Just a While – Part 2

Title             : Just a While part 2

Author         : mutiara a.k.a tiara_jinki

Main cast     : kim seohyun, lee jinki

Support cast : kim kibum, lee taemin, choi minho, lee yu kyung,kim jonghyun and others..

Genre            : romance , sad, family (?)

Rating           : PG

Length           :  sequel

 

Pintu ruang olahraga terbuka, minho dan jinki yang berada di dalamnya menoleh ke arah pintu yang terbuka. Seseorang yang telah di tunggu-tunggu oleh jinki akhirnya datang. “annyeong, hyung. Ada apa memanggilku?”Tanya taemin yang baru datang.

“ah~taemin. Mendekatlah. Sahabatku ingin berkenalan denganmu”minho melirik ke arah jinki.

“mwo? Nugu?”taemin berjalan mendekati minho.

“tidakkah kau lihat ada orang lain selain aku di sini”minho menunjuk ke arah jinki.

Taemin menengok ke arah yang di tunjukkan oleh minho. Ia melihat jinki sedang duduk dan melihat ke arahnya. “annyeong, hyung. Jeonun lee taemin imnida. senang bertemu denganmu hyung”.

Jinki berdiri dan menghampiri taemin. “annyeong,taemin. Aku sudah tahu namamu dari seseorang”.

“kalau boleh tahu siapa itu, hyung?”.

“rahasia,hehe”jinki tertawa kecil.

“dari seseorang yang bernama kim seohyun!”teriak minho yang sedang bermain basket.

“mwo? Maksudmu dari sepupuku?”Tanya taemin yang kelihatan kebingungan.

“ne…”.

“tapi aku belum pernah melihatmu, hyung”.

“aku baru mengenalnya kemarin”.

“ouh, begitu. Hyung, kau belum memperkenalkan dirimu padaku”.

“ouh iya! Aku sampai lupa. Jeonun lee jinki imnida”.

Taemin melihat ke jam tangannya, ia menepuk keningnya “aku sampai lupa! Minho hyung dan jinki hyung, aku pergi dulu ada urusan. Bye!”taemin berlari meninggalkan ruang olahraga.

“urusan?”gumam jinki.

Minho mendengar apa yang di katakan oleh jinki “kalau kau penasaran. Ikuti saja dia secara diam-diam”.

Jinki menoleh ke arah minho “kau benar! Ya sudah kalau begitu aku tinggal yah minho. Bye!”jinki berlari mengikuti taemin.

“dasar chicken jinki…”desah minho yang masih bermain basket.

****

Taemin berjalan keluar dari universitasnya, di sana seohyun telah menunggunya. Sementara jinki mengendap-endap di belakang mereka. Taemin dan seohyun pergi dari universitasnya, jinki mengikuti mereka. Taemin dan seohyun menaiki bus dan jinki berada di belakang mereka. “nuna, kau mau membeli bunga lagi?”Tanya taemin.

“ne, aku mau membeli bunga lily putih”.

“bunga lily putih lagi?”.

“ne, memangnya kenapa?”.

“kenapa kau sangat suka sekali bunga lily putih?”.

“kenapa? Kau tidak suka?”.

“anni, hanya yang ku tahu bunga lily putih itu menggambarkan cinta sejati yang di liputi duka”taemin masih bingung.

“apa salahnya? Sudahlah stop bertanya tentang mengapa aku menyukai bunga lily putih”.

“baiklah”.

Jinki yang berada di belakang mereka bertanya-tanya apa yang sedang mereka bicarakan. Bus berhenti, taemin dan seohyun beserta jinki di belakang mereka turun dari bus. Taemin dan seohyun berjalan ke sebuah toko bunga dan jinki masih mengikuti mereka. Seohyun sedang melihat-lihat bunga lily dan taemin memperhatikannya. Jinki mencoba melihat mereka tapi BRUKK…

Seorang menabrak jinki dan taemin melihatnya. Finally, taemin mendekatinya dan jinki menjadi ketakutan. ‘apakah dia tahu kalau aku membututi mereka?’batin jinki.

