My Little Bride [FINAL]

Title : My Little Bride (Last chapter)

Author : Choi Ji Yeon

Main Cast : Choi Minho, Choi Ji Yeon, Lee Jinki, Kwon Yuri

Support Cast : Im Yoona, Taemin, Choi Siwon, Yoogeun

Length : Sequel

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG 15

Credit Song :

C.N Blue – Love Light

SHINee – Amigo, In My Room, Last Gift, Please Don’t Go

SUJU – What If

Choi Ji Yeon POV

Pagi menjelang. Aku bangun dari tidurku. Aku tidak sadar kalau semalam aku tidur disamping ranjang Minho. Aku melihat wajahnya, berharap ia akan membuka matanya. Tapi tidak, ia masih tertidur.

Aku memaksakan seulas senyum melihat wajahnya yang terlihat lelah itu. Benar, aku tahu hidupmu sangat berat, Minho. Mianhae…  telah menyalahkanmu…

Aku pun menyentuh wajahnya dengan sangat hati-hati. Aku takut melukainya. Tanganku lalu bergerak ke bibirnya yang tebal. Aku merindukan ppoppomu… Aku merindukan senyummu, aku juga merindukan suaramu. Bangunlah Choi Minho… chepal…

“Noona,” tiba-tiba Taemin masuk ke kamar Minho. Aku menoleh padanya. “Pulanglah noona. Kau istirahat saja. Biar aku yang ganti menjaganya.”

“Ani, aku masih ingin disini.”

“Andwae noona. Pulanglah, Minho akan kujaga. Percayalah…”

Akhirnya aku menuruti kata-kata Taemin. Aku pun berjalan keluar kamar. Aku menutup pintu itu dengan pelan. Lalu aku berjalan ke halaman depan rumah sakit.

Aku menatap langit. Cerah sekali… Tuhan… aku mohon, sembuhkanlah Minho. aku tidak ingin kehilangannya, doaku.

“Choi Ji Yeon?”

Tiba-tiba seseorang memanggilku. Yuri?

Yuri mengajakku ke sebuah coffe shop dekat rumah sakit dan mentraktirku secangkir kopi. Aku masih tidak mempercayainya, semeja dengan Yuri. Apa yang akan ia katakan kali ini?

“Ji Yeon… mm, akan ada yang aku katakan padamu,” kata Yuri membuka pembicaraan.

“Apa… tentang Minho?” tanyaku. Sudah pasti, siapa lagi memang?

“Benar. Aku…” lalu Yuri mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru. Ia menyodorkannya padaku.

“Apa ini?”

“Bukalah,” suruh Yuri.

Dengan ragu aku membuka kotak itu. Aku langsung menutup mulutku saat melihat isinya. Kalung silver dengan liontin malaikat?

“Minho… kalung ini bagus sekali! Belikan!”

            “Begitu saja kau bilang bagus? Seleramu rendahan sekali?”

            “YA!”

Minho… aku tak kuasa menahan air mataku. Jadi Minho… memberikan kalung ini untuku?

“Ji Yeon, kau mengira Minho menyukaiku ya?” kata Yuri lalu tertawa kecil. “Kau salah, Ji Yeon. Kami hanya berteman. Memang sih, akhir-akhir ini kami dekat. Karena…”

“Karena apa?” potongku sambil terisak.

“Minho mengikuti balap motor. Ia mendekatiku karena aku tahu banyak tentang balap motor di sini. “

“Untuk apa dia mengikutinya?”

“Untukmu. Untuk membelikanmu kalung itu dengan uangnya sendiri. Sebagai hadiah ulang tahunmu. Malam itu, ia memang kalah. Padahal sebentar lagi ia mencapai garis finish. Tapi karena ada seorang pembalap yang berbuat curang dengan menabrak motor Minho dari belakang, dan membuatnya jatuh terpental,” cerita Yuri membuatku menutup mulutku. “Kau tahu betapa tragisnya kecelakaan itu? Dan, sebelum ia menutup matanya, ia menyebutkan namamu. Minho sangat mencintaimu, Ji Yeon. Ia sampai rela mengikuti balapan motor liar itu hanya untuk memberimu sebuah hadiah.”

