankan kita pergi berlibur bersama mereka? Aku janji Nicole tidak akan melakukan apapun padaku.”

Well, aku menyerah. Hye ri ada benarnya juga, yang akan kulakukan adalah mengulangi liburan sebelum aku koma. Maka aku harus membawa Nicole dan Luna.

“Aku yakin So Hee pun akan setuju, percayalah baby! Luna tidak akan menggoda Jinki lagi, So Hee akan mengawasi Jinki 24 jam.” Tambah Hye ri.

Aku hanya tersenyum padanya, menandakan bahwa aku menyetujui sarannya.

“Kau tidak usah memikirkan Nicole dan Luna baby…” kali ini Hye ri mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“…lagipula, yang terpenting adalah kesehatanmu.” Hye ri melanjutkan kalimatnya kemudian dalam hitungan detik ia menempelkan bibirnya pada bibirku.

Aku memejamkan mataku, menikmati ciuman Hye ri.

Sudah berapa lama aku tidak menciumnya? Dua hari? Empat? Atau mungkin lima? Ah! Aku tidak peduli.

Aku menarik pinggang Hye ri agar semakin mendekat ke arahku dan memperdalam ciuman kami.

***

Hye ri menarikku ke atas ranjang tanpa melepaskan ciuman kami.

Aku menahan tubuhku dengan satu tangan agar aku tidak menindih Hye ri. Tapi Hye ri terus menarikku, membuatku melepaskan tanganku dan benar-benar menindihnya.

Kali ini ciuman Hye ri terasa liar, nafasnya mulai tak beraturan. Bahkan ia mulai meremas rambutku.

Aku hanya mengikuti permainannya karena aku tidak bisa menyangkal bahwa aku pun menginginkan hal yang seperti ini.

Hye ri melepaskan ciuman kami dan menatapku “Kau tahu aku sangat merindukanmu baby.” Kemudian kembali menciumku lagi.

Dengan tenaga kecilnya ia mendorong tubuhku, membuat posisi kami menjadi duduk.

Ia kemudian bergerak perlahan dan kembali mendorong tubuhku ke atas ranjang, membutnya kini berada di atasku.

Hye ri terus menciumku dengan nafasnya yang mulai tak beraturan. Hey Min Hye ri, tidakkah ini terlalu berlebihan?

Kini tangan Hye ri menyentuh dadaku dan mulai melepas kancing kemejaku, membuatku dengan cepat melepaskan ciuman kami.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku tak percaya dengan apa yang dilakukan olehnya, Hye ri bukan tipe yang seperti ini.

“kau tidak suka?” Hye ri malah balik bertanya.

“Ani, hanya saja ini bukan waktu yang tepat.” Hye ri hanya tersenyum, ia tidak menghiraukan ucapanku dan kembali menciumku.

Hye ri kembali melepaskan ciuman kami, kemudian beralih pada leherku sambil melanjutkan kegiatannya membuka kancing kemejaku.

“Hye ri-ya Stop it!” ucapku.

Hye ri tidak bergeming, ia terus menciumi leherku. Aku menarik wajahnya agar ia menatapku.

“Stop it Min Hye ri! Kita tidak bisa melakukannya sekarang.” Aku berusaha menegaskan pada Hye ri. Bukan! Bukan karena aku tidak menginginkannya, hanya saja ini tidak tepat.

“Kau ingin aku berhenti? Tapi aku tidak bisa menghentikannya baby.”

Kali ini ia mulai membuka kancing kemejanya sendiri, memperlihatkan bagian atas dadanya.

Perbuatan Hye ri membuatku lepas kendali, aku menahan tangan Hye ri yang masih sibuk melepas kancing kemejanya dan menyingkirkannya dengan lembut.

Dengan sedikit tergesa-gesa aku melanjutkan membuka kancing kemeja Hye ri. Tangan kiriku mulai menyentuh bagian bawah lehernya, perlahan bergerak menuju bagian yang lebih bawah. Membuat Hye ri mendesah ringan.

“Tok…tok…tok…Kibum-ah, kau di dalam?” terdengar suara Jonghyun hyeong dari balik pintu.

Dengan cepat aku mengentikan kegiatanku. Ketukan pintu barusan menyadarkanku akan perbuatanku, aku tidak seharusnya melakukan ini.

Aku hendak bangkit dan merapikan pakaianku saat Hye ri kembali menarikku dan mencium bibirku.

“Stop it Hye ri! Jonghyun hyeong ada di luar.” Kataku, tapi Hye ri tidak mempedulikanku.

“Biarkan saja dia di luar.”

“Ani, aku tidak mengunci pintu.” Kataku lagi kemudian mengecup kilat bibir Hye ri sebelum Jonghyun hyeong masuk.

“Jika begitu, biarkan aku menciummu sebentar lagi baby.” Hye ri kembali menyambar bibirku.

“Tok…tok…tok… Kibum-ah, aku masuk ya.” Suara Jonghyun hyeong kembali terdengar.

KLEK

Kemudian pintu kamarku terbuka.

=TBC=

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “Dazzling Autumn – Part 5”

  1. Huwa……..Huhu T~T #readerramesendri# penasaran nh. Th0r k0 aku awlnya crga Key yg bnuh s Men0ng, se0lah tnpa sadar gt0?!! Tpi ujung2 nic0le ngkut nimbrung, jdi bngung dh. 0h ya_ 2 myat yg trbkar tu Hye Ri am So Hee ya?? Next part yg cpet yh, jangan lma2 y.