“hyung!”sapa taemin.

“ah~ hei taemin”.

“apa yang sedang kau lakukan di sini? bukankah kau bersama minho hyung?”.

‘damn! Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku jawab? Calm down jinki…calm down…’ujar jinki dalam hati. “ah~ tadi, aku kira aku ada kuliah hari ini tapi ternyata tidak. Jadi aku pergi untuk berjalan-jalan dan tanpa sengaja melihat kalian”bohong jinki.

Dan…dengan begitu mudahnya taemin mempercayai apa yang di katakan oleh jinki “ouh, begitu”.

Seohyun menoleh ke arah mereka dan menghampiri mereka. “kau…”ujar seohyun ketika melihat jinki.

“ah~ hei seohyun. Kita bertemu lagi”sapa jinki.

“nuna, apakah kau sudah membeli bunganya?”Tanya taemin.

“sudah, sebentar aku ambil dulu”seohyun kembali ke toko bunga dan mengambil bunga yang ia beli.

“hei, taemin”.

“apa hyung?”.

“apa benar seohyun sangat suka dengan bunga?”.

“ne, apalagi bunga lily putih dan bunga tulip”.

“ouh ya taemin. Kemarin saat aku bertemu dengannya. Dia mimisan. Apakah sekarang dia sudah baik-baik saja? Apakah dia seadng sakit?”.

Mendadak taemin menjadi kebingungan “ah…itu…itu…”.

Seohyun datang dan menepuk pundak taemin “hei…ayo kita pulang. Kami pulang dulu yah. Bye!”.

“kami pulang dulu yah hyung. Bye!”.

Taemin dan seohyun pergi meninggalkan jinki. “haruskah aku mengikuti mereka lagi? Sudahlah. Lagipula untuk apa aku mengikuti mereka? Jinki kau benar-benar aneh!”gumam jinki.

****

“taemin, tadi jinki menanyakan apa padamu? Kelihatannya tadi kau kebingungan sekali”.

“dia menanyakan tentang keadaanmu nuna. Dia bilang kemarin dia melihatmu mimisan dan bertanya kau sedang sakit apa. Aku kebingungan harus jawab apa. Untungnya kau cepat datang nuna”.

“bagus. Jangan katakan pada siapa-siapa”.

Bus akhirnya datang dan mereka masuk ke dalam bus.

****

Jinki pulang ke rumahnya, ia masuk ke kamarnya dan menjatuhkan dirinya ke kasur. Memikirkan semua yang ia lakukan mulai dari berkenalan dengan taemin sampai membuntuti taemin dan seohyun. “aku benar-benar sudah gila!”gumam jinki dan mengacak-acak rambutnya.

Tiba-tiba pintu kamar jinki terbuka seketika jinki menoleh ke arah pintu kamarnya. Ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah yu kyung. “ya! Kau! Tidak bisakkah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? aku bisa jantungan karenamu”teriak jinki.

“mianhae…kau kenapa oppa? Aku lihat kau aneh hari ini, tidak seperti biasanya dan rambutmu terlihat berantakan”.

Jinki langsung merapihkan rambutnya “anni, aku tidak apa-apa”.

“cih…tidak usah berbohong. Aku tahu dari raut wajahmu. Kau kelihatan sedang bingung mungkin kau bisa bercerita denganku dan aku bisa memberi saran pada oppa”.

Jinki berpikir sebentar “baiklah, duduklah di sampingku”.

Yu kyung duduk di samping jinki “ayo, ceritakan padaku”.

“baiklah, kemarin aku bertemu dengan seorang yeoja. Aku merasa yeoja itu berbeda dengan yeoja yang lainnya dan..”belum sempat jinki melanjutkan perkataannya yu kyung telah memotangnya.

