Hard, But Still Funny – Part 2

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan
Support Cast   : Sankyung sunbae, Go Sanyoung, Taemin’s Eomma, Tuan Kim
Author             : Seo
Genre              : Sequel, Romance
PG                    : 15
Reader.. maaf ya kalau ff ni geje.. soalnya gak Teemin bgt sifatnya… hheheh… ya sudah, selamat membaca~~
Part 2
“Aku Tuan Mudanya, babo.. Lee Taemin imnida…” ujarnya dingin.
MWO? Tuan Muda? Kukira tuan muda yang Tuan Kim maksud adalah anak kecil berumur 5-10 tahun. Ternyata.. ah.. namja ini terlihat sebaya denganku. Aku jadi bingung dengan pekerjaanku yang belum 24 jam penuh kudapat. Tak masalah jika si ‘Tuan Muda’ adalah anak kecil yang tidak sopan pada yang lebih tua. Ha-hajiman.. ige… aigoo~~ Seo Rachan…..
“Uh? Jeosonghabnida Tuan Lee.. Saya tidak tahu..”
“Berapa umurmu?” tanya Tuan Muda itu dingin.
“18 tahun,Tuan.” Jawabku. Aku hanya berani menundukkan kepala. Sayang sekali, batinku. Dia memiliki wajah yang aegyo, tapi tidak dengan sikapnya yang ketus dan dingin. Ditambah lagi AC yang menyala di kamar itu. Menambah dingin yang kurasa sangaaaat dingin
“Oh,” balasnya cuek bebek yang membuatku ingin meremas-remas muka aegyonya itu. Kenapa harus yang menyebalkan seperti ini,sih?! Wae??!!
Dia melangkah keluar menuju balkon. Lalu dia membalikkan tubuh dan memandangku heran sekaligus kesal.
“Apa yang kau tunggu? Ambil seragammu, babo!” serunya ketus. Aku langsung salah tingkah dan keluar dari kamar mengerikan itu. Aigoo~ Seo Rachan, sepertinya ini akan menjadi berat…
==========
Aku mengenakan seragam pekerja disini yang diberi oleh… bisa dibilang.. sunbaeku disini mungkin? Tapi.. aku benci seragam ini. Seperti boneka saja. Mengenakan baju berwarna coklat rok selutut, celemek putih kecoklatan, serta bandana yang menghias kepalaku. Kalau bahasaku sih mengganggu kepalaku. Aku benci baju ini! Tapi jika aku menolak pekerjan ini, aku tidak tahu kapan akan ada orang yang membutuhkan jasaku. Bisa jadi ini satu-satunya kesempatan!
Aku mengetuk pintu kamar ‘mengerikan’ itu. Tak ada jawaban dari dalam. Aku mengetuknya sekali lagi. Masih tak ada jawaban. Kuketuk lagi, dan masih tak ada jawaban dan ini membuatku kesal setengah mati. Ini baru hari pertama. Baru 1 jam yag lalu aku datang kerumah ini. Akhirnya kuputuskan untuk membuka pintu itu langsung.
“KYAAA~!!!” aku langsung menutup pintu itu kembali. Ommona! Apa itu tadi? Huhu.. Omma.. tolong aku!!
“Ya! Ketuk dulu sebelum masuk! Babo!” seru seseorang dari dalam. Ya, Tuan Muda itu sedang mengganti bajunya. Dan, dan, dan… hei.. dia ini tuli atau apa sih?! Aku kan sudah mengetuk 3 kali!
“Maaf, Tuan. Tapi tadi Saya sudah mengetuk pintunya. Tapi Tuan tidak menjawab..” ujarku gagap.
“Akh!! Ahjumma babo!!” cercanya dari dalam yang sukses membuat tekanan darahku naik drastis. Aku langsung membuka pintu itu dengan cara membantingnya kasar. Aku langsung mengancamnya dengan sigap melempar sepatu yang kupakai. Dia langsung lari, bahkan bajunya belum dipakai. Aku tidak peduli! Aku sudah dipanggil ‘Babo’ olehnya 3 kali hari ini. Ingat! Ini baru satu hari. Bagaimana kalau berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad?? #plak!! *author lebay. Reader : sadar,thor!!*
“Ya! Sini kau!!” seruku tak peduli dengan kamarnya yang sudah seperti kapal pecah. Aku heran, disana kan ada pintu keluar, kenapa dia tidak lari keluar saja? Sepertiya dia tidak suka dengan dunia luar. Dia terus saja berlari disekitar kamar. Ahhh!!! Yang babo itu kau, tau!!
==========
Taemin POV o———
Ah… yeoja itu menyebalkan juga. Apa dia tidak sadar aku majikannya? Apa dia tidak sadar melihatku yang baru memakai celana ini? Yeoja ini temperamental sekali sih? Memangnya aku salah bicara apa sih? Rasanya aku tidak mengatakan hal yang menyinggung perasaan! *taem watados amat!* #ditaboktaemints
Aku lelah. Sudah bekali-kali aku berkeliling kamar ini hanya untuk lari dari lemparan sepatunya yang terlihat seperti lemparan ‘maut’ itu. Nyalinya besar juga. Aku berhenti didepan kasurku. Aku lelah. Tapi yeoja itu! Bukannya ikut berhenti dia malah memanfaatkan kesempatan ini untuk menghajarku. Dan akhirnya…