Aku menunduk menangis sambil menggenggam kalung itu. Aku tidak menyangka betapa besarnya cinta Minho untukku. Aku tidak bisa membayangkan betapa kejamnya aku. Malam itu, saat aku pergi dengan Jinki oppa, bahkan aku sempat berpikir akan hidup dengannya. Dan padahal Minho sedang meregang nyawa demi aku, demi membuatku tersenyum. Jeongmal mianhae… Minho…

“NOONAAA!” teriak Taemin yang tiba-tiba datang.

Aku melihatnya berlari tergesa-gesa. Perasaanku menjadi tidak enak.

“Noona… Minho hyung… kritis!”

7 tahun kemudian…

Aku tersenyum melihat seorang namja dan seorang anak kecil yang bermain di dekat air laut. Mereka tampak bahagia sekali. Apa mereka adalah pasangan appa dan anak? Mereka benar-benar terlihat bahagia!

Lalu aku mengambil sebuah ranting di depanku dan menulis sesuatu di pasir pantai yang putih.

Choi Minho

Tulisku dengan huruf hangeul. Aku tersenyum membaca tulisan itu. Aku teringat peristiwa 5 tahun yang lalu. Aku benar-benar terharu mengingatnya, dan  pasti akan membuat air mataku menetes. Aku memegang kalungku, kalung silver dengan liontin malaikat. Barang ini, adalah satu-satunya barang yang membuatku selalu mengingatnya. Aku tidak pernah melepaskannya seumur hidupku.

“HAAAAAA! JI YEON-AH!” seru seseorang di belakangku yang membuatku hampir terjengkang saking kagetnya.

“YA! Minho oppa! Panggil aku ‘CHAGIYA’!” suruhku padanya. Aku heran sekali padanya. Ia tidak pernah bisa membiasakan diri memanggilku dengan sebutan ‘Chagiya’, padahal aku sudah memanggilnya ‘oppa’.

“Umma!” seru seorang anak laki-laki yang ada di gendongan Minho. Aku tersenyum padanya dan memeluk anak laki-laki kesayanganku ini.

“Yoogeun-ah…”

Choi Ji Yeon POV END

Choi Minho POV

“Umma!”

Anak laki-laki yang berada digendonganku langsung menggeliat, memintaku menyerahkan tubuhnya pada Ummanya. Aku tersenyum, mengacak-acak rambut Yoogeun, anak kami satu-satunya.

Mataku menerawang jauh ke hamparan laut yang indah didepan kami. Aku teringat peristiwa 5 tahun lalu itu. Disaat hidupku diujung tanduk, yang mengharuskanku untuk menentukan pilihan. Mati atau hidup…

Flashback

“Noona, bolehkah aku tinggal disini?” tanyaku pada Yoona noona.

            Yoona noona menatapku sambil mengerutkan keningnya. “Apa kau yakin Minho? Bagaimana dengan Ji Yeon?”

            Aku tidak menjawabnya. Aku menundukkan kepalaku. Bagaimana dengan Ji Yeon? Itulah satu-satunya yang mengganjal pikiranku. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja kan? Tapi… aku sangat ingin bersama selamanya dengan Yoona noona. Tuhan… mana yang harus aku pilih? Hidup atau mati?

            “Cha, ikut aku!” Yoona noona menggandeng tanganku, membawaku pergi ke suatu tempat. Lalu Yoona noona menghampiri seseorang, bukan dia malaikat sepertinya. Malaikat yang sangat tampan.

            “Siwon Angel, bisakah kau memperlihatkan pada kami sedikit kisah hidup orang ini?” tanya Yoona noona dan malaikat itu tersenyum ramah.

            “Minho, kau lihat dan pikirkan baik-baik,” suruh Yoona noona.

            Kemudian, aku melihat sebuah layar besar didepanku. Lalu aku melihat diriku sendiri yang sedang menyetir mobil Lotus merahku ke suatu tempat. Aku ingat, itu adalah saat pertamaku akan dijodohkan dengan Ji Yeon.

            “Apa yang kau lakukan disini?”

“Mwo? Aku akan bertemu calon istriku. Dia anak dari pemilik rumah ini,”

“Ya, siapa orang yang kau maksud?”