“dan…oppa jatuh cinta padanya”.

“ya! Kau ini! Aku belum selesai kau sudah memotong saja. Dan…aku mulai merasakan ada perasaan yang aneh yang sampai sekarang aku tak tahu perasaan apa ini”.

“memangnya seperti apa perasaan yang oppa rasakan?”.

“ehm…jantungku berdetak kencang saat melihatnya, aku merasa khawatir saat melihatnya sakit, dan aku merasakan ada yang aneh denganku saat bersama dengannya”.

“ah~ oppa, itu namanya jatuh cinta. Oppa ini lebih tua dariku tapi tidak tahu tentang itu. Aish..oppa ini”.

“benarkah?”jinki terlihat bingung.

“ne, jalani saja oppa. Oppa akan tahu setelah mengenalnya lebih dalam”.

“gomawo, yu kyung-ah…”jinki mencubit pipi yu kyung dan mengacak-acak rambut yu kyung.

“ya! Oppa! Kenapa kau mencubit dan mengacak-acak rambutku?!”yu kyung meringis kesakitan dan membenarkan rambutnya.

“hehe~ itu balasan karena kemarin kau mencubitku”jinki tertawa kecil.

“aish…sudahlah! Aku keluar dulu. Dasar chicken oppa!”yu kyung menjulurkan lidahnya dan keluar dari kamar jinki.

“ya! Kau! Aish…sabar jinki…sabar”jinki mengelus-elus dadanya.

-jinki pov-

Lagi-lagi yu kyung memanggilku dengan “chicken oppa” sungguh aku sangat tidak suka dengan panggilan itu. Tapi aku harus sabar karena dia telah mau mendengarkan ceritaku. Apa benar kalau yang aku rasakan adalah cinta?. Tapi mana mungkin? Apa aku harus lebih mengenalnya lagi dan aku akan tahu apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya.

Otakku mulai menjadi aneh, otakku ini selalu membayangkan wajah seohyun. Wajahnya yang cantik namun ada sesuatu kesedihan di wajahnya yang cantik itu. Wajahnya nyaris mirip dengan ummaku yang telah berada di surga.

Ada apa denganku? Aku benar-benar aneh!. Kenapa aku jadi memikirkannya?. Aku baru mengenal yeoja itu tapi mengapa seperti ini?. Sepertinya aku perlu keluar menyegarkan otakku yang sedang aneh ini. Aku keluar dari rumah dan menaiki motor sport milikku mengeliling kota seoul ini.

Setelah 20 menit aku berkeliling, aku memutuskan untuk pergi ke café. Kebetulan ada sebuah café di dekatku. Aku mengendarai motorku menuju café itu. Saat aku melepaskan helmku, aku kaget melihat apa yang sedang aku lihat?!. Seohyun, dia sedang di ganggu oleh segerombolan genk. Mau apa mereka?! Aku tidak bisa tinggal diam aku harus menyelamatkan seohyun.

-jinki pov end-

-seohyun pov-

“kami pulang…” aku membuka pintu dan kibum oppa belum pulang. Aku menuju ruang tamu dan memasukkan bunga lily putih yang baru aku beli ke vas kaca kesayanganku. Aku merasa perutku sudah mulai kelaparan. Aku pergi ke dapur dan mengecheck isi kulkas. Ya! Yang benar saja!  Kulkas di dapurku hampir tidak ada isinya!. Aish…pasti oppa lupa untuk berbelanja.

Bagaimana ini? Aku sangat lapar?. Aku melihat taemin sedang mengerjakan tugasnya dengan serius. Sebaiknya aku membeli makanan saja. “taemin, kau jaga rumah yah. Aku ingin membeli makanan dulu”.

Taemin menghentikan aktivitasnya “aku ikut nuna”.

“anni, jangan lanjutkan saja aktivitasmu. Sepertinya kau sedang mempunyai banyak tugas”.