BRUK!!! Terdengar rintihan parauku. Yeoja ini nekat sekali! Aku jatuh terpelungkup dikasur dan dia duduk dipunggungku sambil menjambak-jambak rambutku. Aku dan dia sama-sama berteriak. Tapi sepertinya teriakan kami beda topik. Ayolah!! Siapapun, bawa yeoja ini ke rumah sakit jiwa!
==========
Rachan POV o———
Aku tak peduli dia berteriak sekeras apapun, semerdu apapun hingga membuat para yeoja pingsan, aku tak peduli. Sekali lagi, I DON’T CARE!
“Ya! Seo Rachan! Apa yang kau lakukan pada Tuan Muda, hah?!”
“Ah! Sankyung-sunbae!” seruku kaget. Aku langsung sadar dengan perbuatanku, dan turun dari kasur.
“Bagaimana bisa kau lakukan itu pada Tuan Muda? Kau harus menjaga etikamu! Jika Nyonya melihat, kau bisa dipecat sekarang juga!” Mwo? Apa tadi? Dipecat? Ommo.. ini belum sehari.. andwae, andwae, andwae!!
“Ah?! Andwae sunbae.. jangan…” rengekku. Sankyung-sunbae tidak menghiraukanku dan malah bertanya khawatir pada Tuan Muda itu.
“Anda tidak apa-apa, tuan?”
“Uh? Ah.. aduh.. tanganku sakit sekali.. sepertinya terkilir..” rintihnya. Apa-apaan dia? Bohong! Aku bahkan tidak menyerang tangannya! Untuk memastikan parah-tidaknya, Sankyung-sunbae langsung memeriksa tangannya. Ingat, untuk memastikan ‘parah-tidaknya’, bukan ‘benar-tidaknya’.
“Em.. tuan, tapi tangan Anda baik-baik saja.. tidak terluka sama sekali.”
PRET!! Ujarku dalam hati. Tuan muda macam apa dia?
Aku menahan tawaku. Berusaha agar tidak terdengar siapapun. Aku ingin Tuan Muda menyebalkan itu dengar tawaku yang lepas. Tapi kan ada sunbae… ssstt…. tahan tawamu itu, chan-ah…
“Baiklah Seo Rachan-sshi, aku maklumi karena kau masih pemula. Tapi lain kali kau harus menjaga etikamu itu! Arayeo?” tanya sunbae. Aku mengangguk minta maaf. Lalu sunbae pergi dan meninggalkan kami berdua. Seketika itulah tawa yang tadi kutahan lepas.
“Hahahahah,, ahahaha… Huahahahaha!!!!” Tuan Muda itu melototiku. Tapi aku tidak takut sama sekali, tawaku malah makin keras. Walau satu jitakan telah mendarat dikepalaku, aku tetap tertawa terbahak-bahak.
“Hahah…Kau,kau.. Hahahaha,,, ahahah.. Tuan Muda macam apa kau ini, huh? Hahaha… ahah..haha.. kau adalah pembohong kelas teri! Sangat buruk! Ahaha… haha.. hah,hah,hah,hah, ekhm!” puas sekali tertawa tadi. Air mataku sampai keluar. Aku mengusap mataku. Aduh.. dasar namja payah! Terlihat sekali dia mudah dibodohkan oleh siapapun. Tentu saja! Berbohong saja payah! Seoerti kata pepatah, ‘Surga di telapak kaki ibu’  ‘Senjata makan tuan’ ya,kan? Aku memandangnya dengan senyum kemenangan.
“Apa? Sudah selesai?”
==========
Taemin POV o———
Dasar yeoja menyebalkan! Kenapa yeoja didunia ini tak ada yang beres dengan kejiwaannya? Kenapa aku merasa hanya aku yang masih waras disini. Walau sudah kujitak dia, dia tetap tertawa. Awas saja kalau gajinya kupotong 75%. Kau akan memohon-mohon padaku! Dasar!
“Apa? Sudah selesai?” tanyaku ketus begitu dia berhenti tertawa dan mengusap air matanya. Senyumnya itu. Benar-benar senyum mengejek.
“Sekarang bisa kau biarkan aku kembali memakai bajuku?” tanyaku lagi. Ahjumma ini.. dia menyerangku tak peduli aku sudah memakai baju atau belum. Alisnya berkerut, kemudian berganti jadi ekspresi kaget. Dia cepat-cepat keluar dan menutup pintu terburu-buru. Aish~ dia baru sadar aku belum memakai baju? Makan itu, babo!
==========
Rachan POV o———
Ah! Aku seperti baru sadar kalau.. kalau dia belum memakai baju! Yang dipakainya hanya celana panjang berwarna putih. Aigoo!! Untung aku cepat-cepat pergi…
Tubuhnya tidak seperti kebanyakan aktor yang mendapat peran Tuan Muda. Biasa saja, tapi tidak kurus-kurus juga… Lumayan sih.. Eh? Ah? Uh? Lho? Aku ini apa-apaan sih?! Kenapa bisa berfikir seperti itu? Aku harus mencuci mukaku!
Air segar mendinginkan wajahku. Hah.. kenapa aku jadi memikirkanya terus? Ini sangat memalukan! Kurasa aku kualat atas apa yang terjadi. Ugh.. wah, sudah jam 5 sore. Aku harus pulang. Tak usah minta izin pada Tuan Muda itu! Pada Sankyung-sunbae saja! Mana dia? Ah, dia disana bersama Tuan Kim..
“Sunbae..” Sankyung-sunbae menaikkan alisnya sebelah. Dan bergumam pelan.
“Boleh aku pulang sekarang? Aku takut eonnieku khawatir.” Ujarku. Sunbae mengiyakan dan akupun pulang. Baru 3 langkah, sunbae memanggilku. Aku menoleh. Sunbae menyuruhku kembali. Tuan Kim langsung pergi.
“Ada apa Sunbae?” tanyaku.
“Ada yang harus kukatakan padamu Rachan-ah, berkaitan dengan Tuan Muda.” Jawabnya. Suaranya seperti diperkecil dan kepalanya menengok kanan-kiri. Memastikan tak ada orang disekitar kami.