  2. aish, TBC wastagaaaa-_-
    penasaran banget kalo baca ff iniii. jangan-jangan beneran lagi minho mati dibunuh sama key._. dan bayangan nicole yang katanya bunuh minho cuma halusinasinya key._. terus terus hyeri sama so hee kan udah mati yah._. kalo so heenya sih rada yakin, kalo hyerinya masih… bingung deh._.
    aduh penasaran plus bingung nih. authornya pinter banget deh bikin ff misteri-_- ayo author ditunggu lanjutannya(≧▽≦)

  3. hiks,,hiks,,minho oppa,,malang kian nasib mu,,T_T..kibum oppa cpt sembuh y,klo g gue jedotin ketembok???,,*dicekek lockets*..^^..mf kelwt emosi…lnjut thor…

  4. Jadi semakin penuh misteri,,, siapa yang sebenarnya bunuh Minho?? Key Kah?? nicole??

    Ayo,, cepat ke villa mu Key dan temukan apa yang sebenarnya terjadi disana,,

    ditunggu lanjutannya,,,

  5. huwaaa si key itu imajinasi kah ??
    maki penaaran sebenernya apa yg terjadi ma key .. huwaaa hyeri kok panas gitu ya .. waduhh key penyakit mu tuh parah bgt !!
    bayangin taemin rambut pirang ke samping pke kacamata, senyum, pake jas putih, selana panjang warna biru .. ada stetoskop di lehernya … huwaaaaa gila keren abis !!!
    lanjuuttt

  6. alitu hyeri pasti cuma imajinasinya kibum aja kan? so hee juga udah meninggal. kalo kibum ngebayangin nyayat tangan taemin, berarti taemin calon korban berikutnya ya?

  7. Dugaan aku makin kuat kalo hyeri udah mati..
    Yg slama ini dilihat cuma imajinasi,
    menurutku key itu psykopat .-.
    Yang membunuh minho itu key,
    malam itu minho bilang ke key kalo hyeri udah mati, trus diyakinin lagi ama nichole “iya hyeri sudah mati, aku yang membunuhnya”
    key gak terima minho bilang gitu, lalu jiwa psykonya muncul trus dia gebukin deh siminho ampe mati,
    paginya dia kembali normal, makanya dia gak inget yang dilakuinnya semalam #cerita ngaco
    di tunggu next partnya thor..
    Penasaran banget nih..

  8. Yaahhhh tbccc -_-
    Menurut aku hyeri itu udah meninggal. Tapi di imajinasinya key hyeri itu masih ada. Yg bunuh minho itu key. Tapi karena key benci nicole makanya imajinasi key nganggep nicole yg bunuh minho
    Terus duuh kasian banget sih jjong harus nyembunyiin bukti-bukti darah ituuu. Demi key…
    Aah mollaa~
    Lanjuuuuuuuuuuuttttt!! Misterinya wiih dae-bak!!

  9. OMOMOMOOOOO!!!!
    Itu….hyeri bukannya gak keliatan sama semua orang kecuali kibum?
    Aih!!!! Itu entar yang diliat jjong si kibum lagi ngapain dong???
    Itu minho huahuaaaaa
    Yang bunuh sebenerya nicole atau kibum sih?
    Lanjut dong lanjuuut

  10. ya ampun bingung,, gimana tuh pas jonghyun buka pintu n ngeliat key sendirian gi2 pasti dia bingung dh,, kan hye ri itu meninggal kan??

  11. Ih kren deh..
    Kok part 6 nya lma bgt sih..udah coba brpa kli nyari tp ttp aj blom ad..cpetan ya udh gk sbr abis crta.a kren, mistery bgt..
    Dcrta ini key kren bgt..
    Thor jgn brhnti bkn ff ya..!
    Author hwaitting.. 🙂

  12. oi .. oi … author ,, next part dong pleaseeee ><

    tangung jawab ya !!! udah bikin penasaran ni ,,, harus di tamatin ,, ditunggu post nya secepetnya *_____*

  13. Huuuaaaahhhhh….. ubek” nie blog nd’ nemu ff ini.
    Wuih, seru bgd chin gu. q baca lgsg dr chapter 1-5.
    mstery bgd nd’ q suka ma krakter key disini 😀
    ngomong” nie lom ada lnjutnna y chin gu? pnasaran tngkat akut nie.

  14. kyk hyeri itu…. HANTUUUUUUU!!!! Atau key yang GILAAAA!! #dilindes lockets#

    udh ah aq mau lanjut ke part selanjutnya. oh ya td aq rada grogi waktu baca nc nya haha.. aku kira nc nya biasa, keke

  15. KYAAA!!!!
    aku bener2 bingung, tdnya aq ykin kalo key yg mmbunuh minho, tp byangan yg dilihat Key it mksd nya apa? knp ada nicole?
    ‘benar aku yg melakukannya’ hwaaa maksudnya apa??
    dan Hyeri aiishh tambah bingung + penasaran

  16. nah loh ini gimana ini-_- semua bukti yg didpt jjong mengarah kalo key itu pembunuhnya… tapi ingatan key? aish jinchaaa!

    hoah.. itu hyeri sbnrnya udah mati kan eon? jadi… itu hantu atau key GILAAA? /dilindes lockets/
    jjong msk kamar key… trs apa nih yg trjadi? yaks jadi ngapain itu dikamar????

  17. tu kan tebaknku bener,, key nya psycho..
    Hua~ jjinjaa seru.. key cuma kebyang2 hyeri msih idup
    Hampir mirip black swan, dia nyakitin dirinya sendiri karena terobsesi ma karakter black swan yg ia peranin ~_~
    jadi mringding..
    Keseluruhan ini daebak.. walaupn udh punya pandangan ni endingnya bkal kyk ap
    siap2 tisu ni deh kyknya 😦

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s