“tapi, nuna. Aku takut kau kenapa-napa”.

“sudah, jangan khawatirkan aku. Jika terjadi apa-apa aku akan menelfonmu”.

“baiklah”.

Taemin terima kasih karena telah mengkhawatirkanku “ouh iya. Satu lagi jika terjadi apa-apa padaku jangan bawa aku ke rumah sakit”.

“tapi, nuna. Kenapa?”.

“sudahlah, lakukan saja. Aku pergi dulu bye!”.

“hati-hati nuna!”.

Aku membalasnya dengan senyum. Aku berjalan keluar dari rumahku dan memikirkan akan kemana aku pergi. Bukankah ada café di tempat biasa aku membeli bunga. Ah…baiklah aku kesana saja.

20 menit berlalu, aku keluar dari café dan hendak pulang tapi aku di hadang oleh segerombolan genk. Aku takut, apa yang akan mereka lakukan padaku?.

“hai, nona manis!”ujar salah seorang di genk itu padaku.

“apa yang akan kau lakukan padaku?”tanyaku.

“haha…serahkan uangmu sekarang juga atau mati!”teriak salah seorang yang terlihat seperti ketua dari genk itu.

“never! Cih..”aku meludah di hadapannya dan pastinya itu membuat mereka tambah marah.

PLAKK…

Sebuah tamparan tepat mengenai pipiku. Aku hanya bisa meringis kesakitan dan berharap ada seseorang yang menolongku. Oppa, taemin tolong aku! Aku takut sekali!.

“serahkan uangmu sekarang juga!”teriak ketua genk tersebut.

Aku masih tidak mau menyerahkan tasku, mereka menarik paksa tasku tapi aku tidak melepaskan begitu saja tas milikku. Eotthokae? Help me! Help me!. Tiba-tiba ada tangan lain yang memegang tasku. “lepaskan tas itu!”teriak seorang namja. Syukurlah,  saat aku perhatikan wajahnya dia jinki orang yang baru ku kenal kemarin.

Genk itu melepaskan tasku dan mulai meladeni jinki. “mau mati kau?!”teriak salah seorang dari genk itu.

“harusnya aku yang bertanya itu pada kalian!”teriak jinki.

Mereka mulai berkelahi dan dengan gagahnya jinki menyerang genk itu. Aku hanya bisa melihatnya dan aku merasakan ada cairan yang keluar dari hidungku. Darah ini keluar lagi dari hidungku. Aku harus cepat-cepat menghubungi taemin. Aku mengambil handphone dan aku mencari-cari nama taemin di handphoneku.

“yobossaeyo, nuna apakah kau baik-baik saja?”Tanya taemin.

Aku mulai melemah “taemin…cepatlah ke sini! tolong aku! Aku ada di café di dekat toko bunga yang biasa aku datangi. Jangan lupa bawa mobil! Cepat!”ucapku dengan suara yang masih tersisa.

“nuna, bertahanlah aku segera ke sana!”suara taemin terdengar sangat panic dia langsung memutuskan telfonnya.

Lagi-lagi aku membuat orang khawatir. Aku menutup hidungku dengan tanganku supaya darah ini cepat berhenti. Tapi darah ini terus mengalir sampai tanganku penuh dengan darah yang keluar dari hidungku ini. Kepalaku terasa berat dan pusing. Aku melihat jinki masih melawan genk itu. Kali ini, pandanganku mulai kabur. Taemin kau dimana? Aku harus kuat aku tidak ingin membebani orang lain.

Akhirnya genk itu berlari berhamburan, jinki membalikkan badannya dan berjalan ke arahku. Lagi-lagi raut wajah cemas yang aku lihat dari jinki. “seohyun…kau tidak apa-apa?”tanyanya padaku.

Aku masih menutup hidungku dengan tanganku. Kini, jinki tepat berada di depanku. “gomawo jinki”. Aku sudah tidak kuat lagi. Aku mulai merasakan nafasku menjadi sesak, kepalaku makin pusing dan perlahan-lahan dunia ini menjadi gelap.