“Memang dia kenapa? Aku sudah tahu dia orang yang sangat dingin.” Jawabu enteng tanpa beban. Sunbae terlihat gemas padaku. Mungkin aku salah mengerti ya? Eheh… mianhae sunbaenim…oUo
“Bukan itu, penting kau tahu, Tuan Muda itu punya penyakit fatal.” Ujarnya yang sukses membuatku sangat heran. Aku membantahnya dengan alasan bahwa dia terlihat sehat-sehat saja. Tapi sunbae menjelaskannya. Sekali lagi, sunbae sukses membuatku kaget 100%. Tidak mungkin..
Lee Taemin *panggilnya Taemin aja yah, susah kalau tuan muda..hehe*, ternyata punya sejarah hidup yang sulit menurutku, sulit dilupakan karena masih berbekas sampai mati walau sudah berusaha dilupakan. Penyakitnya itu, benar-benar membuatku ngeri.
Ingin tahu apa yang dia derita?
Mungkin ini lebih tepat disebut sebagai ‘kelainan’ daripada ‘penyakit’
Dia…
Sampai kapanpun…
Tidak, dia tidak mungkin…. *author lelet amat sih!*
Kurasa percuma baginya untuk menikah dengan yeoja yang dia cintai, karena sampai kapanpun,dia tidak akan bisa mempunyai keturunan. Ya, itulah kelainan yang ingin kukatakan. Aku saja ngeri membayangkannya. Dia dibuat, tapi tak bisa membuat. Ternyata itu yang membuat sikapnya dingin selama ini. Dia tak suka didekati karena dia tak mau orang tahu masalahnya.
—–Flashback~~
5 years ago~~—–
“Chagi,,, saengil chukkae.. saranghae~~” seorang yeoja manis memberinya sebuah kotak yang dihias pita putih dengan senang dan gembira. Taemin balas tersenyum dan mengambil kotak itu. Dia membuka kotak itu. Seutas gantungan ponsel berwarna sembur putih dan kuning. Taemin tersenyum gembira melihat gantungan itu.
“Kau suka?” tany yeoja itu. Taemin mengangguk kuat.
“Gomawo Sanyoung~” Taemin mendaratkan bibirnya didahi yeoja itu. Yeoja itu bergidik geli lalu menggosok-gosok dahinya.
“Geli~..” ujar yeoja itu. Taemin tertawa kecil dan memeluk yeoja kecil itu.
3 bulan kemudian…
“Young-ah! Anyyeong..” sapa Taemin ramah. Sayoung menundukan kepalanya. Antara malu, kesal, dan bingung. Taemin merasa ada sesuatu yang aneh.
“Young-ah, museunil-iya? Neo gwaenchanha?” Taemin memegang kedua bahu Sanyoung. Sanyoung tetap menundukkan kepalanya.
“Young-ah, bicaralah!” Taemin mengguncang bahu Sanyoung. Terdengar isakan tangis dari Sanyoung. Taemin sedikit kaget.
“Oppa, ini percuma..”
“Percuma? Mwo? Ceritakanlah dengan jelas, Young-ah.. “ ujar Taemin tak mengerti.
“Hubungan kita.. benar-benar hal yang sia-sia. Aku benci mengakui ini Oppa, tapi inilah kenyataannya. Aku malu bersama Oppa..hiks,hiks..”
“Apa aku membuatmu kecewa? Young-ah.. ada apa ini?” Taemin masih tidak mengerti. Malu? Ada apa? Apa dia melakukan hal yang salah?
“Kenapa Oppa tidak bilang dari dulu? Untuk apa aku bersama namja yang tidak bisa, ani, tak akan pernah bisa menghasilkan keturunan?! Kenapa Oppa menyembunyikannya? Jangan cintai aku kalau Oppa punya kelainan seperti itu!” Sanyoung memukul dada Taemin. Taemin hanya bisa diam. Dia makin tak mengerti kemana arah bicara Sanyoung. Kelainan? Dia normal-normal saja kok!
“Apa maksudmu, Young-ah? Aku bahkan tidak tahu apa-apa. Kau dengar gosip dari mana hah? Apa-apaan ini?!” Taemin sedikit mendorong Sanyoung untuk menyadarkannya. Sanyoung lalu menengakkan kepalanya yang sedari tadi ia tundukkan.
“Kenapa Oppa tidak tanya orangtua Oppa? Aku benci Oppa! Akhirilah hubungan ini Oppa, aku tidak sanggup… Mianhae.. Annyeong gihaseyo..” Sanyoung berjalan mundur. Lalu lama kelamaan yeoja itu pergi. Taemin hanya terpaku dan langsung menemui eommanya.
==========
“Eomma! Apa-apaan ini? Kenapa eomma menebarkan gosip yang tak jelas? Bahkan tak benar! Apa maksudnya aku punya ‘kelainan’?” Taemin tak sanggup menahan air mata yang akhirnya jatuh.
“Tak ada gosip Taemin, ini kenyataan! Kau memang tak bisa menghasilkan keturunan samapi kapanpun! Ini buktinya!” seorang Ahjumma menyodorkan surat keterangan dokter. Taemin terbelalak melihat kenyataan bahwa ternyata benar, dia bukanlah anak normal. Taemin meremas-remas surat itu dan berlari kekamarnya. Semua penghuni rumah tidak tahu, bahwa esok dan seterusnya Taemin akan menjadi anak yang dingin terhadap siapapun. Tak ingin orang lain tahu masalahnya.
TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 2”