“Tuan Choi Hwang Do.”

Disana wajah Ji Yeon terlihat shock dan tidak percaya. Nafasnya tercekat sampai ia menutup mulutnya.

“Mwo? Jangan bilang kau…”

“ANDWAE!!!!”

            “Hahaha…” aku sampai tertawa sendiri menontonnya. Yoona noona juga ikut tertawa. Rekaman  itu, membuatku merindukan Ji Yeon…

            Lalu video itu berganti lagi. Sekarang saat Ji Yeon menamparku dengan sepatu ketsnya.

            “Kenapa tidak kau saja? Kau kan jeongmal, jeongmal, jeongmal… PABO!”

“YA MWORAGU?!”

PLAK!

Tanpa kuduga Ji Yeon menamparku dengan sepatu ketsnya.

“AAAAAAAAAH! YA! WAE IRRAE?!”

            Kali ini aku tidak tertawa. Semua memori itu kini berkumpul di otakku. Aku merasa sedih, aku sangat merindukannya. Teriakannya, kepaboannya, tawanya… semuanya.

            “Minho oppa… sekarang aku dapat melihat cintamu. Gomawo…”

            Aku langsung menatap ke layar saat mendengar kata-kata itu. Ji Yeon yang mengucapkannya, yang membuatku hampir meloncat saking senangnya. Itu adalah pertama kalinya aku dapat menunjukkan rasa cintaku pada orang yang aku cintai. Ji Yeon… terima kasih karena telah melihat cintaku…

            “Minho-ya…” panggil Yoona noona lirih.

            Aku mengusap sedikit air mata yang keluar dari mataku. Biarlah kali ini kharismaku luntur di depan seorang yeoja.

            “Aku tahu,kau tidak mau meninggalkan Ji Yeon kan?”

            “Noona…”

            “Kembalilah ke dunia mu. Temani dia sampai akhir hidup kalian,” ucap Yoona noona lembut.

            “Tapi aku ingin bersama noona..”

            “Jangan egois Minho. Apa kau tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau kau meninggal? Apa yang akan dilakukannya? Serapuh apa ia nanti?”

            “Noona…”

            “Belum saatnya Minho… Pulanglah, suatu saat kita akan bertemu lagi. Aku janji.”

Flashback END

“YA! Choi Minho! Apa yang kau pikirkan, huh?”

Aku menoleh mendengar teriakan Ji Yeon. “Ya, bisakah kau berbicara sedikit lembut pada nampyeonmu?”

“Sirreo! huuuuuu!” seru Ji Yeon sambil menjulurkan lidahnya. Yoogeun menirunya dengan lucu. Lalu mereka berduapun berlari saat aku mengejarnya.

Yoona noona benar, aku harus menemani Ji Yeon sampai akhir hidup kami. Dan juga, aku harus merawat malaikat kecil kami ini dengan penuh kasih sayang. Choi Ji Yeon… Choi Yoogeun… Saranghae…

Meeting that someone means happiness. Whenever or wherever you meet that someone. No matter how it ends, it is still… happiness

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

96 thoughts on “My Little Bride [FINAL]

  1. Waaa happy bngedt ending_nya…hehe 🙂
    daebak cingu….

    Mau lagi donk ff yg main cast_ny minho ma jiyeon…
    Q ska banget ma couple ini..hoho :O
    ya d tnggu ff yang main cast_ny minho ma jiyeon,,yayaya..!!
    Pkok_ny d tunggu*plak d tampar ma author maks,,hehe*

  2. keren bgt..

    aq bisa merasakan btapa bahagianya mreka..

    pengen jd ji yeon deh .haha ngarep..

    tapi kpendekan onni..

    but all over are kerenn abiss dah pokoknya…

    menunggu story lainnya 🙂

  3. Siwon Angel? O.o Tadi di part-part sebelumnyz Siwon member SUJU.. o.O
    Wakakakak XD Duo Siwon..
    Oh.. Ternyata Minho balapan karna itu..
    Haduh,padahal dia anak orang kaya.Tapi mau beli pake uang sendiri,terharu.. T.T
    DAEBAK!!! Thor ^^
    Oh ya tulisannya di perbaikin ne.. Hehehe #ditimpuk sendal sama author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s