-seohyun pov end-

“seohyun! Kau kenapa? Kau kembali mimisan”panic jinki.

Seohyun tidak menjawab dan dia jatuh pingsan. Dengan sigap jinki menangkap tubuh seohyun. “seohyun!”. “seohyun…bangun…bangun!”.

Jinki membawa seohyun ke pinggir jalan dan meletakkan seohyun di pangkuannya. “seohyun ada apa denganmu?  Seohyun…bangun”. Jinki mengambil sapu tangan miliknya yang berada di dalam saku celananya. Ia membersihkan darah yang terus keluar dari hidung seohyun.

Tak lama kemudian taemin datang dengan mengendarai mobil sedan berwarna hitam. Ia keluar dan dengan panic menghampiri jinki dan seohyun.

“hyung! Nuna! Kau kenapa?”.

“taemin…tolong kami. Seohyun mimisan dan sekarang dia pingsan”.

“eotthokae?? Nuna kenapa kau…ahh sudahlah! Hyung tolong bawa seohyun nuna masuk ke dalam mobil”.

“ne”.

Jinki mengangkat seohyun dan membawanya masuk ke dalam mobil di ikuti taemin. Mereka pergi dari tempat itu. “hey,taemin. Sebenarnya seohyun sakit apa?”Tanya jinki.

“a…anni, hyung. Mungkin dia hanya syok”.

“syok? Tapi kenapa ia bisa mimisan?”.

Taemin hanya diam tidak mampu berbicara apapun. Mereka sampai di rumah seohyun, jinki membawa seohyun masuk ke dalam kamarnya. taemin masuk ke kamar seohyun dengan seember air di tangannya. Taemin memebersihkan hidung dan tangan seohyun yang penuh dengan darah.

Beberapa menit kemudian kibum datang dan dengan nafas yang tersengal-engal ia memasuki kamar seohyun. “taemin! Apa yang terjadi dengan seohyun?”Tanya key dengan wajah yang sangat panic.

Taemin menengok ke arah kibum “aku tidak tahu hyung…”mata taemin berkaca-kaca.

Kibum menyadari kehadiran jinki “kau..??”.

“annyeong, aku teman seohyun. Namaku jinki”.ujar jinki

“dia yang menyelematkan seohyun nuna”ucap taemin.

“kamsahamnida”ucap key dengan senyum yang memaksa.

“kenapa kau tidak bawa dia ke rumah sakit?!”Tanya kibum pada taemin.

“nuna menyuruhku untuk tidak membawanya ke rumah sakit hyung”.

“kenapa kau menurutinya?”.

Taemin hanya diam. Sementara jinki berdiri mematung tidak tahu apa-apa. Di pikirannya banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan. “sebenarnya seohyun sakit apa?”Tanya jinki.

Kibum dan taemin langsung menoleh ke arah jinki. Taemin terlihat kebingungan harus menjawab apa sedangkan kibum sedang mencari jawaban yang tepat.

“aku sudah melihatnya seperti ini dua kali”lanjut jinki.

Perlahan-lahan seohyun menggerakkan tangannya dan membuka matanya. “kenapa kalian semua ada di sini?”Tanya seohyun yang baru siuman.

Taemin dan key bernafas lega karena akhirnya seohyun bangun dan membuat mereka tidak menjawab pertanyaan jinki. Jinki tersenyum saat melihat seohyun sadar. “ya! Kau! Masih bertanya kenapa kami ada di sini?! kau tidak ingat apa yang terjadi dengan dirimu? Hah! Kau membuat kami khawatir”ujar kibum.

“mianhae oppa. Ouh ya jinki. Gomawo telah menolongku”.

“ne, cheonmaneyo”.

“ehm…bisakah kalian keluar dari kamarku? Aku lelah aku ingin istirahat dulu”pinta seohyun.