    1. annye0ng blik lg~ Bwat awl nya lcu bkin senyam-snyum gaje, ampe d liatin aneh ma 0rang2 #plakk…# 0m0o…..Minnie !! Mian th0r ini pndk bnget, krang pnjanggggg…..Next partny d tnggu ya *apaan nh k0men gaje#readerheb0hsndri#

  1. Aigo~ mimiin, kamu..kamu… *menahan tangis.
    Lebih baik aku sama key aja!! *nyeret rambut key
    #komentidakbermutu.
    Aigooo~ lanjuuuut

  2. pertamanya lucu kenapa akhirnya jadi miris gini sih … huwaaa.. taemin kasian … ckckckk
    ayoo lanjut thor … *mian komentar pendek, lagi ngak bisa muter otaknya *

  3. Waaaaa baru komen mianhae…
    Selama ini aku baca dari hape dan baru bisa komen sekarang.
    Sekali lagi mianhae T____T

    Ini cerita kok seru banget yah…
    Aku kira Taemin ada leukimia atau apa gitu ngga taunya gabisa menghasilkan keturunan 😀
    Rada ngakak juga sih pas tau huahahaha *disembelih taemints* ._.v
    Ohiya thor, kok aku liat udah ada Part 4 sih? Part 3nya belum? Apa aku yang salah liat-_-
    Penasaran thor~ nanti pasti Seorachan nikah sama Taemin yaaa? hahaha sipdeh^^b

  4. Oppaaa… jangan dingin dunk
    kan aku serem ngeliatnya…. Biasanya Oppa penuh senyum jadi tiba2 dingin?? Hmmm… tak berani untuk membayangkannya…..

    hahahaha lanjut thor

  5. kalo gk ada yang mau sama teminie aku mau kok hihihi
    aku kira part ini gk bkal semiris ini tapi tdak di sangka sangka teminie mandul

    ANDWEEEEEEE

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s