Kibum, Jinki, dan Taemin menuruti perkataan seohyun. Mereka keluar dan meninggalkan seohyun. “ehm, baiklah. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan. Kalau begitu aku pulang dulu”ujar jinki dan keluar dari rumah.

“ne, annyeong-hi gaseyo!”balas taemin dan kibum serempak.

Jinki membalasnya dengan senyum.

-jinki pov-

Rasanya hari ini benar-benar melelahkan. Tadi, kenapa aku merasakan nafasku sesak saat melihat seohyun seperti itu?. Ah~ sudahlah, lebih baik aku pulang dan beristirahat. Tapi tunggu dulu sepertinya ada yang ketinggalan, tapi apa yah? Aku memukul jidatku! Bodohnya aku ini, aku meninggalkan motorku di café itu.

Terpaksa aku harus menaiki bus dan kembali ke café itu untuk mengambil motorku. Ini sangat melelahkan dan cukup membuang energiku.

***

Sesampainya di café itu aku melihat tidak ada motorku. Dimana motorku? Seingatku aku memparkirkannya tepat di sini?. Aduh! Bagaimana ini? Eotthokae? Aku hanya bisa berputar-putar tidak jelas dan mengacak-acak rambutku!. Kali ini aku benar-benar frustrasi!. Tiba-tiba handphoneku berdering, saat aku melihatnya ternyata yu kyung yang menelfonku.

“yobosaeyo”ucapku.

“ya! Oppa! Kau bodoh sekali! Cepat pulang motormu ada di rumah sekarang! Minho oppa yang membawanya ke rumah”.

Aku bernafas lega “ne, aku akan segera pulang”aku mengakhiri pembicaraan kami.

Untung minho yang menemukannya kalau tidak aku benar-benar mati. Aku baru ingat aku belum mencabut kunci motorku karena saat itu aku panic sekali. Aku berjalan menuju halte bus, aku merasa ada yang berjalan di sampingku saat aku menoleh ke sampingku aku melihat seohyun sedang tersenyum kepadaku. Tapi ternyata itu hanya halusinasiku saja. Jinki! Berhenti untuk memikirkan seohyun!.

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya busa datang. Aku masuk ke dalam bus, saat aku lihat ke dalam bus. Ternyata semua tempat duduk sudah penuh dan aku tidak ada pilihan lain lagi selain duduk di bawah eh bukan maksudku berdiri.

Lagi-lagi aku melihat seohyun sedang berada di sampingku. “ya!” teriakku dan berhasil membuat semua orang di dalam bus memperhatikanku. Aduh hari ini aku benar-benar sial. Aku tersenyum “mianhamnida…jongmal mianhamnida”. Akhirnya semua orang tidak memperhatikanku lagi.

-jinki pov end-

******

Keesokan harinya.

Tok…tok…tok…

Terdengar suara ketukan pintu di rumah jinki. Yu kyung membuka pintu dan bingung dengan siapa orang yang ada di depannya. “nuguseyo?”Tanya yu kyung.

———————————–TBC——————————————–

Gimana lanjutannya? Jelek yah? Mian…mian….soalnya aku buru-buru bikin lanjutannya takut dapat antrian terakhir. Hehehehe… :D. silahkan komen dan kritik ffku ini yah. Gomawo mau baca ffku yang jelek ini J

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “Just a While – Part 2”

  1. ehhh..
    Kok crita nya jd berbelit-belit ._.a
    Wawakwkakkwkakkk~

    penyakit apaan dah yg d derita si seohyun……
    kanker??
    Akwkakw.

    Yowess. D tunggu lanjutanny~
    Hwaiting~ ^.^

  2. yah.. yah… siapa yg ngetok(?) teruskanlah teruskantah… #ehhhh kok nyasar ya… 😉 udah nggak sabar nungguin kelanjutannya nih…

    HWAITING!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s